Kelainan panggul 2. Janin besar 3. saat melewati jalan lahir kepala janin dalam keadaan flexi dalam keadaan tertentu flexi tidak terjadi. sehingga ubun-ubun besar merupakan bagian terendah. Pada presentasi puncak kepala lingkar kepala yang melalui jalan lahir adalah sikumfrensia fronto oxipito dengan titik perputaran yang berada di bawah simfisis adalah glabella. Multiparitas y y . Kepala berbentuk bulat 3. dahi memutar kedepan depan dan berada di bawah arkus pubis. Konsep dasar penyulit kala I.II Kelainan presentasi dan posisi  Presentasi Puncak kepala Pada persalinan normal. Presentasi puncak kepala disebut juga preesentasi sinput terjadi bila derajat deflexinya ringan. kemudian terjadi flexi sehingga belakang kepala terlahir melewati perinerum lalu terjadi deflexi sehingga lahirlah dagu Etiologi : 1. Kepala memasuki panggul dengan dahi melintang/miring pada waktu putar paksi dalam. Anak kecil/mati 4. Posisi ini biasanya akan berubah menjadi letak muka/letak belakang kepala. sehingga kepala deflexi.1. sehingga dahi merupakan bagian terendah. Panggul sempit 2. Kerusakan dasar panggul Penanganan Usahakan lahir pervaginam karena kira-kira 75 % bisa lahir spontan Bila ada indikasi ditolong dengan vakum/forsep biasanya anak yang lahir di dapati caput daerah VVB Komplikasi Ibu : Robekan jalan lahir yang lebih luas Anak: Karena partus lama dan molase hebat sehingga mortalitas anak agak tinggi  Presentasi Dahi Presentasi dahi adalah posisi kepala antara flexi dan deflexi. Etiologi : 1.

dan pipi Etiologi . lakukan forseps b.Presentasi muka dagu anterior posisi muka fleksi . .Perut gantung .Janin ansefalus dan tumor di leher bagian depan Dagu merupakan titik acuan dari posisi kepala.Presentasi muka dagu posterior posisi muka defleksi max Penanganan Dagu anterior a. lakukan oksitosin drip. hidung. pembukaan lengkap Kraniotomi. Bila pembukaan lengkap y y y Lahirkan dengan persalinan spontan pervaginam Bila kemajuan persalinan lambat lakukan disitoksin drip Bila kurang lancar. Kematian janin intra uterin Penanganan Presentasi dahi dengan ukuran panggul dan janin yang normal.pbelum lengkap Komplikasi Ibu : Partus lama dan lebih sulit. Lakukan evaluasi persalinan sama dengan persalinan verteks Dagu Posterior y Bila pembukaan lengkap maka SC .Multiparitas . tidak dapat lahir spontan pervaginam. Janin mati pembukaan SC. Kelainan janin Ex : anansefalus 5. sehingga ada presentasi muka dagu anterior dan postorior.4. Bila pembukaan belum lengkap Tidak didapatkan tanda obtuksi. jadi lakukan SC (janin hidup).Janin besar . Yang teraba muka bayi = mulut. bisa terjadi robekan yang hebat dan ruptur uteri Anak: Mortalitas janin tinggi  Presentasi muka Disebabkan oleh terjadinya ekstensi yang penuh dari kepala janin.Panggul sempit .Kematian intrauterine .

kanan depan. dan kemajuan persalinan. Etiologi y y y y Diameter antero posterior panggul lebih panjang dari diameter transversa Ex : panggul antiopoid Segmen depan Menyempit Ex : panggul android Otot-otot dasar panggul yang lembek pada multi para Kepala janin yang kecil dan bulat Penanganan y y y y y y y y y Lakukan pengawasan dengan seksama dengan harapan dapat lahir sontan pervaginam Tindakan baru dilakukan jika kalla II terlalu lama/ada tanda-tanda bahaya terhadap janin Pada persalinan dapat terjadi robekan perenium yang teratur atau extensi dari episiotomi Periksa ketuban. kepala janin turun melalui PAP dengan sutura sagitalis melintang/miring. Dalam keadaan flexi bagian kepala yang pertama mencapai dasar panggul adalah Occiput. sehingga ubun-ubun kecil dapat berada di kiri melintang. kiri belakang/kanan belakang. kanan melintang. Keadaan VVK dibelakang dianggap < 10 % VVK yang tidak berputar kedepan/tetap dibelakang disebut occiput posterior persisiten. ulangi apakah ada obstruksi.y Bila pembukaan maka lengkap. beri oksitosin drip Bila pembukaan lengkap dan tidak ada kemajuan pada fase pengeluaran. lakukan penilaian penurunan rotasi. Occiput akan memutar kedepan karena dasar panggul dan muculus levator aninya mementuk ruangan yang lebih sesuai dengan occiput. Bila intake. jika macet maka SC Jika janin mati maka Kraniotomi  Presentasi Occipito posterior Pada persalinan presentasi belakang kepala.V atau forseps Bila ada tanda obstruksi/gawat janin maka SC . Bila tidak ada tanda obstruksi oksitosin drip Bila pembukaan lengkap dan kepala masuk sampai tidak kurang 1/5 atau (0) maka E. pecahkan ketuban Bila pesisi kepala > 3/5 diatas PAP atau diatas 2 maka SC Bila pembukaan serviks belum lengkap dan tidak ada tanda obstruksi. kiri depan.

Kalau seorang wanita pernah emengalami partus presipitatus kemungkinan besar kejadian ini akan berulang pada persaliann selanjutnya. Oleh karena itu sebaiknya wanita di rawat sebelum persalinan. Lingkaran tersebut dinamakan dengan lingkaran retraksi patologis (lingkaran bandl). Batas antara bagian atas dan segmen bagian bawah atau lingkaran retraksi menjadi sangat jelas dan meninggi. vagina dan perineum. Kontraksi uterus yang disertai rasa nyeri tidak cukup untuk membuat diagnosis bahwa persalinan sudah dimulai. Kalau timbul setelah berlangsungnya his kuat untuk waktu yang lama hal ini dinamakan dengan inersia uteri sekunder. KU pasien sementara diperbaiki. His ng terlalu kuat atau terlalu efisien menyebabkan persalinan selessai dalam waktu yang sangat singkat (partus presipitatus): sifat his normal. b. Penanganan Pada partus presipitatus tidak banyak yang dapat diilakukan karena biasanya bayi sudah lahir tanpa ada seseorang yang menolong. khususnya servik uteri. 5 satuan oksitosin dimasukan ke dalam larutan glukosa 5% dan diberikan secara infus IV (dengan kecepatan kira-kira 12 tetes permenit yang perlahan dapat dinaikan sampai kira-kira 50 tetes. apabila kepala atau bokong janin sudah masuk ke dalam panggul. sehingga pengawasan dapat dilakukan dengan baik.2. His Hipertonik (his terlampau kuat) Walaupun pada golongan koordinate hipertonik uterin contraction bukan merupakan penyebab distosia namun bisa juga merupakan kelaianan his. keadaan ini dinamakan inersia uteri primer atau hypotonic uterine contraction. singkat dan jarang daripada biasa. Bahaya partus presipitatus bagi ibu ialah terjadinya perlukaan luas pada jalan lahir. Oksitosin yang diberikan dengan suntikan IM akan dapat menimbulkan incoordinate uterin action. tonus otot di luar his juga biasa. Untuk sampai pada kesimpulan ini diperluakan kenyataan bahwa sebagai akibat kontraksi terjadi perubahan pada servik yaitu pendataran atau pembukaan servik Penanganan Setelah diagnosis inersia uteri ditetapkan. Sedangkan pada bayi dapat mengalami perdarahan dalam tengkorak karena bagian tersebut mengalami tekanan kuat dalam waktu sangat singkat. His Hipotonik Kelainan dalam hal bahwa kontraksi uterus lebih aman. dan kandung kencing serta rectum dikosongkan. Untuk merangsang his selain dengan pemecahan ketuban bisa diberikan oksitosin. Diagnosis inersia uteri paling sulit dalam fase laten. Kalau 50 tetes tidak dapat berhasil bisa dengan memeberikan dosis lebih tinggi dengan cara pasien harus di awasi dengan ketat dan tidak boleh ditinggalkan. Konsep dasar distosia a. danepisiotomi dilakukan pada waktu yang tepat untuk menghindari ruptur perineum tingkat III. turunnya kepala janin dalam panggul dan keadaan panggul. presentasi serta posisii janin. kelainannya terletak pada kekuatan his. sebaiknya diambil keputusan untuk melakukan SC. . harus diperiksa keadaan servik. Apabila ada disproporsi chepalopelvik yang berarti. penderita di sarankan untuk berjalan-jalan terlebih dahulu.

perlu dipertimbangkan SC. Penanganan Kelainan ini hanya dapat diobati secara simtomatis karena belum ada obat yang dapat memperbaiki koordinasi fungsional antara bagian-bagian uterus. Disamping itu tonus otot uterus yang menaik menyebabkan rasa nyeri yang lebih keras dan lama bagi ibu dan dapat pula menyebabkan hipoksia pada janin. pethidin. Etiologi dari kelainan tenaga atau His Kelainan his terutama ditemukan pada primigravida khususnya primigravida tua. uterus bikornis unikolis. tengah dan bawah menyebabkan his tidak efisien dan mengadakan pembukaan. Usaha yang dapat dilakukan ialah mengurangi tonus otot dan mengurangi ketakutan penderita. . Dan kalau pembukaan belum lengkap. Peregangan rahim yang berlebihan pada kehamilan ganda atau hidramnion juga dapat merupakan penyebab inersia uteri. dan kontraksinya tidak berlangsung seperti biasa karena tidak ada sinkronisasi antara kontraksi bagian-bagiannya. Akan tetapi persalinan tidak boleh berlangsung berlarut-larut apalagi kalau ketuban sudah pecah. seperti morphin. His ini disebut sebagai incoordinate hipertonik uterin contraction. Faktor herediter mungkin memegang peranan yang sangat penting dalam kelainan his. Satu sebab yang penting dalam kelalinan his. Hal ini dapat dilakukan dengan pemberian analgetika. Gangguan dalam pembentukan uterus pada masa embrional misalnya. Pada multipara lebih banyak ditemukan yang bersifat inersia uteri.c. His yang tidak terkoordinasi His disini sifatnya berubah-ubah tonus otot uterus meningkat juga di luar his. khususnya inersia uteri adalah bagian bawah janin tidak berhubungan rapat dengan segmen bawah uterus seperti misalnya pada kelainan letak janin atau pada kelainan CPD. dapat pula mengakibatkan kelainan his. Tetapi pada sebagian kasus penyebab kelainan inersia uterus tidak diketahui. Tidak adanya koordinasi antara kontraksi bagian atas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful