1

A. JUDUL PENGARUH SENAM OTAK (BRAIN GYM) TERHADAP KUALITAS KOMUNIKASI, INTERAKSI SOSIAL DAN PEMFOKUSAN PEMAHAMAN PADA ANAK AUTIS DI YOGYAKARTA STUDI QUASI EKSPERIMEN PADA SISWA AUTIS SLB BINA ANGGITA DAN DIAN AMANAH B. LATAR BELAKANG MASALAH Diperkirakan terdapat 400.000 individu dengan autisme di Amerika Serikat. Sejak tahun 80-an, bayi-bayi yang lahir di California, diambil darahnya dan disimpan di pusat penelitian Autisme. Penelitian ini dilakukan oleh Terry Phillips, seorang pakar kedokteran saraf dari Universitas George Washington. Dari 250 contoh darah yang diambil, ternyata hasilnya mencengangkan. Seperempat dari anak-anak tersebut menunjukkan gejala autis. National Information Center for Children and Youth with Disabilities (NICHCY) memperkirakan bahwa autisme dan Pervasive Developemental Disorders (PDD) pada tahun 2000 mendekati 50 – 100 per 10.000 kelahiran (Phillips, 2000). Schechter dan Grether (1995-2007) menganalisis data kasus-kasus autis anak pada California Departement od Developmental Service. Untuk setiap tahun yang berumur 3-12 tahun, estimasi prevalensi autis anak meningkat selama periode studi. Untuk anak lahir sebelum 1993, prevalensi autis pada umur 3 tahun adalah 0,3 / 1.000 anak. Tahun 2003, prevalensi autis anak umur 3 tahun adalah 1,3 per 1.000 anak. Estimasi prevalensi tertinggi terjadi tahun 2006, yaitu 4,5 dari 1.000 anak lahir tahun 2.000 diperkirakan menderita autis. Walaupun terlalu dini untuk menghitung prevalensi untuk umur 6 tahun atau lebih anak-anak yang dilahirkan setelah tahun 2.000, prevalensi pada umur 3-5 tahun telah meningkat setiap tahun sejak tahun 1.999. Berdasarkan gambaran kuartal, angka kasus autis pada umur 3-5 tahun

2

meningkat setiap kuartal dari Januari 1995 (0,6 per 1.000 kelahiran hidup) sampai dengan maret 2007 (4,1 per 1.000 kelahiran hidup) (Schecter, 2008). Jumlah SLB yang ada di Yogyakarta yaitu 61 SLB baik negeri maupun swasta yang tersebar di 5 kabupaten (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, 2007), maka dapat diperkirakan jumlah anak autis di Yogyakarta yaitu kurang lebih 357 anak, dari hasil observasi di 7 SLB khusus autis di Yogyakarta didapatkan jumlah anak autis sebanyak 87 anak, sedangkan SLB lainnya kurang lebih 5 anak. Biaya terapi yang harus dikeluarkan para orang tua autis di Indonesia memang terbilang sangat mahal. Apalagi terapi tersebut memakan waktu yang sangat lama dan tidak bisa dipastikan akhirnya. Sehingga keberadaan anakanak istimewa itu membuat mereka harus habis-habisan dalam hal keuangan. Banyak orang tua yang patah arang karena biaya terapi bagi anaknya melebihi anggaran hidup yang pokok bagi seluruh anggota keluarganya. Tidak sedikit pula yang mengalami depresi sehingga menambah masalah baru seperti ketidakharmonisan dalam keluarga yang berujung pada perceraian. Bisa dibayangkan, betapa pedihnya jika keadaan itu harus dialami pula oleh keluarga yang kurang mampu. Salah satu sebab utama mahalnya biaya terapi bagi anak-anak penderita autisme adalah karena tingginya juga bayaran untuk profesi di dunia autis, baik terapis, dokter, psikiater, maupun profesi terkait lainnya. Padahal masa depan anak-anak autis tergantung dari terapi yang optimal (Portal Infaq, 2007). Menurut pemerhati autis, biaya terapi anak penyandang autis rata-rata mulai Rp 750 ribu per bulan hingga Rp 3 juta per bulan. Tergantung kebijakan penyelenggara terapi (Kaltim Post, 1 Maret 2009). Autisme merupakan gangguan neurobiologis yang menetap. Gejalanya tampak pada gangguan bidang komunikasi, interaksi dan perilaku. Walaupun gangguan neurobiologis tidak bisa diobati, tapi gejala-gejalanya bisa dihilangkan atau dikurangi. Karena masih dapat diusahakan agar sel-sel otak

3

yang yang masih baik dapat mengambil alih dan berfungsi menggantikan sel yang rusak asal dilakukan dengan cepat dan tepat dan dimulai sejak gejalanya masih ringan. Hal terpenting yang mempengaruhi kemajuan anak autisme adalah deteksi dini yang diikuti oleh penanganan yang tepat dan benar, serta intensitas terapi yang dijalani oleh anak autisme. Jika keduanya dilakukan, anak dengan autisme masih mempunyai harapan untuk lebih baik untuk dapat hidup mandiri dan bersosialisasi dengan masyarakat yang normal. Semakin cerdas anak, semakin cepat kemajuannya (Hadiyanto, 2003). Hal yang paling ditakuti jika anak tidak diterapi adalah ketidak mampuan anak melakukan segala sesuatunya sendiri dengan kata lain anak tidak akan bisa mandiri seperti makan, minum, toileting, gosok gigi, dan kegiatan-kegiatan lain (Handoyo, 2003). Literatur menyatakan, 75 persen anak autisme yang tidak tertangani, akhirnya menjadi tunagrahita. Saat ini jumlah penyandang autisme terus meningkat. Diperkirakan, jumlah penyandang autisme 15-20 per 10.000 kelahiran, jadi dari kelahiran 4,6 juta bayi tiap tahun di Indonesia, 9.200 dari mereka mungkin menyandang autisme (Wresti, 2004). Gerakan senam otak sangat sederhana, karena tidak seperti senam badan yang menekankan pada otot dan kebugaran. Senam otak lebih menitikberatkan pada gerakan yang dapat merangsang dan memadukan semua bagian otak, baik otak kiri maupun otak kanan (dimensi lateralisasi), otak tengah (limbik), otak depan (dimensi pemfokusan) maupun otak besar (dimensi pemusatan). (Merangsang Otak Anak Dengan Brain Gym, 2007) Senam otak merupakan sejumlah gerakan sederhana yang dapat menyeimbangkan setiap bagian-bagian otak. Diharapkan melalui rangkaian gerakan tubuh, dapat menarik keluar tingkat konsentrasi anak. Senam otak juga dikenal sebagai jalan keluar bagi bagian-bagian otak yang “terhambat” agar dapat berfungsi maksimal. Selain itu senam otak juga dapat meningkatkan kemampuan berbahasa dan daya ingat. Orang menjadi lebih bersemangat, lebih

4

konsentrasi, lebih kreatif dan efisien. Siapapun akan merasa lebih sehat karena stres berkurang (Tammasse, 2009). Senam otak dapat mengaktifkan otak pada tiga dimensi, yakni lateralitas-komunikasi, pemfokusan-pemahaman dan pemusatan-pengaturan. Gerakan-gerakan ringan dengan permainan melalui olah tangan dan kaki dapat memberikan rangsangan atau stimulus pada otak. Gerakan yang menghasilkan stimulus itulah yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif (kewaspadaan, konsentrasi, kecepatan, persepsi, belajar, memori, masalah dan kreativitas), menyelaraskan kemampuan beraktifitas dan berpikir pada saat yang bersamaan, meningkatkan keseimbangan atau harmonisasi kontrol emosi dan logika, mengoptimalkan fungsi kinerja panca indera, menjaga kelenturan dan keseimbangan tubuh (Tammasse, 2009). Senam otak bisa dilakukan dalam waktu singkat (kurang dari lima menit), tidak memerlukan bahan atau tempat khusus, memungkinkan belajar tanpa stress, meningkatkan kepercayaan diri, memandirikan seseorang dalam hal belajar, mengaktifkan potensi dan ketrampilan, menyenangkan dan menyehatkan, serta hasilnya bisa segera dirasakan (Demuth, 2008) Anak yang diberikan terapi tidak mempunyai target waktu yang ditentukan, karena terapi dari anak autisme ini tidak mempunyai waktu yang pasti dan terapi yang diberikan tergantung pada banyak hal seperti usia anak pada saat pertama kali diterapi dan kemampuan terapis untuk memberikan terapi. Anak penyandang autisme harus dilatih agar dapat hidup dan berkembang layaknya anak normal, tetapi sejauh mana pemberian terapi dapat berpengaruh terhadap kemajuan anak tersebut, belum pernah dilaporkan. Hal inilah yang sangat menarik untuk dilakukan penelitian pengaruh terapi senam otak terhadap kemajuan anak autisme khususnya di sekolah autis di Yogyakarta.

Diketahuinya kualitas komunikasi. Tujuan Umum Diketahuinya perbedaan kualitas komunikasi. interaksi sosial dan pemfokusan pemahaman anak autis awal dan akhir penelitian pada kelompok kontrol dan kelompok sampel. b. maka tujuan program ini adalah: 1. c. E. Diketahuinya perbedaan kualitas komunikasi. Tujuan Khusus a.5 C. 2. Diketahuinya kualitas komunikasi. PERUMUSAN MASALAH Apakah senam otak dapat memberi pengaruh terhadap kualitas komunikasi. interaksi sosial dan pemfokusan pemahaman anak autis awal dan akhir penelitian pada kelompok kontrol tanpa perlakuan. interaksi sosial dan pemfokusan pemahaman pada anak autis sebelum dan sesudah dilakukan terapi senam otak dan dibandingkan dengan anak autis yang tidak mendapatkan terapi senam otak. LUARAN YANG DIHARAPKAN Terbentuknya artikel ilmiah yang akan dipublikasikan di jurnal nasional atau internasional. sehingga dapat dimanfaatkan sebagai rujukan untuk . TUJUAN Dari permasalahan-permasalahan di atas. interaksi sosial dan pemfokusan pemahaman pada anak autis? D. interaksi sosial dan pemfokusan pemahaman anak autis sebelum dan sesudah melakukan senam otak pada kelompok eksperimen.

adalah sentral supervisori dari sistem syaraf. Pemerintah. ingatan. 2. emosi. Otak Pengertian Otak Otak atau encephalon. . 4. Sekolah. G. Peniliti. F. istilah yang sama juga dapat digunakan untuk sistem syaraf sentral pada invertebrata. gerakan. Walaupun otak kadang disebut sebagai pusat supervisori dari sistem syaraf sentral vertebrata. keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Pada kebanyakan hewan. dapat memasukkan terapi senam otak sebagai salah satu terapi pada anak autis. Interaksi Sosial dan Pemfokusan Pemahaman. perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung.6 penatalaksanaan autis. KEGUNAAN Hasil penelitian digunakan untuk: 1. Murid. TINJAUAN PUSTAKA 1. dapat pengembangan ilmu pengetahuan tentang penatalaksanaan autis. tekanan darah. otak terletak pada kepala (Beatty. pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya (Beatty. a. 2001). 2001) Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar. sebagai bahan rujukan untuk membantu mengatasi anak autis sehingga menuju anak Indonesia yang sehat. 3. meningkatkan Kualitas Komunikasi. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan.

Pada mamalia (termasuk manusia) terdapat korpora kuadrigemina (sebgai lokus optikus pada Vertebrata tingkatan rendah) yang berfungsi membantu koordinasi gerak mata.7 Otak manusia adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1. . begitu juga sebaliknya. Otak dan sel saraf didalamnya dipercayai dapat mempengaruhi kognisi manusia. yaitu belahan kiri mengatur dan melayani tubuh bagain kanan. Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran. b. Setiap belahan mengatur dan melayani tubuh yang berlawanan. Pengetahuan mengenai otak mempengaruhi perkembangan psikologi kognitif (Beatty. bahkan kelumpuhan. Jika otak belahan kiri mengalami gangguan maka tubuh bagian kananakan mengalami gangguan. ukuran pupil mata (melebar/menyempit). pariental. Otak besar terdiri dari dua belahan.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron. Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. dan refleks pendengaran tertentu. 2005): 1) Otak Depan Bagian yang paling menonjol dari otak depan adalah otak besar (serebrum). Bagian terbesar dari otak tengah pada sebagian besar Vertebrata adalah lobus optikus yang ukurannya berbeda-beda. Tiap-tiap belahan otak besar yang disebutkan di atas dibagi menjadi empat lobus yaitu frontal. okspital dan temporal. Bagian-bagian Otak Manusia (Johnson. terletak di depan otak kecil dan jembatan Varol (plus Varolii). yaitu belahan kiri dan kanan. 2) Otak Tengah Otak tengah (diensefalon) manusia cukup kecil dan tidak menyolok. 2001). Selain itu.

8 otak tengah mengandung pusat-pusat yang mengendalikan keseimbangan dan serabut saraf yang menghubungkan bagian otak belakang dengan bagian otak depan. 4) Otak Kecil . Ketiga bagian ini membentuk batang otak. serta menghubungkan otak kecil dengan korteks otak besar. Fungsi lainnya ialah mengatur gerak refleks. dan berkedip. b) Sum-sum lanjutan (medula oblongata) Sumsum lanjutan atau medula oblongata membentuk bagian bawah batang otak serta menghubungkan pons Varoli dengan sumsum tulang belakang (medula spinalis). dan sekresi kelenjar pencernaan. juga antara otak depan dan mata. Selain itu juga berperan sebagai pusat pengatur refleks fisiologi. Otak tengah merupakan baguan atas batang otak. pelebaran atau penyempitan pembuluh darah. Sumsum lanjutan berperan sebagai pusat pengatur pernapasan dengan cara meneruskan implus saraf yang merangsang otot antara tulang rusuk dan diafragma. gerak alat pencernaan. bersin. seperti detak jantung. suhu tubuh. sumsum lanjutan (medula oblongata). tekanan udara. dan otak kecil (serebelum). 3) Otak belakang otak belakang meliputi jembatan Varol (pons Varoli). seperti batuk. a) Jembatan varol (pons Varoli) Jembatan Varol berisi serabut saraf yang menghubungkan lobus kiri dan kanan otak kecil. Semua berkas serabut saraf yang membawa informasi sensori sebelum memasuki talamus akan melewati otak tengah.

2. Autis Definisi Dalam kamus psikologi umum (1982).9 Otak kecil (serebelum) merupakan bagian terbesar otak belakang. Mereka menghindari atau tidak berespon terhadap kontak sosial (pandangan mata. Jika ada reaksi biasanya reaksi ini tidak sesuai dengan situasi atau malahan tidak ada reaksi sama sekali. Gejala-gejala autisme (Suri Viana. dan koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar. Otak kecil ini terletak di bawa lobus oksipital serebrum. Gerakan menjadi tidak terkoordinasi. Oleh karena itu penderita autisme sering disebut orang yang hidup di “alamnya” sendiri (Dali. dapat mengakibatkan gangguan pada sikap dan koordinasi gerak otot. Otak kecil terdiri atas dua belahan dan permukaanya berlekuk-lekuk. keseimbangan. Kata autism sendiri berasal dari kata ”autos”yang dalam bahasa Yunani berarti ”diri”. a. sentuhan kasih sayang. bermain dengan anak lain dan sebagainya) (The London School of Public Relation of Jakarta). b. Fungsi otak kecil adalah untuk mengatur sikap atau posisi tubuh. 2005) . Jika terjadi cedera pada otak kecil. misalnya orang tersebut tidak mampu memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Pada umumnya penyandang autisma mengacuhkan suara. autisme berarti preokupasi terhadap pikiran dan khayalan sendiri atau dengan kata lain lebih banyak berorientasi kepada pikiran subyektifnya sendiri daripada melihat kenyataan atau realita kehidupan sehari-hari. penglihatan ataupun kejadian yang melibatkan mereka. 1982). yang mana dalam arti kata seorang anak dengan gangguan spektrum autism sering diibaratkan sebagai seorang anak yang hidup dalam dunianya sendiri.

tetapi bila mendengar suara yang disukainya akan bereaksi dengan cepat. f) Mimik muka datar. b) Tidak menggunakan kata-kata dalam konteks yang sesuai. a) Mengeluarkan kata-kata yang tidak dapat dimengerti oleh orang lain. terlambat bicara atau tidak dapat berbicara. 2) Gangguan pada bidang interaksi sosial a) Menolak atau menghindar untuk bertatap muka. g) Seperti anak tuli. e) Kadang bicara monoton seperti robot. d) Tidak ada usaha untuk melakukan interaksi dengan orang. f) Bila didekati untuk bermain justru menjauh. . g) Tidak berbagi kesenangan dengan orang lain. c) Bicara tidak digunakan untuk komunikasi.10 Gejala. c) Merasa tidak senang dan menolak bila dipeluk. b) Anak mengalami ketulian.gejala pada autisme mencakup ganggguan pada: 1) Gangguan pada bidang komunikasi verbal dan non verbal. e) Bila menginginkan sesuatu dia akan menarik tangan orang yang terdekat dan mengharapkan orang tersebut melakukan sesuatu untuknya. d) Menirukan kata-kata yang tanpa mengerti artinya.

air yang bergerak. kartu. 5) Gangguan dalam persepsi sensoris . 4) Gangguan pada bidang perasaan dan emosi a) Tidak ada atau kurangnya rasa empati. seperti sepotong tali. bahkan dapat menjadi agresif dan dekstruktif. terutama bila tidak mendapatkan apa yang diingginkan. b) Tertawa-tawa sendiri . c) Keterpakuan pada roda atau sesuatu yang berputar . kemudian berdiri tanpa memperlihatkan mimik apapun. h) Dapat juga anak terlalu diam. i) Keengganan untuk berinteraksi lebih nyata pada anak sebaya dibandingkan terhadap orang tuanya. d) Terdapat kelekatan dengan benda-benda tertentu. bermain sangat monoton dan melakukan gerakan yang sama berulang-ulang sampai berjam-jam. kertas. f) Perilaku ritualistik sering terjadi. bahkan merasa terganggu. b) Bila sudah senang satu mainan tidak mau mainan yang lain. kipas angin yang berputar. misal melihat anak menangis tidak merasa kasihan. gambar yang terus dipegang dan dibawa kemana-mana.11 h) Kadang mendekati orang lain untuk makan atau duduk dipangkuan sebentar. g) Anak dapat terlihat hiperaktif sekali. 3) Gangguan pada bidang perilaku dan bermain a) Seperti tidak mengerti cara bermain. e) Sering memperhatikan jari-jarinya sendiri. menangis atau marah-marah tanpa sebab yang nyata c) Sering mengamuk tidak terkendali (temper tantrum). sehingga anak yang sedang menangis akan didatangi dan dipukulnya.

belajar berbahasa dan proses atensi. yang menyebabkan anak cuek terhadap lingkungannya.12 a) Mencium-cium . menggigit. Kelainan pada otak kecil. terutama lobus VI dan VII menyebabkan turunnya daya ingat. bila digendong cenderung merosot untuk melepaskan diri dari pelukan. Pada kedua organ tersebut. 2) Kelainan pada sistem limbic Sistem limbic merupakan pusat emosi yang terletak dibagian dalam otak. c. atau menjilat mainan atau benda apa saja. 3) Kelainan pada cerebellum (otak kecil) Kelainan pada cerebellum ini terutama tarjadi pada lobus ke VI dan VII. b) Bila mendengar suara keras langsung menutup mata. berpikir. daya . c) Tidak menyukai rabaan dan pelukan. Akibatnya terjadi kekacauan penghantaran impuls di otak (Handojo. ditemukan ada kelainan yang khas di daerah sistem limbic yang disebut hipocampus dan amygdala. 2004). d) Merasa tidak nyaman bila memakai pakaian dengan bahan tertentu. Kurangnya jumlah sel purkinye di otak kecil menyebabkan terjadinya gangguan serotonin dan dopamin. sel-sel tersebut berkembang dengan sangat padat dan kecil-kecil. Otak kecil bertanggung jawab atas proses sensoris. Penyebab autis 1) Kelainan pada lobus parietalis Menurut penelitian sebanyak 43 % penyandang autis mempunyai kelainan pada lobus parietalis otaknya. sehingga fungsinya menjadi kurang baik. Dari penelitian Bauman dan Kemper. Kelainan itu diperkirakan terjadi pada masa janin.

Gliadin akan berikatan dengan reseptor opioid C dan D. pada diet bebas gluten . Tiap-tiap keluarga itu memiliki minimal dua anak autis.168 keluarga. pada masing-masing kromosom ada beberapa gen yang abnormal. Hasil metabolisme gluten adalah protein gliadin. berfikir. Dan pada kromosom nomor 11 itulah yang paling menonjol kelainannya. Scherer memeriksa kromosom X yang berjumlah 23. akibatnya terjadi gangguan keseimbangan serotonin dan dopamine. Diet bebas gluten dan kasein dapat menurunkan kadar peptida opioid serta dapat mempengaruhi gejala autis pada beberapa anak. Dari penelitian Whiteley. Reseptor tersebut berhubungan dengan mood dan tingkah laku. Savery dan Shattock (1999). Juga didapatkan jumlah sel Purkinye di otak kecil yang sangat sedikit. Kedua protein ini hanya terpecah sampai polipeptida. 2008).13 ingat. Rodger. Ternyata. Dari situlah disimpulkan bahwa autisme bersifat genetik. Setelah 3 bulan. penelitian Kanada. peneliti di melakukan penelitian dengan mengumpulkan gen dari 1. belajar berbahasa dan proses atensi (perhatian). Selain itu ada beberapa teori yang menjelaskan penyebab autisme: 1) Teori herediter (genetik) Dalam Universitas sebuah Toronto. Polipeptida dari kedua protein tersebut terserap kedalam aliran darah dan menimbulkan “efek morfin” pada otak anak. (Intan Diana. Fakta ini menunjukkan bahwa 90% penyebab autisme adalah gen. Steven Scherer. 2007) 2) Teori kelebihan Opioid dan hubungan gluten dan protein kasein Teori ini mengatakan bahwa pencernaan anak autis terhadap gluten dan kasein tidak sempurna. (Kelana & Diah. 2008). akibatnya terjadi gangguan atau kekacauan lalu-lalang impuls di otak (Fitrisca. 22 anak autis mendapat diet bebas gluten selama 5 bulan dibandingkan anak autis yang tetap diberi diet mengandung gluten dan 6 pasien digunakan sebagai kelompok kontrol.

14 terjadi perbaikan komunikasi verbal dan non verbal. 2009) 3) Teori vaksinasi virus a) Vaksin hepatitis B dan HiB Autis dapat disebabkan oleh vaksin Hepatitis B dan HiB karena kedua vaksin tersebut mengandung zat pengawet thimerosal yang terdiri dari etil merkuri yang menjadi penyebab utama sindrom autisme spektrum disorder yang meledak sejak awal tahun 1990an dan telah di larang di Amerika sejak tahun 2001 (McCandless. Singh menemukan bahwa sampai 80% (dari 400 kasus dan kontrol) anak-anak autistik memiliki otoantibodi terhadap myelin basic protein (MBP) yaitu jaket yang menyelimuti serabut syaraf. Dalam journal toxilohical sciences melaporkan konsentrasi thimerosal yang dapat menimbulkan efek toksik adalah antara 405 µg/l . bayi berumur 6 bulan mendapat akumulasi paparan merkuri maksimal dari vaksinasi sebesar 32 . semakin banyak jumlah antibodi terhadap virus campak. 2008). sehingga serabut syaraf bersangkutan tidak lagi berfungsi karena tidak dapat menghantarkan sinyal.101 mg/l atau setara dengan kadar merkuri 201 µg/l . Sedang bila dihitung rata-rata. Jadi kemungkinan vaksin Hepatitis B dan HiB menyebabkan autis sangat kecil (Edi Patmini.52 µg¬g/kg berat badan. angka ini hampir 4 kali lipat lebih rendah dari batas minimal tersebut. b) Vaksin MMR Dari hasil penelitian Dr Vijendra Singh. semakin banyak pula anti-MBP. motorik dan kemampuan anak untuk perhatian serta tidur jadi lebih baik. 2009).50 mg/l. Antibodi tersebut . Pada perhitungan lebih rinci. Sedangkan pada kelompok anak yang diberi makanan mengandung gluten justru semuanya memburuk (Intan Diana. pendekatan efektif. Dan. sehingga semakin luaslah kerusakan di otak.

dengan adanya kerusakan 'perkabelan' otak maka terjadilah autism (Rudi Sutadi. Perilaku diulang-ulang yang aneh dan hiperaktif juga disebabkan gangguan hipokampus (Intan Diana. 4) Teori kelainan anatomi otak Kelainan anatomis otak khususnya di lobus parietalis. Akibatnya terjadi gangguan fungsi kontrol terhadap agresi dan emosi. Kelainan juga ditemukan pada otak kecil (serebelum). sehingga terjadi gangguan keseimbangan serotonin dan dopamin. daya ingat. ahli penyakit Autistik dari Amerika. rasa dan rasa takut. yang menyebabkan anak tampak acuh terhadap lingkungannya. Terjadi kesulitan penyimpanan informasi baru. 2009). berfikir. Sekitar 43 % penyandang autisme mempunyai kelainan di lobus parietalis otaknya. Ditemukan pula kelainan khas didaerah sistem limbik yang disebut hipokampus dan amigdala. terutama pada lobus ke VI dan VII. 2002). belajar berbahasa dan proses atensi (perhatian). Akhirnya. sering terlalu agresif atau sangat pasif. Amigdala juga bertanggung jawab terhadap berbagai rangsang sensoris seperti pendengaran. Anak kurang dapat mengendalikan emosinya. perabaan. 5) Teori kekurangan vitamin Kekurangan vitamin D diduga meningkatkan resiko autis. Jumlah sel Purkinye di otak kecil juga didapatkan sangat sedikit. Singh menyimpulkan bahwa autisme disebabkan oleh respons otoimun spesifik terhadap MBP yang menyebabkan kerusakan myelin pada otak yang sedang berkembang. Otak kecil bertanggung jawab atas proses sensoris. teori ini di kemukakan John Cannell.15 jarang ditemukan pada anak normal/kontrol (0-5%). penglihatan. menyebabkan gangguan atau kekacauan lalulintas impuls di otak. serebelum serta pada sistem limbiknya. . penciuman. Hipokampus bertanggung jawab terhadap fungsi belajar dan daya ingat.

dapat berkurang dengan pemberian vitamin D dosis tinggi dan terapi secara teratur (Nurlis & Mutia. terjadi perdarahan pada waktu kandungan ibu berumur antara ataupun delapan bulan dan adanya rhesus yang tidak sesuai antara golongan darah ibu dan anak (Cohen & Bolton. 2009): 1) Applied Behavior Analysis (ABA) ABA adalah ilmu yang menggunakan prosedur perubahan perilaku. Terapi meliputi semua . 2009). minum obat-obatan selama kehamilan. Sedangkan anak yang kekurangan vitamin D dan memiliki gejala autis. Terapi pada autisme National institute of child health and human development merekomendasikan metode terapi untuk anak autis antara lain (Autismspeak. 6) Gangguan selama kehamilan dan kesulitan waktu persalinan Gangguan kehamilan persalinan sangat umum terjadi dari ibu penyandang autisme. untuk membantu individu membangun kemampuan dengan ukuran nilai-nilai yang ada dimasyarakat.16 Dalam studi penelitian hewan. terungkap fakta bahwa kekurangan vitamin D pada hewan juga dapat membuat otak hewan kekurangan protein dan menyebabkan gejala abnormal pada hewan seperti autis pada manusia. Faktor resiko berikut diduga berhubungan dengan autisme adalah: ibu dengan umur 35 tahun keatas pada waktu melahirkan anak. 2005). 7) keracunan Timbal Tingginya angka timbal yang ditemukan dalam beberapa anak autisme disebabkan karena kadar timbal yang tinggi dalam darah (Widodo Judarwanto. mekonium (masuknya kotoran bayi pada ketuban). d. 1994).

gandum) dan casein (senyawa protein yang dapat ditemukan pada produk susu) dalam diet anak autis. Metode ini menjelaskan bahwa anak autis dapat meningkatkan dan membangun interaksi dengan orang lain. dan keterampilan persepsi visual dibutuhkan untuk membaca dan menulis. memberi makan. Casein Free Diet (GFCF) Mengurangi gluten (senyawa protein yang dapat ditemukan pada gerst. dapat mengurangi beberapa gejala dari anak autis. koordinasi motorik kasar untuk menolong individu mengendarai motor atau berjalan dengan baik. 3) Gluten Free. Hasil akhir dari metode floortime adalah merubah perkembangan anak autis melalui enam dasar perkembangan milestone yang harus dikuasai oleh anak autis untuk pertumbuhan emosi dan intelektual. menggunakan gunting. penggunaan kamar kecil.17 aspek kehidupan yang dibutuhkan anak selama 40 jam per minggunya selama minimal 2 tahun (Davidson & Neale. seseorang dengan autis dapat dibantu baik dirumah maupun disekolah dengan cara aktivitas mengajar termasuk berpakaian. 4) Occupational Therapy Melalui metode Occupational Therapy. keterampilan sosial. 1993). Hal ini berdasarkan pada hipotesis yang menyebutkan bahwa protein ini diserap dengan cara yang berbeda pada anak autis. . floortime adalah sebuah metode terapi dan sebuah filosopi untuk berinteraksi dengan anak autis. motorik halus dan keterampilan visual yang membantu saat menulis. 2) Floortime Metode ini di kembangkan oleh seorang psikiatri anak bernama Stanley Greenspan.

perasaan empati. multidisiplin model untuk mempertinggi kemampuan dalam Social Communication and Emotional Regulation. sentuhan.18 5) PECS PECS adalah tipe dari augmentasi dan tehnik komunikasi alternatif dimana individu dengan kemampuan belajar vebal sedikit atau tidak memiliki untuk berkomunikasi menggunakan kartu gambar. berdasarkan tim. and implementing Transactional Supports (komunikasi social dan pengaturan emosi. dan suara. Penelitiannya menemukan bahwa individu pada autis tampak kekurangan beberapa kemampuan yang dibutuhkan untuk sukses dalam mengatur lingkungan kehidupan nyata yang dinamis dan perubahan. bau. 7) The SCERTS Model (Prizant et al. ungkapan cinta dan dapat berbagi pengalaman dengan yang lain. pandangan. atau perasaan. Hasil akhir yang ingin dicapai dengan terapi ini adalah untuk memfasilitasi perkembangan dari kemampuan sistem saraf untuk memproses sensory input dalam . 2006) The SCERTS Model adalah komprehensif. Program Gutsein ini berdasarkan pada penelitian yang luas dalam perkembangan yang khas dan penelitian terjemahan menemukan sampai pendekatan klinis sistemik. 6) Relationship Development Intervention (RDI) Program RDI adalah sebuah keluarga berbasis terapi yang mana terfokus pada masalah inti dari memperoleh persahabatan. 8) Sensory Integration Therapy (SIT) Adalah proses melalui pengaturan otak dan rangsangan luar seperti gerak. dan penerapan menanggapi dukungan) untuk anak dan orang tua dengan autis serta keluarganya. Anak-anak menggunakan gambar ini untuk “menyuarakan” sebuah keinginan.

SIT menggunakan latihan neurosensori dan neuromotor untuk meningkatkan kemampuan otak sehingga dapat memperbaikinya sendiri. University of California.19 banyak hal. Harvard Medicene Scholl) dan Erik Courchense (Departement of Neurosains. San Diego) menemukan kelainan Sususnan Saraf Pusat (SSP) pada beberapa tempat dari anak autiseme yaitu (Christina. 2009): 1) Pengecilan Cerebellum (otak kecil) terutama Lobus VI – VII. . dan lingkungan komunikasi. akibatnya produksi Cerotonin berkurang sehingga penyaluran rangsang / informasi antar sel otak kacau. kemampuan mendengarkan. seimbang. koordinasi pada beberapa anak. e. Gambaran otak pada anak autis Pada tahun 1950 Margareth Bauman (Departement of Neurology. 10) TEACCH TEACCH (Training and Education of Autistic and Related Communication Handicapped Children) adalah program pembelajaran khusus yang menyesuaikan pada kebutuhan individu anak autis berdasarkan pada petunjuk umum. 9) Speech Therapy Masalah komunikasi dari anak autis bervariasi untuk beberapa derajat dan mungkin tergantung pada intelektual dan perkembangan social dari individu. Melalui integrasi pulsasi otak bersama sonsor pesan dan berbentuk informasi yang logis. Ketika berhasil. Lobus VI – VII berisi sel – sel Purkinje. Pendekatan TEACCH berfokus kepada bentuk fisik. komprehensif. Pada anak autiseme. yang memproduksi Neurotransmiter Cerotonin. ini akan meningkatkan perhatian. konsentrasi. jumlah sel Purkinje sangat kurang.

kerusakan yang khas di dalam sistem limbik (pusat emosi) yaitu bagian otak yang disebut hipokarnpus dan amigdala. . Senam Otak Senam otak adalah serangkaian gerak sederhana menyenagkan digunakan untuk memadukan semua bagian otak yang berfungsi meningkatkan kemampuan belajar. 2007). menunjukkan bahwa dari tahun 1997-2000. Selain itu dalam Brain Gym Journal (2005) juga disebutkan bahwa hasil tes pada anak yang mendapatkan senam otak yang dilatih oleh senior menunjukkan penurunan yang signifikan dalam semua problem lingkungan. membangun harga diri dan rasa kebersamaan ( Dennison. 2006). yang bisa menerangkan kenapa emosi anak autis sering terganggu. Menurut Liz Jones Twomey (2002) dalam penelitiannya pada salah satu sekolah di Kanada. Empat sampel protein dari bayi normal mempunyai kadar protein yang kecil.1) di bandingkan dengan siswa pada sekolah yang sama tahun 2002-2003 tanpa intervensi Brain Gym (rata-rata nila 7. ahli neurologi amerika mengadakan penyelidikan terhadap protein otak dari contoh darah bayi yng baru lahir. 3. prestasi belajar dari 246 siswa dengan Brain Gym pada tahun 2003-2004 (rata-rata nilainya 8. skor menulis meningkat dari 31% sampai 82% setelah dilakukan senam otak.7) (Demuth. 2008). Nelson menyimpulkan autisme terjadi sebelum kelahiran bayi (Prasetyono. Berdasarkan Brain Gym Journal (2007). Karin Nelson. termasuk gejala penurunan perhatian dan hiperaktivitas (Peterson. 2005).20 2) Kelainan struktur pada pusat emosi dalam otak (Sistem Limbik). tetapi empat sampel berikutnya mempunyai kadar protein tinggi yang kemudian ditemukan bahwa bayi dengan kadar protein otak tinggi ini berkembang menjadi autisme dan keterbelakangan mental.

pelajar menggerakkan secara bergantian pasangan kaki dan tangan yang berlawanan. terdiri dari tiga dimensi dengan bagian-bagian yang saling berhubungan sebagai satu kesatuan. Garis tengah vertikal tubuh adalah acuan penting yang diperlukan untuk semua kemampuan dua sisi tubuh. Ketidakmampuan untuk menyebrangi garis tengah ini mengakibatkan “ketidakmampuan belajar” (Learning disabled) atau “disleksia”. 2005): a. Dimensi Lateralitas (otak kiri dan kanan) Lateralitas tubuh manusia dibagi dalam sisi kiri dan sisi kanan. dan juga untuk integrasi kedua sisi tubuh (bilateral integration).21 Otak manusia seperti hologram. Macam-macam gerakan yang dapat dilakukan untuk menyebrangi garis tengah menurut Dennison antara lain: 1) Gerakan Silang Dalam latihan silang ini. yaitu untuk menyebrangi garis tengah tubuh untuk bekerja di “bidang tengah”. misalnya menulis dengan tangan kanan atau kiri. Dennison. akan tetapi memiliki tugas yang spesifik Sehingga dalam aplikasi gerakan senam otak dibagi menjadi (Dennison. Sifat ini memungkinkan dominasi salah satu sisi. seperti pada gerak jalan di tempat. 2) Delapan Tidur Menggambar memungkinkan menyebrangi garis 8 tidur atau simbol “tak terhingga” pembaca tengah . Gerakan silang mengaktifkan hubungan kedua sisi otak dan merupakan gerakan pemanasan untuk semua keterampilan yang memerlukan penyebrangan garis tengah bagian lateral.

kiri atau kanan dari garis tengah. Bagi kebanyakan murid. Ketika murid telah merasakan perbedaan antara kiri dan kanan. ketika penulisan huruf kecil membaik maka tulisan tanganpun . sehingga gerakan ke luar atau ke dalam. Angka 8 digambar dalam posisis tidur dengan titik tengah yang jelas.22 visual tanpa berhenti. dengan demikian mengaktifkan mata kanan dan kiri serta mengintegrasikan bidang penglihatan kanan dan kiri. 3) Coretan Ganda Coretan adalah Ganda kegiatan rnenggarnbar di kedua sisi tubuh yang dilakukan pada bidang tengah untuk menunjang kemampuan agar mudah mengetahui arah dan orientasi yang berhubungan dengan tubuh. yang memisahkan wilayah lingkaran kiri dan kanan dan dihubungkan dengan garis yang tersambung. ke atas atau kebawah. 4) Abjad 8 Abjad 8 mengadaptasi bentuk 8 tidur sebagai tempat meletakkan Aktivitas mengintegrasikan yang menyangkut garis tengah visual tanpa huruf kecil. maka saat menggambar dan menulis dia menenmpatkan dirinya dipusat. selalu di hubungkan dengan pusat tersebut. Setiap huruf secara jelas ditempatkan pada salah satu sisi. ini gerakan mengalami kebingungan.

Tidak disarankan mernutar kepala hingga ke belakang.23 umumnya 5) Putaran Leher juga lebih baik. termasuk rongga perut. kiri ke kanan dan atas ke bawah. 6) Pernafasan Perut Pernafasan mengingatkan tetap bernafas murid (dan perut untuk tidak menahan nafas) selama suatu kegiatan mental atau fisik yang berat. Leher relaksnya disebabkan menunjang tengkuk dan oleh melepaskan ketegangan yang ketidakmampuan menyebrangi garis tengan visual atau untuk bekerja dalam bidang tengah. . Bernafas harus memperlebar dada dan depan ke belakang. dada terangkat sedikit saja. Kepala diputar di posisi depan saja. sedangkan bernafas dengan benar mengalirkan banyak oksigen sehingga meningkatkan fungsi otak secara khusus. Bila gerakan ini dilakukan sebelum membaca dan menulis akan memacu kemampuan penglihatan dengan kedua mata (binokular) dan pendengaran kedua telinga (binaural) secara bersamaan. Ketika bernafas pendek. aliran oksigen ke otak terbatas. setengah lingkaran dan kiri ke kanan dan sebaliknya.

1994&Elsabeth Demuth. membuat kedua sisi dapat memproses penerimaan dan pengekspresian. b.24 7) Membayangkan Huruf X X merupakan pola organisasi lateral. ”kurang pengertian”. Adapun gerakan yang termasuk dalam dimensi fokus (Dennison. otak otak untuk bagian melalui menyeberangi garis tengah Seluruh belajar gerakan untuk bekerjasama. Dimensi pemfokusan Pemfokusan adalah kemampuan menyebrangi “garis tengah partisipasi” yang memisahkan otak bagian belakang dan depan tubuh. X juga mengaktifkan bagian otak kiri dan kanan untuk menggerakkan dan menenangkan tubuh dan mengaktifkan kedua mata untuk penglihatan binokular. “terlabat bicara” atau “hiperaktif”. Garis tengah partisipasi adalah garis bayangan vertikal ditengah tubuh (dilihat dari samping). Seseorang yang mengalami fokus kurang (underfocused) disebut “kurang perhatian”. dan juga bagian belakang (occipital) dan depan otak (frontal lobe). 2005): 1) Mengaktifkan Tangan Mengaktifkan tangan dapat melepaskakan ketegangan di otot pundak dan dada bagian .

Kontrol otot gerakan motorik kasar dan halus berasal dan bagian tubuh ini dan sangat berpengaruh bagi keterampilan menulis dan menggunakan alat kerja lainnya. Tangan yang lurus digerakkan ke arah luar. . 3) Mengaktifkan Tangan Mengaktifkan tangan dapat melepaskakan ketegangan di otot pundak dan dada bagian atas dan juga memanjangkannya. Cara: Duduk berpangku kaki. Tendon ini akan memeendek diri bila seorang akan menghadapi suatu bahaya atau stres. Hembuskan napas saat otot tegang atau diaktifkan. pendengaran dan putaran kepala. ke dalam. Kontrol otot gerakan motorik kasar dan halus berasal dan bagian tubuh ini dan sangat berpengaruh bagi keterampilan menulis dan menggunakan alat kerja lainnya. Luruskan satu tangan ke atas di samping kuping. kedua tangan memegang ujung tendon bagian atas dan bawah betis (di bawah lutut dan di atas tumit). Reaksi ini berasal dari otak agar orang menanik diri atau menahan diri. Latihan ini untuk meghilangkan kekakuan otot tengkuk dan leher. Tangan kedua melewati bagian belakang kepala dan diletakkan di bawah siku tangan pertama. bila banyak membaca dan belajar. ke belakang dan ke muka sambil tangan kedua menahannya dengan tekanan halus. Burung hantu dimaksudkan untuk menunjang penglihatan.25 atas dan juga memanjangkannya. 4) Lambaian Kaki Lambaian kaki adalah suatu gerakan yang berpengaruh pada panjangnya tendon di bagian betis kaki. 2) Burung Hantu (Owl) Gerakkan ini menggerakkan kepala dan mata secara bersamaan dan mempunyai jangkauan penglihatan yang luas karena dapat memutar kepalanya 180°.

agar urat betis di panjangkan lagi sehingga otot kembali dalam keadaan normal. Pada saat seseorang menghadapi bahaya dan merasa takut. Cara: Berdiri dengan menyandarkan kedua tangan di dinding. Latihan ini dilakukan pada kedua kaki. pinggul dan sekitarnva (pelviss). kemudian hembuskan nafas. pohon atau kursi agar tidak terjatuh. . agar murid dapat menemukan sikap tubuh duduk dan berdiri yang nyaman. Gerakan ini menggunakan keseimbangan dan gravitasi untuk melepaskan ketegangan pinggul dan pelvis. tiang. Hembuskan nafas pada saat kaki bergerak ke atas atau betis terasa tegang dan nyeri. urat ini spontan menjadi kencang dan pendek untuk persiapan lari. 5) Pompa Betis (Calf pump) Pompa betis dapat merubah gerakan agar panjangnya tendon di kaki dan betis sesuai ukuran alamiah. 6) Luncuran Gravitasi Gerakan gravitasi aktivitas ulang alamiah luncuran merupakan pembelajaran- gerakan dan untuk keadaan mengembalikan hamstrings.26 Panjangkan otot atau carilah titik-titik tegang sambil melambaikan kaki. Rentangkan satu kaki kebelakang dengan tumit terangkat dan satu kaki dengan lutut di bengkokkan ke depan. “Refleks takut” ini dapat dikendorkan dengan menarik tumit ke lantai.

Dua per . Gerakan yang dapat dilakukan untuk menyebrangi garis pisah antara bagian atas dan bawah tubuh. 2003). Ketegangan ini pada pinggul menimbulkan kekakuan sacrum. 1) Air (Water) Air merupakan pembawa energi yang sangat baik. cenderung bereaksi “berjuang atau melarikan diri” atau ketidakmampuan untuk merasakan atau menyatakan emosi. Otot ini menegang karena duduk terlalu lama atau stres di daerah pelvis. antara lain (Denison &Denison. Kelompok otot ileopsoas merupakan salah satu bagian terpenting tubuh karena berfungsi menstabilkan dan merupakan kelompok otot dasar bagi tubuh. koordinasi seluruh tubuh dan fokus tubuh. memperpendek napas dan mengganggu gerakan tulang kepala.27 7) Pasang kuda-kuda Gerakan pasang kuda-kuda adalah kegiatan gerakan yang meregangkan otot yang membuat relaks kelompok otot ileopsoas. yang membatasi gerakan dan kelenturan. Dimensi pemusatan Pemusatan adalah kemampuan untuk menyebrangi garis pisah antara bagian atas dan bawah tubuh dan mengaitkan fungsi dari bagian atas dan bawah otak. c. kelenturannya penting bagi keseimbangan. Ketidak mampuan untuk mempertahankan pemusatan ditandai oleh ketahutan yang tidak beralasan.

ujung jari lainnya ±15 cm di bawah pusar. . Merasakan hubungan antara tubuh atas dan bawah memungkinkan murid mengkoordinasikannya untuk meningkatkan stabilitas. sehingga apabila diaktifkan akan melancarkan pengaliran darah yang kaya zat asam ke otak. Hal itu penting karena agar otak dapat bekerja dengan baik maka diperlukan seperlima bagian dan seluruh zat asam yang di butuhkan oleh tubuh (Elisabeth. Ujung jari satu tangan menyentuh bawah bibir. 4) Tombol Imbang Tombol imbang dengan segera menyeimbangkan ketiga dimensi: kiri-kanan. 3) Tombol Bumi Tombol bumi adalah titik akupuntur (di Meridian Sentral) yang berhubungan langsung dengan kegiatan otak. 2005). sementara tangan yang lain memegang pusar. 2) Sakelar Otak Sakelar otak (jaringan lunak di bawah tulang clavicula di kin dan kanan sternum) dipijat dengan satu tangan. depan-belakang dan atas-bawah. yang dimudahkan oleh air. Sakelar otak merupakan titik akhir meridian ginjal dan berada dekat pembuluh darah besar.28 tiga tubuh manusia (±70%) terdiri dari air. Semua aksi listrik dan kimia dari otak dan sistem pusat saraf tergantung pada aliran arus listrik antara otak dan organ sensorik.

menguap sambil menyentuh tempat-tempat yang tegang di rahang menolong menyeimbangkan tulang tengkorak dan menghilangkan ketegangan di kepala dan rahang.29 Mengembalikan keseimbangan ke bagian belakang otak (occiput) dan daerah telinga tubuh bagian secara dalam membantu memulihkan dibiarkan keseimbangan keseluruhan. 7) Pasang Telinga . pada sebuah lekukan di barts rambut antara tengkorak dan tengkuk (4-5 cm ke kiri dan ke kanan dari garis tengah tulang belakang dan persis di belakang daerah mastoid). tapi jangan menahannya karena bisa menimbulkan ketegangan rahang. jari lainnya di garis belakang pada tulang ekor. Dengan mengaktifkan tombol ini dimungkinkan untuk relaks. tulang belakang dan pusat sistem saraf. Menguap baik dalam brain gym. Ujung jari satu tangan menyentuh atas bibir. Murid menyentuh tombol imbang yang terdapat di belakang telinga. seluruh Sebaiknya kita menutup mata waktu menguap. 5) Tombol Angkasa Tombol angkasa adalah titik akupuntur (di meridian governur) yang berhubungan langsung dengan otak. 6) Menguap Berenergi Menguap merupakan refleks penapasan alami yang meningkatkan peredaran merangsang udara ke otak dan tubuh.

Clear. gerakan silang dan kait relaks. menurun sampai sepanjang lengkungan dan berakhir di cuping. Energetis) yang merupakan gerakan awal bagi para pemula. Empat gerakan yang dilakuan untuk persiapan belajar meliputi minum air. dalam kaitannya denga pemusatan perhatian dan kekacauan energi. Dengan ibu jari telunjuk.30 Kegiatan ini menolong murid memusatkan perhatian terhadap pendengarannya serta menghilangkan ketegangan pada tulang-tulang kepala. 9) Titik Positif Sentuhan pada dahi menolong menghilangkan kekuatiran. Aktif. ketegangan atau ketakutan. Murid secara perlahan menyentuh titik di atas kedua mata dengan ujung jari tiap tangan. 8) Kait Relaks Kait menghubungkan relaks lingkungan elektris di tubuh. bila energi mengalir lagi dengan baik di daerah yang semula mengalami ketegangan. pijat secara lembut daun telinga sambil menariknya ke luar. mulai dan ujung atas. 4. sehingga pikiran menjadi tenang. Pikiran dan tubuli relaks. Penelitian Senam Otak dan Autis . pijat sakelar otak. Gerakan ini dikenal dengan PACE (Positif. Ujung-ujung jari tangan saling menyentuh untuk menyeimbangkan dan menghubungkan dua belahan otak. Posisi tangan dan kaki dalam bentuk 8 sesuai dengan aliran energi di tubuh.

Hasilnya 77% mengalami penurunan prilaku autis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan Jennifer Dustow (2007) di Hawaii pada 9 anak yang telah di diagnosa ASDs yang berusia 3 hingga 5 tahun selama 6 minggu.53 (Hannaford. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dalam tingkah laku dan konsentrasi pada hari di mana anak-anak melakukan gerakan senam otak. . yang meneliti 19 anak berkebutuhan khusus dengan umur 10-11 tahun. 95. Semua anak diberikan gerakan senam otak yang menyebrangi garis tengah selama 5 menit dalam waktu yang sama di pagi hari selama 6 minggu. Dari hasil penelitian. kelakuan agresif. Vol XXI (1).. kurangnya pemfokusan. menarik perhatian pada waktu yang tidak tepat. Bilateral exercises to decrease off-task behaviors in special-needs preschoolers. seperti menangis.31 Dari penelitian yang telah dilakukan Charla Hannaford pada tahun 1990. 2007. J. sedangkan skor nilai rata-rata setalah 10 bulan melakukan Brain Gym adalah 3. skor nilai rata-rata sebelum Brain Gym adalah 1. The Brain Gym Journal. Percobaan ini dirancang untuk menilai apakah melakukan gerakan senam otak yang menyeberangi garis tengah membantu mengurangi prilaku autis. dilakukan Brain Gym selama 10 bulan di kelas. p4. 2005). 2007): Dustow. berteriak. Charla Hannaford menilai peningkatan dalam membaca dengan menggunakan Brigance Inventory of basic Skill. seperti tampak pada grafik berikut (Dustow.

Dewasa ini belum ditemukan uji coba dan penelitian pengaruh senam otak dengan evaluasi nilai kualitas komunikasi. Kekurangan vitamin Tes ATEC (Pre test) . Kerangka Konsep Subye k Faktor eksternal yang mempengaruhi nilai autisme: 1. Konsumsi Gluten dan Kasein 2.32 Pelaksanaan senam otak di Indonesia digunakan pada bayi. lansia. interaksi sosial dan pemfokusan pehaman. anak-anak dalam masa pertumbuhan. 5. Program pendidikan sekolah autis 3.

Pemfokusan Pemahaman . Interaksi Sosial dan Pemfokusan Pemahaman Tes ATEC (Post test) Perbedaan Kualitas Komunikasi. Membuka bagian-bagian otak yang sebelumnya tertutup atau terhambat Optimalisasi kerja otak tercapai Peningkatan skor Kualitas Komunikasi. Dimensi Pemusatan. Interaksi sosial dan Pemfokusan pemahaman Melakukan Senam Otak Tidak Melakukan Senam Otak Dimensi Pemfokusan. Interaksi Sosial.33 Kualitas komunikasi.

aktivitas fisik. interaksi sosial dan pemfokusan pemahaman. program terapi lain yang sedang dilakukan oleh pihak sekolah. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu senam otak yang dilakukan. Variabel dalam penelitian 1) Variabel Independen (variabel bebas) adalah variabel yang mempengaruhi. pemfokusan pemahaman dan interaksi sosial pada anak autis di Yogyakarta. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian akan dilakukan di SLB Bina Anggita Banguntapan Bantul Yogyakarta sebagai sampel dan SLB Dian Amanah Sleman Yogyakarta sebagai kontrol.34 6. 2) Variabel dependen (variabel tergantung) adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Akan dipilih salah satu sekolah autis dengan jumlah murid cukup yang mewakili sampel penelitian dan satu sekolah untuk kontrol. METODE PELAKSANAAN 1. 3. intake makanan/nutrisi. Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu kualitas komunikasi. pre-tes dan posttes grup kontrol. 2. lingkungan rumah dan keluarga. Penelitian ini berlangsung selama 4 bulan. 3) Variabel pengganggu dalam penelitian ini yaitu stress. Variabel dan Definisi Operasional a. . Hipotesis Senam otak dapat mempengaruhi kualitas komunikasi. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen. H.

2-5 kali setiap minggu selama 16-25. Tingkat Kualitas Komunikasi. Interaksi Sosial dan Pemfokusan Pemahaman pada penelitian ini ditentukan dengan menjumlah skor masingmasing item pertanyaan dan dibuat prosentase terhadap skor maksimal. sedangkan nilai 60 – 80 % dinggap autisme ringan. Jika nilainya lebih dari 80%. Masingmasing item pertanyaan di nilai dari skala 0-2 dan 0-3. 26-35 dan 36 kali. Variabel ini akan didata dalam kartu pantauan dan akan digunakan pertimbangan dalam rekruitmen sampel. Definisi Operasional 1) Subyek yang yang mengikuti senam otak adalah anak autis yang bersedia mengikuti kegiatan senam otak secara rutin kurang lebih selama 25 menit. 4. Populasi dan Sampel a. dan nilai kurang dari 40 % dianggap autisme berat. . Tes ini dilakukan sebelum dan sesudah pelaksanaan senam otak. Populasi Populasi adalah sejumlah besar subyek yang mempunyai karakteristik tertentu (Sastroasmoro dan Ismail. misalnya: konsumsi gluten dan kasein. Skala data variabel ini adalah skala ordinal. nilai 40 – 60 % dianggap autisme sedang. 2002). Interaksi Sosial dan Pemfokusan Pemahaman akan diukur dengan menggunakan form ATEC. keseragaman guru dalam pelaksanaan senam otak dan kesamaan program sekolah antara kelompok sampel dan kelompok kontrol. b. 2) Kualitas Komunikasi.35 Variabel pengganggu akan dikendalikan semaksimal mungkin. maka dianggap normal. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa autis di Bina Anggita dan Dian Amanah.

Menetapkan sampel dan kontrol penelitian. alat tulis. Penandatanganan persetujuan oleh orang tua kontrol maupun sampel. jadi semua siswa Bina Anggita dan Dian Amanah digunakan sebagai sampel. b. air putih. 5. Kriteria Inklusi : a) Umur 4 . b. Alat senam. kartu senam. .36 b. Perijinan. Alasan menggunakan kedua sekolah ini adalah karena memiliki jumlah siswa autis yang banyak dan memiliki standar belajar yang hampir sama. Teknik Pengumpulan Data Tahap penelitian dirancang utuk pengumpulan data adalah sebagai berikut: a. Sampel dalam penelitian ini adalah anak autis yang bersedia untuk mengikuti penelitian ini dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Satu kelompok untuk eksperimen dan kelompok lain sebagai kontrol.17 tahun b) c) Mengikuti kegiatan belajar di sekolah Bersedia menjadi responden ( diwakili orangtua) Kriteria eksklusi : Tidak bisa atau menolak melakukan senam otak. d. terdiri dari: musik. Instrumen Penelitian a. Kuisioner ATEC 6. c. Sampel Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Sosialisasi program.

37 e. Uji Kruskal Wallis. Uji Median . 2635 dan 36 kali. Analisis Data Analisa data. merupakan suatu proses analisis yang dilakukan secara sistematik terhadap data yang telah dikumpulkan. a. g. i. dengan data berskala ordinal. Pengambilan data murid yang terpilih sebagai kontrol dan sampel penelitian meliputi : identitas dan tes ATEC (pre-tes). Penyusunan laporan. dan Uji Median. j. Persentasi hasil penelitian 7. Melakukan pengolahan dan analisis data. b. c. Uji Kruskal Wallis Uji Kruskal – Wallis adalah suatu analisis nonparametik untuk menguji perbedaan antara 3 kelompok pengamatan atau lebih yang mandiri (berasal dari lain subyek). h. Uji Anova Friedman Analsis Anova Friedman adalah suatu analisis nonparametik untuk menguji perbedaan antara 3 kelompok pengamatan atau lebih yang berpasangan (sama subyek). dalam penelitian ini analisis data menggunakan analisis non-parametik yang di dalamnya kita menggunakan Uji Anova Friedman. Pengambilan data murid yang terpilih sebagai sampel dan kontrol penelitian meliputi : identitas sampel dan tes ATEC (post-tes). Melakukan senam otak pada kelompok sampel selama 16-25. 2-5 kali dalam seminggu dengan durasi kurang lebih 25 menit. f. dengan data berskala ordinal.

Perijinan 2. Penandatanganan persetujuan orangtua 5. 8. langsung diawasi oleh peneliti I. RekapitulasiBiaya . Pengolahan data dan analisis data 9. penetapan sampel penelitian 3. Uji Validitas dan Reabilitas Bulan I Bulan II Bulan III Bulan IV Bulan V Bulan VI 2 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Keterangan Minggu ke 1. maka dilakukan hal – hal berikut : a. Data ini diambil dengan menggunakan kuisoner ATEC yang disusun oleh lembaga Autism Research Institute yang sudah teruji validitasnya. RANCANGAN BIAYA 1. Pelaksanaan Program 7. b. dengan data berskala ordinal. Pengiriman Laporan Untuk menjaga validitas dan realibilitas data yang diperoleh. Post-Test 8. Penyusunan laporan 10. Sosialisasi program 4. Pada saat pelaksanaan senam otak.38 Uji Median adalah suatu analisis nonparametik untuk menguji perbedaan antara 2 kelompok pengamatan atau lebih yang mandiri ( berasal dari lain subyek). Pre-Test 6. JADWAL KEGIATAN J. c. Pelaksanaan test dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan instrument yang telah disediakan. bersama-sama dengan guru pembimbing yang sebelumnya telah melakukan kesepakatan dalam pengambilan data.

000.00 3 4 5 6 7 3.00 Rp 225.000.000. RincianPengeluaran Perijinan Rp 400. a.000.000.000.265.000.000.00 5) Penggandaan CD 75 buah x RP 4.000.000.000.000.00 4) Sewa LCD 200.00 Rp2.00 2) Pembicara 1 orang x Rp 500.00 Rp 220.39 No 1 2 JenisPengeluaran Perijinan Sosialisasi Program Pelaksanaan pre-tes dan post-tes (tes ATEC) Pelaksanaan Program Transportasi Dokumentasi PenyusunanLaporan Jumlah Biaya Jumlah Rp 400.00 Rp 865. Sosialisasi Program 1) Pamflet 75 buah x Rp 3.000.000.000.00 b.00 Rp 435.00 Rp 300.00 .00 3) Konsumsi Rp 260.00 Rp 500.00 Rp Snack 65 buah x Rp 4.685.00 Rp 6.000.000.00 Rp1.000.00 Rp 500.370.

Pelaksanaan Program 1) Air minum kemasan 30 x 36 hari x 500 Rp 540.00 4) Biaya pendampingan senam otak Rp 500.000.000.000.00 2) Kertas gambar Rp 100.00 .00 d.000.00 3) Pensil warna Rp 125.000.000.000 Rp 200.00 c.000.000.40 6) Plakat 4x50.00 2) Alat tulis (kertas dan spidol) RP 200.00 4) Fotocopy Kuisoner ATEC 90 x Rp 1.000.00 Jumlah Rp 1.000.685.000.00 5) Biaya pendampingan pengisian data ATEC Rp 400.000 Rp 90.00 Jumlah Rp 865.000.00 3) Terapis senam otak Rp 500. Pelaksanaan Pre-test dan Post-test 1) Kartu bergambar Rp 150.

00 Rp 200.000.370.000.00 e.00 Rp 35.000.00 Jumlah Pengeluaran Rp 6.000.00 6) Konsumsi hari 84 x Rp 5.00 Jumlah Rp 500. Dokumentasi 1) 2) Sewa kamera Cuci cetak Rp 100.000.000. Penyusunan Laporan 1) 2) 3) 4) Kertas 1 rim x Rp 35.00 Tinta Print Scan gambar Penggandaan 10 buah x Rp 20.000.00 Jumlah Rp 435.265.00 Rp 120.000. Transportasi 1) Pre research Rp 150.00 Rp 100.00 f.00 2) Pelaksanaan research Rp 350.000.000.000.000 Rp 420.00 Rp 100.41 5) Papan tulis kecil Rp 105.00 Jumlah Rp 2.00 Jumlah Rp 220.000.000.000.000.00 g.000.00 .000.

2004. Mindblindness: An Essay on Autism and Theory of Mind: MIT Press/Bradford Books. Kamus Psikologi. M. 2006. Sage Publicaion. Diakses 11 Juli 2009. Brain Gym. DAFTAR PUSTAKA Baron & Cohen. E. 2007. P. Jakarta Dennison. Sixt edition. Brain Gym. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Dennison. Sulawesi Utara. Makalah Simposium. Autisme. Pentingnya Diagnosis Dini dan Penatalaksanaan Terpadu Pada Autisme.org/studies Budiman & Melly.detail&id=16350 Kelana.Oxford: Blackwell publishing. G. Abnormal Psycology. 2005. Jakarta.dari www.2/maret-april 2009.co. J. Dali. Diana. Diakses 22 Juni 2009. 2007. M. Autisme dan Perilaku Lainnya. Terapi Autis Masih mahal.42 K. 2009.society org. 2005.36 no. 2008. 2004. Y.E.autism. CA Brain Gym International.E & Dennison. C & Neale. Petunjuk Praktis dan Pedoman Materi Untuk Mengejar Anak Normal. dari http://braingym. The Human Brain: Essentials of Behavioral Neuroscience. Jakarta Johnson. PT Gramedia. E. 1993. Nutrisi Pada Pasien Autis. Inc. H. Kromosom Abnormal Penyebab Autis.go. Cermin Dunia Kedokteran 168/vol.kaltimpost.2002 Handoyo.id Hadiyanto. 2005. 1 Maret 2009. PT Grasindo. Thousand Oak. A & Diah. J. Diakses Juni 2009. dari http://www. 1995. Diakses . Pedoman Senam Otak Bagi Guru dan Peminat. Developmental cognitive neuroscience. 2001. I. Kaltim Post. Diakses 30 Juli 2009.pendidikan-diy. PT Gramedia. G. Demuth. dari www.id/?mib=berita. New York. Penerbit Tonis. Surabaya. Bandung Davidson. Yayasan Kinesiology Indonesia. G. S. 1998. 1982. Brain Gym. Beatty. John Wiley & Sons.

dari http://www.id/aktual/anak/autis130307. Continuing Increases in Autism Reported to California’s Developmental Services System.43 Juni 2009.org Portalinfaq. dari http://www.com/journal/78504794/abstract? CRETRY=1&SRETRY=0 Schecter & Grether. Diakses 11 Juni 2009. Diakses Juni 2009.mer-c. Lakukan Senam Otak.php?id=2553 .com/mod.lspr. Di akses 15 Juli 2009. 2008. Edisi 19 Juli 2009. Sutadi. 2004. 2008. R. dari http://salamsehat.com/Dustow07.php? mod=publisher&op=viewarticle&artid=67 Wresti. Kunci Keberhasilan Penyembuhan Autisme. cares for autism.or. (2000). 2007. E & Mutia. Transisi Penyandang Autisme ke Sekolah. dari http://www3. Surabaya. (2009).com/merangsang-otak-anak-dengan-brain-gym. Diakses Juni 2009. Diakses Juli 2009.php Nurlis.autis. Yayasan Nathanisa. 2002. 2008.infoibu. The London School of Public Relation of Jakarta. dari www.go.oxfordbraingym.htm Merangsang Otak Anak Dengan Brain Gym.php? option=com_content&view=article&id=50&Itemid=208 Viana.wiley. Diakses Juni 2009.gemari. Diakses 7 april 2010. Mengenali Anak Autisme. 2009. Thimerosal-Hepatitis B-Autis. E. B.depkes. Kurang Vitamin D tingkatkan Resiko Autisme. Harian Fajar. S.id/beritadetail. T.php?program_id=259 Phillips.interscience. dari http://www. Neuropeptides and neurotrophins in neonatal blood of children with autism or mental retardation. dari http://www. dari http://portalinfaq. dari http://www. dari http://www.php/artikelmakalah/artikel/142-kurang-vitamin-d-tingkatkan-risiko-autisme Patmini.edu/csr/autismawareness/index. Statistical analysis of study on Concentration and Behaviour for autistic 3 to 5 yr-olds from Dustow. Diakses 2 Juni 2009. 2007. N. Diakses 11 Juni 2009.kbi. J. 2005. Arch Gen Psychiatry.htm McClelland.org/p01_program_view.litbang.info/index. Tammasse.

Deteksi Dini dan Pencegahan Autisme. NIM c. Perguruan Tinggi : Ragil Adi Sampurna : 20070310049 : Kedokteran/Pendidikan Dokter : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) e. 2005. Nama b. Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama b. Jakarta L. Yudhasmara. E-mail f. LAMPIRAN 1). Jenis Kelamin g. Biodata Ketua dan Anggota Kelompok 1. NIM c. Waktu Kegiatan 2. Fak/Jurusan d. Fak/Jurusan d. Waktu Kegiatan : dj_ry_cel@yahoo.id : Laki-Laki : 6 jam/minggu : r3_v4@yahoo. Jenis Kelamin g. E-mail f.id : Perempuan : 6 jam/minggu . W. Perguruan Tinggi Yogyakarta : Revani Dewinta Lestarin : 20070310175 : Kedokteran/Pendidikan Dokter : Universitas Muhammadiyah (UMY) e.44 Yudarwanto. Anggota Pelaksana Anggota 1 a.co.co.

Karya Penelitian : a.com : Perempuan : 6 jam/minggu : yunieta_lestarie@yahoo. Fak/Jurusan d. 2000) : Drh. Nama b. Nama b. Perguruan Tinggi : Restuning Diah Dwi Sundari : 20080310169 : Kedokteran/Pendidikan Dokter : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) e. Jenis Kelamin g. / 173014 : Penata / III/a / Asisten Ahli : Demak / 3 September 1964 : S1.Kedokteran Hewan IPB Bandung S2 – Fisiologi IKD UGM Yogyakarta . Pendidikan 5. Jenis Kelamin Waktu Kegiatan : Da_narsizz@yahoo. Waktu Kegiatan Anggota 3 a.com : Perempuan : 6 jam/minggu 2). Kultur Sel Luteal : Metoda dan Evaluasi Umur (UMY. E-mail f. Zulkhah Noor. Perguruan Tinggi : Yunita Puji Lestari : 20070310157 : Kedokteran/Pendidikan Dokter : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) e.45 Anggota 2 a. Fak/Jurusan d.Kes. Biodata Dosen Pembimbing 1. Nama Lengkap / NIP 2. Tempat / Tanggal Lahir 4. NIM c. Pangkat / Golongan / Jabatan 3. M. NIM c. E-mail f.

46 b. 2008) 6. Implikasi Aktivitas Intensitas Tinggi Terhadap Kesehatan Reproduksi Intruktur Senam Aerobik Perempuan di Kota Yogyakarta (Presentasi di Conference and presenred paper. 2001) b. 2003) d. Pengaruh senam otak terhadap suasana hati (mood) dan daya ingat lansia di Posyandu Lansia Lemahdadi Bangunjiwo Kasihan Bantul (Kopertis. 2007) h. 2007) g. Publikasi Ilmiah a. Implikasi Aktivitas Intensitas Tinggi Terhadap Kesehatan Reproduksi Intruktur Senam Aerobik Perempuan di Wanita. Survey Toksoplasmosis pada Tikus di Kecamatan Wirobrajan dan sekitarnya secara serologis dengan metode Elisa dan isolasi sista otak (Hibah FK UMY. FK UGM. Pengaruh Kurkumin terhadap produksi Progesteron Oleh Kultur Sel Lutel Tikus dengan Perangsangan hCG dan PGF2 alfa c. Pengaruh Kurkumin dan Penta Gama Funon nol terhadap Produksi Progesteron Kultur Sel Luteal Tikus dengan Rangsangan LH dan PGF2 alfa (Kumpulan Riset Unggulan. 2002) c. Uji Toksisitas Kurkumin pada kultur sel Luteal Tikus (Jurnal Mutiara Medika. Pengaruh Konsumsi VCO Terhadap kadar gula darah dan keton bodies serta penampakan histologis pankreas dan pembuluh darah tikus jantan hiperglikemi yang diinduksi alloksan (Penelitian Dosen Muda. 2002) d. Dikti. 2006) e. International conference “Women in Kota Yogyakarta (Kajian . 2006) f. Pengaruh Pemberian Angkak terhadap jumlah sel-sel darah tikus Wistar yang Mengalami Anemia perdarahan (KPD UMY. Pengaruh Kurkumin terhadap produksi Progesteron Oleh Kultur Sel Lutel Tikus dengan Perangsangan hCG dan PGF2 alfa ( Jurnal Pasca Sarjana UGM. Pengaruh Anemia terhadap Tingkat Kecerdasan anak Sekolah Dasar Desa-Kota (Kopertis. DIKTI.

47 Public Srctor”. Volume 8 N0mor 1.(LP3M. Pengaruh Program Olahraga Umum (senam aerobik) dan khusus (Body language dan senam aerobik) terhadap penurunan berat badan. Sosialisasi dan Pelatihan Penyiapan Makanan Sehat pada Ibu-bu Rumah Tangga PKK dusun Ngentak Bangunjiwo Kasihan Bantul (Kopeertis. 2008) . Peneliti 2 7. 2008) c. Tes Kebugaran dan Sosialisasi Tentang Manfaat dan cara Olah Raga yang Aman pada Kelompok Senam dan masyarakat dusun Ngentak Bangunjiwo Kasihan Bantul (Kopertis. Pengabdian Masyarakat a. Sosialisasi Manfaat Angkak sebagai bahan makanan alami yang menyehatkan dan Cara komsumsinya. Januari 2008). Peneliti 2 e. 2007). July. 16-17 2008. Mutiara Medika. b. Program Pasca Sarjana UGM ).

. Lain-Lain SURAT KESEPAKATAN KERJASAMA Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama : Revani Dewinta L Jabatan : Ketua Pelaksana PKMP (Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian) Universitas Muhammadiyah yogyakarta selanjutnya disebut sebagai pihak pertama Nama : M. Pihak Pertama Hak: Pihak pertama berhak menjalin kerjasama dalam hal pelaksanaan dan pengambilan data tingkat Kualitas Komunikasi. Interaksi Sosil dan Pemfokusan Pemahaman Pada Anak Autis. Pihak Kedua Hak: Mendapatkan fasilitas dari pihak pertama dalam hal penyelenggaraan PKMM (Program Krativitas Mahasiswa Penelitian) Kewajiban: Membantu dan Berperan aktif dalam pelaksanaan dan pengambilan data tingkat Kualitas Komunikasi. 30 Juli 2009 Mengetahui. Demikian kesepakatan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan untuk dipatuhi kedua belah pihak. Interaksi Sosil dan Pemfokusan Pemahaman Pada Anak Autis melalui program SENAM OTAK.48 3). Yasin. Kewajiban: Melaksanakan PKMP di SLB Autistik Bina Anggita melalui program SENAM OTAK. Sp.d Jabatan : Kepala SLB Autistik Bina Anggita selanjutnya disebut sebagai pihak kedua Sepakat untuk menjalin kerjasama seperti diuraikan dalam pasal-pasal sebagai berikut: I. Yogyakarta. II.

d) Pihak Pertama Ketua Pelaksana (Revani Dewinta L) .49 Pihak Kedua Kepala SLB Bina Anggita (M. Yasin Sp.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.