Simbol/Tanda-Tanda dan Keterangan dalam Konstruksi Beton Bertulang Tabel 10.

1

2 Menggambar Denah Rencana Penulangan Pelat Lantai .10.

35 cm2 Diminta: – Gambarkan penulangannya dengan skala 1 : 25! – Hitung tonase tulangan yang diperlukan! – Hitung kubikasi/volume beton yang diperlukan! Gambar 10.Gambar 10.20 cm2 Diminta: – Gambarkan penulangannya dengan skala 1 : 25! .82 cm2 – Luas tulangan lapangan l sejajar panjang pelat = A ll = 3.2 Denah Penulangan Pelat Atap Satu Petak Ditentukan: – Pelat atap satu petak (lihat gambar di atas) – Luas tulangan lapangan b sejajar lebat pelat = A lb = 5.30 cm2 – Luas tulangan tumpuan b sejajar lebat pelat = A tb = 7.1 Denah Penulangan Pelat Luifel Ditentukan : – Pelat luifel (lihat gambar di atas) – Luas tulangan yang diperlukan A = 5.05 cm2 – Luas tulangan tumpuan l sejajar panjang pelat = A tl = 6.

.16 cm2 – Luas tulangan tumpuan l sejajar panjang pelat = A tl = A ty = –5.89 cm2 Diminta: – Gambarkan penulangannya dengan skala 1 : 25! – Hitung tonase tulangan yang diperlukan! – Hitung kubikasi/volume beton yang diperlukan! Catatan: Tulangan pokok yang dipasang hanya boleh menggunakan besi tulangan diameter 8 mm dan 10 mm.– Hitung tonase tulangan yang diperlukan! – Hitung kubikasi/volume beton yang diperlukan! Gambar 10.3 Denah Penulangan Pelat Lantai Ditentukan: – Pelat lantai satu petak (lihat gambar di atas) – Luas tulangan lapangan b sejajar lebat pelat = A lb = A lx = +6.82 cm2 – Luas tulangan lapangan l sejajar panjang pelat = A ll = A ly = +4.74 cm2 – Luas tulangan tumpuan b sejajar lebat pelat = A tb = A tx = –8.

52 cm2 A ty = –3.4 Penulangan Pelat Lantai Lebih dari Satu Petak Ditentukan: Pelat lantai lebih dari satu petak (lihat gambar di atas) – Pelat (a) : A lx = +5.28 cm2 A ty = –3.42 cm2 A tx = –6. atap dan lantai sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan perlu memahami ketentuan-ketentuan yang terkandung dalam konstruksi beton bertulang.82 cm2 Diminta: – Gambarkanlah penulangan pelat lantai tersebut di atas dengan skala 1 : 50! – Hitunglah kebutuhan baja/besi beton bertulang dan kubikasi beton! 10.3 Menggambar Detail Potongan Pelat Lantai Agar dalam penggambaran konstruksi beton bertulang untuk pelat luifel.59 cm2 – Pelat (b) : A lx = +2.42 cm2 A ly = +2.62 cm2 A tx = –3.Gambar 10.14 cm2 – Pelat (c) : A t = 5.82 cm2 A ly = +2. Jenis Tulangan Tulangan-tulangan yang terdapat pada konstruksi pelat beton bertulang adalah: 1) Tulangan pokok .

3) Tulangan pembagi ialah tulangan yang dipasang pada pelat yang mempunyai satu macam tulangan pokok. ialah tulangan yang dipasang sejajar (//) dengan sisi pelat arah panjang dan letaknya di bagian dalam setelah tulangan pokok primer.5 tulangan Pokok Pelat Keterangan: T = Tebal pelat t = Jarak bersih . 2) Tulangan susut ialah tulangan yang dipasang untuk melawan penyusutan/ pemuaian dan pemasangannya berhadapan dan tegak lurus dengan tulangan pokok dengan jarak dari pusat ke pusat tulangan susut maksimal 40 cm. Besar tulangan pembagi 20% dari tulangan pokok dan jarak pemasangan dari pusat ke pusat tulangan pembagi maksimum 25 cm atau tiap bentang 1 meter 4 batang. Tulangan pokok sekunder. ialah tulangan yang dipasang sejajar (//) dengan sisi pelat arah lebar (sisi pendek) dan dipasang mendekati sisi luar beton.a. dan pemasangannya tegak lurus dengan tulangan pokok. b. Pemasangan tulangan pembagi biasanya terdapat pada konstruksi pelat luifel/atap/lantai dan dinding. Tulangan pembagi berguna: – Menahan tulangan pokok supaya tetap pada tempatnya – Meratakan pembagian beban – Mencegah penyusutan konstruksi Pemasangan Tulangan Ketentuan pada tulangan pokok pelat gambar 10. Tulangan pokok primer.

yang perlu mendapatkan perhatian adalah tebal dari dinding vertikal (T) adalah: �� T = 1/ 30 bentang bersih �� Apabila menerima lenturan (M lentur) T = 12 cm �� minimal 12 cm �� Apabila tidak menerima lentur T = 10 cm �� minimal 10 cm �� Untuk dinding luar di bawah tanah tebalnya = 20 cm �� tebal minimal 20 cm Penulangan dinding untuk reservoir air dan dinding bawah tanah: �� Tebal dinding (T) 30 cm < T = 12 cm �� Penulangan senantiasa dibuat rangkap �� Penulangan dinding yang horizontal dan untuk memikul susut serat perubahan suhu minimal 20% F beton yang ada Contoh: Tebal dinding 12 cm. maka jarak tulangan pokok dari pusat ke pusat maksimal 40 cm. Tebal Pelat Pelat atap = 7 cm �� minimal 7 cm Pelat lantai = 12 cm �� minimal 12 cm Diameter Tulangan Pelat Baja lunak �� tulangan pokok = Ø 8 mm dan tulangan pembagi Ø 6 mm Baja keras �� tulangan pokok = Ø 5 mm dan tulangan pembagi Ø 4mm Pada pelat yang tebalnya lebih dari 25 cm. Dinding Untuk konstruksi dinding.5 cm. Untuk segala hal tulangan pelat tidak boleh kurang dari 0.pemasangan tulangan �� = 2.5 cm �� = 2 T �� = 20 cm a = Selimut beton a = 1. bilamana berhubungan dengan air laut atau asam ditambah 1 cm Apabila momen yang bekerja kecil. dan susut). penulangan pada setiap tempat harus dipasang rangkap (dobel) dan ini tidak berlaku pada pondasi telapak. pembagi.25 x 12 cm2 = 3 cm2 �� Diameter tulangan pokok minimal Ø 8 mm dan tulangan pembagi minimal Ø 6 mm �� Apabila terdapat lubang pada dinding. maka harus dipasang minimal 2 Ø 16 mm dan diteruskan paling sedikit 60 cm melalui sudut-sudut lubang . Penulangan yang dibutuhkan setiap 1 m2 = 0.5cm �� minimal 2.25% dari luas penampang beton (untuk keperluan tulangan pokok.

misalnya pelat tersebut menjadi satu kesatuan monolit dengan balok penahannya.Gambar 10.7 Konstruksi Terletak Bebas Konstruksi Terjepit Penuh Apabila tepi pelat terletak di atas tumpuan yang tidak dapat berputar akibat beban yang bekerja pada pelat tersebut. Gambar 10. misalnya pelat tersebut terletak di atas dinding tembok. .6 Penulangan Dinding Reservoir Air dan Dinding Bawah Tanah Sistem konstruksi pada tepi pelat: �� Terletak bebas �� Terjepit penuh �� Terjepit elastis Konstruksi Terletak Bebas Apabila tepi pelat itu ditumpu di atas suatu tumpuan yang dapat berputar (tidak dapat menerima momen).

8 Konstruksi Terjepit Penuh Konstruksi Terjepit Elastis Apabila tepi pelat terletak di atas tumpuan yang merupakan kesatuan monolit dengan balok pemikulnya yang relatif tidak terlalu kaku dan memungkinkan pelat dapat berputar pada tumpuannya. Pemasangan Tulangan Pemasangan tulangan pelat yang dipasang pada empat sisi: 1) Pemasangan tulangan untuk memikul momen lapangan dalam arah yang // dengan tepi pelat dapat dikurangi sampai setengahnya. harus dipasang tulangan atas dan bawah dalam kedua arah. dan daerah pemasangannya = 1/5 bentang pelat. Ini akan berguna untuk menahan momenmomen puntir. Gambar 10. Contoh: Al = 2. 2) Setiap sudut pelat yang ditumpu bebas.9 . untuk atas dan bawah harus dipasang dalam ke dua arah yaitu Ø 8–14.59 cm2 �� Ø 8–14 Maka tulangan disudut pelat tersebut.96 cm2 �� Ø 8–17 Ab = 3. Jumlah tulangan untuk kedua arah harus diambil sama dengan jumlah tulangan yang terbesar.Gambar 10.

3 M lx Pelat terletak bebas.10 Pemasangan Tulangan untuk Pelat Satu Petak Catatan: l y = sisi pelat yang panjang l x = sisi pelat yang pendek b) Untuk pelat menerus (lebih sari satu petak) dimana l y / l x > 2.5 a) Untuk pelat satu petak �� Pada arah ly harus dipasang tulangan dengan besar momen (M ly) = 1/5 Momen lx atau = 0.6 M lx dan bagian yang dipasang tulangan harus = 1/5 l x Gambar 10.2 M lx �� Pada tumpuan jarak ly juga harus dipasang tulangan dengan besarnya Momen (M ty) = 0.2 lx dan pada sisi pendek harus juga dipasang tulangan tumpuan positif sebesar (M ty) M ty = + 0.3 M lx dan tulangan dipasang panjang minimal ½ lx .5 Untuk pelat yang terjepit atau menerus dipasang tulangan tumpuan negatif yaitu M ty = –0. apabila l / b atau ly / lx > 2.Pemasangan Tulangan pada Empat Sisi 3) Pada pelat-pelat. dipasang minimal 1/5 lx atau 0.

Gambar 10. Luas penampang tulangan besi beton dalam cm2 untuk setiap lebar pelat 100 cm ii.11 Pemasangan Tulangan untuk Pelat Menerus c) Untuk pelat yang dipikul hanya 2 sisi yang sejajar �� Dianggap dengan perbandingan ly/lx > 2. berat dalam kg/m dan luas penampang baja bulat dalam cm2 iii. berat dalam kg/m. – Daftar konstruksi beton bertulang i.5 dan hanya ada tulangan pokok �� M ly = Momen lapangan // lebar pelat �� M tx = Momen tumpuan // lebar pelat Memilih Besi Beton Untuk menentukan atau memilih diameter tulangan pada konstruksi beton bertulang setelah besaran atau luas tulangan hasil perhitungan didapatkan untuk keperluan penggambaran harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut. luas penampang baja bulat dalam cm2 serta minimal lebar balok atau kolom dalam cm dengan ketebalan penutup balok tertentu dan diameter sengkang – Ketentuan jarak minimal dan maksimal tulangan yang boleh dipasang – Ketentuan jumlah minimal yang harus dipasang – Ketentuan besarnya diameter minimal untuk suatu konstruksi – Pilih diameter besi beton yang beredar dalam pasaran atau perdagangan Memilih Besi Beton untuk Pelat – Tulangan terdiri dari tulangan tumpuan dan lapangan. Garis tengah tulangan besi beton dalam mm. Garis tengah tulangan besi beton dalam mm. .

Dan dalam perhitungan atau memilih tulangan lapangan dibagi 2 karena jalur pemasangan dibuat bergantian. Pemasangan tulangan susut diharapkan tidak terjadi retak-retak karena perubahan cuaca. jangan lupa minimal dan maksimal jarak tulangan serta minimal diameter tulangan yang boleh digunakan. Panjang tulangan tumpuan biasanya ¼ bentang pelat. Pada tulangan tumpuan perlu besi beton pengait atau tulangan pembagi dengan diameter Ø 8–20 – Penulangan pelat atap pemasangannya sama dengan pelat lantai hanya saja perlu tulangan susut dengan tulangan diameter 6 mm jarak 40 cm (Ø 6–40). . setelah itu baru menetapkan jarak tulangan. Ingat. – Untuk pelat luifel terdiri dari tulangan pokok dan pembagi serta bilamana perlu diberikan juga tulangan susut yang menyilang terletak di bawah dengan diameter 6 mm jarak 40 cm (Ø 6–40). Contoh Penggambaran Penulangan Pelat Luifel. – Tulangan lapangan dipilih terlebih dahulu dengan melihat daftar apakah luasnya sudah memenuhi sesuai dengan perhitungan. – Kekurangan luas pada tumpuan dicari lagi besarannya dalam daftar sehingga luas tumpuan terpenuhi. agar lebih hemat karena sesuai dengan fungsinya. Tetapi ada pula yang pemasangannya dibengkokkan pada ¼ bentang untuk daerah tumpuan dan lapangan.– Teknik pemasangan ada yang lurus saja untuk kepraktisan dan kecepatan dalam pemasangan.

31 cm2 �� dipilih Ø 10–14 = 5.12 Penulangan Pelat Luifel Untuk pelat luifel sebuah bangunan kantor lihat gambar dibutuhkan tulangan A = 5.31 cm2 �� (OK) Tulangan pembagi = 20% x 5.13 > 1.31 cm2.Gambar 10.12 cm2 (OK) Contoh Penggambaran Penulangan Pelat Lantai: .61 = 1.12 cm2 �� dipilih Ø6–25 = 1. Gambarlah rangkaian penulangan luifel tersebut dengan mutu beton K 125 dan baja U22! Penyelesaian: A = 5.61 cm2 > 5.

73 cm2 �� Ø 8– 29 Tulang tumpuan tambahan Atx = 7.5 = 3.05 cm2 .25 cm2 �� Ø 8–40 Tulang tumpuan tambahan Atx = 5.18 > 5.73 + 5.Gambar 10.73 = 5.05 cm2 Tulangan pembagi yang dibutuhkan = 20% x 7.32 cm2 �� dipilih Ø 10–14.37 cm2 �� dipilih Ø 8–14. Atx = 7.37 cm2 �� dipilih Ø 8–20 = 2. beton : K175 dan baja : U22 Alx = 3.75 cm2 �� dipilih Ø 10–20 = 3.43 cm2 �� dipilih Ø 6–15 = 1.04 cm2 �� dipilih Ø 6–14. jumlah tumpuan Atx yang dipasang = 1.5 = 5.75 cm2 �� (OK) Jadi jumlah tumpuan Aty yang dipasang = 1.05 – 1. Aty = 5.00 cm2 Gambarkan penulangan pelat tersebut jika mutu bahan.47/2 = 1.00–1.95 cm2 > 1. Aly = 2.00 cm2 Tulangan pembagi yang dibutuhkan = 20% x 5.51/2 = 1.25 + 3.47 cm2 > 3.15 = 1.37 cm2 �� (OK) Masuk tumpuan Atx = 3.37 cm2.13 Penulangan Pelat Lantai Suatu pelat lantai satu petak dibutuhkan tulangan seluas : Alx = 3.37 cm .42 = 7.5 = 1.51 cm2 > 2.89 cm2 > 1.42 cm2 > 5. Contoh Penggambaran Penulangan Pelat Atap .43 cm2 �� (OK) Aly = 2.37 cm2 �� (OK) Masuk tumpuan Aty = 2.15 > 7.93 = 5.18 = 1.32 cm2 �� (OK) Jadi.93 cm2 > 3.25 = 3.04 cm2 �� (OK) Tulangan susut tidak perlu dipasang karena selalu terlindung.

18 = 1.93 = 5. Aly = 1.95 cm2 > 1.25 = 3.43 cm2 Untuk tumpuan Aty = 20 % x 5.14 Pelat atap satu petak dibutuhkan tulangan seluas : Alx = 3.42 cm2 > 5.63 – 1.83 cm2 Aly = 1.83 cm2 .15 = 1. beton : K125 dan baja : U24 Alx = 3.89 cm2 �� dipilih Ø 8–20 = 2.38 cm2 �� dipilih Ø 10–20 = 3.43 cm2 �� dipilih Ø 6–15 = 1.83 – 1.5 = 5.89 cm . Aty = 4.63 cm2 �� OK Tulangan pembagi yang dibutuhkan untuk tumpuan Atx = 20% x 7.5 = 1.93 cm2 > 3.63 cm2 Gambarkan penulangan pelat tersebut jika mutu bahan.Gambar 10.38 cm2 �� (OK) Jadi jumlah tumpuan Aty yang dipasang = 1.51 cm2 > 1.73 + 5.36 cm2 . Contoh Penggambaran Penulangan Pelat Atap dan Luifel .42 = 7.10 cm2 �� dipilih Ø 10–14.73 cm2 �� Ø 8–29 Tulang tumpuan tambahan Atx = 6.04 cm2 Tulangan susut perlu dipasang karena pelat atap tidak terlindung dari perubahan-perubahan.36 cm2 �� (OK) Masuk tumpuan Atx = 3.18 > 4.10 cm2 �� (OK) Jumlah tumpuan Atx yang dipasang = 1.89 cm2 > 1.73 = 5.47/2 = 1.25 + 3.36 cm2 �� dipilih Ø 8–14. Atx = 6.5 = 3.89 cm2 �� (OK) Masuk tumpuan Aty = 2.04 cm2 �� Ø 6–14.15 > 6.51/2 = 1.25 cm2 �� Ø 8–40 Tulang tumpuan tambahan Atx = 4.47 cm2 > 3.

00 cm2 Aty = 6.93/2 = 1.04 cm2 �� (OK) Jumlah tumpuan Atx yang dipasang = 1.96 cm2 �� OK Aly = 3.96 cm2 �� Ø 6–14 = 2.Gambar 10.85 cm2 > 7.66 cm2 Aly = 4. 30 cm2 Untuk menjaga puntiran maka setiap sudut pelat dipasang tulangan dengan luas = 5.96 + 7.59/2 = 1.61 = 7.79 cm2 �� OK VW = 1/5 x 7.00 – 1.85 = 9.00 cm2 �� dipilih Ø 10–14 = 5.79 + 5.30 cm2 Alx = 3.79 cm2 Luifel A = 5.02 cm2 > 1.89 cm2 > 1.48 cm2 �� OK .40 > 6.04 cm2 �� dipilih Ø 10–10 = 7.66 cm2 �� (OK) Masuk tumpuan Atx = 3.81 > 9.79 – 1.00 cm2 �� (OK) Jadi jumlah tumpuan Aty yang dipasang = 1.59 cm2 > 3.66 cm2 �� dipilih Ø 10–20 = 3.15 Penulangan Pelat Atap dan Luifel Sebuah rumah jaga dengan atap pelat datar dari beton bertulang.45 cm2 Atx = 9.48 cm2 �� Ø 6–15 = 1.79 = 5.79 cm2 �� Ø 8–28 Tulang tumpuan tambahan Atx = 6.40 = 1.93 cm2 > 3.96 = 7.00 cm2 VW = 1/5 x 9.96 cm2 �� Ø 10–40 Tulang tumpuan tambahan Atx = 9.45 cm2 �� (OK) Masuk tumpuan Aty = 3. Luas tulangan Alx = 3.61 cm2 > 5.81 = 1.45 cm2 �� dipilih Ø 8–14 = 3.

16 Penulangan Pelat Atap Lebih dari Satu Petak Pelat (a) Atx = 2.57 cm2 > 1.90 cm2 �� Ø 8–17 = 2.Luifel A = 5.77 cm2 Aty = 2.57 cm2 > 1.66 cm2 �� Ø 8–20 = 2.66 cm2 .90 cm2 �� Ø 8–20 = 2.87 cm2 > 2.90 cm2 Alx = 1.90 cm2 Aly = 1.96 cm2 > 2.77 cm2 �� Ø 8–13 = 2.30 cm2 �� Ø 10–10 // lx Ø 10–14 // ly Contoh Penggambaran Penulangan Pelat Atap Lebih dari Satu Petak gambar 10.

Terangkan dengan singkat apa arti simbol: – a.51 cm2 > 1.90 cm2 �� Ø 8–17 = 2.90 cm2 �� Ø 8–20 = 2. Berapa jarak atau panjang daerah tulangan tumpuan pada pelat? 5. tentukan tulangan tambahan untuk tulangan tumpuannya! Diposkan oleh The Moharis (Mohamad hasan Basri) di 04:54 1 komentar Beranda Langgan: Entri (Atom) CARA MENGHITUNG BIAYA TEMBOK Pertama menghitung jumlah adonan perbata : Misalkan batu bata berukuran = TB x LB x PB = 6 cm x 10 cm x 20 cm. Hitunglah luas tulangan pembagi yang diperlukan dan tentukan diameter yang dipilih! 6. Berapa tebal minimal untuk pelat atap dan lantai? 3. b. Sebuah pelat lantai membutuhkan tulangan A lx = 3..28 cm2 // Aty Latihan 1.16 cm2 �� Ø 8–12 = 4.dan seterusnya – 3 Ø 14 – Ø 12–18 – v w Ø 8–20 2. Dan tebal isian adonan (TA) adalah 2 cm. Maka volume adonan yang dihitung adalah adonan di bawah/atas bata (VB1). dan adonan disamping bata yaitu pada sisi 6 cm x 10 cm (VB2).51 cm2 > 1.90 cm2 Ay = 1.90 cm2 Alx = 1.22 cm2.Pelat (b) Atx = 4.16 cm2 Aty = 2.19 cm2 > 4.70 > 3.66 cm2 �� Ø 8–20 = 2. Maka volume adonan : .87 cm2 > 3.94 cm2.96 cm2 > 2.25 cm2 �� Ø 8–12 = 3.66 cm2 Pelat Luifel (c) : 3.28 cm2 // Atx Ø 8–7 dan Ø 8–68 = 2. Sebutkan macam-macam tulangan yang dipasang pada pelat atap! 4. c. …. jika tulangan untuk lapangan dipilih diameter 8 mm. Pelat luifel dibutuhkan tulangan seluas A = 6.08 cm2 dan A tx = 6. yaitu pada sisi 10 cm x 20 cm.

031008 0.03 m2 x 1 m = 0.24 = 0.03 m3.7 x 0. volume pondasi per m panjang adalah 0.2 m x 0.02 = 0.03 m3.000524 m3 Selanjutnya menghitung jumlah bata per luas tembok (per m2) : Panjang bata ditambah adonan adalah = PB + TA = 0.VB1 = LB x PB x TA = 0.02 m = 0.000024 m3 Total volume adonan per bata adalah 0.000524 m3 = 0.08 = 0.1 m x 0.03 x tinggi tembok x jumlah kolom.0004 m3 VB2 = TB x LB x TA = 0.02 = 0. Tebal bata ditambah adonan adalah = TB + TA = 0.029868 m3 Selanjutnya menghitung volume cor per panjang tembok (per m) : Yang dihitung adalah volume cor untuk sloof dan ring-balok.2 + 0.02 m = 0.8 dibulatkan menjadi 57 bata Kemudian menghitung volume adonan per luas tembok (per m2) : Volume adonan pasang per m2 adalah 57 x 0.0176 m2. Asumsi volume pondasi terdiri dari 30 % adonan 70 % batu.000544 0. volume cor (VCB) untuk ring-balok per panjang tembok (per m) adalah 0.06 + 0. Total volume adonan per bata adalah 0.3 x 0.072 m3 Contoh layout rumah berikut : .02 m x 0.00004 m3.000544 m3 0. Menghitung material pondasi: Misalnya lebar pondasi 60 cm dan tinggi juga 60 cm maka luas penampang = (20 x 60) + 2 x (20 x 60)/2 = 0.02 m = 0. volume cor total untuk kolom adalah 0.08 m.03 m2 x 1 m = 0.03 m2.06 m x 0.02 = 0.168 m3 Volume adonan pasang per m = 0.00012 m3 Dan ada volume adonan pada sudut antara VB1 dan VB2 yaitu VB3 : VB3 = LB x TA x TA = 0. Luas bata+adonan = 0.24 m2.06 m x 0.03 m2 x 1 m = 0. volume cor sloof dan ring-balok (VCSB) total per panjang tembok (per m) adalah VCS + VCB = 0.0176 m2 = 56. Volume batu per m = 0.06 m2 Selanjutnya menghitung volume cor per kolom : volume cor untuk kolom per tinggi tembok (per m) adalah 0.03 m3.06 m x 0.22 x 0.02 m x 0.22 m.24 m3.1 m x 0. Dengan ring/begel ukuran 10/15 maka penampang cor luasnya adalah 15 cm x 20 cm = 0. volume cor (VCS) untuk sloof per panjang tembok (per m) adalah 0. Maka jumlah bata per m2 adalah = 1 m2 : 0.24 = 0.

Maka : .072 m3 x 89 = 6.952 m3 atau 15 m3 (15 kubik) Volume adonan pasang pondasi (VPP) = 0. Misalnya tinggi tembok adalah 3 m.168 m3 x 89 = 14.Mari kita hitung panjang temboknya : 2 Km Tidur + 1 Km Mandi = (2+3+3) + (3+3+3) + (3+3+3) = 26 m Jadi untuk 4 Km Tidur + 2 Km Mandi = 52 m Ditambah tembok belakang 4 m = 4 + 52 = 56 m Ditambah K tidur besar (5+5+5+5) = 20 + 56 = 76 m Ditambah ruang tamu (5+5+3) = 13 + 76 = 89 m Jadi panjang tembok 89 m. Menghitung material pondasi : Volume batu pondasi (VBt) = 0.408 m3 Menghitung material tembok : Hitung dulu jumlah batanya.

kayu kaso yang dibutuhkan 10 x 6 rb.19 / 0.8 = 7. kualitasnya : -besi bekas -diameter besi rangka 8 mm. 15219 buah bata 6.19 = 4.06 m2 x 89 = 5.279136 m3 Menghitung material cor : Volume cor total untuk sloof dan ring-balok (VCSBT) = 0.14 m3 Jika perbandingan semen : pasir cor : batu split adalah 1:2:3 maka Volume semen cor total (VSCT) = 7. 3 m3 pasir cor atau 3 colt (3 kubik) 3.0332 = 126 zak semen 50 kg.57 m3 Maka volume adonan pasang total adalah VPP + VPT = 6. diameter begel 6 mm -jarak antar begel adalah 30 cm Rangka besi yang bagus menggunakan besi diameter 10-12 mm. Besi untuk kolom/sloof/ring-balok bisa 10 ribu permeter hingga 40 ribu permeter atau bahkan lebih.03 x 3 x 20 = 1.19 m3 Volume pasir cor total (VPCT) = 7.687136 m3 atau 15 m3 Pasir pasang yang dibutuhkan jika perbandingan semen : pasir = 1:4 adalah 0.8 x 15 m3 = 12 m3. 4 m3 batu split atau 4 colt (mungkin lebih murah 1 truk sekalian) 5. ben Jumlah papan dan kaso yang dibutuhkan tergantung kecerdasan tukang.38 m3 Volume batu split total (VBST) = 7. . Yang dimaksud kualitas adalah : .14/6 = 1. Jadi material yang dibutuhkan adalah : 1. Jika pondasi dikerjakan secara bertahap maka hanya sebagian jumlah papan dan kaso yang dibutuhkan.14/6 x 3 = 3.14/6 x 2 = 2.34 m3 Karena terdapat 20 kolom maka : Volume cor total untuk kolom (VCKT) adalah 0. Volume adonan pasang tembok (VPT) adalah 0. jika diameter begel 6 mm maka jarak maksimal antara begel adalah 15 cm. Tergantung kualitas dan harga besi. Misalnya dikerjakan dulu yg km mandi + 2 km tidur.apakah besi baru ataukah besi bekas .2 x 15 m3 = 3 m3. Jumlah semen total yang dibutuhkan adalah VSP + VSCT = 3 + 1. Jika digunakan begel berdiameter 8 mm maka jarak maksimal antara begel adalah 20 cm. 15 m3 Batu pondasi atau 3 truk 4.408 + 8.Jumlah bata = 89 x 3 x 57 = 15219 bata.jumlah begel atau jarak antar begel Contoh rangka besi kolom/sloof/ring-balok jadi yang biasanya dijual toko besi setahun lalu berharga 30 ribu untuk panjang 3 meter. 12 m3 pasir pasang atau 3 truk (sisa pasir buat lantai) 2.34 + 1.diameter besi yang digunakan . Jumlah zak semen 50 kg yang dibutuhkan adalah = 4. maka dibutuhkan papan nisplang sebanyak 16 lembar x 9 rb.000544 m3 x 15219 = 8. volume semen yang dibutuhkan untuk adonan pasang (VSP) adalah 0.279136 = 14.19 m3. Pada tahap pondasi dibutuhkan papan nisplang. kayu kaso.8 m3 Volume cor total adalah = 5.

3 colt (3 kubik) pasir cor = 0.238 m rangka besi x 30 ribu = 7.1 kusen 2 pintu + 2 pintu = 1. Maka biaya tukang per hari adalah 140 ribu. Lantai dan atap belum dihitung.4 juta .126 zak semen x 45 rb = 5.3 truk pondasi = 2. kaso dsb = 500 rb Total = 22.6 kusen x 150 rb = 900 rb .5 juta = 38. Asumsi harga rangka per m adalah 30 ribu.papan. Jadi berapa kira-kira biaya material minimal untuk rumah diatas? . kusen-pintu fiber untuk kamar mandi.Untuk rumah diatas maka panjang rangka total adalah 89 m untuk ring-balok.6 juta Total = 33 juta + 5. Ini hanya sampai tahap pondasi dan mendirikan tembok. Belum biaya tukangnya. Panjang total rangka = 238 m.3 truk pasir pasang = 1.6 pintu kayu lokal x 500 rb = 3 juta . Pada tahap mendirikan tembok juga dipasang kusen-kusen pintu dan jendela. Jadi untuk amannya tambahkan overhead sekitar 50 %.6 juta . Ini bukan panjang total besi loh. 89 m untuk sloof dan 20 x 3 m untuk kolom.67 juta . pintu dan jendela juga belum dihitung.1 juta .6 juta . Untuk 2 bulan atau 50 hari kerja maka biayanya adalah 7 juta.5 juta Belum jendelanya. Tapi tembok belum dilplester yah. kusen-kusen.5 juta Tapi hitung-hitungan diatas adalah hitungan ideal yang hanya jadi bahan estimasi saja.4 colt batu split = 0.15219 buah bata x 300 = 4. Sehingga biaya menjadi 33 juta. Jika digunakan 1 tukang 60 rb perhari dan 2 laden 80 ribu perhari. Pada kenyataannya bisa jadi error-nya hingga 25-50 % .14 juta . Jika digunakan 6 pintu tunggal dan sebuah kusen 2 pintu maka : . Bahkan kadang orang memperhitungkan error 100 % !.5 juta . .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful