You are on page 1of 13

Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah : Kepastian Hukum Atas Hujatan Kepada Para Sahabat Bagian 1 dari 2.

Keharaman Hukum Akan Hujatan Kepada Sahabat

9 Jan 2012
Maktab al-Fahmi

‫اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬

1

Intisari Kitab Fenomenal karya Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah-rahimahullah-

‫ / اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬Pedang Terhunus Bagi Pencaci Rasul

Disusun dan Edit Ulang Oleh : Muhammad Fachmi Hidayat al-Ghomawangiy. E-Mail / FB: ipmasapala@yahoo.co.id / bagi yang ingin mengajukan diskusi lebih lanjut perihal pembahasan silahkan kontak ke alamat E Mail tersebut.

Berikut ini adalah pendapat para ulama dalam madzhab kami4. Ini semua dilakukan agar tidak kabur dan ada penjelas antara sikap Ahlussunah dan Syiah kepada para sahabat Rasul SAW yang mulia lagi terhormat.bisu. Dan siapa saja yang menuduh –IbundaAisyah-ra.co.id / bagi yang ingin mengajukan diskusi lebih lanjut perihal pembahasan silahkan kontak ke alamat E Mail tersebut. ketika Ibunda belum disucikan oleh Allah maka mereka hanya diganjar sebagai orang fasik dan pendosa yang besar atas fitnah yang mereka lontarkan. Akan tetapi jika masalah perihal sifat keadil dan agamanya. E-Mail / FB: ipmasapala@yahoo. An-Nur ayat 26 maka itu adalah wujud pembelaan dari Allah atas kesucian ibunda.dan menampakan taubatnya-yaitu kembali bersyahadat dan berhenti secara total dari menghujat atas Ibunda Aisyah-ra . Adapun itu adalah penjelasan dari Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah. 2 Intisari Kitab Fenomenal karya Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah-rahimahullah- ‫ / اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬Pedang Terhunus Bagi Pencaci Rasul Disusun dan Edit Ulang Oleh : Muhammad Fachmi Hidayat al-Ghomawangiy. 5 Allah mensucikan Ibunda Aisyah atas tuduhan keji atasnya.2 Abu Thalib berkata . Adapun penjelasan lebih lanjut akan dibahas pada pasal selanjutnya. . Dan adapun catatan kaki yang ada padanya adalah komentar dan sedikit penjelasan dari saya. dan beliau Imam Ahmad berhenti memutuskan tentang hukum mati atau hukum kafirnya mereka. ‘Siapa saja yang mencaci maki orang-orang generasi terdahulu [salaf/para sahabat] yang biasa dilakukan oleh golongan Rawafidh [Rafidhah/Syiah] maka ia tidak memiliki sifat Kufu’ [layak menikah] dan tidak dinikahkan. Adapun seorang sejamanya. dengan kata lain bahwa Allah menegaskan bahwa Ibunda wanita yang baik. kenapa harus diterangkan atau dijelaskan perihal status Ahlussunah.3 Sedang pendapat dari Ishaq bin Rahawaih berkata .berpendapat bahwa mereka dipukul dengan teramat sangat keras sekali sebagai pembalasan atas perbuatan mereka. pelit. seperti menghujat para sahabat bahwa mereka itu orang yang tuli. dikarenkan perilaku hujatan/caci maki kepada para sahabt Rasul SAW identik dengan Rafidhoh/Syiah. kecuai bertaubat-dari caci makinya.menghukum mati dan hanya menta’zirnya dengan pukulan yang keras itu berlaku bagi hujatan yang menyinggung kepribadian para sahabat yang tidak mengurangi sifat keadilan dan agamanya. Dan kami disini juga termasuk Syaikh al Islam Ibn Taimiyah selaku ulama pejuang Ahlussunah. mereka antara lain adalah Ibnu Abi Musa mengatakan . 3 Sebagai awal penjelasan saja bahwa yang dimaksudkan Imam Ahmad tidak mengkafirkan. tiadalah pertentangan tentang halalnya darah mereka dan kekafiranya. akan tetapi saya memukulnya dengan sangat keras sebagai pembalasan dari perbuatanya”.menjawab : “hukum mati saya tidak dapat memastikan. “saya pernah bertanya pada Imam Ahmad tentang seorang yang mencaci maki/menghujat para sahabat Rasul SAW?” Beliau-Imam Ahmad. dan tidak sah nikahnya dengan seorang Muslimahdikarenakan ia murtad dan lelaki kafir haram atas wanita muslimah-. InsyaAllah 4 Kami disini maksudnya Ahlussunnah wal Jama’ah. ”siapa saja yang mencaci maki para sahabat Rasul SAW maka mereka diganjar hukuman-ta’zir. bukan dibunuh maupun pengkafiran. penakut dan serakah dunia. Keharaman Hukum Akan Hujatan Kepada Sahabat 9 Jan 2012 Maktab al-Fahmi ‫اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬ PEMBAHASAN KEENAM Caci Maki Terhadap Para Sahabat1 Adapun bagi orang yang mencaci maki para sahabat Rasul SAW-baik dari kalangan ahli bait atau lainya-.5 1 Adapun pada pembahasan ini saya kutip langsung dari kitab AshShaarimul Maslul Alaa Syaatimur Rasuul karya Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah. seprti bahwa Umar dan Abu bakar adalah orang yang murtad dan kafir. Imam Ahmad-ra.berbuat zina setelah Allah membersihkanya dari segala tuduhan itu maka ia telah Khuruj Minal Millah-keluar dai agama-[kafir/murtad].rabun matanaya. Akan tetapi setelah Allah mensucikanya dengan QS.dan dipenjara.Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah : Kepastian Hukum Atas Hujatan Kepada Para Sahabat Bagian 1 dari 2. yaitu dengan Firmanya Surat An-Nur ayat 26. suci lagi terbebas dari kekejian. 2 Dsini sangat jelas diterangkan oleh Imam Ahmad bahwa pencaci maki para sahabat hanya diganjar dengan pukulan yang teramat sangat keras.

Imam Malik-lihat Tafsir Ibnu Katsir . ***---*** PASAL PERTAMA: Tentang Hukum Haramnya Caci Maki Terhadap Para Sahabat6 Allah berfirman./ 297. Al Faryabi. Al Kifayah. Al Warogoh.melainkan pada pembahasan yang berbeda dan ada pembahasan khusus tersendiri. Al Fashl. Al Warogoh. dan barang siapa yang kafir atas satu saja ayat dalam Al-Qur’an maka ia kafir berdasarkan Ijma’. 149. dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. maka perkara ini bertentangan dengan maksud Allah dan merupakan wujud kekafiran yang nyata. Inilah sebabnya mengapa para Ulama Ahlussunah mengkafirkan Syiah Rafidhoh dikarenakan golongan Syiah gemar dan girang dalam mencaci serta menghujat Ibunda Aisyah-yang diridhoi Allah-. Al Fargu Bainal Firaq. hal 15-16. Adapun para ulama yang mengkafirkan Rafidhoh/Syiah adalah sebagai berikut: Imam Ahmad . -adapun. Al Fakhrur Razi. 586-587. Ash Sharim AL Maslul. 570. Disatu sisi Allah menyebutkan bahwa Ibunda suci dari kekejian tapi disatu sisi malah ada orang menuduhnya sebagai wanita keji-pezina-. hal. tentang hukum haramnya mencaci maki terhadap para sahabat dan yang kedua tentang hukum caci maki terhadap sahabat. Dengan kata lain bila ada orang yang mencaci Ibunda maka ia kafir atas ayat An-Nur 26. Nihaayatul Uguul. 6 Disini akan dijelaskan perihal keharaman atas cacimaki kepada para sahabat berdasarkan dalil-dalil dari AlQur’an. 357. hal. 16.. Ibnu Timiyah. Selain itu Syaikh Ibnu Timiyah sudah menegaskan akan kafirnya seseorang yang mencaci Ibunda ‘Aisyah setelah disucikan oleh Allah di dalam kitab yang sama-yaitu kitab AshShaarimul Maslul Alaa Syaatimur Rasuul.hal. 5-40. 3 Intisari Kitab Fenomenal karya Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah-rahimahullah- ‫ / اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬Pedang Terhunus Bagi Pencaci Rasul Disusun dan Edit Ulang Oleh : Muhammad Fachmi Hidayat al-Ghomawangiy.. 300.rincian perihal perkara ini akan dituangkan dalam dua pembahasan : Pertama. Keharaman Hukum Akan Hujatan Kepada Sahabat 9 Jan 2012 Maktab al-Fahmi ‫اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬ -perkara-ini-yaitu berbagai pendapat atas hukuman penghujat sAhabat Rasul SAW adalah gambaran umum dari pendapat Umar bin Abdul-Aziz. hal./ 219 dan As-Sunnah karya Al Khalil dan Imam al Qurtubi. Dan pada orang jaman sekarang menjadi kafir bila mencaci Ibunda bahwa ia adalah pezina dikarenakan berarti ia kafir atas ayat QS.co. 125. Firman Allah : Dan barang siapa yang menentang atas pernyataan Allah bahwa Ibunda wanita yang bersih lagi tidak keji maka ia kafir atas penentangannya pada ayat Allah. Natsrul Jauhar Ala Hadiitsi Abi Dzar. Imam Bukhari dalam kitabnya Kholgul Afail. 12). hal. Ahmad bin Yunus. hal.Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah : Kepastian Hukum Atas Hujatan Kepada Para Sahabat Bagian 1 dari 2. Ar Risalah.. 212.. 49. E-Mail / FB: ipmasapala@yahoo. Mukhtashor At Tuhfah Al Itsna Asyariyah. hal.. hal. hal. Abdul Qadir Al-Baghdadi. Fadhoihul Batiniyyah. InsyaAllah akan saya kupas perihal pembahasan cacian kepada Ibunda ‘Aisyah setelah disucikan oleh Allah. . Imam Al-Ghazali. Syah Abdul Aziz Dahlawi. Dan para Ulama lainya disebelah timur sungai Jaihun akan kesepakatan mereka atas Kafirnya Rafidhoh/Syiah.. dan termasuk kedalam tingkatan rendah dari seorang yang mencaci maki adalah menggunjingnya.”. 325.’Ashim al-Ahwal dan lainya dari golongan tabiin. Abu Zur’ah ar Razi.” (AlHujurat. Nash Qur’an dan Hadits.4. hal. Ash Shariim Al Maslul.. An-Nur ayat 26.. Ibnu Hazm.id / bagi yang ingin mengajukan diskusi lebih lanjut perihal pembahasan silahkan kontak ke alamat E Mail tersebut. Asy Syaukani. Al Qadhi Iyadh.Tafsir Al Qurthubi.

melindungi serta mengayomi dan rela menjadi tameng untuk kaum mukminin dan Rasul-Nya.7 Dan mereka-para sahabat-perlu dijauhkan dari perkara yang-mampu-mengakibatkan-merekasakit hati. “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. kisah Umar bin Khatab yang mendapat julukan al-Faruq.raga dan harta setiap hari hingga ajal mereka menjemput. karena mereka Adalah orang-orang yang dihadapkan pada perintah-perintah Allah dalam firmanya. 4 Intisari Kitab Fenomenal karya Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah-rahimahullah- ‫ / اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬Pedang Terhunus Bagi Pencaci Rasul Disusun dan Edit Ulang Oleh : Muhammad Fachmi Hidayat al-Ghomawangiy. . Jadi amatlah tiada kepantasan menggunjing dan menyakiti hati mereka yang dimana Allah ridho atas keimanan mereka..8 sebab Allah telah meridhoi mereka secara mutlak.. Seperti yang kita ketahui perihal riwayat yang mashur bahwa banyak dahulu para sahabat adalah tameng utama Rasul SAW. sperti kisah Ali bin Abi Thalib.”. maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata”. Keharaman Hukum Akan Hujatan Kepada Sahabat 9 Jan 2012 Maktab al-Fahmi ‫اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬ “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mu'min dan mu'minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat. sebagaimana firman Allah: . dimana setelah islamnya Umar umat Islam dan Rasul SAW ada seseorang yang ridho menjadi tameng dan pembela yang kuat . kisah Utsman bin Affan yang dimana dalam peperangan yang dilakukan oleh Nabi SAW dan kaum mukminin beliau senantiasa menginfakkan harta pribadinya yang tak terhingga demi perang sabil.”wahai orang-orang beriman. para mufasir menjeaskan bahwa mukhatab yang ada pada nida’ “ Hai orang-orang beriman” adalah para sahabat yang senantiasa setia melindungi Rasul Allah dan kaum mukminin sehingga mereka menjadi pilar pertama dalam membentengi. dimana ia rela menggantikan Nabi SAW diatas ranjangnya yang dimana akan dihunuskan pedang untuk dibunuh..co. (Al-Ahzab. E-Mail / FB: ipmasapala@yahoo.kisah Abu Bakar yangs dengan setianya menemani Nabi SAW ketika dikejar pasukan kafir Quraisy sehingga mereka berdua bersembunyi di gua Hira’. mereka berkorban jiwa . yang dimana para sahabat adalah manusia yang ikhlas mencari ridho Allah. 58) Para sahabat adalah dada dan tameng bagi orang-orang beriman. 8 Tidaklah pantas seseorang membuat sakit hati para sahabat..id / bagi yang ingin mengajukan diskusi lebih lanjut perihal pembahasan silahkan kontak ke alamat E Mail tersebut.Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah : Kepastian Hukum Atas Hujatan Kepada Para Sahabat Bagian 1 dari 2. Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang 7 .”.Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah mengemukakan sebab tidak layaknya mencaci para sahabat dikarenkan keutamaan para sahabat yang senantisa digolongkan dan dipanggil oleh Allah dalam firmanya sebagimana berbunyi “ Hali orang-orang beriman. dan masih banyak lagi kisah sahabat atas pengorbanan dan kesetiaanya di jalan Allah.

Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya. Berkenaan dengan pernyataan bahwa para sahabat sudah diridhoi Allah dan diampuni dosa-dosanya adalah bukan bualan belaka melainkan 5 Intisari Kitab Fenomenal karya Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah-rahimahullah- ‫ / اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬Pedang Terhunus Bagi Pencaci Rasul Disusun dan Edit Ulang Oleh : Muhammad Fachmi Hidayat al-Ghomawangiy. dan Allah meridhai para tabiin tidak lain karena mereka mengikuti para sahabat-dengan baik dan benar-. Mereka kekal di dalamnya. Ini semua bukan kenapa-kenapa karena generasi sahabatlah sebaik-baik generasi yang ada dan mendapatkan jaminan dari Allah.”. Yang diamana Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah pernah berkata di kitabnya yang lain yaitu Majmu’ al Fatawa.(Majmu’ al Fatawa. Dimana Rasul Allah SAW bersabda.co.id / bagi yang ingin mengajukan diskusi lebih lanjut perihal pembahasan silahkan kontak ke alamat E Mail tersebut. Dan barangsiapa yang Allah ridhai sungguh itu amatlah menyenangkan. Mereka kekal di dalamnya. Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya.” (Al-Fath. (Hadits Shaih Riwayat Bukhari) 10 Allah SWT sudak sejak lama meridhoi para sahabat yaitu semenjak dahulu mereka masuk islam dan berbai’at di bawah pohon dimana dahulu masih sedikit orang-orang yang beriman hingga sampai banyak orang yang beriman sampai ajal mereka datang mereka masih tetap dalam keadaan beriman.. dan siapa saja yang Allah meridhainya maka Dia tidak akan murka selamanya. maka menunjukan bahwa mengikuti mereka adalah perbuatan yang diridhoi Allah sebab Allah hanya meridhoi perkara yang haq dan tidak meridhoi perkara yang bathil. Sedangkan mengikuti para sahabat yang diridhoi juga diperintahkan oleh Allah SWT dalam firmanya Qur’an Surat At Taubah ayat 100 :” “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik..11 9 Disini Syaikhul Islam menjelaskan bahwa para sahabat adalah sebaik-baik golongan yang diridhoi dan harus diikuti dengan baik dan benar agar bisa menjadi golongan yang baik lagi diridhoi Allah seperti mereka. 100) Allah meridhai para sahabat yang pertama-tama masuk Islam dengan tanpa ada persyaratan. Imam Ibnu Qoyim al Juziyah menjelaskan tentang ayat ini bahwasanya Allah telah memuji orang-orang yang telah mengikuti mereka-para sahabat-. Itulah kemenangan yang besar. 18) Ridha dari Allah adalah sifat yang telah lama ada10.” sebaik-baik generasi adalah generasiku (sahabat) kemudian orang sesudah mereka (tabiin / yang mengikuti)kemudian orang-orang setelah mereka (tabi’ut tabi’in). maka Dia tidak akan ridha kecuali kepada hamba –Nya yang diketahui bahwa ia-para sahabat.memenuhi apa yang menjadi konsekuensi dari ridha. selain akan mendapatkan surga juga akan mendapatkan ampunan dari Allah atas dosa-dosa yang telah lalu. Itulah kemenangan yang besar. dikarenakan untuk meraih ridho Allah dibutuhkan komitmen tinggi dan penuh pengorbanan atas konsekuensi cita-cita meraih ridho Allah.Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah : Kepastian Hukum Atas Hujatan Kepada Para Sahabat Bagian 1 dari 2. 11 Allah meridhoi para hamba-Nya yang beriman bila ia memenuhi konsekuensi atas pengorbanan mereka dalam mencari ridho Allah.yang diamana apabila ia mengamalkan perkataan yang shahih dari para sahabat yang diridhoi itu. maka ia berhak mendapat ridho Allah dan merupakan perbuatan yang amat sangat terpuji.” (At-Taubah. Keharaman Hukum Akan Hujatan Kepada Sahabat 9 Jan 2012 Maktab al-Fahmi ‫اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬ mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. 19/ 178).9 Dan Allah telah berfirman: “Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu'min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon .. . E-Mail / FB: ipmasapala@yahoo. beliau berkata mengenai perkara ini:”Allah telah meridhoi orang-orang yang mengikuti generasi salaf [terdahulu / para sahabat yang diridhoi] hingga hari kiamat.

Sebagaimana diriwayatkan bahwa dahulu ketika peristiwa Hudaibiyah dan berkenaan dengan Ba’iatur Ridhwan. mereka berdoa: "Ya Rabb kami. Namun bagaimanakah dengan sikap kami:” maka turunlah ayat selanjutnya. beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami. E-Mail / FB: ipmasapala@yahoo. Rasul SAW bersabda kapada para sahabat.id / bagi yang ingin mengajukan diskusi lebih lanjut perihal pembahasan silahkan kontak ke alamat E Mail tersebut. mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka.(Tafsir Al Qur’anul ‘Adzhim.” kapada para sahabat. 6 Intisari Kitab Fenomenal karya Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah-rahimahullah- ‫ / اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬Pedang Terhunus Bagi Pencaci Rasul Disusun dan Edit Ulang Oleh : Muhammad Fachmi Hidayat al-Ghomawangiy. Ya Rabb kami. at Tirmidzi dan al Hakim yang bersumber dari Anas bin Malik-ra-. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah”. 10)12 Dalam ayat ini Allah menjadikan apa yang dipenuhi janji Allah kepada Rasul-Nya dari penduduk negeri untuk orang-orang Muhajirin.Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah : Kepastian Hukum Atas Hujatan Kepada Para Sahabat Bagian 1 dari 2.”Telah turun sebuah ayat kepadaku ayat yang lebih aku cintai daripada segala yang ada dimuka bumi ini”. dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orangorang yang beriman. maka Allah menjawab pertanyaan mereka melalui lisan Nabi Muhammad SAW . Imam Ibnu Katsir. Setelah kaum mukminin pulang dari Hudaibiyah-yaitu tepatnya pada bulan Dzulqa’idah tahun ke 6 Hijriyah.co. Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. Imam Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini dengan ringkas bahwa ayat ini [Al-Fath ayat 2] merupakan keistimewaan Rasul Allah SAW yang tidak dimiliki orang lain selain beliau. Maka dari sini dapat diketahui bahwa permhonan ampun untuk mereka dan kesucian hati dari kedengkian terhadap mereka adalah suatu yang dicintai dan diridhoi serta dipuji oleh Allah SWT berdasarkan keterangan dari Allah sendiri. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah”. Sebagaimana kebiasaan saling mendo’akan ini sudah lazim diamalkan oleh orang-orang shaleh. Keharaman Hukum Akan Hujatan Kepada Sahabat 9 Jan 2012 Maktab al-Fahmi ‫اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬ Allah SWT berfirman : Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor).dengan ayat yang berbunyi “supaya Dia memasukkan orang-orang mu'min laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Kemudian Rasul SAW membacakan surat Al-Fath ayat 2./166-167) 12 Dalam ayat ini terkandung perintah untuk medo’akan pendahulu dari kaum mukminin. Ayat itu berbunyi “supaya Dia memasukkan orang-orang mu'min laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” supaya Allah memberi ampunan kepadamuMuhammad.ya Rasul Allah! Allah telah menerangkan nasib anda di hari kemudian.terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni'mat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus. Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dalam kitab as-Shahihain.adapun dinamakan peristiwa Hudaibiyah dikarenakan peristiwa itu terjadi di daerah Hudaibiyyah-sebuah tempat anatara Mekah dan Madinah. Sedang ayat ke 5 dari surat Al-Fath menjelaskan tentang pertanyaan para sahabat pada beliau tentang nasib mereka. Tidak ada didalam hadits shahih pun tentang pahala amal perbuatan bagi selain Rasul Allah SAW yang menerangkan tentang pemberian ampunan dosa yang telah lalu dan yang akan datang. 4. Allah memuluskan usaha mereka hingga Allah menganugrahkan kemenangan. mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka.yaitu Surat Al-Fath ayat 5 yang dimana menjelaskan tentang nasib mereka. Para Shabat berkata :” betapa untung dan bahagianya tuan. . Adapun mendo’akan kebaikan bagi saudara seiman terlebih pendahulunya merupakan perbuatan yang teramat sangat terpuji di hadapan Allah SWT. Anshor dan orang-orang yang datang sesudah mereka yang senantiasa memohon ampunan untuk orang-orang yang lebih dahulu beriman dan mereka berdoa kepada Allah agar tidak membiarkan hatinya ada kedengkian terhadap mereka." (Al-Hasyr.

” Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun. .Al-Zalzalah ayat 8. amin dan semoga engkau mendapatkan hal yang sama-atas doamu-. Dalam sebuah riwayat bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda :” Apabila seseorang mendoakan saudaranya (seiman) tanpa sepengetahuanya. Berkenaan dengan doa ini ada dua sifat dari doa.Muslim dan Abu Dawud. memintakan ampunan untuk mereka dan mencintai mereka. Dan juga dengan mendoakan mereka akan tertanam rasa cinta pada mereka sehingga hatinya terbebas dari rasa dengki terhadap mereka.14 maka Allah membenci caci maki kepada mereka yang merupakan kebalikan dari permohonan ampunan untuk mereka. niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. Adapun mencaci maki kaum mukminin dihimpun dalam sebuah tindak kejahatan bersamaan dengan perkara pembunuhan. Sungguh setiap cacian yang di lontarkan kepada para sahabat akan diberikan balasan yang setimpal atas perbuatan itu di dunia dan akhirat. bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan.15 Ini adalah makana ungkapan ‘Aisyah .co.13 Sebagaimana Allah memerintahkan hal itu kepada Rasul-Nya dalam firmanNya: Maka ketahuilah. Dikarenakan dengan sucinya hati dari rasa dengki serta mendoakan mereka merupakan suatu perkara yang dicintai dan diridhoi Allah SWT.adapun mendoakan para pendahulu orang-orang beriman adalah wujud kecintaan lawan dari kebencian atas sifat dengki. Al-Imam Ibnu Hazm rahimahullah berkata: "Dan masingmasing mereka (para shahabat) adalah orang yang adil. bahwa Rasul Allah SAW 7 Intisari Kitab Fenomenal karya Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah-rahimahullah- ‫ / اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬Pedang Terhunus Bagi Pencaci Rasul Disusun dan Edit Ulang Oleh : Muhammad Fachmi Hidayat al-Ghomawangiy.”Mereka diperintahkan untuk 13 Disini Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa dengan adanya seseorang yang senantiasa mendoakan atau bersholawat atas mereka-Nabi SAW . laki-laki dan perempuan.id / bagi yang ingin mengajukan diskusi lebih lanjut perihal pembahasan silahkan kontak ke alamat E Mail tersebut.” QS. Adapun perkataan itu adalah doa sebagai mana diterangkan dalam Hadits. menghormati." (Al-Ahkam fi Ushulil Ahkam 5/663) 15 Allah membenci sifat dengki. imam yang memiliki keutamaan dan keridhaan.doa kebaikan dan pengmuliaan. (Muhammad. maka malaikat akan berkata .”HR. Kalau seandainya seluruh umur kita gunakan untuk beribadah terus-menerus maka tidak akan mampu menandingi amalan sesaat atau lebih dari mereka. Diwajibkan atas kita untuk memuliakan. Dengan saling mendoakan akan menghilangkan rasa dengki dalam hati dan membersihkan hati yang mampu menumbuhkan rasa cinta. Dalam hadits itu dapat dimengerti bahwa setiap doa kebaikan yang kita ucapkan akan kembali kepada kita selaku orang yang mendoakan begitu pula setiap celaan. 19) Kecintaan pada sesuatu berarti kebencian kepada kebalikanya. Satu buah kurma yang mereka sedekahkan lebih utama dari sedekah seluruh apa yang kita miliki. sahabat dari kalangan Anshor dan Muhajirin yang tergolong generasi pendahulu[salaf].cacian dan hujatan maupun laknat yang tidak pantas akan kembali pula pada orang tersebut. Keharaman Hukum Akan Hujatan Kepada Sahabat 9 Jan 2012 Maktab al-Fahmi ‫اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬ terhadap pelakunya. E-Mail / FB: ipmasapala@yahoo. sebagaimana Firman Allah SWT . Duduknya mereka bersama Nabi lebih utama daripada ibadah kita sepanjang masa.Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah : Kepastian Hukum Atas Hujatan Kepada Para Sahabat Bagian 1 dari 2. Allah membenci kebencian terhadap mereka yang merupakan kebalikan dari kebersihan hati dari kedengkian terhadap mereka.dimana sifat dengki ini lawan dari kebersihan hati atas amalan saling mendoakan. Laknat.berarti itu merupakan wujud bukti akan janji Allah atas mereka. tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu'min. Menegnai Jaza [balasan] akan Allah berikan berdasarkan setiap amal anak cucu adam . Dlam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abdullah bin Mas’ud –ra-. 14 Kecintaan adalah lawan dari benci. cacian dan hujatan adalah wujud isi hati atas seseorang seperti halnya juga pujian. doa yang bersifat keburukan dan doa bersifat kebaikan.

Yang diamana mencaci maki para sahabat ini amatlah terlarang. 17 Terjemahan Hadits yang umum tertuliskan sebagai berkut:” Janganlah kalian mencerca para shahabatku.”Janganlah kalian mencaci maki para sahabat Muhammad SAW. ”Janganlah kalian mencaci maki para sahabatku. dan telah dikatahui bahwa mereka akan saling membunuh. begitu pula kebaikan yang dilakukan Allah juga sudah membalasnya. tidak berlaku bagi orang kafir. seandainya salah seorang di antara kalian menginfakkan hartanya setara gunung Uhud emas maka hal itu tidak akan menyamai satu mud jumlah suatu benda yang ditakar dengan kedua telapak tangan yang disatukan dan juga satu nashifah17 (ukuran satuan berat yang sangat kecil sebesar ruas kelingking). Para ulama menjelaskan bahwa perkataan Ibnunda ‘Aisyah ini ditunjukan pada golongan Syiah Rafidhoh. Dalil-Dalil dari as-Sunnah Hadits yang ada pada dua kitab shahih-Shaih Bukhari No: 3470.16 ***---*** 2.”Janganlah kalian mencaci orang yang sudah mati karena mereka telah mendapatkan balasan atas apa yang telah mereka kerjakan (HR. Sebagai mana diterangkan dalam Hadits yang nanti akan ada keterangan lebih lanjut. demi Dzat diriku berada ditangan-Nya. 18 bersabda.” HR. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya.Juz V / 233). sehingga orang-orang terakhir dari mereka melaknat para pendahulunya (yang telah beriman). Sesungguhnya aku pernah mendengar Nabi kalian bersabda :”Umat ini tidak akan binasa . etrjadi fitnah yang besar [saling bunuh membunuh antar sesama mukmin].”mencaci/memaki orang muslim adalah perbuatan fasik dan membunuhnya adalah perbuatan kufur”. I’smail bin ‘Ulayyah meriwayatkan dari ‘Aisyah. . Hadits ini bersifat umum agar tidak ada seorang yang mencaci orang yang sudah meninggal. Muslim. Akan tetapi larangan mencaci maki ini hanya berlaku bagi kalangan kaum mukminin saja. 16 Adapun ungkapan Ibunda ‘Aisyah dan Ibnu Abbas ini bisa jadi-Allahu’alam.InsyaAllah Perihal atsar diatas saya menemukan atsar sejenis di dalam kitab tafsir Ibnu Katsir. Keharaman Hukum Akan Hujatan Kepada Sahabat 9 Jan 2012 Maktab al-Fahmi ‫اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬ memohon ampunan untuk sahabat Muhammad SAW kemudian malah mereka mencacinya” HR.Imam Ahmad.id / bagi yang ingin mengajukan diskusi lebih lanjut perihal pembahasan silahkan kontak ke alamat E Mail tersebut. (Mutafaq’alaih).ia berkata.mereka katakan ketika masa dimana terjadi perselisihan antara Ali-ra.Namrudz .Bukhari. Mencela sewaktu hidup saja dilarang terlebih ketika orang itu meninggal. sebab sesungguhnya Allah telah memerintahkan untuk memohonkan ampun untuk mereka." 8 Intisari Kitab Fenomenal karya Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah-rahimahullah- ‫ / اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬Pedang Terhunus Bagi Pencaci Rasul Disusun dan Edit Ulang Oleh : Muhammad Fachmi Hidayat al-Ghomawangiy. dan kaum-kaum kafir lainya (lihat kitab Tuhfatul Ahwadzi. Dan dari Mujahid dari Ibnu Abbas berkata.No: 1393).co. maka itu lebih dilarang. yang dimana pada saat itu pula muncul firqoh sesat Syiah yang gemar mencaci maki para sahabat.Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah : Kepastian Hukum Atas Hujatan Kepada Para Sahabat Bagian 1 dari 2. karena bila kita mencaci keburukan orang tersebut maka Allah sudah memberikan balasanya.Allahu’alam. seperti halnya fir’aun. kalau seandainya salah seorang di antara kalian berinfaq emas sebesar gunung Uhud maka (pahala) infaq kalian tidak akan mencapai (pahala) infaq sebanyak dua telapak tangan mereka bahkan tidak pula setengahnya.Al-Baghawi. E-Mail / FB: ipmasapala@yahoo. Telah bersabda Rasul Allah SAW.dari Abu Said al Khudri-raberkata: Rasul Allah SAW bersabda.dan Muawiyah-ra-.” HR.’kalian diperintahkan memohon ampun bagi para sahabat Muhammad tetapi kalian justru mencaci maki mereka.

Hal itu karena tingkat keikhlasan dan kejujuran niat yang berbeda (Fathul Bari.menghujat dan mengeluarkan perkataan keji atas sahabat lainya. Disini saya katakan orang yang berani mencela.mengkritisi dan menghujat sahabat adalah orang yang tidak tahu diri lagi sombong.. melainkan mereka percaya dengan sungguh atas kebenaran Nabi SAW. yang dimana pada saat kebanyakan orang kafir pada Nabi SAW. E-Mail / FB: ipmasapala@yahoo. Yashhabu’ yang terjadi pada pertemanan yang sebentar maupun lama.. Ini juga berarti yang masuk Islam lebih belakangan dari pra sahabat dan tidak bertemu Nabi SAW. Disini juga Nabi SAW melarang orang setelah mereka untuk saling mencaci.”Arti Hadits ini adalah. mereka korbankan jiwa. "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan Abdullah ibnu Mas'ud agar memamanjat pohon untuk mengambilkan sesuatu dari pohon itu. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata..memfitnah.raga dan harta mereka untuk Nabi SAW. Hadits ini juga bermakana akan penegasan Nabi SAW atas keutamaan para sahabat bahwa setelahnya tiada lagi yang mampu menandingi para sahabat [generasi awal].”(An-Nisa 36). Shahih lighairihi di dalam kitab Ash-Shahihah (3192) Tidak Tercantum sedikitpun dalam Kutubus-Sittah. ‫ﻣﺎ ﺗﺿﺣﻛون ﻟرﺟل ﻋﺑد ﷲ أﺛﻘل ﻓﻲ اﻟﻣﯾزان ﻣن أﺣد‬ 'Apa yang kalian tertawakan? Sungguh kaki Abdullah ibnu Mas'ud itu lebih berat dalam timbangan dari pada gunung Uhud'" Kitab Shahih Adabul Mufrat. Dari Ali radhiallahu 'anhu... Ini adalah hadits pendukung akan pelarangan Nabi SAW untuk mencaci para sahabat atas sahabat dan orang setelahnya serta menunjukan kelebihan/keutamaan para sahabat. 9 Intisari Kitab Fenomenal karya Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah-rahimahullah- ‫ / اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬Pedang Terhunus Bagi Pencaci Rasul Disusun dan Edit Ulang Oleh : Muhammad Fachmi Hidayat al-Ghomawangiy. Ini adalah hadits yang derajatnya terkuat yang menunjukan pelarangan mencaci maki para sahabat dan keutamaan para sahabat dibanding generasi setelahnya. Dalam hadits itu dijelaskan tentang sahabat yang tertawa melihat kaki sahabat Ibnu Mas’ud. Keharaman Hukum Akan Hujatan Kepada Sahabat 9 Jan 2012 Maktab al-Fahmi ‫اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬ Kata “Al-Ashbaab” “ ْ ‫ ” ْ ﺣ َ ﺎﺑ ِﻲ‬adalah bentuk jama’ dari kata “shahib”. ucapan ini ditunjukan kepada para sahabat agar mereka tidak saling mencela sahabat yang lebih dahulu masuk islam. Allah berfirman “. Mentertawakan akan sahabat saja dilarang terlebih mencaci.. . dan pernyataan Nabi SAW adalah terpercaya lagi jauh dari keslahan. maka Rasul Allah melarangnya. infak kalian berupa emas sebesar gunung Uhud tidak akan mampu menyamai nilai infak satu mud atau separuh mud yang diinfakan sahabat Nabi SAW. Kita semua tahu dari hadits bahwa keihlasan para sahabat sudah diakui oleh Nabi langsung melalui lisanya. entah antar shabat dimasanya atau setelahnya. ِ ‫اﻟﺻ ﱠﺎﺣ ِب‬ .id / bagi yang ingin mengajukan diskusi lebih lanjut perihal pembahasan silahkan kontak ke alamat E Mail tersebut.co... terkadang diartikan dengan 18 Syarah Hadits : Imam Ibnu Hajar Al Asqalani menjelaskan.Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah : Kepastian Hukum Atas Hujatan Kepada Para Sahabat Bagian 1 dari 2.. ia berkata. Selain itu juga ada hadits senada yang cukup kuat derajatnya sebagai dasar dalam penetapan hukum akan keharaman mencaci sahabat Nabi SAW. Selain penegasan akan keutamaan mereka dibanding dengan generasi setelahnya. Inilah wujud simpati nabi atas mereka dengan menyatakan bahwa tiada yang mampu menandingi amal shalih mereka. Sebenarnya masih banyak hadits yang menunjukan keutamaan para sahabat yang diakui langsung dari lisan Nabi SAW sebagai penegasan dan ridho Nabi SAW atas keislaman dan keimanan mereka. Imam al Badhawi menyatakan. lebih dilarang mencela mereka. Kemudian para sahabat melihat betis Abdullah dan mereka tersenyum karena kelebatan (bulu) kedua betisnya. 176/237. sedang arti kata “shahib” ‫أ َﺻ‬ adalah merupakan bentuk subyek dari fiil ‘Shahiba. 10 / 468).

Allah dan Rasul-Nya mencela orang-orang munafik. maka wajib berlaku difinisi ini terhadap orang yang bersahabat dengan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kendatipun hanya sejam di siang hari. 10 Intisari Kitab Fenomenal karya Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah-rahimahullah- ‫ / اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬Pedang Terhunus Bagi Pencaci Rasul Disusun dan Edit Ulang Oleh : Muhammad Fachmi Hidayat al-Ghomawangiy. Kemudian yang tidak termasuk dari definisi shahabat ialah : [a]. (Lihat Lisanul "Arab II:7. Menurut Lughah [Bahasa]. 7-8 cet.Menurut Istilah Ulama Ahli Hadits. Atau beliau melihatnya beriman denganya maka ia adalah termasuk golongan sahabat ia mempunyai kesempatan bersama Rasul Allah SAW dengan ukuran tersebut.) Keluar pula dari definisi shahabat ialah orang-orang munafik meskipun mereka bergaul dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.142.145. Darut turats Th.id / bagi yang ingin mengajukan diskusi lebih lanjut perihal pembahasan silahkan kontak ke alamat E Mail tersebut. [b]. 151 cet. sehari atau sejam. Jadi persahabatan bisa saja sebentar atau lama.” Setiap orang yang bersama dengan Rasul Allah SAW baik dalam waktu setahun. atau orang yang tidak pernah melihat beliau karena buta. Inilah asal kata dari kalimat Shahabat ini". Imam Ahmad bin Hambal dan –ulama-lainya mengatakan.51 oleh Al-Khathib Al-Baghdadi . hal ini tidak demikian. Maka dapat dikatakan seseorang menemani si fulan dalam satu masa. ia Berkata :"Definisi yang paling shahih tentang Shahabat yang telah aku teliti ialah : "Orang yang berjumpa dengan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam keadaan beriman dan wafat dalam keadaan Islam". Masuk dalam difinisi ini ialah orang yang bertemu dengan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam baik lama atau sebentar. Daarul-fikr 1398H. Orang yang bertemu beliau dalam keadaan kafir meskipun dia masuk Islam sesudah itu (yakni sesudah wafat beliau). Demikian juga orang yang pernah melihat beliau sekalipun tidak duduk dalam majelis beliau. Orang yang beriman kepada Nabi Isa dari ahli kitab sebelum diutus Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan setelah diutusnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dia tidak beriman kepada beliau. dan nifaq lawan dari iman. Al-Kilayat fi 'Ilmir Riwayah hal. atau sehari. AsSunnah Qablat-Tadwin hal. Juga surat Ali Imran : 8 – 20). bahkan persahabatan ini berlaku untuk setiap orang yang menemani orang lain sebentar atau lama.138. E-Mail / FB: ipmasapala@yahoo.) Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-'Asqalani melengkapi definisi Ibnu Katsir. Abu Bakar Al-Baqilani (338-403H) berkata : "Berdasarkan defenisi bahasa ini. meskipun waktu bertemu dengan beliau tidak lama dan tidak meriwayatkan satu hadits pun dari beliau". Kata Ibnu Katsir :" Ini pendapat Jumhur Ulama Salaf dan Khalaf (=Ulama terdahulu dan belakangan)". setahun. [c]. sebulan.”19 19 Berikut saya jelaskan beberapa penjelsan tentang definisi sahabat lebih rinci : [1].143. Keharaman Hukum Akan Hujatan Kepada Sahabat 9 Jan 2012 Maktab al-Fahmi ‫اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬ teman seperjalanan. dan Allah memasukkan orang munafik tergolong orang-orang yang sesat kafir dan ahli neraka (Lihat : AlQur'an surat An-Nisaa : 137. Kata Ibnu Katsir : "Shahabat adalah orang Islam yang bertemu dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. . dan telah diketahui bahwa kebersamaan seorang teman atau seorang istri bisa jadi dalam kurun waktu tertentu atau lebih panjang lagi. Masuk dalam definisi ini orang yang beriman lalu murtad kemudian kembali lagi kedalam Islam dan wafat dalam keadaan Islam seperti Asy'ats bin Qais.co. dan bukan diambil dari ukuran tertentu yakni harus lama bersahabat. etrkadang diartikan dengan istri.) [2]. sebulan.Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah : Kepastian Hukum Atas Hujatan Kepada Para Sahabat Bagian 1 dari 2. Shahabi diambil dari kata-kata Shahabat = Persahabatan. Wal'iyaadzu billah. (Al-Ishabah fil Tanyizis-Shahabah I hal. 1399H/1979M. (AlBaa'itsul Hatsits Syarah Ikhtisar 'Uluumil-Hadits Lil-Hafizh Ibnu Katsir oleh Syaikh Ahmad Muhammad Syakir hal. Orang yang beriman kepada beliau kemudian murtad dan wafat dalam keadaan murtad. baik ikut berperang bersama beliau atau tidak. 387.141. baik meriwayatkan hadits dari beliau atau tidak.

Fathul Bari 7/3. Keharaman Hukum Akan Hujatan Kepada Sahabat 9 Jan 2012 Maktab al-Fahmi ‫اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬ Dari Abu Abdullah bin Mughaffal berkata : Rasul SAW bersabda. Al'iraqi. Abu Musa Al-Asy'ari menyaksikan bahwa ia (Hamamah) mendengar hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. [d]. Daarul Maktabah ilmiyah 1399H/1979M .Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah : Kepastian Hukum Atas Hujatan Kepada Para Sahabat Bagian 1 dari 2. Jadi tidak bisa dikatakan bahwa diantara shahabat ada yang munafik !!! Ayat-ayat Al-Qur'an dengan jelas membedakan mereka : Allah menyuruh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam memerangi orang-orang kafir dan munafiq [AtTaubah:73. E-Mail / FB: ipmasapala@yahoo. Al-Fath:29]. Kabar Mutawatir seperti Khulafaur Rasyidin dan 10 orang ahli surga. sedangkan orang-orang beriman mendapatkan ampunan dari Allah [Muhammad:19]. Kabar yang masyhur yang hampir mencapai derajat mutawatir seperti Dhamam bin Tsa'labah dan 'Ukkaasyah bin Mihsan. Al-Baghdadi.At-Tirmidzi)21 20 Sistim mu'amalah yang diterapkan oleh Rasulullah dan para shahabat dalam bergaul dengan orang-orang munafiqin jelas menunjukan bahwa shahabat bukanlah munafiqin dan munafiqin bukanlah shahabat. para shahabat dan orang-orang yang beriman dilarang menyalatkan mayat munafiqin [At-Taubah:84] sedangkan mayat orang yang beriman wajib di shalatkan sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih. [3].Al-Ihkam fi Ushulil-Ahkam Lil-Amidi:83. 146 .’Allah berada dalam sahabatku.) [D]. Dan ayat-ayat lain serta hadits yang membedakan mereka. Al-Munafiquun:6]. akan tetapi Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah tidak puas dengan ini saja. BAGAIMANA BISA DIKETAHUI SESEORANG ITU DIKATAKAN SHAHABAT ? Kita dapat mengetahui seseorang itu dikatakan shahabat dengan : [a]. dan berang siapa menyakiti Allah sangat dikhawatirkan Dia akan mengambilnya. maka ia telah mencintaiku. melainkan beliau mengutip beberapa hadits lagi yang bisa dijadikan pendukung dalam perkara ini. Allah menyuruh beliau menyayangi mereka [Asy-Syu'araa' :215. 21 Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa hadits ini gharib.) 20 Sebenarnya dengan berlandasakan hadits ini saja sudah cukup untuk dijadikan dalil dalam penetapan hukum keharaman mencaci sahabat mengingat derajat hadits yang baik dan diterima. Dikabarkan oleh seorang shahabat lain atau oleh Tabi'i Tsiqat (terpercaya) bahwa si fulan itu seorang shahabat.co. 292 Alfiyah Suyuti hal. dan siapa saja yang telah menyakitinya maka ia telah menyakitiku. Nabi. Definisi yang diberikan oleh Ibnu Hajar merupakan definisi Jumhur Ulama di antara mereka ialah Imam Bukhari. 11.’(HR. Pendapat Ulama Tentang Definisi Shahabat. Ibnu Hajar berkata : Inilah pendapat yang paling kuat. dan siapa saja yang telah menyakitiku maka ia telah menyakiti Allah. (Lihat Fathul Mughits 3/93-95.id / bagi yang ingin mengajukan diskusi lebih lanjut perihal pembahasan silahkan kontak ke alamat E Mail tersebut. Suyuti dll. 11 Intisari Kitab Fenomenal karya Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah-rahimahullah- ‫ / اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬Pedang Terhunus Bagi Pencaci Rasul Disusun dan Edit Ulang Oleh : Muhammad Fachmi Hidayat al-Ghomawangiy. 57. 'Ulumul-Hadits oleh Ibnu Shaleh hal. (Lihat Tadribur-Rawi 2:213 oleh Imam Suyuthi cet. At-Taqyid wal-idah Al-'Iraqi hal. At-Tahriim:9]. . Tanbih Dzawi Najabah ila 'Adalatis Shahabah hal. Imam Ahmad. [c]. Orang-orang munafiq tidak mendapat ampunan dari Allah [At-Taubah:80. Fathul-Mughits 3:140 Ushulul-Hadits 405-406. janganlah kalian memperlakukan mereka pada satu kepentingan sesudah meninggalku. Di antara ahli Ushul Fiqih yang berpendapat demikian Ibnul Hajib. [b].Seseorang memberitakan tentang dirinya bahwa ia adalah seorang shahabat Rasulullah dan dimungkinkan bertemu dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan menurut pemeriksaan ahli hadits bahwa ia memang seorang yang adil dan wafatnya tidak melebihi tahun 110H. Imam Madini. Al-Amidi dan lain-lain. siapa saja yang mencintainya. seperti Hamamah bin Abi Hamamah Ad-Dausiy wafat di Ashfahan. sedangkan kepada orang-orang yang beriman . Al-Khatib.

dan jika hajatan terhadap mereka berada dalam posisi yang seperti ini. . “Sesungguhnya dalam shalt itu tidak pantas ada percakapan manusia”HR.23 Ini merupakan hal yang disepakati bersama antara ahli-fiqih dan ulama dari golongan sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik serta seluruh elemen Ahlussunah wal Jama’ah. jika ijma’ ditiadakan ini sama artinya mendukung ketidak pastian hukum dan perpecahan antar umat. yang bila mana dikerjakan akan mendapat dosa bila ditinggalkan dapatkan kebaikan. Adanya hukum shalat menggunakan bahasa arab itu berasal dari Ijma’ yang berdasarkan As sunnah (yaitu berdasarkan sabda Nabi SAW. serta hukuman bagi orang yang berbuat buruk dalam perkataan tentang mereka.ahli Fiqh dan Ulama.co.menghormati.maka tangkaplah dia-juga-!”22 Termasuk ancaman yang ada dalam hadits. Hujatan terhadap Abu Bakar –ra. Jadi berdasarkan pemaparan panjang diatas maka kesimpulan dari hukum mecaci para sahabat adalah HARAM. maka akan diterangkan di pembahasan selanjutnya. Ijma’ sangat dibutuhkan demi adanya kepastian suatu hukum serta menghindari perselisihan yang sangat krusial. berbeda dengan Ahlussunah yang menerima Ijma’. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perihal hukum wajibnya menggunakan bahasa arab dalam sholat bisa dilihat di makalah saya yang lain-pembahsan saya batasi agar tidak melebar-). Ijma’ akan mampu dijadikan landasan hukum bila didukung akan adanya keterangan Al-Qur’an dan As sunnah atau dengan kata lain Ijma’ bisa dijadikan dalil bila Ijma’ itu berasal atau berasaskan Qur’an dan Sunnah. maka tangkaplah dia.”Allah melaknat orang yang mencaci maki para sahabatku”(HR. meridahi mereka. meridhoi dan mencintai mereka. maka hukuman yang paling minimal dari perbuatan ini adalah Ta’zir. “Ketika ia menyebutkan (mencaci) Qadar.termasuk dosa besar. sedang mendoakan dan memuliakan merupakan sebuah kesunahan yang ditekankan mengingat isi dalil-dalil diatas. Keharaman Hukum Akan Hujatan Kepada Sahabat 9 Jan 2012 Maktab al-Fahmi ‫اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬ Dari Atha’ bin Abi Rabah dari Nabi SAW bersabda.Abu Ahmad al-Zubairi-dengan sanad dapat diterima-) Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud tentang sabda Nabi SAW. dahulu dikatakan. berkeyakinan mencintai mereka dan mendukung mereka. Jadi Ijma’ adalah perkara yang sangat penting bagi umat islam.dan bila ia menyebutkan (mencaci) para sahabatku. yang membahas tentang hukum mencaci maki para sahabat. Akan tetapi sekte Syiah menolak akan Ijma’ . Akan tetapi perlu dicatat bahwa Ahlussunah menerima Ijma’ yang berlandaskan Qur’an dan Sunnah atau tidak bertentangan atasnya. 24 Syaikh al Isalam Ibnu Taimiyah menberikan informasi bahwa sanya ulama sudah mealkukan Ijma’ akan keharaman mencaci maki para sahabat serta menyuruh umat islam untuk memuliakan. Sekian pembahasan kitab yang amat bagus krya Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah yang berjudul AshShaarimul Maslul Alaa Syaatimur Rasuul. Sedang hukuman apa yang pantas bagi pelanggarnya-yaitu mencaci maki sahabat-.Muslim No: 537.dan Umar-ra. Dan Ijma’ merupakan suatu dasar hukum yang sah dalam hukum islam setelah Al-Qur’an dan As sunnah. 23 Mencaci maki sahabat yang mulia dikategorikan dosa besar yang ada beban ta’zir didalamnya berdasarkan hadits yang dikemukakan diatas. Maka dari itu barang siapa melakukan perbuatan ini pantas dihukum sebagaimana mencaci paras sahabat. Maka berlandaskan As sunnah shohihah dan Keterangan dari Al-Qur’an secara eksplisit maka dilakukanlah Ijma’ tentang penggunaan bahasa arab dalam shalat. mereka semua telah ber Ijma’ pada kewajiban memuji mereka. dan mendoakan para sahabat adalah kebaikan yang diperintahkan Allah SWT.Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah : Kepastian Hukum Atas Hujatan Kepada Para Sahabat Bagian 1 dari 2.24 22 Seperti kita ketahui bahwa briman pada Qadar adalah wajib dan barang siapa yang mencaci qadar atau menggugat atas Qadar Allah maka ia termasuk perbuatan tercela yang mampu merusak iman dan dekat dengan kekufuran. Ibrahim al-Nakha’i berkata. InsyaAllah.id / bagi yang ingin mengajukan diskusi lebih lanjut perihal pembahasan silahkan kontak ke alamat E Mail tersebut. sebab ia diatur dalam Syara’ untuk setiap kemaksiatan yang tidak ada hukum hadd dan hukuman kaffarah. 12 Intisari Kitab Fenomenal karya Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah-rahimahullah- ‫ / اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬Pedang Terhunus Bagi Pencaci Rasul Disusun dan Edit Ulang Oleh : Muhammad Fachmi Hidayat al-Ghomawangiy. Yang dimana sudah kita ketahui dengan pasti atas keharamanya. E-Mail / FB: ipmasapala@yahoo. mereka beranggapan bahwa Ijma’ tidak bisa dijadikan landasan dalam berhujah. Maka dengan adanya Ijma’ tersebut ada kepastian hukum mengenai bahasa yang berlaku dalam shalat.

pengutipan dan penyebaran Islam Ibnu Taimiyah : Kepastian Hukum Atas Hujatan Kepada Para Sahabat” Jazakallah al Islam Ibnu Jaza 13 Intisari Kitab Fenomenal karya Syaikhkhoiron Taimiyah-rahimahullah‫ / اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬Pedang Terhunus Bagi Pencaci Rasul MAKTAB AL FAHMI Disusun dan Edit Ulang Oleh : Muhammad Fachmi Hidayat al-Ghomawangiy. juga kami berharap apa yang kami sajikan mampu diterima dengan senang hati oleh umat islam pada umumnya. saran dan masukan yang membantu kajian kami lebih ilmiah dan menjadi lebih baik. 09 Januari 2012 Pukul 23:28 WIB. Insya Allah Pekalongan. Kami tidak meutup telinga dan hati kami terhadap kritik. Tujuan kami adalah memahamkan umat kepada pemahaman islam semurni-murninya yang dimana dibawakan oleh Nabi Muhammad SAW. Selamat membaca kajian kami sekritis mungkin dan senantiasa kami harap masukan lebih lanjut demi kebaikan kita bersama. Hari Senin Muhammad Fachmi Hidayat al Ghomawangiy Mengenai Maktab Al-Fahmi Sebuah studi islam ilmiah yang mengkaji berbagai macam studi agama islam yang diamana kami senantiasa mengambil pendapat terkuat bila dalam ranah khilafiah ataupun ikhtilaf anatar pendapat ulama. dan diikuti generasi selanjutnya. . dimana pada hari ini khasanah keilmuan islam mulai memudar di kalangan umat. Silahkan sebarluaskan seluas-luasnya dan sertakan sumber insyaAllah akan dilanjutkan ke pembahasan selanjutnya yaitu pada jilid bagian ke 2/2 dari judul “Syaikh al bila ada penggandaan . Wakaf umat. Semoga dengan hadirnya Maktab Al-Fahmi ini mampu mewarnai dunia khasanah keilmuan islam yang ilmiah dan benar.co. Perkataan Sahabat. Hormat kami Maktab Al-Fahmi Al Faqir Muhammad Fachmi Hidayat al-Ghomawangiy Tidak untuk dikomersilkan. Al Hadits shohihah. yang di ikuti sahabatnya. E-Mail / FB: ipmasapala@yahoo. Pendapat para Ulama terpercaya dari kalangan Ahlussunah wal Jamaah yang senantiasa menjaga kejujuran ilmu-ilmu mereka baik dari kalangan salaf mapun khalaf. Kami senantiasa berharap kepada Allah SWT agar amal usaha kita semua dalam rangka menebar ilmu-ilmu Islam yang agung dihitung sebagai amal shaleh. serta senantiasa mengkaji kembali syubhat-syubhat yang ada di tengah-tengah umat yang diamana syubhat tersebut dibahas dengan berpedoman pada kaidah-kaidah ilmu islam yang berlaku dimana pedoman utama kami adalah Al-Qur’an. yaitu pada bagian ke 2 akan dibahas mengenai hukuman yang pantas bagi orang yang mencaci atau menghujat para sahabat.id / bagi yang ingin mengajukan diskusi lebih lanjut perihal PEKALONGAN pembahasan silahkan kontak ke alamat E Mail tersebut.Syaikh al Islam Ibnu Taimiyah : Kepastian Hukum Atas Hujatan Kepada Para Sahabat Bagian 1 dari 2. Keharaman Hukum Akan Hujatan Kepada Sahabat 9 Jan 2012 Maktab al-Fahmi ‫اﻟﺻﺎرم اﻟﻣﺳﻠول ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺗم اﻟرﺳول‬ ***---*** SEKIAN Untuk pembahasan selanjutnya.