BAB I Latarr belakang

Infeksi varicella disebabkan oleh varicella-zoster virus (VZV), yang merupakan kelompok virus herpes berukuran 140-200 μ, berinti DNA. VZV menyebar dari ingus hidung dan cairan pada vesikel varicella. Varicella sangat menular, dan 90% dari orang yang daya tahannya lemah akan tertular bila mereka terekspos. Epidemi lebih sering pada akhir musim dingin dan awal musim semi, timbul separuhnya pada anak-anak berusia 5 – 9 tahun. Normalnya, varicella merupakan penyakit ringan, tetapi dapat menimbulkan komplikasi yang serius, termasuk pneumonia, encephalitis, dan infeksi bakteri serius pada vesikel varicella. Setelah menyebabkan serangan varicella, VZV tinggal dalam tubuh. Tetapi dormant yang tinggal dalam sel saraf dapat aktif kembali disaat mendatang untuk menyebabkan shingles/herpes zoster. Pada tahun 1995, vaksin terhadap varicella mulai ada di Amerika untuk pertama kalinya. Vaksin tersebut mencegah timbulnya penyakit sebanyak 70%-90%. Orang yang menderita varicella setelah vaksinasi umumnya mengalami gejala yang lebih ringan dan vesikel yang lebih ringan. Vaksin varicella diinjeksikan pada usia 1 tahun atau lebih. Bila anak tidak menerimanya pada waktu tersebut, dapat diberikan pada usia 11 – 12 tahun. Vaksin varicella membantu orang untuk membangun antibodinya sendiri (proteksi immun) melawan varicella, tetapi pada beberapa kasus baik untuk memberikan bentuk jadi dari proteksi immun yang disebut varicella-zoster immune globulin (VZIG). VZIG melindungi orang yang telah terekspos varicella, dan yang sistem immunnya terlalu lemah untuk melawan penyakit ini. VZIG diberikan pada bayi baru lahir yang ibunya menderita varicella saat melahirkan, anak dengan leukemia, atau lymphoma; anak dengan AIDS atau defisiensi immun yang lain; dan anak yang mengkonsumsi obat yang menurunkan sistem immun (seperti steroid).

dan mengurangi komplikasi.BAB 2 ISI 1) PENGERTIAN Varisela ( cacar air) adalah penyakit infeksi yang sangat menular yang ditandai oleh vesikel di kulit dan selaput lender yang disebabkan oleh virus varisela. 4) Dosis . mempersingkat durasi dari episode sinanaga. 2) TUJUAN Imunisasi varisella memberikan perlindungan terhadap cacar air dan untuk membatasi kemajuan dan durasi sakit.Virus tersebut dapat pula menyebabkan herpes zoster.Varisela disebabkan oleh Herpes virus varisela atau disebut juga virus varisela Zoster (virus V-Z). 3) MANFAAT Vaksin ini 90-100% efektif mencegah terjadinya cacar air.

Vaksin varisela – zoster yang beredar di Indonesia dapat di simpan pada suhu 2 – 8 oC. sehingga memerlukan suhu penyimpanan tertentu. 5) Cara pemberian Satgas Imunisasi IDAI merekomendasikan vaksin ini di diberikan mulai usia 10 tahun. Vaksin harus disimpan sesuai dengan petunjuk pabrik. sebaiknya diberikan 2 dosis vaksin dengan selang waktu 4-8 minggu. Anak-anak yang mendapatkan suntikan varisella sebelum berumur 13 tahun hanya memerlukan 1 dosis vaksin. Kepada anak-anak yang berumur 13 tahun atau lebih.ruam cacar air yang terlokalisir di tempat penyuntikan. sedang individu imunokompromais serta remaja (sama atau di atas 13 tahun) dan dewasa memerlukan 2 dosis. yang belum pernah mendapatkan vaksinasi varisella dan belum pernah menderita cacar air. seperti peningkatan insiden pada golongan umur yang lebih tua. dosis 0. 7) CARA PENYIMPANAN Vaksin virus hidup yang dilemahkan varisela – zoster (galur OKA) terdapat dalam bentuk bubuk kering (Lymhilised). selang 1-2 bulan. Efek samping yang lebih berat adalah: .Pada bayi dan anak hanya diperlukan 1 dosis.5 ml secara subkutan. mengingat infeksi alamiah masih tinggi sehingga imunisasi pada sekelompok anak tertentu tidak mengubah epidemologi penyakit ini. yaitu berupa: . dosis tunggal. 6) WAKTU Setiap anak yang berumur 12-18 bulan dan belum pernah menderita cacar air dianjurkan untuk menjalani imunisasi varisella.nyeri dan pembengkakan di tempat penyuntikan .Bentuk ini kurang Bentuk ini stabil dibandingkan vaksin virus hidup lain. 8) EFEK SAMPING Efek samping dari vaksin varisella biasanya ringan.demam .

kejang demam.ensefalitis . Indikasi mutlak pemberian terapi anti viral meliputi status imun rendah. Anti viral terpilih adalah acyclovir.penurunan koordinasi otot.. Hal ini bisa terjadi dalam waktu beberapa menit sampai beberapa jam setelah suntikan dilakukan dan sangat jarang terjadi. kaligata. 9) CARA MENGATASI EFEK SAMPING suportif dan pemberian anti viral sesuai indikasi. Pasien dengan varicella perlu dirawat bila keadaan umum lemah. lesi luas. manifestasi klinis berat. yang akan bekerja efektif bila diberikan dalam 72 jam pertama sesudah munculnya lesi. denyut jantung yang cepat. pusing dan perubahan perilaku. yang bisa terjadi dalam waktu 1-6 minggu setelah penyuntikan . . bersin. . atau untuk keperluan isolasi. serta kehamilan trimester ke-315.pneumonia .reaksi alergi sejati (anafilaksis). yang bisa menyebabkan gangguan pernafasan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful