You are on page 1of 13

SNI 03-3973-1995

METODE PENGUJIAN MODULUS ELASTISITAS TEKAN DAN KUAT TEKAN SEJAJAR SERAT KAYU KONSTRUKSI BERUKURAN STRUKTURAL

BAB I DESKRIPSI 1.1 Maksud dan Tujuan 1.1.1 Maksud Metode Pengujian Modulus Elastisitas Tekan dan Kuat Tekan Sejajar Serat Kayu Konstruksi Berukuran Struktural, dimaksudkan untuk dipakai sebagai acuan dan pegangan dalam menentukan kuat tekan dan modulus elastisitas tekan kayu kosntruksi, yang dipakai untuk komponen struktur bangunan. 1.1.2 Tujuan Tujuan metode pengujian ini adalah untuk menentukan mutu dan kelas kuat kayu konstruksi terhadap beban tekan. 1.2 Ruang Lingkup Metode pengujian ini mencakup persyaratan, ketentuan, cara pengujian dan pelaporan pengujian semua jenis kayu konstruksi berukuran struktural kering udara dan tidak bebas cacat. 1.2.1 Pengertian Yang dimaksud dengan : 1) beban batas adalah beban maksimum yang masih dapat ditahan oleh benda uji sebelum mengalami patah dan atau pecah; 2) beban batas proporsional adalah kondisi pembebanan maksimum yang masih memberikan hubungan linear antara besarnya beban dengan deformasi yang terjadi; 3) benda uji adalah batang kayu berukuran struktural yang dianggap mewakili mutu dan atau kelas kuat dari sekelompok kayu yang akan dipakai untuk konstruksi; 4) benda uji tidak bebas cacat adalah benda uji yang mempunyai cacat yang dapat melemahkan konstruksi seperti retak, mata kayu, serat miring dan gubal; 5) cacat kayu adalah kondisi alami atau buatan yang melemahkan kekuatan dan mengurangi mutu kayu konstruksi, seperti tersebut dalam butir 4 di atas; 6) kecepatan ujung penekan, adalah kecepatan gerak dari alat pemberi beban yang dipakai untuk menguji kekuatan atau mutu kayu, dinyatakan dalam mm/detik atau mm/menit; 7) deformasi adalah perubahan bentuk benda uji yang sedang dibebani; 8) dimensi benda uji adalah ukuran nyata penampang balok kayu benda uji, dalam milimeter, dan ukuran panjang dalam meter; 9) kadar air adalah nilai perbandingan berat air yang terkandung dalam kayu terhadap berat kayu kering oven, dinyatakan dalam persen; 10) kayu gergajian adalah hasil dari pemotongan kayu dengan ukuran yang ditentukan oleh standar yang berlaku; 1

SNI 03-3973-1995 11) kayu konstruksi adalah kayu gergajian yang digunakan sebagai komponen struktur bangunan. 23) ukuran struktural adalah ukuran benda uji yang sama dengan ukuran kayu-kontruksi yang dipakai sebagai komponen struktur bangunan. akibat ketidak stabilan batang kayu uji yang sedang diberi beban (tekan aksial atau lentur). ukuran sisi penampang minimu adalah 50 mm. 20) regangan serat adalah rasio besarnya nilai pertambahan panjang serat kayu terluar terhadap panjang semula. 16) lekukan adalah kerusakan lokal pada permukaan kayu yang diakibatkan tekanan beban terpusat atau reaksi tumpuan. 17) mega pascal adalah satuan tegangan. yang menyatakan besarnya gaya dalan Newton persatuan luas dalam meter persegi. 1 megapascal = 106 N/m2. 19) pemilihan masinal adalah metode pemilihan mutu kayu tanpa merusak dengan menggunakan mesin. yang mempunyai ukuran penampang tidak kurang dari 50 mm. 2 . atau 1 N/mm2). 14) kepadatan atau berat jenis adalah perbandingan antara massa dan volume kayu dalam keadaan kering udara. dinyatakan dalam Newton. 12) kelas kuat adalah pengelompokkan kayu berdasarkan berat jenis kering udara dan kekuatannya. 22) tekuk adalah perubahan bentuk terhadap sumbu lemah. 18) modulus elastisitas adalah nilai perbandingan antara besarnya tegangan tekan dan regangan yang terjadi. 13) kenaikan tambahan beban adalah besarnya tambahan beban pada setiap tahap pembebanan. dinyatakan dalam gram/cm3 atau kg/dm3. (1 Pa = 1 N/m3. berdasarkan sifat mekanik kayu. 15) kekuatan batas adalah batas kekuatan yang mendekati saat patah atau rusak akibat pembebanan. atau 106N/106mm2. pada pembebanan elastis. 21) ruang penyesuaian adalah suatu ruangan yang berfungsi untuk mengubah kondisi sifat fisis kayu uji atau kadar air sehingga sesuai dengan persyaratan uji.

3 .3.2 Cacat Kayu dan Penampang Kritis Benda kayu tidak perlu bebas cacat. harus diberi nomor kode dan tanggal penerbitan. jenis kayu dan urutan benda uji.1.3. 2.1 Penanggung Jawab Hasil pengujian harus disyahkan oleh pejabat yang berwenang yang ditunjuk sebagai penanggung jawab pengujian. 2.3 Kadar Air Kadar air benda uji harus diukur dan dihitung dari potongan batang benda uji.1 Dimensi Benda Uji Lebar dan tinggi penampang serta panjang benda uji harus diukur dalam milimeter.7 Jumlah Benda uji Jumlah benda uji tidak kurang dari lima untuk setiap jenis kayu.3 Benda Uji Sebelum diuji beban. pada kelembaban relatif udara 60 ± 5% dan suhu udara 25 ± 5° C2) 2. tanda tangan. dan cap pengesahan. boleh mempunyai penampang lemah atau penampang kritis pada arah panjangnya. yaitu : mempunyai berat yang konstan 1).6 Nomor Kode Uji Setiap benda uji harus diberi kode-uji dan nomor urut. 2. di tiga posisi pengukuran. Untuk pengujian kuat karakteristik. seperti tersebut dalam ayat 2.5. dengan huruf dan angka. 2.4 Berat Jenis Berat jenis benda uji harus dihitung dari potongan batang benda uji sesuai dengan ketentuan ayat 2. 2. harus memenuhi keetentuan berikut : 1) peralatan uji yang dipakai harus telah dikalibrasi dan masih berlaku. 2. 2. benda uji harus memenuhi persyaratan berikut : 2.3. yang dapat mencerminkan sifat uji.3.3.3. serta bebas dari mata kayu dan kantong getah. 2.3.5 Penyesuaian Benda Uji Benda uji harus disesuaikan terhadap persyaratan persiapan uji. dengan disertai nama.SNI 03-3973-1995 BAB II PERSYARATAN PENGUJIAN 2.2 Laporan Pengujian Laporan pengujian yang disyahkan oleh pejabat yang berwenang. yang bebas dari mata kayu.4 Peralatan Peralatan yang dipakai untuk pengujian.3. dan kantong getah.

Tetapi bila hal ini tidak mungkin. (5) alat pengukur suhu dan kelembaban udara. (2) alat pengukur waktu. 4 . (4) alat pengukur deformasi atau perpendekan. pengujian harus dilakukan secepatnya. (3) alat ukur panjang. segera setelah benda uji dikeluarkan dari “kamar pengkondisian” tersebut.1 % berat benda uji tersebut. ketelitian dalam detik. Keterangan : 1) Berat benda uji dianggap sudah konstan bila perbedaan berat hasil timbangan benda uji dalam jangka waktu 6 jam. (7) batang gauge. tidak melebihi 0. panjang 5 x tinggi nominal penampang balok-uji. a) rol meter b) penggaris skala mm atau jangka sorong.SNI 03-3973-1995 2) untuk pengujian modulus elastis geser diperlukan peralatan sebagai berikut : (1) mesin pemberi beban lentur. (6) alat ukur kadar air dan atau timbangan. 2) Supaya diusahakan agar kondisi (suhu dan kelembaban) ruang pengujian sama seperti “kamar pengkondisian”.

1. mm panjang benda uji tekan Bentuk dan dimensi benda uji Gambar 1 3. harus memenuhi ketentuan dan Gambar 2 berikut : 5 . h. b h h >b L ≥ 6h L = = = lebar penampang. seperti diperlihatkan dalam Gambar 1. ketentuanketentuan harus diikuti : 3.1 Modulus Elastisitas Tekan Untuk menguji Modulus Elastisitas Tekan Kayu Konstruksi berukuran struktural. mm tinggi penampang.2 Prosedur Pengujian Prosedur pengujian dan peralatan uji yang digunakan.1.SNI 03-3973-1995 BAB III KETENTUAN-KETENTUAN 3. 2) bidang penampang pada kedua ujungnya harus benar-benar rata dan sejajar satu sama lain.1 Benda Uji Benda uji harus memenuhi ketentuan berikut : 1) benda uji harus mempunyai panjang tidak kurang dari 6 (enam) kali tinggi penampang benda uji.

5) beban yang dipakai harus meningkat secara kontinyu. diberi penahan lateral. 8) beban ditingkatkan secara bertahap dan kontinyu. tanpa disertai lentur. untuk mencegah timbulnya deformasi lateral yang dapat mengakibatkan tekuk terhadap sumbu lemahnya. 6 . dalam mm Nilai R diturunkan berdasarkan kecepatan regangan kayu serat terluar sebesar 0. harus diatur sehingga tidak terjadi panjang bebas lebih besar dari enam kali sisi terkecil dari penampang benda uji. 6) deformasi yang terjadi diukur dengan alat ukur pada titik tengah rentang sepanjang lima kali lebar (sisi terbesar penampang) benda uji. 3) posisi alat-penahan tersebut dalam butir 2 ayat ini. memakai kepala penekan yang bertumpu pada dudukan berbentuk bola (sperikal). dalam mm/detik L1 = panjang rentang pengukuran deformasi dari benda uji. misalnya dial gauge atau electrical transducer. 4) alat uji beban mempunyai ketelitian tidak lebih besar dari 1%. sehingga hubungan kenaikan beban deformasi pada setiap kenaikan tambahan beban.SNI 03-3973-1995 Gambar 2 Posisi benda uji pada waktu dibebani dan alat ukur deformasi 1) benda uji harus dibebani secara sentris.003 per menit. dapat dibuat dengan ketelitian tidak melebihi 1%. dengan kecepatan ujung penekan tidak melebihi nilai berikut : R = 5 xL1 x105 (persamaan 1) di mana : R = kecepatan ujung penekan (cross head). 7) alat ukur deformasi tersebut pada butir 5. 2) pada kedua sisi-lebar batang benda uji. atau dengan cara lain yang dapat menjamin agar benda uji hanya dibebani tekan murni secara merata. dipasang pada kedua bidang sisi benda uji yang saling berhadapan.

mm Modulus elastisitas tekan harus dihitung dan dicatat terhadap tidak kurang dari tiga angka pengukuran yang penting.1.2 Kuat Tekan 3. 2) permukaan kedua ujungnya harus benar-benar rata dan sejajar satu sama lain. b x h.SNI 03-3973-1995 3. mm2 δy = deformasi yang terjadi akibat tambahan beban δp. N L1 = panjang rentang pengukuran deformasi. mm A = luas penampang aktual benda uji. mm tinggi penampang.3 Hasil Uji Nilai Modulus Elastisitas tekan dihitung dengan persamaan berikut : Ec = δp L1 Aδy (persamaan 2) dimana : Ec = Modulus elastisitas tekan. mm panjang benda uji tekan Gambar 3 Bentuk dan ukuran benda uji kuat tekan // serat 7 . b. N/mm2 δp = pertambahan kenaikan beban tekan.1 Benda Uji Benda Uji kuat tekan. harus memenuhi ketentuan dan Gambar 3 berikut : 1) panjang benda uji adalah 6 kali lebar penampang benda uji. 3. b = h = h>b L ≥ 6b L = lebar penampang.2.

diukur berdasarkan ukuran penampang yang sebenarnya. 3) pertumbuhan karakteristik kayu. atau dengan cara lain yang dapat menjamin agar benda uji hanya dibebani tekan murni secara merata.2 Prosedur Pengujian Prosedur pengujian dan peralatan yang dipakai harus memenuhi ketentuan dan Gambar 4 berikut : Gambar 4 Posisi benda uji pada mesin uji dan alat ukur deformasi 1) benda uji harus dibebani secara sentris. kemiringan serat dan lain-lain.SNI 03-3973-1995 3. 3) peningkatan beban yang dipakai harus bertahap dan meningkat secara kontinum dan diatur agar beban maksimum dicapai dalam waktu 300 ± 120 detik atau 3 sampai 7 menit.2. 3. memakai kepala penekan yang bertumpu pada dudukan berbentuk bola (sperikal).3 Hasil Uji Hasil uji harus dihitung sesuai dengan ketentuan berikut : 1) kuat tekan benda uji dihitung dengan persamaan berikut : fc // = Pmaks / A. N / mm 2 dimana : fc// = Pmaks = A = (persamaan 3) kuat tekan sejajar serat. 8 . seperti mata kayu. dalam N/mm2 beban maksimum. tanpa disertai lentur. ketika benda uji mengalami retak atau pecah. pola retakan tiap benda uji juga harus dicatat. dalam N luas penampang benda uji. dalam mm2 2) kuat tekan harus diukur dan dicatat terhadap tiga angka pengukuran yang penting.2. juga harus dicatat. 2) alat uji tekan harus mampu mengukur kenaikan beban dengan ketelitian tidak melampaui 1%.

1.1. sesuai dengan ayat 3. 11) hitung hasil pengukuran dengan persamaan 3. 3) ukur suhu dan kelembaban relatif udara di dalam ruangan uji. dan diberi nomor kode setiap benda uji. 2) tentukan dimensi penampang dan panjang benda uji sesuai dengan ayat 3. di antara alas dan kepala penekan.SNI 03-3973-1995 BAB IV CARA UJI Dalam pelaksanaan pengujian.2 butir 4 dan 5. 10) atur kecepatan cross head.2 butir 6. 5) atur letak benda uji agar konsentris terhadap sumbu kepala penekan. 6) pasang alat penahan lateral pada kedua sisi lebarnya untuk mencegah tekuk terhadap sumbu lemahnya.1. 9) ukur deformasi yang terjadi pada setiap penambahan beban.1 masing-masing untuk diuji Modulus Elastisitas Tekan dan Kuat Tekan. 4) letakkan benda uji pada mesin uji.2 butir 1. sesuai dengan ayat 3.2 butir 2. 8) periksa ketelitian alat pemberi beban.1 butir 2.2 butir 8.1. bila rasio panjang benda uji terhadap sisi penampang terkecil melebihi enam. 9 .1. langkah-langkah berikut harus dilaksanakan : 1) tentukan jenis kayu yang akan diuji. sesuai dengan pasal 3.1. sesuai dengan pasal ayat 3.1 dan ayat 3.2. 7) pasang penahan tekuk di dua sisi kiri dan kanan balok-uji pada pertengahan tingginya. 12) buat laporan sesuai dengan Bab V.1 butir 3. sesuai dengan ayat 3. sesuai dengan ayat 3.2. sesuai dengan pasal ayat 3.

misalnya pertumbuhan karakteristik atau parameter/indikasi pemilihan masinal pada penampang yang patah/ rusak. lentur dsb). hasil uji. misalnya riwayat proses pengeringan.2 Prosedur Pengujian Penjelasan berikut harus diberikan : 1) tipe pengujian. 6) pola retak dan ragam keruntuhan/rusak/patah. 7) informasi lain yang dapat mempengaruhi hasil pengujian. untuk memenuhi persyaratan benda uji sebelum pengujian dilaksanakan. 4) metode pemilihan benda uji. 5. fabrikasi dan proses lain yang dapat mempengaruhi kekuatan benda uji. 6) metode pengkondisian/penyesuaian suhu dan kelembaban. 2) prosedur pengujian. 3) hasil pengujian. 4) nilai kuat dan modul. 5.1 Bahan yang Diuji Penjekasan berikut harus diberikan : 1) jenis kayu. tarik. (tekan. 3) daerah asal usul kayu. 2) suhu dan kelembaban udara pada waktu pengujian 3) peralatan uji yang dipakai. 10 . pengawetan. 5.3 Hasil Pengujian Perhitungan hasil pengujian dilakukan berdasarkan metoda statistik yang berlaku.SNI 03-3973-1995 BAB V LAPORAN PENGUJIAN Laporan pengujian harus mencakup penjelasan tentang : 1) bahan yang diuji. 5) tingkat/kelas mutu atau keterangan lain yang perlu sebelum pemilihan benda uji. 5) pola retak dan ragam keruntuhan/rusak/patah. 2) ukuran nominal.

DAFTAR ISTILAH batas Beban batas proporsional Benda uji Kadar air Kamar pengkondisian Kecepatan ujung penekan Kelembaban relatif Kenaikan tambahan beban Kepala pemberi beban Kuat tekan Nomor kode uji Pemilihan mutu kayu Penampang lemah Perubahan bentuk Regangan Regangan serat terluar Tekuk Ujung penekan Ukuran struktural : : : : : : : : : : : : : : : : : : : ultimate load proportional limit load specimen moisture content conditioning chamber cross head speed relative humidity load increment loading head compressive strength test code number stress grading critical section deformation strain extreme fibre strain lateral buckling cross head structural sizes 11 .SNI 03-3973-1995 LAMPIRAN A .

0 x 102 1.0197 x 10 1.0 1 x 106 9. dalam mm elastisitas modulus tekan. Simbol A b Ec Fc// h L1 Ltot P R δp δy = = = = = = = = = = = luas penampang benda uji.80665 x 10-2 Kgf/mm2 1.80665 9.0197 x 10-5 1.0 1 x 10-2 Kgf/cm2 1.80665 x 106 9. N/mm2 sisi terbesar penampang balok uji. beban tekan.0 12 . mm panjang rentang pengukuran deformasi.0 9. Daftar Konversi Pa 1.LAIN-LAIN 1. b x h. N/mm2 kuat tekan. atau b x d.0197 x 10-7 1. dalam mm/detik. dalam mm. dalam Newton kenaikan lendutan akibat δp.SNI 03-3973-1995 LAMPIRAN B .80665 x 104 MPa atau N/mm2 1 x 10-6 1.0197 x 10-1 1. tambahan kenaikan beban. dalam mm. dalam mm2 lebar (sisi terkecil) penampang balok uji. dalam Newton kecepatan cross head. mm panjang total balok uji.

...............................................1 3........2........ 7 Prosedur Pengujian..................... 5 Hasil Uji .................. 3 Penyesuaian Benda Uji...........3 2............................................................................................................................. 1 1........1................................SNI 03-3973-1995 DAFTAR ISI DAFTAR ISI .......3 BAB V 5. 3 Laporan Pengujian .......................... 8 BAB III KETENTUAN-KETENTUAN .......... 3 2..... 10 Hasil Pengujian ...............................................................................................2 1.....................................................................................................................3....................... 12 i .....................................................3 Kuat Tekan........................................................................................................1.................................................7 2................i BAB I 1. 10 Prosedur Pengujian ......................................................................... 1 PERSYARATAN PENGUJIAN......................................................... 1 Pengertian....1 5.... 3 Modulus Elastisitas Tekan ............................................................... 7 BAB IV CARA UJI.................................... 8 Hasil Uji ........................................................................................................................................LAIN-LAIN..........1 2...........................1.............................................. 7 Benda Uji........................................................................................................................ 10 Bahan yang Diuji..........................................................................2 3........1 Ruang Lingkup................. 3 Benda Uji ............................................ 11 LAMPIRAN B .....................4 2.....................................................1 1.........................................................................3................. 1 Tujuan .................2 BAB II 2................ 1 Maksud dan Tujuan .............................................................................................2 3............................................................................ 3 Berat Jenis ..............1 DESKRIPSI ......................................................................2 2..................................................... 3 Kadar Air ..............1...............5 2.................................................................................................................................................. 3 Penanggung Jawab ...........1 3..................................................... 3 Jumlah Benda uji........................................................ 5 Prosedur Pengujian............................................................ 3 Cacat Kayu dan Penampang Kritis ......................3......3..........1 2...............................................................................................................................2 3...................1 Peralatan...................................2 5....................................... 5 Benda Uji........................................................2........................................... 1 Maksud................................................................2 2...................3 3...........................................................3.....................................................................................................................................................................................2..... 5 3.............................3 1..........................................2......... 3 Dimensi Benda Uji.....4 3.......6 2.................................3......................................... 9 LAPORAN PENGUJIAN ............................................... 10 LAMPIRAN A ............................................................................................................................................DAFTAR ISTILAH......................3.....................1... 3 Nomor Kode Uji........................................................................................