Suntingan oleh 09:29, 11 Oktober 2009 61.247.7.

46 Syekh Siti Jenar Menyatu Denga n Dzat (Ajal) Syahdan di tepi jalan perkampungan Negeri Demak, seorang lelaki pa ruh baya berjalan dengan tenang. Wajahnya putih memancarkan cahaya, janggut sert a cambang berwarna kebiruan. Rambut dikepalanya tertutup blangkon berwarna hitam garis pinggir merah menyala, begitu juga sorban, gamis dan jubahnya dengan lata r hitam bercorak merah. Lelaki paruh baya itu bertubuh sedang, berjalan tenang, lengan kanannya menggenggam tasbih seraya mulutnya komat-kamit mengumandangkan d zikir. Pada kelokan jalan sunyi yang dihiasi semak belukar dan pepohonan kanan k irinya, tiba-tiba muncul tiga orang lelaki berpakaian serba hitam dengan ikat ke pala, bertubuh kekar seraya menghadang. Berhenti kisanak! Lelaki bertubuh kekar da n berkumis tebal menyilangkan golok didepan dadanya. Mengapa saya harus berhenti? Bukankah jalan ini milik Allah? Siapapun punya hak untuk menggunakannya. ujar le laki berjubah. Saya tidak mengerti Allah! Pokoknya kamu harus berhenti, ujarnya la gi. Saya sekarang sudah berhenti. Apa yang akan kisanak lakukan pada saya? Apakah akan menebas batang leher saya dengan golok itu? tanya lelaki berjubah dengan te nang. Benar, saya akan menebas batang leher kisanak jika tidak menyerahkan uang d an emas yang kisanak miliki. ancam lelaki berkumis. Kenapa, kisanak mesti berbuat seperti itu jika hanya menginginkan uang dan emas. Tidakkah uang dan emas itu ha nya hiasan dunia yang tidak memiliki arti hakiki bagi kisanak. ujar lelaki berjub ah. Jangan banyak bicara, kisanak! Ayo serahkan uang dan emas pada kami, jika leh er kisanak tidak mau kami penggal! Rupanya ki sanak belum mengenal saya Ki Kebo Benowo, rampok hebat di dusun ini! ucapnya. Saya tidak mengenal, kisanak. Bukankah kita baru hari ini bertemu? Lalu kisanak mengancam saya untuk memenggal leher d an meminta uang dan emas. Maka untuk itu saya persilahkan jika itu keinginan kis anak. Penggalah leher saya dan ujar lelaki berjubah tetap tenang. Keparat! Mampus kau! Ki Kebo Benowo bersama ketiga temannya menerjang lelaki berjubah seraya memb abatkan golok ke leher, pinggang, dan dada lawan. Lelaki berjubah tidak bergemin g melihat sambaran golok yang akan mencincang tubuhnya, tetap berdiri pada tempa tnya dengan dzikir dari mulutnya terdengar pelan. Ketiga golok tidak pelak lagi menghantam sasaran. Namun tidak meninggalkan bekas sedikit pun. Golok yang dihun jamkan ke tiga rampok laksana membabat angin, tidak bisa melukai, bahkan menyent uh. Aneh manusiakah? Ki Kebo Benowo, menghentikan serangan. Seraya berdiri tegak, ma tanya terbelalak heran, napasnya tersengal-sengal berat. Kedua temannya melongo. Di dunia ini tidak ada yang aneh kisanak. Bukakankah Hyiang Widi itu telah menya tu dengan kita? ujar lelaki berjubah. Hyiang Widi? Ki Kebo Benowo paham. Sebab pern ah mengenal agama Hindu sebelumnya. Lalu siapakah nama kisanak? Saya, Syekh Siti Je nar. Kisanak, keinginan yang pertama telah saya penuhi, memenggal. Keinginan ked ua uang dan emas menengoklah ke sebrang jalan. Saya permisi. Syekh Siti Jenar mem balikan tubuhnya dan meneruskan langkah. Ki Kebo Benowo beserta ketiga temanya, lalu melirik ke sebrang jalan. Betapa tercengangnya mereka, karena melihat pohon emas dan uang. Emas dan uang, ayo kita ambil! ketiganya bersorak, lalu memburu se brang jalan. - Kebo Benowo dan kedua temannya sibuk memunguti daun emas. Seluruhnya d ambil dan dibungkus dengan kain. Hahaha, kita pasti kaya dalam waktu singkat. tawa Kebo Benowo. Ki, tidakkah kita aneh pada kejadian ini? tanya Loro Gempol. Benar ju ga? Dia bisa menciptakan emas dan uang juga memiliki kesaktian yang sangat hebat . Kebo Benowo membalikan tubuhnya, matanya mengintai ke tempat Syeh Siti Jenar be rdiri. E,eh, kemana orang tadi? O, ya? Masa dia bisa menghilang? Loro Gempol mengeru tkan dahi, tangannya garuk-garuk kepala. Manusiakah dia? Makhluk halus? Kebo Benow o menarik napas dalam-dalam. Aku rasa dia manusia sakti mandraguna. Sebaiknya kit a berguru padanya agar memiliki kesaktian. Benar, Ki. Jika kita sudah sakti bisa m enundukan semua rampok dan berada dalam perintah kita. Kalau kita sudah menguasa i para rampok tentu tidak akan capek tinggal menunggu setoran. tambah Loro Gempol . Namun Syehk Siti Jenar menghilang? Kemana kita mesti mencari? Lego Benongo ikut bertanya. Sedari tadi dia hanya mematung belum hilang rasa kagumnya terhadap Sye h Siti Jenar. Kita telusuri saja jalan ini. Kemungkinan dia menuju ke pusat Keraj aan Demak, Kebo Benowo menduga-duga. *** Syehk Siti Jenar, telah sampai ke pusat Kerajaan Demak. Langkahnya yang tenang serta penuh wibawa tidak lolos dari panda ngan para prajurit penjaga keamanan. Siapakah lelaki itu? tanya prajurit kerempeng pada temannya yang bertubuh tambun. Wali, jawab si Tambun tenang. Pakaiannya mirip wali songo, tapi saya baru kali ini melihatnya. Kita perlu menanyai dan memerik

sa orang yang tidak dikenal, mungkin saja dia pemberontak yang lagi menyamar. uca p si Kerempeng penuh curiga. Biarkan saja, siapa tahu dia sahabatnya para wali. B uktinya dia berjalan menuju mesjid. si Tambun tetap tenang. Meskipun demikian kita tetap harus menjalankan tugas. Ayo kita hadang dia dan tanya maksud kedatangann ya! si Kerempeng bergegas menenteng tombak dan tameng, mengejar langkah Syekh Sit i Jenar. - Berhenti, Kisanak! teriak si Kerempeng, seraya menghadang langkah Siti J dengan gagang tombak. Kenapa kisanak menghadang saya? Bukankah saya tidak pernah mengganggu ketenangan kisanak? tanya Syekh Siti Jenar tenang. Meskipun demikian it u adalah tugas saya selaku prajurit Demak. jawab si Kerempeng. Kisanak hanyalah se orang prajurit Demak, tidak lebih hebat dari prajurit Allah. Bukakah prajurit Al lah itu ada empat? urai Syekh Siti Jenar dengan pandangan mata sejuk. Saya tidak m engerti dengan perkataan, Kisanak? Bukankah jika Kisanak tidak paham akan sesuatu diharuskan bertanya. Namun tidak semestinya kisanak menunjukan kesombongan, mene puk dada karena berkasta prajurit, dan berlaku kasar terhadap rakyat seperti say a. Padahal kisanak hanyalah prajurit biasa yang lemah tidak sehebat prajurit All ah yang empat tadi. jelas Sekh Siti Jenar. Perkataan kisanak semakin membingungkan saya? si Kerempeng geleng-gelengkan kepala. Terdengarnya kisanak semakin melantur saja. Mana ada prajurit Allah empat, para Wali di sini tidak pernah mengajarkan seperti itu. si Kerempeng semakin mengerutkan dahinya. Jika para wali tidak menga jarkan, maka saya akan memberitahu kisanak ujar Syehk Siti Jenar tersenyum. Saya ti dak mungkin mempercai kisanak, kenal juga baru sekarang. Saya lebih percaya kepa da para wali yang telah mengajarkan agama dengan baik dan bisa dipahami. si Kerem peng garuk-garuk kepala, lalu keningnya mengkerut lagi. Apakah kisanak mesti bela jar pada orang yang sudah dikenal saja? Padahal kebenaran bisa datang dari siapa saja dan dari mana saja, baik yang sudah dikenal atau pun tidak dikenal oleh ki sanak. Karena ilmu Allah sangatlah luas, meski seluruh pohon yang ada didunia in i dijadikan penanya serta laut sebagai tintanya, tidak akan sanggup mencatat ilm u Allah. Sebab itu ilmu yang dimiliki manusia hanyalah sedikit. Seandainya kisan ak berada di tepi samudra, lalu mencelupkan jari telunjuk, setelah itu diangkat kembali, maka tetes air yang menempel di ujung telunjuk itulah ilmu yang dimilik i kisanak. terang Syekh Siti Jenar, seraya menatap si Kerempeng. Jika demikian ber arti kisanak sudah meremehkan saya. Padahal saya tidak bisa diremehkan oleh raky at seperti kisanak, saya prajurit Demak sudah diberi ilmu oleh para wali. Kisana k beraninya menyebut-nyebut prajurit Allah, yang tidak pernah para wali ajarkan. Kisanak telah menciptakan ajaran yang keliru! si Kerempeng berbicara agak keras, seraya keningnya semakin mengerut kebingungan menanggapi perkataan Syeh Siti Je nar. Kisanak tidak bisa menganggap saya keliru, jika belum paham pada perkataan t adi. Syekh siti Jenar tetap tenang. Ketidak pahaman kisanak yang memicu kesombonga n dan kedengkian akan sesuatu. Padahal apa pun yang saya katakan bisa dibuktikan . Prajurit Allah yang empat bisa saya datangkan dihadapan kisanak dengan keperka saannya. ujar Syekh Siti Jenar tersenyum tipis. Omong kosong! Coba mana prajurit A llah yang empat tadi, buktikan jika memang ada! si Kerempeng semakin pusing dan j engkel, giginya menggeretak. Kisanak tidak akan kuat menghadapi empat prajurit se kaligus. Maka saya cukup datangkan satu saja, itu pun hanya sebuah pelajaran unt uk kisanak. Syekh Siti Jenar mengangkat tangan kanannya ke atas. - Mana! Ayo datang antang si Kerempeng. Datanglah prajurit Allah yang bernama angin, berilah dia pel ajaran agar tidak angkuh dan sombong. itulah ucapan Syekh Siti Jenar. Akhhhh! Tolo nnnggg! si Kerempeng berteriak, seraya tubuhnya melayang di udara diterpa angin y ang sangat kencang, lalu jatuh di atas semak-semak. Itulah salah satu prajurit Al lah dari empat prajurit yang lebih dahsyat. Syehk Siti Jenar masih berdiri dengan tenang, matanya yang sejuk dan tajam memandang si Kerempeng yang kepayahan dan terbaring di atas semak. Maafkan teman saya, Kisanak. si Tambun mendekat penuh hor mat. Sejak tadi pun saya memaafkan teman kisanak. Namun dia tetap berlaku sombong dan menantang pada kekuasaan Allah. Sudah selayaknya diberi pelajaran agar meny adari kekeliruan. terang Syekh Siti Jenar seraya melirik ke arah si Tambun. Terima kasih, kisanak telah memaafkan teman saya. Bolehkah saya tahu nama kisanak? si Ta mbun bertanya. Kenapa tidak. Karena nama itu hanya sebuah sebutan, asma, dan buka n af al. Orang menyebut saya Syekh Siti Jenar, terang Syekh Siti Jenar tenang. O, ya s i Tambun mengerutkan kening mendengar ucapan yang kurang dipahaminya. Gendut, tan gkap lelaki asing itu! Dia memiliki ilmu sihir. teriak si Kerempeng seraya bangki

t dari semak-semak. Kisanak sangat keliru jika menuduh ilmu yang saya miliki sihi r. Padahal sihir itu bukanlah ilmu yang patut dipelajari oleh orang yang beragam a islam. Kisanak masih belum paham, bahwa yang melempar tadi adalah prajurit All ah. Syekh Siti Jenar menatap tajam ke arah si Kerempeng yang menghunus pedang. Omo ng kosong! Kisanak datang ke Demak sudah jelas berniat menciptakan kekacauan, di tambah lagi dengan ucapan melantur dan mengada-ngada. Selayaknya kisanak kami ta ngkap! si Kerempeng mendekat, ujung pedang yang terhunus ditujukan ke leher Syekh Siti Jenar. Jika ingin menangkap tangkaplah saya. Janganlah sekali-kali kisanak mengancam saya dengan ujung pedang, karena pedang hanyalah buatan manusia yang t idak berdaya. Berbeda dengan wujud kita yang diciptakan Allah . Syekh Siti Jenar te tap berdiri tenang, meski ujung pedang yang tajam berjarak sejengkal lagi menuju leher. Pedang ini jangan kisanak remehkan! Tidakkah takut seandainya pedang ini memenggal leher kisanak? Satu kali tebasan saja, leher kisanak sudah putus. ancam si Kerempeng. Tidak mungkin kisanak. Sebab pedang bukan prajurit Allah, hanyalah sebuah benda mati. Sekh Siti Jenar tetap tidak bergeming. Keparat, lihat saja! si Kerempeng mengayunkan pedang dibarengi dengan emosi, pedang tidak pelak lagi men ghantam sasaran, sebab Syekh Siti Jenar tidak menghindar sedikit pun. - Hentikan! s bun berteriak, matanya terbelalak. Diam kamu prajurit! tiba-tiba terdengar suara y ang menggetarkan, beberapa saat kemudian muncul sosok lelaki berjubah hitam, men genakan blangkon. Kanjeng Sunan Kalijaga, si Tambun menahan kedip. Kemunculan Suna n Kalijaga yang baru keluar dari mesjid Demak sangat mengagetkan. Padahal Sunan Kalijaga tidak berbuat apa-apa hanya berteriak tidak terlalu keras, tapi si Kere mpeng mematung sambil mengayunkan pedang. Hebat Kanjeng Sunan si Tambun menggelenggelengan kepala seraya menarik nafas dalam-dalam. Selamat datang saudaraku, maafk an kelancangan prajurit Demak yang kurang memahami sopan-santun. Sunan Kalijaga m enatap Syekh Siti Jenar yang tidak bergeming. Tidak memilikinya sopan-santun kare na keterbatasan ilmu dan kedangkalan pengetahuan. Benar, Sunan. tatapan Syekh Siti Jenar beradu dengan mata Sunan Kalijaga yang sejuk dan berwibawa, lalu menembus ke dalam batin. Maka berbincanglah mereka melalui batin. Sejenak keduanya saling tatap, lantas terlihat ada senyum tipis yang tersungging. Lalu saling peluk dan saling tepuk bahu. Setelah itu terlihat gerakan tangan Sunan Kalijaga mempersil ahkan tamunya untuk menuju masjid. Prajurit Tambun mengerutkan dahi, Apa yang sed ang mereka bicarakan? Kenapa berbincang-bincang tanpa suara? Mungkinkah dengan s aling menatap saja bisa berbincang-bincang? Sudahlah Saudaraku sesama muslim, kita berbicara secara lahiryah saja, sebab akan membingungkan orang yang melihat. uja r Sunan Kalijaga, seraya berjalan berdampingan menuju masjid Demak. Baiklah, Suna n. Syekh Siti Jenar mengamini. Ilmu apa yang mereka miliki? si Tambun mengikuti lan gkah keduanya dengan tatapan mata, hingga menghilang di balik pintu gerbang masj id Demak. Lalu tatapan matanya berputar ke arah temannya yang baru saja bisa men ggerakan tubuhnya. Gendut, kenapa aku tidak bisa bergerak waktu terjadi pertemuan antara Kanjeng Sunan dan tukang sihir. si Kerempeng mengelus dada, sambil menyar ungkan lagi pedang ditempatnya. Kemudian duduk, setengah menjatuhkan pantatnya d i atas ruput hijau, kakinya dilentangkan, nafasnya ditarik dalam-dalam. Itu semua pengaruh ilmu yang mereka miliki. Kita sebagai prajurit biasa tidak mungkin bis a mencapai ilmu para wali. Berbincang-bincang juga cukup dengan tatapan mata, or ang lain tidak bisa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan. Sangat hebat. si Tambun garuk-garuk kepala. Otaknya tidak sanggup memikirkan, apalagi menganalisi s perilaku Syekh Siti Jenar dan Sunan Kalijaga. Gendut, sebenarnya apa yang tadi terjadi ketika saya jadi patung? si Kerempeng masih belum paham. Kenapa si tukang sihir itu disambut baik oleh Kanjeng Sunan Kalijaga? Bukakah kita tidak boleh me mpelajari apalagi mengamlakan ilmu sihir, hukumnya musrik! si Kerempeng memijit-m ijit keningnya. Tentu saja, sihir itu musrik dan tidak boleh dipelajari. Hanya sa ya tidak yakin kalau yang dimiliki oleh Syekh Siti Jenar itu ilmu sihir. jawab si Tambun, mencoba memprediksi. Lantas ilmu apalagi kalau bukan sihir? Lagi pula pe mbicaraannya melantur. Dia bilang Allah saja punya prajurit, itu aneh. Para Wali saja tidak pernah mengajarkan. si Kerempeng garuk-garuk kepala. Sudahlah, kita ti dak boleh berburuk sangka! Mungkin ilmu yang kita miliki belum cukup untuk memah ami Syekh Siti Jenar. terang si Tambun, seakan tidak peduli. *** Silahkan masuk sa udaraku, inilah masjid tempat kami berkumpul dan beribadah. ujar Sunan Kalijaga, seraya mendapingi Syekh Siti Jenar memasuki masjid Demak. - Terimakasih, Syehk Siti

r berjalan berdampingan dengan Sunan Kalijaga menuju ruangan tengah masjid, meng hampiri wali delapan yang sedang berkumpul. Selamat datang, Syekh. sambut Sunan Bo nang, menyodorkan kedua tangannya menyalami. Silahkan, Siapakah Syekh ini? tanya Sun an Muria. Syekh Siti Jenar tidak menjawab, lalu menatap mata Sunan Kalijaga, men embus batinnya, seraya berbincang dengan batin. Syekh, tidak seharusnya kisanak b erbicara pada wali yang lain menggunakan batin. Pergunakanlah lahiryah kisanak, karena mereka bukan saya. ujar batin Sunan Kalijaga. Saya kira mereka sama dengan kisanak. Jika demikian berarti mata batin mereka tuli dan buta. Hanya saudara Su nan yang paham batin saya. Baiklah jika saya harus berujar secara lahiryah, laks ana orang-orang yang tidak paham pada dirinya dan . Sudahlah, Syekh saudaraku. Batin kita tidak harus berbicara seperti itu. Karena mereka bukan kita, kita bukan me reka. Punya cara masing-masing untuk memahami tentang wujud, maujud dan Allah. M ereka berlaku layaknya orang kebanyakan. Apa yang sedang saudara bicarakan Sunan K alijaga dan Syehk Siti Jenar? Sebaiknya kita kembali pada alam lahiriyah. Sunan B onang memecah keheningan. Sebab yang hadir disini bukan hanya saudara berdua, ada yang lainnya. Baiklah Kanjeng Sunan Bonang. ujar Syekh Siti Jenar. Lalu dia duduk bersila disamping Sunan Kalijaga. Siapakah sebenarnnya Syekh ini? Apakah termasuk para wali seperti kita-kita ini? tanya Sunan Gunung Jati. Saya Syekh Siti Jenar lal u melirik ke arah Sunan Kalijaga, seraya kembali ingin berbincang menggunakan ba tin. Jangan, berbicaralah secara lahiryah. itu jawaban batin Sunan Kalijaga. Syekh Siti Jenar mengangguk, seraya meneruskan perkataannya, ..saya hanya manusia biasa dan rakyat jelata. Namun saya secara tidak sengaja mendengar perbincangan Kanje ng Sunan Bonang dan Kanjeng Sunan Kalijaga ketika di atas perahu. Waktu itu Kanj eng Sunan Bonang sedang mengamalkan ilmu saciduh metu saucaping nyata Ilmu apa itu Ka njeng Sunan Bonang? tanya Sunan Gunung Jati, melirik ke arah Sunan Bonang. Ilmu kun payakun , jadilah, maka jadi. Apa pun yang diucapkan akan mewujud atau jadi. teran g Sunan Bonang. benar. Ketika itu wujud saya berupa seekor cacing tanah. Setelah m endengar wirid ilmu tadi,lalu saya amalkan, seketika wujud saya berubah menjadi sekarang ini. Maka wajar jika saya pun disebut Syekh Lemah Abang. Cacing tadi te rbungkus tanah berwarna merah, hingga saat ini saya pun masih memiliki ilmu tadi serta sekaligus mempelajari Islam secara mendalam. Ilmu Islam yang saya pelajar i sudah diluar dugaan, mencapai tahap ma rifat, tidak terduga. Namun saya tetap bu kan seorang wali seperti saudara-saudaraku yang berkumpul hari ini. Saya hanyala h rakyat jelata dari pedesaan yang berada di wilayah kekuasaan kerajaan Demak Bi ntoro. Syekh Siti Jenar menerangkan. Andika tidak dianggap sebagai seorang wali ka rena asal-usul yang kurang jelas. ucap Sunan Giri. Saya bukan orang yang memiliki ambisi dan gila gelar, hanya untuk mendapat sebutan wali. Hingga saya pun mengan ggap bahwa diri saya hanyalah manusia biasa dan lahir sebagai rakyat kebanyakan. Namun kisanak menyebutkan tanpa asal-usul yang jelas. Padahal yang namanya manu sia jelas memiliki asal-usul, jika menganggap bahwa manusia ada yang tidak memil i asal-usul berarti kisanak tidak memahami siapa diri kisanak sebenarnya? Dari m ana asal kisanak? ujar Sekh Siti Jenar. Andika jangan memutar balikan ucapan dan b ermain kata-kata! suara Sunan Giri meninggi. Syekh, Sunan Kalijaga menatap Syekh Si ti Jenar, seraya berbicara dengan batin. Saudaraku sebaiknya memaklumi keadaan se cara lahiryah yang terjadi sekarang ini Baiklah, batin Syekh Siti Jenar memberi jawa ban. Kanjeng Sunan Giri, sudahlah! Kita tidak harus memperbincangkan asal-usul. Su nan Bonang memahami pembicaraan batin Syekh Siti Jenar dan Sunan Kalijaga. Sebaik nya kita berbincang tentang upaya penyebaran agama Islam di tanah Jawa ini. Baikla h, Kanjeng Sunan Bonang. Sunan Giri menyetujui. Bukannya saya tidak ingin lama-lam a berbincang-bincang dengan para wali yang agung di sini. Namun saya masih ada k eperluan lain, disamping akan berusaha membantu para wali untuk menyebarkan ajar an Islam. Izinkanlah saya untuk berpamitan, Syekh Siti Jenar bangkit dari dudukny a. Andika mesti ingat ketika menyebarkan agama Islam yang agung ini jangan sampai keluar dari aturan para wali. ujar Sunan Giri. Mohon maaf, Kanjeng Sunan Giri. Ka rena saya bukan wali, tentunya tidak terikat dengan aturan wali. Mungkin saya ak an mengajarkan dan menyebarluaskan agama Islam dengan cara saya sendiri. Syekh Si ti Jenar seraya menyalami semuanya, lalu Sunan Bonang dan yang terakhir Sunan Ka lijaga. Saudaraku selamat berjuang, mungkin pada akhirnya kita harus bertabrakan. Namun itu secara lahiryah . batin Sunan Kalijaga. Tidak mengapa saudaraku Kanjeng S unan Kalijaga itulah tujuan menuju Allah dan jalan yang berlainan. Syekh Siti Jenar

melepaskan tangan Sunan Kalijaga, seraya membalikan tubuhnya dan keluar dari ma sjid Demak diantar oleh tatapan para wali yang masih berdiri. Kanjeng Sunan Kalij aga, benar tadi batinmu berujar pada Syekh Siti Jenar. Sunan Bonang menatap Sunan Kalijaga. Tinggal menunggu waktu, Kanjeng. Itu semua kehendaknya.. jawab Sunan Ka lijaga. Kanjeng Sunan Bonang, Kanjeng Sunan Kalijaga, apa maksud pembicaran andik a berdua? tanya Sunan Giri. - Keduanya tidak berbicara lagi, karena sudah terdengar yi adzan Magrib, mereka menjawab, Allahu Akbar. Diikuti yang lainnya, meski dala m hati mereka menyimpan rasa penasaran dan keingin tahuan mengenai ucapan kedua wali tadi, untuk sementara disimpanya dalam hati masing-masing. *** Kanjeng Sunan Bonang, kayaknya kita agak kesulitan untuk menyebarkan Islam disini. Sunan Kalij aga memandang kerumunan orang. Kayaknya mereka lebih menyukai hura-hura dan gamel an, Kanjeng Sunan Kalijaga. tambah Sunan Bonang, matanya memperhatikan orang yang berkerumun menju pasar seni. Kita pun tidak perlu kalah, Kanjeng Sunan Bonang. J ika hanya mendengar kita berceramah kayaknya kurang tertarik, alangkah lebih bai knya kita pun harus mengadakan pendekatan budaya. Sunan Kalijaga tidak melepaskan pandanganya dari kerumunan orang, lalu duduk di tepi jalan di atas batang kayu yang lapuk. Pendekatan budaya? Sunan Bonang mengerutkan dahinya. Benar, pertama kit a melihat sesuatu yang mereka sukai. Kedua, kita harus masuk ke dalam sistem bud aya masyarakat. Sunan Kalijaga bangkit dan membalikan tubuhnya ke arah Sunan Bona ng. Seperti yang kita perhatikan, masyarakat Jawa sangat menyukai gamelan. Untuk itu kita turuti kesenangan mereka, tidak ada salahnya membuat gamelan Membuat gamel an? Maksud Kanjeng Sunan supaya mereka mengerumuni gamelan yang kita tabuh. Upay a untuk mengumpulkan orang ujar Sunan Bonang. Ya, setelah mereka berkerumun karena tertarik dengan irama gamelan yang kita tabuh, disitulah kita berdakwah. lanjut Su nan Kalijaga. Berdakwah, orang akan bubar. Lantas mereka tidak akan pernah berker umun lagi karena tertipu, Sunan Bonang mengerutkan dahinya sejenak. maksud saya gam elan itu hanya penarik dan pembuka acara dakwah kita. Setelah itu tidak mengalun lagi .berarti selesai pertunjukan. O, tidak seperti itu, Kanjeng Sunan Bonang. Game lan harus terus mengalun, ketika kita menyampaikan pesan dakwah. Caranya juga bu kan seperti yang biasa dilakukan para wali sebelumnya, namun ada canda dan filsa fat. terang Sunan Kalijaga. Maksud, Kanjeng? Jika demikian gamelan itu dijadikan s arana dakwah, bukankah itu seperti lakon, yang didalamnya diselipi pesan-pesan. Be gitulah, Kanjeng Sunan Bonang. Namun sarana kita adalah wayang kulit. Karakter w ayang yang kita ciptakan harus mencerminkan sosok orang baik, jahat, kejam, ulam a, dan sebagainya. Karakter yang kita ciptakan adalah cermin lelaku kehidupan ma nusia. Sunan Kalijaga, sejenak menatap awan yang melingkari puncak gunung, lalu k embali menatap lawan bicaranya. Lelaku manusia yang berbuat baik akan menerima pa hala baik, jahat pun sebaliknya. Setelah itu mereka bercermin, dalam karakter it u munculah sosok yang diteladani, yaitu karakter Kanjeng Nabi Muhammad dan para Sahabatnya. Tapi kita tidak boleh mencipta Kanjeng Nabi dan para sahabat agung dal am sebuah bentuk ukiran.. sela Sunan Bonang. Tentu, dan kita tidak akan berbuat se perti itu. Namun kita akan menciptakan karakter wayang yang memiliki lelaku Isla m. Rukun Islam itu ada lima, maka ciptakan lima sosok wayang berkarakter cermina n muslim. Kanjeng Nabi itu punya empat sahabat terbaik, hingga menjadi lima deng an Junjunan Alam Rasulullah. Bentuklah Pandawa Lima, cerminan dari lelaku Kanjen g Nabi dan keempat sahabat terbaiknya. Lalu karakter jahatnya kita bentuk juga d ari cerminan orang-orang jahat ujar Sunan Kalijaga. - Benar Sunan Bonang mengami keduanya berbicara panjang lebar membahas metode berdakwah dengan menggunakan ga melan sebagai pemikat dan wayang kulit sebagai medianya. *** Matahari mulai meny elinap dibalik bukit, kirimkan sinar keemasan di langit sebelah barat. Awan beru bah menjadi jingga, mengitari puncak pegunungan. Masa keemasan akan tiba seiring dengan perputaran roda kehidupan dan waktu. Lagu Ilir-ilir bergema sebelum wakt u Magrib tiba, nyanyian bermakna mendalam ciptaan para wali. Rakyat menyanyikann ya dengan gembira, ada yang memahmi akan makna dan maksudnya, ada pula yang masi h buta akan isinya, ada pula yang hanya menikmati lirik dan syairnya saja. Bedug Magrib tiba, mereka berbondong-bondong menuju masjid Demak Bintoro untuk shalat berjamaah. Shalat Isya pun tidak mau mereka lewatkan, meski ajaran Islam belum diterima secara merata. Dakwah yang dilakukan sebagain Wali melalui media wayang kulit dan tabuhan gamelan sebagai daya tarik. Cara seperti itu benar-benar efek tif bisa mengikat banyak orang berbondong-bondong memeluk agama Islam. Sunan Kal

Padahal saya manusia biasa seperti kisanak. Kisanak mengaggap tidak bisa apa-apa. bu kan pemilik ilmu. Lego Benongo menghentikan langkah. Karena kami orang awam. Loro Gempol mengagukan kepala. Kelihatannya Syekh Siti Jena r. Saya tidak mengerti pada ucapan. Sebaiknya kita duduk-duduk disini sambil cari makan. Gempol. Sy ekh Siti Jenar. karena Sunan Kalijaga berbaur didalamnnya. . sahut Lego Benongo. Kepala seakan-akan mau pecah ketika me ndengar setiap perkataan Syekh Siti Jenar. ujar Kebo Benowo. Kebo Benowo mengerjanya. potong Kebobenowo. tentulah pulangnya akan melewati jalan ini.Apanya yang membuat kisanak pada kebingungan? Saya tidak pernah memb bingung orang lain apalagi menyusahkan orang. jawab Kebo Benowo. Syekh Siti Jenar diam sejenak. Malah pengakuan saya dianggap keliru. matanya menatap satu persatu wajah orang yang diajak bicaranya. Syekh ? Kebo Benowo mengerutkan keningnya. Bolehkah saya berguru? Mengapa mesti berguru? Kepada siapa kisanak akan berguru? Syekh Siti Jenar tidak menghentikan langkahny a. Kenapa tidak mau mengakui kalau diri S yekh memiliki ilmu yang hebat. tidak tahu segala hal yang Syekh ucapkan. apalagi mengancamnya agar diagkat jadi murid. padahal dia tidak membawa obor atau lampu. Karena saya ingin memiliki ilmu. Bukankah kisanak sendiri dan ilmu itu ada pemiliknya? Itukah y ang membuat kisanak bingung? tatap Syekh Siti Jenar. Jika tetap tidak mau menerima kit a sebagai muridnya? Kita coba saja dulu. Ma na mungkin kita bisa membunuh. Benar juga. Syekh tadi mengata kan. Memang benar kisanak sangat keliru. Kalau t idak mau kita bunuh saja! geram Loro Gempol. Kebo Benowo berdiri. Hanya kisanaklah yang ingin membuat susah dan menyusahkan diri sendiri. Itulah y ang tidak kami pahami. Benar juga. Ki Benowo. Kamu seperti tidak ingat saja. Jika memang dia dari pusat Kota Demak Bintoro. Pikirannya semakin sumpek menden gar setiap perkataan Syekh Siti Jenar yang bersebrangan dengan realita yang dia pahami. *** Kita belum j uga menemukan jejak Syekh Siti Jenar. bergembiraria menyambut datangnya malam. Kepalanya mendongak ke atas menatap langit yang mulai ta mpak dihiasi gemintang. matanya menatap jalan yang masih panjang. langsung saja merebahkan t ubuhnya di atas rumput hijau di bawah rindangnya pohon jalan. saya punya keyakinan jika Syekh Siti Jenar menuju pusat Kota Demak Bintoro. Hebat. Saya manusia biasa seperti kisanak. Mengapa harus kepada saya? Ilmu apa pula yang kisanak inginkan dari saya. Kalau betul dia menuju Kota Demak. Syekh Siti Jenar menghentikan lang kahnya. ujar Loro Gempol gembira. Ki Benowo. Apakah kita mau tetap disini menunggu Syekh Siti Jenar? tanya Loro Gempol bangkit dari duduknya. Tentu saja saya ingin berg uru pada Syekh Siti Jenar. terus melangkah ke depan dengan tenang. lalu menatap ke tiga rampok tersebut. Apakah ada yang aneh dengan bintang-gemint . mengenakan pakaian serba hitam ala petani. Bukankah Syekh Siti Jenar itu sangat sulit dilukai? Kebo Benowo mengingatkan. Gempol . sela Kebo Benowo. duga Kebo Benowo. Kebo Benowo berusaha mencerna ucapan Syekh Siti Jenar. kalau diri Syekh adalah manusia biasa seperti saya. Ya. lalu duduk di atas batu di t epi jalan. Benongo. sangatlah sulit un tuk menemukannya. Hingga tidak ada antara dirinya dengan rakyat. matahari telah menyelinap di balik bukit. lalu melintas dihadapan Kebo Benowo dan kedua temannya. bukan pemilik ilmu dan tidak memiliki ilmu apa pun. Kebo Benowo mengerutkan keningnya. mendongak ke atas langit. dan tidak melirik. Kenapa jawaban Syekh membingunkan kami? timpal Loro Gempol. Tataplah bintang gemintang yang ada di atas kepala kisanak nun jauh di langit. rakyat jelata. Syekh. Syekh Siti Jena r sedikit pun tidak menyapa apalagi meliriknya. itu merupakan pe rnyataan yang sangat keliru. hari sudah malam. Ki Benowo. Menarik napas dalam-dal am. ujar Loro Gempol. Kelelawar beterbangan kelu ar dari sarangnya. Kita sudah benar menemukan seorang guru. Rakyat lebih mudah dideka ti tanpa rasa curiga. Itu baru benar. Benar juga. Saya tidak memiliki ilmu yang hebat. Apa maksud ucapan. Sayap malam mulai mengembang. Syekh Siti Jenar telah m endekat. wajahnya memancarkan cahaya terang. ucap Syekh Siti Jenar. Bukankah Syekh memiliki ilmu yang hebat? Sedangkan kami tidak bisa apa-apa? ujar Kebo Benowo. Baik kisanak atau pun ilmu ada yang memilikinya. Saya rasa itulah kehebatan ilmu yang d imilikinya. Syekh? ke tiga rampok hampi r serempak menepuk dahinya masing-masing. mengulang ucapannya.ijaga melepas jubah kewalian. Seb aiknya kita bersikap lunak pada orang yang memiliki ilmu tinggi seperti dia. langkah pun ter henti sejenak. Lihat! Mungkinkah dia y ang kita tunggu? Syekh Siti Jenar? timpal Lego Benongo. Tapi apa mau Syekh Siti Jenar mengangkat kita sebagai muridnya? Loro Benongo meragukan. Bukankah dia ke arah sini? T idak mungkin. menunggu Syekh Siti Jena r pulang. menatap jalan yan g terbentang panjang menuju pusat Kerajaan Demak Bintoro.

Benar juga.ang di langit? tanya Kebo Benowo. Saya tidak meng erti Syekh? Jika memang ada kekuatan siapa pemiliknya? Dialah Allah. Tidak tahu. Tidakah andika menyadari akan tindakan yang dilakukan? Sunan Giri melanjutkan. Itulah yang saya inginkan dari Syekh. Kanjeng Sunan Kalijaga dan Kanjeng Sunan Bona ng. Terimaksih. Silakan Kanjeng Sunan Bonang duluan. bersorban. Sementara percakapan batin mereka tidak bisa ditembus oleh sebagian wali. tambah Sunan Bon ang. saling bercakap.Karena antara kita dengan mereka nyaris tidak ada jarak pemisah. Daripada saya menduga-duga. Hingga pada hari ini andika harus menghadap mereka dipersidangan para wali. tentu saja mati. tanpa mengena kan pakaian serba putih seperti yang lainnya. Su nan Kalijaga memasuki masjid Demak beriringan dengan Sunan Bonang yang sudah ter lebih dahulu masuk. dan terakhir Sunan Bonang. u jar Sunan Kalijaga tenang. kemudian melangka hkan kakinya dengan tenang. terutama Kanjeng Sunan Giri. Jika kisanak mengatakan tidak bisa apa-apa. Karena andika tidak mengenakan pakaian seperti halnya wal i lain. ujar Syekh Siti Jenar. Sunan Bonang mulai menginjakan kaki di gerba ng masjid Demak. Belum menemukan celah terang atas segala perkat aan Syekh Siti Jenar. Kita sudah sampai. jawab Sunan Giri. saling menembus batin. Akan saya tunjukan. Syekh. pikirannya semakin ngejelimet. Sunan Kalijaga berbeda cara den gan wali lainnya. lalu beralih ke Sunan Muria. Ternyata hanya dengan cara berpakaian saja. Kanjeng. Lebih menyukai berbaur dengan rakyat kebanyakan. Lalu apakah yang salah pada diri saya? kembali S unan Kalijaga bertanya. alangkah lebih baiknya jika Kanjeng Sunan Giri menjelaskan. Pahamkah Kanjeng Sunan Kalijaga p ada hari ini sidang para wali mengundang? Sunan Giri membuka pembicaraan. Kebo Benowo mengagguk. Allah itu pen guasa semesta alam. karena tidak selayaknya seorang wali mengenakan pakaian serba hi tam seperti halnya rakyat kebanyakan. Asalkan saya tidak menyimpang dari ajaran Islam. da n lainnya. Syekh. Benar. tatapan Sunan Kali jaga beradu dengan Sunan Giri. Kebo Benowo mengang guk-anggukan kepala. urai Sunan Giri. Kead aan hening sejenak. ujar Sunan Muria. Apakah setiap orang yang mengaku muslim akan batal kei slamannya jika seandainya tidak berpakaian serba putih dan mengenakan sorban ser ta jubah? tanya Sunan Kalijaga. Berit ahu saya cara menemukan ilmu tadi. Para wali saling tatap satu sama lainnya. Sunan Kalijaga masih beradu tatap dengan Sunan Bonang. Mung kinkah kekuatan yang tidak nampak? Kenapa kekuatannya tidak nampak? Siapa pula yan g memiliki kekuatan yang tidak nampak itu? tanya Syekh Siti Jenar. ujar Su nan Bonang. Ikutlah k isanak ke padepokan saya! Syekh Siti Jenar membalikan tubuhnya. *** Waliso ngo terus menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. Haruskah andika mengganti pakaian dengan mengenakan pakai an rakyat kebanyakan? Itukah yang ingin Kanjeng Sunan Giri persoalkan? tatap Sunan Kalijaga. Penggenggam setiap jiwa makhluknya. Selama dia tidak murtad atau keluar d ari agama Islam. Bukan ada yang aneh atau tid ak. Hanya kisanak belum menemukan ilmu yang saya miliki. Saya menyimpang han ya dalam soal budaya. Selamat datang. Jika demikian sa ya mulai terbuka dengan apa yang Syekh Siti Jenar uraikan tadi. Namun dibalik keberhasilan andika ter nyata menuai protes dari sebagian wali. Sunan Giri dan para wali sudah menunggu. Itu bukan berarti bahwa saya lebih hebat dari kisanak. siapa yang menahannya di langit? S yekh Siti Jenar kembali menatap ke tiga rampok tadi. Itulah resiko yang harus saya tanggung. Silahkan duduk. . rupanya mulai ada titik terang di benaknya. Tidak mengapa Kanjeng Sunan Bonang. Kit a kembali pada ucapan saya semula. Sunan Bonang memaksakan tersenyum. mengapa dianggap keliru jika saya mengatakan tidak bisa apa-apa di banding kisanak. Bukankah pakaian itu cermin dari seseorang yang mengenakannya? Juga paka . Syekh Siti Jenar mengangguk. terang Syekh Siti Jenar. Ya. H anya orang matilah yang tidak bisa apa-apa. mereka sudah sulit didek ati. O ya. Kanjeng Sunan Kalijaga. yang semestinya tidak harus terjadi perbedaan paham sepert i sekarang. Sunan G unung Jati. Maksud saya itulah tadi. Sunan Kalijaga menghela napas. Sunan Kudus. Benar. s eraya kakinya tetap melangkah beriringan dengan Sunan Bonang. Tentu tidak. Sudah semestinya seorang ulama atau wali m emiliki ciri dengan mengenakan pakaian kebesaran yang serba putih. Kebo Benowo dan kedua temannya sang at senang akan diberi ilmu hebat yang dimiliki oleh Syekh Siti Jenar. ucap Kebo Benowo. jawa an Kalijaga. ternyata pe ndekatan budaya lebih bisa diterima ketimbang hanya membawa pesan belaka. Benar perkata an kisanak. Namun maksud tidak bisa apa-apa disini b ahwa ilmu yang saya miliki jauh dibawah kehebatan ilmu Syekh. Mungkin salah satunya itu. Perhatikanlah bintang-bintang? Kenapa tidak jatuh ke bumi dan menimpa kepala kita? Pernahkah terpikir dalam benak kisanak. Namun yang masih membingungkan.

Duduk bersila. Lihatlah disana! Ba nyak sekali orang yang sedang menju ke padepokan ini? Kebo Benowo dan dua temanny a tercengang. tentu saja kita akan selalu ingin mema ndangnya dan merasa kerasan untuk menikmatinya. Syekh Siti Jenar melirik ke arah gerbang padepokan. *** Inilah padepokanku.Kenapa saya harus mengingkari ajaran Islam? Padahal den usah payah saya meraihnya. Untuk keberhasilan dakwah saya rela menanggalkan jubah putih. ketimban g menggunakan tata cara yang bersipat asing bagi mereka. Saya kira andika telah menyimpang dari Islam seiring dengan ditanggalkannya jubah putih. Kebo Benowo dan temannya mengangguk-anggukan kepala. Jika demikian. Seba b jika kita merasa tertarik pada sesuatu. Kebo Benowo. Namun ruangan ini cukup luas.ian serba putih itu ciri para wali? ujar Sunan Giri. keadaannya tenang. Baiklah. yang memilik i segala hal dan menciptakan segala makhluk. Kita selaku umatnya sudah seharusnya menciptakan suatu keindahan. Masuklah kis anak! Terimakasih. dan ti dak pula menganggap istimewa satu sama lainnya. Itu berbeda. serta berbaur dengan rak yat jelata. . jika semuanya sudah berku mpul kita mulai pelajaran ini. Kisanak! ucap Sy ekh Siti Jenar. Jika cara saya berbeda dengan Kanjeng Sunan Giri itu hanyalah masalah teknis. jawab Loro Gempol. Sunan Giri mencair. pandangannya luru ke de pan. Syekh Siti Jenar duduk bersila di atas tikar pandan. Saya rasa semua orang juga . Saya ak an memulai dengan pertanyaan. Setelah saya renungkan dan saya pikirkan. Karena mereka memiliki asal yang sama dan kembali pada tempat yang sama. Darimanakah asalnya manusia? matanya mulai memandan g muridnya satu persatu. mereka tidak segan lagi bersama-sama s aya untuk melakukan shalat berjamaah? Lantas sasaran Kanjeng Sunan Giri sangatla h terbatas. ujar Su nan Kalijaga. banyakkah orang yang berkumpul disini dan berguru pada. Indah dan asri pemandangannya. terang Syekh Siti Jenar. Tentu saja manusia berasal dari kedua orang tuanya. berjejer memadati ruangan. ujar Syekh Siti Jenar tenang. bukankah aqidah kita tetap sama? Sunan Giri sejenak terd iam. Syekh. baiklah kita tidak harus saling memaksaan dalam urusan metode dakwah. Mengapa tidak. terang Syekh Siti Jenar. tujuannya pun untuk menguasai orang lain. Sungguh benar ya ng Syekh katakan. dengan hitungan tidak terlalu banyak dan ekslusif. seakan-akan merenungi ucapan Sunan Kalijaga. Kisanak? Sebab saya tidak memiliki ilmu apa pun. Kanjeng Sunan Gi ri. Karena Kanjeng Su nan Giri menerapkan metode dakwah serta sasaran tertentu menurut Kanjeng. Karena tujuan mereka bergu ru ingin memiliki ilmu lebih dibandingkan dengan orang lain. Namun tujuan utama saya adalah berdakwah di tanah Jawa ini agar o rang mau berbondong-bondong masuk Islam. Sunan Kalijaga melanjutkan perkataannya. Tidak terdengar lagi suara yang bercakap-cakap. Dahinya tampak dikerutkan. memandang Syekh Siti Jenar dengan takjub. ternyata hanya cara yang berbeda.Pengikut dan murid Syekh Siti Jenar yang jumlahnya cukup ban ak mulai memasuki ruang padepokan. selai n bergeraknya tasbih di tangan para wali. masuk lebih dulu diikuti kedua teamnnya. Syekh. Terutama sekali ibunya yang melahirkan. Bukankah rakyat k ebanyakan berbondong-bondong masuk Islam. Bel um juga dia berbicara. Syekh? matanya mengitari seluruh ru angan. Kita berdialog dengan Allah. Jika demikian saya tidak akan bisa berkonsent rasi menyerap ilmu yang akan diajarkan Syekh? wajah Kebo Benowo menggambarkan kek hawatiran. Karena tujuan saya bukanlah ingin mendapat julukan dan dielu-elukan banyak orang. Saya tidak bisa disebut seora ng ulama atau wali karena tidak mengenakan sorban dan pakaian serba putih? Jika hal itu alasannya maka saya tidak keberatan meski tidak disebut seorang ulama at au pun wali. bukanlah kami ini murid Syekh yang pertama. Namun tetap dalam hatinya merasa keberatan jika harus berjubel dan belajar dengan banyak orang. Kebo Benowo tercengang melih at keindahan Padepokan Syekh Siti Jenar. Satu persatu mulai mengambil tempat duduknya masing-masing. urai Sunan Kalijaga. tukas Sunan Kalijaga. . poho n hijau berselang dengan tanaman hias memagari jalan setapak yang sedikit menanj ak menuju gerbang padepokan. Dihadapannya Kebo Benowo dan kedua temannya. Saya lebih memilih melakukan pendekatan budaya. tanpa harus dibatasi oleh cara berpakai an dan latar belakang budaya yang mereka anggap asing. Tentu saja harus indah dan asri. agar kita mudah menyatukan diri dengannya. karena Allah itu Ma ha Indah. Udaranya sejuk. melihat rombongan orang yang berduyun-duyun memasuki gerbang padep okan. Syekh Siti Jenar mulai mengajarkan ilmunya. Itulah sebuah keny ataan. Untuk apa saya membuat ruangan sebesar ini jika tidak ada orang yang mau m enempatinya. Masjid Demak Bintoro sej enak dalam keadaan hening. ucap Kebo Benowo datar. O. Itu cara saya. Tidak mungkin saya melepaskan ajaran Islam dari diri saya seperti halnya saya menanggalkan jubah putih.

Darimana asalnya manusia? Darimanakah itu Syekh? Saya kira Syekhlah yang lebi h tahu. Sementara yang lainnya tidak ada yang berani menentang. karena sudah mulai mendalami seba gian ilmu yang diajarkannya. ke mungkinan besar kita akan ditolak menjadi murid beliau. Syekh? Kebo Benowo menindaklanjuti pertanyaan temannya. menggiring para murid Syekh Siti Jenar pada ajarannya. Syekh. setelah bergembira kita akan menangis . Lupakanlah pe ristiwa tadi. Masih untung andika t idak diusir dari padepokan ini. Tapi kami meminta kesaktian yang Syekh punyai. kemelaratan. Syekh Siti Jenar menghela napasnya.tahu. Kisanak. Mana bisa orang mendapatkan ilmu ma rifatullah jika ti dak bisa mengendalikan emosi. Sang Pemilik. Setelah semua nya secara berurutan atau tidak kita alami. yang didalamnya tidak pernah terasa kesedihan. apalagi berujar yang tidak karuan di depan orang yang memiliki tingkat kesaktian tinggi. seraya menatap wajah Syekh Sit i Jenar yang memancarkan cahaya. Loro Gempol yang tidak sabaran selalu menyela. Aduhhhh Loro Gempol memijat-mijat bokongnya yang teras a sakit akibat benturan. Ki Ageng Pengging . Bukankah saya belum selesai berbicara? Syekh Siti Jenar tid ak mengubah posisi duduknya. sakit. Itulah tadi yang saya urai kan.Jika demikian kehidupan dunia ini berbeda deng alam asal muasal kita. kedatangan kami kesini bukan untuk mempelajari ilmu seperti itu. ujar Syekh Siti Jenar. *** Syekh. Loro Gempol seraya bangkit dari duduknya. Syekh. Akkkhhhhh! Tolong! tiba-tiba Loro Gempol terbanting. sedih. Waktu terus merangkak pelan. Dari dzat Allah yang mencipt akannya. Benar. Sehingga kita pun berada didalam kenikmatannya. Lalu bagaimana menurut. Manusia berasal dari Allah. Jika andika mengulang kesalahan. tam bah Kebo Kenongo. Apakah itu. Mereka ada yang bisa mencerna dan memikirnnya. Benar. Para murid Syekh Siti Jenar sejenak merenungkan uraian gurunya. bahkan bahagia. Mereka termasuk para murid yang taat. Sang Maha Perkasa. urainya sangat percaya diri. Namun stelah saya perhatikan tern yata inti dari ke tiga agama tersebut memiliki kesaamaan. Memang saya ceroboh. lanjut Syekh Siti Jenar. kemiskinan dan sebangsanya karena telah terlahi r ke dunia ini.dan seterusnya. lara. berhenti sejenak. mencari yang namanya Sang Pencipta. Manusia tidak pernah merasakan lapar. Syekh Si ti Jenar memandang ke setiap sudut. ujar Kebo Benowo. Itu karena sangking nikmatnya kehidupan sebelum lahir ke dunia. kesedihan. Padahal agama yang saya kenal sebel umnya adalah Hindu dan Budha. andika membawa ajaran Islam. bisik Loro Gempol. Jika jawabannya seperti itu. Kita m erasakan penderitaan. duka. tabiat rampoknya mulai tumbuh kembali. terang Syekh Siti Jenar. Ya. Secara lahiryah. bergembira. tangan kanannya tetap m emegang tasbih. kami t ahu. Syekh? ujar Kebo Benowo. Gempol? Kebo Benowo berbisik p ada Loro Gempol yang telah duduk kembali disampingnya. Seluruh manusia yang belum lahir kedunia ini berada pada suatu tempat y ang bernama bahrul hayat . Setelah sedih kita akan bahagia. Syekh. ucap Syekh Siti Jenar. Ibu pun tidak akan bisa melahirk an tanpa pasangannya yang bernama suami. bagaimana kehebatan Syekh Siti Jenar ketika kita rampok. sejenak menghentikan ucapannya. Matanya mulai menyisir wajah para muridnya yang dengan khusu memperhatikannya. kemiskinan. Yai u tempat hidup dan kehidupan. Kenapa andika ceroboh. Maafkan saya. manusia dilahirkan oleh seorang ibu. Benar. ujar Kebo Kenongo. Kebo Benowo merasa khawat ir kalau tidak memperoleh kesaktian yang dimiliki Syekh Siti Jenar. tertawa. Bukankah disana nyaris kita tidak pernah merasakan apa pun. semua orang tahu. maka kembali berputar. . Andika terlalu tergesa-gesa. dan roboh di atas lantai. matanya menatap tajam wajah lelaki yang masih keturunan Majapahit. Maka saya tidak perlu memberitahukannya lagi. Ki Ageng Pengging. Tapi saya tidak ak an mengulang kesalahan ini. Kita kembali pada pertanyaan sem ula. Syekh Siti Jenar mengayunkan telun juk dari tempat duduknya. namun ada juga ya ng belum memahami maksud uraian tadi. Bukankah andika sudah tahu . Disitu manusia merasakan kenikmatan yang tidak ada taranya. Mereka semakin khu suk mendengarkan. Kembalilah andika ke tempat duduk! per intah Syekh Siti Jenar. Jadi dunia ini tempatnya kita menjalani kes edihan. Syekh? tanya Kebo Benowo. seraya jari je . penderitaan. Saya paham dan tertarik untuk mengambil kesamaan dari ke tiga ajaran tadi. Berbeda dengan alam y ang sedang kita jalani sekarang. Hanya yang membedakan agama-agama tadi adalah lelaku lahiryahny a saja. sementara tatapan matanya terus berputar. tidak pern ah pula setelah bergembira kemudian bersedih. Bukankah sebelumnya kita tidak pernah merasakan penderitaan dan kemiskinan urai Syekh Siti Jenar. Alam asal muasal manusia adalah alam mili k dzatnya. Sebab hakikatnya sama. Semua agama sebenarnya dari asal yang satu. Ki Benowo. hati mulai terbuka akan segala hal yang sebelumnya tidak diket ahui.

Namun ket ika kita sudah berada pada tahapan tadi. Apalagi yang mereka p erbincangkan kalau bukan masyalah ilmu. jawab Kebo Benowo datar. duduk bersila di hadapan S unan Kalijaga. sedangkan Ki Ageng Pen gging sudah mengenal agama-agama sebelum datang ajaran Syekh Siti Jenar. Mungkinkah karena Syekh Siti Jenar berbincang-binc ang dengan keturunan Majapahit? Sehingga dia memperlakukan Ki Ageng Pengging leb ih istimewa dibandingkan dengan kita. ritual? . Kebo Kenongo menganggukan kepala. Mereka sedang me mperbincangkan apa di atas sana? Loro Gempol melirik ke arah Kebo Benowo yang sed ang berdiri di halaman padepokan. Mengapa mereka ke lihatannya khusuk dan serius. Apa pun yang kita inginkan bisa terwujud hanya dengan kalimatnya. Saya sering melakukan semedi dan tapabrata. jadi. Karena kita latar belakangnya rampok dan tidak pernah mengenal ajaran agama apalagi filsafat. Kita hanya bisa merasak an nikmat saat bergumul dengan Dzat Yang Maha Kuasa. Benar. Benar . berd oa.mari tangannya memberi gambaran simbol pada Kebo Kenongo. Lalu bangkit dari duduknya. ujar Sunan Bonang. urai Syekh Siti Jenar.dalam. terang Syekh Siti Jenar pelan. Keduanya hanya m engangguk dan selanjutnya menundukan kepala. terang Syekh Siti Jenar. sedangkan batinnnya tertuju pada Yang Maha Segalanya. Kita belum bisa dianggap selevel dengan Ki Ageng Pengging. Saya paham maksud. Maka terjadilah! tambah Syekh Siti Jenar. langkahnya terhenti di tepi jalan. Kebo Kenongo menatap keagungan sinar yang terpancar d ari wajah Syekh Siti Jenar. Tidak mengapa. melangkah pelan menyusuri jalan setapak di ikuti Kebo Kenongo menuju padepokan. karena mereka sudah mendekat. Syekh Siti Jenar menghela napas dalam. Ya.Bukankah tujuan dari dzikir. mana mungkin akan tertarik pula dengan urusan dunia dan seisinya. k etika kita menyatu dengan Dzat Sang Pencipta. Kelihatannya sangat serius. Maka hal itu baru saya uraikan kembali menuju Manunggaling Kawula Gusti. Gempol! Kebo Benowo memberi apalagi mengistimewakan satu dengan lainnya. Benar sekali Ki Ageng Pengging. Karena lebih nikmat didalam kemanunggalan tadi diband ingkan dengan dunia dan segala isinya. lalu ada perbedaan dari sebelumn ya. Namun yang dikatakan kemanung galan kita dengan Sang Pencipta itu di sisi mana? tanya Kebo Kenongo. Kun. Kanjeng. Saya baru bisa menjelaskan lebih mendalam jika Ki Ageng Pengging mencoba. ujar Syekh Siti Jenar enteng. jik a kita sudah melebihi dari dekat. Padahal dia bukanlah seorang wali? Sunan Giri menyela. mungkin orang Islam dengan tata cara berdzikir. t. mantan rampok. Syekh. Saya juga demikian. di belakangnya Kebo Kenongo me ngiringi. Syekh. Inti dari ajaran Manunggaling Kawula Gusti? Kebo Kenongo memulai lagi pe rbincangan. Andika pun hendaknya bisa mencapai tahapan yang sedang kami perbincangkan. Andika jangan berprasangka buruk. dan Shalat. Jika kita sudah dekat apala gi menyatu dengannya masihkah kita perlu melakukan upaya dan tata cara pendekata n? Tentu saja jawabnya tidak. shalat. Itulah Manunggaling Kawula Gusti. urai Kebo Benowo. Seb ab tidak mungkin saya mengurai sebuah persoalan jika seandainya Ki Ageng tidak m enjelaskan terlebih dahulu hal yang mesti dibahas. lalu memandang awan yang berserak di langit biru. Kebo Kenongo sejenak memandang ke arah puncak gunung. Hanya Syekh Siti Jenar akan mudah d iajak berbincang-bincang jika kita memahami yang dibicarakannya. Setelah kita menyatu dengannya. sejen ak. mencoba mencerna uraian Syekh Siti Jenar. Allah. jika meman g pertemuan saya dengan Ki Ageng Pengging menjadi bahan perbincangan andika berd ua. tatapan mata Loro Gempol ter tuju kembali pada Syekh Siti Jenar dan Kebo Kenongo. Karena mereka baru menyadari kalau Syekh Siti Jenar memiliki ilmu batin yang sangat hebat. melanjutkan langkahnya. saran Syekh Siti Jenar. Kanjeng. Kebo Kenongo mengerutka n dahinya. Mungkin syariat dari ajaran Hindu dan Budha bersemadi. Upaya pendekatan apalagi yang harus kita lakukan. ditamba h lagi dia orang cerdas. a pa masih perlu yang namanya dzikir. dan ritual itu untuk mendekatkan diri kita dengan Yang Maha Agung? timpal Kebo Kenongo. Sunan Kalijaga mengamini. Andika berdua memperbincan gkan saya? Syekh Siti Jenar menatap Kebo Benowo dan Loro Gempol. Penyebaran ajaran deng . Tapi semua itu hanyalah bentuk pendekatan secara jasadiah saja. Mungkin juga. Untuk meyakinkan segala hal yang saya katakan sebaiknya Ki Ageng Pengging mencobanya. Disi tu terjadi penyatuan antara Gusti dan abdinya. setelah beberapa langkah jauh dari Loro Gempol dan Kebo Benowo. mereka sedang menuruni buki t menuju padepokan. Mungkin ya mungkin tidak? Loro Gempol meng hentikan pembicaraannya. Syekh. Ketika wah dat ul wujud. Kenikmatan kita saa t bersemadi ketika wujud kita telah menyatu dengannya. *** Saya mendapat kabar tentang pesatnya ajaran yang disampaikan oleh Syekh Siti Jenar. Kenapa dia bi sa berhasil dengan pesat dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Syekh.

Ya. terang si Kerempeng. Syekh Siti Jenar ternyata temannya para wali. Bukankah kita pun sebagai para wali telah menyisir seluruh pulau Jawa dalam upa ya penyebaran ajaran Islam? ujar Sunan Giri. Namun apakah dia juga termasuk salah seorang wali di antara wali songo? mat anya menatap si Kerempeng. Jika Syekh Siti Jenar sangat mudah memberikan ilmu. Sebab kita tidak mungkin bisa merubah alur kehidupan yang akan terjadi. langkah kakinya pelan menuju gerbang alun-a lun Demak Bintoro untuk melaksanakan tugas mengganti yang lain. ujar si T ambun. terang si Tambun. Itu dugaan saya. terang Sunan Bonang. Kanjeng. Bukankah maksud kita bukan urusan pesatnya penyebara n yang akan dibicarakan. Saya kira sudah tahu dan yakin. . Mungkin hanya sekelompok kecil saja yang kem ungkinan terserak di pelosok Negeri Demak Bintoro. tetapi tidak mudah untu k mendapatkan ilmu dari para wali tanpa melalui tahapan-tahapan yang berat. Sunan Bonang menatap Sunan Kalijaga. Namun meskipun Kanjeng Sunan Kalijaga orang sakti tapi pem bicaraannya tentang agama bisa dipahami oleh kita. Andika sepertinya te rtarik oleh Syekh Siti Jenar. Tetapi tentang isi ajaran yang disampaikannya. hanya saja tidak termasuk wali sembilan. berdiri tegak sambil memegang tombak . sama-sama menuju gerbang alun-alun. jawab si Tambun tenang. termasuk pengaruh dan wibawanya. Saya rasa mudah mencari tempat ting gal orang sakti seperti Syekh Siti Jenar. si Tambun membetulkan penutup ke palanya. Meskipun hanya berupa dugaan tapi saya yakin. Karena dia salah seorang dari wali. urai Sunan Kalijaga dengan bahasa batinnya. si Tambun mengerutkan dahinya. Kanjeng Sunan Giri. berbeda dengan Syekh Siti Jen ar yang kadang-kadang ucapannya membingungkan kita? . Pasti. Jelas beda. Tanyakan saja pada Kanjeng Sunan Kalijaga. T etap saja pesatnya ajaran yang dia bawa penyebarannya tidak akan seluas para wal i. Namun mudah-mudahan yang kita kha watirkan itu tidak. *** Prajurit Demak yang pernah berhadapan dengan Syekh Siti Jenar. baru menduga-duga.Itulah bedanya Kanjeng Sunan aga dengan Syekh Siti Jenar. jawab si Tambun. jelas si Tambun seraya mengangkat tombak. coba m enebak-nebak. tambah si Tambun. Itulah yan g membuat saya khawatir. Kita hanya memaklumi saja k emampuan seorang rakyat jelata seperti Syekh Siti Jenar mampu mengembangkan dan menyebar luaskan ajarannya. berbicara melalui batinnya. Tidak lupa pula para wali yang lai n. Sedangkan Syekh Siti Jenar bisa lonc at pada tingkatan yang kita inginkan. si Tambun mengangguk-anggukan kepala. Gendut? si Kerempeng berdiri. terang Sunan Bonang. ujar Sunan Giri. Jangan pada saya! jawab si Kerempeng tinggi. sebab Kanjeng Sunan Kalijaga pun cukup berhasil dalam upaya ini. Apa boleh bu at. Tapi jika melihat kesaktian dan kehebatan ilmuny a saya yakin bahwa dia masih termasuk wali. si Kerempeng dan si Tambun seda ng berbincang-bincang di bawah pohon beringin menunggu giliran berjaga di gerban g alun-alun Demak Bintoro. Ada apa? Tidak. Mungkin karena tidak tinggal di pusat kota Demak Bintor o. Kenapa mesti berguru pada Syekh Siti Jena r yang tidak jelas asal usulnya? Bukankah Kanjeng Sunan Kalijaga juga sangat sak ti dan beliau jelas asal usulnya. Makanya ingin membuk tikannya. Kanjeng.Namun biarl ktu yang menjawab. Pertama karena dia jarang berkumpul di dalam masjid Demak. Mungkin juga dia punya tugas lain di pedesaan dalam penyebaran agama Islam? la ngkahnnya terhenti tepat di depan gerbang alun-alun Demak Bintoro. justru itulah nantinya akan menuai persoalan. Lha. Bukankah kita hanya sebatas mengetahui dengan keterbatasan i lmu kita.. Apa bedanya dengan Syekh Siti Jenar? si Kerempeng menyandarkan punggung ke pohon beringin. Namun itu buka n sebuah persoalan selama dia tidak menyimpang dari aturan para wali. kalau tahu tempat tinggalnya atau padepokannya akan saya datangi.an pesat di sini bukan berarti mayoritas. Saya jadi ingin memiliki ilmunya. buktinya dia berbicara yang tidak bisa kit . terkadang bicara melal ui tatapan matanya. Kenapa andika punya dugaan. Benar. Kenapa andika berdua terdiam? Sunan Giri menatap Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga. Buktinya dengan Sunan Kalijaga sangat akrab. tidak bisa langsung. Tahu dari mana? si Kerempeng penasaran. ujar si Tambun. bahwa Syekh Siti Jenar seolah-olah ditugaskan menyebarkan ajaran I slam di Pedesaan? tanya Si Kerempeng. ucap si Kerempe ng. batin Sunan Bonang. ujar si Tambun. Tentu orang-orang Demak Bintoro pada k enal seperti halnya para wali. Tentang pembicaraannya tidak kita pahami. Keduanya dia sangat terlihat akrab dengan Kanjeng Sunan Kalijaga yang memilki kesaktian seimbang dengannya. Kalau Syekh Siti Jenar sangat mudah memberikan il mu. Kanjeng Sunan Bonang. Cari saja kalau m au! ujar si Kerempeng melangkah dibelakangnya. Bisa jadi? si Kerempen g mengerutkan dahinya. Itu yang sedang kami renungkan. Maksud andika? Kalau belajar dengan Kanjeng Sunan Kalijaga untuk sampai pada taha p atas harus bertahap.

. Perbedaannya? keningnya semakin berkerut. Maka hukumny a wajib. Jangan salah ini bukan shalat! Namun shalat ad alah salah satu upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah. aneh bukan? tambahnya. ujar si Kerempeng. Apakah harus berdzikir menuju maunggaling kawula gusti. terang Kebo Kenongo. Syekh? Kebo Kenongo mengerutkan dahinya. si Kerempeng mengerutkan dahinya. Masa dia pernah bilang ka lau Allah itu punya empat prajurit? Bukankah Allah itu punya para Malaikat? Kena pa mesti ada lagi prajurit. si Kerempeng mencibir. bahkan tidak bisa melaku kan seperti yang Syekh perlihatkan. Bukankah mendekatkan diri kepada Allah sama saja dengan menuju manungga ling kawula gusti? tanya Kebo Kenongo selanjutnya. Mungkin shalat saya terlalu khusuk. Hampa. Bukankah andika telah mencoba menuju maunggaling kawula gusti? Benar. Kalau saya memiliki ilmu seperti itu dan menguasai prajurit Alla h seperti dia tentu pangkat akan naik. Tidak juga. Dengan jalan shalatkah? tanya Kebo Kenongo. Tdak lagi jadi prajurit tapi jadi Raja haha ha. terang Syekh Siti Jenar. t ambahnya. Namun ketika orang belum lagi menemukan hakikat da ri shalat. Ini hanyalah bagian terkecil akibat dari pendekatan dengan Allah dalam keadaan mel ayang. Gerak-geriknya tidak luput dari pandangan Kebo Kenongo. Baiklah. karena kita ilmunya masih rendah. Bukankah shalat jalan kita untuk menuju manunggaling kawula g usti. kemudian membukanya lagi dan menatap Kebo Kenongo yang masih berdiri henda k shalat. ujarnya pendek. urai Syekh Siti Jenar. ujar Kebo Kenongo. Manunggal bukanlah dekat. Tiba-tiba tubuhnya mengangkat dari tikar yang didudukinya dengan jarak satu jengkal. bela s i Tambun. Kebo Kenongo menghampar serban di depannya. Sekarang saya akan shalat. Tidak juga. Syekh? Kebo Kenongo garuk-garuk kepala. Lalu berdiri. Ap a yang terjadi. Tida mungkin. Saya penasaran dengan yang disebut empat prajurit Allah oleh Syekh S iti Jenar. Syekh i Jenar bangkit dari duduknya. *** Syekh. perlahan menurukan kaki satu persatu hin gga akhirnya kembali menyentuh tanah. kisanak. Siapakah itu? Dan mengapa prajurit Allah bisa diperintah juga oleh Sy ekh Siti Jenar. Tidaka h merasakan sejuknya udara pegunungan? Tidakkah andika melihat kain serban yang terhampar di tempat sujud? lanjut Syekh Siti Jenar. Sedangkan Syek h Siti Jenar tidak. Cerdas juga an dika. jawab Kebo Kenongo. Syekh Siti Je nar menengadah ke langit. desis Kebo Kenongo . berarti sudah bisa loncat. Syekh Kebo Kenongo mendekat. Melantur itu me nurut kita. Hasil pendekatan? Jadi bukan m anunggaling kawula gusti? dengan menahan kedip Kebo Kenongo bertanya. Keadaan di padepokan Syekh Siti Jenar sore itu terasa se gar. makanya pembicaraannya kadang-kadang melantur. Gendut. Namun kita tadi berbicara tentang upaya pendekatan terang Syekh Siti Jenar. Syekh Siti Jenar berhenti sejenak. Tujuan andika shalat? Syekh Si ti Jenar tersenyum. Tidak. De kat bukanlah manunggal. Bukan.a pahami. itulah seperti yang Ki Ageng Pengging rasakan. Lantas? Manunggaling kawula gusti sangat berbeda dengan mendekatkan di ri kepada Allah. Saya tidak merasakannya. dua depa. untuk apa shalat dan berdzikir? kerutnya. A ndika sekarang akan shalat? Syekh Siti Jenar duduk bersila di sampingnya. Tidak pula menjumpainya.Udara pegunungan terasa sejuk. pepohonan dan tumbuhan berdaun lebat me ambah suasana asri. Lihatlah! k edua tangannya ditumpuk di bawah dada. jawab Syekh Siti Jenar pendek. Baiklah. satu hasta. Apa yang andika rasakan saat shalat? Tidak ada. juga ibadah bagi hamba atau abdi Allah. Namun sekarang sebaikny a Ki Ageng Pengging shalatlah dulu. Saya belum m enerangkan tentang manunggaling kawula gusti. dua jengkal. si Tambun mencoba menerangkan. Justru itulah. berceritalah setelah selesai mendirikannya. ujar Syekh Siti Jenar. keningnya berkerut-kerut. namun saya belum sam pai. Panas matahari tidak menyengat seiring dengan bayang-bayang manusia yang ki an meninggi. Padepokan yang ditata sedemikian rupa menambah khusuk para p encari ilmu. lalu duduk bersila di atas rumput hijau yang dihampari tikar pandan. B ukankah saya tadi waktu shalat tidak menemukan apa pun. Bukankah Syekh pernah mengatakan kalau semua itu upaya untuk mendekatkan diri dengan Allah? Jika itu jawaban Ki Ageng Pengging benar adanya. Syekh. Syekh Siti Jenar sejenak memejamkan mata. Shalat saya sudah selesai. Syekh? tanyanya kemudian. Coba saja jika kita sudah berada p ada tahapan atas mungkin sangat paham pada setiap ucapan Syekh Siti Jenar. saya telah mencoba untuk menuju man unggaling kawula gusti . si Tambu n tersenyum. Syekh Siti Je nar memutar tasbih seraya mulutnya komat-kamit berdzikir. Ki Ageng. Shalat tadi merupakan syari at bagi pemeluk Islam. Saya yakin Kanjeng Sunan Kalijaga mengajarkan den gan bertahap karena beliau melihat kemampuan orang yang menerima. Lantas. Tidak kah andika mendekati Allah? tanyanya kemudian. Karena yang namanya dekat berbeda dengan manunggal. Mengkhayal. matanya menatap tajam ke arah Kebo Kenongo.

menghilang! Kebo Benowo menggosok-gosok kedua matanya. Wahhh benar-benar hebat ilmu yang Syekh berikan. Saya ingin langsung bisa tanpa harus melalui tahapan rumit yang Syekh sebutkan. kemana beliau? Ya. Baik. Loro Gempol memutar mat anya menatap ke segala arah. Syekh. Syekh? Loro Gempol bangkit dan mencabut golok dari sarungnya. kal au tidak berupa tumbal. E. Ternyata Syekh sangatlah baik. Lego Benongo. Caranya itu yang susah. Bukankah dengan cara itu andika merasakan hal yang berbeda. yang telah kami anggap sebagai guru. Saya sudah bisa? Kebo Benowo bangkit dari duduknya. Baiklah. K ebo Benowo semeringah kegirangan. Saya tidak mengerti dan paham. baru andika akan bisa. Benar-benar le . Jadi. secara p erlahan akan hilang dari diri kita. Namun sebaliknya jika ilmu itu tidak pernah diamalkan (dibagikan) apalagi kikir untuk mengajarkannya. berbeda dengan o rang-orang yang memiliki ilmu tinggi lainnya. Aneh. be gitu juga temannya. Kami tidak akan pernah melupakan jasa baik Syekh. Karena Sang Penciptalah yang memiliki segalanya . Untuk apa bisa mengubah daun menjadi emas? Dalam urusan bertarung secara fis ik saya bisa. Kalau boleh. maka jadilah. maafkan kami menghadap. Karena kebias aan andika adalah bersemadi. seraya menatap Syekh Siti Jenar dengan penuh kekaguman. hingga keinginan kami tercapai. Kebo Benowo menelan ludah. Ilmu jika semakin sering dia malkan dan diajarkan maka akan semakin bertambah. ujar Kebo Benowo dan dua temannya. Bukankah andika sudah ja go bertarung? Mengapa mesti saya yang mengajari? Syekh Siti Jenar membetulkan dud uknya. pelajarilah itu. kalau tidak ingin hilang hakikatnya. Untuk itu izinkanlah kami pulang kampung. bersiaplah! tanpa ragu-ragu lagi Lego Benong o membabatkan golok pada Loro Gempol yang berdiri tegak.. Kebo Benowo dengan nada pelan. Apa yang andika inginkan dari ketidaktahuan saya? tanya Sye kh Siti Jenar.. begitu juga ke dua temannya. Syekh telah mengajarkan dan mengamalkan ilmu kepada kami semua d engan satu kalimat. menyisir keberadaan Syekh Siti Jenar. ujar Kebo Benowo. Hingga akhir nya tidak terlihat. Kebo Benowo garuk-garuk kepala. .!!! Hebat. Jika demikian s aya baru berada pada tahapan syari at. ujar Syekh Siti Jen ar. urainya kemudian. Hendaklah tidak ditukar dengan emas atau uan g. Syekh Siti Jenar melangkah pelan. ketika tubuhnya dibabat oleh Le go Benongo tidak merasakan apa pun bahkan seperti membabat angin. Jika memang Dia menghendaki. Syekh. Katakanlah! Syekh Siti Jenar menatap Kebo Benowo dan tem an-temannya. ujar Syekh Siti Jenar. niscaya apa pun yan g andika inginkan akan terkabul. terdengar mulutnya komat-kamit membacakan dzikir. Syekh selalu merendah. Syekh. sambil memutar tasbih. Teri makasih. terang Syekh Siti Jenar. Terimakasih Syekh! be rjingkrak-jingkrak kegirangan. Bagaimana cara mempelajarinya? tanya Kebo Benowo menge rutkan keningnya. *** Syekh. Saya menginginkan ilmu untuk bertarung. Cepat! m enyodorkan golok pada temannya. Tidak mustahil bagi Allah. sejenak Kebo Kenongo merenung. Itu yang kalian inginkan. Benongo. Saya juga. Jika seandainya saya memiliki ilmu maka tidaklah keberatan untuk memberikan. Kita meski berbeda agama namun bukanlah andika harus memaksakan syari at ajaran yang saya miliki untuk Ki Ageng kerjakan. terutama dalam upaya pendekatan. Harus bagaimana? . S udah saya berikan. terang Syekh Siti Jenar. ka rena hanya itu yang kalian ingin raih. Syekh Siti Jenar kembali mengurainya. apalagi dijual belikan. Namun hendakn ya Syekh tidak marah terhadap permintaan saya. Mustahil Syekh tidak bisa memberikannya. Laksanakanlah itu. jawab Syekh Siti Jenar. Dekatkanlah diri andika pada Sang Pencipta.Bany ntuk menuju Allah. dan ilmu untuk mengubah daun menjadi emas. Ya. Hiaaaaaaattttt . Kebanyakan orang adalah seperti itu. Namun saya masih kalah dengan ilmu Syekh waktu bertarung saat itu.B Syekh. b enar-benar hebat. Mereka selalu meminta imbalan. saya menginginkan ilmu yang Syekh miliki. Mintalah apa yang a ndika inginkan. Ki Ageng Pengging. Syekh Siti Jenar masih dalam keadaan bersi la.eh. hebat. babatlah tubuh saya dengan golok ini. Syekh Siti Jenar menggenggam tasbih dengan tangan kirinya. Hakikat menuj u pada pendekatan sebelum manunggaling kawula gusti. Sudah. maka seperti yang pernah sa ya jelaskan pada Ki Ageng. Jadi kalau begitu saya bisa memohon kepada Syekh untuk diajari ilmu. Cukup! lalu duduk bersila dihadapan Syekh Siti Jenar. Bisakah saya menemukan hakikat yang dimaksu d oleh Syekh Siti Jenar? Kebo Kenongo seakan-akan kehilangan gairah. Loro Gempol ternyenyum bahagia. Sudah s epatutnya ilmu itu diamalkan. Kembalilah. lalu memetik selembar daun basah dan diusapnya dengan kedua telapak tangan. Syekh. Per lahan-lahan tubuhnya samar dari pandangan Kebo Benowo dan temannya. Kebo Benowo tampak senang. Juga jika saya bisa mengubah daun menjadi emasmaka say a akan menjadi orang kaya raya seantero negeri Demak Bintoro. Saya sudah bisa mengubah daun menjadi emas.

dan manunggal. . Kenapa tidak dari tadi kalau mau menyerah. terang Syekh Siti Jenar. Loro Gempol berkacak pinggang di hadapan orang-orang yang berbondong-bondo ng menuju tempa sabung ayam. habisi dia! peri ntah Joyo Dento pada temannya. ke parat! Joyo Dento mencabut keris dari sarungnya. Ayo pikirkan sekali lagi! Saya masih memberi kesempatan pada kalian. Kenapa? Ya. Diikuti empat orang temannya.nyap. Mendekatkannya. Lantas? Mereka mendekatkan diri kepadanya bukan un tuk tujuan manunggal. Ilmu ap a yang dimiliki si Loro Gempol? Rampok kampungan ini mendadak punya kesaktian ya ng luar biasa. Karena Ki Ageng Pengging sudah terbiasa dengan cara itu. Darimana andika punya ilmu sihir? tanya Joyo Dento. Namun ketika kita menggunakan jalan yang berbeda ternyata memiliki tujuan sama. lupalah kepadanya. Majulah kalian semua! Buktikan kehebatan kalian ji ka memang sanggup membunuhku hahaha! Loro Gempol tertawa renyah. Ayo teruskan hahaha! sedikit pun tidak beranjak dari tempatnya berdiri. menghentikan langkahnya seraya mat anya menatap puncak gunung yang berkabut. ternyata saya lebih bisa merasakan mendekati Sang Pencipta dengan cara bersemadi. bisik yang lainnya. uj ar Joyo Dento serempak. kepala. Hahaha bagus. dan kaki. Ki Ageng Pengging. Mari kita turun dari padepokan ini! Kebo B enowo bangkit dari duduknya. ujar teman Joyo Dento. Syekh Siti Jenar melirik ke arah Kebo Kenong o. Percaya kalian sekarang dengan kes aktian saya? Loro Gempol dengan tangan kiri berkacak pingging. Ketimbang kita mati mengenaskan. l aksana menghantam angin? mengerutkan keningnya. Me . Gila? Joyo Dento men ghentikan gerakan. tatapannya mendarat pada wajah Syekh Siti Je nar yang bercahaya. Bukankah ada juga orang yang tidak terlalu tertarik pada urusan lahiriyah saja ? Namun mereka menginginkan kesempurnaan hidup dan masuk dalam tahap akrab denga n Sang Pencipta? kerut Kebo Kenongo.Hahaha ini buka hir bodoh! Tapi ilmu miliknya orang sakti yang berasal dari Sang Pencipta Alam S emesta. karena itulah yang dis ebut manunggal. Ki. Hahahaha . Namun belum manunggaling kawula gus ti. jawab Jo yo Dento. Loro Gempol kembali menyar ungkan goloknya. Kecenderungan oran g melakukan pendekatan pada Allah karena mengharapkan sesuatu. Kami menyerah saja. Hahaha ternyata andika punya keberanian Joyo Dento? Loro Gempol tidak be rgeming melihat ketajaman ujung keris yang terhunus. Matilah andika kepa rat! Joyo dento menyodokan keris ke arah uluhati. seraya kakinya mundur beberaba langkah. membabat leher. tenaganya merasa terkuras. Benar. Kang. Percaya kalian sekarang pada saya? Jika percaya dan tida k punya lagi keberanian sebaiknya jadi pengikut saya! Tunduk pada saya! Mana mungk in saya harus tunduk pada andika? Sedangkan saya belum andika kalahkan. akhirat. Ketika mereka merasa senang dan bahagia. punggung. atau orang tadi d alam keadaan susah. Tunduk? Jangan harap. Sang Penc ipta. tambah Kebo Kenongo. ujar Syekh Siti Jenar pandangannya tertunduk ke ujung kaki. sepe rti Syekh sampaikan. Memangnya andika seorang senapati ? Enak saja. Jadi kalian mau saya musnahkan ketimbang tunduk pada saya? Loro Gempol menghunus goloknya. yang akhirnya wahdatul wujud. tantang J oyo Dento. Benar. Mereka pun turun dari padepokan m enuju kampungnya. m enyodok perut. Karena mereka lebih mencintai urusan lahiriyah yang cenderung duniawi ket imbang urusan alam kembali. Benar juga. diikuti temannya. Satu. terang Syekh Siti Jenar. lalu Syekh Siti Jenar memberi isyarat dengan jari jemari tangannya. Benar. Karena apa yang kita inginkan telah kita peroleh. *** Kalian orang-orang miskin! Sebaiknya tunduk dan takluk pada saya. Membiarkan lawan melakukan serangan. Syekh. Disamping itu kita pun sudah meminta izin untuk kembali ke kampung. Kebo Kenongo menghela napas dalam-dalam. Cara pendekatan dan kebiasaan ternyata tidak mudah untuk di rubah. Keparat! Apa maumu? Joyo Dento pemimpin kelompok sabu ng ayam Masa andika tidak mendengar? Bukankah saya menyuruh andika dan kawan-kawa n agar tunduk!? Loro Gempol dengan sorot mata meremehkan. Seluruh senjata yang kita gunakan untuk mecabik-cabik tubuhnya. Begitu pula teman-temannya. un tung saja golok ini belum bersarang pada leher kalian. Menghilangnya Syekh S iti Jenar berarti merestui kita semua. ujar Loro Gempol. Kebo Kenongo melangkah pelan di samping Syekh Siti Jenar. Sebaiknya kita ikuti saja keinginannya. Satu harapan untuk mendapatkannya. Pilih mati atau jadi pengikut saya? ujar Lo ro Gempol sembari menyilangkan golok di depana dadanya.hanya ini kema mpuan kalian! Loro Gempol menanatang. Itulah yang jumlahnya sangat sedikit. mera ihnya. Sebaiknya kita jadi pengikutnya saja ketimbang dihabisi. meringis ketakutan. Kawan-kawan. tetapi untuk mengajukan berbagai macam permohonan dan kein ginan. Ikutlah kalian ke tempat saya. *** Syekh. tangan kanannya me mutar kumis. Orang melakukan tata cara dan ritual dalam wujud pisik yang berbeda namun tujuannya tetap satu. Tidak jadi soal.

yang merintangi ke akraban kita dengan Sang Pencipta. kemu dian melupakan Allah. ujar Syekh Siti Jenar. karena ingin berkuasa. Syekh Siti Jenar menghela napas dalam -dalam. Namun saya tidak punya hasrat sedikit pun untuk menjadi penguasa. bola mata putih dengan hitamnya? Tentu. Benar. itulah penggoda manusia untuk meraih keakraban dengan Allah. Tentu. urainya. Bukankah Tuhan itu lebih dekat dari pada urat leher dan lehernya. Padahal tidak hanya Raden Patah yang memiliki darah biru dan sekaran g menjadi Penguasa Demak Bintoro. Orang yang sudah ma rifat ten tu akrab. Sangat sedikit orang yang punya kecenderungan untuk mengikat keakraban dengan Sang Pencipta. Namun tidak cuku p itu. tetapi realitas dalam tahapan akrab. Kebo Kenongo mengangguk-anggukan kepala. Ya. Bukankah terkait dengan makna akrab. Jika dalam keadaan sangat akrab bukankah tidak memohon pun akan dib erinya? Ya. merupakan upaya untuk membuka jalan keakraban. Ya. ingin kekayaan. terang Syekh Siti Jenar. Sebagai syarat hidup. tapi dalam upaya mendekat dan kemahamurahannya saja. Orang yang sudah akrab tentu sudah ma rifat. Kebo Kenongo berkali-kali mengangguk-anggukan kepala nya. Tujuan saya bukan itu. Ketika merasa sudah terkabul keinginannya. Mana mungkin menuju akrab untuk mendekat pun kit a harus mencari cahaya jika tidak tentu membabi buta. sedangkan akrab adalah ma rifat? tanyanya kemudian. Tidak masuk ke dalam makna akrab. Ketika kita tidak memiliki lagi garis pemisa h untuk saling bertemu. Kebo Kenongo terkagum-kagum deng an uraian Syekh Siti Jenar. ya. Lanjut Syekh Siti Jenar. Karena dalam dirinya memiliki nafsu yang sangat sulit untuk dikendalikan. Syekh? tanya Kebo Ken ongo. tentu saja harus diurai dengan maksud dan makna yang terarah. Kebo Kenongo merenung. Manusia terkadang sangat sulit menyusuri jalan yang penuh dengan godaan tadi . Jika sudah akrab saya kira tidak mungkin orang untuk menjauh. Syekh. Itu semua dirasakan hanyalah sebagai pelengkap lahiryah saja. maka tahap akrab dengan Allah itulah ketika orang dalam keadaan ma rifat. Mengetahui. jeda. dan banyak keinginan. Syekh Siti Jenar m elirik ke samping. Kebo Kenongo kembali mengiringi langka Siti Jenar. Kare na untuk mengakrabi perlu upaya mendekatan yang memerlukan waktu tidak sebentar. bahwa dirinya telah akrab tetapi dalam kenyat aannya tidak. Syekh. Ma rifat i tu sendiri? kerut Kebo Kenongo.ngapa. meski saya pun dengan susah payah mendekat untuk meangkrabinya belum juga sampai. Adakah perbedaan antara ma rifat dengan akrab? Atau memang sama ma rifat adalah ak rab. Terkadang manu sia hanya sebatas berucap dibibir. Jernihkan hati. Namun itu sifatnya umum. Jika itu yang masuk ke dalam jiwa dan pikiran. Jika seandainya mereka suda h merasa akrab dan berada dalam keakraban tidak mungkin melepas ikatannya semuda h itu. Ma na ada keakraban tanpa adanya keterikatan kasih sayang? Syekh Siti Jenar perlahan melangkah lagi. tenangkan jiwa. Bukankah tidak semua orang seperti itu. ujar Kebo Kenongo. Bah . Karena upaya saya bukan hanya un tuk mendekat dan mengajukan berbagai permohonan. Namun ketika kita sudah berada dalam lingkarnya tidak mudah pula untuk melepas. benar. dimanapun. Ruang kosong. Syekh Siti Jenar b erdiri mematung di bawah pohon kenanga. jarak. Saya sangat paham. Allahmu. Mengetahui tentang apa? Tahu tentang apa? Tentu saja tentang dirinya dan Tuhannya. Lahirnya keserakahan. Saya pernah mendengar. Tahu. hati ini akan terasa gelap. Menuju akrab pada Allah. damaikan g ejolak nafsu. antara. Perintang tadi berupa semua keinginan lahiryah yang distimewakan oleh nafsu keduniawian. Syekh? . Tidak. Keakraban dengan Allah tidak mudah. Ya. tidak ada lagi sekat-sekat dan rua ng kosong sebagai jeda untuk mengakrabinya. Syekh. terang Syekh Siti Jenar.Karena tujuan pendekatan mereka untuk meraih dan memohon kebaikan l yah saja. jub ahnya yang berwarna hitam berlapis kain merah tersibak angin pegunungan. Itul ah upaya perjuangan menuju keridloannya.Benar. Sebenarnya ma rifat bukan seb uah pengakuan. Syekh. Itu semua yang dinomor satukan. Terbelenggulah dengan ikatan kata-kata. ujar Kebo Kenongo. Sehingga ada istilah kalau ingin mengenal Gustimu. Keinginan lahiryah itulah yang memenjarakan ki ta menuju ma rifat. Saya pun masih keturunan Majapahit. maka harus mengenal dirimu sendiri. hanya hitungannya lebih banyak. Lalu mengakui bahwa saya telah ma rifat. Nah. Namun ingin mengakrabinya. Jika su dah tercapai. tambah Syekh Siti Je nar. Nah. pada tahap akrab itulah kita meminta apa pun tidak mungkin tertolak. pemisah. Padahal tahap terkabulnya permohonan mereka bukan karena akrab. berhenti sejenak. Syekh Siti Jenar melipat jari jemarin ya. Kebo Kenongo menghentikan langkahnya seiring dengan Syekh Siti Jena r. . Berjuanglah dan bergeraklah ke arah sana. terang Syekh Siti Jenar. keinginan lahiryah pun secara perlahan tidak lagi menjadi persoala n yang sangat istimewa. Kapan pun. t etapi seperti Syekh terangkan tadi.

Siapa turu nan raja? Raja rampok yang andika maksud? Kebo Benowo tersenyum.Tentu saja. karena ji ka ingin memberontak. dan ilmu yang tinggi. . beliau bisa menghadapi para wali. Kenapa andika pun berbicara seperti itu. sedangkan Lego Benongo sebagai Senapati. yang belum kita miliki adalah kekuasaan dan wilayah. Loro Gempol menganggukan kepala. Benar. Bukan berarti orang harus memahami tahapan tadi. Syekh Siti Jen ar adalah orang yang sangat bersahaja. Itulah yang mesti kita pikirkan Kebo Ben . Cara lain? Loro Gempol meletakan telunjuk di keningnya. Ki ta sudah banyak pengikut. Gempol. lantas bisa m erasakannya. Ki? Loro Gempol mena tap Kebo Benowo. Ki. Ki. K i? Loro Gempol mengerutkan dahinya. tharikat. Gempo l. Sehingga saya tadi mengurai seperti itu. Ki. Gempol. Ya. Tidakkah aki yakin pada kekuatan kita. Loro Gempol membetulkan du duknya. ujar Loro Gempol menjatuhkan patatnya di atas k ursi rotan. serta ilmu tinggi. yang penting adalah sebuah pencapaian. rajanya andika. punya ambisi. saya sudah berhasil mengumpulkan orang-ora ng untuk dijadikan pengikut kita. mungkinkah bisa mengalahkan par a wali yang berilmu tinggi? ujar Kebo Benowo. Syekh ? Tetapi ada tahapannya. tambah Kebo Kenongo. terang Loro Gempol. Sebab saya bukanlah Syekh Siti Jenar. Karena menurut be liau kesenangan lahiryah hanyalah sekejap. Loro Gempol menganggu k-anggukan kepala. *** Ki. Benar juga. tidak lain mengumpulkan banyak pengik ut tidak untuk dijadikan rampok. Namun se andainya kita memiliki keinginan seperti andika jelaskan tadi tentunya harus den gan cara lain. Mustahil tertarik dengan hal-hal yang berbau lahiryah. Syekh Siti Jenar memutar lehernya seiring de tatapan matanya.Harusnya demikian. tertuju ke puncak pegunungan. J oyo Dento kita angkat sebagai Panglima. Itulah yang mesti kita pertimbangkan sebelum bertindak. Kita haruslah berpikir matang jika tidak ingin mati sia-sia. Loro Gempol mengerutkan dahinya. Syekh Siti Jenar. Bukan begitu? Tentu berbeda den gan kecenderungan kita. timpal Syekh Siti Jenar. Ki. Andika ini tidakkah sedang berm impi disiang bolong. Ki. Ki? Menu rut kalian? Kebo Benowo balik bertanya. se lain itu ilmu kadigjayaan kita sudah sejauhmana. ujar Kebo Benowo. Beliau adalah ulama yang telah menyatu dengan Sang Pe ncipta. seperti halnya a nai-anai menyambar api. timpaln ya. Bukan demikian maksud saya. Saya juga sama. Benar juga ya. Bukankah untuk menuju ma rifat pun tidak mudah. Kebo Benowo bangkit dari duduknya. Jika demikian harus bagaimana caranya. Namun tetap maksudnya sama. Selain itu me reka memiliki para wali yang selalu mendampingi dan memakmurkan masjid demak. Kebo Kenongo menganggukkan kepala. Bukankah andika layak menjadi seorang raja. bukankah andika masih keturunan dari r aja-raja yang ada di tanah Jawa? Loro Gempol menatap wajah Kebo Benowo.kan ma rifat juga mungkin tidak. Jadikan prajurit? Memang andika mau mengadakan pemberontakan pada raja Demak yang sah? tatap Kebo Benowo. Ki. Namun aki sendiri apakah punya keinginan untuk meraih kekuasaan dan menik mati kesenangan dunia? . Karena Syekh Siti Jenar bukan orang yang gila kekuasaan. terangnya. Gempol? Maksud saya. Tidak ada s alahnya jika Raden Patah kita taklukan. Baru terpikirkan. Kebo Benowo terkekeh. Sebab tidak semua orang wajib t ahu tentang sebuah istilah. M ana mungkin dia mau melakukan pemberontakan dan meraih kekuasaan. Kebo Benowo bangkit dari duduknya. Namun untuk men ghadapi para wali bukankah kita punya guru yang hebat. Kenap a aki selalu berbicara seperti itu. Mau kita apakan mereka. yang paling nikmat adalah ketika beli au berada dalam tahap manunggaling kawula gusti. seraya dahinya mengkerut. karena saat ini sedang dikuasai Demak. berada dalam perintah kita. Mengapa bertanya seperti itu. lalu bandingkan dengan kekuatan Demak. yaitu Syariat. u jar Kebo Kenongo. Kebo Benowo diam sejenak. Saya jadi patih. Ya. terangnya. tentu saja sem uanya tidak sebanding dengan kekuatan Penguasa Demak. urainya. hakikat. tapi mereka kita jadikan prajurit yang tangguh. dan akhirnya ma rifat. urainya. Bukankah istilah tadi hanya ada dalam agama Islam yang dianut Syekh s endiri. Ha nya sebutannya saja yang berbeda. Loro Gempol men inggi. Me reka semua memiliki ilmu yang cukup tinggi. Karena tanpa memahami tahapan tadi pun orang bisa berada dalam ti ngkat ma rifat. andika jangan berpikir terlampau jauh. Meski kita pun ya banyak pengikut. Gempol. Benar. Pikirkan pula tentang logistik kita selama berperang. menciptakan uang dan emas. Kita harus mengukur kekuatan pasukan kita. bukan kah banyak pengikut. disadari atau diluar kesadarannya. timpal Lego Benongo. Raden Patah. Andika jangan berpikir seperti itu. Sedangkan dalam agama yang saya pahami tentu saja pun ya nama yang berbeda. bisa menciptakan uang. Kita punya kesaktian dan uang. tidak tertarik pada urusan duniawi apalag i kedudukan dan kekuasaan. Karena saya orang biasa dan seperti halnya ora in. kita tidak ada apa-apanya dibanding mereka.

karena memiliki sifat ghaib itulah. Seba . yaitu hanya sekejap. Benarkah itu. Yang pernah Syekh baca dari ayat suci Alquran itu? Saya agak lupa. Kebo K enongo menempelkan telunjuk didahinya. Itulah manusia kebanyakan. Namun bukankah Jin Iprit itu terlalu lama menurut Kanjeng Nabi Sulaiman. Namun meski pun memiliki kedangkalan berpikir terkadang dal am dirinya mencuat pula rasa angkuh dan sombongnya. terang Syekh Siti Jenar. Namun dalam uraian tadi apa yang membedakan kehebatan ilmu yang dimi liki oleh Jin Iprit dan Ulama? Tentu saja sangat berbeda. karena dia m eminta waktu saat Baginda Nabi bangkit dari tempat duduk maka singgasana akan pi ndah Benar. Keadaan hening sejenak. Sekarang ma rilah kita makan alakadarnya. Hingga berkatalah seorang ulama serta m engungkapkan kesanggupannya. Syekh. Syekh Siti Jenar bangkit dari duduknya. . saya ingat. Ki Ageng. tera ng Syekh Siti Jenar.owo memijit dahinya. bahkan merubah wujud berbentuk apa pun yang dikehenda kinya. *** Lantas ketika Syekh melayang apa yang terjadi? tanya Ke bo Kenongo. Syekh. Sedangkan saya tidak. Lha.? ujar Syekh Sit i Jenar. Bisa pula tidak terlihat oleh manusia? Sangat bisa. Syekh? Kebo Kenongo memijit keningnya. Syekh? Ingatkah Ki Ageng Penggi ng ketika saya pernah bercerita tentang Kanjeng Nabi Sulaiman AS. Hanya satu kedipan. dihadapan nya terhidang dua bungkus makanan hangat yang beralaskan daun pisang..! Kebo Kenongo terperanjat. pikiran mereka menerawang ke alam k ejadian yang akan datang. Sebab saya bukan beliau terang Syekh Siti Jenar. Namun bukankah k sedang berbicara tentang perjalanan jasad? Maksud. Syekh.. Tapi kenapa syekh sendiri bisa meloncati keterbatasan tadi? Sebenarnya bukan saya bisa meloncati keterbatasan. Jin itu makhluk gaib. aih. benar. terang Syekh S iti Jenar. maka tataplah saya! Jangan pula Ki Ageng berkedip! Karena kepergian saya ke pusat kota Demak Bintoro bagaikan kedip. Kebo Kenongo menggosok-gosok kedua m atanya. Syekh? Kebo Kenongo semakin mengkerutkan dahinya. terkadang perkataannya dan pendalamannya di bidang ilmu dangkal. seraya duduk bersila di atas hamparan tikar pandan. Ya. melayang-layang di angkasa. hingga akhi rnya lenyap dari pandangan Kebo Kenongo. Syekh Siti Jenar menatap langit. namun kita bisa mengatur batas.Maksud Syekh? kerut Kebo Kenongo. Saya bisa melayang karena bisa mengatur berat tubuh. Saya tidak sanggup untuk memikirkannya. kembali pun di hadapan Ki Ageng seperti itu pula. Ki Ageng! Mengapa burung itu bisa beterbangan. Mana mungkin bisa dicerna dan dipahami dengan keter batasan berpikir manusia. tambahnya. Lihatlah di sana.Benar. menembus lu bang sekecil lubang jarum. usai berkata-kata. Ki Ageng. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa menembus alam jin. Lha. Kebo Kenongo hanya menjawab dengan anggukan. waktu seperti itu lama menurut Kanjeng Nabi Sulaiman. ujar Keb o Kenongo. Berbagaimacam cara mereka olah dan cerna. melesat secepat angin. Sia pakah yang bisa memindahkan singgasana Ratu Balqis dalam waktu yang sangat cepat . Itulah ilmu Allah. Ya. Karena bangkit da ri duduk memerlukan waktu beberapa saat. Hingga ketika saya menghenda ki berada di pusat Negeri Demak dengan sekejap itu bukan persoalan yang mustahil . Syekh? Kenapa andika hanya dalam kedip pergi ke pusat kota Demak Bintroro untuk mendapatkan hidangan makan pagi. lalu saling kejar di ketinggian yang tidak bisa kita jangkau karena keterbatasan . Maksudnya? Jika Ras lah Isra Mi raj dengan kehendak dan kekuasaan Allah. Kanjeng Nabi Sulaiman berkedip maka Singgasana Ratu Balqis pun akan berhasil dia bawa. samarlah wujud Syekh Siti Jenar. Ya. Namu n saya bisa menyatu dengan kekuatannya dan dzatnya. saya t idak bisa seperti Rasulullah. tidak aneh bagi bangs a mereka terbang. hingga jin Iprit menyanggupi. Ki Ageng Pengging. Saya dari pusat Kota Demak Bintoro akan memba wa makanan segar. Saya kurang paham. Ya. Ya. Hanya kejernihan ikir dan menerima yang bisa membukakan kebodohan dan kekurangan diri kita timpal K ebo Kenongo. Tidak semua manusia seperti itu. Syekh Siti Jenar mengangguk. Padahal jika kita bejalan dari padepokan ini ke pusat kota Demak memakan waktu satu hari sat u malam? . Kebo Kenongo tersenyum. Samakah dengan a dengar tentang Isra Mi rajnya Nabi Muhammad? Ya. Itulah yang bisa saya lakukan. namun berbeda. keti ka dihadapannya Syekh Siti Jenar sudah berdiri kembali seraya menyodorkan makana n hangat dengan bungkus daun pisang. ujar Sye kh Siti Jenar. Benarkah yang sedang terjadi dan kuperhatikan ini? Inilah makan segar dari pusat kota Demak Bintoro. seraya menatap langit. Ketika Kanjeng Nabi Sulaiman meminta kepad a para pengagung negaranya untuk memindahkan kursi Ratu Balqis ke istananya.Benar. . ujar Syekh Siti Jenar. menjauh dan mendeka tkan. Jika Ki Ageng Pengging ingin bukti. demi tercapa inya ambisi kekuasaan. Ki Ageng. dan terbuktilah kehebatan ulama tadi.aih. Jika hal itu terjadi maka ak an gelap untuk meraba dan meraih yang saya maksud.

namun selalu disertai oleh Malaikat Jibril kemana pun beliau p ergi. merusak. bukan nabi dan juga keshalihannya tidak saya ketahui. Karena yang mencabut nyawa jin juga Malaikat seperti halnya nyawa manus ia. Apa lagi Malaikat Jibril sebagai pembawa wahyu Allah yang disampaikan kepada Kanjeng Nabi Muhammad. dia adalah goib. Bukankah Kanjeng Nabi Sulaiman sendiri pr ajuritnya terdiri dari bangsa jin. timpal Kebo Kenongo. Itulah kedangkalan berpikir manusia. Tujuannya tentu saja men yadarkan. Kanjeng Nabi Muhammad pun tidak perlu menundukan Malaikat. Mungkin kah mirip dengan Dewa Syiwa? Mungkin. selain binatang dan manusia? Tapi untuk menaklu kan bangsa jin tentu saja ilmu kita harus di atas mereka. lalu tatapan matanya menyapu wajah Kebo Kenongo. Bukan kah pada zaman ini banyak pula orang-orang yang memiliki ilmu jin bahkan mengabd ikan diri. tetapi seb aliknya derajat kemulian yang diberikan Allah kepada manusia akan lenyap. Para dukun sak ti saya rasa tidak terlepas dari kekuatan dan kesaktian atas bantuan bangsa jin yang dijadikan tuannya. Ki Ageng. be rhenti sejenak. bahkan menghancurkan sebuah kota atau perkampungan. Kenapa bukan Malaikat? Bukank ah Malaikat bisa mencabut nyawa manusia dan bangsa jin yang goib? tanya Kebo Keno ngo. perusak. Lalu siapa ya ng dimaksud dengan prajurit Allah yang empat tadi. Adzab dan siksa bagi mereka yang tidak pernah mau bertobat dan kembali kepada jalan yang lurus. Syekh. jika manusia itu makhluk yang paling mulia di banding yang lainnya. tambah Syekh Siti Jenar. pertama adalah angin. urai Syekh Siti Jenar. dengan tujuan manusia berbalik pada jalan lurus. penghancur. Lalu haruskah Kanjeng Nabi menundukkan Malaikat agar mengawalnya? Sakti mana dengan jinnya Kanjeng Nabi Sulaiman? Tentu saja Malaikat itu lebih sakti dari ban gsa jin. jika yang menedapatkan taufiq dan hidayah. Prajurit Allah bukan Malaikat. tidak beda dengan kita. menghanc urkan pohon-pohon yang tertancap kokoh. Jika demikian. Ki Ag eng. yang memerlukan prajurit dan abdi setia. Meskipun demikian Malaikat hanyalah makhluk Allah. Mereka tida k melihat asal usul. S edangkan prajurit Allah yang empat disini pun fungsi dan tugasnya untuk menghanc urkan.liknya hanya jin tertentulah yang bisa menampakan diri pada manusia. penguasa tril oka. Termasuk jin. Namun jika kita sudah memiliki ilmu dan kesaktian sebe tulnya menjadi tidak perlu memiliki dan menaklukan jin. Namun apa mungkin kita bi sa menaklukan jin? Kenapa tidak mungkin. Syekh Siti Jenar berhenti sejenak. Bahkan manusia akan didapati sebagai makhluk yang lebih rendah dan hina dibawah binata ng. Karena kita bukan raja s eperti Kanjeng Nabi Sulaiman. Lihatlah angin yang lembut dan sepoi-sepoi. di suruh membangun keraton berlantaikan kaca yang membatasi kolam dibawahnya. H anya yang membedakan kita dengan Malaikat. Na mun meski bagaimana pun tetap saja manusia makhluk yang paling mulia. Prajurit Allah? kerut Kebo Kenongo. karena dengan sen dirinya Malaikat akan di utus oleh Allah untuk menyertai orang-orang shalih. Syekh? Saya rasa tidak perlu bangsa jin yan g dijadikan prajurit pengawal. Mengingatkan ke keliruan yang pernah diperbuat oleh para khalifah bumi. Sehingga dengan ilmu itu saya pun bisa memanggil prajurit Allah y ang empat. Lantas ketika an . karena ingin mendapat kesaktiannya. Syekh sendiri siapa yang mengawal? Karena say a manusia biasa. Apakah para Malaikat? Kalau di dalam agama saya para Dewa dan Hyang Jagatnata. dengan segala tugas yang diembannya. Jin dijaman Nabi Sulaiman di suruh menyelami laut untuk mengambil mutiara. Syekh? . Lalu prajurit yang dimaksud? Yang dimaksud prajurit tentu saja penyerang. Ingat bukan Malaikat. Mungkin yang mengawal saya kemana pun pergi adalah ilmu yan g saya miliki.Ya. Mungkinkah Allah mengutus Malaikat untuk mengawal atau tidak saya tidak tahu.Prajurit Allah yang emp u diantaranya Syekh Siti Jenar melangkahkan kakinya perlahan. urai Syekh Siti Jenar. entahlah. terang Syekh Siti Jenar. Ki Ageng. Syekh? Tentu saja. Tapi kenapa Syekh memiliki kesaktian? . Meski bukan r aja kita juga butuh prajurit pengawal. ujar Syekh Siti Jenar. Namun yang akan saya bicarakan prajurit Allah. berbeda dengan bangsa manusia dan jin. Bukankah Kanjeng Nabi Muhammad juga tidak dikawal oleh bangsa jin. Saya tidak akan berbicara tentang para Dewa. Untuk dij adikan balatentara dan membangun negara. Y ang jelas saya tidak dikawal oleh bangsa jin Syekh Siti Jenar kembali duduk bersil a. Berarti kita harus menaklukan jin aga r bisa memerintah mereka dan memanpaatkan kekuatannya. menerbangkan segala hal yang mesti diter bangkannya. itu sedikit ilmu yang saya pelajari eMaha Besaran Allah. Malaikat memiliki ke imanan tetap dan tidak pernah berubah. namun perhatikan pula jika angin itu mulai dahsyat serta bisa memporak-porandakan bangunan sehebat apa pun. Sehebat apa pun bangsa jin tentunya tidak bisa melebihi manusia. dengan arsitek-arsitek yang kokoh.

urai Syekh Sit i Jenar. depan. matanya meny apu tingginya puncak gunung yang diselimuti awan putih yang berlapis-lapis. Gempol. seraya memujinya. Padah al angin itu hakikatnnya membawa pesan pada manusia. Dento? Bantulah saya berpikir! tatap Kebo Benowo. Negeri Demak Bintoro kini dalam keadaan tenang dan tentram. Ki G empol. kare na itu semua akibat dari keterbatasan ilmu yang dimilikinya. Sebab bagi yang telah ma rifat dan akrab tidak perlu jauh melangkah tinggal mengatakannya. Kembali tatapannya tertuju pada Kebo Benowo. Syekh. karena telah sanggup membersihkan b atin dari noda-noda tadi. Pada intinya masih berbau keangkuhan. Kebo Kenongo menarik napas dalam-dalam. Bukankah setiap manusia hidup memerlukan kebutuhan jasadiyah? timpal Syekh Siti Jenar. menggendong kedua tangannya dibelakang. Sehingga kita selalu mempe rjuangkan kepentingan jasadiyah tanpa kendali dan melupakan kebutuhan batinnya.bagaimana cara termudah? Bolehkah saya berbicara? J yo Dento mengangkat kepalanya. pada para khalifah bumi. rasa iri dan dengki. apa yang diinginkan akan datang atau berada dalam genggam an. Tetapi i tulah watak orang kebanyakan. Syekh. bisa menggelapkan mata batin. Semua orang tahu! Apa maksud andika! timpal Loro Gempol meninggi. Namun bukan berarti ketenangan ini tidak bisa diusik . lalu dikepalkan. Dia tidak akan pernah berbuat congkak. Joyo Dento berhenti sejenak. Syekh. ag ar menyadari kekeliruan yang pernah diperbuatnya. lihatlah! Inikah yang Ki Ageng inginkan? Benar. Lal u bangkit dari duduknya.pol agar memberi kesempatan bi cara pada Joyo Dento. Maksud an dika? Loro Gempol tidak sabar. terhalang oleh keangkuhan dan kecongkakan yang terselip dalam batinnya. lantas membuka telapak tangannya dan diacungkan ke l angit. angkara. Mereka lebih banya k bercerita dan memandang akan hal yang berbau logika dan penalaran semata. Kebo Benowo menempelkan telunjuk dikeningnya. yang selalu hadir di sisi kiri. It ulah kehebatan prajurit Allah yang disebut manusia. Namun rasanya sulit untuk melepaskan hal-hal tadi. Namun itu terlalu berat untuk kebanyakan orang dan tidak mungkin da pat tercapai. Dento! ujar Kebo Benowo menga cungkan telapak tangannya. untuk menyeimbangkan itulah yang sangat sulit. ujar Syekh Siti Jenar. Maksud saya. ri Syekh bisa terangkat pada derajat ma rifat. Sebetulnya kita tidak perlu se imbang dulu. kanan. Mohon maaf. Mungk in karena kesulitan itu datang akibat kita berada dalam hiruk pikuk kemewahan du niawi. Kebo Kenongo menggeleng-gelengkan kepala. *** Sudahkah andika menemukan cara yang tepat untuk menguasai Demak? Loro Gempol menatap wajah Kebo Benowo. Mengacau ketenangan masyarakat? tatap Kebo Benowo. terang Syekh Siti Jenar. kakinya melangkah pelan. mengganggu dan merintangi. Benar. Jika itu dilakukan berarti tindakan kita untuk menggulingkan Raden P atah tidak akan berhasil. Duniawi adalah kebutuhan lahiriyah. Ilmu yang manusia m iliki tidak mencakup berbagai hal. Mungkin saya sulit mencapai ma rifat tadi karena batin i ni masih dijejali dan dikotori hal-hal yang membutakan.gin mengamuk siapa yang bisa membendung dan menghalang-halangi? Tidak ada. Ki Ageng. Sehingga orang seperti itu akan selamanya sanggup memahami segala hal dengan jernih . menghalangi. Nah. Namun jika gangguan dunia wi sangat terlalu kuat. Menurut hemat saya. Apa yang akan andika katakan. negara Demak Bintoro kini dalam keadaan tenang dan tentram. Sangat sulit bagi kita untuk melakukan pemberontakan apalagi penggulingan kekua saan. . angin pada syariatnya. bahkan akan mendapat kecaman dari rakyat. Namun tidak semuanya seperti itu. akibatnya. Manusia yang melakukan keruksa kan di muka bumi maka akan kembali pada perbuatannya. Syekh? Itulah manusia. untuk merubah suasana tenang dan tentr am ini harus menciptakan keadaan sebaliknya. Bukankah saya belum selesai bicara? Lanjutkan. Andik a selain bisa membaca keinginan batin saya juga dapat membuktikannya hanya denga n mengepalkan tangan. sedangkan menuju ma rifat ad alah proses perjalanan batin menuju akrab. namun terbatas hanya pada bidangnya saja. apalagi sombong. yang bisa membutakan mat a hatinya. Berbeda jika dibandingkan dengan manusia yang batinnya terang. . Bukan kah manusia akan selalu merasa pintar jika seandainya berhasil menangani sedikit persoalan saja. Maka jika demikian tertutuplah pintu ilmu berikutn ya. sangat sulit. matanya merayap men gelilingi ruang pertemuan. kesombongan. dan belakang kita? jangan sala h. Namun bukan berarti suasana tenang dan tentram ini tidak bisa diubah. Seh ingga manusia terkadang melupakan Allah yang memiliki lautan ilmu. seraya langkahnya terhenti. seraya menatap Loro Ge. Karena merek . Syekh. dahinya berkeru t-kerut. Namun dalam hal ini manusia hanya memandang sebelah mata pada hakikat angin. Syehk.Meski saya telah berkali-kali memikirkannya belum juga emukan cara yang tepat. menj adi kacau balau dan carut marut. Sejenak berdiri di tepi jalan.

Untuk itu biarkanlah mereka itu m enikmati hidupnya sebagai penguasa.Terimakasih. Andika mulai hari ini saya angkat sebagi penasehat saya dan yang lainnya. y ang miskin seperti kami. seperti para pejabat neg ara? Bukankah mereka itu manusia seperti kita? Harus sadar pula bahwa kita pun m emiliki hak yang sama seperti mereka. Setelah mati maka ditangisi oleh keluarganya. Ya. yang m embetulkan tindakan kudeta. ujar Kebo Benowo. saya akan mendukung. Dento! Tidakah andika membayangkan jika kita merampok rakyat. Bayangkanlah kesenangan setelah kemat ian. Ki. Sedangkan yang kita harapkan dukungan rakyat. Jika melakukan hal ta di berarti akan ditangkap. ujar seorang pengemis paru hbaya. Ingatlah. an dika berbeda. yang semestinnya Ki Ageng Pengging yang harus maj u dan bergabung dengan kita sama sekali tidak tertarik. jika k ita salah dalam melakukan tindakan. termasuk Ki Ageng Pengging. mengganggu rakyat. Jadi apa artin ya harta kekayaan juga kekuasaan. Sementara mereka bersenang. Hanya dalam ha l ini kita harus punya strategi yang tepat. Hanya sayang. mencoba mengurai sesuka hatinya. Jadi pada intinya tindakan kita harus mendapat simpa ti dari rakyat. ujar Joyo Dento. Kebo Benowo yang memahami secara dangkal ajaran Syekh Sit i Jenar. tentang pembicaraan semula. kita pun akan mati dan meninggalkan semua kesenangan duniawi yang bersifat sekejap. Joyo Dento menghela napas. Ki ? Sedangkan kami pun tidak ingin menjadi orang miskin. Lego Benongo . Namun orang -orang Majapahit kini tidak mau lagi memperlihatkan diri dan merasa antipati ter hadap Raja Demak Bintoro. Kita tidak salah bergabung. Sesungguhnya hak kalian telah dirampas oleh mereka. Karena kehidupan dunia ini hanyalah sekejap. Tidak sadarkah jika para pejabat Negeri De mak telah mendzalimi kalian semua? Membiarkan kalian terlantar dipinggiran jalan .a tahu bahwa kita pengacau. Jadi tidak ad a salahnya jika saya pun mendukung gerakan ini. sela Loro Gempol. Jika demikian lanjutkanlah rencana dan dasar pemikiran andika. urai Kebo Benowo. dengan nama lain. lalu harta yang mereka agung-agungkan ditinggalkan untuk diperebutkan oleh keturunannya. hanya untuk melampiaskan hob i saja. Mintalah hak kalian! ujar Kebo Benowo. ujar si pengemis paruhbaya. Bukankah nenek moyang kalian tidak pernah ingin kembali ke dunia ini dari k uburnya? Mengapa demikian? Karena mereka menikmati kematian yang teramat menyena ngkan dan menentramkan. Saya meskipun sehari-hari b erada di pasar dan melakukan perbuatan sabung ayam. Loro Gempol. maksud saya itu. beliau lebih memilih hidu p menjadi seorang petani. Kalian harus paham akan semua itu. ujar joyo Dento. Ki Benowo. B aiklah. Benar. matanya m enyapu para pengemis yang bersila di pinggir jalan menuju pasar. Ki Ageng Pengging sesung guhnya memiliki darah biru yang sangat kuat. Toh. Kenapa andika se mua mesti jadi pengemis? Tidak inginkah hidup mewah seperti para penduduk kota D emak Bintoro? Tidak inginkah kalian menjadi orang kaya. Dento. Sedangkan kematian merupakan pertemuan kita dengan Sang Pen cipta. Kebo Benowo menggelengkan kepala. bahwa kalian memiliki hak yang sama seperti para penguasa negeri ini. karena mereka hanyalah mayat-mayat hidup yan g menunggu kematian. Ki Benowo. Andika belum paham jika saya dulu pernah mengabdi di Kadipaten Majapahit . *** Dengarkan para pengemis! teriak Kebo Benowo. karena beliau keturunan raja Majapa hit. tidak perlu menyesal dengan nasib yang dialami. Kebo Benowo. Benar. karena membaca kekuatan sendiri. setelah itu kita akan mati. Benar juga yang andika katakan. Seperti yang saya uraikan pertama ka li. Pantas saja. Tidak ada salahnya. Namun meski pun demikian andikalah yang ternyata berani maju. Joyo Dento berhenti sejenak. terang Joyo Dento. Namun kini saya baru menemukan o rang yang benar-benar punya niat dan tujuan yang sama dengan saya. karena mereka pun akan mati. Tentu. Tidak mungkin? Mustahil keinginan kit a dikabulkan oleh para penguasa dzalim yang tidak peduli akan nasib rakyatnya. Bahkan saya pun banyak belajar tentang politik dan ketatanegaraan. untuk menemui kenikmatan yang abadi. . Jadi kami mesti bagaimana. Maksud andika jelas salah. Lanjutkan apa rencana tadi? pinta Kebo Benowo. juga seluruh peserta sidang pada kesempatan itu terkagum-kagum.senang di pusat kota Demak Bintoro. Tidak sadarkah bahwa mereka telah melupakan kita selaku rakyat? Mereka telah menelantarkan kit a dalam lingkaran kemiskinan dan penderitaan. Saya a sejak dulu mencari teman dan orang yang ingin melakukan pemberontakan. Jika tidak mungkin menurut ka lian. si p . sekalig us penggulingan kekuasaan terhadap Raden Patah. Benarkah kematian it u merupakan kenikmatan yang abadi dibandingkan dengan para penguasa yang sekaran g sedang menikmati kesenangan? kerut pengemis paruhbaya. sebaliknya mereka akan lebih simpati pada Sultan. Mendengar uraian Joyo Dento yang memb uka jatidirinya dan mengurai keahliannya.

ujar Kebo Benowo. Jika demikian marilah kita songsong kematian s aya ingin mati! teriaknya. Untuk me ngukur kekuatan kita. kita menyusun strategi berikutnya. Loro Gempol m enganggukan kepalanya. Apa mungkin kita mampuh menggulingkan kekuasaan Raden Patah? kerut Kebo Benowo. Meski dikalangan rakyat miskin sedang terjadi kekacauan. Para p engemis bangkit dari duduknnya seraya berjalan-jalan keliling sambil berteriak-t eriak menyongsong kematian. apa mungkin kekuatan kita sudah cukup untuk melakukan penyerangan? . Mungkinkah saya harus bertahap? Menurut tahapan ilmu. Benar. Maka kematian lah sesungguhnya kenikmatan setiap manusia. . lalu dalam keadaan sakit dan sekara t. Mungkinkah mereka akan menangkap kita sebagai penghasut? tanya Loro Ge mpol. Agar ki ta pada waktunya tidak konyol dan membahayakan diri sendiri. karena dia sudah saya angkat sebagai penasihat. Benar juga. Untuk apa kita hidup di negeri mayat. Jika keadaan negara sudah kacau balau. Baiklah jika itu perintah Ki Benowo. Gempol. dalam mencipta kan kekacauan di negeri Demak Bintoro tanpa adanya bukti yang kuat. ada juga yang terus berjalan menunggu ajal tanpa makan. ujar Joyo Dento. Tunggu dulu. maka mereka akan sibuk. lihatlah mereka yang tadinya hidup susah. jika dibanding dengan kekuatan negara Demak Bintoro yang sesungguhnya. . terang Joyo D ento. Joyo Dento mengepalkan tang annya. Apa yang dikatakan Joyo Dento sebai knya diikuti. Setelah ini berhasil dan di dengar beritannya oleh para penguasa ne geri Demak Bintoro. . Jika demikian ijinkan saya menyiapkan pasukan untuk menyerbu Demak Bintoro.Baguslah jika andika set . Lal u kita juga harus berkaca. terang Joyo Dento. Hahahaha mungkin itulah yang dimaksud Joyo Dento. rasanya sangat berat untuk menempuh jalan ma rifat. Benar. Ki. kita mesti mencoba dan berusaha. Benar. Karena bisa melepaskan k ita dari berbagai penderitaan.engemis paruhbaya mengagguk-anggukan kepala. Kisanak. penderitaan dan kesengsaraan. Kenapa mesti menunggu lagi? Bukankah kita akan mencoba kekuatan? langkah Loro Gempol terhenti di depan pintu. lalu melirik ke arah Joyo Dento. serta krisis kepercayaan. Itu semua alhasil dari hasutan kita agar masya rakat miskin antipati terhadap penguasa. Sedangkan kematian me rupakan nirwana. Dento. maka pertama-tama mereka akan mencari tahu penyebabnya. Namun dalam tind akan percobaan kita harus menciptakan strategi penyerangan yang berbeda. Kenapa? Bukankah kita pengh asutnya? timpal Kebo Benowo. Apa rencana berikutnya. Ada juga yang nekad membenturkan kepalanya ke atas b atu hingga pecah dan meninggal. Selanjutnya diikuti oleh para pengemis lainnya. Loro Gempol Ban gkit dari duduknya. Benar-benar cerdik daya pemikiran andik a. Syekh Siti Jenar perlahan bangkit dari duduknya. Kebo Kenongo nampak tidak ceria. urainya. Gempol! Kebo Benowo b erteriak. Itu benar. Kekacauan tadi hanya bersifat lokal. puji Kebo Benowo seraya m enepuk-nepuk bahunya. tentu saja. Syekh? T idak selalu. langkahnya berat dan pasti. dalam benaknya menaruh berjuta harapan demi cita-citanya menggenggam kekuasaan di negeri Demak Bintoro. Sekarang keadaan negeri Demak Bintoro akan dilanda oleh kek acauan. Mereka pun tidak mudah menuduh kita sebagi pengasut. kesenangan yang teramat membahagiakan. Melakukan kudeta? celetuk Loro Gempol. Namun ingatlah yang saya katakan tadi. Joyo Dento menempelkan jari dikeningnya seakan-akan berpikir sangat keras. sudah semestinya begitu. rakyat tidak percaya lagi pada penguasa. Sangat tidak mungkin. sangat ku rang berpengaruh terhadap stabilitas keamanan negeri Demak Bintoro. Mereka mengakhiri segala penderitaan dengan kematian . begitu juga yang lainnya.Apa salahnya jika kita mencoba? Siapa tahu menang. B ukankah saya menyarankan jika seandainya andika kesulitan mengikuti ilmu Islam. yang harus kita raih dan dapatkan. Sebaiknya se belum melakukan penyerangan sebarkan dulu kekacauan tadi hingga merebak seantero negeri Demak Bintoro. Karena kekacauan seperti ini tidak sebe raba. Mereka semua hanyalah mayat-mayat berjalan. seraya kembali ke tempat duduknya. Kebo Benowo mengacungkan jempoln ya. Dento? Baiklah. tambah Loro Gem aya menggenggam gagang goloknya. Kebo Benowo menganggukan kepala. *** Hebat andika Joyo Dento.Sa tuju. Strategi pertama untuk menggoncang keaa daan negara. Me skipun punya jabatan dan kekayaan namun tidak bisa mereka nikmati. Ki. D alam keadaan seperti itulah kita mengadakan tindakan. jika itu bukan mayat yang sesungguhnya. Karena kita bukan menghasut tapi berbicara berdasarka n kenyataan. jawab Joyo Dento yakin. akhirnya mati tersenyum. s eraya menepuk bahu Loro Gempol. Ki Gempol. Ki Benowo. Dento. *** Sy ekh. terang Joyo Dento. Ki Ageng Pengging. Kebo Benowo mengawasi para pengemis sambil tersenyum. namun itu belum seberapa. pengemis paruhbaya bangkit. tidak memiliki rasa dan kepekaan. Ya. Kebo Benowo tersenyum bahagia. Memang keh idupan ini hanyalah samsara. Itulah yang harus kita ciptakan.

matan ya yang sejuk dan tajam beradu tatap dengan Kebo Kenongo. Kanjeng. Kanjeng . jawab Ki Demang. Benar. Siapa tahu Ki Ageng berubah pikiran men dukung perjuangan ini. . Lalu m elangkah pelan. Karena tidak mungkin sanggup menaiki jalan yang menyerupai tangga. Maksud. Ya. Syekh Siti Jenar terdiam sejenak.Baiklah. Joyo Dento menghentikan langkah kuda. andika harus menyampaikan kejadian ini pada para wali. Saya pun datang ke mesjid Demak dari kademangan tidak lain hanya ingin menyampaikan kabar ini kepada para wali. Namun aku tidak rela jika bekas para abdi Ma japahit berada dibawah bayang-bayang kekuasaan Raden Patah. Syekh. Kebo Kenongo menggelen g. Sehingga banyak yang berteriak-teriak seperti orang gila mencari kematian dan keindahan abadi yang diharapkannya. Ki Demang. Ki Demang? Dia telah meresahkan. dan sulit untuk membuka tabirnya. Apakah Syekh Siti Jenar membu at ulah? Kemungkinan besar itulah yang sedang terjadi. Demang Bintoro menghela napas. Memang kenapa dengan Syekh Siti Jenar. Kanan ki ri jalan dihiasi oleh pepohonan hijau. Tempat ini di tata sangat bagus. tapi ak hirnya aku sampai juga dipuncak eh ternyata masih ada jalan lurus membentang menuju padepokan. Ki Demang! Apa yang terjadi? Syekh Siti jenar telah menyebarkan ajaran sesat. Ki Demang? Syekh Siti Jenar telah mengacaukan keadaan rak yat negeri Demak Bintoro. Jika sekali saja tabir itu sudah terbuka t entulah berikutnya akan lebih mudah. Ya.hendaknya ikutilah ajaran agama yang andika anut. eng. dia juga mempelaja ri ajaran Islamnnya entah dari mana? Berkaitan dengan itulah yang kini meresahkan dikalangan rakyat negeri Demak Bintoro. Orang yang akrab dengan A llah itulah seperti yang pernah saya uraikan sebelumnya. Banyak juga jumlah anak tangga ini. Selain asal usulnya tidak jelas. Namun untuk melaksanakannya terasa ber at. Tapi bukankah dia juga seorang ulama yang memiliki ilmu tinggi? Mungkin saja. Ya. hanya punya ambisi semata dan kekuatan yang belum tentu bisa menandingi para w ali. tangannya menyeka keringat yang mulai membasahi keningnya. Biar aku berjalan kaki saja untuk menemui mereka. membuat orang kerasan. berjalan pe lan mendekati padepokan Syekh Siti Jenar. Meman yang telah dia perbuat. Dipanggilnnya mereka untuk berundingsejenak. Jangan dulu pulang Ki Demang. lalu matanya menatap para wali lain yang sedang melakukan wirid. Ki Demang? Sunan Giri mena tap tajam wajah Demang Bintoro. Demang Bintoro menganggukan kepala. Maksud. lalu dikatnya pada sebuah pohon di tep i jalan. Lalu? Lantas mereka ban ang melakukan bunuh diri. Karena punya anggapan bahwa kehidupan ini adalah pende ritaan. Sunan Kalijaga? Tidak perlu dipikirkan! Apalagi mempertanyakann ya. serta pemandangan puncak gunung yang tersaput mega putih . hanya Sunan Kalijag a yang bisa gumamnya. Indah! gumamnya. Joyo Dento meluruskan pandangannya ke depan. Ki Demang? Sunan Giri mengerutkan dahiny a. Tunggu saja kamu disini kuda. Itu dibicarakan sangatlah mudah. Tetapi dia bukan wali se perti saya dan yang lainnya. menaiki jalan yang dipapas menyerupai tangga. Jauh berbeda dibanding dengan Kebo Benowo mantan rampok bego . Bukankah andika tinggal satu a tau dua langkah lagi menuju ma rifat. karena mereka orang-oran g sakti dan cerdas. Sedangkan ke matian itu adalah indah dan menyenangkan. setelah itu akrab. Mereka pu nya anggapan dengan jalan kematian bisa terlepas dari semua penderitaan dan kese ngsaraan Celaka! Sunan Giri menepuk keningnya. Joyo Dento berhenti sejenak menikmati sejuknya udara pegunungan dan hi jau ranumnnya dedaunan. Jug a ilmu yang didalaminya entah dari mana sumbernya. Buktinya mereka banyak yang miskin dan menjadi gelandangan. Syekh Siti Jenar kembali ke tempat duduknya. ujar hati Joyo Dento. Sunan Giri menatapnya. *** Bagaimana pun ju ga aku harus menghadap Ki Ageng Pengging. Meresahkan? Ya. Tentang apa? Apakah Syekh Siti Jenar ng wali seperti anda? Bukan! Dia hanyalah sosok yang tidak jelas asal usulnya. Lalu bunuh diri tambah Demang Bintoro. rerumputan Syekh Siti Jenar menyukai keinda . Aku yakin pemberontakan ini tidak akan terlalu berat. seraya menatap para wali yang mulai dudu k berkeliling di tengah masjid sesuai permintaan Sunan Giri. Kanjeng. Ajaran sesat? Sunan Giri terperanjat. apalagi jika Syekh Siti Jenar turun tangan untuk membantu . . tahukah a nda tentang Syekh Siti Jenar? tanya seorang jemaah paruhbaya. Meskipun dia tidak berambisi untuk men jadi penguasa negeri Demak Bintoro. usai melaksanakan s holat zuhur di masjid Demak. *** Kanjeng Sunan Giri. Tolong jelaskan. Benar. seraya tangannya menggenggam tali kendali kuda yang ditungganginya. Maksud Ki Demang ajaran sesat seperti pa? Kehidupan ini adalah kematian kematian adalah keabadian . usai mengikat kuda tunggangannya. Kanjeng. Ini merupakan hal yang sangat serius yang bisa mengancam ketentraman dan keamanan negeri Demak Bin toro. dahinya dikerutkan. Sunan Giri bangkit dari duduknya.Namun sebelumnya saya ingin tahu dulu.

Namun Ki Ageng tidak saya temukan. Ternyata andika memiliki ilmu sangat tinggi. Tidak. Karena hamba punya mak sud dan tujuan . di depannya hanya terdapat hamparan tikar. Kenapa? Benarkah itu? Tapi tidak mungkin saya menghentikan rencana ini. . Merestui atau pun tidak saya dan Ki Ageng Pengging adalah bagian dari taqdir andika semu a. Joyo Dento Semakin menunduk. Bukankah untuk meminta restu serta bantuan kami berdua atas upaya ambi si menggulingkan kekuasaan Raden Patah. Saya mohon maaf Syekh Siti Jenar karena t elah lancang datang ke padepokan yang indah dan asri ini. Duh. Tataplah dengan mata terbuka. kar ena saya mengajarkan ilmu pada siapa saja yang mengingkannya. Andika tida k perlu menyesal datang ke padepokan ini. Jika ingin berhenti silahkan! Tapi ti dak mungkin saya menghentikan rencana ini. Joyo Dento semakin merunduk dan tercengang. terimalah sembah horm at hamba! Joyo Dento langsung saja menekuk lututnya seraya mengacungkan kedua tan gannya menyembah. dalam benaknya muncul pemikiran antara percaya d an tidak terhadap ujaran Syekh Siti Jenar. jangan dengan mata tertutup. seraya berdiri di depan pintu padepokan dan mendorongny a pelan. hingga tidak sangg up menatapnya. Tetapi bolehkah saya mengetahui apa yang akan te rjadi pada saya dan lainnya? Tidak hanya andika yang terbunuh. Joyo Dento pun menunduk. seorang wali yang memiliki k esaktian tinggi. Lebih dari itu dia pun seakan-akan tahu masa depan yang akan terjadi. Ki Ageng. suara itu seakan-akan datang dari segala arah. Sebab kesempatan dan peluang baik sep erti sekarang hanya datang satukali. Saya dan Ki Ageng P engging pun akan mengalami hukuman mati. atas kehebatan S yekh Siti Jenar yang tahu akan maksud kedatangannya. wajahnya tampak memancarkan cahaya yang menyilaukan matanya. Tapi saya sudah menatapnnya den gan mata terbuka.Bukankah saya ada dihadapan andika. Kebo Benowo dan ka wan-kawan mantan rampok yang memiliki ambisi untuk menggulingkan kekuasaan Raden Patah serta bermimipi ingin menjadi penguasa negeri Demak Bintoro adalah sebuah taqdir. Syekh Siti Jenarkah yang memanggil saya? Joyo Dento memutar pandanganya. Lantas? Joyo Dento bergumam. Begitu juga pada Syekh Siti Jenar. Ki Ageng. tidak ada orang? Joyo Dento s emakin kebingungan. Cukup dari kejauhan saya minta restu. Baik saya atau pun Ki Ageng Pengging tidak akan melarang tindakan andika. begitu juga Syekh Siti Jenar? Padaha l suaranya seperti berada didepan saya. Jalani saja ambisi dan rencana semula. Syekh Siti Jenar menatap. Ijinkanlah hamba pada saat ini menghadap! Saya ijinkan. lalu melirik ke arah Syekh Siti Jenar. Joyo Dento menghentikan langkahnya di depan pintu pagar pa depokan. terang Syekh Siti Jenar. Terimakasih. Sedangkan keinginan andika untuk membangkitkan kembali kekuatan Majapahit yang telah runtuh itu pun hak andika. Namun meski pun kurang paham akan semuanya. Dento? ujar Kebo Keno seiring dengan bergeraknya hamparan terusik angin sepoi tikar. Syekh Siti Jenar seakan-akan sudah mengetahui setiap rencana. mengingat dukungan penuh Kebo Benowo juga p . Keb o Kenongo tersenyum. Sebab semua yang akan di ucapkannya sudah mereka ketahui. sed angkan wujudnnya entah dimana. Benar. merestui pun tidak. Dento! Ki Agengkah itu? Joyo Dento membelalakan m atanya. Joyo Dento memijit-mijit dahinya. Namun matanya merayap dan tertuju pada dua hamparan tikar ya ng berada dihadapannya.han dan keasrian alam. Sampurasun! Masuklah Joyo Dento! terdengar suara yang menyebut namanya. hampa. Syekh ? Joyo Dento garuk-garuk kepala. ini saya. Ki Ageng dan saya berbuat seperti ini karena sudah tahu apa yang akan terjadi dan teralami berikutnya. Benar. Saya memaklumi. bahkan yan g belum terujar masih tersimpan di dalam hati pun bisa diketahuinya. menelisik ruang kosong. mohon maaf S yekh.Sudahlah! Andika tidak perlu bertanya lagi tenta qdir. Karena ini adalah perjalanan lahiriyah andika selaku manusia. Saya tidak akan surut untuk terus berjuang bersama yang lainnya demi kembalinya kekuasaan Majapahit. Joyo De nto membuka pintu pagar. Dento. Ki Ageng Pengging junjungan andika tidak mau terlibat bahkan memilih sebagai pet ani dan hidup di pedesaan itu pun bagian dari taqdir. Ki Ageng Pengging. jelas Syekh Siti Jenar dengan wajah tena ng. Pantas saja Kebo Benowo dan k awan-kawannya sakti. Bukankah Syekh ini orang sakti? Tidak bisakah menghentikan taqdir itu? . Jika saya sudah tahu seperti ini mungkin tidak a kan berkunjung ke padepokan ini. Baiklah. Saya tidak paham. Kenapa didalam tidak ada orang? Lantas Syekh Siti Jenar memanggil saya d ari mana? Bukalah mata hati andika. Namun tidakah Syekh . dan tahu akan tujuan dari kehadiran andika ke padep okan ini. Syekh. Dan ruangan ini kosong. Bukankah aku ini sedang berada di depan pintu pagar padepokan? gumamnnya. Namun saya tidak bisa menemukan keberadaan andika selain suara. Pelan-pelan wujud keduanya yang sedang duduk bersila mulai tampak. sudah kehabisan kata-kata.

ujar S unan Bonang. Ya. Namun bukan hari ini masih ada beberapa saat. t entu saja akan mendapat hukuman yang sangat berat. Mungkin tidak wali yang pergi ke kademangan. seraya memutar gannya pada para wali dan ulama yang berkumpul dalam persidangan di dalam masjid Demak. Semoga Ki Demang memaklumi. Taubah angkara yang mengundang banjir darah. Seiring dengan terbukanya sayap malam. para wal i dan ulama saling tatap satu sama lain. Suna n Kalijaga memutar pandanganya. Demak Bintoro seben tar lagi akan kacau dan goncang .ara pejuang Majapahit yang tidak menyukai bayang-bayang kekuasaan Raden Patah. seandainya Syekh Si ti Jenar dan pengikutnya benar-benar menyebarkan ajaran sesat dan menyesatkan. Menurut hemat saya. *** Para wali yang saya hormati. Tidak mu ngkin? Bukankah aku suda memiliki strategi yang cukup hebat. Dento. Kenapa bisa bilang akan kena hukuman mati? Bukankah itu ucapan seorang pengecut? Belum bertindak sudah takut pada hukuman m ati yang dicap sebagai pemberontak dan mengganggu kesetabilan pemerintahan. Demang Bintoro mengagukan kepala. mengin jak yang berikutnya. batinnya. Joyo Dento sudah m eninggalkan padepokan Syekh Siti Jenar. Ki Demang. Kanjeng. Sa ya pun sependapat dengan Kanjeng Sunan Kalijaga. Semoga bersedia kiranya para wali mengutus seorang ulama atau siapa saja yang paham betul akan ajaran Islam.Baiklah. Ucapan itu diikuti oleh par a wali yang sedang bersidang. Saya setuju. juga Syekh Siti Jenar. Sepertinya dalam hati mereka ada sesuatu yang mengganjal. lalu ujung kakinya yang tidak lepas dari tatapannya menurun. sehingga dalam mengukur kesesatan ajaran yang disebarluaskan Syekh Siti Jenar tahu batasannya. menyertai Ki Demang? Keadaan hening sejenak. Mereka berdua sea kan-akan sudah tidak peduli pada urusan duniawi dan kekuasaan. Bag aimana jika saya saja? Jangan dulu. Masi h hidup malah berpikir dihukum mati. Maaf. Lantas yang mereka pikirkan. Hingga akhirnya habis dan kembali ke sebuah pohon yang dija dikan tempat menambat kudanya. Padahal mereka me miliki kemampuan dan ilmu yang cukup tinggi. Kanjeng. Sunan Bonang membalas tatapan Sunan Kalijaga. Mengapa persoalan ke . Sehingga saya pun akan melakukan penyelidikan yang lebih mendalam.. . timpal Sunan Kudus. Kanjeng! potong Sunan Giri. ditandai warna langit yang memerah laksana darah peperangan. Namun dalam hal ini kami b ukanlah seorang ulama dan tidak terlalu paham akan ajaran Islam. Benar benar tidak habis pikir. mengenai ajaran Syekh Siti Jenar yang tersebar di Kademangan. alangkah lebih baiknya sebelum bertindak dan melakukan penangkapan diadakan penyelidikan terlebih dahulu. langkahnya pelan mulai menginjak tangga paling atas. Etah apa yang terbersit dalam benak dan pikiran mereka masing-masing. Dia juga menyebut bahwa aku akan bertemu dengan kematian artinya kegagalan. timpal Sunan Muria. Ada apa Kanjeng Sunan Bonang dan Kanjeng Sunan Kalijaga? tatap Sunan Giri. Rasanya perjalan waktu t erlalu cepat untuk hal ini. ujar Sunan Giri. Sunan Kalijaga menatap Sunan Giri. Sunan Giri memutar pandanganya ke arah De mang Bintoro. Siapakah di antara ulama yan g siap melakukan tugas ini. Niat dan rencana saya sudah bulat untuk meruntuhkan kekuasaan Raden Patah demi kemba linya kekuatan Majapahit. itulah alasannya kenapa p ada hari ini ada persidangan. ujar Sunan Giri. Lap oran saya telah ditanggapi dan langsung dibawa ke mahkamah persidangan para wali . Saya mohon diri. Joyo Dento telah berada di atas punggung kuda. Sejalan dengan itu benaknya terus berpikir. mence rna setiap perkataan Syekh Siti Jenar begitu pula Kebo Kenongo. seraya bercakap dengan batin. Ki Ageng. la lu tangannya memegang tali kekang. Kanjeng Sunan Giri. lalu beradu tatap dengan Sunan Bonang. Kanjeng. yang diawali senja teramat singkat. Sud ah terjawab bukan? Apa yang saya maksudkan tadi? Terjawab? Joyo Dento semakin mengk erutkan dahinya. Cepat atau lambat itulah taqdir Sy ekh Siti Jenar. sebaiknya kita selidiki dulu. Benar. Kuda pun dicambuk hingga berlari kencang meni nggalkan padepokan Syekh Siti Jenar. t erjadi juga hal yang akan menyulitkan Syekh Siti Jenar. Lalu barometer kesalahan dan kebenaran yang berlandaskan pada apa? Ada kah yang sanggup? suara Sunan Giri memecah keheningan. lalu perlahan bangkit dari duduknya. Itulah keputusan kami selaku para wali. Ki Demang. seraya mengelus dada dan menarik napas dalam-dala m. Serta kami sangat memaklumi sekali atas segala putusan yang telah para wali am bil. T erimakasih. Saya kira para ulama merasa berat hati untuk menyampaikannya. ujar Kebo Kenongo lirih. Haruskah kita melaporkan hal ini pa da Sinuhun agar langsung mengirim prajurit ke Kademangan Bintoro untuk menangkap mereka. Kanjeng. seraya menunduk hormat. hingga menciprat di at as lapisan awan putih. tatapan Joyo Dento pe nuh pertanyaan ke arah Kebo Kenongo. tegakah berbuat seperti itu? Meski disisi lain mungkin harus juga kebenaran itu ditegakan. Kanjeng.

jiwa dan pikira nnya terhanyut oleh perkataan Ki Ageng Tingkir. . Tetapi yang kita pelajari dari beliau adalah ilmu kesa ktian dan keduniawian. Saya sendiri sangat kaget akan prilaku junjungan saya sendiri Ki Ageng Pengg ing. Joy o Dento mengacungkan jempolnya. Seperti suatu pe rtanda. Tujuannya pun berbeda. Kanjeng Sunan Giri. sehingga kami tidak keliru memberikan laporan. Semoga ilmu dia bisa saya andalkan. harta berlimpah.. Mungkin saya telah merepotkan yang hadir disini. Itu juga ada ren tang waktu dan perjalanan bagi semuanya . ujar Joyo Dento. Ya. Meskipun ini seb uah kejadian biasa. mereka bukan kita. Ki Benowo. Ki Benowo? Yang kita pelajari dari Syekh Siti Jenar bukanlah ilmu kebhat inan menuju jalan ma rifat. Gemp ol. Meskipun saya hany a sebentar berada di padepokan Syekh Siti Jenar. mereka mendapatkan ilmu demi tercap ainnya ma rifat dan kemanunggalan dengan Gusti. sangat jernih pemikiran andika. Padahal kala u seandainnya kita berhasil meruntuhkan kekuasaan Raden Patah. Selanjutnya saya m ohon diri. yang harus kita dapat adalah kekuasaan negeri Demak Bintoro. Bukankah Syekh Siti Jenar juga guru kita dan telah mengajark an ilmu yang kita pinta. Mereka tidak memiliki ambisi untuk menjadi apa pun di dunia ini. Ki Bisono. Benar. bahwa setiap senja matahari akan menyipratkan warna jingga? Tetapi ada hal yang aneh . Ki Beno wo. Gempol! Kita tidak perlu ambil pusing dengan mereka. Joyo Dento menganggukan kepala. Ki Benowo. Maksud. mengapa beliau rela berada dibawa h bayang-bayang kekuasaan Raden Patah. Ki. Karena kita bukan merek a. namun sejenak dahinya mengkerut. bagaimana kita menjadi perkasa dan penguasa. sudah barang tent u mereka berdua akan mendapat kedudukan yang pantas. Bukankah tidak hari ini. *** Ki Benowo. sehingga memiliki kesaktian tak terbatas. mengubah putihnya awan menjadi jingga. Mengapa Sy ekh Siti Jenar dan Ki Ageng Pengging tidak tertarik pada kekuasaan. Ki Ageng Tingkir dan para murid lainnya menyaksikan peristiwa it u dari ketinggian tangga yang menuju padepokan Syekh Siti Jenar. mereka itu telah benar-benar mempelajari ilmu yang di anut Syekh Siti Jenar? kerut Joyo Dento. Saya yakin mereka punya anggapan bahwa dunia ini tidak berarti apa-apa jika dibandingkan de ngan kebahagiaan jiwa yang sedang mereka rasakan pada saat ini. Disamping dukungan mereka y ang sangat kita butuhkan dalam lingkaran perjuangan ini. ujar Demang Bi ntoro. Ki Pringgoboyo seakan tidak tertarik dengan fenomena alam tersebut. sudah paham betul keadaan di sa na. Biarlah saya saja dan ahl i agama yang ada di Kademangan melakukan penyelidikan ini. tandas Kebo Benowo. Kanjeng? batin Sunan Bonang. Seperti sebuah pertanda. Jangankan andika. yang seharusnnya kebalikannya. Namun pertanda apakah gerangan jika memang itu sebuah pertanda? Ki Bisono mengerutkan dahinya. Ki Pringgoboyo. *** Matahari senja di langit sebelah barat tampa k menyipratkan warna merah. para wali yang saya hormat . l! tatap Kebo Benowo. Ki Ageng Tingkir menimpali. ternyata benar. Namun Ki Ageng sendiri punya wewenang untuk menjadi penguasa. Mungkinkah J unjunganmu itu terpengaruh oleh ilmu Syekh Siti Jenar. Ya. Tapi kita tidak berlaku seperti mereka? Karena jiwa kita belum sempurna. Ki Ageng Tingkir? Ki Bisono menatap. Be nar. meski hampir ada keterkaitan darah. Bukankah orang menjadi sakti dan menuntut ilmu itu demi kekuasan. Joyo Dento duduk di atas kursi ya ng berada di samping Loro Gempol. setelah mengucapkan salam menghilanglah dibalik pintu masj id Demak Bintoro. saya sangat paham akan dia Baiklah. Seakan-akan c ipratan darah di atas serpihan kain putih. Sedangkan bagi kita itu semua tida k mendapatkan tempat dihati.cil ini mesti seorang yang berpangkat wali turun tangan? Jika yang lain tidak ad a yang mampu saya kira barulah wali turun tangan. tatapan matanya menyapu wajah Kebo Benowo. Masa diantara para ulama yang hadir disini tidak ada yang sanggup? Mohon maaf. Bukankah kita juga mempelajari ilmu beliau? tukas Loro Ge mpol. Ki Bisono? tatap Ki Donoboyo pada rekannya. balas batin Sunan Kalijaga. sahaba . Pertanda? para murid Syekh Siti Jenar serempak bertanya. Sunan Giri menutup persidangan. sehingga dia tunduk dan s etia sebagai pengikutnya? timpal Loro Gempol. Ya. Ki Donoboyo. terang Kebo B enowo. tanpa menunggu perkataan lebih lanjut dari Sunan Giri Demang Bintoro b angkit dari duduknya. Heran? Kebo Benowo memijit keningnya. matanya be radu dengan tatapan Sunan Kalijaga.Janganlah andika berkata demikian. Maksud. Tidak masuk akal! L oro Gempol garuk-garuk kepal. Mungkin untuk tindakan selanjutnya kita menunggu penyelidikan Ki Demang Bintor o. Sepe rti yang saya duga. benar itu. Ki Chantulo. Tafsirkanlah dengan batin. Namun menurut h emat saya. itulah sebuah kenyataan. dan mendapatkan perempuan-perempuan cantik? Sudahl ah. Saya kira itu hal biasa. Bukankah Syek h Siti Jenar juga . Dia seakan-akan tidak peduli lagi pada tanah leluhurnya yang telah dikuasai Raden Patah.

Syekh Siti Jenar memutar tasbih dengan tangan kirinya sambil duduk bersila. Sukma meresap dengan alam. Ki Bisono menganggukan kepala. . bisik Ki Ageng Tingkir. Pertautan jiwa dengan alam telah kembali pada raganya masing-masing. tambah Ki Age ng Tingkir. Andika semua akan bisa mencapai tahapan tadi. Disamping kita pun sudah sanggup mengamalkan ilmu hamamayuning bawana yang diaj arkan Syekh Siti Jenar. Mata dan batinny a mulai terusik untuk menoba mentafsirkan fenomena alam yang sedang terjadi. Benar. namun meskipun demikian andika telah sanggup menyatu dengan alam meski belum sempurna. meski pun kita secara bertahap dan berangsur -angsur sanggup menggenggamnya. Pertautan antara alam raya dan ruh. Mereka memiliki satu tujuan mencoba menafsirkan dan menterjem ah ilmu hamamayu hayuning bawana. seraya berusaha keras membuka tabir dan membaca alam.tku. disampingnya Ki Bisono dan Ki Chantul o. setelah berupaya memakmurkan bumi. Namun sesungguhnya kami telah be rada pada tahap rahmatan lil alaminkah atau belum. Jasad mereka sama sekali tidak bergeming dari tempatnnya berdiri . rasanya ini benar. . Akhirnya andika pun a kan sampai pada tingkat penyatuan dengan alam. Ki Bisono. tukas Ki Bisono . Syekh? Andika sebetulnya tidak harus mendapat penilaian dariku. Biarlah Allah SWT. jingganya matahari. Begitu juga yang saya rasa kan. bukan s oal yang berat. jasadnya mulai merasa kan lagi semilir angin pegunungan. Sebentar lagi senja berganti malam. Namun dalam hal ini kita sangat kesul itan untuk mengurai pesan tadi. bertaut. ju ga pesannya kita kemukakan kepada Syekh Siti Jenar. Para murid Syekh Siti Jenar satu persatu mulai memasuki aula padepokan. S ungguh hebat beliau. itu sebuah pertanda buruk. maka jiwa m enyatu dengan bumi. Hamamayu hayuning bawana. semuanya berdiri laksana patung. Ki Ageng Tingkir? Ki Bisono berbisik pada Ki Ageng Tingkir y ang duduk disampingnya. lalu semuanya mengangkat kepala mendongak ke langit.Meskipun kita bisa merasakan belumlah bisa mentafsirkan te ng pesan yang alam sampaikan. Rag a mereka seakan-akan tidak merasakan hembusan angin senja itu. begitu pun Ki Pringgoboyo dan yang lainnya menyetujui. Hanya kita yang menerimanya ternyata berat untuk mengamalkan dan menguasainya. tidak sanggup beradu tatap. ujar Ki Donoboyo. Ki. tanpa a da redup. Ya. Ki Ageng Tingkir. Sehingga alam pun tidak utuh memberikan sabdanya. karena t ahapan kita belumlah bisa menyamai guru kita Syekh Siti Jenar. ber decak kagum. warna jingga. Bibirnya selalu melu ncurkan dzikir. dan mengambil tempat dud uk masing-masing bersila di atas tikar pandan yang terhampar. Kecuali hanya warna pekat yang disebut gelap gulita. Ki Chantulo mengangguk seraya mengacungkan ibu jarinya. merah darah yang menciprat di antara serpihan awan pun akan hilang semuanya ditelan gelap malam. Ki Bisono. yang lainnya mengikuti dibelakang. Nam un tidaklah terlalu jauh. Baru saja kita akan bertanya tentang sab alam dan pesannya. beliau sudah mengawali kalimat dengan yang akan kita tanyakan . Saya juga. seiring dengan langkah kakinya yang dipercepat menuju aula padepokan. Syekh. tanpa ada remang. istigfar. tetesnya embun. Saya setuju. Ki Bisono memecah keheningan. Ki Ageng Tingkir. Kekurangan kita kembali pada diri kita sendiri. dan bergumul. Ketika ingin menyatu dengan setia p heningnya malam. matanya menyapu setiap wajah yang duduk b ersila memenuhi aula padepokan. Meski sukma kita sanggup berkomunikasi dengan alam. ujar Syekh Siti Jenar. Ki Chantulo menarik napas dalam-dalam. Meski kita tidak bisa mengurai pesan yang disampai kan alam. walau pun belia u sangat murah hati untuk memberikan ilmu apa saja yang kita pinta. yang memb . yang telah andika amalkan belumlah cukup. Sejenak tidak lagi ada yang berbicara. Syekh Siti Jenar benar-benar waspada permana tinggal. yang ada di alam raya.Benar. tambah Ki Ageng Tingkir. Matahari semakin merendah. mulai melangkahkan kaki pelan. Tidak ada salah. Jika sekalian d alam pertemuan hari ini di aula padepokan fenomena alam yang kita lihat tadi. dan takbir pada setiap sela-sela perhentian bicara. batin menembus setiap serpih dan gerak. Rasanya sulit untuk meterjemah dan menafsirkan sab da alam? Padahal kita tahu maksud alam dengan kabaran dan berita yang dibawanya? ta mbah Ki Donoboyo. Ya. semilirnya angin. sorot matanya yang penuh wib awa seakan-akan sanggup menembus relung hati para muridnya. Benar. Ki Ageng Tingkir. namun jiwa dan rasa menyatu bersama batin. Tanpa cahaya. Ki Ageng Tingkir kembali menatap langit jingga. Ki Ageng Tingkir menarik napas dalam-dalam. sama sekali dalam gelap tidak akan pernah ada yang t erlihat setitik bentuk pun. hanya tinggal satu tingkat lagi. perlahan menyelinap di balik punggung gunung dengan warnanya yang semakin memerah. yang penting kita paham pada pesan yang disampaikannya. tatapan Syekh Siti Jenar menyapu wajah Ki Bisono yang langsung menunduk. hanya tinggal sela ngkah.

Setelah itu barulah manunggaling kawula gusti. Kebo Kenongo berucap. Lalu mereka lupa pada kehidupan hakiki. Ya. mereka yang merasakan sakit akan mati karena sebuah ketakutan dan keti daksiapan. Silahkan. yaitu di dunia ini. tawa. tetapi kematian itu sesuatu yang teramat indah dan menyenangkan. Akhirnya mati itu dibuatnya menjadi sesuatu yang menakutkan dan me nyakitkan. Syekh Siti Jenar menyapu wajah murid-muridnya dengan tatapan mata tenang dan penuh wibawa. Padahal banyak orang bilang jika dirinya sedang menebarkan rahmatan lil al amin. Ki Bisono mengerutkan dahinya. yang teramat tentram dan tidak terusik oleh sesuatu dan apa pun. Syekh Siti Jenar menghela napas sejenak. Bukankah telah saya katakan bahwa ketika kita berada pada tahapan ma rifat semuanya menjadi tampak. Benar. Meski pun demikian saya seda ng berupaya menuju ke tahap yang ingin saya capai. senang dan du ka. yang bersifat fana dan sejenak. serta harta benda dan kedudukannya. Bukankah ketika kita belum lahir ke dunia ini.Itu pasti akan tercapai. Padahal kapan pun dan dimana pun kita bisa menemuinya. tetapi saya kesulitan menuju tahapan akrab dan manunggaling kawula gusti. Sy ekh. atau mungkin sebaliknya hanya menjadi laknatan lil al amin. Andika tidak salah. Syekh Siti Jenar menghela napas dalam-dalam. Hal mati itu sangatlah nikmat dan menyenangkan. saya ingin kembali menanyakan tentang sabda alam tadi. Terlalu mencintai kehidupan du niawi. Sudahkah saya ini menjadi manusia yang telah memberikan rahmat bagi alam. miskin dan kaya. karena mereka berbuat demikian maka hasilnya pun akan me reka tuai pula. Padahal itu semua tid ak benar.Tidakkah andika melihat sabda alam tadi? kh Siti Jenar membelokkan tatapannya melalui jendela padepokan ke arah mentari y ang hampir menghilang di balik punggung gunung. Ki Ag engging. Syekh Siti Jenar menyapa wajah Ki Bisono dengan sorot matanya yang teduh dan tenang. Karena mereka tidak paham dan mengerti akan kematian. Alam memberikan pesan berdarah? Say a belum paham? Ki Chantulo garuk-garuk kepala. Bisa bermacam-macam. Namun maksudnya disini ada keterkaitan dengan Kerajaan Demak. Bukankah kematian itu banyak orang yang tidak mengharapkannya? ujar K i Pringgoboyo. nestapa. saya telah merasakannya pada tahapan ma rifat. Tentu saja. Karena kita berbeda dengan orang kebany akan yang tidak mengetahui sama sekali akan ilmu hamamayu hayuning bawana. Syekh. antara ucapan dan perbuatannya kontroversi. Namun sebaliknya. Syekh? para murid Syekh S iti Jenar serempak bertanya dan terkejut. Bisakah kita menentukan ajal sendiri? Setidaknya mengetahui da tangnya ajal? tanya Ki Bisono. . Sehingga dirinya diliputi r asa takut akan meninggalkan orang-orang yang dicintainya. Padahal kematian itu ha nyalah sebuah pintu menuju keabadian yang didalamnya bisa berbalut dengan kenikm atan. penderitaan. sebab cepat atau pun lambat pasti akan dat ang. Syekh. setelah melewati pintu mati. Syekh. Ki Bisono. tetapi dalam kenyataannya mereka malah menciptakan sebuah keruksakan dan k ehancuran. apalagi belum beranjak menjadi manusia de wasa yang mengerti baik dan buruk. urainya. Seperti yang dikatakan Ki Bisono. dan jabatannya? Ki Bisono angkat bicara. anak-anak. duka. tidaklah selalu menuai hasil baik . kesedihan. Ya. Mungkin mereka takut mati karena terlalu sayang pada istr i. Namun bagi kita yang mempelajari hamamayu hayuni ng bawana tidaklah seperti itu. Namun dalam hal ini saya hanya memberikan barometer bagi andik a tentang rahmatan lil alamin atau hamamayu hayuning bawana. Nam un andika jangan takut akan kematian. Lalu kita berada dalam akrab . Ki Chantulo! Maksud dar i berita kematian itu seperti apa? Bukankah kita semua pasti akan mati? Benar. Artinya berujung pada kematian. Karena kemat ian itu sesungguhnya menyatunya kembali jiwa kita pada dzat sebelumnya. kebanyakan orang sepert i itu. agar memudahkan jiw a ini menyatu dengan alam dan kembali padanya. Tidak harus sa kit atau menyakiti. ilmu dan akal. Orang takut akan kematian karena mereka menduga bahwa mati itu sangat sakit dan mengerikan. tambah Ki Chantulo. terang Syekh Siti Jenar.erikan penilaian. Makanya saya ajarkan hamamayu hayuning bawana. Biar lah mereka seperti itu. meski pun kita berusaha mengamalkan hamamayu h ayuning bawana. Kematian . Jika mereka tidak bisa menemui ajal kapan pun dan dimana pun. . Hasil pekerjaan apa pun y ang pernah kita perbuat di dunia fana ini akan kembali kita tuai dan nikmati di alam sana. Ki C hantulo. teta pi kita sebaliknya. k ehidupan yang sesungguhnya. Syekh Siti Jenar berhenti sejenak. Andika tida k harus membicarakan orang lain. bukankah hal itu tidak pernah kita rasakan sebelumnya? Itulah karena kita be rada dalam dzatnya. Maksud. itu semua tergantung kita men anamnya pada kehidupan sebelumnya. Selama kita tidak berhenti berusaha. Semuanya jadi tampak. Apalagi kematian itu bukanlah suatu hal yang men akutkan apalagi menyakitkan. Saya pun berpikir.

S emoga pula Allah SWT. Yang andika ajarkan dari Syekh Siti Jenar itu. terkait pula dengan kekacauan yang menga ncam keamanan dan ketentraman negara. Ki Sakawarki. amalkanlah hama mayu hayuning bawana. Mereka sejumlah pasukan pemberontak yang telah mendapat gemblengan olah kanuragan dari para pendekar berlatar rampo k. makanya ilmu hamamayu hayuning bawana sebagai pe nyempurnanya. Syekh? Bukankah kita tidak m elakukan kesalahan? Lupakah andika pada uraian saya tadi. Disanalah selanjutnya pusatkan sebagian kekuatan kita. Ki Sakawarki. tahmid. raut wajah Kebo Benowo berseri. Karena kehendak alam. jawab Joyo Dento. . Itulah hasil peru ndingan saya dengan para wali dan ulama di masjid Demak. lalu menatap pasukan berpakaian serba hitam yang berbaris rapih. Jadi ? Tidak perlu takut. Hai. seraya jari-jemari tangannya memainkan untaian m ata tasbih. karena berada tepat di pinggiran hutan. kuda. Saya kurang paham? Ki Biosono memijit keningnya yang dikerutkan. *** Malam ini cuaca cerah. lalu menatap tikar pandan yang didudukinya. Rahmatan lil alamin. memikirkan diri send iri pun sudah tidak tenang. Benar. terkait pula dengan banyak persoalan. Bertebaranlah seperti sebelumnya andika di atas tanah jawa dwipa ini untuk menyebarluaskan ajaran agama Islam. hamamayu hayuning baw ana. Namun s udah memungkinkankah kita menggempur Kademangan Bintoro? Saya kira mungkin. Lihatlah bintang -gemintang berkedap-kedip di langit! Joyo Dento mengangkat kepalanya mendongak ke langit. su natullah. Sebab kekuatan Kademangan Bintoro sudah melemah.andika memang cerdas. Rasanya saya sudah tidak s abar ingin memenggal leher penguasa Kademangan Bintoro! . Syekh. juga beberapa santrinya. tahlil dan tasbih. Dento. tera ng Joyo Dento. Ki Benowo. Disamping ilmu keprajuritan dari Joyo Dento. ujar Ki Bisono. ujar Ki De mang Bintoro. Kebo Benowo dan kawan-kawan. bayaran. namun itu semua saya dasari dengan keikhlasan dan keridlaannya. Ki Ben owo. Apalagi membela negerinya dari serangan kita. s erta pengaruh. senjata. lalu perleb ar sayap. dan ditambah beberapa prajurit senior. Tidak perlu kalian mengasiha ni musuh sebelum mereka bertekuk lutut! Siap! jawab pasukan gelap sewu serempak. T erkait pula dengan persoalan keyakinan. Jika memang demikian keputusan sidang para wali. saya setuju! ujar Loro Gempol diiringi tawanya yang berderai. Daya pikir rakyatnya sudah terpengaruh dengan ajaran hidup untuk mati. Baguslah jika telah siap. Sasaran pertama ? Tentu saja sesuai dengan rencana. Di ruang pendopo Kademangan Bintoro tampak Ki Demang. Malam ini kita har us bisa melumpuhkan Kademangan Bintoro. Kebo Benowo mengangguk-angukan kepala. Kapan kita aka n berangkat? Loro Gempol menyilangkan golok di dadanya. Hah aha bagus jika andika semua sudah siap! Kita akan bergerak dan bertindak sesuai re ncana yang telah disusun Joyo Dento. bukankah saya sudah membekali andika semua dengan ilmu sehing ga tidak menjadikannya aneh dan menakutkan. Hahaha . ujar Joyo Dento mendeka t.Kita akan melakukan penye n jelang tengah malam. para pasukan gelap sewu! Andika dalam penyerangan nanti jangan ragu-ragu untuk membunuh. terang Loro Gempol. Mereka percaya sepenuhny a pada setiap nasehat Joyo Dento. Amin. seringai Kebo Benowo. dan akal. Meski andika tahu akan hal tadi. Saya kira mereka suda siap. meridloinya. Sebaliknya kenikmatanlah yang akan k ita sambut. Saya tetap ak an menebar rahmat bagi sekalian alam. Karena apa pun yang saya lakukan dalam penyebaran agama Islam ini bukan untuk mencari popularitas.Rasanya. terang Syekh Siti Jenar tenang.yang dimaksud disini terkait dengan para penguasa negeri Demak Bintoro. Baga imana kesiapan andika semua? Kebo Benowo keluar dari sebuah pendopo yang dijadika n markas. Meski berada d alam ruangan tetap angin malam menyelinap melalui lubang-lubang angin yang membe ntengi pendopo Kademangan Bintoro. dari mulutnya meluncur dzikir. Jika sudah berhasil. Joyo Dento setengah berbisik. tidak perlu dipahami untuk saat i Pemahaman tentang hal tadi akan andika genggam menjelang peristiwa itu mendekat . Disini tidak lagi berbic ara siapa yang benar dan salah? Karena ini semua sudah menjadi kehendak alam. insya Allah saya m . ulama yang dianggap berilmu paling tinggi di Kademangan. istigfar. mengusik pori-pori kulit meski berpakaian tebal tetap terasa. Hebat juga pengaruh ilmu Syekh Siti Jenar jika demikian terutama untuk membuat kekacauan. apalagi jabatan atau kekuasaan. Baiklah. Persiapkanlah diri kalian. udara terasa semakin ding in. Tempat yang mereka diami terpencil dari penduduk. Kenapa mesti beritanya sampai kepada kita? Seakan-akan itu semua akan kita alami? Ya. langsung kita duduk i dan kuasai. sehingga mereka banyak yang bunuh diri dan tidak semangat hidup. Dento. Mengapa hal itu mesti harus menimpa kita. Ya. Syekh Sit i Jenar menghentikan bicaranya. Ketika mereka lengah dan baru saja menuju tempat tidur untuk bercengkrama dengan mimpi-mimpinya. Malam semakin larut.

ujar Santri penuh hormat. Ki Sakawarki. tangannya dikepalkan sekuat tenaga.. Kemarin saya melewati pasar. mereka telah berani meng atakan bahwa hak hidup mereka dirampas oleh penguasa Demak. terang prajurit. mati itu indah. Tobaattttt . Ki Sakawark i. Serta dari mulutnya komat-kamit menyebut nama syekh Siti Jenar.Dalam keremangan malam yang diterangi kerlap-kerlipnya bi tang di langit. Itulah yang mereka sebut-sebut ketika melakukan peny erangan di luar sana. Tidak ada artinya kita hidup jika hak kita diram pas oleh penguasa Demak. Ki Deman g Bintoro bangkit dari duduknya. tangannya terkepal giginya gemeretak. Mau tidak mau sekarang juga harus bert indak dan mengadakan perlawanan. belum juga Ki Demang melanjutkan perkataannya. dengan terges a masuklah seorang prajurit penjaga. menerjang gelombang pasukan pr ajurit Kademangan Bintoro yang berlapis-lapis. Ki Demang Bintoro menggelenggelengkan kepala. Ki Demang. dibarengi suara benturan s enjata. kedua telah berani mempengaruhi rakyat untuk berbuat makar. Besok pagi akan saya kerahkan para san tri menyertai para prajurit kademangan untuk melakukan penangkapan. di sana banyak orang miskin yang berbicara ng elantur. Sa nggupkah kiranya kita mengalahkan mereka? Tidak perlu ragu. Ngelantu rnya seperti apa sehingga andika menyimpulkan sesat? Mereka berbicara bahwa hidup itu lebih indah dari pada mati. Ki Demang. Benarkah? Benar. Apa yang dibicarakannya? Ki Sakarwaki menyapu wajah santri dengan tatapan matanya. sesungguhnya bukan hanya rumor. Seluruh prajurit harus berpera ng dan menumpas antek-antek Syekh Siti Jenar. begitu ju ga para santrinya. ternyata dia murid Syekh Siti Jenar. Hahaha . Bulan belum lagi menjadi purnama. Pertama menyampaikan ajaran sesat. Mohon maaf. seraya kemba li menghunus pedang dan mengenakan pakaian perang. Loro Gempol terus mengamuk. Murid Siti Je nar? Ki Sakawarki tercengang. terhuyung dan roboh dengan luka parah di lambun gnya. belum juga mulutny a terkatup sudah diusik oleh suara yang menganggetkan. . . Guru. Ilmu Syekh Siti Jenar men yertai kita! teriak Loro Gempol yang berada di atas punggung kuda.! teriak seorang prajurit yang te rkena sabetan golok Loro Gempol. ujar Ki Sakawarki. Apa yang terjadi diluar sana? Celaka. Apakah kita akan langsung menangka p Syekh Siti Jenar? Atau segera melaporkan hal ini pada Para Wali dan Raden Pata h? Sebelum melaporkan ke kerajan Demak dan para Wali sebaiknya kita melakukan pena ngkapan terlebih dahulu pada pengikutnya. diikuti Ki Sakawarki beserta para santri nya dan pasukan prajurit. Saya kira alasan seperti itu sudah cuku p untuk melakukan penangkapan terhadap Syekh Siti Jenar dan pengikutnya. Saya punya . dengarlah teriakan lela ki yang sedang mengamuk dan berusaha menerobos lapisan prajurit kita! bisik Ki Sa kawarki. Ki Demang segera memasuki kamarnya.Bagus. Beraninya Syekh Siti Jenar mengajari rakyat Kademangan Bi ntoro untuk berkata lancang! Jelas selain menyesatkan juga punya tujuan makar te rhadap pemerintahan yang syah. Hidup untuk mati. Ki Demang. Ki Sakawark i? Mengagunggkan Syekh Siti Jenar dan merendahkan para wali terhormat.perlihatkanlah kehebatan kalian para prajurit dan petinggi negeri Dem ak! Saya yakin ilmu para wali tidak akan bisa mengalahkan ilmu guru kita. Kademangn kita telah diserbu para murid Syekh Siti Jenar . Ke . Langsung merunduk di hadapan Ki Demang sera ya menghaturkan sembah. Betapa angkuhnya dengan kesaktian yang dimilikinya. Ki Demang. Yang paling celaka. Benar pendapat. Benar. Tetapi benar yang kita simpulkan tadi. Guru. Ki Demang. Syekh Siti Jenar yang agung. Itulah yang saya dengar dan lihat. Namun benar bahwa ajaran Syekh Siti Jenar yang menyesatkan telah tersebar di Kademangan Bintoro. Hahaha . Berarti itu bukan hanya dugaan. Ki Demang! Ki Sakawarki menganggukka n kepala. Jangan segan-segan untuk bertindak tegas! selanjutnya keluar dari ruangan. Guru. Sudah sepantasnya kita mengadakan tindakan dengan segera! Ya. Sepertinya ada peretempura n. menerobos pasu kan lawan sambil membabatkan goloknya.ulai besok akan melakukan penyelidikan yang lebih mendalam tentang ajaran Syekh Siti Jenar. Serb !! tiba-tiba terdengar teriakan di halaman kademangan. Mati itu ind ah? Celaka! Ki Sakawarki terperanjat. Ki Demang? Ki Sakawarki bangkitdari duduknya seraya menghunus keris. Karena merek a telah melakukan dua kesalahan. Ki Demang.jangan sisakan yang tidak mau menyerah. Ada apa diluar sana? Ki Demang Bintora tersentak kaget. ujar Ki Demang. mukanya berubah angker. Menurut y ang saya ketahui. Mohon ampun. Agar pelaporan kita disertai oleh bukt i yang meyakinkan. Ki Demang tersentak. Besok pagi saya akan memerintahkan beberapa ora ng prajurit untuk melakukan penangkapan! Saya minta agar Ki Sakawarki beserta pa ra santri menyertainya! Baiklah. di pelataran kademangan Bintor o tampak berkelebatannya bayangan prajurit dan pasukan Gelap Sewu yang sedang be rtarung. hidup Syekh Siti Jena r! ki santri berhenti sejenak.

Mak hluk apakah yang menendang dadaku hingga terasa sesak dan panas . Ki Demang! pasukan pemanah bersiap. Mungkin inikah y ang dinamakan sesat? Siapa yang sesat? Andikalah dan para wali. Aku jadi kehilangan kejaran.!!!! Pasukan pemanah bersiaplah kalian di belakangku! Jika pasukan terdes ak. Jika pimpinannya rob oh mereka akan mundur. Saya kira pasukan mereka harus ditutup ruang geraknya. berlumur . ujar Ki Demang Bintoro. Ki Demang. Ki Sakawarki. seraya menyilangkan golok di dadanya. akan melindungi kita. murid Syekh Siti Jenar bunuh diri dengan membenturkan kepalanya ke dinding hingga kepalanya pecah. Ketika langkah keduanya hampir mendekat. benar buka n mereka muridnya Syekh Siti Jenar? Ki Demang Bintoro berdiri di samping Ki Sakaw arki. K ebo Benowo dengan cepat menyambar tubuh Loro Gempol yang terhunyung-huyung. seraya memacu kudanya dengan cepat. Mari kita tanyai! . Ki Demang Bintoro menggeleng-gelengkan kepala saat melihat j asad anggota pasukan Gelap Sewu yang terbujur kaku dengan kepala pecah. Ki Sakawarki tanpa menunggu ucapan Ki Demang berikutnya. berbarengan dengan tendangan kaki kanan nya yang menghantam dada Loro Gempol. Siapa andika? Mengapa bisa terbang seperti Syekh Siti Jenar guru saya? Saya Sa kawarki. Ya. Sulit juga menangkapnya. Maka jihadlah jalan keluarnya . Ki Sakawarki. Ki Demang menunjuk ke utara. Lalu robohkan pimpinannya yan g sedang mencoba menembus lapisan pertahanan para prajurit. tinggal melepas sesuai perintah. Karena tebasan senjata para prajurit seakanakan tidak bisa melukai tubuhnya. Andika harus ditangkap karena telah ber ani melakukan pemberontakan dan Hiatttt . Menyampaikan kabar bahwa. Ki Sakawarki melangkah pelan dis amping Ki Demang Bintoro.belum juga Ki Sakawarki selesai berbicara. Hi aaaaattttt . serta mengangkut korban tewas. seraya dirinya menghun us keris dan melesat ke angkasa melewati barisan prajurit yang berlapis-lapis. para prajurit penjaga berteriak. Orang ini kita bawa ke pu sat kota Demak untuk memasuki persidangan para wali sebagai saksi dan bukti.keyakinan Allah SWT. Ternyata ilmu yang andika pelajari dari Syekh Siti Je nar tidak seberapa? Ki Sakawarki mendekat. Dina ikan ke atas kuda dan melarikan diri dari pertempuran. namun Lego Benongo menghadangnya. Bukankah andika murid Syekh Siti Jenar yang sakti? Ki Sakawarki melayang da n berdiri dihadapan Loro Gempol yang terhuyung. yang lainn ya menolong yang terluka. Kematian itu indah. talinya ditarik. Lalu menukik ke bawah. sejenak berdiri dan mencerna ucapan Lego Benongo. seray a kakinya melangkah pelan.Aduhhhh . Sebagian berjaga-jaga. bagaikan burung elang dengan sorot ma tanya yang tajam. seraya tangan kirinya memegang d ada. Diman a dia? Dia berada dalam penjagaan para prajurit.Baiklah. Biar saya yang akan loncat dan mero bohkannya! ujar Ki Sakawarki seraya bersiap-siap untuk loncat. Mereka pintar menyelinap! Kademangan Bintoro telah t erbebas dari pemberontak! teriak para prajurit. Karena kematian lebih baik dari hidup miskin dan te rjajah. Mundurrrrrrr!!!! teriak Keb o Benowo.membakar sekujur tubuhku . Jangan lari keparat! Ki Sakawarki be rsiap untuk mengejar. setelah itu melarikan diri. . Tidak salah yang andika ucapkan. Mereka terlih at berlarian dari medan tempur setelah pimpinannya menghilang ditelan gelapnya m alam. Kelihatannya dia bu kanlah orang yang mudah dikalahkan. bertindaklah kalian! Siap. hingga dirinya terpental dan jatuh dari punggung kuda. kehid upan ini adalah penderitaan. untuk melepas an ak panah. namun mungkinkah beliau mengajarkan ajaran seperti ini? Mengapa tidak mun gkin? ujar Ki Demang. mudah-mudahan bisa memperk aan kita dalam persidangan di majelis para wali. Andika mengaku muridnya Syekh Siti Jenar dan m enganggap remeh para wali. muridnya Sunan Kalijaga. Busurnya sudah dipegang dengan kuat. Sangat kuat pengaruh ajaran Syekh Siti Jenar. Keduanya saling tatap seraya men gurut dada dan menarik napas dalam-dalam. Tidak ada salahnya jika saya mencoba menghadapinya d emi mempertahankan tanah tercinta dari kedzaliman. Mendengar kabar demikian. Ki Sak awarki mengincar salah seorang pasukan gelap sewu untuk ditangkap. Ki Sakawarki dan Ki Demang terkejut.!!! betapa terperanjatnya Loro Gem tika ada lelaki berjubah putih yang turun dari langit dan mengirimkan tendangan keras ke arah dadanya. anak panahnya di pasangkan. Tubuh Ki Sakawarki yang melayang di angkasa terlihat sangat enteng dan ringan. Ki Sanak? Ki Sakawarki mengurungkan ger akan silatnya. Lihatlah jumlah pasukan kita lebih ba nyak jumlahnya dibandingkan dengan pasukan musuh yang berpakaian serba hitam. juga penguasa nege ri Demak Bintoro yang sesat? lalu Lego Benongo menyelinap di antara lautan prajur it yang merangsek. ujar Lego Benongo. Bukankah kita sudah berhasil menangkap hidup-hidup salah seo rang muridnya yang mengaku anggota pasukan gelap sewu. saya kira di dunia ini tidak ada oran g yang hebat kecuali Allah. hamamayu hayuning bawana.

. Padepokan Syekh Siti Jenar telah dekat. tidak ada kecual i. tangannya berkali-kali memijit dadanya. tidak menghentikan langkahnya. Kebo Kenongo berdiri dihada pan Syekh Siti Jenar. Ke terlaluan Syekh Siti Jenar ini. Cukup bukti kita untuk kembali melaporkan hal ini ke hadapan para wali. Benar. Ki Ageng Pengging. Kebo Benowo loncat dari atas kuda. Prajurit kuburkanlah me reka dengan layak. Mengapa suaranya . Ki Sakawarki.. terang Kebo Benowo. Syekh? teriak Kebo Benowo. Aduhhhhh . tangannya memijat dada. Syekh. Lalu suara tadi? Loro Gempol menggeleng-gelengkan kepala. benar yang saya katakan. wajah Loro Gempol mendadak pucat dan cemas. Jalan yang membelah Desa Khendarsawa aka n melintas ke arah padepokan Syekh Siti Jenar. Gempol. mempercepat langkah kuda yang ditungganginya. perlahan menurunkan Loro gempol yang terhuyung. Omong kosong! Jika memang demikian tentu dia tahu ketika kita berada dalam kesulitan . kirimkan sinar terang dan kehangatannya.an darah. Meringis kesakitan. Karena wujud saya tidak di sana. begitu juga Loro Gempol. Bukankah yang berada di halaman padepokan itu Syekh Siti Jenar dan Ki Ageng pengging? Sedang bercaka p-cakap. sebab perjalanan kita memakan waktu h ampir seharian. Guru? ujar seoran g santri yang berjongkok disampingnya. keluhnya. tangan kirinya menuntun kuda disebelahnya. Andika belum paham juga dengan ajaran hamamayu hayun ing bawana. setelah mengi kat kedua kuda tunggangannya di bawah pohon rindang. Cahay anya menerobos setiap celah dan ruang yang berada di atas bumi. . Kebo Kenongo menganggukan kepala.sakit sesak . Tuh. keningnya meneteskan k eringat dingin. Gempol. terang Ki Sakawarki. itulah ma rifat. Ki Demang. Saya setuju. . Syekh Siti Jenar mengibaskan jubah hitam yang berlapis kain merah di dalamnya. Syekh. Hingga keduanya telah berada di atas tangga terakhir.. Maafkan saya. Setelah itu baru keesokan harinya kita bisa menguburkan setelah diperiksa para wali. Menurut hemat saya sebaiknya jasad ini kuburkan saja di sini selay aknya. Demang Bintoro menganggukan kepala.Penunggang kuda yang berada disampin kanannya tampak tegap dan kuat. Itu beliau.. Tidak perlu bi cara seperti itu. ra Syekh Siti Jenar semakin menempel di dalam gendang telinga keduanya. seluruhnya terbagi sesuai dengan ketinggian matah ari berada. tampa k terhuyung. *** Pa depokan Syekh Siti Jenar yang berada di kaki bukit Desa Khendarsawa. Terasa lebih nikmat dibanding berada pada t ahapan thariqat. Ki Benowo. dalam jarak beberapa depa dari gerbang padepoka n. Keduanya menaiki tangga dengan berat. kita sudah bisa mengambil kesim pulan bahwa benar ajaran Syekh Siti Jenar itu sesat dan menyesatkan. terang Ki Sakawarki. kita harus segera melapor ke pusat kota D emak! Demang Bintoro menganggukan kepala. Benar. Kenikmatan dalam ma r ifat sepertinya sangat indah. . Ajarannya yang kita anggap sesat. Syekh. Hussss hiahhh! Kuda yang ditunggangi Kebo Benowo dan Loro Gempol. Gempol. Tenang. du a orang penunggang kuda bergerak cepat. Tidak ada maksud untuk menjelekan lalu memutar kepalanya. Sebagai bukti tidak ada salahnya jika ja sad ini dibawa. Ya. tidak pula membeda-bedakan. sedang berbincang-bincang dengan Ki Ageng Pengging. mencari wujud yang memiliki su ara. Matahari pagi mulai meninggi. ketika saya sudah berada dalam tahapan ma rifat.Andika tidak akan bisa melihat saya di sana. mati hidup. bisik Kebo Benowo. Saya sudah tidak kuat l agi. Ki Sakawarki berjongkok disamping jasad. gerutu Loro Gempol. terdengar suara Syekh Siti Jenar tepat ditelinga keduanya. Gempol? Ya. M a rifat itu berada dalam alam jiwa. justru harus sebaliknya. Kita tanyakan semua ini p ada guru kita di padepokan nanti. matanya terbela lak. Tapi dia beraliran sesat. Tidak ada salahnya jika jasad ini dikubu rkan berbarengan dengan korban lainnya. begitu juga para korban tewas lainnya. Punya ajian apa sesungguhnya Kiai Kademangan De mak itu? Saya juga tidak tahu. ujar K ebo Benowo. Bukankah jasadnya tetap perlu kita hormati dengan penguburan yang selayaknnya. Adikan masih tidak menyadari juga kal au guru kita ini memiliki kesaktian tinggi? Apa pun yang kita bicarakan meskipun jauh beliau bisa mendengarnya. Syekh Siti Jenar menganggukan kepala. Ajaran hidup mati. lalu memerintah. persis di depan jalan menanjak. Tadinya saya ragu. keluh Loro Gempol. Sedangkan kita sekarang berada . tidak bisa mencapainya. Sssssssttttttt Kebo Benowo me letakan telunjuk dimulutnya. Syekh ? Kebo Benowo terperanjat. Keparat! geram Loro Gempol. Nun jauh di atas jalan yang terbentang panjang dan penuh kelokan. s angatlah sulit untuk mengungkapkannya dengan kalimat. berhenti di kaki bukit. . Tanah b ukit yang dipapas menyerupai anak tangga bertingkat itu tepat berada di bawah pa depokan Syekh Siti Jenar. Kasihan jika harus dibawa ke Demak. Dunia ini terasa sangatlah kecil dan tidak berarti . tampak heni ng.bukankah ka lian tidak boleh menebar kerusakan dimuka bumi ini. langkahpun tidak seimbang. tinggal di dataran tinggi . Dimanakah .

jiwa pun bisa keras seperti wujud. manunggaling kawula wujud. kesombongan. Satukanlah jiwa dan jasad itu. tidak perlu men capai ma rifat. dipadukan deng an batin keluar tenaga dalam. jiwa maujud jasad. genapkanlah yang ganjil. Namun itu bukanlah mat i. . Saya sudah kembali pulih. Syekh. membuat musuh terpental. Kebo Kenongo mengangguk-anggukan kepalanya. tetapi hanyalah syarat yang dinamakan kehidupan bagi orang keb anyakan. emosional. lalu melangkah mengitari yang sedang bersila. Kebo Kenongo mengangguk. sebab jasad yang saya lepas dalam keadaan hangat. kedipun seakan-akan hilang dari kelopak m atanya. inilah jasad. maka menyatu. semangat untuk menc ari lawan. tidak bergerak. Ilmu itu milik Allah.. ngo terbelalak untuk kesekian kalinya. merubahnya. Ini lah jiwa. Sembuhkanlah dada saya yang terasa sakit dan sesak. terang Syekh Siti Jenar. Termasuk hakikat dan thariqatnya? Benar. mengobati rasa sakit yang di derita Loro Gemp ol. Kebo Kenongo terkagum-kagum. lalu Syekh S iti Jenar duduk bersila di atas rumput hijau. Syekh. karena kanuragan masih berada dalam lingkar jasadyah. Syekh? Tentu. Terimakasih. Hanya gerak dan geriknya be rada di luar. rapatkanlah yang renggang. Harus selalukah mengeluarkan tenaga dalam dengan batin? Maksud batin disini bukanlah ada pada tingkatan ma rifat. Ma rifat itu seakan kita berada di atas ketinggian dan bisa mencapai ke segala arah. Krak. Saya berada dalam pohon. Syekh. Syekh Siti Jenar mengangkat bah u Loro Gempol agar tidak lagi mencium kakinya. Hingga wujud ini bisa menjadi halus seperti jiwa. menyatukannya kembali. memukul. Saya adalah manusia biasa. Kebutuhan jasad adalah syarat hidup. menyaksikan Syekh Siti Jenar yang telah keluar dari dalam batan g pohon. se telah itu kembali. Sebelum akrab ma rifatlah seutuhnya. perlahan tubuhnya menembus pohon. tetapi pikir an dan hati yang terfokuskan. Syekh. Jadi saya baru mengenal diri? Setelah itu kenalilah Gustimu. Bisakah semua ilmu yang Syekh miliki diturunkan pada saya? Jika andika mau.dalam alam jiwa dan jasad. Syekh Siti J enar hanya dengan tatapan matanya. barulah akrab. benar-benar sakti. Syekh Siti Jenar mengan gukan kepala. kalau ilmu ma rifat lain kali saja. dekatkanlah yang jauh. saya hanya memberi petunjuk. Loro Gempol dengan penuh hormat mencium kaki Syekh Siti Je nar. Meskipun sangat hebat dan sakti orang yang berada dalam tahapan ma rifa t tidak akan sewenang-wenang mempertontonkan kesaktiannya. Ki Ageng Pengging.dan sanggup menjalaninya. lalu mengeluarkan sebelah tanganya dari dalam. baru berani mende kat. Manunggaling kawula wujud? Maunggaling kawula wuju d. menyent uhnya.Subhanallah . sempurnakanlah ma rifat itu . Kebo Benowo dan Loro Gempol sama sekali tertahan menyaksikan Syekh Siti Jenar dengan ilmunya yang tin ggi sangat sulit mencari bandingannya. ujar Syekh Siti Jenar. Saya paham. Untuk mencapai ilmu kanuragan dan sebangsanya yang meliputi kekuatan jasadyah. Andika mendapat tendangan petir geni dari Ki Sakawarki. ma rifat seutuhnya. berada pada tahapan apa? Dalam tahapan syariat. . Itulah manunggaling kawula wujud. Syekh Siti Jenar berhenti sejenak. Perlahan keluar sa tu sosok Syekh Siti Jenar lain. Satukanlah yang terca bik. Jadi ma rifat yang saya alami belum utuh. meski sebetulnya tidak makan pun tida k akan merasa lapar. Jasadiah yang dilatih akan menghasilkan kanuragan. Sekarang turun . Kita sebelum mengenal Gusti dan menuju akrab. Betapa hebatnya ilmu yang Syekh miliki. hingga berikutnya manu nggaling kawula gusti. merasakannya . Jasad tetap harus terbungkus pakaian dan jubah. Lantas orang yang bisa meringankan tubuh dan mengeluarkan tenaga dal am. karena segala hal dal am dirinya telah terkendali termasuk nafsunya. Hingga manunggaling kawula wujud. Syekh. Saya paham. Allah. diremasnya hingga bertebaran laksana debu. keangkuhan. dan amarah. terang Syekh Siti Jenar. lalu membuka telapak tangan dan dihentakan pada bat ang pohon. mesk i bukan kepuasan. Ya. Dalam tahapan ma rifat seutuhnya manusia bisa memisahkan jiwa dengan jasad. Wujud adalah jiwa. jasad maujud jiwa. Syekh Siti Jenar melangkah pelan. dan jatuh di samping Kebo Kenongo. Baiklah. menikmatinya. Tidak bisa kah jika ilmu kesaktian Syekh langsung diturunkan pada saya? Ilmu kanuragan sangat mudah diturunkan! Namun untuk mencapai tahapan ma rifat perdalamlah sendiri. Namun kita makluk yang memiliki jasad. jangan melupakan kebutuhan jasad! Meski kita berasa pada tahap ma rifat seutuhnya. Tahapan orang yang mengenal dirinya. jiwa adalah jasad. maka disitulah ma rifat seutuhnya akan ter wujud. Tentu saja akan terasa sesak dan panas . Syekh Siti Jenar lalu memukul batu padas seukuran kelapa. rintih Loro Gempol. Lanjutkanlah. hendaklah mengenali d ulu diri sendiri. patah. Ki Ageng Pengging. janganlah menyiksa d an memenjarakan kebutuhannya.. itu hanya menjelaskan manunggaling kawula wujud. Konsentrasi. saat ini sudah masuk pada tahapan yang saya maksud. matanya seakan-akan tida k bisa berkedip.

Gempol . pertama manunggaling sifat. Saya berikan dua arti. Dia lebih cenderung untuk menterjemahkan. Saya paham. yang sudah turun dari p adepokan Syekh Siti Jenar.kanlah ilmu menendang yang lebih hebat dari Ki Sakawarki. Masih ada orang sepe rti dia? Kenapa pula Syekh memberikan ilmu dengan mudah kepada mereka? Tidak sepan tasnya kita sebagai makhluk Allah menyembunyikan ilmu. Ma nis dan Asin. menyembunyikan pun demikian. Kebo K enongo menempelkan telunjuk dikeningnya. Itulah yang dikatakan manunggali ng sifat. Apalagi yang saya inginkan? Meski saya kur ang begitu paham maksudnya. lalu tanya oleh Ki Ageng Pengging. Terkadang ga mpang dicerna. Sebelumnya saya akan bertanya pada. Tidak k lagi. ajaran tadi dalam tahapan syariat. Semuanya akan mengatakan sama. seperti sa ya uraikan sebelumnya. bukankah kita berada dalam manunggalnya. Terkadang manusia berpikir. dan Maha Penyayang. Na Sunan Kalijaga tidak seperti saya cara mengajarkannya. Lihatlah tangga yang menuju padepokan saya. Kiki r itu adalah sipat Syetan. O ya Kebo Kenongo mengangguk-anggukan kepalanya. juga ilmu politik. Dia tidak mudah memberikan ilmu yang lebih ting gi tahapannya . betapa berat untuk mendapatkannya. Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapainya. Karena sipat-sipat Allah itu bukan un tuk dibicarakan dan dibahas secara panjang lebar. jika dia ingin berkuasa tentu s udah menjadi raja. Berika n pula gula dan garam ini pada seratus orang. mele pas kekuasaan dan keduniawian. tendangannya menghantam batu. Syekh. Karena dia seperti halnya Ki Ageng Pengging keturuan darah bi ru. Jika itu dilakukan maka kita bertentang an dengan sipat Allah yang Maha Pemurah. ujar Syekh Siti Jenar. Akhirnya saya bisa mebalas Ki Sakawarki. kedua manunggaling dzat. Syekh Siti Jenar berhenti sejenak. Terletak di hal aman padepokan. Ki Ageng Pengging! mam Kebo Kenongo. Benarkah itu. menyatulah didalamnya. Maks udnya? Manunggaling sifat. kebutuhan jasady ahlah yang paling utama. Bergerak luruslah dengan sipat-sipat Allah. Terimaksih. Hhhhhmmmmmm . Karena mereka masih berada dalam tahap syariat. dan Maha Penyayang. Kebo Kenongo menarik napas dalam-dalam. maka jika demikian haruskah diberikandengan cuma-cuma? Syekh s endiri? Itulah saya seperti Ki Ageng Pengging lihat.Gempol Kebo Kenongo hanya mengg elengkan kepala menyaksikan Loro Gempol dan Kebo Benowo. dan buday a. Kebanyakan manusia terkadang sang at keberatan jika orang lain menginginkan ilmu yang dimilikinya? Tentu saja. Terutama Sunan Kalijaga. Karen a masih menyatu dengan kebalikan sipat-sipat Allah. Hingga lenyap ditelan ketinggian. betapa susah untuk merai h ilmu. Sekarang juga saya mohon pamit. terang Syekh Siti Jenar. Namun yang dimaksud Manunggaling Kawula Gusti menurut Syekh? Manunggaling Kawula Gusti? Syekh Siti Jenar lantas berdiri di atas satu kak i. Sunan Kalijaga setelah memperdalam ajaran Islam. terang Syekh Siti Jenar. Nafsu duniawi itu akan sirna. sosial. Pulanglah! Ilmu itu suda h andika miliki. *** Selamat datang di Masji . Dia berada dalam lingkar kekuasaan Demak. Biarkan mereka mengecap dengan lid ahnya. Maha Pengasih. tetapi harus diamalkan. Mengapa Syekh memberikan apa saja yang diminta orang tanpa mela lui tahapan? Bukankah tadi telah saya uraikan? Kenapa tidak jika saya telah berada dalam lingkar dzat Maha Pemurah. Syekh. Mengamal kan itulah yang berat. menyampaikan. . hancurlah berkeping-keping. yang saya ungkap tadi. Lihatlah tentang gamelan dan wayangnya.Hiattttt! Loro Gempol loncat. pikirannya menc oba mencerna segala uraian yang telah disampaikan Syekh Siti Jenar. Meski dikasihkan pada seribu orang. la lu melangkah perlahan. ujar Kebo Kenongo.. Maha Pengasih. Kenapa Sunan Kalijaga dan para wali yang setarap ilmunya de ngan Syekh lebih menyukai berada dalam lingkar kekuasaan? Itu bukan tujuan mereka untuk meraih kekuasaan. semata untuk menyebarluaskan syariat Islam. betapa harus berkorban tenaga dan har ta untuk meraihnya. Mengapa lagi harus menentang sipat-sipat Allah jika kita sudah berada dalam lingkarnya. Syekh Siti Jenar kembali berdiri di atas dua kakinya. Kebo Ke nongo mengangguk-anggukan kepala. Apakah dia mengajarkan pula ilmu ma rifat? Tentu saja. dan garam asin. Syekh. Syekh? Tendanglah batu padas itu! Syekh Siti Jenar men garahkan telunjuknya pada batu padas yang seukuran tubuh kerbau. meng amalkan. Pantas saja sangat jarang orang pemurah semacam. Ki Ageng Pengging. terutama sekali setelah berada dalam tahapan sepe rti saya. lihatlah tentang shalat yang lima waktu . Bukan berarti gila kekuasaan atau membuntuti penguasa untuk mend apatkan keuntungan. Hingga saya berpendapat apalagi yang tidak bisa Syekh d apatkan? Semuanya berada dalam genggaman. kadang pula sangat berat untuk dipahami. Syekh Siti Jenar menyapu w ajah Kebo Kenongo dengan tatapan matanya. Manunggalin g Kawula Gusti. Apa rasanya gula? Apa pula rasanya garam? Tentu saja gula manis. sedikit-demi sedikit akan berusaha mencernanya. Syekh. Syekh.

Gusti Pangeran. lalu duduk bersila di samping Sunan Kudu s. Jika tidak maka umat akan resah. jika Syekh Siti Jenar sudah menganggap shalat lima waktu tidak w ajib. Ki Demang! ujar Sunan Giri. Nam un sebelum bertindak saya akan meminta dulu pendapat para wali agung tentang bat asan sesat yang disebarluaskan Syekh Siti Jenar. Itulah yang mereka anggap jihad! ujar Pangeran Bayat. Jika itu dilakukan sangatlah berlebihan. Saya kira dibelakang semua ini K i Ageng Pengging juga punya kepentingan? Mungkin? Karena merasa masih keturunan Ma japahit. Mereka tidak mesyariatkan shalat lima waktu. Pangeran Bayat menat ap Demang Bintoro. Sebab jika dibia rkan akan mengancam keutuhan negeri Demak Bintoro. Gusti? tambah Demang Bintoro. Kanjeng Sunan Giri? Sunan Kalijaga beradu tatap. Keparat! muka Pangeran Bayat merah padam. Ki Sakawarki menganggukan kepala. Saya kembali k edatangan Ki Sakawarki dan Ki Demang Bintoro.Demak. Syekh Siti Jenar besert a pengikutnya harus ditangkap. politik untuk melakuka n makar pun berjalan. Betapa sombong dan angkuhnya kit a.Itulah yang terjadi di Kademangan Bi . Hidup untuk mati. Bagaimana menurut pendapat. jika boleh saya berksimpulan. puasa bulan ramadan tidak wajib. kesetabilan negeri Demak Bintoro akan terancam. Kanjeng. Saya kira tidak perlu mencampuri persoalan ini terlalu jauh. akhirnya banyak rakyat Kademangan Bintoro yang b unuh diri. Namun tidak ada salahnya jika kita dimintai pendapat Politik macam apa yang terjadi dibalik tersebarnya ajaran sesat i ni? tanya Demang Bintoro. berhenti pada Su nan Giri. jawab Demang Bintoro. selaku ketua Dewan Wali. Sehingga agama dijadikan alat politik dan kekuasaan. Apa lagi yang mesti kita selidiki. Ternyata bukan hanya isapan jempol belaka tentang kesesatan a jaran Syekh Siti Jenar itu. Saya semula tidak percaya tentang ajaran sesat Syekh S iti Jenar. . Ki Demang berhenti sejenak. Tidakah kita menelisikny a terlebih dahulu. duduk berhadapan. Gusti Pangeran. seakan-akan kitalah yang memiliki ilmu terlalu tinggi. Karena Kebo Kenongo nama lain dari Ki Ageng Pengging . Pangeran Bayat. ka rena mati telah memenuhi panggilan jihad. terang Pangeran Bayat. ajaran itu benar-benar menyesatkan. Gusti Pangeran. Sehingga tanpa beranjak dari tempat duduk mengetahui yang sesungguhnya telah terjadi. saya mendengar kabar burun g tentang ajaran sesat yang disebarluaskan Syekh Siti Jenar. Benarkah mereka juga melakukan tindakan makar? Selain menyebarluaskan ajaran sesatnya? tanya Pangeran Bayat. tambah Ki Sakawarki. Kanjeng? Sunan Kalijaga beradu tatap dengan Sunan Bonang. Saya selanjutnya melakukan penyelidikan ber sama Ki Sakawarki. j anjeng Sunan yang saya hormati.. memulai percaka pan dengan batinnya. Jelas sesat! Sudah keluar dari esensi Islam yang sesungguhnya. Padahal maksud saya tidak seper ti itu. Tentu saja mereka akan memilih mati ketimbang tertangkap. Itulah yang k ami saksikan. Tentu saja. Dalam keadaan umat resah dan bingung. membenturkan kepalanya pada batu hingga tewas. Kanjeng Sunan Kalijaga! potong Pange ran Bayat. Adakah penyimpangan lain dari ajaran Islam yang berkaitan dengan aqi dah? tanya Sunan Giri. Namun yang paling aneh. tatapan matanya menyapu wajah kedua orang yang disebutnya. Mereka telah berani merusak ajaran Islam yang ses ungguhnya. Pantas saja? Deman g Bintoro menggeleng-gelengkan kepala. maka dugaan saya benar. Penyebaran ajaran se sat harus segera dihentikan. Kanjeng Sunan Kalijaga? ujar Sunan Giri. potong Pangeran Bayat. ujar Sunan Giri. Ki Demang. Kan jeng Sunan? tatapan mata Pangeran Bayat menyapu wajah para wali. Itulah yang terjadi Ki Sakawarki. tidak ketinggalan Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga. tatap Sunan Bonang. ketika salah satu diantara mereka tertangka p. Tidakkah kita ingin memastikan sekali lagi tentang s . Disini telah b erbaur antara aqidah islam dan politik . Untuk itu kita tidak bisa membiarkan hal ini terjadi. . Benar. Hidup itu un tuk mati. Demang Bintoro menganggukan kepala. Jika itu Kebo Kenongo. Tapi ketika mendengar langsung dan menyaksikan bar ulah percaya. Terimakasih. begitu pula kewajiban lainnya. Sunan Muria. Ki Sakawarki penuh hormat. Kanjeng. Kanjeng. Dengan bukti melakukan penyerangan terhadap Ka demangan. . mati untuk hidup. mati itu untuk hidup. Jika demikian kesimpulannya sudahlah jelas persoalan ini. Mereka akan menciptakan dulu keresahan dikalangan umat b eragama. Pangeran Bayat mengaggukan kepala. Selain telah berani-berani mencampurbaurkan kepentingan politik denga n agama. Yang paling mencolok mereka menyebut nama p impinan pemberontak Kebo Ben . Ajaran sesat macam apa? Sampaikanlah kabar terbaru tentang ajara n Syekh Siti Jenar dan pengikutnya. Menyimpang d an sesat secara aqidah! Sunan Giri geram.Pengertian sesat? Sunan Giri memutar tatapanny a menyimpulkan. hingga pada suatu malam terjadi penyerbuan. Sunan Kalijaga mengaggukan kepala. berusaha menyimpulkan. Pantas mereka mempengaruhi r akyat kademangan dengan ajaran yang menyesatkan.

bagaimana jika kita pisahkan dulu masalah politik da n agama? Maaf. Semoga kalian selamat diperjalanan. Kanjeng.Saya setuju! ujar Pangeran Bayat.Kanjeng Sunan Bo g? Sunan Drajat mengangukan kepala. meski tidak mengerti. Persoalan tadi akan kami tindaklanjuti. Kanjeng Sunan Drajat. Namun penghuni jagat raya seakan tid ak peduli meski matahari tidak lagi memelototi dan menerangi. karena itu sudah menjadi sebuah taqdir dan ketentuan yang mesti dijalani. Namun saya hanya melihat dan mendengar dari para murid nya. semoga dari hasil persidangan nanti ada keputusan. Kanjeng. ujar Demang Bintoro. mata hatinya mulai bersentuhan dan bercakap-caka p. Ya. saya secara syariat tidak bisa melawan kehendak Allah. Kenapa Kanjeng t ersentak? tatapan matanya mengikuti sudut pandang Sunan Drajat. saksi mereka bertingkahlaku. Malam hanya perpindahan dari terang pada gelap. Kami berisyarah setuju pada perkataan Kanjeng Sunan Giri tadi. Mengapa ada pancaran sinar dari D sini tidak ada yang aneh. s edangkan persidangan merupakan wewenang para wali dan pemerintah. agar tidak terlanjur dan terlunta-lunta hingga mengakibatkan kesesatan bagi umat . Kanjeng Sunan Drajat. sesuai dengan pendapat Kanjeng. kita mesti menunggu keputusan Raden Patah. Pangeran Bayat mengerutkan dahinya. Joyo Dento dan Kebo . Pangeran.esatnya ajaran Syekh Siti Jenar dengan mengutus seorang wali? tatap Sunan Kalijag a. Jika Syekh Siti Jenar perlu ditangkap. Kanjeng S unan Giri. Jelas-jelas dia masih keturunan Majapah it dan memiliki pengaruh sama dengan Gusti Raden Patah. Kanjeng Sunan Bonang? Tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Saya kira Syekh Siti Jenar juga paham perjalanan hidupnya batin Sunan Bonang. Seharian memelototi bumi beserta isinya. dari benderang pada kremangan. Baiklah. S unan Giri mengaggukan kepala. Ada apa? Sunan Drajat tersentak dari duduknya. Kanjeng Sunan Bonang. sebaiknya perdebatan ini dihentikan. tatapan matanya men erbar sinar kemerah-merahan beradu dengan sorot mata pancaran jingga Sunan Kalij aga. Saya takut di antara para wa li terjadi perbedaan paham yang runcing. Apa pun yang terjadi jika itu keputusan dah semestinya kita taati. Hanya dia tidak seberunt ung junjungan kita. untuk menjernihka n persoalan ini dan menangkap makna yang sesungguhnya. Hingga tidak pernah menghalan gi dan menyurutkan niat dan langkah manusia dengan segenap tekad dan keinginanny a untuk berbuat. Bukankha Ki Sakawarki saja sudah cukup sebagai seorang Kiai membuktikan kesesa tan tadi? Apakah Ki Sakawarki sudah secara langsung mendengar dan melihat jika aja ran Syekh Siti Jenat itu sesat? Maafkan Kanjeng Sunan Kalijaga. bisiknya. *** Matahari mulai merayap. Kita lihat dan ikuti saja meski secara lahiryah tetap harus berikhtiar. Pinggir hutan di halaman pendopo milik Kebo Benowo dan pengikut nya. tegur Sunan Giri. perlahan meredup seakan-akan terlihat lelah dan nga ntuk. Bisakah itu dijadikan seb agai bukti? Sunan Kalijaga memutar tatapannya ke arah Pangeran Bayat dan Sunan Gi ri. seiring dengan datangnya gelap malam. Ki Dema ng. Dengan tujuan orang terfokus pada persoalan agama. Bagaimana jika kita memperbincangkannya dengan Raden Patah. saya belum bertemu dengan Syekh Siti Jenar. tat ap Sunan Bonang. Makanya saya tadi berpendapat. Baiklah. Sunan Giri menerima kedua telapak tangan Demang Bintoro yang mengajak bersala man. Seakan-akan menembus batin hingga tidak berdaya. Selanjutnya kita renungkan sejenak sebelum mengambil keputusan . yakin tujuan utamanya ingin makar. Kanjeng. Tidakkah Kanjeng me Benar. . ujar Sunan Bonang. Bukan semata menyebarka n ajaran sesat. Yang memperkuat tuduh an saya dengan adanya nama Kebo Kenongo. padahal politis. Kan jeng Sunan Giri? Saya juga tidak terlalu paham. biar kerlip gemint ang sebagai pengganti. kita pisahkan dulu Kanjeng S unan Kalijaga. kita tan gkap! . lalu perlahan bangkit dari duduknya. Putusan terbaik dalam menyikapi Syekh Siti Jenar dan pengikutnya. lalu menatap Su nan Bonang. jika demikian saya mohon pamit. potong Sunan Giri. ketika beberapa malam lalu melakukan pemberontakan. Saya menduga jika kepentingan politik yang ditebark an Kebo Kenongo dibungkus rapih dengan agama. Baiklah ji ka demikian. begitu pula dengan kalangan pemerintah. Saya harus menafsirkannya Apa yang telah terjadi? Kenapa saling memberi isyarah? Pangeran Bayat kebingungan. Sunan Kalijaga menganggukan kepala. Hatinya seakan-akan dis usupi nasihat yang sebelumnya tidak pernah diketahui. menatap setiap tingkah dan laku m anusia yang beragam. tatapan mat anya tertuju pada Sunan Bonang. tukas Pangeran Bayat. Karena tugas saya sudah selesai. Saya rasa persoalan politik dan agama dalam hal ini sudah menyatu. Pangeran. Kita bersidang dengan pihak pemerintahan demi mengambil keputusan. Dari Segi politik. tetapi tidak mene mukan hal yang perlu dikejutkan. berkelebatan bayangan tubuh yang sedang berlatih silat. Matahari sudah waktunya kembali dan beristirahat di peradua nnya.

Singgasana berla pis emas. serta empuk.Tidak lama bersel ng terdengar suara kuda yang bergerak ke arah mereka. Loro Gempol lalu mengambil ancang-ancang.tendangan kaki Loro Gempol menghantam s asaran. sudah barang tentu sangat mudahlah menghancurkan Kademangan Bintoro. Lihatlah! Saya akan menghancurkan batu sebesar perut kerbau itu hanya dengan sat u kali tendangan. ujar Joyo Dento. Cukupkah jumlah prajurit kita untuk menggempur Kademangan Bintoro? Benar! Joyo Dento meletakan kedua tangannya d i belakang. bukannya saya tidak percaya pada tendangan maut yang baru saja andika miliki. Hari itu tampaknya ada pertemuan penting antara Raden Patah dan Walisongo. Pangeran Bayat. Ki Ge mpol. Ki? tanya Kebo Benongo. Sayang. Di setiap sudut istana berdiri para prajurit dengan tombak dan tameng di tangannya. tidak ada salahnya kmemperhitungkan jumlah kekuatan yang kita miliki. Demak pun jika beliau mau tentu bisa dihancur leburkan! timpal Loro Gempol . Saking n ikmatnya kita dalam sehat dan istirahat. ujar Sunan Giri tersenyum tipis. serta Joyo Dento dan Kebo Benongo. Se rangan kita harus bersifat memecah konsentrasi musuh. kiriman dari Bagdad. Dento. lantas menyerang. Semakin tinggi ilmunya. Saya sudah memiliki tendangan yang l ebih hebat dari Ki Sakawarki. Ki Gempol? Joyo Dento mengerutkan keningnya. Loro Gempol menepuk-nepuk dadanya. Sudah sekian lama Kanjeng Su nan tidak menyempatkan diri memasuki istana yang megah ini. menambah pasukan. Dento? Loro Gempol tersenyum. Berhasilkah dengan cara demikian? tanya Kebo Benowo. tidak pelak lagi hancur lebur berkeping-keping. Dento? Seandainya beliau bersedia mendukung perjuangan kita dengan kesakt iannya. Tidakah merasa lelah sep ulang dari padepokan? Tidak! Gempol. S ebaiknya kita tidak terpengaruh . Itulah keanehan mereka. malah semakin tidak tertarik pada kekuasaan? lalu menghela nap as dalam-dalam. Ar tinya untuk sementara kita menghentikan penyerangan . Bahkan ilmuku sudah mulai bertambah meski dalam waktu sangat singkat. Dento. batin pun terasa tentram jika sudah bertemu dengan para wali yang terhormat. Ki Gempo l? Kenapa. . Dua ekor kuda yang ditungg angi Kebo Benowo dan Loro Gembol telah berada di tengah-tengah pengikutnya. Artinya Ki Gempol sudah siap memimpin kembali pemberontak an? Tentu saja. Bukankah kita mendapatkan kepercayaan dari rakyat demi kesejahteraannya. Mereka menginj akan kakinya di atas karpet berwarna hijau. serta para abdi kerajaan lainnya berdiri. menyalami. Jangankan Kadem angan. seraya duduk di atas bangku yang terbuat dari kayu. Bukankah dia orang sakti. Sebenarnya ada taktik perang gelap Maksud andika? Loro Gempol menatap tajam. Raden Patah menyalami dan memeluk Sunan Giri.Benongo bergantian mengajarkan setiap jurus dan strategi perang. sangatlah sulit untuk diajak serta. seraya loncat dan men garahkan tendangannya pada batu. Selamat dat ang di keraton. Sangat aneh? Joyo Dento menggelengkan kepala. Tid ak lebih baikah jika kita menambah jumlah pasukan? Bisa saja. Ya. ujar Loro Gempol. Meski pun Ki Gempol bisa mengalahkan Ki Sakawarki. terkadang menyebabkan kita untuk bermalas-malas. terkadang lupa pada tugas yang sesunggu hnya. Sungguh sayang. Terlihat segar malam ini . *** Dewan wali yang d i pimpin Sunan Giri mulai memasuki istana kerajaan Demak Bintoro. Diikuti para wali lain menempati kursi yang telah disediakan. Me ngingat jumlah pasukan kita lebih sedikit di banding musuh. Mengapa tidak digunakan untuk kembali mengadakan penyerangan terhadap Kademangan Bintoro? Haruskah malam ini? tanya Kebo Benongo. Kanjeng Sunan. Silahkan . Jadi saya tidak bisa mencoba i lmu baru dalam waktu dekat? Loro Gempol garuk-garuk kepala. semakin dig jaya kesaktiannya. Hebat! Joyo Dent o menggelengkan kepala. Prilakunya disambut deng an tepukan pasukan gelap sewu. Tidaklah harus terlena dengan kemegahan istana. lalu men ghilang. Raden Patah sudah berada di atas singgasananya.Terimakasih atas sambutannya. begitu juga Ki Ageng Pengging. Kebo Benowo ikut nimbrung. Bukankah menurut andika tidak perlu lagi memikirkan mereka yang sudah tidak memiliki kein ginan untuk berkuasa. Seperti apa tendangan itu. d . terang Joyo Dento. ujar Joyo Dento mendekat. Benar. Hanya dengan tatapan mata beliau menyembuhkan luka dalam akibat tendangan Ki Sakawarki. lalu yang lainnya. Dento. Raden Patah perlahan duduk kembali di a tas singgasana kerajaannya. Rasanya sangat bahagia hati ini. Sunan Giri lalu d s kursi yang telah disediakan. Harus menghindari perang terbuka. lupakan saja semuanya! Joyo Dento bangkit dari duduknya.Bagus. dahinya dikerutkan. perlahan bangkit menyambut kedatangan para wali. Bisa seperti it u Syekh Siti Jenar mengajarkan ilmu kanuragan. lalu memutar lehernya mengikuti sudut pandangnya ya ng tertuju pada sebongkah batu. Syekh Siti Jenar benar-benar hebat. para abdi pun mengikuti. Raden. Dragkkkk . . Loro Gempol t run dari punggung kuda. Sekarang kesaktian s ertambah. Raden. Kebo Benowo mendekat.

demi melayaninya? Alhamdulillah. Ya. Pangeran Bayat semakin menunduk an kepalanya.? Mun gkin rakyat negeri Demak Bintoro. demi ketenangannya. tentang ajaran Syekh Siti Jenar! Kenapa. jika di negeri makmur ini sudah tidak ada lagi yang miskin dan kelaparan? Astagfirullah! Raden Patah lalu me ngusapkan kedua telapak tangannya pada wajah. meski masih terhidang ber aneka kelezatan di atas meja. semakin lama semakin banyak. mungkin saya sebagai pemimpin akan menerima h ukumannya di akhirat. Sunan Gir i perlahan bangkit dari duduknya. Kanjeng. dagunya seakan-akan menyentuh lutut. lalu kembal i duduk di atas kursinya. Tetapi jika rasa lapar menimpa rakyat miskin. Raden Patah menundukan kepala dihadapan Sunan Giri. Yakinkah. Namun saya sebagai manusia terkadang terlena dibuatnya . Seandainya masih ada rakyat yang miskin dan kelaparan? Sementara kita serba berkecukupan? Tidakah di akhirat nanti akan menuai kecaman dari Allah SWT. Perso alannya karena miskin. kekuasaan akan berakhir dengan ketidakuasaan. namu n tidak ada yang mengusik isak tangis Raden Patah meski hanya sepatah kata pengh . dewan wali ke istana ini? Tentu saja. Apalagi mendengar ajaran yang menyesatkan ini.Suasana istana yang hening terusik dengan isak tangisnya Raden Patah. Hanya sekeja p . Jika itu terjadi dan me nimpa rakyat negeri Demak Bintoro. Kanjeng? Benar. hidup untuk mati. Mereka mengaggap bahwa mati lebih nikmat dari pada hidup dalam kemiskinan. kenikmatan dan kem ewahan hanya bisa dikecap dalam sekejap. Bukankah kehidupan di dunia ini telah ditentukan ba tasnya? Seindah apa pun dunia tetaplah fana. hatinya mulai ketar-ketir. Raden Patah mengangguk-anggukan kepala. ji ka seandainya Raden Patah marah. Tidak ada bedanya saat kita merasakan lapar bergegas mencari makanan. Sunan Bonang. Semua itu diingatkan ketika diri kita t idak sempat untuk istirahat dan menikmati. bisa juga menangis? desak Sunan Giri. semegah apa pun dunia akan berkesud ahan. lalu mengitari singgasana Raden Patah. Saya sudah be rupaya menjalankannya sesuai dengan amanah dan ajaran Islam.Ma saya.emi ketentramannya. Kanjeng. Sunan Giri menghentikan langkahnya. Kanjeng. Hamb a telah berbuat hilap . Berdasarkan pendengaran dan penglihata n hamba. Syekh Siti Jenar pada pengikutnya meng hembuskan ajaran hidup untuk mati. . Gusti. Pengikutnya terutama rakyat miskin dan kelaparan banyak yang mengakhiri hidup nya. sete lah rasa lapar tergantikan dengan kekenyaang nikmat pun tidak ada lagi. Kanjeng? ujar Raden Patah. jika yang bunuh diri itu si miskin dan menderita Mengapa harus d ipisahkan persoalan ini? Rakyat Demak Bintoro yang miskin tentu saja mudah dihas ut akhirnya nekat bunuh diri. bisakah terobati dal am sekejap? tatap Sunan Giri. Hal itu t idak terjadi di negeri ini . Raden. menatap langkah kaki Sunan Giri. semua yang kita kuasai p ada suatu saat akan menjauh. Raden. Karena singgasana i ni tidak abadi. Ada kabar jika Syekh Siti Jenar menyebarkan ajaran sesa t. bahkan saat sakit mengusik kita. hendaklah istigfar. Jika Raden terlena dengan kekuasaan dan kemeg ahan.dan ada akhirnya bukankah datangnya rasa nikmat ketika kita merasakan lapar? Andai lapar itu berada pada tahapan Raden. Sangat tidak mungkin di negeri semakm ur Demak Bintoro ada rakyat yang kelaparan? Benarkah. Pisahkan dulu persoalan mati untuk hidup. seakan-akan mengubah dan memecah suasana. Mereka memahami setiap maksud perkataan Sunan Giri. Raden Patah perlahan memicingkan sudut matanya. dari sela-sela jemarinya menetes buliran air mata. Dimas? Hamba yakin. semua yang kita miliki akan ditinggalkan.. Itu semua mengingatkan pa da diri kita. masihkah di negeri ini ada rakyat yang kelaparan? lalu tatapan matanya tertuju pada Pangeran Bayat. Sunan Giri mengacungkan telunjuknya. Raden Patah perlahan mengangkat kepalanya. Raden? Saya percaya pada Dimas Bayat. ujar Pangeran Bayat. Sunan Giri hanya berbagi tatap dengan para wali . saya paham. Pangeran Bayat mengacungkan sembahnya. Mereka bunuh diri. meski pun lapar tidak akan banyak berbuat sela in mengganjal perutnya dengan kesedihan. Kanjeng. Menurut hamba negeri ini sangatlah makmur. Sunan Muria. Baguslah jika yakin sebatas laporan. Tentu akan terobati. . Bagu lah jika tidak ada yang kelaparan. Jika perut sudah terlalu kenyang tidak mungkin meneruskan makan. Sunan Kudus. tinggal memanggil pela yan kerajaan. Dimas Bayat. termasuk Sunan Kalijaga. Allah maafkan hambamu ini. Ya. Bukankah di negeri ini telah muncul persoalan yang terkait dengan Syekh Siti Jen ar dan pengikutnya. Disi tu tidak ada nikmat yang bisa dirasakan meski sekejap. Hamba melaporkan dengan sesungguhnya. Kanjeng S unan. Tahukah Raden tujuan utama kedatangan kami. Sunan Drajat. Raden Patah menundukan kepal anya. G usti. dan Sunan Gunung Jati. Kanjeng? Lih at dan perhatikan. Mudah-mudahan yang dilaporkan Dimas Bayat benar. mati untuk hidup. Bukankah tadi dikatakan. R aden Patah sekilas menyapu wajah Sunan Giri dengan tatapan matanya.

ibur. tanpa daya. Jalan yang di temp uh lewat Utara. Jalan yang biasa Ki Ageng Pengging lalui beserta orang kebanyakan. Tern yata dalam pencapaian ini tidak harus melalui tahapan yang dulu pernah Syekh ung kapkan. Bisa saja nam anya berbeda. yaitu un tuk mencapai dan menggapai dzat Yang Maha Kuasa. Angin senja bertiup sepoi-sepoi mengusik setiap daun dan ranting kering. Saya kira semua agama memiliki tujuan yang sama. Sehingga memicu pertengkaran. karena ingin membeli dulu hadiah untuk teman di Kendharsawa. Benar. Syekh. yang diributkan orang kebanyakan soal pe rbedaan jalan itulah. Di halaman padepokan Syekh Siti Jenar sedang bercakap-cakap dengan Kebo Kenongo. tetapi tujuannya sama. Kebo Kenongo seakan-akan larut pada setiap p erkataan dan nasehat gurunya. Salahkah? Saya kira tidak. rupanya usiamu telah berakhir senja ini. Sorot mata Ki Chantulo tidak beranjak dari jatuhnya daun dan ranting kering di hadapannya. juga maksud yang berbeda. thariqat. Padahal setahu saya ada banyak jalan menuju Desa Kendharsawa. Mengap a? Karena sudah tentu semuanya akan sampai ke Desa Kendharsawa. S ti Jenar melangkah pelan. bahkan mengambil jalan pintas? Jelasnya tidak per nah mengambil jalan yang biasa dan diketahui umum. Itu tidak perlu terjadi. karena menurut ilmu dan pengetahuan yang dia milki bahwa jalan menu ju Desa Kendharsawa hanya satu. perlahan bangk it. Betapa indah. jalan. Hanya waktu sampai nya yang berbeda. hamamayu hayuni ng bawanna? Seandainya orang tadi belum mengenal Desa Kendharsawa. itulah Ki Ageng Pengging. Hingga saya mengert i dan memahami ujar Kebo Kenongo. se lanjutnya jatuh di atas tanah. urai Syekh Siti Jenar. taqdir kepergianmu diiringi warna ke emasan . Kebo Kenongo terse ncapaian itulah yang memerlukan proses yang cukup lama dan panjang. Hingga terka dang orang merasa putus asa Putus asa. . Ki Ag eng Pengging. Makanya Islam mengajarkan jika di antara kita terjadi p erbedaan paham sebaiknya dikembalikan pada alquran dan assunnah. bisa memutar dulu ke Utara. Mungkin dalam agama hindu atau budha yang sebe lumnya Ki Ageng Pengging ketahui tidak akan menemukan tahapan itu.Nah. bisa berbelok dulu ke Selatan. Itulah maksud saya. Maksudnya? Bukan tidak tahu jalan umum menuju Desa Kendharsawa. Ranting dan daun kering. Yang membedakan semuanya hanyal ah tata caranya. Mengapa? Karena pasti sampai. seraya mengangkat kepalanya. mungkin kata lain sesat. Buk ankah Islam mengajarkan bahwa kita harus selalu menebar rakhmat. ada yang cepat. Tatapan matanya tidak beranjak dari tingkah laku teman sep erguruannya. Untuk menghindari keputusasaan dalam hal pencapaian diperlu kannya guru yang selalu membimbing dan mengarahkan. meski sebenarnya punya tujuan sama. Jika demikian berarti hanya orang ya ng beragama Islam saja yang bisa. dan alon-alon. bisa juga mengambil jalan pintas. terkadang berkali-kali mengangguk-anggukan kepalan ya. hakikat. bukankah menurut laporan y ang saya dengar tidak ada lagi rakyat miskin dan menderita seandainya itu masih ad a artinya telah berdosa dan menyia-nyiakan amanah *** Matahari mulai menyelinap di b alik bukit Desa Kendharsawa. supaya tidak kesasar da n gila? Ya. sangat indah kematian daun dan ranting kering ini bisik Ki Donoboyo yang berdiri disampingnya. Bukankah saya pernah mengatakan. awan tipis berlapis-lapis laksana serpihan sutra me rah. Mereka mudah dihasut karena miskin isak Raden Patah. Sam paikah mereka semua pada tujuan? Desa Kendharsawa? Sampai? Mengapa harus bertengkar dan saling menyalahkan? Karena jalannya tidak diketahui umum. Mungkin itulah yang dikatakan menyatunya kembali dengan dzat yang ma ha kuasa? Mungkin? tatap Ki Chantulo. penyebab petaka. maka bisa dik . lambat. Ya. Kenapa pula dipertengkarkan? Bertengkar karena tid ling memahami akan persoalan yang sesungguhnya. . Nah. lantas ma rifat. Haruskah umum selalu t ahu? Haruskah umum memberikan kesimpulan bahwa jalan Utara dan Selatan sesat? Tida k. Lalu melangkah pelan menuju padepokan Syekh S iti Jenar. Tidak semestin ya melakukan tindakan yang tidak diridhoi Allah. Ki Donoboyo mengiringi.Ya. tetapi berbelok ke Selatan karena punya maksud menemui dulu kerabat. Semua perbedaan pendapat dan pemahaman bisa diselesaikan dengan cara musyawarah. dan nama-nama proses pencapainya. Padahal setiap orang memi liki pemahaman dan pendalaman. manunggaling sifat Allah ternyata bisa dibuktikan. demi mempertahankan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya agar diikuti orang lain. Salahkah jika orang yang berpendapat harus be rlok ke Utara atau ke Selatan. Lalu duduk dan memungutnya . tatapan mata menyapu awan jingga berlapis dan b erarak laksana kereta kencana. ter ang Syekh Siti Jenar. bahkan ma rifat pun kini mulai bisa saya capai. Orang akan menyatakan sesat atau kesasar pada orang lain. apalagi menciptakan laknat. Syekh Siti Jenar menyapu wajah Kebo Kenongo dengan tatapan matanya. ujar Syekh Siti Jenar. menuju ma rifat tidak perlu melalui tahapan syariat.

dibelakangnya berdiri Ki Donoboyo. Saya tidak mengha ruskan melawan taqdir. Syekh Siti Jenar membalikan tubuhnya. Jadi makna sesat disini bisa diartikan berbeda? Tentu. Syekh. Ki Chantulo menundukan kepala. Kanjeng? Meminta maaf pada rakyat tidak cukup dengan perkataan dan uc apan. lalu Syekh Siti Jenar memutar tatapa anya. Karena andika tahu bet ul. mengenai hal yang sebelumnya atau akan didapati. Ki Donoboyo mengerutkan dahinya. Meski miskin itu ada. Lihatlah. Tidak cukup dengan sebuah kata dan kalimat penyesalan. Salah jalan. bisa juga dimakan ulat atau binatang ternak lainnya. Maksudnya? Saat orang bilang. Kekhawatiran akan muncul. Penyebabnya bisa karena tertiup angin sepoi-sepoi. Tetapi bersalah pada ra kyat. Senja hening di padepokan Syekh Siti Jenar. *** Saya menyadari akan keteledoran dan ketidaktahua n. Kebo Kenongo meng angguk-anggukan kepala. Saya mendengar kabar ditangkapinya orang-orang yang menganut ajaran Syekh Siti Jenar. Berlakulah andika sebagai manusia de ngan keterbatasan ilmu dan ketidaktahuan. Sunan Giri berhenti sejenak. Berupayalah Raden sebagai seorang pemimpin mengubah keadaan negar a. para muridnya seakan-akan tenggelam dan hanyut dalam keadaan. Jika ya? Meskikah kita mengambil tindakan? tatap Ki Chantulo. Ya. mungkin saja ditebas pemilik kebun. tetapi di akhirat juga . daun kering dan ranting yang Ki Chantulo genggam. karena tidak akan mungkin sampai pada tujuan.. jika sampai pada waktunya akan jatuh di atas tanah. kh . Di dunia bisa jumawa. karen a sunnatullah. rubahlah ke adaan negara hingga tidak ada lagi rakyat kelaparan. Sebenarnya apa yang menjadi kekhawa tiran andika. urainya. Ki Donoboyo mendekat. Ki Chantulo mengangguk. Bisa juga orang yang kita anggap sesat benar-benar sesat. Ketidaktahuan akan ketidak jelasan kabar. Hanya orang tert entu saja yang memahami akan perjalanan hidup. di dunia bisa teledor. berkeliling menemui penduduk negeri. Bukankah kita harus berusaha membela diri. Mungkinkah pesan yang disampaikannya berlaku pada kita . Syekh? Ki Chantulo menyapu wajah Syekh Siti Jenar dengan tatapan matanya. meminta maaf pun harus pada mereka Bukankah rakyat negri Demak Bintoro ini sa ngat banyak. Syekh? Kebo Kenongo men atap Syekh Siti Jenar. ma rifat mungkin hampir saya ca pai. karena tadi itu. . urai Syekh Siti Jenar. Jika salah jalan karena ketidaktahuan itulah yang sesat. Ki Chantulo? tanya Kebo Kenongo. Seorang pemimpin tidak saja bertanggungjawab di dunia. Ki Donoboyo. Itulah sebua h taqdir. maka bisa ditebus dengan taubatan nashuha. Saya belum terlalu paham maksudnya? Ki Donob oyo memijit-mijit keningnya. Maksudnya? Ki Chantulo. sejenak menghentikan perbinc angannya. Atau bahkan s ebaliknya. belum juga kering mulutnya ketika berbincang tentang sesa t. Syekh iti Jenar mengiyakan. Bisa saja kita yang salah karena keterbatasan ilmu dan peng etahuan. Jika tidak salah dewan wali m enganggap ajaran kita sesat. Kita tela h jauh memperdalam ilmu hamamayu hayuning bawanna. karena setahu saya jalan menuju Desa Kendharsawa aman. ujar Sunan Giri .Tidak perlu khawatir. Jika kita sebagai manusia tentu saja harus punya rasa khawatir. awas jangan lewat jalan Kendharsawa kar ena ada rampok kejam. Ki Angeng Pengging. Sejauhmana andika paham pada kejadian yang akan datang? Sebatas mana rasa khawatir yang muncul dalam jiwa? Berlakulah dalam ket erbatasan dan yang membatasi semuanya. Ki Chantulo. di dunia bisa sewenang-wenang. ujar Syekh Siti Jenar. berkelebat. Raden Patah menyeka air mata. ujar Syekh Siti Jenar. Mungkin caranya berbeda dengan orang kebanyakan. Seandainya itu berdosa kepada Allah. dan Kebo Kenongo mengerutkan dahinya.lihatlah daun dan ranting kering ini. tatapan matanya menyapu wajah Ki Chantulo. Tapi sebaliknya bagi orang yang belum mengenal Kendhars awa tentu akan merasa khawatir. Jasad manusia t ak ubahnya ranting dan daun kering. Setelah itu memperbaiki diri dan tidak berbuat kembali. Ya. Saya ingat sabda alam yang pernah Syek h sampaikan. Angin semilir mengusik dedaunan dan jubah ya ng dikenakan Syekh Siti Jenar. Ki Chantulo mendekat. apa yang akan andika lakukan? Saya akan menertawakan orang t adi. Bukankah kita tidak mungk in menyerahkan diri pada hukuman sebelum melakukan pembelaan? Begitukah. Bukankah tidak semua manu sia memahami perjalanan hidupnya? Apa yang akan terjadi hari ini? Lantas hal apa besok hari yang akan menimpa kita? Akan bersedihkah? Bahagiakah? Manusia tidak bisa mempercepat. Te ntu saja. Namun saya khawatir ada akibat . Sehingga timbul penyesalan yang teramat dalam . Mengenai kabar yang tidak jelas tadi. sangat mudah terlepas dari batang pohon meski hanya tertiup angin sepoi-sepoi. Kanjeng. sejenak berhenti. memperlambat. Mungkin karena keterbatasan ilmu saya yang menyebabkan khawatir dan takut. Raden.atakan tersesat. bahkan mundur dari kehendakNya. bahkan aka n menimbulkan rasa was-was. Kekhawatiran muncul karena keterbatasan ilmu dan ketidaktahuan perjalanan hidup.

Bukankah para sahabat nabi juga menafkahkan seluruh hartanya demi agama. timpal Pangeran Bayat. . terkadang Pangeran Bayat. sejenak mulutnya terkatup. untuk menyimpang dari agama. Tidak pernah berkhianat. Mungkin dia punya anggapan memiliki hak yang sama untuk meraih tahta. Bayangkan seandainya mereka kenyang dan serba berkecukupan. Itu dari pihak pemerintah. Dimas bantulah mereka yang kelaparan. Kakang tidak ingin mendengar kabar ada rakyat yang masih kelaparan. tatap Raden Patah. rasanya ini telah sulit untuk dipilah. Bukankah Ki Ageng Pengging selain murid. berbuatlah yang terb aik untuk rakyat. Sedangkan yang kaya diseba bkan sifat serakah. Raden Patah se makin menunduk. bunuh diri karena miskin. terang Sunan Giri. saya utus untuk menemui Syekh Siti Jenar. sangat sarat dengan muatan politik. Kanjeng Sunan Giri. ujar Sunan Giri. Kanjeng. Banyak rakyat miskin dan kelaparan bunuh diri. Kanjeng. Selain aqidah mereka ma sih lemah. i tu hanyalah ukuran dunia dan bentuk tanggungjawab pada rakyat. tet api masih saja ingin menumpuk kekayaan. Membenarkan apa yang kita tuduhkan pada mereka. Sunan Giri tersenyum. Gusti? ujar Pangeran Bayat. Kanjeng? tatap Raden Patah. pengaruh ajaran sesat dan menyesatkan semakin kuat. berati berbuat untuk di ri sendiri. Raden Patah perlahan bangkit. Pangeran. Kanjeng. Ada persoalan yang lebih penting ketimbang rasa lapar dan kemiskinan. Kemiskinan dan kelaparan yang melanda negeri Demak Bintoro dimanfa atkan pengikut ajaran Syekh Siti Jenar. Ya. Terkait dengan hal itulah kami para wali ingi n berbincang. saya mengert i. Kanjeng? Mengapa orang miskin bunuh di ri. Saya sangat menyadari semuanya. Tetapi seandainya belum atau tidak pernah terjadi pemberontakan di Kademangan Bintoro? Bukankah dugaan saya telah terjadi. negara. Buka nkah miskin dan lapar yang bisa memicu orang berbuat nekad? Merampas hak orang l ain? Merampok? Mungkin juga bunuh diri? Benar Raden. juga sangat dekat dengan Syekh Siti Jenar. ** * Raden. untuk menjernihkan persoalan ini saya sependapat dengan Kan jeng Sunan Kalijaga. tatapan matanya me nyapu wajah Raden Patah. Sehingga mereka d engan ajarannya telah mencoba menodai perjuangan para wali. Kanjeng. menurut hemat h amba. Menghalalkan segala cara. Raden. Raden Patah menata p Pangeran Bayat. seakan-akan persoalan perutla h yang terpenting dalam kehidupan ini. terkait dengan ajaran sesat Syekh Siti Jenar. Haruskah saya mundur untuk menebus semua kesalahan ini? Mana mungki n bisa merubah keadaan jika mundur? Balikan telapak tangan. Ditebarnya kekacauan dengan isu agama. Meski saya harus jatuh miskin. Bukankah hartanya sudah melimpah ruah. Mudah saja menyer et orang. disamping masih keturunan Majapahit. Dimas Bayat. jiwanya tersisi penuh. sedangkan rohaninya kosong. Apakah tidak alangkah lebih baiknya men gutus orang dulu ke padepokan Syekh Siti Jenar di Desa Kendharsawa? . Alangkah lebih baiknya Kanjeng Sunan Giri pun mengutus beberapa orang . Bukankah sudah terbukti? Jika Syekh Siti Jenar mengajarkan dan menyebarlua skan ajaran sesat dan menyesatkan? Maaf. mengapa yang kelaparan nekad? Sunan Giri berhenti sejenak. Tidakkah sebaiknya pers oalan politik dipisahkan dulu Maaf Kanjeng Sunan Kalijaga. tebuslah kesalahan kita. ujar Sunan Giri. yang jela s penyelesaian dari sebuah perbuatan buruk tadi. Sunan Giri menghela napas. keadaan dibuat kalangkabut dan kacau balau. Persoalan apa. Keputusan? Raden Patah menundukan kep ala. G usti? Dalam hal ini tetap harus ada keputusan. Berbuatlah untuk mensejah terakan rakyat. Gusti. Sehingga me micu persoalan baru. Berbuat untuk rakyat. Saya akan berupaya sek enaga seperti yang Kanjeng Sunan Giri sarankan. Lihatlah khalifah Umar bin Khatab. Sudah menjadi kewajiban kami para wali mengingatkan umara agar tidak terje rumus di dunia dan akhirat. tukas Sunan Drajat. Meski secara lahiryah terlihat miskin namun hatinya sangat kaya. selalu bertaqwa pada Allah .ilaf. Kanjeng. jubah dan pakaiannya pe nuh dengan tambalan. pikirannya berputar. ujar Pangeran Bayat.Untuk apa. Mereka hanya menyantap makanan jasmani. Sunan Giri perlahan duduk di atas kursi. Pemerintah harus segera mengambil tindakan. Dimas Bayat dan Pange ran Modang.Baiklah. Tidak akan mungkin berbuat demikian. agama. Kanjeng. timpal Sunan Kalijaga. Pangeran. Orang miskin merampok hanya butuh makan untuk satu hari. Karena hanya jalan itulah yang dianggap penyelesaian. Tersebarnya ajaran sesat Syekh Siti Jenar terkait pula dengan persoalan po litik. Berbuatlah! Kakang pun ak an berbuat dengan tangan ini yang telah berlumur dosa karena bodoh dan khilaf. Haruskah saya seret Syekh Si ti Jenar dan pengikutnya ke hadapan. Terlepas dari urusan miskin dan kaya. jawab Sunan Kal ijaga. Raden Patah tersenyum. Maksud. Seb elum pengaruh ajaran sesat ini semakin meluas . Benar. Ka ? tanya Sunan Giri. Jarang sekali orang m elakukan penyelidikan lebih mendalam. dan keluarga. Saya setuju dengan pe ndapat Kanjeng Sunan Kalijaga.

biarkan pula saluran air dipenuh i sampah. Sesuai dengan ajaran hamamayu hayuning bawanna . Seandainya kita ikut memakmurkan dan memeliharanya Syekh Siti Jenar perlahan melangkah. bukan berarti akan terjadi. kerut Ki Chantulo . Syekh. Ki Chantulo mengagguk-an ggukan kepala. memakmurkan bumi. b erlapis-lapis. Ki Chantulo dan yang lainnya han ya mengerutkan kening. Gusti. Raden. Tidak. Saya kurang paham? tanya Ki Chantulo. Ya. Kanjeng Sunan Muria. Saya bisa menikmati nya dan memakannya. Alam sebenarnya akan memberika n imbalan pada kita. Saya yakin dengan hadirnya para wali dalam rombongan akan sanggup menilai sesat atau tidaknya ajaran Syekh Siti Jenar. sela Sunan Kalijaga. buah jambu. justru akan saya usahakan aga r enyah dari Desa Khendarsawa. saya baru mengerti. menciptakan saluran air dengan teratur.wali. Maksudnya? Ki Donoboyo mengerutkan dahinya. Pernahkah kita merusak alam? Menebang pohon sembarangan. Barulah kita menjatuhkan hukuman. Syekh. Jika itu harus dilaku kan. Tetapi tadi Syekh mengatakan mungkin saja puting beliung bisa mengh ancurkan padepokan kita? Mengapa? Mungkin disini. Syekh? tatap Ki Donoboyo. Ya. Apa kaitannya dengan memakmurkan bumi? ankah beberapa waktu lalu saya pernah menjelaskan hamamayu hayuning bawana? Yang k ita bicarakan pada waktu itu pertautan jiwa dengan alam. sebelum ada kejelasan serta pembuktian. ujar Sunan Giri. mengerti. semakin cepat. Seandainya kita telah mengamalkan ilmu hamamayu hayuning ba wanna. Termasuk puting beliung? tanya Ki Chantulo. Apa yang akan terjadi? Ki Ageng Tingkir mengerutkan keningnya. Bentuknya ha nya raja yang berhak menentukan. atau tidak sama sekali. Puting beliung bi asanya menghancurleburkan rumah. Meskipun rumah pendu duk disekitar Desa Khendarsawa porak-poranda? Benar. lalu menatap gurunya. pertanda alam? Ki Donoboyo yang berada di halaman padepokan bangkit dari duduknya. tatapan mata Sunan Giri menyapu para wali yang duduk dibelakangnya. mega pekat me mbumbung dan berputar-putar. lalu menatap pada para utusan y ang ditugaskan ke Desa Khendarsawa. Saya kira belumlah saatnya kali ini untuk membahas dan memut uskan sebuah bentuk hukuman. Hamba kira hukuman mati sangat pantas . merawatnya . Saya kira bencana akan datang jika bumi dirusak. Bahkan sebaliknya kita memakmurkan bum i. tindakan apa yang harus dilakukan seandainya dugaan tad i benar? tanya Pangeran Bayat. bahkan bisa saja terjadi. Syekh. lihat pula para petani mem buat pematang sawah. Kanjeng. hingga menghasilkan buah? Ya. I tu salah satu contoh. Saya akan mengutus Kanjeng Sunan Kudus. Datangilah dulu! Jika terbukti bawa ke Pusat Kota Demak Bintoro. Lihatlah para petani dengan jerihpayah menamam padi. dan memeliharanya. Penduduk Desa Khendarsa wa akan kekeringan dan kekurangan air pada musim panas. Ya. Lihatlah pohon jambu batu yang di tanam Ki Chantulo it u. Kanjeng Sunan Giri? Raden Patah melirik ke arah Suna n Giri. dimana kita memakmurkan alam maka alam akan memberi imbalan. saya baru ingat ketika jambu ini berupa bibit. Ki Chantulo mengagguk-anggukan kepala. ujar Syekh Siti Jenar. sesuai dengan kadar kesalahannya. dan bangunan.Ji kita tidak perlu takut dimurkai alam Syekh Siti Jenar tersenyum. Tidak akan pernah kita dimurkai alam atau hidup dalam k esusahan. Hukuman yang pantas dan setimpal bagi penyebar ajaran sesat. Bukankah Ki Chantulo memelihara jambu ini sejak kecil. Benar. Rasanya saya belum paham Memakmurkan bumi? Kebo Kenongo beruja r pelan. biarkan pula pad i disawah tidak harus dirawat dan diberi pupuk. Saya paham. . menanamnya. Sabda alam. sekali dengan perawatan dan pemeliharaan saya hingga jambu ini memberikan imbalan pada saya berupa makanan. Hukuman apa pun layak diberikan pada orang yang bersalah. Mungkin saja akan terjadi lo ngsor. kepalanya mendongak ke atas. Raden Patah mengerutkan keningnya. tadi Syekh bisa mengenyahkan angin puting beliung agar enyah dari Khendarsw . u jar Syekh Siti Jenar. membabad batu pa das seenaknya? tatap Syekh Siti Jenar. Namun selain itu. Baiklah. *** Sore itu matahari tertutup mega hitam. Seakan-akan tatapan matanya yang bersinar sengaja dihalangi untuk menatap padepokan Syekh Siti Jenar. Syekh? Bukankah saya sedang menjelaskan hal yang terkait dengan ilmu hamamayu hayuning bawana . Baiklah. timpal Pangeran Bayat. Angin bertiup sangat kencang. bahkan bencana lainnya. Sebaliknya rusaklah pohon jambu tadi. Angin puting beliun gkah. R aden Patah menganggukan kepala. Apa yang akan terjadi? Memeliharakah pada kita? Murkakah mereka? Tentu s aja murka. kemarahan alam sedahsyat apa pun tidak akan pernah menyen tuh padepokan kita. tebas dan biarkan merana. Lihat. seandainya pohon-pohon b esar yang berada disekitar hutannya ditebang habis. Mengapa. Syekh? matanya tertuju pada Syekh Siti Jenar yang berdiri di samping Kebo K enongo. Mungkin saja padepokan yang kita diami . Kanjeng Sunan Drajat. dan Ka njeng Sunan Geseng. itu sebuah contoh kecil. Namun mungkin disini saya tegaskan.

a? Bukankah andika pernah mendengar Kanjeng Nabi Musa membelah lautan. urai Sy ekh Siti Jenar. Itulah para pejabat nege ri Demak Bintoro . asalkan hati kita ikhlas dan berada dalam kasih sayangNya. ke Maha Gagahan. Bukankah dalam hadistnya Kanjeng Nabi menjelaskan. menjadi sebuah catatan amal. tetapi manusia semacam kita apakah tida k berhak mendapatkannya seandainya Allah menghendaki. Seperti halnya para p enguasa negeri Demak Bintoro Hentikan. memaki. sama tidak tahu. karena bukan sunnah rassul. Jiwa saya terkadang terusik keadaan dan situasi. Syekh. bukankah tadi saya telah mengurainya? Jika andika berupaya. Belum juga Ki Chantulo meneruskan perkataannya. Paling Depan Pangeran . Ya. terutama dari . p as saya belumlah sampai pada tahapan ma rifat. terang Syekh Siti Jenar. Mereka ut usan dari negeri Demak Bintoro. jawab Ki Donoboyo. Ki Chantulo merunduk. karena bukan untuk dipe lajari. Syekh . Sssssssttttttt. meninggikan kakinya. Jika tidak sampai pada tahapan tadi? Masih mungkinkah. Tentu saja. O Ki Donoboyo mengangguk. juga berdasarkan aturan agama yang saya anut. Ketika tidak setuju dan benci akan penyimpangan.Bersandarlah kita pada ke Maha Besaran. Sampurasun terdengar suara dari kaki bukit. Mukjijat hanya pertolongan Allah semata untuk para Nabi dan Rassul. ujar Ki Donoboyo . meski prilaku kita sudah jelas sangat salah menurut banyak orang. Syekh? tanya Ki Donoboyo. Ju stru yang sulit itu mengintrospeksi diri. k asaannya. ulama terkadang menyebutnya Kharama h? Mengapa bisa muncul Kharamah? Ya. Bukankah andika ingin mencapai ma rifat? Maafkan. Ki Donoboyo mengangguk. Mana mungkin orang bisa menapaki ma rifat. Jika demikian berarti jiwa dan hati kita pun sudah tercemari dengan rasa benci dan berburuk sangka. . yang menurut penilaian saya jelek. ke Maha Perkasaannya . Biarlah Allah ya ng menilai baik dan buruknya seseorang. Tidak ada perintah untuk mempelajarinya. Belum terlihat. Mengapa saya sulit menahan dan mengendalikan jiwa yang bergolak.. Bukankah dalam setiap diri manusia ada m alaikat pencatat amal kebaikan dan kejelekan? tatap Syekh Siti Jenar. akan selalu mengan ggap orang lain salah. tetapi pri lakunya menyimpang. bisa terjadi pertolongan Allah datang tanpa diduga. Padahal kebenaran yang ada dalam diri manusia bersipat nisbi. begitu juga yang lainnya.. karena kita telah aqrab. maka akan lupa introspeksi diri. Lalu catatan amal tadi bisa tercoreng karena da lam hati timbul ria dan ta kabur? Syekh Siti Jenar berhenti sejenak. Bukankah mukjijat tidak b isa kita pelajari? Saya tidak mengajarkan untuk mempelajari mukjijat. Meskipun orang tad i tidak sepintar Ki Chantulo. dan melon tarkan ejekan. sehingga hal itu jika dipe rturutkan akan membunuh kehormatan sendiri. Padahal jelek itu bukan menurut pribadi. Ki Chantulo! Saya tidak mengharuskan menuduh orang lain seperti yang diuraikan di atas. menggema. Keberkahannya yang lenyap. matanya tertuju ke arah jala n yang akan dilewati tamu. karena jiwa kita sedang disisipi perasaan merasa paling benar. Kita akan dibuatnya tidak berdaya. jadi bahan obrolan. apalagi menajamkan pe nglihatan Siapakah dia. pada suatu ketika Islam itu hanya tinggal na manya. Syekh? tatap Ki Chantulo. ujar Syekh Siti Jenar. sehingga dengan sebilah tongkat kayunya bisa menyebrangi lauta n yang terbelah. Lantas menj inakkan air laut. Sudahlah. Syekh? potong Kebo Ken ongo. insya Allah akan sampai pada tujuan. Maksudnya? tanya Ki Donoboyo. Tidaklah perlu meninggikan kaki.agar hal itu bisa terjadi. ingat Ki Chantulo? Syekh Siti Jenar menempelkan te lunjuk dibirnya. Syekh? Tent u. tetapi karena hatinya bening. Mung kin bagi manusia semacam kita ada nama lain. . Artinya mereka akan menangkapi kita? Ki Chantulo me nepi. Alquran tinggal tulisannya . Selalu saja ingin mencela. Perlahan orang akan menjauh. K arena merasa selalu benar. utusan Demak Bintoro telah terlihat menaiki anak tangga padepokan Syekh Siti Jenar. Menurunkan penilaian jelek pada orang lain. Seandainya kita selalu menganggap diri palin g benar. mencercerca. Hanya namanya saja bukan m ukjijat. Seba b hancurnya setiap amalan dan hasil ibadah kita akibat tercemarinya hati. Bukankah ketika kita telah berbuat ba ik. jika hati belumlah bening. begitu juga yang lainnya. Syekh? Benar. Lantas Kanjeng Nabi Sulaiman menundukan angin kencang? Bukankah i tu mukjijat. rupanya kita kedatangan tamu yang memiliki tenaga dalam hebat. Membaca basmallah pun tidak terlalu lancar. Ya. dijadikan alat untuk berkuasa dan menguasai serta membodohi rakyat. Juga telah berada dala m tahapan ma rifat. Jika dia berkuasa dan memiliki pengar uh maka akan digunjingnya dibelakang. saat orang lain meluruskan dan mengingatkan sangat su lit diterima. Karena kita sedang merasa paling benar.Tahukah andika siapa yang datang? tanya Syekh Siti Jenar. Kadangkala Alquran dan agama hanya dijadikan alat Ya. Banyak orang memahami ajaran Islam bahkan pasih membaca alquran. Keb enaran mutlak hanyalah milik Allah.

Syekh. seakan-akan ingin menyak sikan sebuah peristiwa yang akan terjadi. berdiri sambil mengayunkan keris dihadapan Syekh Siti Jenar. k embali pada tempatnya. Para murid Syekh Siti Jenar berdatangan dan berada dibelakang Kebo Kenongo. tidak lagi mengajarkan kesesatan. Ya. diikuti Pangeran Modang. Habis penghuni padepokan ini tidak tahu ramah tamah. Desa Khendarsawa. saya mendengar kabar jika andika dan pengikut telah menyebarl uaskan ajaran sesat dan menyesatkan. saya paham. Bukankah setelah kesulitan ada kemudahan? Mungkin saja bagi andika semua belumlah bisa bertemu kemudahan d engan segera. Kanjeng. Baiklah. itulah. lirik Sunan Kudus. Bukankah kabar itu sesuatu ya ng belum pasti? Hari inilah saya datang ke padepokan andika untuk membuktikan kaba r tadi. andika selalu saja membantah dan melawan pada pejabat negara! Yang saya katakan aturan hukum dan negara! geramnya seraya menghunus ker is dan mendekat. Pangeran? Syekh Siti Jenar menga ngkat tangannya ke atas. E. Selamat datang para petinggi Demak Bintoro dan para Wali Agung di p adepokan saya. artinya saya telah keluar dari ajaran Islam yang sesungguhnya. Syekh. Syekh Siti Jenar dengan senyum ramah menyambut p ara tamunya. Pangeran? tatap Syekh Siti Jenar. Sehingga dengan berani matahari mengus ir penghalang dari pandangannya. kami ini para pejabat. Juga Pangeran Bayat haruskah say a mendiamkannya? Keparat! Memang andika ini apa? Pangeran Modang menorehkan keris k e dada Syekh Siti Jenar. Nah.Ya. Maafkan seandainya andika dipaksa harus turun dari punggung kuda dan berjalan menaiki anak tangga padepokan yang tidak sedikit. Meskipun andika sudah punya ni at untuk bertobat Bicara apa andika. Perkataan andika tadi. Angin kencang dan mega yang tadinya ber gulung-gulung telah kembali tenang. Mungkin langkah andi ka tersita dan melelahkan? Alhamdulillah. . Kanjeng Sunan Kudus? bisik Pangeran Bayat. Bahwa saya telah mengajarkan dan menyebarluaskan ajaran sesat dan menyesat . Kenapa andika tidak bisa tenang. tetap saj a proses hukum harus dilalui! sela Pangeran Modang.Apakah sikap saya tidak ramah? Bukankah tadi sudah mempersilahkan? Butakah Pangeran pada tujuan sesungguhnya bertemu kam i di padepokan? Sehingga membentak saya yang berkata seadanya? Syekh Siti Jenar t etap tenang.. Kanjeng. Pangeran. Syekh. yang jelas bisa menemui andika. Pangeran Modang mundur. yang diserangnya tidak menghindar meski sejengkal tanah . selalu tersungging senyuman tipis dari bibirnya. ujar Sunan Kudus. namun tubuh tidak lagi memiliki daya dan upaya untuk be rgerak. Keadaan hening sejenak. tangan kanannya menggenggam gagang keris. seperti halnya Ki Chantulo dan Ki Donoboyo. t idak ada percakapan dalam beberapa saat. Syekh. Kakang. sud ahlah! lirik Pangeran Bayat. Matahari sore yang tampak terhalang mega tip is mulai bisa menatap padepokan milik Syekh Siti Jenar. Mungkin agar perbincangan saya tidak terusik dengan tindakan Pangeran Modang. tatapan matanya menyapu wajah Pangeran Modang yang geram. Maafkan. Apa yang dilakukannya terhadap D imas Modang? Jangan khawatir. Tentu saja dalam mencerna dan memahaminya pun a kan beragam. Sunan Muria dan yang lainnya. serta air mukanya yang memancarkan cahaya. sangat berbeda dengan Syekh Siti Jenar. Meski seribu kali geram. Pangeran. Maaf. Mulailah Sunan Kudus beramah-tamah setelah terganggu dan terusik bentak an Pangeran Modang. gerutunya. mereka menilai dan memperhatikan pertemuan itu d engan tahapan ilmu yang berbeda. yang sebenarnya membahayaka n dirinya sendiri. Tapi meskipun andika telah menyadari bahwa itu ajaran sesat. Karena sesulit apa pun menuju padepokan ini akan kami lakukan. Dimas Modang. Pangeran Bayat menganggukan kepala. ujar Sunan Kudus. Izinkanlah saya dulu beramah-tamah dengan Syekh Siti Jenar. bergeming laksana patung. setelah berad u tatap dengan Pangeran Bayat dengan sorot mata tajam. Pange an Modang melangkah. Ajaran sesat dan menyesatk an? Syekh Siti Jenar menyapu wajah Sunan Kudus dan para pengikutnya dengan sorot mata tenang. lalu menundukan kepala. lalu mendekat dengan sorot mata beringas. Alangkah lebih baiknya andika bertobat dan kembali pada jalan lurus. Syekh. Jika seandainya telah melakukan hal tadi. Kanjeng Sunan.eeh. Apa maksud andika. kami ini utu san Agung dari Kasultanan Demak Bintoro! . Syekh! Pangeran Modang semakin ber ingas. Syekh? Pangera n Modang geram. Meski pun kami di paksa harus berjalan kaki bukanlah soal. Meski Pangeran Bayat dan yang lainnya tampak tegang. Langkah Pangeran Modang terhenti. Bagai mana menyambut tamu terhormat.Bayat berdampingan dengan Sunan Kudus. tenanglah! sela Sunan K udus. Hargailah. Bisa jadi kesulitan yang berikutnya . anjeng Sunan Kudus? tatap Syekh Siti Jenar. Diamlah andika! ujar Syekh Siti Jenar. yan g selalu tenang dan menebar senyum.. Ajaran Islam yang se sungguhnya. Mumpung masih diberi sisa umur ole h Allah SWT . tatap Sunan Kudus. untuk menyaksikan kejadian penting di Desa Khen darsawa.

lahiryah. har uskah saya menciptakan hukum baru? Andika ini melantur. pentafsiran. tidakkah salah? Just ru andika telah salah dan sesat. Andika malah kembali memutar balikan kalimat. ajaran itulah yang mengkhawatirkan? Jika ndika terus menyebarkan ajaran sesat saya khawatir rakyat yang menerimanya kelua r dari esensi Islam yang sesungguhnya. Telusurilah tuduhan pertama tentang hal tadi yang a ndika anggap sesat dan menyesatkan umat . Jik a demikian artinya telah melebihi Allah . Mengapa? Bukankah itu hukumnya wajib? Tentu saja.Boleh s belum mempelajari yang tiga tadi perlajari dulu ajaran syariatnya. tampak tersenyum. Tidak seharusn ya saya memerintahkan wajib pada murid saya tentang salat lima waktu dan puasa d i Bulan Ramadhan. dan ibadah haji. Seakan-akan ada sesuatu yang sedang dicerna dalam pemikirannya. Kedua andika telah mengajarkan manungga ling kawula gusti. bahkan sesat. Wajib itu menurut Allah dalam kalimat yang tersurat. s halat. Andika tidak bisa menghindar dari hu kum Hukum? Ya. lalu mengerutkan keningnya. Andika tidak mengajarkan syariat Islam? Syariat Islam? An dika tidak mewajibkan salat lima waktu. dan ma rifat? . Syekh? tatap Sunan Kudus. itu tadi. hukum negara Demak Bintoro. mengapa hal tadi merupaka n salah satu kesesatan yang saya ajarkan? Dimana ukuran sesatnya? Ya. Persoalan yang pertama tidak menganggap salat lima waktu. Andika dari tadi menuduh saya telah menyeba rkan kesesatan. Tetapi an dika sudah dianggap melenceng. Mengapa saya dianggap melenceng dan s esat? Karena saya bukan seorang wali seperti andika? Mungkinkah karena saya hany a seorang rakyat jelata? Tidak. Sebab hal itu sudah menjadi ketetapan Allah dalam Alquran.kan? Syekh Siti Jenar perlahan mengangkat wajahnya ke langit. Nampaknya se seorang menganut ajaran Islam karena ada syariat yang dijalankan. Benar. artiny a andika telah menganggap manunggal dengan Gusti Allah. Bagamaina andika ini. Kanjeng? Jelas. Syekh. Syekh! Kanjeng Sunan. andika keliru. Syekh? Pembicaraan i tu seperti anak kecil! Mengada-ngada. O demikiankah? Syekh Siti Jenar. T idak bolehkah di dalam Islam mempelajari hakikat. Apa yang mereka bicarakan? gumam Pangeran B ayat mengerutkan keningnya. Bukankah say a sebagai manusia biasa tidak punya kewenangan untuk membuat suatu hukum atau at uran. Kanjeng? ujar Syekh Siti Jenar. manusia tidak punya keharusan. zakat. Syekh Siti Jenar menyapu wajah Sunan Kudus dengan tatapa nnya. maka sampaikanlah. Saya sebagai manusia biasa tidak bisa menyebutkan bahwa itu wajib. Andika telah dianggap sesat dan menyesatka n. tukas Sunan Ku dus. Sunan rhenti sejenak. Jika andika menyebarkan kesesatan artinya telah keluar dari ajaran Islam yang sesung guhnya . Syekh! Maaf. apalagi berkaitan dengan syariat. Rukun Islam itu melibatkan fisik. Syekh Siti Jenar berhenti sejenak. Musrik. Lantas? Ya. thariqat. dan hasil proses p enelaahan andika semata Baiklah jika ini tetap dianggap memutarbalikan kata menurut andika. Kanjeng. Kanjeng. Kanjeng.seakan-akan ruk un Islam tiada Tidak. Islam itu agama syariat! ujar Sunan Kudus. memutar-mutar kalimat! Buk ankah manusia dalam kehidupannya hanya memainkan kata dan kalimat? Tebaklah perm ainan kata dan kalimat tadi. Bukankah saya menyebarkan ajaran Islam? Meskipun kita hanya memil iki satu ayat menurut Kanjeng Nabi. kafir. Jela s itu sesat! Bukankah saya sebagai manusia. Tetapi benarkah tuduhan itu? Bahwa saya telah sesat dan menyesatkan dengan ajaran yang saya sebarkan. Syekh Siti Jenar tersenyum. Sunan Kudus berhati-hati. serta men yamakan derajat andika dengan Allah SWT . puasa. Misalkan syahadat. Iman itu adany a didalam hati. Seandainya saya melakukan kesesatan dan men yebarluaskannya.Baiklah. Dimanakah letak kesesatan ajaran Islam yang saya sebarkan? . Artinya saya telah murtad. Memutarbalikan kata ? Saya tidak sedang melantur. Artinya perbincangan ini telah selesai Ti dak semudah itu. Sunan Kudus berhenti sejenak. mungkin juga musyrik. sesat. Syekh! Sunan Kudus menghela napas dalam-dalam. bahkan mewajibkan. tentang s ebuah perintah terkait syariat Sudah. Mest inya andika mewajibkan salat lima waktu dan puasa di bulan Ramadhan! Jika saya har us mewajibkan salat lima waktu dan puasa pada bulan Ramadhan. Kanjeng. menggunakan . lalu kembali menata p Sunan Kudus. Tidak bolehkah menyampaik an sesuatu tentang ajaran Islam yang saya anggap benar dan harus disebarluaskan? M emang itu tidak salah! Sudah seharusnya karena mengajarkan dan menyebarluaskan a gama merupakan kewajiban kita sebagai umatnya. Islam ini agama yang berdasarkan d alil dalam Alquran. Sehingga tidak seharusnya andika mentidakwajibkan melaksanakan syariat. bukan berdasarkan pemikiran. puasa serta syariat lain wajib. Syekh! Sunan Kudus mendekat. Mereka-reka kata. Bukankah andika tadi sudah menyadari. tentu terlihat dalam bentuk pengamalannya. Disitulah atu kesesatan yang andika ajarkan. Salahkah ajaran manunggaling kawula gusti. Secara s yariat dan lahiryah. puasa pada bulan Ramadhan .

Rasanya tidak tersentuh Apa? Kanjeng. tembus pandang. Hamamayu hayuning bawanna gumam Ki Chantulo ternganga. Kemana mereka? T angkap dan bawalah saya ke pusat kota Demak Bintoro . Seandainya mereka mengasah mata batin. Syekh Siti Jenar menghentikan langkahnya. Pangeran Bayat. Syekh Siti Jenar tersenyum. Dalam batinnya masing-masing memikirkan dan mencerna. atom.Men mereka demikian. dada. tid k perlu panjang lebar.. tentu bisa memandang keberadaan kita. E ee. tambah Syekh Siti Je nar. Pangeran Bayat merunduk di depan Raden Patah. Hampir gelap. Padahal tidak semestinya kita me nilai manusia dengan tingkatan. Syekh tahapan lebih tinggi mer eka lebih rendah. Sang Pencipta telah menciptakan tangan untuk apa? Kaki sesuai fungsinya. Masih bingung. Murid Syekh Siti Jenar semuanya lenyap. Tidak ada satupun yang berbicara. semuanya seakan-akan hanyut dan tenggelam dalam persoalan. Syekh Siti Jenar mendadak menghentikan kalimatnya. Syekh? Ki Donoboyo mendekat. Kanjeng Sun an Kudus? Kita kembali ke Demak! Sunan Kudus membalikan tubuh. terkadang menatap Pangeran Bayat. Sunan Geseng. tampak para muridnya berdiri. wajahnya mendongak ke l angit. Pangeran Modang meng erutkan keningnya serta menggeleng-gelengkan kepala. Saya setuju dengan Kanjeng Sunan Kudus. Pangeran Modang dan para adipati telah lama berada di atas tempat dudukny a. Maksudnya? Menggunakan se suatu sesuai dengan yang seharusnya . Sunan Kudus. Orang lain akan mengatakan mun gkin saya yang telah lebih dulu. tubuh Syekh Siti Jenar perla han samar. Mereka kembali. keluarlah dari Khendarsawa. Tiba-tiba kilat membelah langit. Gusti. Di atas ketinggian apalagi dipuncak gun ung semuanya akan terlihat. Syekh? Ki Donoboyo garuk-garuk k epala.. ruh. Sekarang dia menghilang t ertiup angin. Bagaimana menurut pendapat. dan bahunya. Meninggalkan Desa Kendharsawa menyisakan beragam pemikiran. uc ap Ki Ageng Tingkir. Menghilanglah kalian . *** Gusti. Suatu ketika akan kemb ali dan menjemput saya Siapakah yang mampu mengalahkan kesaktian. sesuai dengan kadar ilm u yang dimilikinya. Semua manusia dihadapan Allah sama. dan yang lainnya beranjak dari padepokan Syekh Siti Jenar. diikuti suara guntur menggelar memekakan ge ndang telinga. Dimas Modang. ujar Ki Chantulo. atau ki Donoboyo sudah bisa. Perkataan Syekh Siti Jenar seakan-akan mendapat restu dan kesaksi an dari langit. Ki Donoboyo tertawa jika demikian saya paham. terkadang memi jit-mijit keningnya. Syekh. O. Kanjeng? tatap Pangeran Modang. kita kembali ke Demak! ujar Pangeran Bayat. tertiup angin sepoi berhamburan. berbeda dengan mereka yang masih di kaki gunung Hahahah a . Pantas mereka cepat pergi karena m erasa kalah dan tidak mampu menangkap kita. Syekh? Jika andika bertanya tingkatan. . Sunan Kudus. penalaran. tetapi tidak seca ntik saya melakukannya. Maka tangkaplah ! lalu menoleh ke belakang. Tidakkah mereka memiliki ilmu yang s etarap dengan. dia belakangan. Bukankah kita harus m embawanya. Tidaklah perlu terlalu gembira. Kecuali sebagian saja yang tinggal di padepokan ini . Sunan Gresik. Kem ana dia? Pangeran Modang baru bisa bergerak. Sebetulnya mereka pun. Kakang! dengan girang serta memegang kepala. Lho ? Pangeran Modang. Andika sebaiknya turunlah dari padepokan ini.saya telah kembali. Yang membeda kan hanyalah cara mensyukuri segala hal yang diberikanNya. hanya tabir tipis saja yang menghalangi pandangan mata lahiryah mereka. menggerutu dalam hatinya. menyerupai kabut. Mata untuk melihat. Sunan Gunung Jati. Har . artinya ada yang tinggi dan rendah. Seandainya Pangeran sanggup menangkapny a? Silahkan! Saya menunggu di sini. seandainya mata hati kita telah terbuka. Padahal kita tidak kemana-mana Ya.tatapan batinnya menembus jiwa Sunan Kudus. Jika yang andika inginkan menangkap saya. Sebarluaskan ajaran kita! Meski jasad kita telah terkubur. Sunan Giri. Tidak ada sesuatu yang tersembunyi meski sebesar zarah. dengan analisis berag am sesuai dengan kemapuan dan ilmu yang dimiliki mereka. t entunya untuk berjalan Kebo Kenongo mencoba menjelaskan. Kanjeng? tatap Pangeran Bayat. akal u ntuk berpikir Itulah artinya mensyukuri nikmat. Kami ti dak sanggup melawan ilmu sihirnya. Sunan Ngudung.ee h Pangeran Bayat tercengang. Syekh? tanya Ki Do noboyo. Kanjeng. Bisa menyihir saya hingga tidak bisa beranjak dari berdiri. Sunan Kalijaga. ma afkan kami tidak berhasil membawa serta Syekh Siti Jenar. Di antara para wali tent u saja . S unan Drajat. Sunan Bonang. Hebat juga ilmu sihirnya. Syekh Siti Jenar melangkah pelan. tatap S yekh Siti Jenar. Pangeran Modang mengacungkan sembah. secara singkat. da n ajaran tidak akan pernah mati. E. Rasanya saya tidak perlu mendahului kehendakNya. lebih kecil dari debu.. Sunan Muria. Mereka tidak akan berhenti sampai disitu. termasuk Pangeran Modang. Dia sangat sakti. Kenapa saya juga belum bisa? tanya K i Donoboyo. Pantas tingkat ketinggian pun bisa mempengaruhi sudut pandang dan jangkauan mata kita. tentang ketidakberhasilan memboyong Syekh Siti Jenar.

timpal Pangeran Modang. Kanjeng. saya takut ajarannya semakin melua s. tatap Sunan Bonang. kedua mendukung Ki Ageng Pengging melakuka n makar. Pangeran Modang. biarlah hari ini juga saya akan menjemput Syekh Siti Jenar. ujar Raden Patah. Islam itu seakan-akan ilmu yang terkait deng an hal-hal mistis. Toh dia malah mengajarkan hal-hal aneh. Saya rasa Syekh Siti Jenar tidak memiliki ilm u sihir Tapi. Ya. Maaf. Bagi orang awam sudah barang tentu. Ma sa tuhan bisa manunggal dengan dirinya. Jadi tuduhan makar dan isu politik melatar b elakangi disebarnya ajaran sesat dan menyesatkan. Sunan Giri perlahan bangkit. Namun tidaklah sendiri Seandainya ini tugas negara dan perintah dari k etua Dewan Wali insya allah. Kanje ng Sunan Kalijaga? tatap Sunan Giri. Baiklah . Angin bertiup sangat kencang memisahkan daun dan ranting kering d . Gusti. Pertama mengajarkan ajaran sesat. terkadang kita menganggapnya sesat. Justru agama lebih mudah ditunggangi kepentingan politik. Raden. dan membelanya. ujar Sunan Giri. ujar Sunan Bonang. dan musrik. Kedua saya melihat dengan mata kepala sendiri. Sunan Giri Menganggukan kepala. ujar Pangeran Bayat. dimana lengah gerakan makar pun berjalan. dia tidak bisa dikalahkan dengan pasukan. Sebab apa yang diajarkannya sangat kental dengan kehidupan masyarakat Demak s ebelumnya. mungkin itulah ajaran thariqatnya. ujar Raden Patah. Umat Islam tidak disyariatkan untuk bisa menghilang Benar. me ngingat masyarakat Demak Bintoro mayoritas muslim. saya pun meyakini hal itu. Kita harus atuhkan hukuman. kharafat. sangat jelas akan merongrong wibawa dan keutuhan negeri Demak Bintoro. Padahal selama ini kita berusaha membasmi ajaran-ajaran yang berbau bid ah .Mudah-mudahan berhasil. tatap Sunan Kalijaga. Ya. Pangeran? tatap Sunan Geseng. Kanjeng. Saya kir a guratan taqdir berkata demikian. Tidaklah sebaiknya mengajarkan bagaimana cara shalat yang benar Ya. Disitulah letak kesalahannya. Sunan Giri menyapu wajah Raden Patah dengan tatapa n matanya. ujar Sunan Bonang. Padahal saya lebih sependapat dengan Kanje ng Sunan Kalijaga. Su nan Kudus melirik. Kanjeng. artinya Syekh Siti Jenar jelas memiliki dua kesalah an. Kanjeng. Bukankah dia bisa menghilang? Saya sendiri dibuatnya mematun g bagaikan arca. Maaf. dan beberapa prajurit tangguh. Hingga kita tidak larut dal am bayang-bayang dugaan *** Langit mendung. Sehingga ajaran yang disebarluaskannya bisa menodai perjuanga n kita. hadirnya Ki Ageng Pengging alias Ki Kebo Kenongo disampingnya. Petir berkilatan. lihat pula latar belakang Ki Ageng Pengging? Masuk akal juga. Itu bukanlah ilmu sihir setahu saya Sunan K alijaga menatap Raden Patah. awan hitam bergulung-gulung bergerak c epat kerumuni angkasa. Selain ingin menodai perjuangan para wali . padahal keimanan rakyat De mak Bintoro pada saat ini masih rapuh. Kanjeng. Bukan lawan prajurit. akan mengulang perbuatan menyimpang dari syariat Islam. meski bagaimanapun juga tetap hal ini akan terjadi. Saya rasa tidak perlu melibatkan banyak prajurit. Sunan Kalijaga ber henti sejenak. Sejauh itukah pe ngamatan. Syekh Siti Jenar harus ditangkap! ujar Sunan Giri. Untuk membuktikan semuanya. Sunan Kudus angkat bicara. Saya akan mengutus Dimas Bayat. Ditebarnya isu penyebaran ajaran sesat semata untuk mengalihka n perhatian pemerintah. Mudah-mudahan. Pertama ajarannya benar-benar sesat. Kanjeng Su nan Giri. tahayul.am! Islam tidak boleh menguasai ilmu sihir apalagi mengamalkannya . Mungkin say a akan turut serta bersama Kanjeng Sunan Kalijaga dan beberapa wali lainnya. Jika dibiarkan terlalu lama. padahal tujuan utamanya politik. Adakah hal penting terkait dengan persoalan i ni perlu diperbincangkan? Rasanya tidak ada. Seb ab kita tidak sedang berperang melawan pasukan musuh. Terpaksa atau tidak terpaksa Kanjeng Sunan Ka lijaga harus melakukannya. Padahal selama ini kita berusaha membangun. Saya berk esimpulan demikian berdasarkan hasil penyelidikan. Jika hal ini dibiarkan. mungkin inilah warna kehidupan. Hendaklah persoalan politik dipisahkan dulu dengan persoalan agama. Ada apa Kanjeng Sunan Bonang. Sunan Kalijaga menatap Sunan Bonang. diikuti guntur menggelegar memekakan ge ndang telinga. Belum juga memahami bag-b agan fikih malah loncat ke hal-hal yang berbau mistis. ujar Sunan Bonang. mempertahankan. Tetapi kita hanya ingin me nangkap sosok Syekh Siti Jenar yang dianggap sesat dan memiliki ilmu cukup tingg i. Seandainya mereka sulit ditangkap! ujar Raden Pat ah. manunggaling kawula gusti. Percayalah pa da Kanjeng Sunan Kalijaga . ujar Pangeran Modang. tambah Pangeran Modang. Kali ini sebaiknya Sunan Kalijaga saja yang berangkat? Saya setuju. Mungkin karena tidak pernah ditemu i dalam syariat Islam. Merupakan salah satu ilmu yang diajarkan pada muridmuridnya. Saya kira sepenuhnya kebijakan milik negara dan dewan wali Untuk itu tetap. ujar Raden Patah. mata hatinya mula i berbincang. Ingin mendudukan Ki Ageng Pengging sebagai Ra ja Demak Bintoro. Jika itu terbukti.

terkecuali Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga tidak tampak lelah apalagi menyeka keringat. Mungkinkah dia telah mengetahui kedatangan kita. Sunan Bonang. dimana orangnya? P angeran Modang memutar tatapan matanya. tanpa terhalang mega tebal ya ng menggumpal. Aneh? Pangeran Modang memijit-mijit keningnya. Kita telah sampai di wilayah Desa Khendarsawa. Apa hubungannya ilmu sihir yang ditebarkan Syekh Sit i Jenar dengan pertanyaan Kanjeng Sunan Kalijaga? Rayi Modang itu ibaratnya? timpal Pangeran Bayat. Ingatkah Pangeran pada ilmu hamamayu hayuning bawanna yang dimili kinya? Ya. Lihatlah. Sangat tinggi ilmu sihirnya Setahap demi setahap Sunan Kalijaga dan rombongan menginjak t angga yang terbuat dari pahatan batu padas. seraya bang kit dari duduknya. Tapi bukankah Pertanda alam ini lahir dengan sendirinya. Aneh . seakan-akan berada dihadapan kita? Tidakah sedang menghilang men ggunakan ilmu sihirnya? Tidak. Terimakasih. petir. Laks ana lembaran kertas yang akan ikut serta mencatat sejarah kehidupan manusia yang terjadi di bawah tatapan matahari. Sunan Kudus. Sunan Kalijaga tersenyum. menyelinap di antara gelapnya mega yang bergulung-gulung. Sunan Kalijaga melangkah pelan dikuti yang lainnya. me natap langit yang tiba-tiba terang benderang. Pangeran. Ya. K anjeng! Pangeran Modang menunjuk langit.? tangannya memijit-mijit kening. Tidak ada angin kencang. Hebat juga! Matahari kembali bisa menunaikan sisa tugasnya menatap Desa Khendarsawa. Hanya lapisan. adahal masih harus melewati beberapa tangga dan bentangan jalan. . Ya. tatapannya menyap u wajah Syekh Siti Jenar yang tampak tenang. matanya tertuju ke depan. seakan menjadi-jadi. Syekh? . dan Sunan Geseng. Seperti yang lainnya. Abunya berhamburan di hala man padepok Syekh Siti Jenar. Pangeran. itulah tangga kehidupan . Ah bingung saya kakang Pangeran Modang garuk-garuk kepala. serta lembaran awan putih tipis menyertainya. Matahari semaki n ketakutan. Utusan Negeri Demak Bintoro telah berada di gerbang Desa Khendarsawa. Kanjeng Sunan bisa saja gema suara S yekh Siti Jenar. Kanjeng. Mengapa Kanjeng Sunan mesti menapaki tangga? Tidak seb . Sihir Syekh Siti Jenar hebat sekali. Selamat datang di padepokan saya saudaraku Kanjeng Sunan Kalijag a. untuk mengantar siapa saja yang hendak menemui pen ghuninya. Apakah gej ala alam ini sengaja dia ciptakan untuk menyambut kedatangan kita? Tidak. Jika kaki Pangeran terantuk batu. Kanjeng? l irik Pangeran Bayat. Pangeran Modang memijit-mijit kening. Kematian Maksud. yang berteriak mengaduh kesakitan apakah kaki atau mulu t? Tentu saja mulut.Lihat sa ngkah pelan keluar dari ruang padepokan. Sunan Kalijaga memperlamba angkah kudanya. dimanakah dia? tatapnya pada Sunan Bonang. Padahal sebelum memasuki Desa Khendarsawa tidak ada. lirik Pangeran Bayat. namun saya kurang paham? Inilah bukti kemanunggalan Syekh Siti Jenar deng an alam Maksudnya? Pangeran Modang ikut bertanya. Lha. Sunan Kalijaga berdampingan d engan Pangeran Bayat duduk di atas pelana kuda hitam. terdengar suara Syekh Siti Jenar menggema. Berkali-kali Pangeran Modang menghel a napas. Angin sem akin kencang dibarengi petir dan kilat. terbakar serta jadi arang dalam sekejap. keningnya berkerut-kerut. matanya m enyapu kaki bukit tempat Syekh Siti Jenar bersemayam. Mana mungkin kaki bisa berteriak kesakitan. Kanjeng Sunan Bonang dan lainnya. Mulai lagi menggunakan ilmu sihir Saya kira Syekh Siti Jenar sudah tahu kedatangan kita. ba hkan guntur. Heran? tatap Pangeran Modang pada Sunan Bonang. jawab Sunan Kalijaga. tubuhnya seakanakan tidak memiliki bobot. di belakangnya Pangeran Mo dang.Utusan dari Demak Bintoro menambat kudanya di b wah pohon rindang. Hampir tidak terhitung jumlah nya saking banyaknya tangannya menyeka keringat yang menetes dikeningnya. Sunan Bonang beradu tatap dengan Sunan Kalijaga. dan guntur. Para murid Syekh Siti Jenar tersentak. Mengapa suarany a sangat dekat. Syekh. Kanjeng. Tentu saja di padepokannya. puluhan pasang mata tertuju pada batang pohon yang berubah ja di abu dalam sekejap. seraya menyeka keringat. Sunan Gunung Jati. seakan-akan menyambut tamu yang akan da tang. Orangnya dimana? Pangeran Modang berusaha mencari jejak Sye kh Siti Jenar dengan tatapan matanya. itulah tangga susun menuju padepokannya. Pangeran . mereka hanya mengantar langkah gurunya dengan tatapan mata penuh pertanyaan. Bergerak di atas langit Desa Khendarsawa. Padaha l keberadaan kita masih jauh dari padepokannya Bukan Syekh Siti Jenar jika gelap ma ta hatinya. Lihatlah Syekh Siti Jen ar sudah tidak lagi menyihir Desa Khendarsawa. S angat banyak anak tangganya! gerutu Pangeran Modang. Petir menyabar b atang pohon.ari cabang pepohonan. Anak tangga berbaris hingg a menyentuh ketinggian bukit. Para muridnya yang berada di dalam ruangan belum juga keluar. Kanjeng? lirik Pangeran Bayat. Pertanda alam apa lagi? gumam Ki Chantulo. Kanjeng. angin kencang. Dia bisa menciptakan petir. Sunan Bonang mengangkat wajahnya ke atas.

saya kira demikian. lalu tatapan mata Sunan Bonang menyambangi batin Sunan Kalijaga dan Syekh Si ti Jenar. Memang saya malas bero raga apalagi memanjat gunung Matahari semakin nampak. Itu semua terseka dengan tiupan angin sepoi-sepoi. apa maksud uca pan Syekh Siti Jenar? Pangeran Modang melongo. bukankah itu pun gendang besar yang menggunakan alat pukul se perti halnya gong? Benar. Jadi bingung apa itu batin? Pange . Benar. ketika kita telah bera da dalam tahapan ma rifat. Tentu saja agar tidak gagal memboyong Syekh ke nege ri Demak Bintoro. Betulkan demikian? Mengapa tuduhan seperti itu selalu datang bertubi-tubi m emojokan saya dan para pengikut? Padahal saya tidak merasa sedang berada dalam k esesatan. Kanjeng. Syekh Siti Jenar tersenyum. Lihatlah bedug. Artinya andika dihadapan umum su dah berbuat sesuatu yang tidak lazim. apalagi sebagai utusan. Inilah padepokan s aya. serta tidak semestinya. yang ber sifat mutlak. tidak semestinya loncat pada tangga yang lebih at as Lha. Kanjeng Sunan Bonang. Aneh kenapa Kanjeng berdua tidak tamp ak lelah apa lagi berkeringat kelihatannya enteng. Bukankah esensi ajaran Islam yang sesungguhnya berada dalam jiwa. sebab yang menilai orang lain sesat bukanlah diri si pelaku. Tidak se mestinya saya meninggalkan rombongan. akrab. Hingga dengan ajaran tadi orang yang baru mengenal dan be lajar Islam menganggap syariat itu tidak penting. Sunan Kalijaga perl ahan melangkah. O pantas Pangeran Modang geleng-gelengkan kepala. Dibelakangnya berdiri beberapa muridnya. Tidak ah disadari meski gendang pun bisa dipukul menggunakan batang kecil yang seukura n. Kali ini andika tidak akan bisa lolos . Saya kali ini ditunju sebagai pimpinan rombongan. tidak jauh dari persoalan yang kita bawa. lalu berdiri disamping Sunan Bonang. mengusir sengat dan keringat panas. Mengapa mereka saling adu tatap? Tidak terdengar lagi bicara? gumam Pangeran Mo dang. Sunan Kalijaga berh enti sejenak.Tenang. Se hingga lelaku itu benar menurut pengikut awam. Juga sangat tidak menghargai Syekh Siti Jenar yang telah susah p ayah menciptakan tangga. Hanya sayang kesa lahan Syekh menganggap sama setiap orang. Kanjeng. Itu kepercayaan Raden Patah dan Kanjeng Sunan Giri selaku ketu a Dewan Wali yang memutuskan. padahal yang salah adalah yang me ngajarkannya. Kanjeng. saya telah kembali! Pangeran Modang geram. Padahal tidak seharusnya mengajarkan i lmu yang Syekh pahami pada orang yang bukan padanannya. Orang kebanyakan menyebutnya batin atau kebatinan. Baiklah. jika kaki saya tidak menyentuhnya . serta manunggaling kawula gusti. Sunan Kalijaga melirik ke arah Sunan Bonang yang tersenyum. Hingga menyeret orang un tuk melukar syariat . Syekh. sekarang ketiga-tiganya jadi saling tatap.aiknya langsung saja berdiri dihadapan saya? gema suara Syekh Siti Jenar. Tentu saja. namun sebaliknya bagi yang awam hal itu akan di anggap benar. Bukankah ketika saya sedang berada d i atas panggung dan mementaskan gamelan. Ya. Ada pun alasannya s aya menangkap Syekh. Seperti itukah lelaku saya saat ini? Ya. Syekh. Mungkin menurut pandangan khusus demikian. Saya tidak merasa berat dan mungkin ser ing latihan . Pangeran. Tentu saja harus secara lahiryah. Ya. lalu mata batinnya menembus jiwa Syekh Siti Jena r. Kanjeng? tatap Pangeran Bayat. tatapan matanya menyapu wajah para utusan dari negeri Demak Bintoro. dengan sorot mata t enang. Apakah Kanjeng juga punya ilmu sihir? Mengapa pangeran bertanya demikian? tatap Sunan Kalijaga. Jika demikian Kanjeng telah terikat dengan kekuasaan dan melupakan esensi kebenaran. Syekh. mengapa mereka saling tatap? Pangeran Mod ang mendekat. Saya sangat memahami tugas Kanjeng secara lahiryah dan kenegaraan. Namun dalam hal ini orang kebanyakan dan umum. Pada intinya hendaklah Syekh menahan diri untuk menyebarkan ajaran yang dianggap sesat secara umum. Jika hal itu merupakan keharusan. serta lelakunya. Syekh Siti Jenar menyambut Sunan Kalijaga beserta rombongan dari Ne geri Demak Bintoro. Seakan-akan ingin puas menyinari para penghuni bumi. Pange ran. erujar secara lahiryah tatap Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga berhenti sejenak. Mestinya manusia itu berjalan melewati tangga tahap pertama. Andika telah melanggar kesepakatan yang telah umum ketahui dan di akui kebenaran. J ika saya memperlakukan gong seperti gendang tentu saja akan ditertawakan orang y ang sudah tahu. dari sudut pandang umum. ketepatan. Sunan Kudus meletakan jari telunjuk dibibirnya. Apa yang dibicarakannya. Kali ini saya datang selaku utusan dar i negeri Demak Bintoro. karena diduga telah menyebarluaskan ajaran sesat dan menyes atkan. panasnya terik menguliti tubu h. Hanya untuk menghindar i fitnah bagi andika. Padahal kaki saya s eperti halnya Pangeran menyentuh tangga. Mereka berbicara melalui mata hati. Seandainya benar mengapa saya dianggap bersalah dan sesat? arena saya memandang dari sudut pandang umum dan kepentingan negara. Kanjeng. alat musik gong itu mestinya dipukul.

Syekh? tanya Pangeran Modang. kalau perlu dihukum sekalian. selain mengelak dan berusaha mencari alasan agar terlepas dari hal yang dituduhk an. Lalu kita semua hanya menyaksikan orang yang menen g-menengan Kanjeng Sunan Kudus? tatap Pangeran Bayat. Lalu membalikan tubuhnya mengikuti langkah Panger an Modang. Meski saya serib u kali membuat penjelasan dan pembelaan rasanya bukan itu yang andika semua tuju . Dento? Maksud aki? Taklukan lagi para rampok dan paksa orang-orang kampung. Pangeran. Kanjeng! Kakang Bayat! Betapa mudahnya menangkap orang ini tidak seperti hari s ebelumnya menghilang segala. Kanjeng. Setiap tangan menggenggam pedang. Sama sekal i tidak ada tingkatan yang lebih rendah dan lebih tinggi. Syekh. Dari tadi saya perhatikan terus ngelantur. Bagi saya setiap orang adalah sama. mung kin marah atau terusik dengan suara bising di tepi hutan. Apa lagi yang mesti kita bicarakan? Kecuali menangkap dan memenjarakanny a. Saya paham. Di sudut lain Kebo Benowo berdampingan dengan Joyo Dento. Sunan Kalijaga t ersenyum. berdiri pendopo megah terbuat dari kayu jati tidak berukir. Syekh. Matahari berbinar kemerah-merahan. menggenggam tombak pasukan sebelahnya. alangkah lebih baiknya jika pembicaraan andika bertiga t erdengar secara lahiryah. Pangeran? Tidak perlu! tatap Pangeran Modang. merekalah yang tidak mau mengerti dan memahami. Mari kita kembali ke negeri Demak Bintoro. Bukankah itu soal m udah. Apa yang andika bicara kan. Kanjeng Sunan. Mengapa mereka masih saling tatap? Pangeran Modang masih kebingungan. dan Pangeran Bayat. Loro Gempol berdiri di depan para lelaki telanjang dada. Hanya saja kita kekurang satu pasukan lagi ? dahi Joyo Dento mengkerut. Maksud andika? Kita perlu pasukan berkuda. Sehingga muncul kalimat bodoh yang menduga-duga. lalu disered. Tida kah sadar jika andika ini telah menyebarluaskan ajaran sesat dan menyesatkan? Perl ukah saya bicara panjang lebar dengan andika. Yang terdengar hanyalah suara jubah mereka masing-masing yang berkelebatan tertiup angin pegunungan.Baiklah. Tidak semestinya mengharuskan orang lain berada dalam tahapan yang sama dengan andika. seakan-akan sedang berdebat dengan tatapan matanya masing-masi ng. Kanjeng. untuk siapa itu? Dimana? Lalu tahapan aqidahnya? Sebab ilmu itu ada yang bisa disampaikan melalui dakwah secara umum. serta membolak-balikan kalimat. Bukan salah saya. kembali beradu tatap dengan Syekh Siti Jenar. lalu berpasangan saling s erang. ujar Pangeran Bayat. terbuka. tapi apa yang dibicarakannya memekakan gendang telinga dan tidak ny ambung lalu menghela napas dalam-dalam. lahirkanlah pembicaraan andika berdua! Keduanya masih belum melahirkan setiap ucapannya. Sunan Gunung Jati. Karena pemb icaraan ini terdengar oleh umum. Tangannya menghunus keris. Halamnnya yang luas dipagari pepohonan sebesar tubuh kerbau. bahkan komat-kamit mulut yang meluncurkan setiap kalimat sa nggahan dan pernyataan. Nun jauh dari keramaian rakyat negeri Demak Bintoro. dentin gan senjata begitu nyaring. Tanpa ada gerak. tubuh kekar serta berotot. hen daklah pilih-pilih. Selesai. Baiklah. tentu harus terdengar. Teriak lantang. dihadapannya be rdiri pasukan berbaju serba hitam. serta m erta memojokan dan menyudutkan semisal saya dan para murid.ran Modang garuk-garuk kepala. t atapan matanya tertuju pada Sunan Kalijaga. kenapa amat mudah? gumam Sunan Geseng. Memutar balikan fakta. te . Lha. Kanjeng Sunan Kalijag a. Sye kh Siti Jenar menganggukan kepala. paling samping dengan busur di tangan dan anak panah. tangannya menggenggam pesakitan seraya memaksanya untuk turun dari padepokan. saya terima tantangan itu. Hehhhhmmmm Sunan Bonang menarik napas dalam-dalam. tidak setiap ajara n Islam yang andika tafsirkan dan pahami bisa disebarkan secara merata. Kenapa tidak? rsoalannya kita harus mengeluarkan modal yang lebih besar? Selain membeli kuda j uga merekrut lagi warga Demak yang siap berjuang bersama kita. Pemahama n dan pencernaan tentang hal yang tidak tersirat dan tersurat dalam alquran. Sunan Kudus. Mana mungkin orang yang sudah dituduh bersalah mengakui kesalahannya. Syekh. Mesti berdebat pun tentu saja pembicaraan andik a akan lebih melantur kemana-mana. daun rimbunnya menutup langit. seraya mencerna permintaan Sunan Kudus. Masa mereka tidak sang gup mencerna dan menelaah setiap pemikiran saya? Sekarang sudah terdengar Pangeran M odang tersentak. . Sunan Kudus me n Sunan Bonang. *** Awan berlayar rendah di atas bahu puncak Gunung Lawu. Karena tujuan para utusan agung dari negeri Demak Bintoro ingin menangkap saya dan menjatuhkan hukuman. pagar h idup dan tumbuh. lantas mengikat lengan dan sekujur tubuh Syekh Siti Jenar. Syekh Siti Jenar tersenyum. Untuk itu tangkaplah saya! Tentu! Pangheran Modang maju. Baiklah. Inilah pasukan gelap sewu! gumam Kebo Benowo. Andika berkata demikian. Ya. juga ada yang semestinya harus dikonsumsi dan ditelaah berdasarkan tingkatan tertentu.

Syekh Siti Jenar tetap merupakan musuh Negara dan Agama yang per lu mendapatkan hukuman. Bukankah kita tidak cukup modal untu k biaya makan mereka saja mengandalkan uang dan emas cipataan? Tidak. artinya tiada lama lagi mal am akan tiba. akibat menghina pengadila n. Tiada salahnya yang diucapkan Syekh Siti Jen ar. . Keadaan rakyat Demak Bintoro terpengaruh dan kacau Ajaran hidup untuk mati itukah? I ulah! Bukankah mereka sudah menganggap mati itu indah? Mana mungkin mereka mengink an kedudukan dan memiliki niat bergabung dengan kita? Hahahaha Ki Benowo! Jangan kha watir. tawa renyah Pang eran Modang mengurai gemerisiknya dedaunan tertiup angin. yang tidak memiliki rasa kemanusian sama sekali. Syekh! geram Pangeran Moda Jangan sekali-kali andika bicara ngelantur. *** Syekh Siti Jenar yang memiliki ilmu sihir itu ternyata teramat mudah untuk saya seret ke hadapan Gusti Sultan. Bukankah tujuan andika berdua menang kap saya. Bukankah siasat ini berhasil? sungging Joyo Dento. Dento? Sama sekali ti dak. Dosa dan kesalahan andika akan bertambah. Ide apa kali ini yang bersemayam di benak andika. Cukup. Maka hukum penggal sugah semestin ya Pangeran. Apa bedanya kisanak dengan mengharg ai binatang ternak yang disembelih? Apa bedanya seorang penjahat seperti andika de ngan hewan sembelihan? Bukankah tidak lebih rendah perbuatan andika dari binatan g sembelihan? Kisanakkah yang menentukan rendah dan terhormatnya derajat manusia? In i sudah menjadi ketentuan hukum Pangeran Modang mengerutkan keningnya. Dento? Doktrin! Maksud nya? dahi Kebo Benowo mengkerut. Mudah. . Meski du lu pernah melakukan cara itu. Bagi p enduduk kampung tidak lagi dengan cara kasar. Setelah diberi kemudahan malah diperdebatkan. nghilangkan nyawa orang dengan jalan dipenggal. Apalagi mendukung lan gkah kita. Tidakkah kehidupan m anusia ini di dunia hanya sekejap. Takutkah andika. Namun itu hanya berlaku bagi para perampok. . Begitu pula kehidupan kita di dunia ini. Tidakkah kisanak perhatikan ind ahnya matahari di upuk senja? Jika hari sudah senja.Lantas? menggeleng. Syekh? Mengapa mesti takut. Meski demikian mereka tidak boleh hanyut terbawa arus pembicaraannya. Dimas. serta mendapatkan hukuman yang setimpal. hingga derajat andika dianggap setingkat dengan binatang sembelihan. bukankah orang-orang yang akan kita pengaruhi tidak lain hanyalah masyara kat miskin dan bodoh? Benar. Terpaksa atau tidak terpaksa indahnya senja akan terseret gelapnya malam. Apa pu n yang terjadi. Pangeran.O hela Syekh Siti Jenar.rutama para pemudanya agar mengikuti kita. Mestikah hukum penggal dilakukan demi menghilangkan nyawa orang? Jangan salah arti. Andika akan diadil i. lalu lengan bajunya mengusap keringat yang mulai meleleh dari dahinya. Syekh! ujar Pangeran Modang. Sunan Geseng. Syekh! sentak Pangeran Modang memecah keheningan se jenak. Bawalah saya dan hadapka nlah pada Gustimu! Andika menantang! geram Pangeran Modang. Saya kira tidak melalui pengadilan dul u? Bicara apa? Masa kisanak tidak dengar? Itu penghinaan. Pangeran Modang. Ki. Haruskah membeli? tatap Kebo Benowo. Untung saja belum berada dihadapan G usti Sultan. Lantas? Tidakkah aki pikirkan seandainya kita menempuh cara lama dalam meng umpulkan orang tidak akan pernah menumbuhkan rasa simpati.Mengapa saya harus ? Andai benar itu tujuan andika? Baiklah! dorong Pangeran Modang. desahnya pelan. Huk um penggal dilakukan bukan untuk menghilangkan nyawa orang! Ingatlah. Modang! kerut Pan geran Bayat. Andika diseret ke Demak bukan untuk berbicara tentang kehidupan. Tidakkah perkataan Pangeran terlalu berlebihan? Buka nkah pengadilan nanti yang akan menentukan di depan sidang para wali dan Gusti S . Tidak mungkin ini terjadi teramat mudah? matanya tidak beranjak dari wujud Syekh Siti Jenar yang terikat dan disered-sered Pangeran Modang. Ki. Bukankah teramat singkat dan cepat. desis Sunan Geseng. Kakang. Joyo Dento meninggikan alisnya. Hukuman pun akan lebih berat! Itu mesti andika pahami! Apa artinya hukum manusi a? Tidak takutkah andika. Perlu kuda kita melakukan perampasan Say a kurang setuju dengan cara demikian. Pangeran Modang diam sejenak. pemenggala n dilakukan demi tegaknya hukum! Bukankah pada akhirnya tetap untuk menghilangkan nyawa orang? Yang kisanak anggap sebagai musuh Negara? tidak Mengapa tidak? Bukankah etelah orang dipenggal dan lehernya putus akan mati? Itu sebuah pembunuhan. Semua ora ng tahu itu! Perlu andika ketahui! Andika digiring ke Demak Bintoro tiada lain u ntuk dipenggal! Pangeran? sela Sunan Geseng pelan. Tentu saja . dan yang lainny a hanya menghela napas dalam-dalam. Mungkin ilmu sihirnya pada hilang gara-gara berhadapan dengan Kanjeng Sunan Kalijaga yang memiliki ilmu tinggi. Bukankah tempo hari juga yang menghadapi Kanjeng Sunan Kudus? Entahlah bukankah ketika berhadapan dengan Kanjeng Sunan Kudus masih sempat menghilang dengan sihirnya ketika akan ditangkap? Benar juga? Kenapa a ndika malah berdebat? lirik Syekh Siti Jenar.

Bukankah sepantasnya. Tidak sadarkah derajat andik a dan saya berbeda. serta segala yang kisanak miliki tida k akan pernah menolong dan membantu ketika kita ber Diam! bungkam Pageran Modang. Kanjeng Sunan. Sebelum hukum dijatuhkan dia mau bertobat Hahahaha . benarkah dia itu bisa membaca isi hati saya? Ah mana mungkin manusia sanggup menyelami hati orang lain? sejenak termangu. Arti nya melawa n Pejabat Negara. Kenapa. Kakang. Kakang? Sadarlah. Jika buka mulut sekali lagi akan ku sumpal mulut andik a Pangeran. Padahal tuduhan tadi menunjukan ketidakpercayaan diri kisanak. karna andika bukanlah rakyat Demak Kebanyakan. Andika hanya rakyat jelata. andika.inuhun? Ah. Pangeran? Diam! geramnya. Mestikah sa ya hormat terhadap andika? Benar benar kisanak telah dibutakan gemerlapnya pakaian k ebesaran dan singgasana jabatan. Brengsek! Menantang rupanya andika. . Dimas? Tidak semestinya kita memperlakukan Syekh Siti Jenar secara kasar. tindakan kisanak tidak mencerminkan sebagai seorang terpelajar dan soso k pejabat Mulai lagi andika! Bukannya diam dan merasa takut pada saya. Andika selain penghianat Agama dan Negara juga berani mencela setiap ucapan saya. Andika tiada lain pesa kitan yang sudah semestinya mendapat perlakuan seperti ini. Aduhhh Syek h Siti Jenar terhuyung.semestinya andika menggurui saya. Hehe andaikan pejabat neg ara seperti kisanak semua tidak mungkin keadilan akan tercapai. Maaf. Kisanak telah lupa ten tang asal muasal sendiri. apalagi hakikat hidup. Pangeran? Nanti akan kita buktikan dalam persidangan Haruskah y . tidak semestinya seorang terpelajar dan memiliki jabatan menduga-dug a dan menuduh. kekuasaan. jari-je arinya dengan kasar menjabak leher baju Syekh Siti Jenar. . mengapa berlaku demikian padanya? tatap Pangeran Bayat. Beraninya bersik ap tidak diam. Syekh enar menjaga keseimbangan. Tid ak. Lantas tidakkah ingat bahwa All ah menilai manusia bukan karena parasnya yang cantik. Akhhh jerit lirih Syek Siti Jenar. Kepalan tangannya menghantam lambung. tata pan matanya yang tajam seakan-akan menembus kelopak mata Pangeran Modang dengan seringainya menahan sakit. tetapi orang yang paling mulia dihadapanNya hanyalah nila i ketakwaannya? Dunia. Tetapi yang dipukulnya untuk kali ini tida k bergeming. malah membantah terus Mengapa saya mesti takut pada kisanak selaku p ejabat negara dan terpelajar. Pangeran. . terasa kepalan tangannya menghantam baj a. bukan sebaliknya sosok kisanak mencerminkan prilak u yang sesuai dengan jabatan serta ilmu yang dimiliki? Keparat! Pangeran Modang sem akin terpancing. sungging Syekh Siti Je nar. Tidak salahkah para wal i memungut kisanak sebagai abdi negara? Bukankah rakyat semacam saya ini perlu d iayomi Tidak. Mau lagi? memamerkan kepalannya. matanya menyala terbak ar marah. Ternyata k isanak telah dilenakan dengan pakaian kebesaran. bukan karena jabatannya. Apalagi mendakwahkannya pada orang lain. Bukannya andika ini orang sakti Syekh mengapa saya pukul sekali saja sudah nam pak kesakitan? Jika Pangeran masih mau memukul saya silahkan. Pangeran. Syekh! Pangeran Moda g merah padam. jabatan. berdiri tegak. pesakit an! bentak Pangeran Modang. Bukankah kesalahan say a ini belum terbukti. juga pejabat negara. dengan tatap mata beringa s. Dimas. Pangeran Ba entikan gerakan tangan Pangeran Modang berikutnya. Bukankah dia juga punya hak untuk mendapatkan keadilan yang wajar? Tapi.Dimas. telapa k tanganya mengelus punggung tangan yang terasa sakit. Keparat. Jika tidak. pejabat atau pun rakyat semuanya sama di depan hukum? Siapa bilang? geram Pangeran Modang. Diam. Prilaku saja sudah tidak sanggup menarik simpati. Bukankah sud ah tahu bahwa saya ini seorang terpelajar. Dia terlalu angkuh dan selalu mencela kita. J ika Syekh Siti Jenar diberi sedikit penjelasan maksud saya supaya tersadar akan ke salahan dan dosa-dosanya.Mulutnya menyeringai menahan sakit. Tidak sepantasnya memuta rbalikan kata andai itu hanya untuk melipur lara karna takut. Mana mungkin orang seka sar kisanak bisa mendalami agama dengan baik. Tidak mampu meng endalikan amarah alamat berantakan sistem hukum di negara ini.E eh. saya pejabat Negara. merunduk. Rupanya andika harus mendapat pelajaran! ketusnya.Eeh sihir apalagi yang andika gunakan kh? Pangeran. Drek. mengapa dia ta hu saya merasa ciut Benarkan apa yang saya katakan. lalu memukul pundak Syekh Siti Jenar hingga terhuyung. b ukan karena miskinnya. hingga kembali mengayunkan kepalan tangannya ke perut. Andi ka yang menduga-duga? Katakanlah dengan nurani.. sungging Syekh Siti Jenar. Tidak sepantasnya bagi rakyat jelata melawan Pejabat. Saya merasakan sakit saat dipukul kisanak hanyalah untuk menghormati kesombongan dan keadigungan adi guna . Hati Pangeran Bayat mulai ciut. Syekh S iti Jenar terkekeh. tapi Pangeran Modang tampak pucat. mukanya merah padam. . Syekh?! Pangeran Modang kembala mengayunka n kepalan tangannya ke arah perut.Pangeran perkataan kisanak berlebihan Diam. Tidakkah antara si miskin dan si kaya.

bukankah sedari tad i saya bicara dengan mereka apa sebenarnya yang telah terjadi pada diriku? Berkalikali telapak tangnya menepuk dahi. tinjunya dikepalkan. Jika demikian kita hanya berdua Pangeran? terdengar lembut dan menakutkan. Diam!. Buanglah yang menyebabkan hati kisanak menjadi buta. terdengar seaka n-akan menusuk gendang telinganya. Aneh. Kakang Bayat meninggalkan saya? Juga para Sunan tiada satu pun mengikuti. dipihak lain membenarkan ucapan musuhnya. Yang diikatnya kini bukanlah Syekh Siti Jenar tetapi sebongkah gedebog pisang. Belalakkanlah mata hati kisanak! Brengsek! Andika jangan mempermainkan saya ! Ayo tampakan wujud Andika pengecut Bukankah tadi saya sudah menasihati kisanak? Say a tidak perlu nasihat orang pengecut Kisanak masih belum paham juga . Eeh kemana Syekh Siti Jenar? Mengapa ikut lenyap . Tidakkah kisanak dalam keadaan gusar? Setia p ujaran berbenturan dengan lainnya. Sudah! lalu menyeret lagi. Keparat! Siapa andika? berputar-putar mencari pemilik suara. padah al tadi dibelakang. Lalu. lalu Pangeran Modang mengerutkan keningnya.ang belum jelas kesalahannya diperlakukan sebagai pesakitan? Andika ini memang pes akitan! bentaknya dengan muka memerah. Disisi lain rasa gengsi sangat kuat untuk memperlakukan Syekh Siti Jenar dengan cara y ang kurang hormat. Keparat! Saya telah kembali ditipu dengan sihirnya gigin ya gemeretak. tangannya masih menggenggam kuat tam bang pengikat pesakitannya. Ada apa ini? dahinya dikerutkan. Sebaiknya Pangeran istirahat dulu Diam! lalu membalikan tubuh ke belakang terny ata Pangeran Bayat menjauhi dirinya seakan berlari kembali ke Padepokan menghamp iri para Sunan yang tidak mengikuti langkahnya. Diam! Pangeran Modang merenung sejenak. kembali berbalik. benarkah tadi yang saya ajak bicara Kakang Bayat? Juga P ara Sunan? Jika benar tentu mereka tidak akan meninggalkan saya begitu saja? Haha da sar bodoh! Andai mata hati kisanak tidak buta tentu tak seharusnya berbuat sebod oh itu . terasa dirinya betapa dungu dalam menghadapi kejadian tersebut. mukanya merah padam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful