Jumat, 26 Juni 2009

Hukum Khitan Bagi Laki-laki dan Wanita
Tanya : Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu . Ustadz , saya mau tanya masalah khitan / sunatan , apakah ini ajaran islam atau sebelum islam juga sudah ada perintah Allah tentang berkhitan khususnya bagi laki-laki . Dan bagaimana dengan wanita ? Tolong sebutkan dalil-dalilnya . Terimakasih Ustadz . Jawab : Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu . Khitan merupakan sesuatu yang difithrahkan untuk manusia . Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

Artinya : Fithrah itu ada lima : Khitan , mencukur rambut kemaluan ,mencabut bulu ketiak , memotong kuku , dan memotong kumis . ( HR. Al-Bukhary Muslim ) Oleh karena itu khitan ini merupakan syari'at umat-umat sebelum kita juga . Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda tentang khitannya Nabi Ibrahim : Ibrahim 'alaihissalam telah berkhitan dengan qadum(nama sebuah alat pemotong) sedangkan beliau berumur 80 tahun . ( HR. Al-Bukhary Muslim ) Khitannya Nabi Ibrahim juga tercantum di dalam kitabnya orang yahudi ( Perjanjian Lama , Kejadian 17/ 11 ) , dan ini merupakan syari'atnya Nabi Musa . Oleh karena itu Nabi Isapun berkhitan karena beliau mengikuti syari'atnya Nabi Musa . ( Injil Lukas 2/ 21 ) . Ada perbedaan pendapat tentang hukum khitan . Namun pendapat yang kami anggap lebih kuat adalah yang mengatakan bahwa khitan wajib bagi laki-laki selama tidak ditakutkan meninggal atau sakit , dan sunnah bagi wanita. Dalil-dalil atas wajibnya khitan bagi laki-laki , diantaranya : 1. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan orang yang masuk islam untuk berkhitan . Dan asal perintah adalah wajib . Beliau bersabda : Artinya : Hilangkan darimu rambut kekafiran ( yang menjadi alamat orang kafir ) dan berkhitanlah . ( HR. Abu Dawud , dan dihasankan oleh Syeikh Al-Albany ) 2. Khitan membedakan antara orang islam dengan orang kafir . 3. Khitan adalah memotong sebagian tubuh , sedangkan memotong sebagian tubuh adalah haram , dan sesuatu yang haram tidak diperbolehkan kecuali dengan sesuatu yang wajib . 4. Khitan bagi laki-laki berkaitan dengan syarat diantara syarat-syarat shalat yaitu thaharah ( bersuci ) Dalil-dalil atas sunnahnya khitan bagi wanita , diantaranya : 1. Di dalam sebuah hadist Ummu 'Athiyyah bahwasanya di Madinah ada seorang wanita yang ( pekerjaannya ) mengkhitan wanita , kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Artinya : Jangan berlebihan di dalam memotong , karena yang demikian itu lebih nikmat bagi wanita dan lebih disenangi suaminya . ( HR. Abu Dawud , dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albany ) . 2. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Artinya : Kalau bertemu dua khitan dan tenggelam khasyafah ( ujung dzakar ) , maka wajib untuk mandi . ( HR . Ibnu Majah , dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albany ) Ini menunjukkan bahwa wanitapun berkhitan . 3. Khitan bagi wanita hanya berkaitan dengan sebuah kesempurnaan saja yaitu pengurangan syahwat . Wallahu a'lamu .

Al-Hafizh menyebutkan sisi ini dalam 'Fathul Baari (10/417)' dari Imam Abu Bakar Ibnul Arabi ketika ia berbicara tentang hadits : "Fithrah itu ada lima . ini yang ditujukkan oleh dalil-dalil dan mayoritas pendapat ulama. Beliau membawakan 15 sisi pendalilan yang menunjukkan wajibnya khitan. yang dibedakan dengan seorang muslim dari seorang nashrani. Karena tidak cukup tempat untuk menyebutkan semua sisi tersebut maka aku cukupkan dua sisi saja : 1. Walaupun satu persatu dari sisi tersebut tidak dapat mengangkat perkara khitan kepada hukum wajib namun tidak diragukan bahwa pengumpulan sisi-sisi tersebut dapat mengangkatnya. 24 Juni 2004 21:12:39 WIB HUKUM KHITAN Oleh Salim bin Ali bin Rasyid Asy-Syubli Abu Zur'ah Muhammad bin Khalifah bin Muhammad Ar-Rabah."..Kategori Ahkam Hukum Khitan Dan Disyariatkan Khitan Bagi Wanita Kamis. khitan. Ini merupakan dalil yang paling kuat atas wajibnya khitan. Ahmad dan pendapat ini yang dipilih oleh Ibnu Qayyim. Ia berkata : "Menurutku kelima perkara yang disebutkan dalam hadits ini semuanya wajib. Asy-Syafi'i. . "Artinya : Kemudian Kami wahyukan kepadamu . Perintah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah tsabit terhadap seorang laki-laki yang telah ber-Islam untuk berkhitan. Karena seseorang jika ia meninggalkan lima perkara tersebut tidak tampak padanya gambaran bentuk anak Adam (manusia). Firman Allah Ta'ala. Hampir-hampir tidak dijumpai dari kaum muslimin yang tidak berkhitan" [selesai ucapan Syaikh]" Kami tambahkan sisi ke tiga yang menunjukkan wajibnya khitan. Beliau bersabda kepadanya : Buanglah darimu rambut kekufuran dan berkhitanlah".. lalu bagaimana ia digolongkan dari kaum muslimin" (Selesai ucapan Al-Imam)" Hukum khitan ini umum bagi laki-laki dan wanita. 'Ikutilah millahnya Ibrahim yang hanif" [An-Nahl : 123] Khitan termasuk millah Ibrahim sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Hurairah yang telah lalu. Berkata Syaikh Al-Albani dalam 'Tamamul Minnah hal 69 : "Adapun hukum khitan maka yang tepat menurut kami adalah wajib dan ini merupakan pendapatnya jumhur seperti Imam Malik. hanya saja ada sebagian wanita yang tidak ada pada mereka bagian yang bisa dipotong ketika khitan yaitu apa yang diistilahkan klitoris (kelentit). 2. Khitan termasuk syi'ar Islam yang paling jelas.. Kalau demikian keadaannya maka tidak dapat dinalar bila kita memerintah mereka untuk memotongnya padahal tidak ada pada mereka. mencukur rambut kemaluan . Sisi ini merupakan hujjah yang terbaik sebagaimana kata Al-Baihaqi yang dinukil oleh Al-Hafidzh (10/281). Yang paling rajih hukum khitan adalah wajib.

Muslim (2370). Muslim (3/257 Nawawi). Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada Ummu Athiyah (wanita tukang khitan): "Artinya : Khitanlah dan jangan dihabiskan (jangan berlebih-lebihan dalam memotong bagian yang dikhitan) karena yang demikian lebih cemerlang bagi wajah dan lebih menyenangkan (memberi semangat) bagi suami" [Shahih. Ahmad (2/322-418) dan ini lafadz beliau] Dalam hadits-hadits di atas ada keterangan masyru'nya khitan dan orang dewasa jika beluam dikhitan juga diperintahkan melakukannya. apakah mereka dikhitan secara mutlak atau dibedakan antara penduduk Masyriq (timur) dan Maghrib (barat). Maka penduduk Masyriq diperintah untuk khitan karena pada wanita mereka ada bagian yang bisa dipotong ketika khitan. salah satunya dari Qatadah Abu Hisyam dan yang lainnya dari Watsilah bin Asqa'. Ibnu Majah (292). Ibnu Ady dalam Al-Kamil (3/1083) dan Al-Khatib dalam Tarikhnya 12/291)] 2. "Artinya : Nabi Ibrahim berkhitan setelah beliau berusia 80 tahun" [Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (6298 .Fathul Bari). Al-Hakim (3/525). sedangkan penduduk Maghrib tidak diperintah khitan karena tidak ada bagian tersebut pada wanita mereka. "Artinya : Fithrah itu ada lima : Khitan. Jadi hal ini kembali pada kandungan ta'lil (sebab/alasan)".Fathul Bari).Berkata Ibnul Hajj dalam Al-Madkhal (3/396) : "Khitan diperselisihkan pada wanita. Berkata Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa' (79) : Hadits ini hasan karena memiliki dua syahid. Ahmad (3/415) dan Al-Baihaqi (1/172). Al-Baihaqi (8/325). Menggunting kuku dan Mencabut bulu ketiak" [Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (6297 . . di antaranya. At-Tirmidzi (2756). Aku telah berbicara tentang kedua hadits ini dan aku terangkan pendalilan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dengannya dalam Shahih Sunan Abi Daud nomor (1383)] 3. "Artinya : Buanglah darimu rambut kekufuran dan berkhitanlah" [Hasan. DISYARIATKANNYA KHITAN BAGI WANITA KHITAN Telah tsabit masalah khitan dalam sunnah yang suci dalam beberapa hadits di antaranya : 1. Dikeluarkan oleh Abu Daud (5271). Mencukur bulu kemaluan. 1. Memotong kumis. Ahmad dalam Al-Musnad (2/229) dan Al-Baihaqi (8/323)] 2. Maka Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya. "Aku telah masuk Islam". Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Abu Haurairah Radhiyallahu 'anhu berkata : 'Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. Abu Daud (4198). An-Nasa'i (1/1415). Malik dalam Al-Muwatha (1927). Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahawasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. Dikeluarkan Abu Daud (356). Dari Utsaim bin Kulaib dari bapaknya dari kakeknya bahwasanya kakeknya datang kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata. DISYARI'ATKANNYA KHITAN BAGI WANITA Dalam hal ini ada beberapa hadits.

Muslim (249 . maka ini merupakan dalil disyariatkan juga khitan bagi wanita. Dikeluarkan oleh At-Tirmidzi (108-109). Ibnu Majah (608). Abdurrazaq (939-940). Siapa yang ingin mendapat tambahan kejelasan maka silahkan melihat 'Silsilah Al-Hadits AshShahihah (2/353) karena di sana Syaikh Al-Albani -semoga Allah memberi pahala pada beliau. [Disalin dari kitab Ahkamul Maulud fi Sunnatil Muththarah edisi Indonesia Hukum Khusus Seputar Anak dalam Sunnah yang Suci.telah menyebutkan hadits-hadits yang banyak dan atsar-atsar yang ada dalam permasalahan ini. hal 110-112 Pustaka Al-Haura] . maka ini menunjukkan bahwa wanita juga dikhitan.Fathul Bari).Al Ihsan)] Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menisbatkan khitan pada wanita.Nawawi). Berkata Imam Ahmad : "Dalam hadits ini ada dalil bahwa para wanita dikhitan" [Tuhfatul Wadud]. Ibnu Abi Syaibah (1/85) dan Al-Baihaqi (1/164)] Hadits ini juga mengisyaratkan dua tempat khitan yang ada pada lelaki dan wanita. 3. Abdurrazaq (1/245-246) dan Ibnu Hibban (1173-1174 . Riwayat Aisyah Radhiyallahu 'anha secara marfu'. Asy-Syafi'i (1/38)."Artinya : Bila telah bertemu dua khitan (khitan laki-laki dan wanita dalam jima'-pent) maka sungguh telah wajib mandi (junub)" [Shahih. pent) dan khitan yang satu telah menyentuh khitan yang lain maka telah wajib mandi (junub)" [Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (1/291 . "Artinya : Jika seorang lelaki telah duduk di antara cabang wanita yang empat (kinayah dari jima. Hendaklah diketahui bahwa pengkhitanan wanita adalah perkara yang ma'ruf (dikenal) di kalangan salaf. Abu Awanah (1/269). Ahmad (6/161).

Hud. maksudnya adalah dari tahun kelahiran beliau. dan waktunya Arti Khitan menurut bahasa adalah ³memotong´. Zakaria. Wajib pada laki-laki dan sunat pada wanita. Nabi Adam as Allah ciptakan dalam keadaan telah terkhitan. Tetapi antara dua hadis shaheh tersebut bisa dikompromikan dengan jalan menghamal hadis pertama kepada 80 tahun dari tahun kenabian sedangkan hadis yang mengatakan beliau khitan pada usia 120 tahun.Sedangkan menurut istilah khitan pada laki-laki adalah memotong kulit yang menutupi ujung kemaluan laki-laki yang disebut dengan Qulfah. Adapun khitan pada wanita yaitu memotong sedikit klistoris (badhr) yang ada pada kelamin wanita. Musa. Referensi: Majmuk Syarah Muhazzab 1 hal 301 maktabah syamilah ( ) : : : . Dalam riwayat lain yang juga shaheh beliau khitan pada usia 120. Shalih. Jadi bila seorang anak yang pada waktu dilahirkan tidak memilki qulfah (kulit penutup glan penis). Sulaiman. Ini adalah pendapat sebagian ulama mazhab syafii. yusuf. Nuh. Nabi Ibrahim as melakukan khitan pada usia 80 tahun. maka tidak disyariatkan padanya untuk dikhitan. 1. Isa. Dua pendapat terakhir merupakan pendapat yang syaz. dan juga agar dapat menuntaskan air kencing. Diantara para Nabi yang terlahir telah terkhitan ada 13 orang yaitu: Nabi Syist. Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Malik. serta tidak mengurangi nikmatnya jima¶ suami isteri. dari pihak wanita adalah siti Hajar. Pendapat yang kuat didalam mazhab Syafii adalah wajib terhadap laki-laki dan wanita. 2. 3. Dalam satu hadis Rasulullah menyebutkan: Hukum khitan Dikalangan Imam Mazhab terjadi khilaf tentang hukum khitan. 10 September 2011 Pengertian khitan. agar tidak terhimpun kotoran di dalamnya. demikian juga sebagian ulama dalam mazhab Syafii. Laki-laki yang pertama kali melakukan khitan adalah Nabi Ibrahim as sedangkan. Sunat terhadap laki-laki dan wanita. dan yang lebih afdhal pada wanita adalah memotong sedikit saja (asal terbenar memotong). demikian juga pendapat Imam Ahmad dan kebanyakan para ulama salaf. Luth. Asnal Mathalib 20 hal 190 Maktabah Syamilah : ) Menurut riwayat yang shaheh (kuat). hukum. Handhalah bin Shafwan dan Nabi kita Muhammad saw. Syu`aib.Sabtu.

) 2. Ayat Al Quran Surat An Nahlu ayat Dalam ayat tersebut Allah memerintahkan Rasulullah untuk mengikuti ajaran Nabi Ibrahim. . . salah satu dari ajaran Nabi Ibrahim adalah khitan sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Shaheh riwayat Bukhary dan Muslim : ( ) ( . . « -« » ».: I`anatut thalibin 4 hal 194 Maktabah syamilah ) ( )* :* Landasan hukum khitan Adapun landasan hukum khitan antara lain: 1. Hadis riwayat Abi Daud . .

Pada saat hal tersebut diperintahkan maka dapat dipahami bahwa hal tersebut adalah wajib. hal ini berlaku bila menurut perkiraan medis hal tersebut tidak akan berdampak negativ. sedangkan pada khitan tersebut memotong anggota badan dan membuka aurat. Referensi: Asnal mathalib Majmuk Syarah Muhazzab 1 hal 301 maktabah syamilah : : : Asybah wan Nadhair fil Furu` hal 108 - - Waktu khitan Terjadi khilaf pendapat para ulama tentang kapan seorang anak dikhitan. Kalau tidak maka harus ditunggu sampai ia sanggup untuk dikhitan. Rasulullah saw memerintahkan shahabat untuk berkhitan. kedua hal ini pada dasarnya merupakan hal yang terlarang. Menurut pendapat yang shaheh tidak wajib dikhitan sehingga ia baligh dan disunatkan pada hari ketujuh kelahirannya. . Maka seorang yang sudah baligh wajib disegerakan untuk dikhitan dan bila ia enggan maka terhadap pemerintah wajib memaksanya untuk dikhitan.3.