8

TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

Tinjauan Pustaka Kelapa atau juga dikenali sebagai nyiur dapat memiliki umur melebihi 25

tahun. Pohon kelapa bisa mencapai ketinggian 6 hingga 30 meter bergantung kepada varietasnya. Kelapa didapati di semua kawasan tropika. Pohon kelapa (Cocos nucifera L.) adalah ahli keluarga Arecaceae (keluarga palma). Kelapa merupakan spesies tunggal yang dikelaskan dalam genus Cocos dan merupakan pohon palma yang besar, tumbuh setinggi 30 meter, dengan pelepah daun (pinnate) sepanjang 4-6 meter, dengan helaian daun (pinnae) sepanjang 60-90 cm dan pelepah yang sudah tua akan jatuh dengan sendirinya meninggalkan batang pohon yang licin (Anonimus, 2009). Tanaman kelapa disebut juga pohon kehidupan, karena dari setiap bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Buah kelapa dapat diambil air, daging buah, tempurung dan sabutnya. Salah satu produk yang dihasilkan dari air kelapa adalah sari kelapa. Turunan dari daging kelapa adalah daging kelapa parut, kulit ari daging kelapa dan kopra. Kelapa parut kering adalah suatu produk awet kelapa yang merupakan bahan dasar pembuatan santan dan untuk campuran pembuatan roti, kue-kue, dan makanan lain. Daging kelapa coconut cream, santan, kelapa parutan kering, coconut skim milk, sampai kosmetik sebagai turunan terakhir. Kopra merupakan bahan industri minyak kelapa dan bungkal kopra (Azmil, 2006). Dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan, kedudukan tanaman kelapa diklasifikasikan sebagai berikut :

8

Universitas Sumatera Utara

3.9 Kingdom Divisio Kelas Ordo Famili Genus Species : Plantae : Spermatophyta : Monocotyledoneae : Palmales : Palmae : Cocos : Cocos nucifera Penggolongan varitas kelapa umumnya berdasarkan perbedaan-perbedaan umur pohon mulai berbuah. Adanya serangan hama . warna buah serta sifat-sifat khusus lainnya (Suhardiman. nata de coco Untuk bahan-bahan bangunan baik untuk kerangka bangunan maupun untuk dinding serta atap Untuk membuat carbon aktif. dan lainnya Beberapa faktor yang mengakibatkan tingkat produksi kelapa rendah. coconut cream. saringan. Kegunaan berbagai bagian kelapa ditunjukan dalam tabel berikut : Tabel 3. di antaranya : 1. bentuk dan ukuran buah. Perlakuan budidaya sangat minim. keset. santan dan kelapa parut kering Untuk pembuatan cuka. Kegunaan dari bagian-bagian kelapa No 1 2 3 4 5 6 Bagian Daging buah Air Batang Tempurung Daun Sabut Kegunaan Bahan baku untuk menghasilkan kopra. sapu. Varietas / jenis kelapa yang ditanam sebagian besar hanya memiliki kemampuan produksi yang rendah.obat nyamuk dan kerajinan tangan Dapat diambil lidinya yang dapat dipakai sebagai sapu. pembalut makanan serta barangbarang anyaman Untuk pembuatan tali. 1999). sikat pembersih. media penanaman anggrek. 2. dan Universitas Sumatera Utara . penyait yang tidak berkesudahan. Sebagian tanaman telah tua / rusak sehingga tidak lagi produtif. minyak kelapa. 4.

jenis kelapa yang diteliti dikhususkan kepada kelapa tua varietas dalam. Masa puncak produksi kelapa juga berbeda-beda. Kebun dengan pemeliharaan baik.000 butir buah kelapa atau 1. Pada akhir-akhir ini berkembangnya pemuliaan tanaman dikenal varietas ketiga yaitu hibrida yang merupakan perkawinan silang antara dua tanaman kelapa yang berbeda sifatnya (dalam dan genjah) (Setyamidjaja. pemetikan hasilnya dimulai umur 3-4 tahun. 1999).10 5. Pada penelitian ini. Tanaman kelapa didalam satu hektar dapat ditanami 100 pohon. setiap pohon diharapkan dapat menghasilkan 70 butir buah kelapa per tahun atau 15 kg kopra. Untuk kelapa dalam masa puncak produksinya pada umur antara 15-20 tahun. rata-rata setiap pohon kelapa menghasilkan 45 butir buah kelapa per tahun atau 10 kg kopra.75 ton kopra. Dalam jenis (species) kelapa (Cocos nucifera L) dikenal ada dua varietas utama yaitu varietas dalam dan varietas genjah. Waktu yang diperlukan untuk pembentukan buah kelapa yaitu sejak bunga jantan mekar sampai buah masak dan dipungut hasilnya. Sedangkan kelapa genjah dan kelapa hibrida. Dapat disimpulkan bahwa untuk kebun normal dapat memberikan Universitas Sumatera Utara . Setelah berumur 20 tahun produksi berangsur turun dan setelah umur 40 tahun produksi merosot. Pemanenan kelapa dalam umumnya bervariasi antara 6-8 tahun. Sehingga setiap hektar. Setelah berumur 18 tahun mulai berangsur turun dan merosot setelah umur 30 tahun. Masih belum terperbaikinya sistem pengolahan dan tata niaga hasil. Sehingga tiap hektar per tahun dapat menghasilkan 5. berkisar 15-16 bulan (Suhardiman. masa produksi puncak antara umur 10-18 tahun.500 butir buah kelapa per tahun atau 1 ton kopra. Sedang kelapa genjah/hibrida. buah kelapa menghasilkan 4. 1985).

penawaran. Dalam banyak kenyataan. penduduk. dan perubahan nilai barang dan jasa secara bebas dengan lainnya. sehingga efsiensi pemasaran menjadi lemah. sorting. kelemahan dalam sistem pertanian di negara berkembang. kelapa mempunyai nilai ekonomi yang tinggi (Suhardiman. keadaan perekonomian (Koeswara. 2. Dalam banyak kenyataan hal ini juga disebabkan karena tingginya biaya pemasaran (Soekartawi. berupa bahan mentah yang perlu pengolahan lebih lanjut dan dalam jumlah yang relatif sedikit sehingga Universitas Sumatera Utara . adalah kurangnya perhatian dalam bidang pemasaran. pengangkutan dan pengolahan sering tidak berjalan seperti yang diharapkan. 5. Di dalam sistem pemasaran terdapat komponen – komponen yang saling mempengaruhi satu sama lain. Di dalam sistem pemasaran perlu diperhatian beberapa komponen penting yang mempengaruhi pemasaran. 4. 1995). teknologi. 1999).11 hasil kopra sebanyak 1. penyimpanan. 3. jasa yang dipasarkan Pasar Saluran distribusi (Channel Distribution) Lingkungan. antara lain adalah : 1. termasuk Indonesia. 2002).5 ton. yang terdiri dari : faktor sosial budaya. Fungsi-fungsi pemasaran. Oleh karena itu. Pemasaran komoditi pertanian bersifat konsentrasi-distributif. 2. Organisasi pemasaran Produk. seperti pembelian. Landasan Teori Kotler (1993) pemasaran adalah suatu proses sosial dengan individu dan kelompok dengan kebutuhan dan keinginan dalam menciptakan. Dimana komoditi pertanian yang dihasilkan secara terpencar-pencar.2.

semakin panjang saluran yang ditempuh produk. 2004). penjualan di toko/gerai produsen. Pemasaran komoditi pertanian dari proses konsentrasi yaitu pengumpulan produk-produk pertanian dari petani ke tengkulak. yaitu : a. pedagang pengumpul dan pedagang pengumpul kota serta diakhiri proses distribusi yaitu penjualan barang dari pedagang ke agen. seperti penjulan di tempat prduksi. Saluran distribusi tak langsung (indirect channel of distribution) yaitu bentuk saluran distribusi yang menggunakan jasa perantara dan agen untuk menyalurkan barang atau jasa kepada konsumen. Universitas Sumatera Utara . penjualan melalui surat. 2. Saluran distribusi langsung (direct channel of distribution) yaitu penyaluran barang-barang atau jasa-jasa dari produsen ke konsumen dengan tidak melalui perantara. Panjang pendeknya saluran pemasaran yang dilalui oleh suatu hasil komoditas pertanian tergantung pada beberapa faktor. penjualan dari pintu ke pintu. b. Saluran pemasaran menurut bentuknya dibagi dua.12 untuk menutup biaya-biaya yang diperlukan lembaga pemasaran dalam melakukan fungsi-fungsi pemasaran diperlukan volume perdagangan yang cukup besar. pengecer dan konsemen (Sudiyono. Jarak antara produsen dan konsumen Semakin jauh jarak antara produsen dan konsumen. Cepat tidaknya produk rusak Produk yang cepat atau mudah rusak harus segera diterima konsumen dan dengan demikian menghendaki saluran pemasaran yang pendek dan cepat. Rangkaian proses penyaluran produk dari produsen hingga sampai ke tangan konsumen akhir disebut saluran pemasaran. yaitu : 1.

guna bentuk dan guna waktu ini diperlukan biaya pemasaran. guna bentuk dan guna waktu. 2004). Konsep pemasaran adalah kepuasan keinginan konsumen adalah dasar kebenaran sosial dan ekonomi kehidupan sebuah perusahaan. maka jumlah yag dihasilkan berukuran kecil pula. Sasaran perusahaan harus volume penjualan yang menghasilkan laba 3. Semua operasi dan perencanaan perusahaan harus berorientasi kepada konsumen 2. hal ini tidak akan menguntungkan bila produse langsung menjual ke pasar.13 3. Ada tiga ketetapan pokok yang medasari konsep pemasaran yaitu : 1. Fungsi-fungsi pemasaran yang dilaksanakan oleh lembaga-lembaga pemasaran bermacam-macam. 2007). dimana terdapat tiga tipe fungsi pemasaran. Pemasaran sebagai kegiatan produksi mampu meningkatkan guna tempat. Dalam menciptakan guna tempat. 4. Posisi keuangan pengusaha Produsen yang mempunyai modal yang banyak cenderung untuk memperpendek saluran pemasaran (Rahim . Skala produksi Bila produsi berlangsung dengan ukuran-ukuran kecil. Pengukuran kinerja pemasaran ini memerlukan ukuran efisiensi pemasaran (Sudiyono. Biaya pemasaran ini diperlukan untuk melakukan fungsi-fungsi pemasaran oleh lembaga-lembaga pemasaran yang terlibat dalam proses pemasaran dari produsen sampai kepada konsumen akhir. 1989). yaitu: Universitas Sumatera Utara . Semua kegiatan pemasaran di sebuah perusahaan harus dikordinir secara terorganisir (Stanton dan Lamarto.

penggunaan resiko. biaya tataniaga yang tinggi juga akan membuat sistem pemasaran kurang/tidak efisien (Gultom.14 1. 2004). Fungsi fisik (pysycal function) seperti pengangkutan dan penyimpanan Fungsi penyediaan fasilitas (facilitating function) seperti standarisasi. biaya tata niaga semakin rendah. Biaya pemasaran adalah biaya yang terdiri dari semua jenis pengeluaran yang dikorbankan oleh setiap middleman (perantara) dan lembaga-lembaga pemasaran yang berperan secara langsung dan tidak langsung dalam proses perpindahan barang. Oleh sebab itu biaya pemasaran yang tinggi akan membawa efek kepada harga beli konsumen. harga yang diterima produsen semakin tinggi (Daniel. maka: a. 3. Fungsi pertukaran (exchange function) seperti penjualan dan pembelian. margin tata niaga juga semakin rendah. 2. Secara teknis dapat dikatakan bahwa semakin pendek rantai tata niaga suatu barang hasil pertanian. dan keuntungan (profit margin) yang diambil oleh middleman / lembaga tataniaga atas jasa modalnya dan jasa tenaganya dan menjalankan aktifitas pemasaran tersebut. Biaya pemasaran terjadi sebagai konsekuensi logis dari fungsi-fungsi pemasaran. 1996). informasi harga dan penyediaan dana (Sudiyono. Biaya pemasaran ini menjadi bagian tambahan harga pada barang-barang yang harus ditanggung oleh konsumen. harga yang harus dibayarkan konsumen semakin rendah. c. Disamping itu. d. Semakin banyak lembaga tataniaga yang terlibat. b. semakin panjang rantai tata niaga dan semakin besar biaya pemasaran komoditi tersebut. 2002). Universitas Sumatera Utara .

seperti wakil pabrikan. Biasanya berspesialisasi dalam fungsi penjualan dan bertindak sebagai klien pabrikan atas dasar komisi. Terdapat beberapa perantara dalam pemasaran yaitu : 1. pengangkutan.15 Di sepanjang perjalanan barang dari sektor produsen ke konsumen terbentuk lembaga-lembaga tataniaga yang terdiri dari pedagang. Pedagang/agen dikenal sebagai middleman (perantara) dan jalan yang ditempuh barang-barang dari produsen hingga sampai ke konsumen dikenal sebagai channel of marketing atau mata rantai saluran tataniaga. Lembaga pemasaran ádalah badan usaha atau individu yang menyelenggarakan pemasaran. menyalurkan jasa dan komoditi dari produsen kepada konsumen akhir serta mempunyai hubungan dengan badan usaha atau individu lainnya. Semakin panjang rantai saluran pemasaran maka semakin besar biaya pemasaran sehingga marjin pemasaran pun semakin tinggi yang mengakibatkan harga yang diterima petani (farmer’s share) semakin kecil. pelanggan industri. Pedagang pengumpul kota (merchant wholesalers) atau grosir memberi merek pada barang yang mereka jual dan terutama menjualnya ke penjual lain (pengecer). 2. dan pelanggan omesial lain. Perantara agen (agen middleman). tapi tidak memberi merek pada barang yang mereka jual. daripada ke konsumen individu. agen dan lain-lain. Universitas Sumatera Utara . juga menjual ke penjual ulang (reseller) lain dan pelanggan industri atau komersial. Pengertian jarak dalam perjalanan barang itu dinyatakan dengan banyaknya middleman yang terdapat di sepanjang mata rantai saluran tataniaga.

Besarnya keuntungan yang diterima oleh masingmasing pelaku pemasaran relatif terhadap harga yang dibayar konsumen dan atau relatif terhadap biaya pemasaran terkait dengan peran yang dilakukan oleh masing-masing pelaku. perusahaan riset pemasaran. Agen pendukung (facilitating agencies). Perhitungan marjin pemasaran digunakan untuk melihat setiap saluran pemasaran aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh lembaga pemasaran dalam menjalankan fungsi-fungsi pemasaran yang mengakibatkan adanya perbedaan harga ditingkat produsen dan di tingkat konsumen.16 3. 4. Semakin tinggi harga yang diterima produsen. semakin efisien sistem pemasaran tersebut. Pengecer (retailers) menjual barang dan jasa secara langsung e konsumen akir untu penggunaan kegiatan nonbisnis mereka. seperti biro iklan. berspesialisasi pada satu atau lebih fungsi pemasaran atas dasar bayar per layanan untk membantu klien melakukan fungsi-fungsi itu dengan lebih efektif dan efisien (Boyd dkk. Tujuan analisis marjin pemasaran untuk melihat efisiensi pemasaran yang diindikasikan oleh besarnya keuntungan yang diterima oleh masing-masing pelaku pemasaran. Marjin pemasaran merupakan perbedaan harga yang dibayarkan oleh konsumen dengan harga yang diterima oleh produsen. Komponen marjin pemasaran terdiri dari biaya-biaya yang diperlukan lembaga-lembaga pemasaran untuk melakukan fungsi-fungsi pemasaran yang disebut dengan biaya pemasaran atau biaya fungsional dan keuntungan lembaga pemasaran (Sudiyono. agen pengumpul. 2004). Marjin pemasaran yang dikelompokan menurut jenis biaya yang sama disebut juga price spread atau absolut margin. 2000).. Jika angka-angka price spread Universitas Sumatera Utara .

menunjukan adanya perbaikan dalam efisiensi pemasaran. Dari hasil penelitian yang dilakukan di Universitas Sumatera Utara . 2. Menurut Downey dan Steven (1992) efisiensi pemasaran merupakan tolak ukur atas produktivitas proses pemasaran dengan membandingkan sumberdaya yang digunakan terhadap keluaran yang dihasilkan selama berlangsungnya proses pemasaran. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Romi Elfrida Siahaan di Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan dan Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang pada februari sampai desember 1999 mengenai sistem agribisnis dan pemasaran kelapa. maka diperoleh share margin (Gultom. Semakin tinggi marjin pemasaran suatu komoditi semakin rendah tingkat efisiensi sistem pemasaran. Suatu perubahan yang dapat memperkecil biaya pemasaran tanpa mengurangi kepuasan konsumen. mampu mengadakan pembagian yang adil dari keseluruhan harga yang dibayar konsumen akhir kepada semua pihak yang ikut serta di dalam kegiatan produksi dan pemasaran. Pada umumnya suatu sistem pemasaran untuk sebagian produk hasil pertanian dapat dikatakan sudah efisien bila share margin petani berada di atas 50 % (Gultom.17 dipersenkan terhadap harga beli konsumen. Menurut Mubyarto (1986) efisiensi pemasaran untuk komodias pertanian dalam suatu sistem pemasaran dianggap efisien apabila : a.3. 1996). Penelitian Terdahulu Sebelumnya telah ada penelitian yang dilakukan mengenai komoditi kelapa itu sendiri. 1996). mampu menyampaikan hasil-hasil dari petani produsen kepada konsumen dengan biaya yang semurah-murahnya b.

dan lain-lain tetapi belum mampu untuk menampung hasil perkebunan kelapa dari para petani kelapa. Petani di kedua kecamatan di daerah penelitian hanya dapat sebagai penerima harga dan bukan sebagai pembuat harga. kurangnya informasi pasar. Petani di kecamatan Sei Kepayang dan kecamtan Pantai Labu kurang memperhatikan pemeliharaan dari usahatani kelapa mereka. Di kedua daerah penelitian subsistem penunjang hanya terdapat di kecamatan Pantai Labu yaitu Koperasi Unit Desa. kurangnya ketersediaan prasarana pendukung. belum adanya perhatian yang serius terhadap penggunaan teknologi terhadap usahatani kelapa kurangnya sumberdaya manusianya. Sedangkan hambatan yang dihadapi Koperasi Unit Desa terhadap kegiatan agribisnis kelapa adalah di kecamatan Pantai Labu ini Koperasi Unit Desa hanya mampu menampung hasil pertanian tanaman pangan seperti padi. Hal ini diakibatkan oleh Koperasi Unit Desa tersebut belum mempunyai modal yang memadai sementara untuk dapat menampung hasil perkebuna kelapa diperlukan modal yang cukup besar. Hambatan yang dihadapi kelompok tani terhadap kegiatan agribisnis kelapa adalah banyak diantara para petani yang diberikan penyuluhan hanya mendengar saja tanpa pernah melakukan apa yang telah dianjurkan oleh penyuluh pertanian. kedelai. jagung.18 kecamatan Pantai Labu dan kecamtan Sei Kepayang dapat diambil kesimpulan bentuk kelapa yang dipasarkan oleh petani di kecamatan Sei Kepayang adalah kelapa cungkil dan di kecamatan Pantai Labu adalah kelapa cungkil dan kelapa butir. penyuluhan pertanian kelompok tani. Universitas Sumatera Utara . Kendala yang dihadapi dalam pengembangan agribisnis kelapa antara lain kondisi perkebunan kelapa rakyat yang sudah berumur tua sehingga berdampak produktivitas rendah.

Umumnya petani ataupun produsen kelapa tidak menjual langsung hasil kebunnya kepada konsumen. Agen kemudian menjualnya ke pedagang pengumpul desa yang akan menjualnya ke pedagang pengumpul kota . Panjang pendeknya saluran pemasaran suatu barang ditandai oleh berapa banyaknya pedagang perantara yang dilalui oleh barang tersebut sejak dari produsen hingga konsumen akhir. Ketersediaan faktor produksi cukup mendukung upaya pengembangan uasahatani kelapa. Universitas Sumatera Utara . modal terbatas dan lemabaga terkait kurang berperan.19 Sedangkan pada penelitian yang dilakukan di Kecamatan Air Joman Desa Lubuk Palas oleh Winda Kabupaten Asahan pada tahun 2004 Widyastuti mengenai studi kelayakan usahatani kelapa di Kabupaten Asahan dapat diketahui uasahatani yang dilakukan petani kelapa di daerah penelitian layak untuk dikembangkan secara ekonomi. Petani menjual hasil panen terlebh dahulu ke agen. 2. Pedagang pengumpul kota yang kemudian menjual ke pengecer. melakukan pengendalian hama penyakit sedini mungkin dan menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga terkait. Masalah yang dihadapi dalam pengembangan usahatani kelapa adalah ketersediaan bibit unggul.4. Upaya yang dilakukan dalam pengembangan usahatani kelapa anatralain mengadakan penyuluhan. serangan hama penyakit. Kerangka Pemikiran Kelapa merupakan salah satu usaha perkebunan yang memiliki prospek yang cukup cerah untuk dikembangkan karena selain semua bagian dari tanaman kelapa dapat diolah juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Pedagang pengecer yang kemudian menjualnya ke konsumen akhir.

sortasi. Pedagang pengumpul kota menjual ke pedagang pengecer kelapa butir kemudian menjual ke konsumen akhir. Semakin dekat jarak lembaga tpemasaran yang digunakan produsen sampai ke tangan konsumen akhir. maka semakin tinggi keuntungan yang diperoleh dan sebaliknya semakin jauh lembaga pemasaran yang dilalui dari produsen sampai ke konsumen maka semakin rendah keuntungan yang diperoleh produsen. transportasi. Biaya pemasaran komoditi pertanian biasanya diukur secara kasar Universitas Sumatera Utara . Namun tidak menutup kemungkinan bahwa produsen memasarkan kelapa langsung kepada konsumen akhir. Hal ini dikarenakan adanya keterbatasan produsen dalam menjalankan fungsi pemasaran. seringkali produk yang dipasarkan telah melalui beberapa lembaga pemasaran yang ada. Bila pedagang perantara dalam rantai pemasaran kelapa yang dilalui banyak. Mereka memiliki modal yang besar dan mampu menentukan harga pembelian dan harga penjualan dalam batas-batas tertentu sehingga menghasilkan sejumlah keuntungan yang diinginkan. penjualan. Selama proses itu. masing-masing lembaga melakukan fungsi-fungsi pemasaran. Dalam memasarkan hasil produksi kelapa sampai kepada konsumen akhir. Pedagang pengumpul mempunyai posisi yang kuat dalam pemasaran kelapa. penyimpanan dan lain-lain. maka dikatakan bahwa saluran pemasaran dari kelapa tersebut panjang. misalnya pembelian. Saluran pemasaran yang panjang akan memperbesar biaya pemasaran dan marjin pemasaran dan ini di bebankan kepada konsumen.20 Petani ada juga yang menjual langsung kelapa ke pedagang pengumpul di desa kemudian pedagang pengumpul menjual ke pedagang pengumpul kota. Dalam memasarkan hasil produksi kelapa diperlukan juga biaya pemasaran.

Dalam arti luas biaya pemasaran tidak hanya meliputi biaya penjualan saja. Biaya pemasaran ini diperlukan oleh lembaga-lembaga pemasaran untuk melakukan fungsi-fungsi pemasaran mulai dari produsen hingga ke konsumen akhir. Baiaya pemasaran yang tinggi dapat membuat sistem pemasaran kurang efisien. transportasi. tetapi didalamnya biaya penyimpanan. pengolahan dan biaya promosi. Untuk memudahkan dan mengarahkan pemikiran ini maka disusun skema kerangka pemikiran sebagai berikut : Universitas Sumatera Utara . pengepakan.21 dengan share margin dan price spread. Dalam arti sempit biaya pemasaran seringkali dibatasi artinya sebagai baiaya penjualan yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjual barang ke pasar.

Skema kerangka pemikiran Keterangan: PPD PPK PP = Pedagang Pengumpul Desa = Pedagang Pengumpul Kota = Pedagang Pengecer = Pelaksanaan fungsi-fungsi pemasaran = Saluran pemasaran 2.5.22 PPK PP Konsumen Petani Agen PPD PP Konsumen PP Kec Konsumen Fungsi Pemasaran Biaya Pemasaran Harga Jual Akhir Marjin Pemasaran Efisiensi Pemasaran Share Margin Gambar 1. Hipotesis Penelitian Adapun hipotesis penelitian ini yang sesuai dengan kerangka pemikiran di atas maka tingkat efisiensi pemasaran kelapa di daerah penelitian masih tergolong rendah. Universitas Sumatera Utara .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful