PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE INKUIRI DI KELAS V SD NEGERI

2 ADIPALA

Oleh : RANGGI ANDANG S X7107061

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2011

0

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional no. 20 tahun 2003 (2003 : 2), tercantum tentang pengertian pendidikan sebagai berikut : “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara”. Pelaksanaan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan orang tua. Kerja sama antara ketiga pihak diharapkan dapat terwujudnya tujuan pendidikan nasional yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, dalam arti manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Pemerintah bertujuan menyempurnakan kurikulum 2004 yang

1

format

pembelajarannya

Kurikulum

Berbasis

Kompetensi

dengan

kurikulum 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Sejatinya, melalui pembelajaran dan pengembangan potensi diri pada pembelajaran IPA siswa akan memperoleh bekal pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk memahami dan menyesuaikan diri terhadap fenomena dan perubahan-perubahan di lingkungan sekitar dirinya, disamping memenuhi keperluan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pembelajaran dan pengembangan potensi ini merupakan salah satu kunci keberhasilan peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam memasuki dunia teknologi, termasuk teknologi informasi pada era globalisasi. Meskipun demikian, pencermatan terhadap realitas di lapangan; pada mayoritas waktu dan tempat, pembelajaran IPA di sekolah dasar masih menunjukkan sejumlah kelemahan. Demi tercapainya pendidikan yang berkualitas diperlukan suatu strategi belajar mengajar yang dapat digunakan dalam penyampaian ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Siapapun tidak pernah menyangkal bahwa kegiatan belajar mengajar tidak berproses dalam kehampaan, tetapi dengan penuh makna. Di dalamnya terdapat sejumlah norma yang ditanamkan ke dalam ciri setiap pribadi anak didik. Sebagai seorang guru, sebaiknya mengetahui apa yang seharusnya dilakukan untuk menciptakan kondisi belajar mengajar yang dapat mengantarkan anak didik ke tujuan. Di sini tentu saja tugas guru berusaha menciptakan suasana belajar yang menggairahkan dan menyenangkan bagi semua anak didik.

2

Suasana belajar yang tidak menggairahkan dan menyenangkan bagi anak didik biasanya lebih banyak mendatangkan kegiatan belajar mengajar yang kurang harmonis. Anak didik gelisah duduk berlama-lama di kursi mereka masing-masing. Kondisi ini tentu menjadi kendala yang serius bagi tercapainya tujuan pengajaran. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti, ternyata guru kelas di SD Negeri 2 Bojongsari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas dalam mengajar masih sering menggunakan metode ceramah dan masih terlihat teacher centered, sehingga siswa belum terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Siswa juga belum sepenuhnya menyukai pelajaran IPA. Hal itu menyebabakan minat maupun kreativitas siswa menjadi berkurang. Tidak hanya sarana dan prasarana yang menunjang seperti laboratorium serta kurangnya media atau alat peraga untuk mata pelajaran IPA juga dapat menjadi faktor yang mempengaruhi minat maupun prestasi belajar yang diperoleh siswa. Pembelajaran yang monoton membuat siswa menjadi bosan dan kurang bergairah dalam mengikuti proses belajar mengajar. Minat yang kurang terhadap mata pelajaran IPA akan berimbas pada perolehan prestasi belajar yang kurang maksimal. Hal itu terbukti dari observasi awal yg peneliti lakukan di kelas V SD Negeri 2 Bojongsari, yaitu prestasi belajar siswa kelas V pada tahun 2009/2010 yang belum tuntas yakni masih ada 60% siswa yang belum mencapai KKM yang telah

3

2007 : 108) mengemukakan bahwa metode inkuiri merupakan metode yang mempersiapkan peserta didik pada situasi untuk melakukan eksperimen sendiri secara luas agar melihat apa yang terjadi. memotivasi mereka untuk melanjutkan pekerjaannya hingga mereka menemukan jawabannya.ditentukan oleh sekolah yaitu 66. dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri. siswa didorong untuk belajar sebagian besar melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip. 4 . Dalam pembelajaran dengan metode inkuiri. Pembelajaran dengan metode inkuiri memacu keinginan siswa untuk mengetahui. maka diperlukan strategi pembelajaran yang berguna untuk meningkatkan prestasi belajar siswa secara optimal yaitu dengan menggunakan metode Inkuiri. Secara umum proses pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: orientasi. ingin melakukan sesuatu. Siswa juga belajar memecahkan masalah secara mendiri dan memiliki keterampilan berpikir kritis karena mereka harus selalu menganalisis dan menangani informasi. mengajukan pertanyaan-pertanyaan. membandingkan apa yang ditemukannya dengan yang ditemukan peserta didik lain. serta menghubungkan penemuan yang satu dengan penemuan yang lain. dan mencari jawabannya sendiri. Menurut Piaget (dalam Mulyasa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diatas.

rumusan masalah 5 . gerak dan energi.merumuskan masalah. 3. Identifikasi Masalah Dari deskripsi latar belakang masalah diatas. dan merumuskan kesimpulan. tentu saja diharapkan akan tercapai prestasi belajar yang optimal. menguji hipotesis. Peserta didik kurang menyukai mata pelajaran IPA sehingga kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian di atas. Prestasi belajar siswa yang masih di bawah KKM. Melalui metode inkuiri ini. Kurangnya penggunaan media dalam mata pelajaran IPA. dapat diidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut: 1. mengajukan hipotesis. serta bermakna sehingga dapat meningkatkan minat belajar yang tinggi terhadap mata pelajaran IPA khususnya kompetensi dasar mendeskripsikan hubungan antara gaya. 4. 5. C. 2. mengumpulkan data. Dengan minat belajar yang tinggi. Kurangnya pengetahuan guru dalam penerapan model-model pembelajaran IPA. hidup. Proses pembelajaran berlangsung secara monoton dan menggunakan metode yang kurang bervariasi. diharapkan proses pembelajaran berlangsung secara menarik.

2. Kabupaten Banyumas khususnya pada Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Hubungan antara Gaya. tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di Sekolah Dasar melalui metode Inquiri. gerak dan energi. Meningkatkan minat siswa pada mata pelajaran IPA melalui metode inkuiri di kelas V SD Negeri 2 Bojongsari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas khususnya kompetensi dasar meneskripsikan hubungan antara gaya. Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan yang dikemukakan di atas. Gerak dan Energi? D. Meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA melalui metode inkuiri di kelas V SD Negeri 2 Bojongsari Kecamatan 6 . Kecamatan Kembaran.dalam penelitian ini adalah : 1. Gerak dan Energi? 2. Kecamatan Kembaran. Kabupaten Banyumas khususnya pada Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Hubungan antara Gaya. Apakah penerapan metode Inkuiri dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas V SD Negeri 2 Bojongsari. Adapaun tujuan khusus dari penelitian ini adalah: 1. Apakah penerapan metode Inkuiri dapat meningkatkan minat siswa pada mata pelajaran IPA di kelas V SD Negeri 2 Bojongsari.

Manfaat Penelitian 1. gerak dan energi. Manfaat Praktis a. Bagi Peserta Didik 1) Memberikan motivasi belajar kepada peserta didik untuk 7 . 2.Kembaran Kabupaten Banyumas khususnya kompetensi dasar meneskripsikan hubungan antara gaya. Bagi Sekolah Dapat meningkatkan minat belajar dan prestasi belajar peserta didik melalui metode Inkuiri pada berbagai mata pelajaran. Bagi Guru Guru akan mendapatkan gambaran positif tentang perlunya penggunaan metode Inkuiri sehingga dapat diadopsi penggunaannya sesuai dengan mata pelajaran dan kondisi lingkungan sekolah sebagai upaya untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar peserta didik. Manfaat Teoritis Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan kepada pembelajaran IPA terutama pada peningkatan minat dan prestasi siswa pada mata pelajaran IPA dengan Metode Inkuiri pada Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Hubungan Antara Gaya. E.. c. Gerak dan Energi. b.

meningkatkan minat serta prestasi belajar khususnya mata pelajaran IPA. 2) Meningkatkan aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung dengan menggunakan metode Inkuiri. gerak dan energi. 8 . 3) Meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA khususnya kompetensi dasar mendeskripsikan hubungan antara gaya.

Perubahan-perubahan tersebut akan nyata dalam seluruh aspek tingkah laku. Landasan Teori 1.BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Sedangkan dalam pendapat lain yaitu menurut Gagne (dalam Purwanto. belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. 2010 : 84) mengatakan bahwa “Belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya (performance-nya) berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi”. Sejak lahir manusia telah mulai melakukan kegiatan belajar untuk memenuhi kebutuhan dan sekaligus mengembangkan dirinya. Belajar Menurut pengertian secara psikologis. Menurut MKDK IKIP (1996 : 1) belajar adalah suatu kegiatan yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. “Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya” Slameto (2010 : 2). Dari beberapa pengertian diatas. dapat disimpulkan bahwa 9 .

b) Perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional. Ciri-ciri perubahan tingkah laku dalam pengetian belajar menurut Slameto (2010 : 3) yaitu: a) Perubahan terjadi secara sadar.belajar merupakan perubahan tingkah laku yang dialami oleh siswa ditandai dengan adanya interaksi dengan lingkungannya menuju ke arah yang lebih baik (positif). d) Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara. tidak statis. dalam perbuatan belajar. ini berarti bahwa perubahan tingkah laku itu terjadi karena ada tujuan yang akan 10 . e) Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah. berawal dari siswa yang tidak tahu menjadi tahu. perubahan yang terjadi karena proses belajar bersifat menetap atau permanen. sebagai hasil belajar. Ini berarti bahwa tingkah laku yang terjadi setelah belajar akan bersifat menetap. c) Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif. perubahan-perubahan itu senantiasa bertambah dan tertuju untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. perubahan yang terjadi dalam diri seseorang berlangsung secara berkesinambungan. ini berarti bahwa seseorang yang belajar akan menyadari terjadinya perubahan itu atau sekurangkurangnya ia merasakan telah terjadi adanya suatu perubahan dalam dirinya.

2. maka siswa tidak akan belajar dengan sebaikbaiknya. Minat terhadap sesuatu dipelajari dan mempengaruhi belajar selanjutnya serta mempengaruhi penerimaan minat-minat baru. melainkan diperoleh kemudian. Walaupun minat terhadap sesuatu hal tidak merupakan hal yang hakiki untuk dapat mempelajari hal tersebut. Pengertian Minat Menurut Slameto (2010 : 57). 11 . karena tidak ada daya tarik baginya. karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa. f) Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku. Minat tidak dibawa sejak lahir. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar. Bahan pelajaran yang menarik minat siswa. karena minat menambah kegiatan belajar. minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. lebih mudah dipelajari dan disimpan. perubahan yang diperoleh seseorang setelah melalui suatu proses belajar meliputi perubahan keseluruhan tingkah laku. Kegiatan yang diminati seseorang. Jadi minat terhadap sesuatu merupakan hasil belajar dan menyokong belajar selanjutnya. diperhatikan terus-menerus yang disertai dengan rasa senang. asumsi umum menyatakan bahwa minat akan membentu seseorang mempelajarinya.dicapai.

minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas. Kemudian menurut Slameto (2010 : 180). Mengenai minat ini antara lain dapat dibangkitkan dengan cara-cara sebagai berikut: a) membangkitkan adanya suatu kebutuhan. Sardiman (2007 : 94) salah satu bentuk-bentuk motivasi di sekolah adalah minat. c) memberi kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. semakin besar minat. Proses belajar itu akan berjalan lancar kalau disertai dengan minat. pengalaman.Selain itu. Oleh karena itu. apa yang dilihat seseorang sudah tentu akan membangkitkan minatnya sejauh apa yang dilihat itu mempunyai hubungan dengan kepentingannya sendiri. tanpa ada yang menyuruh. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut. melainkan timbul akibat dari partisipasi. minat timbul tidak secara tiba-tiba/spontan. Jadi jelas bahwa soal minat akan selalu berkait dengan soal kebutuhan atau keinginan. b) menghubungkan dengan persoalan pengalaman yang lampau. minat diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginankeinginan atau kebutuhan-kebutuhannya sendiri. d) menggunakan berbagai macam 12 . kebiasaan pada waktu belajar atau bekerja. menurut Sardiman (2007 : 76). Menurut Bernard (dalam Sardiman 2007 : 76).

5) Konsentrasi siswa dalam belajar. 2) Inisiatif siswa dalam mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar dan mengerjakan tugas. Kemudian definisi operasional dari minat belajar adalah skor siswa yang diperoleh dari tes minat belajar yang mengukur aspek: (1) kesukacitaan. (2) ketertarikan. Jadi. 3) Respon siswa terhadap materi dan tugas yang diberikan oleh guru. Sedangkan menurut Safari (2005 : 111) minat belajar adalah pilihan kesenangan dalam melakukan kegiatan dan dapat membangkitkan gairah seseorang untuk memenuhi kesediaannya dalam belajar. 7) Kemauan siswa untuk belajar IPA. dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa minat adalah keinginan yang dimiliki oleh setiap siswa untuk mengikuti suatu kegiatan yang disenanginya tanpa ada pengaruh atau ajakan dari siapapun. 4) Kesegeraan siswa dalam mengumpulkan tugas dan mengerjakan latihan soal yang diberikan oleh guru. 13 . (3) perhatian dan (4) keterlibatan. 6) Ketelitian siswa dalam mengerjakan tugas dan soal latihan yang diberikan oleh guru. Dari definisi tersebut dapat disusun indikator minat belajar sebagai berikut: 1) Gairah siswa dalam mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar.bentuk mengajar.

menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. Hasil dari evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa. Pengertian Prestasi Belajar Kemampuan intelektual siswa sangat menentukan keberhasilan siswa dalam memperoleh prestasi. dapat diketahui siswa yang berminat dan siswa yang tidak berminat dalam mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar pada mata pelajaran IPA. Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Dengan adanya indikator di atas. 3. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. 9) Kerja keras dalam mengerjakan tugas dan latihan soal yang diberikan oleh guru. Untuk mengetahui berhasil tidaknya seseorang dalam belajar maka perlu dilakukan suatu evaluasi.8) Keuletan siswa dalam mengerjakan tugas dan latihan soal yang diberikan oleh guru. 14 . tujuannya untuk mengetahui prestasi yang diperoleh siswa setelah proses belajar mengajar berlangsung. Menurut (Ridwan: 2008) prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima.

dapat ditarik kesimpulan mengenai dimilikinya kemampuan internal. Kemudian menurut Dimyati dan Mudjiono (2006 : 243) Salah satu faktor intern belajar adalah kemampuan berprestasi/unjuk hasil belajar yang merupakan suatu puncak proses belajar. Menurut (Muhibbin : 141) TPB (Tes Prestasi Belajar) adalah alat-alat ukur yang banyak digunakan untuk menentukan taraf keberhasilan sebuah proses belajar-mengajar atau untuk menentukan taraf keberhasilan sebuah program pengajaran. Dari tepat atau tidak tepatnya prestasi belajar. prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai dari penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran. Dalam evaluasi produk yang diberikan kepada siswa biasanya berupa sebuah tes yang sering disebut TPB (Tes Prestasi belajar). Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1998 : 700).Menurut Winkel (1996 : 482) prestasi belajar yang diberikan oleh siswa. berdasarkan kemampuan internal yang diperolehnya sesuai dengan tujuan instruksional. menampakkan hasil belajar. Pada tahap ini 15 . apakah hasil belajar telah tercapai atau belum tercapai. lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes/angka nilai yang diberikan guru. Dari tepat atau tidak tepatnya prestasi belajar akan nampak. siswa selalu dituntut untuk memberikan prestasi-prestasi tertentu yang akan menampakkan hasil belajar secara nyata dan yang relevan bagi tujuan instruksional. Maka dalam rangka evaluasi produk.

Tinjauan Pembelajaran IPA a. pengaktifan. Siswa menunjukkan bahwa ia telah mampu memecahkan tugas-tugas belajar/mentransfer hasil belajar. Dari pengalaman sehari-hari di sekolah diketahui bahwa ada sebagian siswa tidak mampu berprestasi dengan baik. Pengertian IPA Pendidikan IPA menjadi suatu bidang ilmu yang memiliki tujuan agar setiap siswa memiliki kepribadian yang baik dan dapat menerapkan sikap ilmiah serta dapat mengembangkan potensi yang ada di alam untuk dijadikan sebagai sumber ilmu dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.siswa membuktikan keberhasilan belajar. pengolahan. serta pemanggilan untuk pembangkitan pesan berpengalaman. 16 . pra-pengolahan. Bila proses tersebut tidak baik. Pendidikan IPA merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar untuk mengungkap gejala-gejala alam dengan menerapkan langkahlangkah ilmiah serta untuk membentuk kepribadian atau tingkah laku siswa sehingga siswa dapat memahami proses IPA dan dapat dikembangkan di masyarakat. 4. penyimpanan. maka siswa dapat berprestasi kurang/dapat juga gagal berprestasi. Kemempuan berprestasi tersebut terpengaruh oleh proses-proses penerimaan.

ilmu tersebut akan terus digunakan sampai menemukan ilmu dan teori baru. Teori lama digunakan sebagai pembuktian dan penyempurnaan ilmu-ilmu alam yang baru. Selain itu. penyusunan teori. Melihat hal tersebut di atas nampaknya pendidikan IPA saat ini belum dapat menerapkannya. observasi dan demikian seterusnya kait-mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lain. yaitu melakukan observasi eksperimentasi. Untuk itu maka kepribadian dan sikap ilmiah perlu ditumbuhkan agar menjadi manusia yang sesuai dari tujuan pendidikan. penyimpulan. 17 .Dengan demikian pendidikan IPA bukan hanya sekedar teori akan tetapi dalam setiap bentuk pengajarannya lebih ditekankan pada bukti dan kegunaan ilmu tersebut. Perlu adanya usaha yang dilakukan agar pendidikan IPA yang ada sekarang ini dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan awal yang akan dicapai. Bukan berarti teori-teori terdahulu tidak digunakan. karena kita tahu bahwa pendidikan IPA tidak hanya pada teori-teori yang ada namun juga menyangkut pada kepribadian dan sikap ilmiah dari peserta didik. menurut Aly dan Rahma (2010 : 18) IPA adalah pengetahuan teoritis yang diperoleh/disusun dengan cara yang khas/khusus. eksperimentasi. Hanya saja teori tersebut bukan untuk dihapal namun di terapkan sebagai tujuan proses pembelajaran.

2) IPA Sebagai Proses Yang dimaksud proses IPA tidak lain adalah metode ilmiah. dalam proses mendapatkan IPA diperlukan sepuluh keterampilan dasar. Untuk anak SD. Hakikat IPA 1) IPA Sebagai Produk IPA sebagai produk merupakan akumulasi hasil upaya para perintis IPA terdahulu dan umumnya telah tersusun secara lengkap dan sistematis dalam bentuk buku teks. Oleh karena itu. metode ilmiah dikembangkan secara bertahap dan berkesinambungan. Alam sekitar merupakan sumber belajar yang paling otentik dan tidak akan habis digunakan. Jadi. b. Dalam pengajaran IPA seorang guru dituntut untuk dapat mengajak anak didiknya memanfaatkan alam sekitar sebagai sumber belajar. dengan harapan bahwa pada akhirnya akan terbentuk paduan yang lebih utuh sehingga anak SD dapat melakukan penelitian sederhana.Dari pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa IPA merupakan pengetahuan dari hasil kegiatan manusia yang diperoleh dengan menggunakan langkah-langkah ilmiah yang berupa metode ilmiah dan dididapatkan dari hasil eksperimen atau observasi yang bersifat umum sehingga akan terus di sempurnakan. pada hakikatna. jenis-jenis 18 .

h) sikap berpikir bebas. i) sikap kedisiplinan diri. simulasi. tetapi guru member peluang pada siswa untuk memperoleh dan menemukan konsep melalui pengalaman siswa dengan mengembangkan keterampilan dasar melalui percobaan dan membuat kesimpulan. Sikap ilmiah ini bisa dikembangkan ketika siswa melakukan diskusi. d) sikap tidak putus asa. makna “sikap” pada pengajaran IPA SD/MI dibatasi pengertiannya pada “sikap ilmiah terhadap alam sekitar”. maka “tembok 19 . g) sikap bertanggung jawab. yaitu: a) sikap ingin tahu. f) sikap mawas diri. Setidak-tidaknya ada sembilan aspek sikap dari ilmiah yang dapat dikembangkan pada anak usia SD/MI. Melalui kerja kelompok. e) sikap tidak berprasangka. 3) IPA Sebagai Pemupukan Sikap Menurut Sulistyorini (2007 : 10). atau kegiatan di lapangan. percobaan. siswa tidak diberitahu oleh guru. Dalam hal ini. b) sikap ingin mendapatkan sesuatu yang baru.keterampilan dasar yang diperlukan dalam proses mendapatkan IPA disebut juga “keterampilan proses”. Untuk memahami sesuatu konsep. c) sikap kerja sama. maksud dari sikap ingin tahu sebagai bagian sikap ilmiah adalah suatu sikap yang selalu ingin mendapatkan jawaban yang benar dari obyek yang diamati.

satelit buatan manusia.ketidaktahuan” dapat dikuak untuk memperoleh pengetahuan. Bumi yang mempunyai massa yang sangat besar menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar untuk menarik benda-benda di sekitarnya. untuk meningkatkan pengetahuannya ia merasa membutuhkan kerjasama dengan orang lain. berlangsungnya kerjasama dimaksudkan untuk memperoleh pengetahuan lebih banyak. Menurut Azmiyawati (2008 : 83) gaya gravitasi bumi sering disebut juga gaya tarik bumi. c. Disini. Gerak dan Energi 1) Gaya Gravitasi Menurut Sulistyanto (2008 : 98) gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di alam semesta. Gaya gravitasi ini juga menarik benda-benda yang ada di luar angkasa seperti meteor. Kecepatan benda-benda benda-benda tersebut selalu berada di 20 . Melalui kerjasama. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Hubungan antara Gaya. anak didik akan belajar bersikap kooperatif. dan menyadari bahwa pengetahuan yang dimiliki orang lain mungkin lebih banyak dan lebih sempurna daripada yang dimilikinya. Oleh karena itu. termasuk benda-benda yang ada di bumi. Gaya tarik ini menyebabkan tempatnya. dan bulan.

Semakin jauh letak suatu benda dari pusat bumi. Sedangkan menurut Syuri (2004 : 113) gaya gesekan terjadi ketika dua buah benda yang bersentuhan bergerak. 2) Gaya Gesek Menurut Azmiyawati (2008 : 84) gaya gesek merupakan gaya yang menimbulkan hambatan ketika dua permukaan benda saling bersentuhan. Gaya gravitasi bumi menyebabkan benda-benda yang ada di bumi tidak terlempar ke angkasa luar. gaya gesekan semakin besar. Gaya gesekan juga menyebabkan benda yang bergerak menjadi berhenti.yang jatuh ke bumi tidak selalu sama. Gaya gravitasi juga menyebabkan semua yang ada di bumi mempunyai berat sehingga tidak melayang-layang di udara. b) Mengaspal jalan agar permukaannya lebih halus. 21 . gaya gravitasinya semakin kecil. Semakin licin permukaan benda. Syuri (2004 : 114) gaya gesekan dapat diperkecil dengan cara berikut: a) Memperhalus permukaan benda yang bergesekan. gaya gesekan semakin kecil. Semaki kasar permukaan benda. Selain itu. Kekuatan gaya gravitasi bumi terhadap benda tergantung pada jarak benda dari pusat bumi. Gaya gesekan dapat diperbesar atau diperkecil. gaya gravitasi membuat kita dapat berjalan di atas tanah.

gaya gesek juga dapat diperbesar dengan cara: a) Membuat alur-alur pada permukaan ban. Dalam kehidupan sehari-hari. kita tidak pernah terlepas dari gaya gesekan.c) Memberikan pelumas pada mesin kendaraan. c) Memasang karet pada kaki meja dan kursi yang terbuat dari besi. b) Gaya gesekan antara pensil dengan buku tulis. e) Memasang karet pada alas sandal atau sepatu. Gaya gesek yang menguntungkan yaitu: a) Gaya gesekan antara alas sepatu dengan lantai atau permukaan jalan. Selain itu. b) Membuat kampas rem menjadi lebih kasar. c) gaya gesekan antara ban sepeda dengan jalan. d) Gaya gesekan antara sepatu bola dan lapangan berumput. d) Memasang bantalan peluru pada poros. Gaya gesek ada yang menguntungkan dan merugikan. 22 . b) Gaya gesekan antara mobil dengan udara menyebabkan mobil tidak dapat melaju dengan maksimal. d) Memasang pul (paku-paku) pada alas sepatu bola. Gaya gesek yang merugikan yaitu: a) Gaya gesekan pada mesin kendaraan menyebabkan mesin cepat panas dan aus.

Benda yang dapat ditarik oleh magnet disebut benda feromagnetis. pengaruh gaya magnet juga ditentukan oleh jarak magnet dengan benda. Gaya magnet paling kuat terletak di kutub-kutub magnet. antara lain jenis penghalang. Selain itu. Daerah di sekitar magnet yang masih dipengaruhi oleh gaya magnet disebut medan magnet. Kutub-kutub magnet mempunyai sifat-sifat khusus. tebal tipisnya penghalang. Sebaliknya. Namun. Gaya magnet masih berpengaruh terhadap benda-benda logam meskipun ada penghalang di antara magnet dan benda yang ditariknya. benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut benda diamagnetis. tidak semua benda dapat ditarik oleh magnet. dan kekuatan magnet. 3) Gaya Magnet Menurut Syuri (2004 : 117) Magnet merupakan benda yang dapat menarik benda lainnya. Saat kutub yang sama dari dua buah magnet batang saling 23 . d) Gaya gesekan antara ban dan jalan dapat menyebabkan ban panas dan mudah pecah. Kekuatan gaya tarik magnet tidaklah sama di setiap sisi atau bagiannya. Besarnya daya tembus gaya magnet dipengaruhi oleh beberapa faktor.c) Gaya gesekan antara air hujan dengan tanah yang tandus menyebabkan erosi tanah.

Sebaliknya jika kutub yang berbeda dari dua magnet didekatkan. Kompas sebagai penunjuk arah utara-selatan. Menurut Azmiyawati (2008 : 91) cara membuat magnet dapat dibagi menjadi tiga.didekatkan. b. Alat untuk mengangkut benda-benda dari besi. mulai dari alat yang sederhana hingga alat yang rumit. c. Ujung gunting untuk memudahkan mengambil jarum jahit. Sifat magnet ini akan hilang begitu magnetnya dilepaskan. yaitu: a. Gaya tarik magnet banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bel listrik untuk menggerakkan pemukul lonceng. Cara Induksi Cara induksi adlah cara membuat magnet dengan menempelkan atau mendekatkan magnet dengan benda feromagnetis yang akan dijasikan magnet. 24 . keduanya akan saling menolak. Papan catur agar buah catur tidak mudah terguling. Magnet digunakan pada alat-alat berikut. a. akan terjadi tarik-menarik. d. Sifat magnet yang dibuat dengan cara induksi sifatnya sementara. e. Gaya tarik magnet digunakan pada berbagai macam alat. f. Dinamo sepeda dan generator untuk membangkitkan tenaga listrik.

Lalu edua ujung kabel dihubungkan dengan kutub positif dan kutub negatif baterai. ingin 25 . Cara menggosoknya harus hanya satu arah saja. Arus listrik dari baterai akan mengalir dari batu baterai ke paku melalui kabel listrik.b. Paku yang akan dibuat magnet digulung dengan kabel listrik. yang secara harfiah berarti penyelidikan. Semakin rapat gulungan kabel maka aka semakin besar gaya magnet yang diterima paku. 2007 : 108) mengemukakan bahwa metode inkuiri merupakan metode yang mempersiapkan peserta didik pada situasi untuk melakukan eksperimen sendiri secara luas agar melihat apa yang terjadi. Semakin banyak gosokan semakin kuat gaya magnet yang diterima benda feromagnetis. Metode Inkuiri Inkuiri berasal dari bahasa Inggris “inquiry”. sehingga paku mendapat gaya magnet dari arus listrik tersebut. Dialiri Arus Listrik Magnet yang dihasilkan dengan cara dialiri listrik disebut elektromagnet. Adapun Piaget (dalam Mulyasa. 5. Cara Gosokan Cara membuat magnet dengan cara gsokan mudah sekali dilakukan. c. Gosokkan benda feromagnetis dengan salah satu kutub magnet.

mengajukan pertanyaan-pertanyaan. 26 . Dalam proses pembelajaran. dan mencari jawabannya sendiri. Sedangkan menurut Sanjaya (2007 : 194) metode inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dari analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.melakukan sesuatu. membandingkan apa yang ditemukan peserta didik lain. Ada beberapa hal yang menjadi ciri utama metode inkuri. Menurut Nurhadi (2003 : 71) dalam pembelajaran dengan penemuan/inkuiri. yaitu: a. siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru secara verbal. siswa didorong untuk belajar sebagian besar melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip. tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi pelajaran itu sendiri. artina metode inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Strategi inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan. dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri. serta menghubungkan penemuan yang satu dengan yang lain.

Pada langkah ini guru mengkondisikan agar siswa siap menlaksanakan proses pembelajaran. atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya. Tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis. Menurut Sanjaya (2007 : 199) proses pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: a. Dengan demikian. logis. strategi pembelajaran inkuiri menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar. dan kritis. Orientasi Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif. dalam strategi pembelajaran inkuiri siswa tidak hanya dituntut agar menguasai materi pelajaran. sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri. akan tetapi sebagai fasilitator dan motivator belajar siswa. Keberhasilan metode inkuiri sangat tergantung pada kemauan siswa untuk beraktivitas menggunakan kemampuannya 27 . Langkah orientasi merupakan langkah yang sangat penting. Dengan demikian.b. Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan. c.

Merumuskan masalah Merumuskan msalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan kemampuan menebak (berhipotesis) pada setiap anak adalah dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat merumuskan jawaban sementara atau dapat merumuskan berbagai perkiraan kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan yang dikaji. d. dan siswa didorong untuk mencari jawaban yang tepat. Mengajukan hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji.dalam memecahkan masalah. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan teka-teki itu. Sebagai jawaban sementara. Mengumpulkan data Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang 28 . tanpa kemauan dan kemampuan itu tidak mungkin proses pembelajaran akan berjalan dengan lancar. c. hipotesis perlu diuji kebenarannya. b. Dikatakan teka-teki dalam rumusan masalah yang ingin dikaji disebabkan maslah itu tentu ada jawabannya. Potensi berpikir individu dimulai dari kemampuan setiap individu untuk menebak atau mengira-ngira dari suatu permasalahan.

Pendekatan ini digunakan terutama bagi para peserta didik yang belum berpengalaman belajar dengan metode inkuiri. Merumuskan kesimpulan Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis.dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. 29 . f. Untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukkan pada siswa data mana yang relevan. Pedoman-pedoman tersebut biasanya berupa pertanyaan-pertanyaan yang membimbing. Sund and Trowbridge (dalam Mulyasa : 2007) mengemukakan tiga macam metode inkuiri sebagai berikut: a. Menguji hipotesis Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. akan tetapi juga membutuhkan ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi berpikirnya. peserta didik memperoleh pedoman sesuai dengan yang dibutuhkan. mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. Dalam strategi pembelajaran inkuri. Proses pengumpulan data bukan hanya memerlukan motivasi yang kuat dalam belajar. Menguji hipotesis juga berarti mengembangkan kemampuan berpikir rasional. Inkuiri terpimpin (Guide Inquiry). e.

Keunggulan metode inkuiri 1) Meode inkuiri merupakan metode yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif. b. dan psikomotor secara seimbang. 2) Metode inkuiri dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka. Pada pengajaran ini peserta didik harus dapat mengidentifikasikan dan merumuskan berbagai topic permasalahan yang hendak diselidiki. Inkuiri bebas yang dimodifikasi (modified free inquiry). pada inkuiri bebas peserta didik melakukan penelitian sendiri bagaika seorang ilmuwan. afektif. Menurut Sanjaya (2007 : 206) metode inkuiri mempunyai keunggulan dan kelemahan. Inkuiri bebas (free inquiry). dan sedikit demi sedikit dikurangi. eksplorasi. 3) Metode inkuiri merupakan metode yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku 30 .Pada tahap awal bimbingan lebih banyak diberikan. yaitu: a. pada inkuiri ini guru memberikan permasalahan atau problem dan kemudian peserta didik diminta untuk memecahkan permasalahan tersebut melalui pengamatan. dan prosedur penelitian. sesuai dengan perkembangan pengalaman peserta didik. sehingga pembelajaran melalui metode ini dianggap lebih bermakna. c.

maka metode inkuiri akan sulit diimplementasikan oleh setiap guru. Peningkatan ini ditunjukkan oleh perbandingan rata-rata hasil belajar yang dicapai antara lain. hasil rata-rata nilai pra siklus sebesar 56. 4) Metode inkuiri dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan diatas rata-rata. maka akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa. 3) Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya. 2) Metode ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar. memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.berkat adanya pengalaman. siklus I sebesar 64. Penelitian yang Relevan Penelitian yang dilakukan oleh Rahayu (2010) menunjukkan bahwa penerapan metode inkuiri dengan media foto dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA (Sains) pokok bahasan Penyesuaian Makhluk Hidup Terhadap Lingkungan. 4) Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran. Kelemahan metode inkuiri 1) Jika metode inkuiri digunakan sebagai strategi pembelajaran. b.3 dengan ketuntasan 52% dikategorikan kurang. B.8 dengan ketuntasan 80% dikategorikan baik dan hasil 31 .

C. proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalaminya. Kerangka Berpikir Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa. Salah satu cara untuk meningkatkan minat belajar siswa yaitu dengan menggunakan metode Inkuiri. maka siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya. Pada dasarnya setiap siswa mau dan mampu untuk belajar tergantung pada minat masing-masing untuk mempelajari sesuatu. Dengan metode Inkuiri diharapkan minat belajar siswa dapat meningkat.nilai rata-rata siklus II sebesar 82 peningkatan prosentase ketuntasan 100% dengan kategori sangat baik. dengan ditandai adanya peningkatan prestasi belajar IPA. Hal ini juga dapat berakibat pada prestasi belajar IPA yang juga menurun. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar siswa. Metode Inkuiri diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Kenyataan menunjukkan bahwa kebanyakan siswa enggan dan kurang bergairah dalam mengikuti pelajaran IPA. Banyak cara yang dapat dilakukan oleh seorang guru untuk dapat meningkatkan minat belajar siswa. 32 .

33 . Hipotesis Tindakan Berdasarkan analisis teoritik dapatlah dirumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut : “Jika Materi Pelajaran IPA pada Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Hubungan Antara Gaya.D. Gerak dan Energi di kelas V SD Negeri 2 Bojongsari. Kecamatan Kembaran. Kabupaten Banyumas menggunakan metode Inkuiri maka minat dan prestasi belajar siswa akan meningkat”.

Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada semester genap yaitu pada bulan Desember tahun 2011 sampai bulan April tahun 2012 dengan menggunakan 3 siklus. Kecamatan Kembaran. Kabupaten Banyumas Tahun Ajaran 2010/2011.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jumlah siswa yang diteliti ada 45 siswa yang terdiri dari 28 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di kelas V SD Negeri 2 Bojongsari. Teknik dan Alat Pengumpulan Data 1. Kembaran. Kabupaten Banyumas Tahun Ajaran B. Kecamatan 2011/2012. Setiap siklusnya dilaksanakan 2 kali pertemuan. 2. Teknik Pengumpulan Data Teknik yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua 34 . C. Setting Penelitian 1. Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kelas V SD Negeri 2 Bojongsari.

Dalam teknik tes ini. yaitu: 1) sebagai alat pengukur terhadap peserta didik. yang berbentuk pemberian tugas atau serangkaian tugas (baik berupa pertanyaan-pertanyaan (yang harus dijawab). atau dibandingkan dengan nilai standar tertentu. peneliti menggunakan tes formatif sebagai alat pengumpulan data. Teknik non tes Dengan teknik non-tes maka penilaian atau evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan dengan tanpa “menguji” peserta didik. sehingga (atas dasar data yang diperoleh dari hasil pengukuran tersebut) dapat dihasilkan nilai yang melambangkan tingkah laku atau prestasi testee. 35 . b. yang dimaksud dengan tes adalah cara (yang dapat dipergunakan) atau prosedur (yang perlu ditempuh) dalam rangka pengukuran dan penilaian di bidang pendidikan. atau perintah-perintah (yang harus dikerjakan) oleh testee. Secara umum. melainkan dilakukan dengan melakukan pengamatan secara sistematis (observation).macam yaitu teknik tes dan teknik non tes. Teknik tes Menurut Sudijono (2006 : 66). nilai mana dapat dibandingkan dengan nilainilai yang dicapai oleh testee lainnya. menyebarkan angket (questionnaire). 2) sebagai alat pengukur keberhasilan program pengajaran. ada dua macam fungsi yang dimiliki oleh tes. a.

yaitu dilaksanakan pada setiap kali satuan pelajaran atau subpokok bahasan berakhir atau dapat diselesaikan. Butir-butir soalnya terdiri atas butir-butir soal. Materi dari tes formatif ini pada umumnya ditekankan pada bahan-bahan pelajaran yang telah diajarkan. sudah sejauh manakah peserta didik “telah terbentuk” (sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditentukan) setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.dan memeriksa atau meneliti dokumen-dokumen (documentary analysis). observasi adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis 36 . 2. Observasi Menurut Sudijono (2006 : 76). Tes Formatif Menurut Sudijono (2006 : 71). Alat Pengumpulan Data Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: a. Tes formatif ini biasa dilaksanakan ditengah-tengah perjalanan program pengajaran. baik yang termasuk kategori mudah maupun yang termasuk kategori sukar. tes formatif adalah tes hasil belajar yang bertujuan untuk mengetahui. b.

terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan. Observasi untuk guru dilakukan dengan cara melakukan pengamatan dan mengenai pelaksanaan pembelajaran IPA melalui metode inkuiri. Berdasarkan definisi operasional minat belajar menurut Safari (2005 : 111) ada empat aspek yaitu: kesukacitaan. Angket yang digunakan adalah angket dimana siswa disuruh untuk menuliskan jawaban sesuai dengan hati masing-masing siswa (angket terbuka). c. Menurut Sudijono (2006 : 84) pada umumnya tujuan penggunaan angket dalam proses pembelajaran terutama adalah untuk memperoleh data mengenai latar belakang peserta didik sebagai salah satu bahan dalam menganalisis tingkah laku dan proses belajar mereka. 37 . Angket Angket digunakan untuk mengukur kesiapan belajar siswa. Observasi dalam penelitian ini dilakukan pada guru dan siswa. baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan. Observasi sebagai alat evaluasi banyak digunakan untuk menilai tingkah laku individu atau proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati. Observasi untuk siswa dilakukan dengan cara melakukan pengamatan dan pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan.

Dari aspek-aspek tersebut dapat disusun indikator minat belajar sebagai berikut: 1) Gairah siswa dalam mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar. dapat diketahui siswa yang berminat dan siswa yang tidak berminat dalam mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar pada mata pelajaran IPA. 6) Ketelitian siswa dalam mengerjakan tugas dan soal latihan yang diberikan oleh guru.ketertarikan. 2) Inisiatif siswa dalam mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar dan mengerjakan tugas. 9) Kerja keras dalam mengerjakan tugas dan latihan soal yang diberikan oleh guru. 4) Kesegeraan siswa dalam mengumpulkan tugas dan mengerjakan latihan soal yang diberikan oleh guru. 8) Keuletan siswa dalam mengerjakan tugas dan latihan soal yang diberikan oleh guru. 7) Kemauan siswa untuk belajar IPA. perhatian dan keterlibatan. 38 . Dengan adanya indikator di atas. 3) Respon siswa terhadap materi dan tugas yang diberikan oleh guru. 5) Konsentrasi siswa dalam belajar.

Data kuantitatif berupa angka hasil belajar siswa. kemudian dicari skor rata-rata di dalam satu kelas yang dijadikan sebagai objek penelitian. Rumus untuk mencari rata-rata nilai yang diperoleh siswa dalam satu kelas adalah sebagai berikut : X = x n Keterangan : X = rata-rata (mean) = jumlah nilai semua siswa = banyaknya siswa (Sudjana. 2001:109) X n 39 . Teknik Analisis Data Metode analisis data pada penelitian ini adalah menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. sedangkan data kualitatif berupa prosentase hasil observasi dan angket yang juga dideskripsikan dengan kata-kata. peneliti menggunakan tes formatif. 1.D. Setelah itu dihitung angka persentase yang dicapai siswa dalam kegiatan belajar tersebut. Tes Untuk menganalisis hasil tes dalam penelitian ini. Hasil tes diberi skor angka dan dimasukan pada tabel statistik.

2010:241) 66 2.Sedangkan rumus untuk mencari persentase keberhasilan prestasi belajar siswa adalah sebagai berikut: KB  N x 100% n Keterangan : KB N n = ketuntasan belajar = jumlah siswa yang mendapat nilai = jumlah seluruh siswa (Trianto.rata   skor item  item (Arikunto. Lembar observasi aktivitas guru Analisis data lembar observasi aktivitas guru dalam pembelajaran dapat dirumuskan sebagai berikut : Rata . 2006:264) Dengan penskoran : 1 = sangat kurang baik 2 = kurang baik 3 = baik 4 = sangat baik Kriteria penilaian aktivitas guru sebagai berikut: rata-rata ≤ 1 = kinerja guru kurang baik 1 < rata-rata ≤ 2 = kinerja guru cukup baik 40 .

Lembar observasi aktivitas siswa Analisis data lembar observasi aktivitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dapat dirumuskan sebagai berikut : Persentase(%)  N x 100% n (Trianto.2 < rata-rata ≤ 3 = kinerja guru baik 3 < rata-rata ≤ 4 = kinerja guru sangat baik 3. 2010:241) Keterangan : N n = jumlah nilai yang diperoleh siswa = jumlah seluruh skor Dengan penskoran : 1 = sangat kurang baik 2 = kurang baik 3 = baik 4 = sangat baik Kriteria penilaian aktivitas siswa sebagai berikut: 25 % – 43 % 44 % – 62 % 63 % – 81 % 82 % – 100 % = aktivitas siswa kurang baik = aktivitas siswa cukup baik = aktivitas siswa baik = aktivitas siswa sangat baik 41 .

1 Penskoran Angket Nomor Pertanyaan Kategori Jawaban Skor pertanyaan positif 1 a b c d s. untuk mengukur minat belajar siswa menggunakan angket.d 20 e 5 4 3 2 1 Skor pertanyaan negatif 1 2 3 4 5 100 5 Maksimum Skor Jumlah Skor Maksimum Dengan skala penskoran: 81 – 100 = sangat tinggi minat belajarnya 61 – 80 41 – 60 21 – 40 0 – 20 = tinggi minat belajarnya = sedang minat belajarnya = kurang minat belajarnya =sangat kurang minat belajarnya (Safari. Sebaliknya. atau d. semakin kecil skor yang diperoleh siswa maka minat belajar siswa kurang. Angket Dalam penelitian ini. 2005:112) 42 . Sedangkan frekuensi jawaban siswa seperti tercantum dalam tabel berikut : Tabel 1. yaitu a. Jumlah pertanyaan yang akan diberikan dalam angket ini ada 20 pertanyaan yang terdiri dari lima pilihan jawaban. maka semakin besar minat belajar siswa. b. c. Semakin besar skor yang diperoleh siswa.4.

2 ≤ rata-rata ≤ 5 = sangat berminat terhadap mata pelajaran IPA E.2 = berminat terhadap mata pelajaran IPA 4. sesuai dengan desain dari faktor-faktor yang diselidiki pada tiap siklus. Adapun model dan penjelasan untuk masing-masing tahap adalah sebagai berikut. pelaksanaan.4 ≤ rata-rata < 4.8 ≤ rata-rata < 2. Prosedur pelaksanaan tindakan kelas pada setiap siklusnya meliputi: perencanaan. Peneliti melakukan koordinasi dengan guru kelas sekolah tersebut.Kriteria penilaian angket minat belaja IPA sebagai berikut: 1 ≤ rata-rata < 1. pengamatan. Kabupaten Banyumas.6 = kurang berminat terhadap mata pelajaran IPA 2. Prosedur Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bersifat kolaboratif yang didasarkan pada permasalahan yang akan muncul dalam proses belajar mengajar kelas V mata pelajaran IPA di SD Negeri 2 Bojongsari.4 = cukup berminat terhadap mata pelajaran IPA 3.6 ≤ rata-rata < 3.8 = tidak berminat terhadap mata pelajaran IPA 1. 43 . yang bertujuan agar peneliti dapat menyusun jadwal kerja yang mengacu pada alokasi waktu pembelajaran. dan refleksi. Kecamatan Kembaran. Prosedur penelitian tindakan kelas ini terbagi dalam 3 siklus. Tiaptiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan dan dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang dicapai.

e. d. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Menyiapkan alat dan media pembelajaran yaitu alat peraga. b. Perencanaan Tindakan Kegiatan ini meliputi: a. Menyusun dan menyiapkan angket minat belajar siswa Menyusun dan menyiapkan lembar observasi Membuat soal tes formatif dan kunci jawaban 2. Lembar Kerja Siswa (LKS) dan soal latihan c. Siklus PTK model Arikunto 1.Perencanaan Refleksi Pelaksanaan SIKLUS I Pengamatan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pengamatan Pelaksanaan ? Gambar 1. Pelaksanaan Tindakan Tindakan yang akan dilaksanakan dalam penelitian ini sesuai 44 .

Pada kegiatan awal. Kegiatan akhir yaitu guru melakukan refleksi dan membuat kesimpulan tentang pembelajaran yang telah dilakukan serta siswa membuat rangkuman dari kegiatan yang telah dilakukan. Untuk kegiatan inti siswa melakukan diskusi pada setiap kelompok untuk menemukan sebuah permasalahan yang diberikan oleh guru kemudian untuk dipresentasikan masing-masing kelompok di depan kelas. Guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan mengacu pada rencana pembelajaran yang telah dibuat dengan menggunakan metode inkuiri. yang setiap kelompok terdiri dari 5 siswa. Hal tersebut dilakukan 45 . Pengamatan (Observasi) Kegiatan observasi dilakukan dengan tujuan untuk mengamati aktivitas guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran dengan metode inkuiri apakah sudah sesuai dengan scenario pembelajaran. 3.dengan langkah pembelajaran yang sudah dipersiapkan sebelumnya. guru memberikan apersepsi tentang kompetensi dasar mendeskripsikan hubungan antara gaya. gerak dan energi kemudian guru memberikan materi pembelajaran. Sebelum proses pembelajaran guru membagi siswa menjadi 9 kelompok. Peneliti dibantu observer melakukan pengamatan terhadap jalannya pembelajaran dan mencatat semua hasil pengamatan pada lembar observasi guru dan siswa tersebut. Peneliti juga telah menyiapkan lembar observasi aktivitas guru dan siswa.

46 . apakah siswa mampu memahami materi yang diberikan oleh guru. apakah terjadi kenaikan prestasi belajar siswa terhadap pelajaran IPA dengan menggunakan metode Inkuiri pada Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Hubungan Antara Gaya. 4. Gerak dan Energi. Hal ini dimaksudkan agar hasil refleksi ini dapat berguna bagi siswa maupun guru pada siklus berikutnya. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah adanya peningkatan minat dan prestasi belajar pada setiap siklus yang dilaksanakan dan ditandai dengan peningkatan skor minat siswa dan juga peningkatan nilai rata-rata tes pada setiap siklusnya.untuk mengetahui kekurangan-kekurangan selama pelaksanaan tindakan pada setiap siklus agar tidak terulang lagi di siklus berikutnya. Secara klasikal 85% siswa tuntas belajar dengan nilai minimum 66. Refleksi Kegiatan yang dilakukan adalah merefleksikan kegiatan yang telah dilakukan siswa selama pelaksanaan pembelajaran apakah siswa mampu berperan secara aktif dalam pembelajaran. F.

Jakarta: Rineka Cipta. Diakses pada tanggal 27 Januari 2011. Ilmu Alamiah Dasar. Belajar dan Pembelajaran. Safari.DAFTAR PUSTAKA Aly. 2008. 47 . Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Kamala. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Nurhadi. dkk. Ketercapaian Prestasi Belajar. Izzatin. 2006. Tersedia pada http://izzatinkamala. 2008.com/2008/06/19/pengertian-pendidikanipa/. Ridwan. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Arikunto. Malang: Universitas Negeri Malang. Diakses pada tanggal 26 Januari 2011. Wina. 2007. Bandung: Kencana. Penulisan Butir Soal Berdasarkan Penilaian Berbasis Kompetensi. Abdullah dan Eny Rahma. Penenlitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Dimyati dan Mudjiono. Sanjaya. Suharsimi. Pengertian Pendidikan IPA. dkk. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2005. 2010. Mulyasa. 2003. Jakarta: Bumi Aksara.wordpress. Tersedia pada http://ridwan202. 2010. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. 2010. ________________. Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta: APSI Pusat. 2006.wordpress.com/2008/05/03/ketercapaian-prestasibelajar/.

48 . Sudjana. 1988. 1996. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2001. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif.Sardiman. Sri. Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA. Anas. Nana. Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. 2010. S. 2010. Jakarta: Balai Pustaka. Sudijono. 1996. Semarang: Fakultas Ilmu Pendidikan. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Tim MKDK IKIP Semarang. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Psikologi Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Sulistyorini. 2007. 2008. Slameto. Syah. W. Model Pembelajaran IPA Sekolah Dasar dan Penerapannya dalam KTSP. Jakarta: RINEKA CIPTA. 2006. Trianto. Belajar & Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Yogyakarta: Tiara Wacana. Muhibbin. 2007. Jakarta: Kencana Winkel. Belajar dan Pembelajaran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful