3

PERATURAN
DIREKSI LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR
KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH
NOMOR: 011/PER/LPDB/2011
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS
PEMBERIAN PINJAMAN
KEPADA USAHA KECIL DAN MENENGAH
DIREKSI LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR
KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH
Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan
kemampuan usaha kecil dan menengah
(UKM) dalam mengakses sumber
pendanaan, maka diperlukan pemberian
pinjamankepadaUKM;
KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH R.I.
LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN USAHA MIKRO,
KECIL DAN MENENGAH
( LPDB-KUMKM )
4
b. bahwa dalam rangka meningkatkan peran
UKM di sektor riil dalam pembangunan
ekonomi nasional maka diperlukan
dukungan dana perkuatan permodalan
dalambentukpinjaman;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagai
mana dimaksud pada huruf a dan huruf b
di atas perlu ditetapkan Peraturan Direksi
LPDB-KUMKM tentang Petunjuk Teknis
Pemberian Pinjaman Kepada Usaha Kecil
danMenengah;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992
tentang Perkoperasian (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor
116,TambahanLembaranNegaraRepublik
IndonesiaNomor3502);
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003
tentang Keuangan Negara (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2003
Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara
RepublikIndonesiaNomor4286);
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004
tentangPerbendaharaanNegara(Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara
RepublikIndonesiaNomor4355);
4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004
tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan
Tanggung Jawab Keuangan Negara
(Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun2004Nomor66,TambahanLembaran
NegaraRepublikIndonesiaNomor4400);
5
5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004
tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara
RepublikIndonesiaNomor4437);
6. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008
tentangUsahaMikro,Kecil,danMenengah
(Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun2008Nomor93,TambahanLembaran
NegaraRepublikIndonesiaNomor4866);
7. PeraturanPemerintahNomor32Tahun1998
tentang Pembinaan dan Pengembangan
Usaha Kecil (Lembaran Negara Republik
IndonesiaTahun1998Nomor46,Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor3743);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun
2005 tentang Pengelolaan Keuangan
Badan Layanan Umum (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor
48, Tambahan Lembaran Negara Republik
IndonesiaNomor:4502);
9. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009
tentang Pembentukan dan Organisasi
KementerianNegara;
10. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010
tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi
Kementerian Negara Serta Susunan
Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I
KementerianNegara;
6
11. Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun
2007 tentang Kebijakan Percepatan
Pengembangan Sektor Riil dan
Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan
Menengah;
12. Peraturan Menteri Negara Koperasi dan
UsahaKecildanMenengahNomor05/Per/
M.KUKM/IX/2010 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Kementerian Negara Koperasi
danUsahaKecildanMenengah;
13. Peraturan Menteri Negara Koperasi dan
UsahaKecildanMenengahNomor11/Per/
M.KUKM/VI/2008 tentang Organisasi Tata
Kerja Lembaga Pengelola Dana Bergulir
Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan
Menengah;
14. Peraturan Menteri Keuangan Nomor
99/PMK.05/2008, tentang Pedoman
PengelolaanDanaBergulirpadaKementerian
Negara/Lembaga sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Menteri
Keuangan Nomor 218/PMK.05/2009
tentang Perubahan atas Peraturan Menteri
KeuanganNomor99/PMK.05/2008tentang
PedomanPengelolaanDanaBergulirpada
KementerianNegara/Lembaga;
15. Peraturan Menteri Keuangan Nomor
230/PMK.05/2009 tentang Penghapusan
PiutangBadanLayananUmum;
7
16. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 77/
PMK.05/2010,tentangTarifLayananBadan
Layanan Umum Lembaga Pengelola Dana
Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil
dan Menengah Pada Kementerian Negara
Koperasi dan Usaha kecil dan Menengah
sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Menteri Keuangan, Nomor 75/
PMK.05/2011, tentang Perubahan atas
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 77/
PMK.05/2010tentangTarifLayananBadan
Layanan Umum Lembaga Pengelola Dana
Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil
dan Menengah Pada Kementerian Negara
KoperasidanUsahaKecildanMenengah;
17. Keputusan Menteri Keuangan Nomor
Kep-292/MK.5/2006 tentang Penetapan
LembagaPengelolaDanaBergulirKoperasi
dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
pada Kementerian Negara Koperasi dan
Usaha Kecil dan Menengah sebagai
InstansiPemerintahyangMenerapkanPola
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan
Umum;
18. Keputusan Menteri Negara Koperasi dan
Usaha Kecil dan Menengah Republik
IndonesiaNomor21/Kep/M.KUKM/VII/2008
tentang Pendelegasian Kewenangan
Pengelolaan Dana Bergulir Koperasi dan
UsahaMikro,KecildanMenengah;
19. Keputusan Menteri Negara Koperasi dan
UsahaKecildanMenengahNomor16/Kep/
M.KUKM/V/2010 tentang Pengangkatan
Direktur Utama pada lembaga Pengelola
8
Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro,
kecildanMenengah;
20. Keputusan Menteri Negara Koperasi dan
UsahaKecildanMenengahNomor22/KEP/
M.KUKM/VII/2010 tentang Pengangkatan
Direktur Keuangan dan Umum pada
LembagaPengelolaDanaBergulirKoperasi
danUsahaMikro,KecildanMenengah;
21. Keputusan Menteri Negara Koperasi dan
UsahaKecildanMenengahNomor23/KEP/
M.KUKM/VII/2010 tentang Pengangkatan
Direktur Pengembangan Usaha pada
LembagaPengelolaDanaBergulirKoperasi
danUsahaMikro,KecildanMenengah;
22. Keputusan Menteri Negara Koperasi dan
UsahaKecildanMenengahNomor26/KEP/
M.KUKM/VII/2010 tentang Pengangkatan
Direktur Bisnis pada Lembaga Pengelola
Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro,
KecildanMenengah;
Memperhatikan : Notulen Rapat Direksi dengan Dewan
Pengawas LPDB-KUMKM tanggal 2
Maret2011.
M E M U T U S K A N
Menetapkan : PERATURAN DIREKSI LEMBAGA
PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI
DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN
MENENGAH TENTANG PETUNJUK TEKNIS
PEMBERIAN PINJAMAN KEPADA USAHA
KECIL DAN MENENGAH.
9
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Pengertian
DalamPeraturaniniyangdimaksuddengan:
1. Dana Bergulir adalah dana yang dialokasikan oleh
kementerian Negara/ Lembaga/Satuan Kerja Badan
Layanan Umum untuk kegiatan perkuatan modal usaha
bagi koperasi, usaha mikro, kecil, menengah, dan usaha
lainnya yang berada di bawah pembinaan Kementerian
Negara/Lembaga.
2. Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, dan
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, yang selanjutnya
disebut LPDB-KUMKM adalah satuan kerja Kementerian
KoperasidanUKMyangmempunyaitugasmelaksanakan
pengelolaanDanaBerguliruntukdisalurkandalambentuk
Pinjaman/Pembiayaan, atau dalam bentuk lainnya dan
bertanggungjawabkepadaMenteriNegaraKoperasidan
UKM.
3. Pemberian Pinjaman Kepada UKM adalah kegiatan
pemberian Pinjaman kepada UKM, dalam rangka
meningkatkan dan memberdayakan ekonomi kerakyatan,
meningkatkanpendapatandankesejahteraanmasyarakat,
memperluas lapangan kerja, dan mengentaskan
kemiskinan.
4. Pinjaman adalah pemberian penyediaan dana atau
bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu,
yang disalurkan oleh LPDB-KUMKM kepada Koperasi
10
dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) baik
secara langsung maupun melalui lembaga perantara,
yang digunakan untuk modal investasi dan/atau modal
kerja,berdasarkanpersetujuanataukesepakatanpinjam-
meminjam atau perjanjian tertentu antara LPDB-KUMKM
dengan KUMKM, yang mewajibkan KUMKM untuk
melunasiutangnyakepadaLPDB-KUMKMsetelahjangka
waktu tertentu dengan membayar suatu tarif/imbal jasa
tertentu.
5. Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari
masyarakatdalambentuksimpanandanmenyalurkannya
kepadamasyarakatdalambentukkreditdan/ataubentuk-
bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup
rakyatbanyak.
6. Sektor riil adalah sektor-sektor ekonomi selain di sektor
jasa keuangan yaitu sektor pertanian, peternakan,
kehutanan dan perikanan, sektor pertambangan dan
penggalian, sektor industri pengolahan, sektor listrik, gas
danairbersih,sektorbangunan,sektorperdagangan,hotel
danrestoran,sektorpengangkutan,sektorjasa-jasa(jasa
nonkeuangan).
7. Usaha Keciladalahusahaekonomiproduktifyangberdiri
sendiriyangdilakukanolehorangperoranganataubadan
usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau
bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau
menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung
dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi
kriteriaa)memilikikekayaanbersihlebihdariRp50.000.000
(lima puluh juta rupiah ) sampai dengan paling banyak
Rp500.000.000 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk
tanahdanbangunantempatusaha;ataub)memilikihasil
penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.000 (tiga ratus
jutarupiah)sampaidenganpalingRp.2.500.000.000,-(dua
milyarlimaratusjutarupiah).
11
8. Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang
berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan
ataubadanusahayangbukanmerupakananakperusahaan
atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau
menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung
denganUsahaKecilatauUsahaBesardengana)jumlah
kekayaanbersihlebihdariRp.500.000.000,-(limaratusjuta
rupiah)sampaidenganpalingbanyakRp.10.000.000.000,-
(sepuluhmilyarrupiah)tidaktermasuktanahdanbangunan
tempat usaha; atau b) memiliki hasil penjualan tahunan
lebih dari Rp.2.500.000.000,- (dua milyar lima ratus juta
rupiah) sampai dengan Rp.50.000.000.000,- (lima puluh
milyarrupiah).
9. Satuan Kerja Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/
Kota yang selanjutnya disebut SKPD adalah Instansi
Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota, yang membidangi
pembinaandanpengembanganKoperasidanUMKM.
BAB II
TUJUAN DAN SASARAN
Bagian kesatu
T u j u a n
Pasal 2
TujuanpemberianPinjamanadalah:
1. MeningkatkankemampuanUKMdalammengaksessumber
pendanaanuntukpengembanganusahaproduktif.
2. MeningkatkankemampuanUKMdalammenciptakannilai
tambahatasbarangdanjasa.
12
3. MeningkatkanperanUKMdalammemperluaskesempatan
kerjadanmengentaskankemiskinan.
Bagian Kedua
S a s a r a n
Pasal 3
SasaranpemberianpinjamankepadaUKMadalah:
1. TerealisasinyapinjamankepadaUKM.
2. TerwujudnyapeningkatanvolumeusahaUKM.
BAB III
PERSYARATAN UMUM UKM
Pasal 4
Persyaratan UKM yang dapat diberikan Pinjaman oleh LPDB-
KUMKMadalahsebagaiberikut:
1. Usahayangakandibiayailayaksecarabisnis.
2. Memilikibadanusahadanlegalitasusahasesuaidengan
ketentuanperaturanperundangan.
3. Memilikilaporankeuanganyangterstruktur2(dua)tahun
terakhir,dengankeuntunganpositif.
4. MemilikilaporanyangsudahdiauditolehKantorAkuntan
Publik(KAP)untukjumlahpinjamandiatasRp1.000.000.000
(satumiliarrupiah).
5. Memilikikantordan/ataulokasiusahadenganstatusyang
jelas.
13
BAB IV
KETENTUAN PINJAMAN/PEMBIAYAAN
Pasal 5
(1) Ketentuan Pinjaman dari LPDB-KUMKM kepada UKM
sebagaiberikut:
a. Pinjaman diberikan atas dasar analisis kelayakan
usaha.
b. PlafonpinjamanminimalRp500.000.000(limaratus
juta rupiah), maksimal Rp10.000.000.000 (sepuluh
miliarrupiah).
c. Penggunaan Pinjaman untuk modal kerja dan/atau
investasi.
d. Jangka waktu Pinjaman termasuk masa tenggang
sesuaijenisdankelayakanusaha,denganketentuan
untukmodalkerjamaksimal5(lima)tahundanuntuk
investasimaksimal10(sepuluh)tahun.
e. Tingkat suku bunga Pinjaman sesuai dengan tarif
yangditetapkanolehMenteriKeuangan.
f. Periode pembayaran bunga dan pengembalian
pokokPinjamandilakukansesuaikelayakanusaha.
g. Menyerahkan jaminan berupa material dan
immaterial.
h. Perjanjian Pinjaman antara LPDB-KUMKM dengan
UKMdibuatsecaranotariil.
i. Pinjaman yang diterima UKM harus direalisasikan
sesuai dengan tujuan pinjaman yang dibuktikan
denganlaporantertulis.
14
(2) LPDB-KUMKMdapatmemintaUKMmelakukanpenjaminan
atas Pinjaman kepada Perusahaan Penjaminan/Asuransi
Kredit.
BAB V
PERMOHONAN PINJAMAN, ANALISA KELAYAKAN USAHA
DAN KEPUTUSAN PINJAMAN
Bagian Kesatu
Permohonan Pinjaman
Pasal 6
(1) UKMyangmemenuhipersyaratansebagaimanadimaksud
dalamPasal4dapatmengajukanpermohonanPinjaman
kepada LPDB-KUMKM dengan melampirkan dokumen
sebagaiberikut:
a. ProflUKM;
b. ProposalPinjaman;
c. Kelengkapanlegalitas:
1. Photo copy Akta Pendirian dan/atau perubahan
anggarandasarbesertaSKpengesahannya.
2. Photocopyijinusahayangakandibiayai.
3. PhotocopySuratketerangandomisilidan/atauSurat
IjinTempatUsaha(SITU).
4. PhotocopyNPWP.
5. PhotocopyTandaDaftarPerusahaan(TDP).
15
6. Photocopybuktistatuskantor.
d. PhotocopyKTPDireksidanKomisarisataupemilik
usaha.
e. Laporankeuangan2(dua)tahunterakhir.
(2) LPDB-KUMKMmenyatakanbahwapermohonandariUKM
lengkap apabila dokumen sebagaimana dimaksud pada
ayat(1)terpenuhi.
Bagian Kedua
Analisis Kelayakan Usaha
Pasal 7
AnalisiskelayakanUKMdilakukanolehLPDB-KUMKMdan/atau
menggunakanjasapihakketiga/konsultanyangditetapkanoleh
LPDB-KUMKMdenganmemperhatikanaspek:manajemendan
organisasi, usaha dan produksi, pasar, yuridis, keuangan, dan
karakterpemilikUKM.
Bagian Ketiga
Keputusan Permohonan Pinjaman
Pasal 8
KeputusanataspemberianPinjamandariLPDB-KUMKMkepada
UKMsepenuhnyamerupakankewenanganLPDB-KUMKM.
16
BAB VI
PENCAIRAN PINJAMAN DAN BIAYA
Bagian Kesatu
Pencairan Pinjaman
Pasal 9
(1) UKMyangtelahdisetujuimemperolehPinjamandariLPDB-
KUMKMwajibmenandatanganiperjanjianPinjamanyang
dibuatsecaranotariil.
(2) UKMyangdisetujuisebagaimanadimaksudayat(1)Pasal
ini,membukarekeningatasnamaUKMyangbersangkutan
diBankdandisampaikankepadaLPDB-KUMKM.
(3) Setelah perjanjian Pinjaman ditandatangani oleh LPDB-
KUMKM dan UKM, maka LPDB-KUMKM mencairkan
Pinjaman tersebut ke rekening UKM sesuai dengan
perjanjianPinjaman.
Bagian Kedua
Biaya-Biaya
Pasal 10
(1) Biaya notaris dan materai yang timbul sehubungan
denganadanyaperjanjian/akadmenjadibebanUKMyang
bersangkutan.
(2) Apabila Pinjaman dari LPDB-KUMKM dijamin oleh
Lembaga Penjamin/Asuransi Kredit, maka biaya Imbal
Jasa Penjaminan Pinjaman menjadi beban UKM yang
bersangkutan.
17
BAB VII
MONITORING, EVALUASI DAN PENGENDALIAN
Pasal 11
(1) UKM wajib menyampaikan laporan realisasi penggunaan
Pinjaman kepada LPDB-KUMKM paling lambat 30 (tiga
puluhlima)harikalendersetelahpencairan;
(2) UKMwajibmenyampaikanlaporanpenggunaanPinjaman
dan dampak manfaatnya setiap 3 (tiga) bulan kepada
LPDB-KUMKM.
(3) Bentuk laporan monitoring dan evaluasi sebagaimana
dimaksudayat(1)dan(2)terdapatpadalampiranperaturan
Direksiini.
BAB VIII
S A N K S I
Pasal 12
(1) Dalam hal UKM lalai membayar bunga dan/atau
mengembalikan angsuran pokok Pinjaman sesuai
dengan jadwal angsuran (repayment schedule) yang
telah disepakati, maka LPDB-KUMKM memberikan surat
peringatantertuliskepadaUKM.
(2) Keterlambatanpembayaranbungadan/ataupengembalian
angsuran pokok Pinjaman oleh UKM sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1), maka UKM dikenakan denda
sebesar2%(duaperseratus)perbulandarijumlahbunga
dan/atauangsuranpokokPinjamanyangbelumdibayarkan
kepadaLPDB-KUMKMyangdihitungberdasarkanjumlah
hariketerlambatan.
18
(3) Apabila UKM mengalami keterlambatan pembayaran
bunga dan/atau pengembalian angsuran pokok selama
6 (enam) bulan, maka disamping dikenakan denda
sebagaimana dimaksud ayat (2) juga dipertimbangkan
untuktidakmemperolehPinjamankembali.
(4) DalamhalUKMtidakmenggunakanseluruhatausebagian
Pinjamansesuaitujuanpenggunaandanamaka:
a. UKMwajibmengembalikanPinjamanyangtidakterpakai
kepadaLPDB-KUMKM,atau
b. LPDB-KUMKMdapatmenarikPinjamantersebut.
(5) Dalamhalditemukanadanyapelanggaranpidanamaupun
perdataolehDireksidan/atauKomisarisatauyangsederat
dengan itu dan/atau oleh pemilik UKM, akan dilakukan
tindakansecarahukum,sesuaidenganketentuanperaturan
perundanganyangberlaku.
BAB IX
P E N U T U P
Pasal 13
(1) Petunjuk Teknis ini dibuat untuk mengatur penyaluran
PinjamandariLPDB-KUMKMkepadaUKM.
(2) Persyaratan dan ketentuan yang diatur dalam Petunjuk
TeknisinidapatdilakukanpengecualiandenganKeputusan
DireksiLPDB-KUMKM.
(3) Segalasesuatuyangbelumatausudahdiaturnamuntidak
sesuai lagi dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku, maka akan diatur kemudian dalam Addendum
atau Amandemen yang merupakan bagian yang tidak
terpisahkandariPetunjukTeknisini.
19
Pasal 14
Peraturaniniberlakusejaktanggalditetapkan.
DitetapkandiJakarta
padatanggalMaret2011
Direktur Utama
Kemas Danial
NRK.201008073




















�����























��� ����





����������

3. c. 2. bahwa dalam rangka meningkatkan peran UKM di sektor riil dalam pembangunan ekonomi nasional maka diperlukan dukungan dana perkuatan permodalan dalam bentuk pinjaman. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47.  . b. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 116. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355). 4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagai mana dimaksud pada huruf a dan huruf b di atas perlu ditetapkan Peraturan Direksi LPDB-KUMKM tentang Petunjuk Teknis Pemberian Pinjaman Kepada Usaha Kecil dan Menengah. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3502). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286). Mengingat : 1.

9. dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3743). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Tugas. 6. Tugas.Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4866). 5. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1998 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1998 Nomor 46. 7. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro. dan Menengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 93. Kecil.  . Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 48. dan Fungsi Kementerian Negara Serta Susunan Organisasi. 8. 10. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor: 4502). Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan.

Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 05/Per/ M.05/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 99/PMK. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 230/PMK.KUKM/VI/2008 tentang Organisasi Tata Kerja Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro. 13. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 99/PMK. 15. Kecil dan Menengah.05/2008 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bergulir pada Kementerian Negara/ Lembaga. Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 11/Per/ M.05/2009 tentang Penghapusan Piutang Badan Layanan Umum. Kecil dan Menengah.05/2008. 14.  .KUKM/IX/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. 12. tentang Pedoman Pengelolaan ana ergulir ada ementerian D B p K Negara/Lembaga sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 218/PMK. 11. Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2007 tentang Kebijakan Percepatan Pengembangan Sektor Riil dan Pemberdayaan Usaha Mikro.

Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 16/Kep/ M. 16. Kecil dan Menengah Pada Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.05/2010. 17. Keputusan Menteri Keuangan Nomor Kep-292/MK. Kecil dan Menengah Pada Kementerian Negara Koperasi dan Usaha kecil dan Menengah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan. tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro. Nomor 75/ PMK. tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 77/ PMK.5/2006 tentang Penetapan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro.KUKM/V/2010 tentang Pengangkatan Direktur Utama pada lembaga Pengelola  .KUKM/VII/2008 tentang Pendelegasian Kewenangan Pengelolaan Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro.05/2010 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro. Kecil dan Menengah pada Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah sebagai Instansi Pemerintah yang Menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 77/ PMK. Kecil dan Menengah.05/2011. Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 21/Kep/M. 19. 18.

21. Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 26/KEP/ M. Kecil dan Menengah.KUKM/VII/2010 tentang Pengangkatan Direktur Keuangan dan Umum pada Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro. 22.KUKM/VII/2010 tentang Pengangkatan Direktur Pengembangan Usaha pada Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro.  . Kecil dan Menengah. Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 22/KEP/ M. Memperhatikan : Notulen Rapat Direksi dengan Dewan Pengawas LPDB-KUMKM tanggal 2 Maret 2011. Kecil dan Menengah. kecil dan Menengah. 20.Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN DIREKSI LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN USAHA MIKRO.KUKM/VII/2010 tentang Pengangkatan Direktur Bisnis pada Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro. Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 23/KEP/ M. KECIL DAN MENENGAH TENTANG PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN PINJAMAN KEPADA USAHA KECIL DAN MENENGAH.

kecil. dan mengentaskan kemiskinan. memperluas lapangan kerja.BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Pengertian Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Dana Bergulir adalah dana yang dialokasikan oleh kementerian Negara/ Lembaga/Satuan Kerja Badan Layanan Umum untuk kegiatan perkuatan modal usaha bagi koperasi. Pinjaman adalah pemberian penyediaan dana atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu. atau dalam bentuk lainnya dan bertanggung jawab kepada Menteri Negara Koperasi dan UKM.  . usaha mikro. yang disalurkan oleh LPDB-KUMKM kepada Koperasi 2. dan Usaha Mikro. dalam rangka meningkatkan dan memberdayakan ekonomi kerakyatan. Kecil dan Menengah. menengah. 4. Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi. yang selanjutnya disebut LPDB-KUMKM adalah satuan kerja Kementerian Koperasi dan UKM yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan Dana Bergulir untuk disalurkan dalam bentuk Pinjaman/Pembiayaan. Pemberian Pinjaman Kepada UKM adalah kegiatan pemberian Pinjaman kepada UKM. dan usaha lainnya yang berada di bawah pembinaan Kementerian Negara/Lembaga. 3.

000.000 (lima puluh juta rupiah ) sampai dengan paling banyak Rp500. sektor pertambangan dan penggalian. Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki. sektor industri pengolahan.2.dan Usaha Mikro.000. sektor listrik. berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjammeminjam atau perjanjian tertentu antara LPDB-KUMKM dengan KUMKM.000 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling Rp. yang mewajibkan KUMKM untuk melunasi utangnya kepada LPDB-KUMKM setelah jangka waktu tertentu dengan membayar suatu tarif/imbal jasa tertentu. Kecil dan Menengah (KUMKM) baik secara langsung maupun melalui lembaga perantara. sektor jasa-jasa (jasa non keuangan). dikuasai. 5. 7. 0 . kehutanan dan perikanan. gas dan air bersih.000 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. sektor bangunan. Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau bentukbentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. yang digunakan untuk modal investasi dan/atau modal kerja. atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria a) memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50.500.000. sektor perdagangan. sektor pengangkutan. atau b) memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000. hotel dan restoran. Sektor riil adalah sektor-sektor ekonomi selain di sektor jasa keuangan yaitu sektor pertanian. 6.000.- (dua milyar lima ratus juta rupiah). peternakan.

- (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan Rp.50. dikuasai.- (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp.500. BAB II TUJUAN DAN SASARAN Bagian kesatu Tujuan Pasal 2 9.10. Satuan Kerja Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/ Kota yang selanjutnya disebut SKPD adalah Instansi Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota.000. atau b) memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp. Meningkatkan kemampuan UKM dalam mengakses sumber pendanaan untuk pengembangan usaha produktif.000.- (lima puluh milyar rupiah). Meningkatkan kemampuan UKM dalam menciptakan nilai tambah atas barang dan jasa.- (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.000. yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki.8.000.000.000. atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau Usaha Besar dengan a) jumlah kekayaan bersih lebih dari Rp.000.000.2. Tujuan pemberian Pinjaman adalah : 1.  . Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri. 2. yang membidangi pembinaan dan pengembangan Koperasi dan UMKM.500.000.000.

5. Bagian Kedua Sasaran Pasal 3 Sasaran pemberian pinjaman kepada UKM adalah : 1. 2.000. Usaha yang akan dibiayai layak secara bisnis. Memiliki kantor dan/atau lokasi usaha dengan status yang jelas. dengan keuntungan positif.000. Memiliki laporan yang sudah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk jumlah pinjaman diatas Rp1. Meningkatkan peran UKM dalam memperluas kesempatan kerja dan mengentaskan kemiskinan.000 (satu miliar rupiah).3. Memiliki laporan keuangan yang terstruktur 2 (dua) tahun terakhir. 3. BAB III PERSYARATAN UMUM UKM Pasal 4 Persyaratan UKM yang dapat diberikan Pinjaman oleh LPDBKUMKM adalah sebagai berikut : 1. Terealisasinya pinjaman kepada UKM. 4. Memiliki badan usaha dan legalitas usaha sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan. Terwujudnya peningkatan volume usaha UKM.  . 2.

000 (lima ratus juta rupiah).000.BAB IV KETENTUAN PINJAMAN/PEMBIAYAAN Pasal 5 (1) Ketentuan Pinjaman dari LPDB-KUMKM kepada UKM sebagai berikut: a. Pinjaman yang diterima UKM harus direalisasikan sesuai dengan tujuan pinjaman yang dibuktikan dengan laporan tertulis. Plafon pinjaman minimal Rp500.000. f. maksimal Rp10. b. jaminan berupa material dan h. Pinjaman diberikan atas dasar analisis kelayakan usaha. i. Penggunaan Pinjaman untuk modal kerja dan/atau investasi. Menyerahkan immaterial. Perjanjian Pinjaman antara LPDB-KUMKM dengan UKM dibuat secara notariil.000 (sepuluh miliar rupiah). g.  . dengan ketentuan untuk modal kerja maksimal 5 (lima) tahun dan untuk investasi maksimal 10 (sepuluh) tahun. d.000. Jangka waktu Pinjaman termasuk masa tenggang sesuai jenis dan kelayakan usaha. c. Tingkat suku bunga Pinjaman sesuai dengan tarif yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. e. Periode pembayaran bunga dan pengembalian pokok Pinjaman dilakukan sesuai kelayakan usaha.

Photo copy Akta Pendirian dan/atau perubahan anggaran dasar beserta SK pengesahannya. c.  . Proposal Pinjaman. BAB V PERMOHONAN PINJAMAN. Photo copy Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Photo copy NPWP. Photo copy Surat keterangan domisili dan/atau Surat Ijin Tempat Usaha (SITU). ANALISA KELAYAKAN USAHA DAN KEPUTUSAN PINJAMAN Bagian Kesatu Permohonan Pinjaman Pasal 6 (1) UKM yang memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dapat mengajukan permohonan Pinjaman kepada LPDB-KUMKM dengan melampirkan dokumen sebagai berikut: a. b.(2) LPDB-KUMKM dapat meminta UKM melakukan penjaminan atas Pinjaman kepada Perusahaan Penjaminan/Asuransi Kredit. 4. 5. Photo copy ijin usaha yang akan dibiayai. 2. 3. Profil UKM. Kelengkapan legalitas: 1.

(2) 6. dan karakter pemilik UKM. Bagian Ketiga Keputusan Permohonan Pinjaman Pasal 8 Keputusan atas pemberian Pinjaman dari LPDB-KUMKM kepada UKM sepenuhnya merupakan kewenangan LPDB-KUMKM. e.  . pasar. Laporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir. d. Photo copy KTP Direksi dan Komisaris atau pemilik usaha. usaha dan produksi. keuangan. LPDB-KUMKM menyatakan bahwa permohonan dari UKM lengkap apabila dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terpenuhi. yuridis. Photo copy bukti status kantor. Bagian Kedua Analisis Kelayakan Usaha Pasal 7 Analisis kelayakan UKM dilakukan oleh LPDB-KUMKM dan/atau menggunakan jasa pihak ketiga/konsultan yang ditetapkan oleh LPDB-KUMKM dengan memperhatikan aspek: manajemen dan organisasi.

maka LPDB-KUMKM mencairkan Pinjaman tersebut ke rekening UKM sesuai dengan perjanjian Pinjaman. Setelah perjanjian Pinjaman ditandatangani oleh LPDBKUMKM dan UKM. UKM yang disetujui sebagaimana dimaksud ayat (1) Pasal ini.BAB VI PENCAIRAN PINJAMAN DAN BIAYA Bagian Kesatu Pencairan Pinjaman Pasal 9 (1) UKM yang telah disetujui memperoleh Pinjaman dari LPDBKUMKM wajib menandatangani perjanjian Pinjaman yang dibuat secara notariil. Apabila Pinjaman dari LPDB-KUMKM dijamin oleh Lembaga Penjamin/Asuransi Kredit. membuka rekening atas nama UKM yang bersangkutan di Bank dan disampaikan kepada LPDB-KUMKM. (2) (3) (2)  . maka biaya Imbal Jasa Penjaminan Pinjaman menjadi beban UKM yang bersangkutan. Bagian Kedua Biaya-Biaya Pasal 10 (1) Biaya notaris dan materai yang timbul sehubungan dengan adanya perjanjian/akad menjadi beban UKM yang bersangkutan.

UKM wajib menyampaikan laporan penggunaan Pinjaman dan dampak manfaatnya setiap 3 (tiga) bulan kepada LPDB-KUMKM. maka UKM dikenakan denda sebesar 2% (dua perseratus) per bulan dari jumlah bunga dan/atau angsuran pokok Pinjaman yang belum dibayarkan kepada LPDB-KUMKM yang dihitung berdasarkan jumlah hari keterlambatan. (2) (3) (2)  . EVALUASI DAN PENGENDALIAN Pasal 11 (1) UKM wajib menyampaikan laporan realisasi penggunaan Pinjaman kepada LPDB-KUMKM paling lambat 30 (tiga puluh lima) hari kalender setelah pencairan. BAB VIII SANKSI Pasal 12 (1) Dalam hal UKM lalai membayar bunga dan/atau mengembalikan angsuran pokok Pinjaman sesuai dengan jadwal angsuran (repayment schedule) yang telah disepakati. maka LPDB-KUMKM memberikan surat peringatan tertulis kepada UKM. Bentuk laporan monitoring dan evaluasi sebagaimana dimaksud ayat (1) dan (2) terdapat pada lampiran peraturan Direksi ini. Keterlambatan pembayaran bunga dan/atau pengembalian angsuran pokok Pinjaman oleh UKM sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).BAB VII MONITORING.

sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.(3) Apabila UKM mengalami keterlambatan pembayaran bunga dan/atau pengembalian angsuran pokok selama 6 (enam) bulan. Segala sesuatu yang belum atau sudah diatur namun tidak sesuai lagi dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam hal UKM tidak menggunakan seluruh atau sebagian Pinjaman sesuai tujuan penggunaan dana maka : a. atau b. akan dilakukan tindakan secara hukum. maka akan diatur kemudian dalam Addendum atau Amandemen yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Petunjuk Teknis ini. maka disamping dikenakan denda sebagaimana dimaksud ayat (2) juga dipertimbangkan untuk tidak memperoleh Pinjaman kembali. BAB IX PENUTUP Pasal 13 (4) (5) (1) (2) Petunjuk Teknis ini dibuat untuk mengatur penyaluran Pinjaman dari LPDB-KUMKM kepada UKM. UKM wajib mengembalikan Pinjaman yang tidak terpakai kepada LPDB-KUMKM. Dalam hal ditemukan adanya pelanggaran pidana maupun perdata oleh Direksi dan/atau Komisaris atau yang sederat dengan itu dan/atau oleh pemilik UKM. Persyaratan dan ketentuan yang diatur dalam Petunjuk Teknis ini dapat dilakukan pengecualian dengan Keputusan Direksi LPDB-KUMKM. LPDB-KUMKM dapat menarik Pinjaman tersebut. (3)  .

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal Maret 2011 Direktur Utama � �������� �� �� �������� �� ��� � ��� ����� �� ��� � �� ���������� �� �� �� � ��� ��� ���� Kemas Danial NRK.Pasal 14 Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.201008073  .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful