LAPORAN PENDAHULUAN HIPERTENSI PENGENALAN PENYAKIT

1. DEFINISI Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. (Hiper artinya Berlebihan, Tensi artinya Tekanan/Tegangan; Jadi, Hipertensi adalah Gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah diatas nilai normal.) Hipertensi maligna adalah hipertensi yang sangat parah, yang bila tidak diobati, akan menimbulkan kematian dalam waktu 3-6 bulan. Hipertensi ini jarang terjadi, hanya 1 dari setiap 200 penderita hipertensi. Meningkatnya tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara:  Meningkatnya tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya.  Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. Karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan. Inilah yang terjadi pada usia lanjut, dimana dinding arterinya telah menebal dan kaku karena arteriosklerosis. Dengan cara yang sama, tekanan darah juga meningkat pada saat terjadi vasokonstriksi, yaitu jika arteri kecil (arteriola) untuk sementara waktu mengkerut karena perangsangan saraf atau hormon di dalam darah.  Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga meningkat. Sebaliknya, jika aktivitas memompa jantung berkurang, arteri mengalami pelebaran, dan banyak cairan keluar dari sirkulasi maka tekanan darah akan menurun.

1

kegemukan atau makan berlebihan.2. Ciri perseorangan Ciri perseorangan yang mempengaruhi timbulnya hipertensi adalah umur ( jika umur bertambah maka TD meningkat ). minum alcohol. minum obat-obatan ( ephedrine. ETIOLOGI PENYAKIT Hipertensi berdasarkan penyebabnya dapat dibedakan menjadi 2 golongan besar yaitu : ( Lany Gunawan. stress dan pengaruh lain misalnya merokok. data-data penelitian telah menemukan beberapa factor yang sering menyebabkan terjadinya hipertensi. sedangkan 10 % sisanya disebabkan oleh hipertensi sekunder. Factor tersebut adalah sebagai berikut : a. mungkin berhubungan dengan meningkatnya respons terhadap stress psikososial dll 2 . epineprin ) 3. jenis kelamin ( laki-laki lebih tinggi dari perempuan ) dan ras ( ras kulit hitam lebih banyak dari kulit putih ) c. Kebiasaan hidup Kebiasaan hidup yang sering menyebabkan timbulnya hipertensi adalah konsumsi garam yang tinggi ( melebihi dari 30 gr ). prednison. PATOFISIOLOGI Banyak faktor yang mengontrol tekanan darah berkontribusi secara potensial dalam terbentuknya hipertensi. 2001 ) 1. faktor-faktor tersebut adalah:  Meningkatnya aktifitas sistem saraf simpatik (tonus simpatis dan/atau variasi diurnal). Hipertensi essensial ( hipertensi primer ) yaitu hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya 2. Hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang di sebabkan oleh penyakit lain Hiperrtensi primer terdapat pada lebih dari 90 % penderita hipertensi. Faktor keturunan Dari data statistik terbukti bahwa seseorang akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan hipertensi jika orang tuanya adalah penderita hipertensi b. Meskipun hipertensi primer belum diketahui dengan pasti penyebabnya.

dan tonus vaskular  Berubahnya transpor ion dalam sel 3 . karakteristik inotropik dari jantung. Produksi berlebihan hormon yang menahan natrium dan vasokonstriktor  Asupan natrium (garam) berlebihan  Tidak cukupnya asupan kalium dan kalsium  Meningkatnya sekresi renin sehingga mengakibatkan meningkatnya produksi angiotensin II dan aldosteron  Defisiensi vasodilator seperti prostasiklin. dan peptide natriuretik  Perubahan dalam ekspresi sistem kallikrein-kinin yang mempengaruhi tonus vaskular dan penanganan garam oleh ginjal  Abnormalitas tahanan pembuluh darah. termasuk gangguan pada pembuluh darah kecil di ginjal  Diabetes mellitus  Resistensi insulin  Obesitas  Meningkatnya aktivitas vascular growth factors  Perubahan reseptor adrenergik yang mempengaruhi denyut jantung. nitrik oxida (NO).

Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati. GEJALA Pada sebagian besar penderita. yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi. meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak). bisa timbul gejala berikut: 4 . maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal. Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala. perdarahan dari hidung. pusing. hipertensi tidak menimbulkan gejala. wajah kemerahan dan kelelahan.Pathway Hipertensi 0100090000032a0200000200a20100000000a201000026060f003a03574d4643010000000 0000100c67c0000000001000000180300000000000018030000010000006c000000000000 00000000001f000000420000000000000000000000374400002229000020454d460000010 01803000012000000020000000000000000000000000000004c0b00001d100000cc000000 23010000000000000000000000000000e01c0300b8700400160000000c000000180000000 a0000001000000000000000000000000900000010000000ab090000d6050000250000000c 0000000e000080250000000c0000000e000080120000000c0000000100000052000000700 1000001000000c9ffffff000000000000000000000000900100000000000004400022430061 006c006900620072006900000000000000000000000000000000000000000000000000000 0000000000000000000000000000000000000000000000000000011002430110010000000 88331100083111005251216a883311008030110010000000f03111006c3311002451216a8 8331100803011002000000049649701803011008833110020000000ffffffff1c494401d064 9701ffffffffffff0180ffff0180bf020180ffffffff0000000000080000000800006400590701000 000000000006801000025000000552e90010008020f0502020204030204ff0200e1ffac0040 09000000000000009f01000000000000430061006c0069006200720000000000430065006 e007400750072007900200047006f00b43011009c388f011f00000001000000f0301100f030 1100e8788d011f000000183111001c4944016476000800000000250000000c00000001000 000250000000c00000001000000250000000c00000001000000180000000c000000000000 02540000005400000000000000000000001f0000004200000001000000e4b9e140d6bee14 00000000034000000010000004c000000040000000000000000000000ab090000d5050000 5000000020009d862000000046000000280000001c0000004744494302000000fffffffffffff fffab090000d60500000000000046000000140000000800000047444943030000002500000 00c0000000e000080250000000c0000000e0000800e000000140000000000000010000000 140000000400000003010800050000000b0200000000050000000c022b01ef01040000002 e0118001c000000fb020300010000000000bc02000000000102022253797374656d003f00 003f3f3f3f3f3f3f3f3f3f0800000001003f3f3f3f3f00040000002d010000040000002d010000 04000000020101001c000000fb02f5ff0000000000009001000000000440002243616c6962 726900000000000000000000000000000000000000000000000000040000002d010100040 000002d010100040000002d010100050000000902000000020d000000320a0a000000010 0040000000000ee012b0120000600040000002d010000040000002d010000030000000000 Kelebihan volume cairan 4.

otak. dan eklampsia atau hipertensi berat selama kehamilan. Krisis hipertensi merupakan suatu keadaan klinis yang ditandai oleh tekanan darah yang sangat tinggi yang kemungkinan dapat menimbulkan atau telah terjadinya kelainan organ target. gagal ventrikel kiri akut disertai edema paru. dan atrial fibrilasi. penyakit arteri koroner (infark miokard. Hipertensi urgensi adalah tingginya tekanan darah tanpa disertai kerusakan organ target yang progresif.muntah .kelelahan . Pada hipertensi emergensi tekanan darah meningkat ekstrim disertai dengan kerusakan organ target akut yang bersifat progresif. Komplikasi dari hipertensi termasuk rusaknya organ tubuh seperti jantung. Menurut Studi Framingham.sesak nafas . maka akan meningkatkan mortalitas dan morbiditas akibat gangguan kardiovaskularnya tersebut. sehingga tekanan darah harus diturunkan segera (dalam hitungan menit – jam) untuk mencegah kerusakan organ target lebih lanjut. dementia. stroke. pasien dengan hipertensi mempunyai peningkatan resiko yang bermakna untuk penyakit koroner. pendarahan intrakranial.pandangan menjadi kabur (yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak. Contoh gangguan organ target akut: encephalopathy. 5 . gagal ginjal. Biasanya ditandai oleh tekanan darah >180/120 mmHg.gelisah . 5. mata. transient ischemic attack). mata. Bila penderita hipertensi memiliki faktor-faktor resiko kardiovaskular lain (tabel 3). jantung dan ginjal) Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak. dan pembuluh darah besar. Tekanan darah diturunkan dengan obat antihipertensi oral ke nilai tekanan darah pada tingkat 1 dalam waktu beberapa jam s/d beberapa hari. angina pectoris tidak stabil.. ginjal. dan gagal jantung.mual . KOMPLIKASI Tekanan darah tinggi dalam jangka waktu lama akan merusak endothel arteri dan mempercepat atherosklerosis.sakit kepala . penyakit arteri perifer. Hipertensi adalah faktor resiko utama untuk penyakit serebrovaskular (stroke. angina). Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensif. yang memerlukan penanganan segera. dissecting aortic aneurysm.

0100090000032a0200000200a20100000000a201000026060f003a03574d4643010000000 0000100c67c0000000001000000180300000000000018030000010000006c000000000000 00000000001f000000420000000000000000000000374400002229000020454d460000010 01803000012000000020000000000000000000000000000004c0b00001d100000cc000000 23010000000000000000000000000000e01c0300b8700400160000000c000000180000000 a0000001000000000000000000000000900000010000000ab090000d6050000250000000c 0000000e000080250000000c0000000e000080120000000c0000000100000052000000700 1000001000000c9ffffff000000000000000000000000900100000000000004400022430061 006c006900620072006900000000000000000000000000000000000000000000000000000 0000000000000000000000000000000000000000000000000000011002430110010000000 88331100083111005251216a883311008030110010000000f03111006c3311002451216a8 8331100803011002000000049649701803011008833110020000000ffffffff1c494401d064 9701ffffffffffff0180ffff0180bf020180ffffffff0000000000080000000800006400590701000 000000000006801000025000000552e90010008020f0502020204030204ff0200e1ffac0040 09000000000000009f01000000000000430061006c0069006200720000000000430065006 e007400750072007900200047006f00b43011009c388f011f00000001000000f0301100f030 1100e8788d011f000000183111001c4944016476000800000000250000000c00000001000 000250000000c00000001000000250000000c00000001000000180000000c000000000000 02540000005400000000000000000000001f0000004200000001000000e4b9e140d6bee14 00000000034000000010000004c000000040000000000000000000000ab090000d5050000 5000000020009d862000000046000000280000001c0000004744494302000000fffffffffffff fffab090000d60500000000000046000000140000000800000047444943030000002500000 00c0000000e000080250000000c0000000e0000800e000000140000000000000010000000 140000000400000003010800050000000b0200000000050000000c022b01ef01040000002 e0118001c000000fb020300010000000000bc02000000000102022253797374656d003f00 003f3f3f3f3f3f3f3f3f3f0800000001003f3f3f3f3f00040000002d010000040000002d010000 04000000020101001c000000fb02f5ff0000000000009001000000000440002243616c6962 726900000000000000000000000000000000000000000000000000040000002d010100040 000002d010100040000002d010100050000000902000000020d000000320a0a000000010 0040000000000ee012b0120000600040000002d010000040000002d010000030000000000 6 .

6.d peningkatan afterload Tujuan dan kriteria hasil Tujuan : Tidak terjadi penurunan curah jantung selama dip anti Criteria hasil : Klien menunjukkan TD dalam batas normal: 120/70 Klien memperlihatkan irama dan frekuensi dalam rentang normal: regular frekuensi 80x/menit. Berikan pembatasan cairan dan diit natrium sesuai indikasi. Dapat m vascular 6. Mandiri 1. kualitas denyutan sentral dan perifer. Pantau TD ukur pada kedua tangan untuk evaluasi awal. suhu dan masa pengisian kapiler. Amati warna kulit. Catat adanya edema umum. 5. Adanya hipertrop masa pe berkaita mencerm 5. 2. intervensi 1. bantu pasien melakukan aktivitas perawatan diri sesuai dengan kebutuhan. Denyuta tungkai femorali efek dar 3. Menurun mempen penyakit 1. Auskultasi tonus jantung dan bunyi napas. 4. Pertahankan pembatasan aktivitas istirahat. Pembatas dengan re menurunk Pengguan mungkin 7 . S4 terde berat ka perkemb 4.Rencana Tindakan Keperawatan Diagnosa keperawatan Penurunan curah jantung b. 3. Perband gambara keterliba 2. Kolaborasi 1. kelembaban. Catat keberadaan.

Berikan yang sesuai analgesic. 20x/menit.0 8 . batuk panjang dan membungkuk. Pertahankan tirah baring. Hindari merokok atau menggunkan penggunaan nikotin. 1. Aktivitas menyeba peningka 4. lingkungan yang tenang. sedikit penerangan. 2. Kolaborasi: 4. menurunk dan S: 36. Berikan obat bloker ganglion seperti kaptropil Diagnosa keperawatan Nyeri ( sakit kepala ) berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler serebral Tujuan dan kriteria hasil Tujuan : Nyeri atau sakit kepala hilang atau berkurang setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam Kriteria hasil : Pasien mengungkapkan tidak Pasien nyaman. adanya tampak sakit kepala intervensi 1. Menurun simpatis. 80x/menit. Meminim relaksasi. 2. hilangkan atau minimalkan aktivitas fase konstriksi dijual dan dapat . TTV dalam batas normal: 120/70 N: RR: TD mmHg. 3. Dapat me 3. mengejan.untuk me 2.

9 .

& Diet Therapy. Sylvia Escoot. Krause’s Food. 2006 Doenges. W. Faqih. Penuntun Diet edisi baru.wikipedia. Ditjen Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan. Sunita. Pathology Implication for The Physical Therapist. Nutrition.co. Saunders company Ruhyanuddin. 1996. Moorhouse. PHARMACEUTICAL CARE UNTUK PENYAKIT HIPERTENSI. Saunders Company www. Jakarta. Jakarta : Gramedia Depkes. Direktorat Bina Farmasi Komunitas Dan Klinik. B. Cathrine Cavallaro . US : W.kalbe. (Edisi III). B. 9th edition. Malang : UMM Press Stump. Marilynn dan MF.com . EGC. 2001. Rencana Asuhan Keperawatan. Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem KARDIOVASKULER. 2006. Kathleen Mahan.DAFTAR PUSTAKA Almatsier.com www.id www.medicastore.1998. 2004. Goodman. E.

5 0. monitoring tambahan untuk pasien dengan sejarah pirai atau hiponatremia Klortalidon Hidroklorotiazi d Indapamide Metolazone Bumetanide Furosemide Torsemide 6.25-25 12. diuretik lemah.tiazid lebih efektif dari diuretik loop kecuali pada pasien dengan GFR rendah (± ClCr<30 ml/min)..LAMPIRAN OBAT-OBAT ANTIHIPERTENSI YANG UTAMA Kelas Diuretik Nama obat Dosis lazim (mg/hari) Freq / hari Komentar Pemberian pagi hari untuk menghindari diuresis malam hari. dosis lebih tinggi mungkin diperlukan untuk pasien dengan GFR sangat rendah atau gagal Jantung Pemberian pagi dan sore untuk mencegah diuresis malam hari.5-75/ 25-50 1 atau 2 1 11 .5-4 20-80 5 1 1 1 1 2 2 1 Pemberian pagi dan sore untuk mencegah diuresis malam hari.25-2. hiroklorotiazid (HCT) dan klortalidon lebih disukai.5 0. sebagai antihipertensi gol. keuntungan tambahan untuk pasien osteoporosis. biasanya dikombinasi dengan diuretik Tiazid Loop Penahan kalium Triamteren Triamteren/ HCT 50-100 37. gunakan dosis lazim untuk mencegah efek samping metabolik.5-50 1. dengan dosis efektif maksimum 25 mg/hari. klortalidon hampir 2 kali lebih kuat dibanding HCT.

karena hipokalemia dengan dosis rendah tiazid tidak lazim. dapat meyebabkan hiperkalemia. hindari pada pasien dengan penyakit ginjal kronis (± ClCr < 30ml/ min). ARB.5-30 4-16 10-80 2. terutama kombinasi dengan ACEI. diuretic ringan biasanya di kombinasi dengan tiazid untuk meminimalkan hipokalemia. atau suplemen kalium) Dosis awal harus dikurangi 50% pada pasien yang sudah dapat diuretik. atau sudah tua sekali karena resiko hipotensi. obat-obat ini biasanya dipakai untuk pasien-pasien yang mengalami diureticinduced hipokalemia. hindari pada pasien dengan penyakit ginjal kronis (± ClCr<30 ml/min). karena hipokalemia dengan diuretic tiazid dosis rendah tidak lazim. antagonis aldosteron. terutama kombi nasi dengan ACEI. dapat menyebabkan hiperkalemia pada pasien dengan penyakit ginjal kronis atau pasien yang juga mendapat diuretik penahan kalium. ACE inhibitor Benazepril Captopril Enalapril Fosinopril Lisinoril Moexipril Perindopril Quinapril Ramipril Trandolaapril Tanapres 10-40 12. obatobat ini diberikan pada pasien yang mengalami hipokalemia akibat diuretik. atau supplemen kalium Antagonis Aldostero n Eplerenone Spironolakton Spironolakton / HCT 50-100 25-50 25-50 / 25-50 1 atau 2 1 Pemberian pagi dan sore untuk mencegah diuresis malam hari. dapat menyebabkan hiperkalemia.5-150 5-40 10-40 10-40 7.5-10 1-4 1 atau 2 2 atau 3 1 atau 2 1 1 1 atau 2 1 1 atau 2 1 atau 2 .tiazid untuk meminimalkan hipokalemia. yang kekurangan cairan. ARB.

atau sudah tua sekali karena resiko hipotensi. dapat menyebabkan gagal ginjal pada pasien dengan renal arteri stenosis. menghambat reseptor β1 dan β2 pada semua dosis. pada dosis tinggi menstimulasi reseptor β2. yang kekurangan cairan. atau ACEI. antagonis aldosteron. jangan digunakan pada perempuan hamil atau pada pasien dengan sejarah angioedema Penyekat reseptor angiotensi n Kandesartan Eprosartan Irbesartan Losartan Olmesartan Telmisartan Valsartan 8-32 600-800 150-300 50-100 20-40 20-80 80-320 1 atau 2 1 atau 2 1 1 atau 2 1 1 1 Dosis awal harus dikurangi 50% pada pasien yang sudah dapat diuretik. dapat menyebabkan eksaserbasi asma bila selektifitas hilang. dosis rendah s/d sedang menghambat reseptor β1. ada keuntungan Penyekat beta Kardioselektif Atenolol Betaxolol Bisoprolol Metoprolo 25-100 5-20 2. jangan digunakan pada perempuan hamil Pemberhentian tiba-tiba dapat menyebabkan rebound hypertension.. dapat menyebabkan gagal ginjal pada pasien dengan renal arteri stenosis. dapat menyebabkan hiperkalemia pada pasien dengan penyakit ginjal kronis atau pasien yang juga mendapat diuretik penahan kalium.atau ARB. tidak menyebabkan batuk kering seperti ACEI.5-10 50-200 50-200 1 1 1 1 1 Nonselektif Nadolol Propranolol Propranolol LA Timolol Sotalol 40-120 160-480 80-320 1 2 1 13 . dapat memperparah asma. keuntungan tambahan pada pasien dengan atrial tachyarrythmia atau preoperatif hipertensi Pemberhentian tiba-tiba dapat menyebabkan rebound hypertension.

200-800 2.5-10 10-40 10-60 2 1 1 2 Campuran penyekat α dan β Karvedilol Labetolol Antagonis kalsium Dihidropiridin Amlodipin Felodipin Isradipin Isradipin SR Lekarnidipin Nicardipin SR Nifedipin LA Nisoldipin 12. secara parsial merangsang reseptor β sementara menyekat terhadap rangsangan tambahan. Pemberhentian tiba-tiba dapat menyebabkan rebound hypertension. pusing.5-10 5-20 5-10 5-20 60-120 30-90 10-40 1 1 2 1 2 1 1 Nondihidropiridin Diltiazem SR Verapamil SR 180-360 1 1 . tirotoksikosis Aktifitas simpatomimetik intrinsik Acebutolol Carteolol Pentobutolol Pindolol Pemberhentian tiba-tiba dapat menyebabkan rebound hypertension. kontraindikasi pada pasien pasca infark miokard. flushing.5-50 200-800 2 2 2. penambahan penyekat α meng akibatkan hipotensi ortostatik Dihidropiridin yang bekerja cepat (long-acting) harus dihindari.tambahan pada pasien dengan essensial tremor. terutama nifedipin dan nicardipin. keuntungan tambahan pada sindroma Raynaud Produk lepas lambat lebih disukai untuk hipertensi. tetapi tidak kardioprotektif seperti penyekat beta yang lain. yang harus mendapat penyekat beta. dan edema perifer. sakit kepala. migraine. efek samping dan efek metabolik lebih sedikit. dihidropiridin adalah vasodilator perifer yang kuat dari pada nondihidropiridin dan dapat menyebabkan pelepasan simpatetik refleks (takhikardia). obatobat ini menyekat slow channels di jantung dan menurunkan denyut jantung. tidak ada keuntungan tambahan untuk obat-obat ini kecuali pada pasien-pasien dengan bradikardi.

8 250-1000 2 2 Antagonis Adrenergik Perifer Vasodilator arteri langsung Reserpin 0.25 Minoxidil Hidralazin 10-40 20-100 15 . keuntungan tambahan untuk pasien dengan atrial takhiaritmia OBAT-OBAT ANTIHIPERTENSI ALTERNATIF Kelas Penyekat alfa-1 Nama obat Doxazosin Prazosin Terazosin Dosis lazim Freq / hari (mg/hari) 1-8 2-20 1-20 1 2 atau 3 1 atau 2 Komentar Dosis pertama harus diberikan malam sebelum tidur. paling efektif bila diberikan bersama diuretik untuk mengurangi retensi cairan Gunakan dengan diuretik untuk mengurangi retensi cairan 1 atau 2 2 atau 4 Gunakan dengan diuretic dan penyekat beta untuk mengurangi retensi cairan dan refleks takhikardi Agonis sentral α-2 Klonidin Metildopa 01-0.05-0. beritahu pasien untuk berdiri perlahan-lahan dari posisi duduk atau berbaring untuk meminimalkan resiko hipotensi ortostatik. keuntungan tambahan untuk laki-laki dengan BPH (benign prostatic hyperplasia) Pemberhentian tiba-tiba dapat menyebabkan rebound hypertension.dapat menyebabkan heart block.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful