Kelompok 2

Metabolisme – Glikosis Anaerob (peragian)

Disusun oleh : Chairunisa Evira vivikananda Qaffah silma azas Risda yulianti Risky islami ramadhan Sonia zulfa D Widya larasati Farmasi Fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan
I. TUJUAN

Page |2 Untuk mengetahui reaksi oksidasi karbohidrat oleh sel ragi menghasilkan CO 2 dan etanol pada keadaan anaerob

II. DASAR TEORI
Metabolisme adalah suatu proses reaksi kimia yang terjadi di dalam makhluk hidup, mulai dari makhluk bersel satu yang sangat sederhana seperti bakteri, jamur, tumbuhan, hewan sampai manusia. Di dalam proses ini makhluk hidup mendapat, mengubah, dan memakai senyawa kimia dari sekitarnya untuk kelangsungan hidupnya. Kelangsungan reaksi kimia di dalam metabolisme dari permulaan sampai ke suatu hasil akhir disebut jalur metabolisme. (pathway). Senyawa yang terbentuk selama jalur metabolisme berlangsung disebut senyawa antara (intermediate). Metabolisme meliputi proses sintesis (anabolisme) dan proses penguraian (katabolisme) senyawa atau komponen di dalam sel hidup. Melalui jalur anabolisme terbentuk senyawa. Diperlukan sejumlah energi supaya proses anabolisme terjadi. Reaksi kimia yang terjadi meliputi sintesis dari ikatan .C-C(sintesa asam lemak), ikatan .CO-N- (sintesa protein), ikatan C-N- (sintesis urea), dan ikatan .C-O- (sintesa trigliserida) memerlukan energi. Unsur kimia dan senyawa digunakan untuk membentuk senyawa baru yang lebih besar. Sebaliknya melaui jalur katabolisme akan terjadi penguraian senyawa menjadi komponen yang lebih kecil. Misalnya, katabolisme glukosa akan terurai menjadi karbon dioksida (CO2) dan air (H2O). Di dalam proses katabolisme sejumlah energi dilepaskan; sebagian dipakai oleh sel dan sisanya hilang sebagai panas. Produksi energi untuk keperluan sel terjadi dalam tiga tahap : 1. molekul-molekul besar komponen makanan seperti protein, pati, lemak dipecah selama proses pencernaan dan penyerapan menjadi molekul-molekul yang lebih kecil seperti asam amino, monosakarida dan asam lemak 2. sebagian besar molekul-molekul yang lebih sederhana ini selanjutnya diuraikan menjadi senyawa antara (intermediate) yang terdiri dari dua atom karbon yakni asam asetat (CH3COOH), dan 3. asam asetat dipecah menjadi air dan karbon dioksida. 4. Elektron dan ion hidrogen yang dilepaskan selama proses metabolisme ini disumbangkan ke atom oksigen membentuk air. Sebahagian energi yang dihasilkan di dalam proses katabolisme ini

Kelompok 2

Page |3 memicu sintesa adenosin triphosphat (ATP). ATP adalah energi di dalam suatu bentuk yang digunakan sel. Glikolisis merupakan jalur, dimana pemecahan D-glukosa yang dioksidasi menjadi piruvat yang kemudian dapat direduksi menjadi laktat.Jalur ini terkait dengan metabolisme glikogen lewat D-glukosa 6-fosfat. Glikolisis bersangkutan dengan hal-hal berikut : 1. Pembentukan ATP dalam rangkaian ini molekul glukosa dioksidasi sebagian. 2. Produksi piruvat 3. Pembentukan senyawa antara bagi proses-proses biokimiawi lain misalnya, gliserol 3fosfat.

Untuk biosintesis trigliserid dan fosfolipid, 2, 3–bisfosfogliserat dalam eritrosit, piruvat untuk biosintesis L–alanin, dan sebagainya. Glikolisis dapat berlangsung dalam keadaan aerob, bila sediaan oksigen cukup untuk mempertahankan kadar NAD+ yang diperlukan, atau dalam keadaan anaerob (hipoksik), bila kadar NAD+ tidak dapat dipertahankan lewat sistem sitokrom mitokondrial dan bergantung pada usaha temporer perubahan piruvat menjadi laktat. Glikolisis anaerob, yang menaruh kepercayaan temporer pada piruvat merupakan usaha tubuh dalam menantikan pulihnya kecukupan oksigen.Dengan demikian glikolisis merupakan keadaan ini disebut hutang oksigen. Pemeliharaan kadar oksigen dan karbondioksida tertentu dalam sel essensial untuk fungsi normalnya. Tetapi situasi abnormal dapat terjadi, bila tubuh menderita stres. Stres demikian mungkin berupa keperluan energi tinggi misalnya, labihan ekstrim atau hiperventilasi esenfalitis, apabila laju pengangkutan oksigen kedalam sel tidak sama kecepatannya dengan reaksi katabolik oksidatif penghasil ATP. Karena reaksi-reaksi oksidatif ini dikaitkan dengan oksigen lewat NAD+ / NADH dan sistem sitokrom, dan karena hal-hal tersebut tidak dapat berlangsung kecuali NADH + H + diubah menjadi NAD+, diperlukan langkah darurat yang melibatkan piruvat. Hal ini mengakibatkan konversi piruvat menjadi laktat. Bila kadar laktat dalam darah meningkat, pH menurun, dan timbul tanda-tanda yang diperkirakan, yakni pernafasan cepat dan kehabisan energi. Variasi kadar laktat darah yang mengikuti perubahanKelompok 2

Page |4 perubahan dalam aktivitas jasmani. Laktat yang diproduksi dan dilepaskan kedalam darah diubah kembali menjadi piruvat dalam hati apabila diperoleh cukup oksigen. Regenerasi NAD+ oleh piruvat.Enzim yang mengkatalis reaksi dalam tahapan glikolisis dijumpai dalam sitoplasma sel. Disinilah glikolisis berlangsung.Glikolisis dimulai dengan fosforilasi glukosa menjadi glukosa 6– fosfat. Gugus fosforil pada glukosa 6 fosfat berasal dari ATP.Nampaknya agak mengherankan karena glikolisis merupakan lintasan katabolisme, kita mengharapkan memperoleh ATP, bukan menggunakannya. Glukosa 6–fosfat diubah menjadi fruktosa 6–fosfat :Fruktosa 6–fosfat mengalami fosfosilasi menjadi fruktosa 1, 6–difosfat dengan menggunakan satu molekul ATP lagi yang diinvestasikan. Setelah sel telah mengintenvestasikan dua molekul ATP untuk setiap molekul glukosa yang dirombak.Perubahan fruktosa 6–fosfat menjadi fruktosa 1, 6–difosfat telah terbentuk, senyawa ini harus terus mengalami lintasan glikolisis. Jadi, kita dikatakan bahwa fosforilasi fruktosa 6–fosfat menjadi 1,6–difosfat adalah tahap wajib dari glikolisis. Fruktosa 1,6–difosfat sekarang terpecah menjadi, memberikan sepasang senyawa berkorban 3, yaitu dihidroksiaseton fosfat dan gliserol dehida 3–fosfat. Hanya gliseraldehid 3–fosfat yang akan digunakan dalam tahap lanjutan glikolisis. Tetapi, dihidroksiaseton bukanlah limbah.Alam bersifat hemat dan sel mempunyai enzim yang mengubah dihidroksiaseton fosfat menjadi gliseraldehida 3–fosfat.Karena satu molekul glukosa telah menyediakan dua molekul gliseraldehida 3–fosfat, kita harus mengingatnya untuk membuat perhitungan keseluruhan. Enzim kemudian mengubah gliseraldehida 3–fosfat menjadi 1,3– difosfogliserat dalam reaksi oksidasi penghasil energi yang pertama dalam katabolisme glukosa. Enzim menggunakan NAD+ sebagai koenzim.NAD+ direduksi menjadi NADH dengan menerima dua elektron dan satu proton dari substrat aldehida selama reaksi berlangsung.Gugus fosfosil yang baru pada produk organik berasal dari ion.Fosfat anorganik yang ada dalam sitoplasma, sehingga tak ada ATP yang dipakai disini. Kenyataannya, 1,3–difosfogliserat sendiri adalah senyawa kaya energi, yaitu anhidrida campuran dari asam karboksilat dan asam fosfat yang dapat mengalihkan gugus fosforilnya kepada ADP. Pengalihan ini berlangsung pada tahap sesudah glikolisis. Kelompok 2

Page |5 Karena sel menginvestasikan dua molekul ATP dan sekarang mendapatkan dua, ini baru mencapai titik impas.Dari titik ini, setiap ATP yang dihasilkan merupakan keuntungan. Tahap berikutnya dalam glikoliis adalah pengalihan gugus fosforil pada 3–Fosfogliserat : Produk reaksi ini, yaitu 2–Fosfogliserat melepaskan molekul air untuk menghasilkan fosfoenolpiruvat.Fosfoenolpiruvat adalah molekul fosfat yang kaya energi, yang mampu memberikan gugus fosforilnya kepada ADP.Karena perombakan satu molekul glukosa akhirnya menghasilkan dua molekul fosfoenolpiruvat, maka dua molekul ADP dapat difosforilasi menjadi ATP jika fosfoenolpiruvat dari satu molekul glukosa diubah menjadi piruvat.Kedua molekul ATP ini adalah keuntungan yang diperoleh dalam glikolisis.Pembentukan piruvat mengakhiri proses glikolisis aerob. Berikut ini adalah pokok yang terjadi dalam oksidasi satu molekul glukosa : 1. Terbentuk dua molekul piruvat.

2. Dua molekul NAD+ telah direduksi menjadi NADH 3. Jumlah bersih sebesar dua molekul ADP telah difosforilasi menjadi ATP (empat molekulATP yang diperoleh dikurangi dua yang dinvestasikan

Ragi : merupakan starter/inokulum tradisional Indonesia untuk membuat berbagaimacam makanan fermentasi seperti tape ketan/singkong.brem cair/padat dll. Mikroba yangterkandung dalam ragi umumnya berupa kultur campuran (mixed culture) terdiri dari kapang,khamir dan bakteri. Beragamnya bumbu rempah yang digunakan dalam pembuatan ragimenjadikan jenis, populasi dan keaktifan mikroba dalam ragi sangat beragam, sehingga sulituntuk mendapatkan ragi dengan kualitas yang seragam. Salah satu cara mengatasipermasalahan tersebut adalah dengan membuat ragi menggunakan mikroba murni yangdiketahui memiliki aktivitas amilolitik dan berperan dalam proses fermentasi.( tita rialita, 2004).Ragi atau Fermen :ialah zat yang menyebabkan fermentasi. Ragi biasanya mengandungmikroorganisme yang melakukan fermentasi dan media biakan bagi mikroorganisme tersebut.Media biakan ini dapat berbentuk butiran-butiran kecil atau cairan nutrien. Ragi umumnyadigunakan dalam industri makanan untuk Kelompok 2

Page |6 membuat makanan dan minuman hasil fermentasiseperti acar, tempe, tape, roti, dan lain sebagainya. Mikroorganisme yang digunakan di dalam ragi umumnya terdiri atas berbagai bakteridan fungi (khamir dan kapang), yaituRhizopus, Aspergillus, Mucor , Amylomyces,Endomycopsis,Saccharomyces,Hansenula anomala,,Lactobacillus,Acetobacter , dan sebagainya. Berbagai jenis ragi yang digunakan di berbagai negara dan kebudayaan di dunia dibuat menggunakanmedia biakan tertentu dan campuran tertentu galur fungi dan bakteri.

Ragi Roti : merupakan jasad renik sejenis jamur yang berkembang biak
dengan sangat cepat danmenghasilkan fermentasi yang mampu mengubah pati dan gula menjadi karbon dioksida danalkohol. Saccharomyces cerevisiae biasa digunakan untuk ragi roti. Ada tiga jenis yang terkenal,yang segar, yang dikeringkan, dan brewer's yeast. Jenis yang segar dan yang kering seringdipakai untuk membuat roti dan kue-kue. Jenis ragi kering yang lebih praktis dan menghematwaktu adalah ragi instan, yang bisa langsung dicampur dengan bahan lain. Brewer's yeast yangagak cair dipakai oleh para pembuat bir dan minuman lain yang beragi (brewer dalam bahasaInggris artinya pembuat bir, dan yeast istilah bahasa Inggris ragi roti).

I. ALAT dan BAHAN

GAMBAR

KETERANGAN

Kelompok 2

Page |7

AQUADEST DAN RAGI

TABUNG PASTEUR

BATANG PENGADUK

BECKER GLASS

Kelompok 2

Page |8

GELAS UKUR

-GLUKOSA, LAKTOSA, SUKROSA, DAN NaOH -PIPET TETES

DALAM GLUKOSA

Kelompok 2

Page |9

DALAM LAKTOSA

DALAM SUKROSA

II. Cara kerja

Ditimbang 1 gram ragi (Sacharomices sp) sebanyak 3 sampel.

Kelompok 2

P a g e | 10

agi tersebut masing-masing dengan larutan glukosa 2% sebanyak 20 ml, larutan laktosa 2% sebanyak 20 m

kan dengan baik pada beker yang terpisah, lalu dimasukkan ke dalam tabung peragian (tabung pasteur) hin

Ditambahkan pada masing- masing tabung 2tetes NaOH.

Dan diamati apakan terjadi atau tidaknya hisapan pada ibu jari pada ketiga tabung t

Dihitung pengukuran tinggi kolom udara pada tabung pasteur (cm) Diamati juga bau yang timbul pada ketiga tabung tersebut.

Kelompok 2

P a g e | 11

V.

Hasil pengamatan
Gambar Pengamatan

Pada menit ke 0, terlihat perbedaan warna/kekeruhan pada sukrosa, glukosa, dan laktosa.

Pada menit ke lima belas, busa sudah terlihat pada sukrosa dan glukosa, sedangkan laktosa masih stabil dan tidak terbentuk busa.

Pada menit ke tiga puluh, terlihat dengan jelas perbedaan pada ketiga larutan. Ragi dalam glukosa menghasilkan busa paling banyak, sedangkan larutan pada sukrosa turun, tetapi masih terdapat busa. Pada Laktosa, tidak terbentuk busa sama sekali.

Kelompok 2

P a g e | 12

Penambahan NaOH.

Hasil isapan jari pada

VI.

PEMBAHASAN

Proses yang digunakan adalah proses fermentasi. Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik akan tetapi terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.

Kelompok 2

P a g e | 13 Gula yang digunakan adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya. Reaksi dalam fermentasi berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan. Secara singkat, glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana, melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH). Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi dan digunakan pada produksi makanan. Persamaan reaksi kimia : C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (Energi yang dilepaskan:118 kJ per mol)

Jalur biokimia yang terjadi sebernarnya bervariasi tergantung jenis gula yang terlibat, tetapi umumnya melibatkan jalur glikolisis, yang merupakan bagian dari tahap awal respirasi aerobik pada sebagian besar organisme. Jalur terakhir akan bervariasi tergantung produk akhir yang dihasilkan. Glikolisis adalah proses pemecahan heksosa (6 C) menjadi senyawa 3C atau 2C dan menghasilkan ATP. Glikolisis dapat berlangsung dalam keadaan aerob atau anaerob. Glikolisis aerob sendiri adalah piruvat yang dihasilkan dapat diubah menjadi asetil KoA yang selanjutnya dioksidasi di TCA kemudian menghasilkan lebih banyak NADH dan FADH2 yang menghasilkan ATP yang lebih banyak. Sedangkan glikolisis anaerob adalah rantai transfer elektron tidak dapat berlangsung reoksidasi NADH yang menjadi NAD terjadi melalui reduksi piruvat menjadi laktat dan ATP yang dihasilkan lebih sedikit (hanya tingkat substrat). Dalam percobaan ini yang digunakan adalah senyawa gula glukosa, sukrosa dan laktosa. Dan menggunakan ragi untuk proses glikolisis. Organisme yang digunakan dalam ragi yang digunakan adalah Saccharomyces ccereviceae.Dalam percobaan kali ini yang digunakan adalah prinsip dari seorang ahli kimia Prancis, Louis Paseur yang mengkaitkan ragi dengan fermentasi. Gula yang digunakan (glukosa, sukrosa dan laktosa) masing-masing dilarutkan dalam ragi dengan jumlah yang sama. Kemudian dimasukkan dalam tabung pasteur sampai penuh dan tidak ada udara yang tersisa. Lalu di amati terbentuknya gelembung (busa) dalam tabung tresebut. Glukosa mengalami pembentukan busa yang lebih cepat dan menghasikan busa Kelompok 2

P a g e | 14 yang lebih tinggi di dalam tabung, sedangkan sukrosa menghasilkan gula yang agak lebih lambat dari glukosa dan menghasilkan busa yang lebih sedikit dibandingkan dengan glukosa. Sedangkan laktosa membutuhkan waktu yang lebih lama dari keduanya (glukosa dan sukrosa). Ini disebabkan karena enzym yang digunakan untuk memecah laktosa tidak terdapat di dalam ragi yang digunakan pada percobaan ini yaitu enzym laktase. Ragi yang digunakan hanya mengandung enzym amylase yaitu enzim yang dapat memecah glukosa dan sukrosa, sehingga pada percobaan ini glukosa dan sukrosa dapat dipecahkan menjadi ethanol dan karbon dioksida. Dan gelembung-gelembung yang dihasilkan itu adalah karbondioksida yang dihasilkan dari masing-masing gula dari hasil pemecahan dengan enzym yang terdapat di dalam ragi tersebut. Semakin banyak gelembung yang dihasilkan, semakin banyak karbondioksida yang dihasilkan berarti semakin sempurna pemecahan gula tersebut oleh ragi yang digunakan. Kemudian ditambahkan NaOH untuk menarik karbondioksida yang dihasilkan oleh gula tersebut. Dan juga memperkuat aroma dari ethanol yang dihasilkan. Semakin banyak gelembung yang dihasilkan, semakin kuat pula tarikan yang dihasilkan, yang dapat diketahui dengan cara jari tangan kita diletakkan di tutup pipa pasteur, dan rasakan kuatan tarikan yang dihasilkan dari karbondioksida yang dihasilkan dari masing-masing gula (glukosa, sukrosa, dan laktosa). Dari percobaan yang dilakukan, hasil rasa tarikan yang dihasilkan tidak begitu terasa, karena gelembung yang dihasilkan sedikit, yang artinya karbondioksida yang dihasilkan tidaklah banyak, sehingga NaOH yang berfungsi menarik karbondioksida yang dihasilkan pun tidak begitu terasa jelas.

VII.

Kesimpulan

Kelompok 2

P a g e | 15 Pada praktikum kita kali ini kita menyimpulkan beberapa hal yang di dapat dari hasil praktikum kami: 1. Reaksi dalam fermentasi berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan. 2. Glikolisis dapat berlangsung dalam keadaan aerob atau anaerob. 3. Dalam percobaan ini yang digunakan adalah senyawa gula glukosa, sukrosa dan laktosa. Dan menggunakan ragi untuk proses glikolisis. Organisme yang digunakan dalam ragi yang digunakan adalah Saccharomyces ccereviceae. 4. Dalam percobaan kali ini yang digunakan adalah prinsip dari seorang ahli kimia Prancis, Louis Paseur yang mengkaitkan ragi dengan fermentasi. 5. Glukosa mengalami pembentukan busa yang lebih cepat dan menghasikan busa yang lebih tinggi di dalam tabung, sedangkan sukrosa menghasilkan gula yang agak lebih lambat dari glukosa dan menghasilkan busa yang lebih sedikit dibandingkan dengan glukosa. Sedangkan laktosa membutuhkan waktu yang lebih lama dari keduanya (glukosa dan sukrosa). 6. Semakin banyak gelembung yang dihasilkan, semakin banyak karbondioksida yang dihasilkan berarti semakin sempurna pemecahan gula tersebut oleh ragi yang digunakan. 7. Dari percobaan yang dilakukan, hasil rasa tarikan yang dihasilkan tidak begitu terasa, karena gelembung yang dihasilkan sedikit, yang artinya karbondioksida yang dihasilkan tidaklah banyak, sehingga NaOH yang berfungsi menarik karbondioksida yang dihasilkan pun tidak begitu terasa jelas.

VI.

Daftar Pustaka

✔ Biokimia harper ✔ Wikepidia.com/metabolisme - glikolisis anaerob ✔ Scribd.com/metabolisme – glikolisis anaerob ✔ 1979. Biokimia ( Review Physiological Chemistry ) diterjemahkan oleh Martin Muliawan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC
✔ Armstrong, Frank.B. 1995. Buku ajar biokimia ( Biochemistry )

edisi ketiga. diterjemahkan oleh dr. RF. Maulany Msc. Jakarta : Penerbit buku kedokteran EGC.
✔ Kimball, John. 1983. Biologi Edisi Kelima Jilid 1 diterjemahkan

oleh Hj. Siti Soetarni Tjitrosomo, Nawangsari Sugiri. Jakarta : Penerbit erlangga. ✔
Kelompok 2

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful