LAPORAN BENGKEL JOB 1 PERENCANAAN RANGKAIAN DAN PANEL KONTROL MESIN PEMINDAHAN BIJI-BIJIAN DENGAN TIUPAN ANGIN

Disusun Oleh : 1. Agus Lutfianto 2. Eko Cahyo 3. Nanang Muklisina A II F/0330090679 -92 II F/0330090721 -92 II F/0330090742 -92

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI MALANG 2005

Merencanakan rangkaian kontrol dan daya mesin pemisdahan biji-bijian sesuai dengan deskripsi kerja. 2.PERENCANAAN RANGKAIAN DAN PANEL KONTROL MESIN PEMINDAHAN BIJI-BIJIAN DENGAN TIUPAN ANGIN I. Teori Dasar Pada proses penggergajian membutuh kan 3 buah motor saja.sesuai dengan kemampuan dari motor. Direct On Line ini disebut juga starting tegangan penuh (full voltage starting). Menghubungkan lilitan stator langsung pada jala-jala listrik. Melakukan pengawatan instalasi daya dan mengecek/meneliti rangkaian pada panel kontrol. Penggunaan metode starting DOL pada motor induksi 3 phasa ini dilakukan terutama jika daya sumber/supply yang digunakan cukup besar.Membuat sket dan merakit kerangka panel kontrol berdasarkan komponen/peralatan kontrol. II. Torsi starting ± 1. 3. 4. Motor ini menggunakan metode starting Direct On Line (DOL). Motor induksi 3 fasa ini digunakan untuk menjalankan sabuk ban berjalan/conveyor. Memasang komponen kontrol dan memasang pengawatan rangkaian kontrol sesuai dengan gambar rencana. Tujuan 1. Menghasilkan arus starting yang tinggi tanpa menimbulkan gangguan pada jaringan supplynya. Arus start yang dihasilkan tinggi karena motor distart pada tegangan penuh. Pada sisten DOL ini akan menghasilkan torsi dan arus start yang tinggi yaitu : a.5 x torsi nominalnya dan mencapai maksimum pada kira-kira 80 % dari kecepatan nominal. Prinsip kerja dari starting DOL ini adalah : 1. b. Karena pada starting DOL motor distart pada tegangan . Menghasilkan arus start antara 4-8 x arus nominalnya. 2.

Line Up Terminal. sederhana dan mudah. 7. Dan motor M2 sebagai penggetar/vibrator on DOL. 4 push-button NO. Alat dan Komponen yang Digunakan : 1. 4 kontaktor utama. Hal ini terjadi karena metode starting DOL memiliki beberapa keuntungan dibanding cara starting lainnya yaitu : a. Metode starting DOL banyak digunakan untuk starting motor induksi rotor sangkar tiga phasa terutama untuk motor-motor kecil. 6. S. 4. Deskripsi Kerja Instalasi ini terdiri dari 2 motor induksi 3 fasa. 1 timer on delay. e. 8. Untuk menstart instalasi ini operator harus menekan tombol . N. 3 push-button NC. Perawatannya lebih ringan. 10. Maka motor ini digunakan pengaman beban lebih Thermal Overload Relay (TOR).penuh. IV. Kejutan mekanis yang disebabkan gaya-gaya percepatan yang timbul pada motor tidak menimbulkan gangguan pada mesin yang digunakan. 9. 2 saklar NO 11. pengirim signal penuh b10 dan pengontrol aliran b8. 14. 3. Motor M1 sebagai peniup yang on star-delta. 2 Thermal Overload Relay (F1). T. Instalasi ini harus diawasi dan dioperasikan oleh seorang operator dari dalam ruangan kontrol. 1 motor induksi untuk DOL. c. 3 MCB 3 phasa atau 3-pole circuit breaker. Papan panel. III. Menghasilkan arus start yang tinggi tanpa menimbulkan gangguan pada jala-jala listrik. b. Torsi startnya tinggi. d. 3 kontaktor bantu. Kabel untuk R. 4 lampu tanda. 1 MCB 1 phasa atau 1-pole circuit breaker. 5. Setting TOR sama dengan I nominalnya( 1 x In Motor). 2. 1 lampu pilot tanda pemanas kerja. 12. 13.

V. baru kemudian memasang rangkaian daya dan dihubungkan dengan motor induksi 3 phasa. Memasang rangkaian kontrol dahulu dengan menggunakan lampu tanda. Mengoperasikan rangkaian dan mengamati kerja rangkaian sesuai degan gambar rangkaian yang dibuat. Merangkai komponen sesuai dengan gambar rancangan. 7. Mempersiapkan peralatan (komponen) yang akan digunakan sesuai dengan rangkaian yang dibuat/daftar komponen. Mengajukan/meminta pada pengajar untuk memeriksa hasil rakitan yang telah dibuat untuk dites. Melakukan pengecekan pada sambungan-sambungan rangkaian pada masing-masing komponen untuk mengetahui berfungsi/tidak. Pada posisi ini masing-masing motor dapat dioperasikan sendiri-sendiri. Rangkaian star delta menggunakan . 5. 2. 1 vibrator 3 x 350 V. 4. saklar pemindah dipindah dari posisi otomatis ke posisi manual. selagi motor peniup udara M1 masih tetap bekerja sampai kosongnya bahan-bahan pada pipa. untuk itu disediakan 1 motor peniup. Memasang/menempatkan komponen pada papan panel.tekan. dengan star-delta starter. signal akan memberi tanda pada operator. star-delta akan bekerja. 3. pengirim signal penuh b10 dan pengontrol aliran b8. Untuk memperbaiki /perawatan atau membersihkan komponen-komponen. VI. Alatnya memakai seletor swicth.Cara kerja rangkaian Kondisi normal • • Rangkaian ini terdiri dari 2 posisi yaitu posisi Saat kondisi normal S1 ditekan maka rangkaian normsl dan repair. mesin akan on. Penuhnya bahan pada bagian atas dari bak penampungan (silo) akan menekan tombol tekan off. 6. Dengan sistem penguncian (interlocking) menolak kemungkinan on nya pengetar lebih dahulu sebelum motor peniup udara M1 berputar pada kecepatan penuh dan pengontrol aliran tidak mengunci penggetar. Langkah Kerja 1. Dalam posisi hand.

kontak 13-14 KM4 pun juga menutup segabai pengunci S3. Motor M1 dan M2 dapat di ON-OFF kan sendiri-sendiri. • • • • • setiap kerja motor diberi lampu tanda sendiri-sendiri. Kekurangan rangkaian kami ini adalah pada saat otomastis motor-motor tidak dapat dimatikan sebelum b10 ditekan (bekerja) Saat KM3 bekerja kontak 83-84 KM3 menutup dan . Sistem peng OFF an mesin ini berurutan. B8 adalah pengontrol aliran.13-14 KA1. Motor penggetar dan pengontrol aliran harus bekerja lebih dulu dari pada peniup untuk itu kedua motor di interlock hal ini juga menjaga kemungkinan penimpukan bahan pada pipa.KM2. Analisa Mesin pemindahan biji-bibian ini menggunakan 2 motor yaitu sebagai penggetar dan peniup. Kondisi repair saat kondisi repair rangkaian dapat bekerja sendiri-sendiri.KM3. B10 bekerja setelah biji-bijian penuh dalam bak. kontak 13-14 KM1 juga menutup. Apabila B10 ditekan maka KT1 akan bekerja yang akan mematikan motor DOL dahulu dengan membukanya kontak 31-32 KT1 danbeberapa saat kemudia baru motor star delta yang mati dengan bekerjanya timer KT1. • KM4 (motor DOL) baru bisa dioperasikan dengan menekan S3. Saat KA1 mendapat sumber kontak 43-44 KA1. Untuk neg ON kan M1 tekan S1 dan untuk meng OFF kan tekan S0 Untuk menghidupkan motor M2 tekan S3 dan untuk meng OFF kan M2 tekan S2. VII.23-24 KA1 semua menutup. Kalau b10 (dilengkapi dengan timer) bekerja (bak sudah penuh) maka motor peniup mati dahulu baru diikuti oleh motor penggetar.KM1.

Lampiran   Gambar diagram sirkit daya Gambar diagram sirkit kontrol . Dengan merencanakan rangkaian kontrol dan daya mesin pemindahan bijibijian akan diketahui cara kerja rangkaian. Pembuatan sket dan perakitan panel kontrol akan memudahkan perencanaan kebutuhan peralatan/komponen kontrol yang akan dipakai. Pengecekan rangkaian pada panel dan peralatan harus dilakukan agar tidak terjadi short circuit atau kesalahan kerja pada saat rangkaian dioperasikan. Kesimpulan 1. 3. 4. Pemasangan komponen kontrol dan pengawatan rangkaian kontrol yang sesuai dengan gambar rencana. IX. akan menghasilkan cara kerja rangkaian yang sesuai dengan diskripsi. Pengawatan instalasi daya dilakukan sesudah pengawatan rangkaian kontrol agar lebih mudah diketahui jika terjadi kesalahan. 2. cara kerja motor dan proses pemindahan biji sesuai diskripsi kerja secara langsung.  Pada peniup menggunakan hubungan bintang-delta.  Pada motor untuk menjalankan penggetar bekerja dengan DOL.VIII. 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful