SILABUS MATA KULIAH

Program Studi : Gizi (S1) Kode Mata Kuliah : GIZ 40633 Nama Mata Kuliah : Dietetika Dasar Jumlah SKS : 3 (Tiga) Semester : 4 (Empat) Mata Kuliah Pra Syarat : Ilmu Gizi Dasar, Biokimia Gizi, Gizi Daur Kehidupan, Gizi Kuliner, Penilaian Status Gizi Deskripsi Mata Kuliah : Keberhasilah pelayanan gizi untuk pasien di rumah sakit membutuhkan pendekatan yang holistik dari seluruh tim asuhan gizi di rumah sakit. Pemahaman tentang kondisi penyakit yang diderita pasien dengan baik dan benar merupakan hal penting yang harus dikuasai ahli gizi untuk menentukan diagnosis gizi, sehingga terapi diet yang diberikan dapat optimal. Mata Kuliah Dietetika I merupakan mata kuliah keahlian khusus bagi calon ahli madya gizi agar dapat memberikan pelayanan gizi yang paripurna bagi pasien di rumah sakit. Mata kuliah ini mensyaratkan Mata Kuliah Biokimia Gizi dan Penilaian Status Gizi karena key point dalam menentukan terapi diet pasien adalah ketepatan menentukan asesmen gizi pasien berdasar antropometi, biochemical assessment, clinical assessment, dietary history, medical hystory, dan social data (A-B-C-D-M-S). Adapun terkait dengan syarat dan prinsip diet yang akan diterapkan, mata kuliah ini juga mensyaratkan mahasiswa telah lulus Mata Kuliah Ilmu Gizi Dasar, Gizi Daur Kehidupan dan Gizi Kuliner. Kedalaman dan keluasan bahasan meliputi pengertian pelayanan gizi terpadu dan berkesinambungan dalam sistem pelayanan kesehatan, nutrition care process (NCP), penerapan prinsip diet dalam keadaan sakit untuk pasien dewasa dan anak dengan penyakit defisiensi gizi, infeksi, gangguan saluran pencernaan, penyakit hati, kandung empedu dan pankreas, serta gangguan makan. Standar Kompetensi : Mahasiswa mengetahui, memahami, menguasai dan mampu mengimplementasikan teori, konsep dan prinsip pelayanan gizi di rumah sakit untuk pasien dengan penyakit defisiensi gizi, infeksi, gangguan saluran pencernaan, penyakit hati, kandung empedu dan pankreas, serta gangguan makan menggunakan pendekatan NCP.
Kompetensi Dasar Memahami arti penting diet dalam upaya penyembuhan dan pemulihan. Indikator Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu: 1. Menjelaskan pengertian dietetika. 2. Menjelaskan peran makanPengalaman Pembelajaran 1. Mengkaji konsep dietetik. 2. Mendiskusikan faktor-faktor yang mempengaruhi Materi Ajar 1. Pengertian Dietetika. 2. Arti makanan bagi penyembuhan penyakit. 3. Pengaruh penyakit terhadap nafsu makan, Waktu 100’ Alat/Bahan/ Sumber Belajar OHP, LCD, Laptop. Depkes, PGRS. Moehyi S (1995:3-11). Terapi Diet untuk Penyembuhan Penilaian Portofolio

1

. Menyebutkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terapi diet. Memahami dasardasar perhitungan kebutuhan energi dan zat gizi bagi orang sakit an bagi penyembuhan. Tugas dan fungsi anggota tim asuhan gizi rumah sakit. 1.. 2. Memahami dasardasar keseimbangan energi. Robinson et al. Menghitung pemberian makanan parenteral. Basic Nutrition and Diet th Theraphy. dll) OHP. 3. Berbagai cara perhitungan kebutuhan energi dan zat gizi bagi orang sakit (anak dan dewasa). Cara perhitungan pemberian makanan parenteral. 3. 3. 2. 1.E. Berbagai jurnal hasil penelitian dari internet (AmJ Clin Nutr. kemampuan mengunyah. Shils M. Pengertian asuhan gizi dalam sistem pelayanan kesehatan. Modern Nutrition in th Health and Disease 8 edition. Membedakan tugas dan fungsi masing-masing anggota tim asuhan gizi rumah sakit. 1. menelan dan penyerapan serta utilisasi. Pengertian keseimbangan energi. 2. dll) OHP. 250’ Penyakit. BMJ. Menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. (1992:6-8). Laptop. 3. Menyebutkan susunan tim asuhan gizi rumah sakit. mahasiswa diharapkan mampu: 1. Mendiskusikan tugas tim asuhan gizi rumah sakit. Menjelaskan pengertian keseimbangan energi. Robinson et al. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terapi diet. 7 edition. cairan dan elektrolit tubuh serta faktor yang mempengaruhi. Menghitung jumlah energi dan zat gizi bagi orang sakit. 3. kemampuan mengunyah. 2. mahasiswa diharapkan mampu: 1. Berbagai jurnal hasil penelitian dari internet (AmJ Clin Nutr. Setelah mengikuti perkuliahan.. BMJ. Basic Nutrition and th Diet Theraphy. Menghitung kebutuhan energi dan zat gizi bagi orang sakit. 2. terapi diet dan kesembuhan pasien. cairan dan elektrolit dalam tubuh. LCD. 4. Dasar-dasar pendekatan sistem dalam pelayanan gizi pasien di rumah sakit (client centered care). 7 ed. Portofolio 250’ Portofolio Quis Kasus 2 . et al. Laptop. 4. LCD. menelan dan penyerapan serta utilisasi. Menjelaskan pengaruh penyakit terhadap nafsu makan. 2.Memahami asuhan gizi dalam sistem pelayanan kesehatan di rumah sakit. 2. cairan dan elektrolit tubuh. 1. 1. LKM Dietetika. Mengkaji konsep asuhan gizi rumah sakit melalui pendekatan sistem. ADA. 3. Mengkaji dan mendiskusikan keseimbangan energi. 2005. ADA. 1992. Setelah mengikuti perkuliahan. Menjelaskan pengertian asuhan gizi. cairan dan elektrolit tubuh serta faktor-faktor yang mempengaruhi.

2005. Membedakan indikasi pemberian makanan biasa dan makanan khusus. Http://www. lunak. Mahan L. 2. Laptop.al. mahasiswa diharapkan mampu: 1. lunak. Nutrition Diagnosis: a critical step in the nutrition care process. saring.. Penuntun Diet Anak. 250’ OHP. enteral/MLP. 7. Diktat Dietetika Dasar. Mendiskusikan langkah-langkah NCP. Memahami standar makanan RS. Modul Dietetika Dasar. enteral/MLP. 1. Menyusun menu sehari. ADA. Menjelaskan syarat diet standar makanan biasa dan makanan khusus. 250’ Memahami langkahlangkah pelayanan gizi pasien dengan pendekatan nutrition care process (NCP). 2. 6. Penuntun Diet. 3. 2. Almatsier S.. Menghitung kandungan energi dan zat gizi makanan parenteral. Menetapkan diagnosis gizi 4. 3. Setelah mengikuti perkuliahan. Indikasi pemberian dan syarat makanan biasa dan makanan khusus. Modern Nutrition in Health and Disease. ADA.E. Menyusun rencana intervensi gizi dan konseling gizi 5.. Rahmawaty S. Pengkajian data-data rekam medik pasien yang dibutuhkan untuk perencanaan asuhan gizi. Pengertian NCP. 3. 2005. lunak. Rahmawaty S. saring. Menentukan data-data dalam rekam medis pasien yang dibutuhkan untuk asuhan gizi. 3. 2005. 2.. mahasiswa diharapkan mampu: 1. 2005..K. 1. et al. Mendemonstrasikan menu standar makanan RS menurut tingkat kepadatan: makanan biasa. et. Krause’s Food. saring. Menyusun rencana asuhan gizi dengan pendekatan NCP. 2. LCD. Langkah-langkah NCP. Menyusun menu sehari standar makanan RS: makanan biasa. Makanan enteral dan parenteral. dll) OHP. Shils M. Penilaian Status Gizi Portofolio Survei makanan enteral/pa renteral komersil Menu sehari Penyajian menu Portofolio Quis Kasus 3 .1. Mengkaji konsep standar makanan RS. Nutrition and Diet Therapy.o rg. Rahmawaty S.eatright. Mengolah dan menyajikan menu sehari. RSCM dan PERSAGI.. 2. 2. 3. Setelah mengikuti perkuliahan. Mengkaji konsep NCP. cair. Mengolah dan menyajikan menu sehari makanan biasa. 5. 1994. 2006. Rahmawaty S. 2005. 2002. cair. 4. Menyusun rencana evaluasi/monitoring gizi dan follow up 1. Standar makanan rumah sakit.. Diktat Dietetika Dasar. 1. Modul Dietetika Dasar. Jurnal dari internet (AmJ Clin Nutr. 1996. Menentukan asesmen gizi 3. BMJ. Laptop. LCD. Mendiskusikan masakan dan teknik pengolahan standar makanan RS. cair. enteral/MLP. Menyebutkan standar makanan RS.

6. Asesmen gizi untuk penyakit gangguan SCA. 3. BMJ. 2. Krause’s Food. 4. LCD. Rahmawaty S. Krause’s Food. Diagnosis gizi untuk penyakit defisiensi gizi. Mendiskusikan data medis untuk gangguan SCA. 250’ 1. Rahmawaty S. 1994. ulkus peptikum. Mengkaji penyakit defisiensi gizi. 5.al. 2005. mahasiswa diharapkan mampu: 1. et. gastritis. mahasiswa diharapkan mampu: 1. Pengkajian data medis penyakit defisiensi gizi. Mengolah dan menyajikan menu sehari untuk penderita defisiensi gizi (KEP dan anemia). dll) OHP. 1996. esofagitis. ulkus peptikum. RSCM dan PERSAGI. Memahami pelayanan gizi pasien dengan penyakit defisiensi gizi.al. Setelah mengikuti perkuliahan. Menjelaskan pengertian penyakit disfagia.. esofagitis. 4. ulkus peptikum. Pedoman Penatalaksanaan Gizi Buruk Jurnal dari internet (AmJ Clin Nutr. Rahmawaty S. Modul Dietetika Dasar. 5.E. d) konseling gizi. Mendiskusikan asuhan gizi untuk penyakit defisiensi gizi. Laptop. 1. Mengkaji penyakit disfagia. esofagitis. c) menu sehari. 2.. Mahan L.. esofagitis. Evaluasi/monitoring untuk penyakit defisiensi gizi dan rencana tindak lanjut. anemia) 2. 3. 4. Intervensi gizi: a) tujuan dan syarat diet. Menyebutkan tujuan dan syarat diet bagi penderita gangguan SCA. Penuntun Diet. 2. Pengkajian data medis gangguan SCA. 2002. Pengertian dan penjelasan singkat patofisiologi disfagia. 1. Diagnosis gizi untuk penyakit gangguan SCA. ulkus peptikum. 4.. Mendemonstrasikan dan menyajikan menu sehari untuk penyakit KEP.. 3. KVA. 2. 4.. Asesmen gizi untuk penyakit defisiensi gizi. 2005. 2005. Mendiskusikan asuhan gizi untuk gangguan SCA. b) 250’ OHP. Nutrition and Diet Therapy. Memahami etiologi dan patofisiologi disfagia.al. 2005. 2005. Memahami pelayanan gizi pasien dengan gangguan saluran cerna atas (SCA): disfagia. Laptop. 3. 2002. Penuntun Diet Anak. GAKI. gastritis. 2. Nutrition and Diet Therapy. esofagitis. Almatsier S. Pengertian dan penjelasan singkat patofisiologi penyakit defisiensi gizi. 1996. Intervensi gizi: a) tujuan dan syarat diet. ulkus peptikum.K. Shils M. LCD. 5. et. et al.. Rahmawaty S. ADA. Setelah mengikuti perkuliahan. Menganalisis kasus dan membuat perencanaan terapi diet untuk penderita defisiensi gizi (KEP dan anemia). Mahan L. 2005. gastritis..E. Mendemonstrasikan menu sehari untuk pasien dengan gangguan SCA. b) kebutuhan energi dan zat gizi.K. gastritis. Diktat Dietetika Dasar. et. Modern Nutrition in Health and Disease.1. Menjelaskan pengertian defisiensi gizi (KEP. Mendemonstrasikan menu sehari untuk pasien dengan penyakit defisiensi gizi. Mendiskusikan data medis untuk penyakit defisiensi gizi. Diktat Dietetika Dasar. 3. Modul Dietetika Dasar.. 1. gastritis. 2. Mendemonstrasikan dan menyajikan 1. Shils M. Portofolio Kasus Menu sehari Penyajian menu Portofolio Kasus Menu sehari Penyajian menu 4 . 2. Penuntun Diet. Menyebutkan tujuan dan syarat diet bagi penderita defisiensi gizi. Almatsier S. 3. Memahami etiologi dan patofisiologi defisiensi gizi.

Jurnal dari intrnet (AmJ Clin Nutr. Penuntun Diet Anak. 6. menu sehari untuk penyakit ulkus peptikum dan gastritis. c) menu sehari. BMJ. RSCM dan PERSAGI. dll) 5 . Modern Nutrition in Health and Disease. dan rencana tindak lanjut. Menganalisis kasus dan membuat perencanaan terapi diet untuk penderita gangguan SCA. 7.. kebutuhan energi dan zat gizi. Mengolah dan menyajikan menu sehari untuk penderita gangguan SCA. 1994. ADA. 5. Evaluasi/monitoring untuk gangguan SCA.4. Menyajikan makanan sesuai dengan kebutuhan gizi pasien. d) konseling gizi.

haemorroid. Difteria. 3. Pertusis. Tetanus. Bronchopnumonia. 6. Mendemonstrasikan menu sehari untuk pasien dengan gangguan SCB. mahasiswa diharapkan mampu: 1.. b) 250’ Portofolio Kasus Menu sehari Penyajian menu 6 . Almatsier S.. Mendiskusikan asuhan gizi untuk penyakit infeksi. 2002. LCD. DHF. kolitis. Asesmen gizi untuk penyakit penyakit infeksi. Intervensi gizi: a) tujuan dan syarat diet. d) konseling gizi. Pertusis.K. BMJ. Menyebutkan tujuan dan 1. haemorroid. divertikulosis. Pertusis. dan HIV. Nutrition and Diet Therapy. kolitis.. HIV. Bronchopnumonia. 2005. Rahmawaty S. Pengkajian data medis gangguan SCB. 1. LCD. mahasiswa diharapkan mampu: 1. Difteria. 3.. dll) OHP. Bronchopnumonia. Laptop. 2. konstipasi. 4. Penuntun Diet. Memahami pelayanan gizi pasien dengan penyakit infeksi: TBC. DHF. Diagnosis gizi untuk penyakit penyakit infeksi. Tetanus. Rahmawaty S. Diktat Dietetika Dasar. Menjelaskan pengertian penyakit TBC. et. 4. Setelah mengikuti perkuliahan. 2. Penuntun Diet Anak. Intervensi gizi: a) tujuan dan syarat diet. Difteria. 2005. Asesmen gizi untuk penyakit gangguan SCB. c) menu sehari. Modul Dietetika Dasar. 2. 3. Mendiskusikan data medis untuk penyakit infeksi. 3. Menjelaskan pengertian penyakit malabsorbsi/ intoleransi. 1994. konstipasi. Laptop. Mendiskusikan data medis untuk gangguan SCB. b) kebutuhan energi dan zat gizi. DHF.K. Mendemonstrasikan dan menyajikan menu sehari untuk penyakit gangguan SCB. Memahami etiologi dan patofisiologi TBC. 1. kolitis.. HIV. divertikulosis. 5. 250’ OHP. 2005.. Difteria. 2005.al. 1996. 3. Mendemonstrasikan dan menyajikan menu sehari untuk penyakit TBC. Memahami pelayanan gizi pasien dengan gangguan saluran cerna bawah (SCB): malabsorbsi/ intoleransi. Nutrition and Diet Therapy. haemorroid. Setelah mengikuti perkuliahan. 2005. et. Shils M. Almatsier S. Mendemonstrasikan menu sehari untuk pasien dengan penyakit infeksi. Modern Nutrition in Health and Disease. Memahami etiologi dan patofisiologi malabsorbsi/intoleransi.al. Shils M. DHF. Menyebutkan tujuan dan syarat diet bagi penderita gangguan SCB. Diktat Dietetika Dasar. 2002. konstipasi.. Mengkaji penyakit infeksi. ADA. 4.E.1. haemorroid. Tetanus. Tetanus. HIV. 2. 2. Menganalisis kasus dan membuat perencanaan terapi diet untuk penderita gangguan SCB. Pengkajian data medis penyakit infeksi. Rahmawaty S. Mahan L. Penuntun Diet. 1996. Diagnosis gizi untuk penyakit gangguan SCB. Mahan L. Pengertian dan penjelasan singkat patofisiologi malabsorbsi/intoleransi. 5. Jurnal dari internet (AmJ Clin Nutr. 2005. Krause’s Food. 2. 4. Evaluasi/monitoring untuk gangguan SCB dan rencana tindak lanjut. Bronchopnumonia. divertikulosis. 5. 4. 3.. Mengolah dan menyajikan menu sehari untuk penderita gangguan SCB. kolitis.E. RSCM dan PERSAGI. et al. Krause’s Food. Modern Nutrition in Portofolio Kasus Menu sehari Penyajian menu 1. HIV. 1. konstipasi. Modul Dietetika Dasar. DHF. Pertusis.. 2. Pengertian dan penjelasan singkat patofisiologi TBC. Rahmawaty S. Mengkaji penyakit gangguan SCB. 2. Mendiskusikan asuhan gizi untuk gangguan SCB. et al. divertikulosis.

c) menu sehari. RSCM dan PERSAGI. Penuntun Diet Anak.. DHF. 6. 5. Menganalisis kasus dan membuat perencanaan terapi diet untuk penderita penyakit infeksi. ADA. 4. Mengolah dan menyajikan menu sehari untuk penderita TBC. dll) 7 . HIV. BMJ. 1994. Jurnal dari internet (AmJ Clin Nutr. d) konseling gizi. Evaluasi/monitoring untuk penyakit infeksi dan rencana tindak lanjut. kebutuhan energi dan zat gizi. Health and Disease.syarat diet bagi penderita penyakit infeksi.

4. b) 250’ OHP. 4. c) menu sehari. Pengkajian data medis penyakit hati.. LCD. d) konseling gizi.al. Diktat Dietetika Dasar. 4. Asesmen gizi untuk penyakit penyakit empedu dan pankreas. 2005. 2. Diagnosis gizi untuk penyakit penyakit empedu dan pankreas.. 2. et al.al. 2. et.E. Asesmen gizi untuk penyakit penyakit hati.1. Mahan L. Rahmawaty S. LCD. 5.K. Nutrition and Diet Therapy. RSCM dan PERSAGI. 2002. 2005. 2. Modul Dietetika Dasar. et.. 2005. 1994. Pengkajian data medis penyakit empedu dan pankreas. Rahmawaty S. Mendiskusikan data medis untuk penyakit empedu dan pankreas. 1.. Mengolah dan menyajikan menu sehari untuk penderita hepatitis dan sirosis hepatis. Intervensi gizi: a) tujuan dan syarat diet. b) kebutuhan energi dan zat gizi. 5. 3. Jurnal dari internet (AmJ Clin Nutr. Modern Nutrition in Health and Disease. Setelah mengikuti perkuliahan. dll) OHP. Menjelaskan pengertian penyakit empedu dan pankreas. Modern Nutrition in Health and Disease. 4. Intervensi gizi: a) tujuan dan syarat diet. Pengertian dan penjelasan singkat patofisiologi hepatitis dan sirosis hepatis. RSCM dan PERSAGI. Mendiskusikan data medis untuk penyakit hati. Rahmawaty S. Memahami etiologi dan patofisiologi hepatitis dan sirosis hepatis. 1996. Memahami etiologi dan patofisiologi penyakit empedu dan pankreas. 3. Menganalisis kasus dan membuat perencanaan terapi diet untuk penderita 1..E. 2. et al. Almatsier S. Laptop. Mahan L. Menyebutkan tujuan dan syarat diet bagi penderita hepatitis dan sirosis hepatis. Modul Dietetika Dasar. Memahami pelayanan gizi pasien dengan penyakit empedu dan pankreas. Menyebutkan tujuan dan syarat diet bagi penderita penyakit empedu dan pankreas.. Mengkaji penyakit hati. mahasiswa diharapkan mampu: 1. 2. Mendemonstrasikan menu sehari untuk pasien dengan penyakit hepatitis dan sirosis hepatis.K. Diagnosis gizi untuk penyakit penyakit hati.. Krause’s Food. 2. Mendemonstrasikan dan menyajikan menu sehari untuk penyakit hati. Menjelaskan pengertian penyakit hepatitis dan sirosis hepatis. 3. 3. 4. 2005. Nutrition and Diet Therapy.. 2. 2005. 4. mahasiswa diharapkan mampu: 1. Portofolio Kasus Menu sehari Penyajian menu Portofolio Kasus Menu sehari Penyajian menu 8 . Shils M. Mendemonstrasikan dan menyajikan menu sehari untuk penyakit empedu 1. Penuntun Diet. Mendiskusikan asuhan gizi untuk penyakit hati. Mendiskusikan asuhan gizi untuk penyakit empedu dan pankreas. Rahmawaty S. Setelah mengikuti perkuliahan. Krause’s Food. Mengkaji penyakit empedu dan pankreas. Menganalisis kasus dan membuat perencanaan terapi diet untuk penderita hepatitis dan sirosis hepatis. 1996. Penuntun Diet Anak. Penuntun Diet. ADA. 5. BMJ. Memahami pelayanan gizi pasien dengan penyakit hati: hepatitis dan sirosis hepatis. Mendemonstrasikan menu sehari untuk pasien dengan penyakit empedu dan pankreas. 2005. 2002. Pengertian dan penjelasan singkat patofisiologi penyakit empedu dan pankreas. Evaluasi/monitoring untuk penyakit infeksi dan rencana tindak lanjut. 250’ 1. Diktat Dietetika Dasar. 3. 1. Laptop. 6. Almatsier S.. Shils M. 3.

Rahmawaty S. Jurnal dari internet (AmJ Clin Nutr. 2. 2. 2005. d) konseling gizi. Menganalisis kasus dan membuat perencanaan terapi diet untuk penderita anorexia. bulimia.. Menyajikan makanan sesuai dengan kebutuhan gizi pasien. Mendiskusikan asuhan gizi untuk anorexia. Modern Nutrition in Health and Disease. dan obesitas.K.. bulimia. dan obesitas. 4. Diagnosis gizi untuk anorexia. 1. dan obesitas.E. BMJ. 2002. dan obesitas. Penuntun Diet. etal. bulimia. dan obesitas. bulimia. 4. bulimia. Almatsier S. bulimia. Memahami etiologi dan patofisiologi anorexia. 1.penyakit empedu dan pankreas. Penuntun Diet Anak. ADA. dan obesitas. 3. et. 5. Mendemonstrasikan dan menyajikan menu sehari untuk anorexia. Asesmen gizi untuk penyakit penyakit anorexia. 1994. 6. bulimia. Mahan L. ADA. Penuntun Diet Anak. BMJ. Nutrition and Diet Therapy.. RSCM dan PERSAGI. kebutuhan energi dan zat gizi. bulimia. dan obesitas. 5. c) menu sehari. Rahmawaty S. Intervensi gizi: a) tujuan dan syarat diet. 1. Shils M. Jurnal dari intrenet (AmJ Clin Nutr. Menyebutkan tujuan dan syarat diet bagi penderita anorexia. bulimia. dll) Portofolio Kasus Menu sehari Penyajian menu 9 . dll) 250’ OHP. dan obesitas. bulimia. Evaluasi/monitoring untuk penyakit infeksi dan rencana tindak lanjut. bulimia. dan obesitas. Mendiskusikan data medis untuk anorexia. 2005. 6. dan obesitas. dan obesitas. Mengolah dan menyajikan menu sehari untuk penderita penyakit empedu dan pankreas. bulimia. 3. LCD. Memahami pelayanan gizi untuk pengaturan berat badan. Diktat Dietetika Dasar. Mengolah dan menyajikan menu sehari untuk penderita anorexia. Menjelaskan pengertian anorexia.. dan obesitas. Mendemonstrasikan menu sehari untuk pengaturan berat badan. Pengertian dan penjelasan singkat patofisiologi anorexia. Pengkajian data medis anorexia. bulimia. Mengkaji anorexia. 4. dan obesitas. Evaluasi/monitoring untuk penyakit infeksi dan rencana tindak lanjut. 2.al.. 2. b) kebutuhan energi dan zat gizi. 2005. dan pankreas. d) konseling gizi. mahasiswa diharapkan mampu: 1. Setelah mengikuti perkuliahan. Laptop. 1996.. 5. Krause’s Food. 7. c) menu sehari. 3. Modul Dietetika Dasar. 1994.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful