BAB I PE N D A H U L U A N

Prurigo ialah erupsi opular kronik dan rekurens. Terdapat berbagai macam prurigo, yang tersering terlihat ialah prurigo Hebra. Disusul oleh prurigo nodularis. Sedangkan yang lain jarang dijumpai. Istilah prurigo menunjuk pada suatu lesi kulit sangat gatal yang sampai kini belum diketahui penyebab pastinya. Penyakit ini biasanya dianggap sebagai salah satu penyakit kulit yang paling gatal dan lesinya dapat diikuti dengan timbulnya penebalan dan hiperpigmentasi pada kulit tersebut. KOCSARD pada tahun 1962 mendefinisikan prurigo papul sebagai papul yang berbentuk kubah dengan vesikel pada puncaknya. Vesikel hanya terdapat dalam waktu yang singkat saja, karena segera menghilang akibat garukan, sehingga yang tertinggal hanya papul yang berkrusta. Papul berkrusta lebih sering terlihat dibandingkan papul primer dengan puncak vesikel. Likenifikasi hanya terjadi sekunder akibat proses kronik. La membagi prurigo menjadi 2 kelompok: yaitu prurigo simplex dan dermatosis pruriginosa. Namun terdapat juga bentuk prurigo lain yang juga terdeteksi secara klinis, yaitu prurigo nodularis (tergolong dalam neurodermatitis), prurigo pigmentosa, dan prurigo aktinik.

Dalam referat ini akan dibahas mengenai beberapa jenis prurigo yang terdapat di masyarakat, yaitu Prurigo Simpleks, Prurigo Pigmentosa, Dermatosis Pruriginosa Prurigo Hebra, dan Prurigo Nodularis.

1

dapat disebut prurigo pigmentosa. Manifestasi Klinis Gambaran klinis dapat bervariasi. Tampak terdistribusi simetris. Predileksi Tempat yang sering terkena ialah badan dan bagian ekstensor ekstremitas. Prurigo papul tampak dalam macam-macam tingkat perkembangan dan ditemukan paling sering pada orang dengan usia pertengahan. 2 . Muka dan bagian kepala yang berambut juga dapat terkena tersendiri atau bersama-sama dengan tempat lainnya.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Gatal yang parah dapat membuat pasien terus menggaruk sehingga memberikan gambaran papul yang ekskoriasi disertai likenifikasi atau penebalan pada kulit. PRURIGO SIMPLEKS Sinonim Nama lain dari prurigo simpleks adalah Prurogo Mitis. terbanyak pada tungkai dan bokong. Lesi biasanya muncul dalam kelompok-kelompok. vesikel-vesikel dan jaringan-jaringan parut sebagai tingkat perkembangan penyakit terakhir dapat terlihat pada saat yang bersamaan. sehingga papul-papul. Dapat menyebabkan stres karena rasa sangat gatal hingga sering membuat sulit tidur Beberapa variasi prurigo pemah dilaporkan. Jika warnanya lebih gelap. kecil. Prurigo melanotik Pierini dan Borda terjadi pada wanita usia pertengahan berupa pruritus bersamaan dengan sirosis biliaris primer. Epidemiologi Prurigo simpleks bisa mengenai anak-anak maupun dewasa. gatal yang terus menerus. dan terlihat sebagai papul beratap seperti kubah dan kadang terdapat lepuh.

likenifikasi dan eksematisasi. Termasuk dalam kelompok penyakit ini antara lain.5 mg 8-methoxypsoralen/l. liken urtikatus dan strofulus pruriginosis. sangat gatal. Terapi tersebut dinyatakan aman dan dapat ditoleransi dengan baik untuk prurigo simpleks subakut. DERMATOSIS PRURIGINOSA Pada kelompok penyakit ini prurigo papul terdapat bersama-sama dengan urtika. Lesi muia-mula 3 . Prurigo kulit kepala yang berambut dapat terjadi secara sendiri atau bersama-sama dengan lesi prurigo di tempat lain. B. sering dijumpai pada bayi dan anak-anak. infeksi piogenik. a. Prurigo Simpleks Pengobatannya simtomatik. tanda-tanda bekas garukan. Papul-papul kecil yang gatal tersebar di lengan dan tungkai. ialah : strofulus. terutama mengenai bagian ekstensor. diberikan obat untuk mengurangi gatal seperti antihistamin. Strofulus Penyakit ini juga dikenal sebagai urtikaria papular. dan prurigo Hebra. baik sistemik (sedativa) maupun topikal. dan terapi UVA dan UVB untuk kasus tertentu. Terdapat penelitian pada kasus prurigo simpleks subakut diterapi dengan ‘foil bath PUVA’ pada konsentrasi 0. prurigo kronik multiformis Lutz. terutama mengenai badan.1 Lesi juga berespon terhadap pemberian kortikosteroid topikal.Lesi berupa hiperpigmentasi retikular.

permadani dan perkakas rumah tangga disemprot dengan semprotan insektisida dua kali seminggu. kutu dan yang tersering ialah kepinding. Terdapat sebukan infiltrat perivaskular yang superfisial dan dalam. biasanya pada malam hari. Biasanya tidak disertai pembesaran kelenjar getah bening maupun gejala konstitusi. Prurigo kronik multiformis Lute Kelainan kulitnya berupa papul prurigo. gnats **). b. serta kutu busuk. Krim kortikosteroid dapat dipakai. 4 . Antihistamin per oral dapat menghilangkan rasa gatal. sela-sela rumah. terutama fleas (cat & dog fleas. Pengobatan mencakup pemberantasan serangga yang mungkin dapat mengenai anak. akibat garukan menjadi ekskoriasi dan mengalami infeksi sekunder atau likenifikasi Lesi-lesi muncul kembali dalam kelompok. histiosit dan eosinofil. Secara topikal penderita diberikan losio antipruritus. dan kuman fleas). Pengobatan bersifat simtomatik. C. Tetapi lesi dapat bertahan sampai 12 hari. Urtikaria papular merupakan reaksi hipersensitivitas terhadap gigitan fleas *). PRURIGO HEBRA Di antara berbagai bentuk.berupa urticated papules yang kecil. Serangan dapat berlangsung bulanan sampai tahunan. Tempat-tempat tidur binatang peliharaan harus disemprot dengan insektisida. nyamuk. Semua tingkatan perkembangan dan regresi papul-papul dapat dilihat pada saat yang bersamaan. Juga lemari-lemari. yang terdiri atas limfosit. Gambaran histopatologiknya menyerupai reaksi gigitan artropod. prurigo Hebra merupakan bentuk yang tersering terdapat. Di samping itu penderita juga mengalami pembesaran kelenjar getah bening (limfadenitis dermatopatik) dan eosinofilia. disertai likenifikasi dan eksematisasi.

misalnya nyamuk. EPIDEM IOLOGI Penyakit ini sering terdapat pada keadaan sosial-ekonomi dan higiene yang rendah. Di Eropa dan Amerika Serikat penyakit ini jarang. Kelainan kulit terdiri atas papul-papul miliar berbentuk kubah sangat gatal. Sering pula terjadi infeksi sekunder. Sebagian para ahli berpendapat bahwa kulit penderita peka terhadap gigitan serangga. Pendapat lain mengatakan penyakit ini didasari faktor atopi. antara lain : suhu. lebih mudah diraba daripada dilihat. Di samping itu juga terdapat beberapa faktor yang berperan. hiperpigmentasi dan likenifikasi. investasi parasit (misalnya Ascaris atau Oxyruris). Garukan yang terus menerus menimbulkan erosi. alergi makanan. Umumnya terdapat pada anak. krusta. endo-krin. Kelainan yang khas ialah adanya papul-papul miliar tidak berwarna. Jika telah kronik tampak kulit yang sakit lebih gelap kecotdatan dan berlikenifikasi. terutama di daerah ekstremitas bagian ekstensor. ekskoriasi. Mungkin antigen atau toksin yang ada dalam ludah serangga menyebabkan alergi. 5 . berbentuk kubah. Juga infeksi fokal. misalnya tonsil atau saiuran cerna. GEJALA KLINIS Mulainya penyakit sering pada anak berumur di atas satu tahun.DEFINISI Prurigo Hebra ialah penyakit kulit kronik dimulai sejak bayi atau anak. lebih mudah diraba daripada dilihat. Umumnya ada saudara yang juga menderita penyakit ini. ETIOLOGI DAN PATOGENESIS Penyebabnya yang pasti belum diketahui. karena itu ada yang menganggap penyakit ini herediter. Di Jakarta penderita wanita lebih banyak daripada laki-laki.

tidak bersupurasi. Prurigo Hebra HISTOPATOLOGI 6 . muka dapat pula terkena. bila berat disebut prurigo feroks (agria). Pembesaran tersebut disebut bubo prurigo. Sebaliknya prurigo feroks. lokasi lesi lebih luas dan berlanjut sampai dewasa. Kelenjar getah bening regional biasanya membesar. Keadaan umum penderita biasanya pemurung atau pemarah akibat kurang tidur.Tempat predileksi di ekstremitas bagian ekstensor dan simetrik. Prurigo mitis hanya terbatas di ekstremitas bagian ekstensor serta sembuh sebelum akil balik. jika ringan. pada perabaan teraba lebih lunak. Demikian pula umumnya tungkai lebih parah daripada lengan. dapat meluas ke bokong dan perut. meskipun tidak disertai infeksi. Biasanya bagian distal lengan dan tungkai lebih parah dibandingkan bagian proksimal. kadang-kadang nafsu makan berkurang sehingga timbul anemia dan malnutrisi. Untuk menyatakan berat-ringannya penyakit dipakai istilah prurigo mitis. tidak nyeri.

yakni mengurangi gatal dengan pemberian sedativa. PENGOBATAN Karena penyebab prurigo belum diketahui.kadang dapat diberikan steroid topikal untuk menekan inflamasi bila kelainan tidak begitu luas. Sebagai diagnosis banding ialah skabies. Pada penyakit tersebut gatal terutama pada malam hari. Untuk mengurangi gatalnya dapat diberikan mentol 0. hiperkeratosis. mencari dan mengobati infeksi fokal. biasanya pada anak. berbentuk kubah terutama terdapat di ekstremitas bagian ekstensor. Bila terdapat infeksi sekunder diberikan antibiotik topikal. Bila terdapat infeksi sekunder diobati.25 1% atau kamper 2 . DIAGNOSIS BANDING Diagnosis prurigo Hebra terutama berdasarkan gambaran klinis ialah adanya papul-papul miliar. Keluhannya ialah sangat gatai. edema pada epidermis bagian bawah. Kelainan kulit berupa banyak vesikel dan papul pada lipatan-lipatan kulit. yakni menghindari gigitan nyamuk atau serangga. sering ditemukan akantosis. Bila telah kronik infiltrat kronis ditemukan di sekitar pembuluh darah serta deposit pigmen di bagian basal. PROGNOSIS 7 . Kadang.3%. dan dermis bagian atas. Contoh pengobatan topikal ialah sulfur 5-10% dapat diberikan dalam bentuk bedak kocok atau salap. Pengobatan berupa simtomatik. maka tidak ada pengobatan yang tepat. infiltrasi ringan sel radang seki-tar papul dan dermis bagian atas. orang-orang yang berdekatan juga terkena. memperbaiki higiene perseorangan maupun lingkungan.Gambaran histopatologik tidak khas. Pada papul yang masih baru terdapat pelebaran pembuluh darah. Penatalaksanaannya ialah menghindari hal-hal yang ada kaitannya dengan prurigo.

PRURIGO NODULARIS SINONIM Hyde prurigo nodularis. uremia. polisitemia rubra vera. memiliki kondisi alergi seperti asma. pada orang dewasa.Sebagian besar akan sembuh spontan pada usia akil balik D. walaupun kondisi lain dapat menginduksi Prurigo Nodularis. Nodul Picker. ETIOLOGI Kausa penyakit ini belum diketahui. kolestasis. penyakit Hodgkin. dermatitis. Neurodermatitis Sirkumskripta Bentuk Nodular Atipik. penyakit tiroid. gigitan serangga. Liken Simpleks Kronis. dan penyakit psikiatri (serangan-serangan gatal timbul bila terdapat atau mengalami 8 . Hyde dan Montgomery pertama kali menggambarkan prurigo nodularis sebagai nodul yang gatal di permukaan ekstensor ekstremitas bawah pada wanita usia pertengahan. gagal ginjal. Kondisi tersebut meliputi HIV (berhubungan dengan jumlah CD4 yang rendah) 10 dan penyakit imunodefisiensi lain. atau demam hay. Liken Corneus Obtusus. terutama terdapat di ekstermitas bagian ekstensor (lengan atau tungkai). anemia. penyakit hati. . SEJARAH Pada 1909. keganasan. atau memiliki keluarga yang memiliki kondisi tersebut. ditandai oleh adanya nodus kutan yang sangat gatal. DEFINISI Prurigo nodularis merupakan penyakit kulit inflamasi kronik.

10.dan Strongyloides stercoralis. walau belum ada dokumentasi mengenai hal tersebut. pemfigoid bulosa. Sumber lain mengatakan kaitan terjadinya Prurigo Nodularis dengan Hepatitis C. Torchia et al mengubungkannya dengan penyakit yang berkaitan dengan IgA. asma. Dapat ditemukan pada semua ras. Sekitar 80 % pasien memiliki riwayat personal/keluarga terhadap dermatitis atopi. atau demam fever (prevalensi hanya 25 % pada populasi umum ). namun belum ada survei terhadap prevalensi pada populasi umum. Sumber lain menyatakan faktor pemicu Prurigo Nodularis dapat berasal dari penyakit kulit lain. Prurigo nodularis bersifat jinak dan tidak meningkatkan angka kematian. seperti eksim. EPIDEMIOLOGI Kondisi ini muncul pada pasien yang memiliki kondisi-kondisi tertentu sebagai pemicu. Gatal yang sangat parah pada permukaan tubuh menyebabkan pasien tidak dapat bekerja secara maksimal dalam aktivitas sehariharinya. dan dermatitis herpetiformis. kondisi autoimun. Beberapa kondisi yang dihubungkan dengan prurigo nodularis dapat menyebabkan kematian. Mucobacteria.ketegangan emosional). Helicobacter pylori . Dalam dokumentasi. Terutama pada usia pertengahan dan oarang yang lebih tua walaupun dapat terjadi pada semua usia. Prurigo Nodularis dapat muncul pada populasi 9 . Ditemukan dalam jumlah besar pada wanita dibandingkan dengan pria.15 Lockshin et al menghubungkan Prurigo Nodularis dengan Nevus Becker. namun angka kesakitan yang parah dapat terjadi jika tidak diobati dengan baik dan bahkan untuk yang sudah diobati sekalipun. dan Sonkoly et al menghubungkannya dengan sel T. meski beberapa penelitian terkini menyangkal psikiatri sebagai penyebab dari Prurigo Nodularis.

penggosokan. namun yang terbanyak muncul pada ekstermitas bagian ekstensor (lengan atau tungkai). Beberapa ditemukan dengan keganasan internal dan gangguan fungsi ginjal yang parah. PREDILEKSI Dapat muncul di seluruh bagian tubuh. dan penyentuhan yang berulang menghasilkan plak atau likenifikasi nodular dan hiperkeratosis hingga perubahan pigmen (hiperpigmentasi).HIVatau kondisi imunokompromais lain. namun produk degranulasi tidak meningkat. temperatur. Ini merupakan reseptor neural terhadap rangsang sentuhan. Interleukin 31. Neuropeptida ini akan memediasi inflamasi meurogenik kutaneus dan pruritus. seperti punggung. Gen kalsitonin—berhubungan dengan peptida dan nervus imunoreaktif substansi P dinyatakan meningkat pada kulit dengan prurigo nodularis dibandingkan dengan kulit normal. dan dapat pula timbul pada batang tubuh. namun produk granula protein (seperti protein dasar besar. Jika tidak ditangani dengan baik. Eosinofil tidak meningkat. atau membentuk keropeng. dada. Nervus papilar dermal dan sel Merkel merupakan nervus sensoris yang ditemukan pada dermis dan epidermis. a sel T-derivat sitokin yang menyebabkan pruritus berat dan dermatitis juga mengalami peningkatan. dan bahu. Penggarukan. krusta. 10 . Sel mast dan netrofil ditemukan lebih banyak dibandingkan nilai normal. nyeri. protein kation eosinofilik. keduanya mengalami peningkatan jumlah pada Prurigo Nodularis. pada permukaan anterior paha. PATOFISIOLOGI Trauma mekanis kronis terhadap kulit menyebabkan penebalan pada kulit. bokong. Penjelasan dari rasa gatal masih belum diketahui. dan gatal. dan neurotoxin derivat eosinofil) secara signifikan mengalami peningkatan jumlah. akan terjadi lesi ekskoriasi yang berskuama.

jarang membesar atau mengecil. ukurannya menetap. Nodus awalnya dapat muncul di folikel rambut Pola nodus dapat berbentuk folikular Pada Prurigo Nodularis. hiperpigmentasi atau purpura. atau terdapat krusta diatasnya Bila perkembangannya sudah lengkap.Prurigo Nodularis GEJALA KLINIS • • • • Lesi berupa nodus atau papul Biasanya simetris. dan tidak spontan berubah Jumlahnya semakin bertambah. mencekung. luka. dan keras Dapat tunggal atau multiple Lebih besar dari 0. maka lesi tersebut akan berubah menjadi verukosa atau mengalami fisurasi. dan terinfeksi jika terus menerus digaruk • • • • • • • • 11 . nodus terbentuk sebelum rasa gatal muncul kemudian menjadi sangat gatal Rasa gatal dapat membuat sulit tidur saat maalam dan menganggu aktivitas saat siang Dapat berdarah.5 cm dan kurang dari 2 cm (3-20 mm 15). bersisik. bisa mencapai ratusan Lesi ekskoriasi biasanya datar.

sehingga dibutuhkan kombinasi terapi. Biopsi juga akan memperlihatkan peningkatan jumlah eosinofil untuk Prurigo Nodularis • • Kultur pada lesi akan mengeksklusi infeksi staphylococcus Tes patch untuk tes sensitivitas PENGOBATAN Sebagian besar pengobatan tunggal memiliki hasil mengecewakan. karsinoma sel skuamosa. U&Es. Pengobatan lokal meliputi : • Emolien – penggunaan secara berkala untuk mendinginkan dan menyejukkan kulit yang gatal. infeksi jamur.. hipergranulosis. mentol dapat ditambahkan 12 . akantosis yang tak teratur atau disebut juga sebagai hiperplasi psoriasiformis yang tak teratur. hepar. CRP. dan limfoma kutaneus. atau penyakit metabolik dan infeksi yang berhubungan • Biopsi lesi disarankan untuk eksklusi penyakit lain seperti. Sebukan sel-sel radang sekitar pembuluh darah yang melebar di dermis bagian atas. yang arahnya tegak lurus terhadap permukaan kulit (disebut sebagai collagen in vertical streaks). Sel-sel tersebut terutama terdiri atas limfosit dan histiosit. PEMERIKSAAN PENUNJANG • Pemeriksaan penyaring darah (seperti FBC. 3. dan glukosa) untuk membantu deteksi adanya penyakit penyerta pada ginjal. LFTs. Penebalan stratum papilaris dermis.HISTOPATOLOGI 1 Gambaran histologik akan memperlihatkan: 1. Penebalan epidermis. TFTs. sehingga tampak hiperkeratosis. 2. serum kalsium. infeksi mikrobakterial. yang ter-diri atas kumpulan serat kolagen kasar. iron.

• • Steroid oral seperti prednisolone Thalidomide terbukti cukup efektif untuk beberapa kasus berat namun dapat menyebabkan teratogenik dan resiko neuropatik perifer ○ Dosisnya 2 x 100 mg per hari dan pengobatan dilanjutkan sampai 3 bulan • Opiat – reseptor antagonis. Dosisnya 0. dan untuk melembutkan nodus.5. tapi kadangn pengobatan dengan amitriptyline dapat nermanfaat. • • • • Oinment coal tar kadang digunakan sebagai alternatif dari steroid Oinment calcipotriol terkadang lebih efektif dibandingkan dengan steroid topikal Krim capsaicin dapat menghentikan gatal.5 sampai 12. Pramoxine Steroid digunakan untuk meringankan inflamasi dan gatal.• • Krim antihistamin. Biasanya dipakai suspensi triamsinolon asetonid 2. sampai 1 ml per cm2 dengan maksimum 5 ml untuk sekali pengobatan. ○ Lesi kulit memberikan respons cepat terhadap penyuntikan kortikosteroid intralesi. Pemberian diulang 4 – 6 kali per hari Krioterapi. seperti naltrexone. Responnya bervariasi. terbukti efektif mengatasi gatal 13 . namun dapat diberikan intralesi atau oral.5 mg per ml. seperti Zonalon. biasanya topikal. Amitrityline biasanya digunakan sebagai antidepresan namun juga memiliki efek antihistamin. membekukan luka dengan cairan nitrogen dapat menyusutkan nodus dan mengurangi gatal Laser denyut dapat mengurangi vaskularitas lesi Menutup dengan plester untuk mengurangi frekuensi menggaruk • • Terapi Sistemik meliputi : • Antihistamin untuk mengkontrol rasa gatal. Antihistamin standar biasanya tidak cukup membantu untuk kondisi ini.

Horiuchi et al melaporkan perbaikan signifikan pada Prurogo Nodularis dengan terapi antibiotik. seperti makrolid. seperti acitretin. Ada beberapa jenis obat yang memberikan respon baik pada manifestasi klinis berat.Beberapa lesi dapat menjadi hiperpigmentasi yang permanen dan meninggalkan jaringan parut. KOMPLIKASI Prurigo Nodularis bersifat jinak. selama beberapa minggu Terapi sinar UVB Dilakukan 2 – 3 kali dalam seminggu selama beberapa minggu. dapat menyusutkan nodus dan mengurangi gatal Terapi sinar UVA dengan psoralen (PUVA) Terapi dilakukan 2 kali seminggu. roxithromycin. DIFERENSIAL DIAGNOSIS • • • Sarkoidosis Pemfigoid bulosa Scabies 14 . PROGNOSIS Lesi tidak dapat membaik secara spontan.• • Retinoid sistemik. dalam beberapa kasus dapat menyebabkan gangguan fungsional dan kesakitan pada yang tidak ditangani dengan baik. Namun. dikombinasikan dengan antifibroblas. Keparahan mungkin dapat berkurang dengan terapi namun cenderung menetap untuk beberapa waktu. pemberian antibiotik terbukti efektif. tranilast • • • • Gabapentin dapat digunakan namun bersifat sedatif bagi pasien Pada kasus yang ditemukan infeksi staphylococcus. Penyakit ini bersifat kronis dan setelah sembuh dengan pengobatan biasanya residif.

Beberapa penulis menduga bahwa kontak beberapa alergen dapat menjadi patogen atau faktor pemicu. Dilaporkan sebuah kasus dari prurigo pigmentosa yang diinduksi oleh kontak alergi terhadap bahan krom pada detergen. PRURIGO PIGMENTOSA Definisi Prurigo pigmentosa adalah penyakit kulit inflamasi berulang yang langka dengan penyebab yang belum diketahui. yang mendukung kesimpulan bahwa kontak alergi seperti krom memiliki peranan dalam menginduksi terjadinya prurigo pigmentosa Epidemiologi 15 .• • • • • • • • • Amyloidosis Kutaneus Dermatitis Artefacta Mycosis Fungoides (Limfoma Sel-T Kutaneus) Actinic Keratosa Atipical Fibroxanthoma Gigitan serangga Keratoacanthoma Molluskum Contangiosum Infeksi kulit Mycobacterium Marinum E. Etiologi Penyebabnya masih belum diketahui. Prurigo pigmentosa adalah prurigo simpleks atau prurigo mitis dengan warna yang lebih gelap Sejarah Ruam pada kulit yang jarang ditemukan ini pertama kali digambarkan di Jepang oleh seorang Ahli Dermatologi bernama Nagashima. namun hampir semua percobaan untuk mengidentifikasi alergen belum berhasil.

Prevalensi lebih banyak ditemukan pada orang Asia. 16 . Tercatat juga kasus serupa terjadi di Cina. tanpa adanya vesikel atau bula. Penulis lain menyebutkan ditemukan sekitar 20 kasus di luar Jepang dan lainnya menyebutkan berjumlah 28 pasien. Kesemua dari mereka sebelumnya pernah didiagnosis memiliki berbagai tipe berbeda dari dermatitis. Dalam kasus yang berat dapat berbentuk edema plak infiltrat. vesikel. Manifestasi Klinis Wujudnya dapat berupa papul. dan normalnya dalam beberapa hari akan berubah menjadi hiperpigmentasi retikular dan akan sembuh sendiri. Dapat teerjadi eksaserbasi dan rekurensi. Di Jepang telah dilaporkan sekitar 200 kasus penderita Prurigo Pigmentosa. leher. hanya 7 kasus yang diketahui. Penemuan ini dibuktikan dengan produksi ketosis yang terjadi pada anorexia nervosa dapat mengkontribusi terjadinya patogenesis dari prurigo pigmentosa. Ditemukan pada populasi Turki dan Sisilia. Di luar Jepang. Di Jepang. dan papulovesikel dengan pola retikuler berwarna kemerahan yang sangat gatal. Dilaporkan beberapa kasus dihubungkan dengan anorexia nervosa. terdapat pula kasus eksaserbasi diabetes mellitus yang diduga memiliki korelasi dengan timbulnya prurigo pigmentosa berupa pembentukan sejumlah vesikel dan bula pada pasien tersebut.Biasanya muncul saat musim semi dan musim panas.dan regio clavicula. Selanjutnya erupsi mereda saat glukosa urin dan nilai keton terkontrol oleh pemberian glibenklamid Predileksi Lesi terdistribusi simetris dan biasanya muncul di punggung.

penggembungan. Pada pasien ke-3 tidak terdapat perubahan setelah 2 bulan terapi. Selanjutnya. Dapson dan Minosiklin dapt menghambat migrasi dan/atau fungsi dari netrofil. Sejalan dengan epidermis yang menjadi hiperplastik. dan sedikit hiperpigmentasi. netrofil meyebar dalam papila dermis dan kemudian menjalar dengan cepat melalui epidermis dan terbentuk spongiosis. seperti Dapson. parakeratosis. Sebuah penelitian terhadap pemberian Minosiklin dengan dosis 100 mg/hari selama 1 bulan menginduksi hilangnya erupsi papul dan gatal pada 2 pasien dengan perbaikan pada pembentukan hiperpigmentasi retikular. eosinofil dan limfosit datang mendominasi netrofil dalam infiltrat dermis yang membentuk pola seperti bentuk liken tidak sempurna (Pinkus). Minosiklin dan Doksisiklin. namun kondisinya secara signifikan mengalami perbaikan setelah 1 bulan mendapat terpai diaminodiphenylsulfone (DDS) 100 mg/hari.Prurigo Pigmentosa Histopatologi Prurigo pigmentosa diawali dengan infiltrat perivaskular superfisial pada netrofil. melofag mulai muncul di dermis. Pengobatan Beberapa terapi medikamentosa terbukti efektif mengatasi keluhan. terkadang. abses dapat terbentuk di dalam permukaan epitel. Penelitian secara imunofluoresens menunjukkan hasil negatif. 17 . Dalam perjalanannya. dan keratosis nekrosis. vesikel subepidermal pada batas vakuola di pertemuan dermisepidermis. Dalam waktu cepat. Vesikel intradermal yang mengikuti spongiosis dan penggembungan.

(Ed. 18 .Pemberian sulfamethoxazole disebutkan juga memberikan respon baik.). dkk. Jakarta.2007: 272-275. Ditemukan bahwa dosis terapeutik secara signifikan dapat menurunkan level hidroksil radikal. Djuanda A. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. dalam: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. salah satu oksidan terkuat yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan. Prurigo. Benny. Efek dari sulfamethoxazole pada produksi dari Oxygen Intermediates (Ois) dalam sistem mediasi sel dan sistem oksidase xanthine-xanthine. Penemuan ini memberikan kemungkinan bahwa produksi OIs oleh sel-sel infiltrat terlibat dalam proses inflamasi dari prurigo pigmentosa dan penggunaan sulfonamide sebagai anti-inflamasi berefek pada pembentukan Ois dimana hasilnya berupa proteksi melawan reaksi jaringan seperti bentuk liken. DAFTAR PUSTAKA Wiryadi.

com 19 .scribd.www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful