FISIKA DASAR
SHINTA IRIANTI 1111013036

2011

WarezBB ORG 1/1/2011

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS ANDALAS

2

……………………………….DAFTAR ISI DAFTAR ISI ………………………………… 2 3 3 1. 5 2.POTENSIOMETRI ………………………………. REFRAKTOMETRI 20 5.1 PEMBIASAN CAHAYA 21 5. ……………………………… ……………………………… 3 ..2 KESIMPULAN 5 2.1 PRINSIP DASAR 17 5.1 ELEKTRODA PADA POTENSIOMETRI ………………………… 6 3.1 SINAR-X ……………………………… 12 ……………………………… 3.2 HUKUM SNELLUS 20 6. POLAROGRAFI 17 4.1 ISI 1.AMPIROMETRI DAN APLIKASI ………………………………… 1. ………………………………. ……………………………….2 RESONANSI MAGNETIK INTI ……………………………… 13 4. ………………………………... DAFTAR PUSTAKA 22 ……………………………….RADIASI ELEKTROMAKMETIK 11 3. ……………………………….

Amperometri atau voltametri cara kerjanya didasarkan pada pengukuran arus sebagai fungsi dari potensial yang aplikasi (applied potential) pada saat terjadi polarisasi pada indicator elektroda atau elektroda kerja (working electrode). juga sederhana alatnya dan mudah penganalisisannya.E) disebut sebagai polarografi (Bassett.J. Polarografi. 1985).1 ISI Amperometri atau voltametri mempunyai persamaan dengan potensiometri.Ada beberapa teknik voltametri yang sering digunakan antara lain : a.Bedanya pada voltametri ditambah dengan sebuah elektoda yaitu elektroda pembantu (auxiliary electrode) sehingga voltameter mempunyai 3 buah elektroda pada amperometer elektroda pembanding yang mempunyai potensial yang sudah tetap sehingga kelebihan arus ditangkap oleh elektroda pembantu. selektifitas. Kemudian elektroda merkurium tetes (D.Dimana Jaroslav Heyrovsky mendapat hadiah nobel atas penemuannya tersebut ditahun 1957.1984).Metode yang berdasarkan voltametri yang dikatakan polarograpi bila elektrodanya terpolarisasi adalah elektroda merkuri atau Drpping Mercury electrode (D. Hal ini dikarenakan kelebihannya dalam sensitivitas.Antara lain voltametri yang merupakan analisis dalam ukuran mikroskala dengan menggunakan mikro elektroda kerja. Lalu diikuti dengan siklik voltametri yang merupakan tehnik pengukuran potensial dari awal sampai akhir dan kembali lagi ke awal yang disebut dengan penyapuan (scanning) dari katodik menuju anodic dan sebaliknya (Khopkar. dan elektroda pembanding. Berbeda dengan potensiometri yang analisisnya berdasarkan pengukuran potensial dilakukan pada saat arus nol dan tidak terjadi polarisasi. 1994. Polarografi adalah suatu bentuk elektrolisis dimana elektroda kerjanya berupa suatu elektroda merkuri tetes dan digunakan untuk kurva arus voltase (voltamogram).Potensial dari mikro elektroda kerja divariasikan dan arus yang dihasilkan dicetak sebagai fungsi dari potensial yang disebut voltamograf di temukan oleh Christian.E) digunakan untuk menentukan komposisi dan analisis kuantitatif dari larutan.Aplikasi dari 4 .1.M. Pada saat sekarang banyak jenis dari amperometri atau voltametri yang telah ditemukan.yaitu mempunyai elektroda kerja. AMPEROMETRI DAN APLIKASINYA PENDAHULUAN Amperometri atau voltametri merupakan metoda analisis yang berkembang pesat dibanding metode analisis yang lain.M.disebut juga dengan teknik arus voltase .Amperometri atau voltametri berkembang pesat setelah adanya penemuan polarografi oleh Jaroslav Heyrovsky pada tahun 1920 an. 1.

Puncak arus yang proporsional pada konsentrasi analit dalam larutan. larutan di kembalikan dalam bentuk oksidasi. c. Titrasi yang dilakukan dengan cara ini dikenal sebagai titrasi amperometri. anorganik dan sampel biologi. Waktu untuk satu kali titrasi sekitar 10 menit. yang mana terdiri dari 3 teknik yang terkait : anoda.Suatu titrasi volumetric dapat dilaksanakan dengan mengukur arus difusi setelah tiap penambahan titran.polarografi ini dapat digunakan pada penentuan kualitatif dan kuantitatif.Suatu polarografi manual dapat dengan mudah dibuat dilaboratorium berdasarkan rangkaian listrik. Ketika potensial pada elektroda kerja cukup positif analit dilepaskan dari elektroda. Sejak anodic stripping voltametri ditemukan aplikasinya yang paling luas. Dimana pada siklik voltametri yang digunakan potensial elektroda di dalam larutan yang tidak diaduk dan mengukur arus yang dihasilkan. amperometri tidak meandorong kearah voltamogram. 2000). Aplikasi dari siklik voltametri sekarang ini yang banyak dipakai yaitu : menganalisis kimia organic. menganalisis elektroanalisis. katoda dan absorbs stripping voltametri. Pertama pengontrolan potensial elektrolisis yang mana elektroda kerja. seperti IO dan NO. atau disebut penyapuan (scanning) dapat dibalik kembali setelah reduksi berlangsung. Anodik strippng voltametri sangat sensitive pada percobaan yang harus dikontrol dengan hati-hati jika hasilnya ingin akurat dan tepat. Anodik stripping voltametri terdiri dari dua tahap.Siklik voltametri merupakan teknik voltametri dimana arus diukur selama penyapuan potensial dari potensial awal sampai potensial akhir dan kembali lagi ke potensial awal. Gugus fungsi senyawa organic yang mudah teroksidasi atau tereduksi juga dapat dianalisis dengan polarografi. Sedangkan potensial dalam elektroda kerja dikontrol terhadap referensi elektroda (SCE ata Ag/AgCl). Banyak zat-zat yang dapat dianalisis dengan cara ini. Stripping Voltametri Salah satu dari teknik voltametri kuantitatif yang lebih penting adalah stripping voltametri. Selain itu aplikasi dari polarografi untuk penentuan kualitatif dan kuantitatif pada senyawa organic. Tahap kedua potensial anoda discan kearah potensial yang lebih posisitif. Temperatur harus diawasi dengan cermat. Karena potensial tidak discan. Arus selama tahap stripping dimonitor sebagai fungsi dari voltamogram yang sama. menganalisis anorganik dan menganalisis biokimia.Polarografi yang sekarang ini secara luas untuk analisis ion-ion logam dan anion-anion anorganik. Siklik voltametri Biasanya siklik voltametri sangat baik untuk mempelajari senyawa elektroaktif. biasanya tetes merkuri atau lapis tipis merkuri. Kelebihan cara ini adalah : 5 .Peralatan titrasi: Setiap alat polarografi dapat digunakan untuk mengikuti titrasi.Aplikasi stripping voltametri ini digunakan untuk analisis reduksi atau oksidasi pada sampel yang potensialnya lebih positif. yang mana potensial konstan diaplikasikan pada elektroda kerja. Gugus fungsi yang digunakan meliputi karbonil. Dengan mengalirkan setiap perubahan volume titran terhadap perubahan arus yang teramati maka akan diperoleh kurva yang terdiri atas dua garis lurus yang merupakan titik perpotongan yang disebut dengan titik ekivalen. Titrasi amperometri Teknik voltametri yang treakhir yang dipertimbangkan adalah amperometri. pada potensial katoda yang cukup untuk melapisi ion logam pada elektroda. dan senyawa karbon yang memiliki ikatan rangkap (David. asam karboksilat. b. d. dan arus diukur sebagai fungsi waktu.

Stripping Voltametri Stripping voltametri adalah teknik voltametri kuantitatif yang terdiri atas tiga teknik yang terkait : anoda. menganalisis elektroanalisis. Umumnya hasil diperoleh serta reprodusibel.Potensial dari mikro elektroda kerja divariasikan dan arus yang dihasilkan sebagai fungsi dari potensial. Titrasi Amperometri Titrasi amperometri adalah suatu analisis dengan mengukur arus difusi setelah tiap penambahan titran.Tidak ada efek karakteristik dari kapiler . Siklik Voltametri Siklik voltametri merupakan teknik voltametri dimana arus diukur selama penyapuan potensial dari potensial awal sampai ke potensial akhir dan kembali lagi kepotensial awal.. anorganik dan sampel biologi.Ada empat teknik analisis yang digunakan pada voltametri antara lain : a. b. elektroda pembanding.Pada voltametri terdapat 3 elektroda yang digunakan yaitu : elektroda kerja. Titrasi amperometri lebih sering digunakan daripada titrasi potensiometri.Tidak diperlukan unit polarisasi .Aplikasi stripping voltametri ini digunakan untuk analisis oksidasi atau reduksidari sampel yang potensialnya lebih positif. . Polarografi Polarografi adalah suatu bentuk analisis dimana elektroda kerja berupa suatu elektroda merkuri tetes yang direkam dalam suatu arus voltase (voltamogram).Elektroda referens dapat dipilih yang nilai potensial elektrodanya sedemikian rupa sehingga peristiwa reduksinya tidak memerlukan sumber tegangan dari luar . . Metode ini banyak digunakan dalam titrasi Karl Fisher untuk menentukan kandungan air suatu materi.Kelebihan titrasi amperometri yaitu : 6 . 1.Untuk tujuan tersebut separuh sel yang sesuai dapat dipilih. Akibatnya arus residual dapat ditekan. Sensitivitas dapat diperbaiki dengan mennukar DME dengan elektroda platina (Pt) yang berputar. Ekstrapolasi antara garis lurus yang dibentuk akibat kenaikan arus sebagai akibat bertambahnya titran terhadap sumbu volume memberikan titik ekivalen.2 KESIMPULAN Voltametri atau amperometri adalah merupakan poses elektrolisis dalam ukuran mikroskala dengan menggunakan mikro elektroda kerja. c.Sedangkan aplikasi lainnya untuk penentuan kualitatif dan kuantitatif pada senyawa organic. Titrasi dilakukan dengan hanya menambahkan titran 3 sampai 4 kali sampai muncul arus difusi (berarti penitrannya yang tereduksi). menganalisis anorganik dan menganalisis biokimia.Dan selama tahap stripping dimonitor sebagai fungsi dari potensial. lapisan difusi pada permukaan elektroda tidak pernah terbentuk. disebut juga teknik arus volatse. atau disebut juga penyapuan (scanning) dapat dibalik kembali setelah reduksi berlangsung. dan elektroda pembantu (auxillary electrode). Titrasi biamperometri adalah metode titrasi dimana potensial diberikan terhadap dua elektroda inert yang identik seperti elektroda platina. Juga untuk menganalisis gugus fungsi senyawa organic seperti karbonil.Tidak diperlukan langkah untuk mengkalibrasi galvanometer. Aplikasi dari siklik voltametri sekarang ini yang banyak dipakai yaitu : menganalisis kimia organic. katoda dan adsorbs stripping voltametri. sebab dengan berputarnya elektroda platina dengan kecepatan konstan. Aplikasi dari polarografi ini digunakan untuk menganalisis ion-ion logam dan anion-anion anorganik seperti IO dan NO.Selain itu titrasi amperometri dapat digunakan untuk titrasi pengendapan maupun titrasi pengompleksan. asam karboksilat dan senyawa karbonil yang memiliki ikatan rangkap.Tegangan yang dapat diberikan cukup teliti (sampai 1/10 volt). d.Anodik stripping voltametri terdiri dari 2 tahap.

mencakup Alat-alat yang diperlukan dalam metode potensiometri adalah. Seperti diketahui bahwa logam atau ion kadang-kadang mendapat tambahan atau kehilangan electron.Untuk tujuan tersebut separuh sel yang sesuai dapat dipilih. Metode analisis didasarkan pada hubungan antara potensial elektrode relative dengan konsentrasi larutan dalam suatu sel kimia. (1) elektrode pembanding (refference electrode) (2) elektroda indikator ( indicator electrode ) (3) alat pengukur potensial 2.Tidak ada efek karakteristik dari kapiler . Karena kemampuan mengikat elektron atau mengikat proton berbeda maka perbedaan potensial antara 2 sistem akan terjadi.Tidak diperlukan unit polarisasi . Elektode Pembanding Di dalam beberapa penggunaan analisis elektrokimia. diperlukan suatu elektrode pembanding (refference electrode) yang memiliki syarat harga potensial setengah sel yang diketahui. Karena itu harus dipelajari dulu apa yang disebut elektroda parsial. konstan. Dengan demikian.Elektroda referens dapat dipilih yang nilai potensial elektrodanya sedemikian rupa sehingga peristiwa reduksinya tidak memerlukan sumber tegangan dari luar . Pengukuran potensial elektroda banyak digunakan untuk dalam ilmu kefarmasian terutama untuk pengukuran pH dan titrasi potensiometrik. potensiometri Potensiometri adalah cabang dari ilmu kimia yang mempelajari ilmu pengukuran potensial dari sutau elektrode. Dalam metode potensiometri. Demikian pula suatu senyawa kimia dalam suatu system dapat menerima dan memberikan elektron atau menerima dan memberikan proton sehingga mereka itu bermuatan. dan sama sekali tidak peka 7 .1 ELEKTRODA PADA POTENSIOMETRI 1.Tegangan yang dapat diberikan cukup teliti (sampai 1/10 volt). potensial sel dapat dinyatakan dengan persamaan berikut Esel = Ecathode – Eanode = Eind – Ereff Dimana : Esel Ecathode Eanode Eind Ereff : Potensial sel dari sel elektrokimia : Potensial elektroda katoda : Potensial elektroda anoda : Potensial elektrode indikator : Potensial elektrode pembanding Dalam Metode analisis potensiometri didasarkan pada pengukuran potensial sel elektrokimia. informasi mengenai komposisi yang terdapat dalam sampel diperoleh melalui perbedaan potensial antara dua elektroda. . 2.Tidak diperlukan langkah untuk mengkalibrasi galvanometer.. . Peralatan yang dibutuhkan untuk metode ini sederhana dan tidak mahal.

Pasta Hg/HgCI terdapat di dalam tabung yang lebih dalam. Harga potensial SCE adalah 0.244 V pada 25o C dibandingkan terhadap elektroda hidrogen standart. dihubungkan dengan larutan KCI jenuh melalui 8 . KCI (x M) | Hg Dengan x menunjukkan konsentrasi KCl didalam larutan. Setengah sel elektrode kalomel dapat ditunjukan sebagai berikut: KCl || Hg2Cl2 (sat’d).5 . Elektroda calomel ditunjukan oleh gambar di bawah ini. dan harga konsentrasi ini harus dituliskan untuk menjelaskan elektroda. Merkuri Klorida /Komel (Hg2Cl2) dan kalium klorida (KCl). Elektroda kalomel terbuat dari tabung gelas atau plastik dengan panjang 5 ..15 cm dan garis tengah 0. Elektroda kalomel jenuh (saturated calomel electrode. Pasangan elektrode pembanding adalah elektrode indikator (disebut juga working electrode) yang potensialnya bergantung pada konsentrasi zat yang sedang diselidiki Syaratnya adalah: • • • Mematuhi persamaan Nersnt bersifat reversible Memiliki potensial elektroda yang konstan oleh waktu Segera kembali keharga potensial semula apabila dialiri arus yang kecil Hanya memiliki efek hysterisis yang kecil jika diberi suatu siklus suhu Merupakan elektroda yang bersifat nonpolarisasi secara ideal • • Elektroda pembanding ada beberapa macam. diantaranya : a.terhadap komposisi larutan yang sedang selidiki. Reaksi elektroda dapat dituliskan sebagai: Hg 2CI2 (s) + 2 e¯  2 Hg (l) + 2 CI ¯ Potensial sel ini akan bergantung pada konsentrasi klorida x (pada kalomel yang tidak jenuh).1 cm. SCE) biasanya banyak digunakan oleh para pakar kimia analitik karena banyak tersedia di pasaran dan konsentrasi klorida tidak mempengaruhi harga potensial elektroda. Elektroda Kalomel (Saturated Calomel Electrode) Elektroda Kalomel merupakan elektrode yang terdiri dari lapisan Hg yang ditutupi dengan pasta Merkuri (Hg).

Elektroda indikator harus memenuhi beberapa syarat antara lain harus memenuhi tingkat kesensitivan yang terhadap konsentrasi analit.199 V (jenuh) dan 0.205 V (3. Logam lain yang mempunyai sifat logam balik (reversibel) meliputi perak. raksa. Ag (s) + CIBiasanya elektroda ini terbuat dari suatu larutan jenuh atau 3.log[Cu2+].5 M KCI yang harga potensialnya dalah 0. akan memberikan perbedaan tegangan. Elektroda indikator logam Elektroda logam adalah elektroda yang dibuat dengan menggunakan lempengan logam atau kawat yang dicelupkan ke dalam larutan elektrolit. Elektroda calomel ditunjukan oleh gambar di bawah ini.  Elektroda jenis pertama Elektroda yang langsung berkesinambungan dengan kation yang berasal dari logam tersebut. Kontak elektroda ini dengan larutan dari setengah sel lainnya melalui penyekat yang terbuat dari porselen atau asbes berpori. seng dan timbal. Elektrode Indikator (Indicator Elektrode) Elektroda indikator (elektroda kerja) adalah suatu elektroda yang potensial elektrodanya bervariasi terhadap konsentrasi (aktivitas) analit yang diukur. Contoh. elektroda jenis kedua (second kind). 2. elektroda tembaga : Cu2+ + 2e == Cu(s) Sehingga.059/2)pCu Dengan pCu adalah . Elektroda indikator secara umum dikelompokkan menjadi 2 bagian yaitu : a. Elektroda perak / perak klorida Elektroda perak / perak klorida merupakan electrode yang terdiri dari suatu elektroda perak yang dicelupkan kedalam larutan KCI yang dijenuhkan dengan AgCI.059/2)log[1/Cu2+] E = E0Cu – (0.  Elektroda jenis kedua Elektroda yang harga potensialnya bergantung pada konsentrasi suatu anion yang dengan ion yang berasal dari elektroda membentuk endapan atau ion kompleks yang stabil. b. Contoh elektroda perak untuk halida.5M) pada 250 C. AgCl(s) + e == Ag(s) + ClSehingga.059/1)log[Cl-] 9 . Tanggapannya terhadap keaktifan teroksidasi dan tereduksi harus sedekat mungkin dengan yang diramalkan dengan persamaan Nernst. elektroda jenis ketiga (third kind). elektroda redoks. Setengah sel elektroda perak dapat ditulis : KCl | | AgCI (sat’d). Sehingga adanya perbedaan yang kecil dari konsentrasi analit. E = E0Cu – (0. reaksinya dapat ditulis. jadi elektroda tembaga mengukur langsung pCu. E = E0 – (0. KCI (xM) | Ag Reaksi setengah selnya adalah AgCI (s) + e. Elektroda logam dapat dikelompokkan ke dalam elektroda jenis pertama (first kind). Kelebihan elektroda ini dapat digunakan pada suhu yang lebih tinggi sedangkan elektroda kalomel tidak. cadmium.lubang kecil.

059/2) pY Dengan K = 0. Karena kompleks ini sangat stabil (untuk Hg Y2-.E = 0.ke dalam larutan. E = K . logam itu sendiri tidak ikut serta secara nyata dalam reaksi redoks.21 – (0. Contoh.059/2) log [Y4-] E = K – (0. potensialnya merupakan fungsi Nersnt dari rasio aktivasi aFe2+/aFe3+. Zn2+.059 pCl Contoh lain.(0. E = K – (0.059/2) log [Y4-] Bila ditambahkan sedikit kompleks Ca(II)-EDTA. E = E0 . dan paladium bertindak sebagai elektroda indikator pada reaksi redoks. atau Cd2+ yang terdapat dalam larutan. E = 0. CaY2.059/2) log { Kf [CaY2-] / [Ca2+]}  Elektroda redoks ( inert ) Logam mulia seperti platina.dengan persamaan sebelumnya didapat. emas.dianggap tetap.059/2) log {1/[Hg Y2-]}  Elektroda jenis ketiga Elektroda logam ayng harga potensialnya bergantung pada konsentrasi ion logam lain.21 V Untuk reaksi tersebut berlaku. Untuk elektroda Hg dengan kompleks EDTA seperti pada elektroda kedua.059 log [Ce3+]/[Ce4+] Dengan demikian elektroda platina dapat bertindak sebagai elektroda indikator di dalam titrasi cerimetri. dan platina tidak kebal dari serangan-seranga oksidator kuat. Pengukurannya didasarkan pada sifat elektroda raksa dalam larutan kompleks stabil Hg(II)EDTA encer. E = K – (0. 10 . keuntungan kinetik ini mungkin hilang. potensial elektrodanya dapat ditulis kembali.0.21 – (0. Tentu saja.059/2) log {[Y4-]/[Hg Y2-]} untuk menggunakan system elektroda ini perlu ditambahkan sedikit Hg Y2.+ 2e == Hg(l) + Y4. Sehingga persamaannya menjadi.E = E0 – 0. elektroda Hg dapat digunakan untuk menentukan konsentrasi ion Ca2+. Platina juga bisa menimbulkan masalah dengan reduktor-reduktor yang sangat kuat: reduksi H + (atau H2O) kadang-kadang berlangsung sedemikian lambat sehingga analit-analit bias direduksi lebih dahulu dalam larutan air tanpa interfensi dari pelarutnya. elektroda raksa untuk mengukur konsentrasi anion EDTA (disingkat Y4-). reaksi pada elektroda adalah : HgY2.== Ca2+ + Y4Kf = [Ca2+] [Y4-] / [CaY2-] Dengan menggabungkan harga konstanta pembentukan kompleks CaY2. maka kesetimbangan baru akan terbentuk. Maka konsentrasi Hg Y2.3 x 1021). Fungsi logam semata-mata untuk membangkitkan kecenderungan system tersebut dalam mengambil atau melepaskan electron. inert merupakan ukuran relatif. Kf = 6. tetapi karena H+ e = ½ H2 dikatalis oleh platina. terutama dalam larutan dimana kompleksasi bias menstabilkan Pt(II) melalui pembentukan spesies. Contoh potensial elektroda platina di dalam larutan yanfg mengandung ion-ion Ce3+ dan Ce4+ adalah.

Secara umum. Elektroda ini terbagi menjadi dua bagian yaitu elektroda membran kristal dan elektroda non kristal. membran sensor dapat dikelompokkan menjadi membran berpori. Tegangan yang ditimbulkan bergantung pada banyaknya ion dalam larutan yang mengenai permukaannya. Membran tersebut harus bersifat inert terhadap larutan uji.1976). Sensor merupakan elektroda yang digunakan untuk analisis secara kuantitatif yang menunjukkan selektifitas terhadap aktivitas ion yang diukur dan ditandai dengan perubahan potensial secara reversibel (Evans. Pada dasarnya cara analisis dengan menggunakan elektroda selektif ion adalah menentukan potensial dari larutan yang akan diukur sehingga penentuan dengan cara ini termasuk di dalam metode potensiometri (Morf. Berbagai definisi membrane telah dikemukakan. Polimer yang baik digunakan sebagai ion induk (host ion) adalah: 1. Elektroda selektif ion Elektroda selektif ion adalah elektroda yang responsif terhadap spesi ion. peralatan elektronik. selektif terhadap ion-ion tertentu. membran permselektif dan membran spesifik ion. Pemindahan ion tersebut didasarkan pada perbedaan konsentrasi partikel yang berpindah dari larutan yang lebih pekat ke larutan yang lebih encer. Agar dapat melewati membran maka ukuran ion harus lebih kecil atau sama dengan pori-pori membran sedangkan ion dengan ukuran yang lebih besar tidak dapat melewati membran. Membran adalah suatu lapisan yang memisahkan dua fasa dan mengatur perpindahan massa dari kedua fasa yang dipisahkan (Laksminarayanaiah. 1987). generator tennoelektrik dan elektrokimia vakum tinggi.a. Elektroda membrane diklasifikasikan dalam dua bagian utama yaitu : 1. Elektroda selektif-ion (ESI) merupakan suatu alat yang digunakan untuk menentukan secara kuantitatif dari ion-ion. Hal ini dapat dilihat dari jumlah atau konsentrasi ion dalam larutan. karena elektroda tersebut merupakan elektrokimia yang akan berubah secara reversibel terhadap perubahan keaktifan dari spesi-spesi yang diukur (Buchari. 1983). Elektroda indikator membran Elektroda indikator ini biasanya peka/sensitif terhadap satu jenis ion saja. molekul-molekul atau spesi-spesi tertentu. eiektroda tennodifikasi. 1976). Setiap membran akan memberikan mekanisme yang berbeda dalam membangkitkan potensial sesuai dengan jenis dan sifat membran. Sensor mendapat perhatian luas dari para peneliti karena alat ini mudah perakitannya dan pemakaiannya sederhana (Bailey. 1981 ). ESI (Elektroda selektif-ion) ini menggunakan membran sebagai sensor. 11 . 1970). Polimer yang mempunyai gugus yang mampu menyumbangkan elektron guna membentuk ikatan koordinasi dengan kation garam dopan. sedangkan bagian dalam berisi larutan yang mempunyai aktivitas tertentu yang mengadakan kontak dengan elektroda pembanding. Potensial yang terjadi pada membran berpori disebabkan perbedaan difusi dari ion pada lapisan permukaan membrane. Sensor terdiri atas membran yang responsif secara selektif terhadap suatu spesies tertentu dan mengadakan kontak pada bagian luarnya dengan larutan yang akan ditentukan. Membran berpori adalah membran yang memisahkan dua larutan elektrolit dari kedua fasa sehingga memungkinkan terjadinya difusi ion. memenuhi nilai sensitivitas teoritis dan dapat dicetak sesuai dengan ukuran yang diinginkan (Pungor and Klara. Sejumlah persaratan telah ditetapkan sebagai petunjuk bagi pemilihan bahan polimer yang dapat didop untuk digunakan sebagai membrane elektroda pada baterai. memiliki kepekaan yang baik. sensor.

Kalau dipertimbangkan sebagai partikel.3 mV/dekade dengan waktu respon 13-15 detik dan waktu hidup 10 bulan. Sensor ClO4. Gelombang elektromagnetik ditemukan oleh Heinrich Hertz. gelombang elektromagnetik dapat bersifat seperti gelombang atau seperti partikel.lnteraksi ini terjadi bila polimer mempunyai pasangan elektron bebas yang disediakan oleh atomnitrogen. Einstein kemudian memperbarui rumus ini menjadi Ephoton = hf. Sensor ClO4. sehingga dapat mengadakan pertukaran secara spesifik sedangkan ion lain tidak. Elektroda selektif molecular Elektroda selektif molekular adalah elektroda yang dipakai untuk menetapkan molekul analit. yaitu : elektroda pendeteksi peka terhadap gas dan elektroda bersubtrat enzim.dengan pemlastis DBS mempunyai nilai sensitivitas yang terbaik yaitu 57 mV/dekade. Bergantung pada situasi. dan frekuensi. Radiasi elektromagnetik Radiasi elektromagnetik adalah kombinasi medan listrik dan medan magnet yang berosilasi dan merambat lewat ruang dan membawa energi dari satu tempat ke tempat yang lain.7. Namun. Keadaan ini memungkinkan transport ion yang berlawanan dengan muatan membran pada rentang konsentrasi tertentu. Sebagai gelombang. 12 .13pentaazasiklopentadekana menggunakan pemlastis NPOE. Waktu kawat (atau panghantar seperti antena) menghantarkan arus bolak-balik. panjang gelombang. 3. Membran permeselektif adalah membran yang memiliki matriks dengan gugus ionik tetap.7. Kobaloksim ([klorobis(dimetilglioksimeato)trifenilfosfin) kobalt (III) berdasarkan membran PVC dapat digunakan untuk sensor ClO4-. h ialah konstanta Planck — 6. transisi gelas(Tg) yang rendah (Gray. waktu respon 5 detik dan waktu hidup 25 hari. membran ini tidak dapat membedakan ion yang ditranspor secara individu. dicirikan oleh kecepatan (kecepatan cahaya). Cahaya tampak adalah salah satu bentuk radiasi elektromagnetik. sehingga sifat dari muatan juga tetap.4.ini mempunyai sensitivitas 56. Sensor ClO4. pemlastis NPOE dan DBP berdasarkan matrik PVC. trayek pengukuran 10-4-10-1 M.4. 2. Setiap muatan listrik yang memiliki percepatan memancarkan radiasi elektromagnetik. DOS dan DBS berdasarkan membran PVC. Pembuatan sensor ClO4.disiapkan menggunakan zat aktif oktilamonium klorida. oksigen.626 × 10 −34 J·s — dan f adalah frekuensi gelombang. Sensor tersebut mempunyai sensitivitas 57. sub-bidang elektromagnetisme. radiasi elektromagnetik dirambatkan pada frekuensi yang sama dengan arus listrik.10.8 mV/dekade. 1991). dan masingmasing mempunyai energi berhubungan dengan frekuensi gelombang ditunjukan oleh hubungan Planck E = Hf. Gelombang elektromagnetik termasuk gelombang transversal. Polimer yang mempunyai rantai fleksibel sehingga atom dopan dapat dengan 3.pernah diteliti menggunakan zat aktif 1. Sensor ClO4. di mana E adalah energi foton. Polimer yang memiliki densitas energi kohesi yang tinggi dan suhu Membran spesifik ion adalah membran yang mudah terikat pada polimer aktif. mereka diketahui sebagai foton.ini dapat digunakan untuk menentukan ion perklorat di dalam air dan urin manusia.10. Elektroda ini terbagi menjadi dua bagian. trayek pengukuran 10-6-10-1 M. Penelitian teoritis tentang radiasi elektromagnetik disebut elektrodinamik. memiliki sifat yang sama dengan membran permselektif namun yang ditransport adalah ion-ion tertentu. sulfur atau klor.13-penta(n-oktil)-1. karena membran jenis ini dapat mengadakan pertukaran dengan beberapa ion yang memiliki muatan yang berlawanan dengan membran. DBP. range pH 4-10 dan waktu respon 15 detik. 2.

13 . radiasi inframerah. mempunyai frekuensi dan tingkat energi yang lebih tinggi. sinar x atau sinar rontgen.001-1 mm 400-720 nm 10-400nm 0. seperti cahaya. penjelasan detailnya.000 km 0. atom akan memancarkan foton sinar-x sebagai kesetimbangan. sinar-x lebih enerjik. Namun dibanding jenis radiasi tersebut. Sinar-X umumnya digunakan dalam diagnosis gambar medis dan Kristalografi sinar-X. Wilhelm Roetngent pertama kali menggambarkan sinar-x di 1895 dalam pencapaian yang membuatnya memperoleh Hadiah Nobel pertama dalam bidang Fisika.01-10 nm 0. dan gelombang radio. Selama Perang Dunia I. panjang gelombang lebih kecil dari 0. Sinar-X adalah bentuk dari radiasi ion dan dapat berbahaya. gelombang mikro.Gelombang elektromagnetik Yang termasuk gelombang elektromagnetik Gelombang gelombang radio infra merah cahaya tampak ultra violet sinar X sinar gamma Panjang gelombang λ 1 mm-10. jika elektron diambil dari inti atom. Misalnya. dan sinar gamma.1 nm Sinar kosmis tidak termasuk gelombang elektromagnetik. Sinar dengan panjang gelombang besar. 3.0001-0. ultra violet. mempunyai frekuensi dan tingkat energi yang lebih rendah. yaitu gelombang radio dan infra merah. Sinar dengan panjang gelombang kecil.0001 nm.1 sinar x Sinar-X atau sinar Röntgen adalah salah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang berkisar antara 10 nanometer ke 100 pikometer (mirip dengan frekuensi dalam jangka 30 PHz to 60 EHz). Foton sinar-x seribu kali lebih enerjik dibanding foton cahaya tampak. Kebanyakan sinar-x di semesta muncul ketika atom kembali ke kondisi konfigurasinya. Sinar-x merupakan bentuk radiasi elektromagnetik. sinar-x digunakan untuk keperluan medis.

Dalam mesin medis. Sinar-x memancar ketika cahaya enerjik elektron dengan cepat melambat. Sinar ini bisa digunakan untuk banyak keperluan riset ilmiah. Ketika elektron melambat. tetapi biasanya dalam kisaran gelombang radio – pada frekuansi antara 60 – 100 MHz. Posisi ini sangat tidak stabil karena berlawanan dengan arah medan magnet bumi. cahaya elektron enerjik difokuskan pada satu target yang biasanya berupa potongan tungsten. Inti hidrogen juga mempunyai perilaku seperti magnet kecil dan inti-inti hidrogen dapat juga diatur arahnya agar sesuai dengan arah medan magnet luar atau berlawanan dengan arah medan magnet luar. Terakhir.2 resonansi magnetic inti Latar belakang spektroskopi RMI Resonansi magnetik inti mempunyai kaitan dengan sifat-sifat magnetik suatu inti tertentu. proses bremsstrahlung atau ‘radiasi rem’.Sumber umum lain sinar-x adalah. Atom hidrogen sebagai magnet kecil Jika anda mempunyai suatu kompas jarum. Ketika elektron berputar. biasanya akan mengarah pada medan magnet bumi dengan arah utara. elektron ini memancarkan sinar-x kuat. (frekuansi radio BBC 4 adalah 14 . 3. Ini memungkinkan untuk mengubah arahnya dari yang lebih stabil ke kurang stabil dengan memberikan energi yang sesuai. mesin yang mengakselerasi elektron dalam orbit lingkaran dapat menghasilkan sinar-x. Perangkat semacam ini memproduksi sinar-x melalui kedua mekanisme tersebut secara terus-menerus. Jika jarum kompas tersebut anda putar dengan jari sehingga menunjukkan arah selatan – arah yang berlawanan dengan medan magnet bumi. Energi yang dibutuhkan untuk mengubahnya tergantung pada kekuatan medan magnet luar yang digunakan. dan jika anda membiarkannya jarum akan segera kembali ke posisi semula yang lebih stabil. sinar-x bremsstrahlung tercipta. Arah yang berlawanan dengan medan adalah tak stabil (energinya tinggi).

Rangkuman Untuk suatu frekuensi radio yang diberikan (katakanlah. proton tidak akan merasakan pengaruh yang penuh dari medan luar dan akan berhenti beresonansi(berubah dari satu arah magnetik ke arah yang lain). Pengaruh lingkungan kimia atom hidrogen Mungkinkah kita mendapatkan suatu proton yang terisolasi. 90 MHz) atom hidrogen membutuhkan sedikit medan magnet untuk membuatnya beresonansi yang besarnya tergantung pada apa yang ada didekatnya – dengan kata lain kebutuhan medan magnet adalah untuk mengarahkan lingkungan atom hidrogen dalam suatu molekul. sehingga pengaruhnya terhadap medan magnet di sekitar hidrogen akan berkurang. Perubahan proton dari satu arah ke arah lain oleh gelombang radio disebut dengan kondisi resonansi. Misalnya anda menghubungkan hidrogen dengan sesuatu yang lebih elektronegatif. Misalkan anda menggunakan frekuensi radio 90 MHz. Untuk mengembalikan hidrogen pada kondisi resonansi. dan anda mengatur besarnya medan magnet sehingga suatu proton yang terisolasi dalam kondisi resonansi. kenyataannya proton mempunyai sesuatu yang mengelilinginya – terutama elektron. anda harus sedikit meningkatkan medan magnet luar untuk mengimbangi pengaruh elektron – tetapi tidak sebanyak jika hidrogen berada didekat atom X. Kondisi resonansi tergantung pada adanya kombinasi yang tepat antara medan magnet luar dan frekuensi radio. Elektron dalam ikatan akan makin menjauh dari inti hidrogen. Bagaimanakah anda mengembalikan kondisi resonansi? Anda dapat sedikit meningkatkan medan magnet luar untuk mengimbangi pengaruh elektron. Ciri-ciri spektrum RMI Spektrum RMI yang sederhana adalah seperti berikut: 15 . Adanya elektron ini akan mengurangi pengaruh medan magnet luar yang dirasakan oleh inti hidrogen.diantara 92-95 MHz!) Hal ini memungkinkan untuk mendeteksi hubungan antara gelombang radio pada frekuensi tertentu dengan perubahan orientasi proton sebagai suatu puncak dalam grafik. Jika anda mengganti proton yang terisolasi dengan proton yang terhubung dengan sesuatu.

pada bagian kanan skala. Anda akan menemukan puncak pada beberapa spektra RMI yang ditimbulkan oleh TMS (pada nol). Bukan tinggi puncaknya tetapi perbandigan luas area di bawah puncak. Nol adalah titik dimana anda akan mendapatkan suatu puncak yang disebabkan oleh atom-atom hidrogen dalam tetrametilsilan – biasanya disebut dengan TMS.Puncak Pada gambar terdapat dua puncak karena ada dua lingkungan hidrogen yang berbeda – dalam gugus CH3 dan gugus COOH yang mengandung oksigen. Perlunya standar sebagai pembanding – TMS Sebelum kita menjelaskan makna skala pada posisi horisontal. Mereka terikat oleh atom yang sama dengan cara yang sama sehingga tidak hanya menghasilkan puncak tunggal tetapi juga puncak yang kuat (karena ada banyak atom hidrogen). kita akan menjelaskan tentang titik nol . jika anda akan menganalisis spektrum dengan suatu puncak pada nol. dan yang lainnya akan menjauhi puncak TMS ke sebelah kiri. anda dapat mengabaikannya karena itu adalah puncak dari TMS. Mereka berada pada posisi yang berbeda dalam spektrum karena membutuhkan medan magnet luar yang sedikit berbeda untuk menyebabkannya beresonansi pada frekuensi radio tertentu. diantaranya: • TMS mempunyai 12 atom hidrogen yang semuanya memiliki lingkungan kimia yang sama. Perbandingan 3:1 menunjukkan banyaknya atom hidrogen dalam dua lingkungan yang berbeda – hal ini sesuai untuk CH3COOH. Pada dasarnya. Jika anda dapat menghitung luas area di bawah puncak pada diagram di atas. yaitu banyaknya atom hidrogen dalam tiap-tiap lingkungan. 16 . Ukuran kedua puncak memberikan informasi yang penting. Setiap pembacaan spektrum RMI akan dibandingkan dengan TMS ini. TMS dipilih sebagai standar karena beberapa alasan. anda akan mendapatkan perbandingannya 3 (untuk puncak yang besar) dan 1 (untuk yang kecil).

Polarograf Polarografi merupakan metode analisis yang didasarkan pada peristiwa polarisasi dalam elektrolisis. dinamakan pergeseran kimia/chemical shift dan dihitung dalam bagian per juta/parts per million – ppm. Suatu puncak dengan pergeseran kimia. Pengaruh dari hal ini adalah TMS menghasilkan puncak yang ekstrim pada sisi kanan. atau anda dapat menggunakan pelarut yang atom-atom hidrogennya telah diganti dengan isotopnya. deuterium. CCl4. Pelarut untuk spektroskopi RMI Spektra RMI biasanya ditentukan dari larutan substansi yang akan dianalisis. Untuk itu pelarut yang digunakan tidak boleh mengandung atom hidrogen. Sebagaimana diketahui bahwa polarisasi terjadi pengutupan pada elektroda yang menyebabkan laju kuat arus (i) yang makin berkurang. artinya zat-zat yang dapat dioksidasi secara listrik (electro oxidable) dan yang dapat direduksi 17 . karena adanya atom hidrogen pada pelarut akan mengganggu puncak-puncak spektrum.0 artinya atom-atom hidrogen yang memunculkan puncak tersebut memerlukan medan magnet 2 juta lebih kecil dari medan yang dibutuhkan oleh TMS untuk menghasilkan resonansi. Prinsip Dasar Hubungan Arus dan Konsentrasi Dasar dari polarografi adalah elektrolisis dari suatu larutan yang mengandung analit eletroaktif. dan anda harus meningkatkan medan magnet untuk membawa hidrogen ini kembali ke kondisi resonansinya. Atom-atom deuterium mempunyai sifat-sifat magnetik yang sedikit berbeda dari hidrogen. Polarografi dan Voltametri adalah suatu teknik elektroanalisis yang memperoleh informasi dari analit berdasarkan kurva arus-potensial {i = f(E)}. sebagai contoh CDCl3 sebagai ganti CHCl3. Pergeseran kimia Skala horisontal ditunjukkan sebagai (ppm). dengan melakukan pengukuran arus listrik (i) sebagai fungsi potensial (E) yang diberikan. Dan puncak lain akan muncul di sebelah kirinya. Polarografi merupakan suatu metode analisis yang didasarkan pada prinsip elektrolisis pada elektroda mikro tetes air raksa.• Hidrogen pada senyawa ini lebih terlindungi dibandingkan pada senyawa lain karena adanya elektronelektron ikatan C-H. 4. DME). Semua spektrum RMI pada bagian ini menggunakan CDCl3 sebagai pelarut. Ini artinya inti hidrogen lebih terlindungi dari medan magnet luar. Atau dapat dikatakan metode Polarografi merupakan sub bagian Voltametri dengan menggunakan elektroda kerja elektroda tetes merkuri (dropping mercury electrode. Anda dapat menggunakan pelarut seperti tetraklorometana. yang tidak mengandung hidrogen. Selanjutnya teknik polarografi ini dijadikan dasar bagi pengembangan metode Voltametri. 1.0 dikatakan mempunyai medan lebih rendah dari TMS (downfiled). sehingga mereka akan menghasilkan puncak pada area spektrum yang berbeda. Ada dua cara untuk mencegah gangguan oleh pelarut. Metode Gravimetri mulai dikenalkan oleh Jaroslav Heyrovsky (1922).1 . misalnya 2. Suatu puncak pada pergeseran kimia 2.

maka materi bermuatan bergerak menuju kutub dengan muatan yang berlawanan. diusahakan agar arus yang terukur adalah semata-mata berasal dari arus difusi saja. Arus konveksi dapat dikurangi dengan cara melakukan percobaan tanpa pengadukan dan arus migrasi dikurangi atau ditekan dengan penggunakan elektrolit pendukung. Mnt. Perpindahan secara difusi Partikel-partikel mengalir dari daerah yang lebih rapat (pekat) menuju daerah yang lebih renggang (cucu). maka im dan ik harus dihilangkan atau diperkecil. 2. karena adanya gaya tarik menarik elektrostatik. 3. yang dinyatakan sebagai : atau I=nFD i=nFSD x = jarak dari permukaan elektroda D = koefisien difusi Secara skematis difusi partikel pada permukaan elektroda dapat digambarkan sebagai berikut : Co = konsentrasi analit pada tubuh larutan Ce = konsentrasi analit pada permukaan elektroda S = tebal lapisan difusi Bila (Co-Ce) adalah penurunan konsentrasi analit pada lapisan difusi (s). dan elektroda berada 18 . yakni kation-kation menuju katoda dan anion-anion menuju anoda. hanya arus difusi saja yang ada. untuk luas elektroda sebesar S. Selanjutnya dengan menganggap. Perpindahan secara migrasi Materi yang bermuatan. Misalnya dalam larutan mengandung ion logam. besarnya rapat arus (I) adalah : I= Menurut hukum Fick tentang difusi. Perpindahan secara konveksi Pengaruh temperatur dan goyangan atau pengadukan menyebabkan partikel berpindah dari tempat ke tempat lain. kecepatan difusi adalah sebanding dengan gradien konsentrasi. maka akan terjadi reaksi reduksi secara listrik : Mnt + ne + Hg (s) = M (Hg) Perpindahkan materi yang berlangsung di dalam larutan pada umumnya dapat terjadi dengan 3 cara : 1. Dari ketiga jenis perpindahan tersebut menyebabkan laju perpindahan massa yang berimplikasi pada besarnya arus total (itot) yang terjadi it = arus total it = im + id + ik im = arus migrasi id = arus difusi ik = arus konveksi Dalam polarografi.secara listrik (electro reductible) pada elektroda tetes air raksa.

pada keadaan keseimbangan dinamik. Dengan menggunakan harga-harga yang ada pada elektroda merkuri dan adanya fluktuasi waktu hidup dari tetesan dan adanya masalah Inersia. tetapi berubah sesuai gradien konsentrasi . = k n F D1/2 . yang menghasilkan hubungan Bila disubstitusikan pada persamaan i = n F S D . sehingga persamaan menjadi : i=nFSD Dengan penggunaan E pada elektroda yang divariasikan. maka harga dapat diganti dengan . Ilkovie memberikan koreksi terhadap persamaan di atas menjadi 1/6 Coτ id = 607 . Misalkan ada dua satuan jarak dari permukaan elektroda yaitu dan x (x + dx). maka Persamaan diferensial orde kedua ini dapat diselesaikan menurut difusi linier semi infisit. maka volume tetesan adalahBila waktu hidup air raksa adalah 3 rπ = τ V 3/detik)µ dengan v = volume Hg yang mengalir (dalam satuan C τ = jari-jari pada saat r Dengan menganggap bahwa difusi terjadi adalah difusi planar pada elektroda S. dan waktu tetesnya adalah t. k’ = adalah tetapan Keadaan ini adalah besarnya arus pada saat tepat tetesan akan jatuh. maka harga i menjadi naik dan menyebabkan konsentrasi analit pada permukaan elektroda (Ce) menjadi menurun. (m . τ i 1/6 Coτ = k’ n D1/2 m 2/3 τ atau i k. maka Apabila dipelajari lebih lanjut pada elektroda tetes air raksa yang diskemakan berikut. Flux materi pada permukaan elektroda per satuan luar (fo) dapat dirumuskan sebagaiSebenarnya lapis difusi Pada saat dt ada beda flux dari fx menjadi f(x + dx) di bagian lain dari bidang. ada suatu keadaan dimana tetes air raksa tumbuh dan kemudian jatuh serta diperbaharui lagi dengan bentuk yang baru. maka )2/3τ 2 = 4 = k (mτ rπ S = 4 gr/detik)µ m = masa tetes Hg (dalam = kecepatan Hg k = tetapan τ sehingga besarnya arus i )2/3 . sehingga Co dianggap jauh lebih besar dari Ce. n D1/2 m 2/3 Dari persamaan tersebut tampak bahwa besarnya arus difusi berbanding lurus dengan 19 . maka i= bukan merupakan tebal yang konstan.

[Oks]elektroda [Oks]e = Untuk keadaan spesi Red : i = kRed (Red)e atau [Red]e = .konsentrasi analit dalam larutan (Co). maka E1/2 = E° – EEKJ – log Sehingga Eapp = E1/2 – log 4. Potensiostat Potensiostat merupakan bagian instrument yang terdiri dari rangkaian listrik yang berguna untuk 20 . maka besarnya potensial terpasang : Eapp = EETAR – EEKJ – IR Jika IR dianggap kecil. Adapun bentuk skema elektroda tersebut adalah sebagai berikut : 2. sehingga untuk mengangkut spesi Oks menuju katoda berlaku persamaan i = K’ . didefinisikan sebagai Eapp = E1/2 yaitu potensial setengah gelombang. VOks I = arus yang timbul pada Eapp yang digunakan Voks = laju migrasi partikel Oks K’ = tetapan kesebandingan Apabila laju partikel VOks = K’ ([Oks]larutan – [Oks]elektroda) maka : i = k . arus difusi mengandung arti kecepatan mengangkut partikel dari tubuh larutan ke permukaan elektroda.2 Prinsip Dasar Hubungan Arus Potensial Untuk reaksi setengah sel Red (ag)Oks(ag) + ne dengan Oks = bentuk teroksidasi dan Red = bentuk tereduksi Untuk elektroda tetes air raksa (ETAR). – log Pada keadaan i = . sebagai potensial yang memberikan arus yang timbul adalah separuh dari arus difusi. disamping 2 elektroda yang lain yaitu elektroda pembanding (Ag/AgCe atau kolonel jenuh) dan elektroda pembantu (Auxiallary elektroda) (Pt atau Au). maka : Eapp= E° – log – EEKJ Pada saat elektrolisis. berlaku hubungan EETAR = E° – log Bila anodanya adalah elektroda kalomel jenuh (EKJ). Mercury Elektroda (Elektroda Merkuri) Elektroda merkuri merupakan elektroda kerja dalam sistem polarografi. 4. maka persamaan Eapp. menjadi Eapp = E° – EEKJ – log . K’ [(Oks)larutan – (Oks)elektroda] atau : i = k [(Oks)larutan – (Oks)elektroda] Telah disinggung sebelumnya bila id = k [Oks]larutan maka id – i = K [Oks]lar – {K(Oks)lar – K (Oks)elektroda id – i = K . Ketiga elektroda ditempatkan dalam satu tabung yang mengandung analit.3 Instrumentasi Polarografi 1.

792.458 meter perdetik (m/s) atau 1. yang merupakan salah satu penemuannya. seperti udara dan gelas. mustahil ada atau hanya merupakan abstrasi geometrical saja (Sear. disebut pantulan baur. Definisi indek bias cahaya suatu zat adalah kecepatan cahaya didalam hampa dibagi dengan kecepatan cahaya dalam zat tersebut.2010) (Image.Menjauhi Garis Normal Cahaya dibiaskan mendekati garis normal jika cahaya merambat dari medium optic lebih rapat kedalam optic kurang rapat.286. Kebanyakan obyek yang dapat kita lihat.8 kilometer perjam (km/h) atau 186. REFRA KTOMETRi Refraktometer sebenarnya alat ukur mengukur indek bias suatu zat. (Image. 21 .848.menjaga potensial dan mengatur potensial tetap pada nilai tertentu. Arah pembiasan cahaya dibedakan menjadi dua macam yaitu : . Untuk keperluan ini cukup kita melukiskan satu sinar saaja. . contoh cahaya merambat dari dalam air ke udara 5.1994).252.6 mm atau berat kira-kira 0. 2. 2008). Standar ini berisi antara lain prosedur penentu indeks bias (n) relative mineral transparan dalam bentuk butiran atau pecahan mineral transparan berukuran (+/-) 0. contohnya cahaya merambat dari udara kedalam air. Nama hukum ini diambil dari matematikawan Belanda Willbrord Snellius.2010) 5.Mendekati Garis Normal Cahaya dibiakan mendekati garis normal jika cahaya merambat dari medium optic kurang rapat kemedium optic lebih rapat.4 perdetik (mil/s) (Anonim. tampak karena obyek itu memantulkan cahaya kemata kita.079. Pada pantulan yang paling umum terjadi.1 Pembiasan cahaya Pembiasan cahaya adalah peristiwa penyimpangan atau pembelokan cahaya karena melalui dua medium yang berbeda kerapatan optiknya.01 gr dalam bentuk medium rendam yang diketahui indeks biasnya dengan menggunakan mikroskop dan ilminasi piring (Badan Standarisasi Nasional. Kecepatan cahaya dalam sebuah vakum adalah 299. cahaya memantul kesemua arah.2010) (Image.2 Hukum Snelius Hukum snelius adalah rumus matematika yang memberikan hubungan antara sudut datang dan sudut bias pada cahaya atau gelembang lainnya yang melalui batas antara dua medium isotopik berbeda. 2008).

& Faulker. Kecepatan cahaya.R.html Nontji.id. Evans. Commons. Skoog. http://oseanografiblogspot. 1990). Refraktometer. Jakarta : Djambatan Wikipediaa. ________b. 22 . 2008.air.co. http://www. A. D. Principles of Instrumental Analysis.. Gambar Refraktometer. yang sama dengan kebalikan nisbah indeks bias. 2010.wikipedia. Laut Nusantara. New York : Saunders College Publishing.laut. Hutabarat. diakses 5 Oktober 2010 pukul 10. Penentuan Indeks Bias Relatif Dalam Bentuk Butiran Dengan Teknik Uji Bayangan. 1985.J. http://www. 2008. http://translate. Electrochemical Methods. 1980. 1986. L.00 WIB ________c. Perumusan lain yang dcivalen adlah nisbah sudut dating dan sudut bias sama dengan nisbah kecepatan cahaya pada kecua medium. yang tergantung pada medium.googleusercontent/translet. A. Badan Standarisasi Nasional.Hukum ini juga dikenal sebagai Hukum Descartes atau Hukum Pembiasan (Rashed Rhoshidi. DAFTAR PUSTAKA Bard.wikipedia. M. 2010. Hukum ini menyebutkan bahwa nisbah sinus sudut dating dan sudut bias adalah konstas.A. New York: John Willey & Sons. 2007. Pengantar Oseanografi.com.google. Online http://www.com/2005/07/salinitas%20. S dan Stewart.com.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful