Hukum Bayi Tabung menurut Agama

I. PENDAHULUAN
Tulisan tentang bayi tabung ini dimaksudkan untuk sekedar memberikan informasi kepada masyarakat terutama ummat islam tidak hanya ikut-ikutan (taqlid) tanpa mengetahui dasar hokum persoalannya. Sebab ikut-ikutan itu dilarang oleh agama islam, sebagai mana firman Alloh S.W.T dalam al-Qur¶an surat Al-Isra ayat 36 :

"dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya".

Sebagai akibat kemajuan tekhnologi kedokteran dan Ilmu Pengetahuan Modern. Maka tekhnologi bayi tabung juga maju dengan pesat, sehingga kalau tekhnologi bayi tabung ini ditangani oleh orang-orang yang imannya tipis atau orang yang tidak sedang mendalami ilmu agama, dikhawatirkan akan dapat merusak peradaban ummat manusia, bias merusak nilai-nilai agama, moral, dan budaya bangsa dan akibat-akibat yang bersifat negative lainnya. Ada beberapa tekhnik inseminasi buatan yang telah dikembangkan di dunia kedokteran, yaitu : 1. Fertilitation in Vitro (FIV), dengan cara mengambil sperma suami dan ovum istri kemudian diproses di vitro(tabung) dan setelah terjadi pembuahan lalu ditransfer di rahim istri 2. Gamet intra Felepian Tuba (GIFT), dengan cara mengambil sperma suami dan ovum istri, dan setelah dicampur terjadi pembuahan, maka segera ditanam disaluran telur (tuba falupi)

Misalnya majelis tarjih muhammadiyah dalam muktamarnya tahun 1980 mengharamkan bayi tabung dengan donor sperma. kemudian buahnya (vertilized ovum) ditanam didalam rahim istri. maupun dengan cara pembuahan dilakukan diluar rahim. baik ditingkat nasional maupun ditingkat international.maka harus dikaji dengan memakai hukum ijthad yang lajim dipakai oleh oleh para ahli ijtihad. Masalah bayi tabung/inseminasi buatan telah banyak dibicarakan dikalangan islam dan diluar kalangan islam. Padahal keadaan darurat/terpaksa itu membolehklan melakukan hal-hal yang terlarang´. baik dengan cara mengambil sperma suami. dan mereka mengharamkan bayi tabung dengan sperma dan/atau ovum donor. suami istri tidak berhasil memperoleh anak. Lembaga fiqh islam OKI (Organisasi Konferensi Islam) mengadakan siding di Amman pada tahun 1986 untuk membahas beberapa teknik inseminasi buatan . kalau inseminasi buatan itu dilakukan dengan bantuan donor sperma dan atau ovum. sama saja dengan zina (prostitusi) meskipun dengan secara tidak . Baiklah. Sebaliknya. asal keadaan suami istri yang bersangkutan benar-benar memerlukan cara inseminasi buatan untuk memperoleh anak. II. agar hukum ijtihadinya sesuai dengan prinsip-prinsip Al-qur¶an dan sunnah yang menjadi pegangan ummat islam. kemudian disuntikan kedalam vagina atau uterus istri. HUKUM BAYI TABUNG/INSEMINASI BUATAN MENURUT ISLAM Kalau kita hendak mengkaji masalah bayi tabung dari segi hukum islam. Hal ini sesuai dengan kaidah fiqih ³Hajat (kebutuhan yang sangat penting) diperlakukan seperti dalam keadaan terpaksa.maka islam membenarkannya. karena dengan cara pembuahan alami. sebab sperma hanya bias membuahi ovum di tuba palupi setelah terjadi ejakulasi (pancaran mani) melalui hubungan seksual. maka hukumnya haram.Teknik kedua ini lebih alamiah dari pada teknik yang pertama. langsung kepembahasan bayi tabung/inseminasi buatan apabila dilakukan dengan sel sperma dan ovum suami istri sendiri dan tidak ditransfer embrionya kedalam rahim wanita lain termasuk istrinya sendiri yang lain(bagi suami yang berpoligami).

Inseminasi buatan dengan sel sperma dan ovum dari suami istri sendiri dan tidak ditransfer embrionya kedalam rahim wanita lain (ibu titipan) diperbolehkan islam. (Hadits Riwayat Abu Daud. KESIMPULAN Dari uraian-uraian diatas. maka sudah seharusnya manusia bias menghormati martabatnya sendiri dan juga menghormati martabat sesame manusia. atau . dapatlah ditarik suatu kesimpulan. diantaranya 1.langsung. Dan sebagai akibat hukumnya anak hasil inseminasi tersebut tidak sah dan nasabnya hanya berhubungan dengan ibu yang melahirkannya. AlTirmidzi. Kedua ayat tersebut menunjukan bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk yang mempunyai kelebihan/keistimewaan sehingga melebihi makhluk-makhluk Tuhan lainnya. Al-Qur¶an Surat Al-Isra ayat 70 . Surat At-tin ayat 4 (95:4) Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya . Hadits Nabi : ³Tidak halal bagi seseorang yang beriman kepada Alloh dan hari akhir menyiramkan airnya (sperma) pada tanaman orang lain (vagina istri orang lain). Dan tuhan sendiri berkenan memuliakan manusia. Dalil-dalil Syar¶I yang dapat dijadikan sebagai landasan hukumnya adalah 1. dan hadits ini dipandang shahih oleh Ibnu Hibban)´ III.2 (17:70) 3. Dan inseminasi buatan dengan donor itu pada hakikatnya merendahkan harkat martabat manusia (human dignity) sejajar dengan hewan yang diinseminasi 4. dengan alas an jika keadaan kondisi suami istri yang bersangkutan benar-benar memerlukannya (ada hajat.

Inseminasi buatan dengan sperma atau ovum donor diharamkan (dilarang keras) islam. 2010 | Leave a comment Pada kasus pasangan yang sulit mendapatkan anak mungkin kita sering mendengar sebuah solusi yang ditawarkan yaitu ³bayi tabung´. sel telur yang telah dibuahi ini kemudian diletakkan pada rahim isteri dengan cara tertentu sehingga kehamilan akan terjadi secara alamiah di dalamnya. dengan bantuan tim medis untuk mengupayakan sampainya sel sperma suami ke sel telur isteri. karena selain bertentangan dengan dengan norma agama dan moral. Setelah itu. HUKUM BAYI TABUNG MENURUT ISLAM . In vitro adalah bahasa latin yang berarti dalam gelas/tabung gelas dan vertilization berasal dari bahasa Inggris yang artinya pembuahan. juga bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 serta merendahkan harkat manusia yang sejajar dengan hewan yang diinseminasi tanpa perlu adanya perkawinan Bayi Tabung dalam Pandangan Islam Posted on December 17.bukan kelinci percobaan/main-main) dan status anaknya hasil inseminasi macam ini sah menurut islam 2. Proses pembuahan dengan metode bayi tabung dilakukan antara sel sperma suami dengan sel telur isteri. Sel sperma tersebut kemudian akan membuahi sel telur bukan pada tempatnya yang alami. Maka dari itu disebut bayi tabung. Pemerintah hendaknya melarang berdirinya Bank Nuthfah/sperma dan Bank Ovum untuk pembuatan bayi tabung. bahkan hukumnya sama dengan zina dan anak yang lahir dari hasil inseminasi macam ini statusnya sama dengan anak yang lahir diluar perkawinan yang sah 3. Apa sih bayi tabung itu? Bagaimana hukumnya dalam Islam? PENGERTIAN BAYI TABUNG In vitro vertilization (IVF) atau yang lebih dikenal dengan sebutan bayi tabung adalah proses pembuahan sel telur dan sperma di luar tubuh wanita.

dalil-dalil syar¶i yang dapat menjadi landasan hukum untuk mengharamkan inseminasi buatan dengan donor. ulama yang akan melaksanakan pengkajian ijtihad tentang bayi tabung ini memerlukan informasi yang cukup tentang teknik dan proses terjadinya bayi tabung dari cendekiawan Muslim yang ahli dalam bidang studi yang bersangkutan dengan masalah ini. maka hukumnya sama dengan zina (prostitusi). Oleh karena itu pemerintah harus melarang adanya bank sperma atau donor spema karena itu melanggar hukum islam. Kami angkat mereka di daratan dan di lautan. kemudian buahnya (vertilized ovum) ditanam di dalam rahim istri. Sebagai akibat hukumnya.Untuk mengkaji masalah bayi tabung ini digunakan metode ijtihad yang lazim dipakai oleh para ahli ijtihad agar ijtihadnya sesuai dengan prinsip-prinsip dan jiwa Al-Qur¶an dan Sunah yang menjadi pegangan umat Islam. Selain itu. Islam membenarkan bayi tabung / inseminasi buatan apabila dilakukan antara sel sperma dan ovum suami istri yang sah dan tidak ditransfer embrionya ke dalam rahim wanita lain termasuk istrinya sendiri yang lain (bagi suami yang berpoligami). karena dengan cara pembuahan alami suami istri tidak berhasil memperoleh anak. ialah sebagai berikut : y Al-Qur an Surat Al-Isra ayat 70 : ³Dan sesungguhnya telah Kami meliakan anak-anak Adam. asal keadaan kondisi suami istri yang bersangkutan benar-benar memerlukan cara inseminasi buatan untuk memperoleh anak. Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan´. baik dengan cara mengambil sperma suami kemudian disuntikkan ke dalam vagina atau uterus istri. y Surat Al-Tin ayat 4 : ³Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik ± baiknya´. . anak hasil inseminasi tersebut tidak sah dan nasabnya hanya berhubungan dengan ibu yang melahirkannya. Hal ini sesuai dengan hukum Fiqih Islam : ³Hajat (kebutuhan yang sangat penting itu) diperlukan seperti dalam keadaan terpaksa (emergency). Menurut sumber yang saya dapatkan. Padahal keadaan darurat/terpaksa itu membolehkan melakukan hal-hal terlarang´. Adapun pandangan islam tentang hukum bayi tabung diantaranya : 1. maupun dengan cara pembuahan dilakukan diluar rahim. 2. islam mengharamkan kalau inseminasi buatan itu dilakukan dengan bantuan donor sperma dan atau ovum. Sebaliknya. misalnya ahli kedokteran dan ahli biologi.

Injeksi ± dokter akan mengumpulkan sel telur sebanyak-banyaknya untuk memilih yang terbaik diantaranya . Menerobos Kesuburan ± Sel sperma berada di sekitar sel telur-siap untuk membuahi y 2. Jika inseminasi buatan dengan sel sperma dan ovum dari suami istri yang sah tetapi embrionya ditransfer ke rahim wanita lain (ibu titipan). jadi bukan untuk kelinci percobaanatau main-main). diperbolehkan islam dengan catatan keadaan / kondisi suami istri yang bersangkutan benar-benar memerlukannya (ada hajat. Perkembangan Sel telur y 3. y PROSES PEMBUATAN BAYI TABUNG (ivf) dalam gambar y 1. Status anak hasil inseminasi seperti ini sah menurut Islam.3.

Pelepasan Sel telur ± Setelah hormon bekerja sepenuhnya maka sel-sel telur siap untuk dikumpulkan. '09 9:22 PM untuk semuanya . Dokter bedah akan menggunakan laparoskop untuk memindahkannya y 5. Spema beku ± Sperma yang dibekukan disimpan dalam nitrogen cair yang dicairkan secara sangat hati-hati oleh para teknisi Hukum Bayi Tabung Jan 6.y 4.

dan setelah terjadi pembuahan. yang diciptakan oleh kemajuan di bidang teknologi pendukung kehidupan dan teknologi reproduksi. agar dapat . karena tidak terdapat hukumnya seara spesifik di dalam AlQur·an dan As-Sunnah bahkan dalam kajian fiqih klasik sekalipun. Dr. Seorang pakar kesehatan New Age dan pemimpin redaksi jurnal Integratif Medicine. Andrew Weil sangat meresahkan dan mengkhawatirkan penggunaan inovasi teknologi kedokteran tidak pada tempatnya yang biasanya terlambat untuk memahami konsekuensi etis dan sosial yang ditimbulkannya. Kedua. Fertilazation in Vitro (FIV) dengan cara mengambil sperma suami dan ovum istri kemudian diproses di vitro (tabung). lalu ditransfer di rahim istri. Demikian halnya di ntara pancamaslahat yang diayomi oleh maqashid asysyari·ah (tujuan filosofis syariah Islam) adalah hifdz an-nasl (memelihara fungsi dan kesucian reproduksi) bagi kelangsungan dan kesinambungan generasi umat manusia. Masalah inseminasi buatan ini menurut pandangan Islam termasuk masalah kontemporer ijtihadiah. Oleh karena itu. Gamet Intra Felopian Tuba (GIFT) dengan cara mengambil sperma suami dan ovum istri. DR. antara lain adalah: Pertama. maka segera ditanam di saluran telur (tuba palupi) Teknik kedua ini terlihat lebih alamiah. etika dan hukum yang berlaku di masyarakat. dan setelah dicampur terjadi pembuahan. Oleh karena itu kaedah dan ketentuan syariah merupakan pemandu etika dalam penggunaan teknologi ini sebab penggunaan dan penerapan teknologi belum tentu sesuai menurut agama. Teknologi bayi tabung dan inseminasi buatan merupakan hasil terapan sains modern yang pada prinsipnya bersifat netral sebagai bentuk kemajuan ilmu kedokteran dan biologi. Allah telah menjanjikan setiap kesulitan ada solusi (QS. Karena itu. beriman dan beretika sehingga sangat potensial berdampak negatif dan fatal. Direktur Center for Bioethics dan Guru Besar Bioethics di University of Pennsylvania menganjurkan pentingnya komitmen etika biologi dalam praktek teknologi kedokteran apa yang disebut sebagai bioetika. kalau masalah ini hendak dikaji menurut Hukum Islam. Ada beberapa teknik inseminasi buatan yang telah dikembangkan dalam dunia kedokteran. Inseminasi buatan ialah pembuahan pada hewan atau manusia tanpa melalui senggama (sexual intercourse). Arthur Leonard Caplan.High Touch (1999) bioetika bermula sebagai bidang spesialisasi paada 1960 ²an sebagai tanggapan atas tantangan yang belum pernah ada. sebab sperma hanya bisa membuahi ovum di tuba palupi setelah terjadi ejakulasi melalui hubungan seksual.Al-Insyirah:5-6) termasuk kesulitan reproduksi manusia dengan adanya kemajuan teknologi kedokteran dan ilmu biologi modern yang Allah karuniakan kepada umat manusia agar mereka bersyukur dengan menggunakannya sesuai kaedah ajaran-Nya. Menurut John Naisbitt dalam High Tech . namun juga sangat rentan terhadap penyalahgunaan dan kesalahan etika bila dilakukan oleh orang yang tidak beragama. Sehingga meskipun memiliki daya guna tinggi. maka harus dikaji dengan memakai metode ijtihad yang lazimnya dipakai oleh para ahli ijtihad (mujtahidin).Ajaran syariat Islam mengajarkan kita untuk tidak boleh berputus asa dan menganjurkan untuk senantiasa berikhtiar (usaha) dalam menggapai karunia Allah SWT.

Masalah inseminasi buatan ini sejak tahun 1980-an telah banyak dibicarakan di kalangan Islam. Lembaga Fiqih Islam Organisasi Konferensi Islam (OKI) dalam sidangnya di Amman tahun 1986 mengharamkan bayi tabung dengan sperma donor atau ovum. Kedua ayat tersebuti menunjukkan bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk yang mempunyai kelebihan/keistimewaan sehingga melebihi makhluk-makhluk Tuhan lainnya.ditemukan hukumnya yang sesuai dengan prinsip dan jiwa Al-Qur·an dan As-Sunnah yang merupakan sumber pokok hukum Islam. Sebagai akibat hukumnya. dan membolehkan pembuahan buatan dengan sel sperma suami dan ovum dari isteri sendiri. baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia menghimbau masyarakat Indonesia dapat memahami dan menerima bayi tabung dengan syarat sel sperma dan ovumnya berasal dari suami-isteri sendiri. bayi tabung. maupun dengan cara pembuahannya di luar rahim. Mantan Ketua IDI. ibu titipan dan seleksi jenis kelamin anak. hukum. peternakan. Misalnya ahli kedokteran. dr. firman Allah SWT dalam surat al-Isra:70 dan At-Tin:4. Misalnya Majlis Tarjih Muhammadiyah dalam Muktamarnya tahun 1980. maka sudah seharusnya manusia bisa menghormati martabatnya sendiri serta menghormati martabat sesama manusia. anak hasil inseminasi itu tidak sah dan nasabnya hanya berhubungan dengan ibu yang melahirkannya. baik dengan cara mengambil sperma suami kemudian disuntikkan ke dalam vagina. karena dipandang tak bermoral dan bertentangan dengan harkat manusia. Menurut hemat penulis. kajian masalah inseminasi buatan ini seyogyanya menggunakan pendekatan multi disipliner oleh para ulama dan cendikiawan muslim dari berbagai disiplin ilmu yang relevan. . maka hal ini dibolehkan. mengenai hukum inseminasi buatan dan bayi tabung pada manusia harus diklasifikasikan persoalannya secara jelas. biologi. agar dapat diperoleh kesimpulan hukum yang benar-benar proporsional dan mendasar. Dengan demikian. mengharamkan bayi tabung dengan sperma donor sebagaimana diangkat oleh Panji Masyarakat edisi nomor 514 tanggal 1 September 1986. kemudian buahnya (vertilized ovum) ditanam di dalam rahim istri. Kartono Muhammad juga pernah melemparkan masalah inseminasi buatan dan bayi tabung. Sebaliknya. asal keadaan suami isteri tersebut benar-benar memerlukan inseminasi buatan untuk membantu pasangan suami isteri tersebut memperoleh keturunan. agama dan etika. Namun. Bila dilakukan dengan sperma atau ovum suami isteri sendiri. Vatikan secara resmi tahun 1987 telah mengecam keras pembuahan buatan. Dalam hal ini inseminasi buatan dengan donor itu pada hakikatnya dapat merendahkan harkat manusia sejajar dengan tumbuh-tumbuhan dan hewan yang diinseminasi. Hal ini sesuai dengan kaidah ¶al hajatu tanzilu manzilah al dharurat· (hajat atau kebutuhan yang sangat mendesak diperlakukan seperti keadaan darurat). tuba palupi atau uterus isteri. dalil-dalil syar·i yang dapat dijadikan landasan menetapkan hukum haram inseminasi buatan dengan donor ialah: Pertama. kalau inseminasi buatan itu dilakukan dengan bantuan donor sperma dan ovum. Dan Tuhan sendiri berkenan memuliakan manusia. maka diharamkan dan hukumnya sama dengan zina.

Inseminasi pada hakikatnya sama dengan prostitusi. karena terjadi percampuran sperma pria dengan ovum wanita tanpa perkawinan yang sah. Maslahah yang dibawa inseminasi buatan ialah membantu suami-isteri yang mandul. Kehadiran anak hasil inseminasi bisa menjadi sumber konflik dalam rumah tanggal. Sebagaimana kita ketahui bahwa inseminasi buatan pada manusia dengan donor sperma dan/atau ovum lebih banyak mendatangkan mudharat daripada maslahah. 5. karena kata maa· dalam bahasa Arab bisa berarti air hujan atau air secara umum. percampuran nasab. Juga bisa berarti benda cair atau sperma seperti dalam An-Nur:45 dan Al-Thariq:6. padahal Islam sangat menjada kesucian/kehormatan kelamin dan kemurnian nasab. hadits Nabi Saw yang mengatakan. Hadits ini juga dapat dijadikan dalil untuk mengharamkan inseminasi buatan pada manusia dengan donor sperma dan/atau ovum. Namun mudharat dan mafsadahnya jauh lebih besar. Luqman:14 dan Al-Ahqaf:14). 2. Karena itu. untuk mendapatkan keturunan atau yang mengalami gangguan pembuahan normal. Pada saat para imam mazhab masih hidup. karena nasab itu ada kaitannya dengan kemahraman dan kewarisan. ´tidak halal bagi seseorang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir menyiramkan airnya (sperma) pada tanaman orang lain (istri orang lain). Adapun mengenai status anak hasil inseminasi buatan dengan donor sperma dan/atau ovum menurut hukum Islam adalah tidak sah dan statusnya sama dengan anak hasil prostitusi atau hubungan perzinaan. 3. Sedangkan Zufar tidak membolehkan. Dalil lain untuk syarat kehalalan inseminasi buatan bagi manusia harus berasal dari ssperma dan ovum pasangan yang sah menurut syariah adalah kaidah hukum fiqih yang mengatakan ´dar·ul mafsadah muqaddam ¶ala jalbil mashlahahµ (menghindari mafsadah atau mudharat) harus didahulukan daripada mencari atau menarik maslahah/kebaikan. seperti dalam Thaha:53.Kedua. Tetapi mereka berbeda pendapat apakah sah atau tidak mengawini wanita hamil. Tirmidzi dan dipandang Shahih oleh Ibnu Hibban). tidak terjalin hubungan keibuan secara alami. asalkan tidak melakukan senggama sebelum kandungannya lahir. masalah inseminasi buatan belum timbul. baik keduanya maupun salah satunya. Dan kalau kita bandingkan dengan bunyi pasal 42 . terutama bagi bayi tabung lewat ibu titipan yang menyerahkan bayinya kepada pasangan suami-isteri yang punya benihnya sesuai dengan kontrak. (QS. 4. 6. antara lain berupa: 1. Menurut Abu Hanifah boleh. Bayi tabung lahir tanpa melalui proses kasih sayang yang alami. Anak hasil inseminasi lebih banyak unsur negatifnya daripada anak adopsi. Bertentangan dengan sunnatullah atau hukum alam. Berdasarkan hadits tersebut para ulama sepakat mengharamkan seseorang melakukan hubungan seksual dengan wanita hamil dari istri orang lain. Abu Daud. kita tidak bisa memperoleh fatwa hukumnya dari mereka.µ (HR.

1 tahun 1974. 4. Al-Azhar mendukung pendapat ini. air dan udara.UU Perkawinan No. keledai peliharaan/jinak dan peranakan kuda dengan keledai (bighal). ulama yang hanya mengharamkan 10 macam makanan/hewan yang tersebut dalam Al-Maidah:3. gajah. semua burung yang berkuku tajam. hewan baik yang hidup di darat. yang menyatakan bahwa semua hewan ternak dihalalkan kecuali yang tersebut dalam Al-An·am:145. mantan Rektor Univ. tawon. darah. 2. ´anak yang sah adalah anak yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat perkawinan yang sahµ maka tampaknya memberi pengertian bahwa anak hasil inseminasi buatan dengan donor itu dapat dipandang sebagai anak yang sah. rubah. Dan juga surat Al-Maidah:2. Ketiga surat dan ayat yang pertama tersebut hanya mengharamkan 4 jenis makanan saja. Yang disembelih untuk disajikan pada berhala. Yang mati terjatuh. karena tidak sesuai dengan konstitusi dan hukum yang berlaku. Kehalalan hewan pada umumnya dan hewan ternak pada khususnya adalah berdasarkan firman Allah dalam Surat Al-Baqarah:29. sebab ayat ini termasuk wahyu terakhir yang turun. Sedangkan surat dan ayat yang disebut terakhir mengharamkan 10 jenis makanan. adalah halal dimakan dan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk kesejahteraan hidupnya. 3. Ulama fiqih/mazhab menambah daftar sejumlah hewan yang haram dimakan berdasarkan ijtihad. semua jenis ulat dan serangga. yaitu 4 macam makanan yang tersebut di atas ditambah 6. Ulama hadits menambah beberapa larangan berdasarkan hadits Nabi. Yang mati dipukul. yaitu antara lain: semua binatang buas yang bertaring. Al-Baqoroh:173 dan Al-Maidah:3. musang/garangan. Namun. lagi pula negara kita tidak mengizinkan inseminasi buatan dengan donor sperma dan/atau ovum. An-Nahl:115. yaitu bangkai. Yang mati ditanduk. Hewan yang mati tercekik. Yang mati diterkam binatang buas. Sedangkan hukum inseminasi buatan pada hewan dan hasilnya sebagaimana yang sering orang lakukan juga harus diddudukkanmasalahnya. kecuali yang sempat disembelih dan 6. rajawali. kecuali beberapa jenis makanan/hewan yang dilarang dengan jelas oleh agama. . c. pasal 8 (f) tentang larangan perkawinan antara dua orang karena agama melarangnya. yaitu: a. dll. terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Misalnya pasal 2 ayat 1 (sahnya perkawinan). buaya. Mengenai hewan yang halal dan yang haram. yakni: 1. yang menyatakan bahwa semua yang ada di planet bumi ini untuk kesejahteraan manusia. burung undan. Pada umumnya. kalau kita perhatikan pasal dan ayat lain dalam UU Perkawinan ini. 5. b. Mahmud Syaltut. terlihat bagaimana peranan agama yang cukup dominan dalam pengesahan sesuatu yang berkaitan dengan perkawinan. yaitu antara lain: semua jenis anjing termasuk anjing hutan dan anjing laut. babi dan hewan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah. gagak.

Rasyid Ridha. . Setelah hal itu dilaporkan pada Nabi. beliau melihat penduduk Madinah melakukan pembuahan buatan (penyilangan/perkawinan) pada pohon kurma. pengaran Tafsir Al-Manar berpendapat bahwa yang tidak jelas halal/haramnya berdasarkan nash Al-Qur·an itu ada dua macam: 1. semua jenis hewan yang baik.µ Oleh karena itu. kemudian ternyata buahnya banyak yang rusak. baik untuk dimakan maupun untuk kesejahteraan manusia. maka berarti hukumnya mubah. Qaaf:9-11 dan An-Nahl:5-8). Qiyas (analogi) dengan kasus penyerbukan kurma. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa mengembangbiakkan semua jenis hewan yang halal (yang hidup di darat. Pengembangbiakan boleh dilakukan dengan inseminasi alami maupun dengan inseminasi buatan. beliau berpesan : ´lakukanlah pembuahan buatan. kiranya inseminasi buatan pada hewan juga dibenarkan. Setelah Nabi Saw hijrah ke Madinah. Karena tidak dijumpai ayat dan hadits yang secara eksplisit melarang inseminasi buatan pada hewan. sampai ada dalil yang jelas melarangnya). Semua hewan yang jelek. kaidah hukum fiqih Islam ´al-ashlu fil asya· al-ibahah hatta yadulla dalil ¶ala tahrimihiµ (pada dasarnya segala sesuatu itu boleh. Apakah tergantung selera dan watak masing-masing orang atau menurut ukuran yang umum. maka patut dipersoalkan dan direnungkan. menarik atau kotor. mencari kepuasan (sexual pleasure) dan melestarikan jenisnya di dunia.d. karena keduanya sama-sama diciptakan oleh Tuhan untuk kesejahteraan umat manusia. air dan terbang bebas di udara) diperbolehkan Islam. kalian lebih tahu tentang urusan dunia kalian. Lalu Nabi menyarankan agar tidak usah melakukan itu. bersih dan enak/lezat (thayyib) adalah halal. Namun kriteria baik. enak. mempunyai nafsu dan naluri untuk kawin guna memenuhi insting seksualnya. bersih. jelek dan menjijikan tidak ada kesepakatan ulama di dalamnya. Inseminasi buatan pada hewan tersebut hendaknya dilakukan dengan memperhatikan nilai moral Islami sebagaimana proses bayi tabung pada manusia tetap harus menjunjung tinggi etika dan kaedah-kaedah syariah. apakah melakukan inseminasi buatan pada hewan pejantan dan betina secara terus menerus dan permanen sepanjang hidupnya secara moral dapat dibenarkan? Sebab hewan juga makhluk hidup seperti manusia. 2. (QS. sesama manusia dan sesama makhluk termasuk hewan dan lingkungan hidup. beribadah dan bermuamalah di masyarakat yang baik (berlaku ihsan) sesuai dengan tuntunan Islam. Mengembangbiakkan dan pembibitan semua jenis hewan yang halal diperbolehkan oleh Islam. Kedua. baik dengan jalan inseminasi alami (natural insemination) maupun inseminasi buatan (artificial insemination). kotor dan menjijikan adalah haram. tetapi Islam juga mengajak manusia untuk berakhlak yang baik terhadap Tuhan. kalau inseminasi buatan pada tumbuh-tumbuhan diperbolehkan. Namun mengingat risalah Islam tidak hanya mengajak umat manusia untuk beriman. Dasar hukum pembolehan inseminasi buatan ialah: Pertama.

Wallahu A·lam Wa Bilahit taufiq wal Hidayah. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful