PENGARUH PENGGUNAAN PONSEL PADA REMAJA TERHADAP INTERAKSI SOSIAL REMAJA

(Kasus SMUN 68, Salemba Jakarta Pusat, DKI Jakarta)

Oleh : INA ASTARI UTAMININGSIH A 14202036

PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2006

RINGKASAN
INA ASTARI UTAMININGSIH. Pengaruh Penggunaan Ponsel Pada Remaja Terhadap Interaksi Sosial Remaja. Di bawah bimbingan

NURMALA K. PANDJAITAN.

Seiring arus globalisasi dengan tuntutan kebutuhan pertukaran informasi yang cepat membuat peranan teknologi komunikasi menjadi sangat penting. Teknologi komunikasi dalam wujud ponsel merupakan fenomena yang paling unik dan menarik dalam penggunaannya. Tetapi dari sekian kelebihan yang telah ditawarkan dari suatu ponsel, juga terdapat banyak dampak negatif bermunculan. Bentuk pendekatan komunikasi yang paling ideal adalah yang bersifat transaksional, dimana proses komunikasi dilihat sebagai suatu proses yang sangat dinamis dan timbal balik. Menurut Budyatna (2005) munculnya penggunaan ponsel dapat mempengaruhi proses yang bersifat transaksional tersebut. Seringkali komunikasi yang dinamis dan timbal balik dirasakan menurun pada interaksi tatap muka. Pengguna ponsel terbesar merupakan kelompok remaja perkotaan terutama pada pulau Jawa. Dengan begitu permasalahan yang muncul dalam penelitian ini yaitu mengenai penggunaan ponsel dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana pengaruhnya terhadap interaksi yang ada, dalam hal ini antara remaja dengan lingkungan sosial mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat penggunaan ponsel pada remaja saat ini, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penggunaan ponsel pada remaja serta menganalisis pengaruh tingkat penggunaan ponsel terhadap interaksi sosial remaja. Penelitian ini menitikberatkan pada tiga kajian studi, yaitu media teknologi komunikasi ponsel, interaksi sosial dan mengenai remaja itu sendiri. Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Umum Negeri (SMUN) 68 Salemba, Jakarta Pusat, DKI Jakarta dan pada waktu April sampai dengan Juli 2006. Pengambilan sampel penelitian ditentukan dengan sengaja (purposive) secara accidental sampling. Populasi dibagi dalam kelas-kelas SMUN 68 (kelas X, XI, XII) dan masing-masing sejumlah 16 orang (8 laki-laki dan 8 perempuan).

Jumlah sampel secara keseluruhan sebanyak 48 orang. Penelitian ini dapat dikatakan sebagai penelitian atau studi pendahuluan, sehingga tidak dimaksudkan untuk menggeneralisasikan secara meluas dan membutuhkan penelitian-penelitian berikutnya untuk mengkaji lebih lanjut. Penelitian ini merupakan jenis deskriptif korelasional dengan metode penelitian survey. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Data primer diperoleh dari responden melalui pengisian kuisioner dan hasil wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumentasi Kantor SMUN 68. Dalam hal pengolahan data, untuk data kuantitatif diuji melalui Chi-Square dan korelasi Spearman yang dilakukan dengan menggunakan program SPSS for windows versi 12.0. Untuk data hasil wawancara (kualitatif) digunakan sebagai ilustrasi untuk melengkapi hasil statistik tersebut. Penelitian ini menunjukkan karakteristik internal dan karakteristik eksternal responden. Jenis kelamin responden dibagi sama rata antara laki-laki dan perempuan. Status ekonomi keluarga responden mayoritas tergolong kategori menengah keatas (berkecukupan). Tujuan penggunaan ponsel oleh responden mayoritas untuk kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu penting, yang berkisar pada sosialisasi serta kegiatan sekolah/les/kursusnya dan untuk hiburan (pemenuhan hobi). Tingkat aktivitas responden mayoritas tergolong aktivitas yang rendah di luar jam sekolahnya. Tingkat pengaruh teman dekat mayoritas tergolong kategori pengaruh yang kuat bagi responden. Sedangkan mengenai media massa mayoritas responden memiliki tingkat terpaan yang tergolong cukup tinggi. Penelitian ini melihat tingkat penggunaan ponsel dari frekuensi penggunaan ponsel, pemanfaatan fasilitas ponsel, tingkat biaya pengeluaran, dan pihak yang diajak berkomunikasi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan ponsel oleh responden (sebagai kelompok remaja perkotaan) sebagian besar menunjukkan penggunaannya cenderung tinggi. Faktor pada karakteristik internal yang mempengaruhi penggunaan ponsel adalah status ekonomi keluarga dan tujuan penggunaan ponsel, sedangkan pada karakteristik eksternal adalah keberadaan teman dekat responden. Mengenai interaksi, penelitian ini melihat suatu variabel interaksi sosial dari waktu dan intensitas (tingkat keluasan pembicaraan) interaksi secara tatap

muka antara responden dengan lingkungan sosialnya. Tetapi dalam hal interaksi tatap muka antara remaja dengan lingkungan sosialnya tetap saja cenderung kurang. Penggunaan ponsel remaja (laki-laki maupun perempuan) memang cenderung tinggi. . Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan ponsel tidak mempengaruhi interaksi remaja secara tatap muka. Dapat disimpulkan bahwa interaksi remaja tersebut tidak hanya disebabkan oleh tingkat penggunaan ponsel yang tinggi. seperti semakin tingginya beban akademik. Berdasarkan semua data yang diperoleh dapat diketahui bahwa interaksi antara responden dengan lingkungan teman atau pacar lebih baik dalam hal kuantitas. Banyak terdapat faktor-faktor lainnya dalam karakteristik remaja. yaitu dengan munculnya penggunaan ponsel dapat mempengaruhi suatu proses yang bersifat transaksional dalam interaksi tatap muka. Dengan begitu terlihat bahwa memang kelompok usia remaja cenderung kurang interaksinya secara tatap muka dengan lingkungan sosialnya. mulai mengkonsumsi media-media massa atau teknologi dengan tinggi serta cenderung lepas dengan lingkungan sosial keluarganya. Sedangkan interaksi antara responden dengan lingkungan keluarga lebih baik dalam hal kualitas. Hal tersebut berlawanan dengan teori yang dikemukakan oleh Budyatna (2005).

Institut Pertanian Bogor PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2006 . DKI Jakarta) Oleh : INA ASTARI UTAMININGSIH A 14202036 SKRIPSI Sebagai Bagian Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pertanian Pada Fakultas Pertanian.PENGARUH PENGGUNAAN PONSEL PADA REMAJA TERHADAP INTERAKSI SOSIAL REMAJA (Kasus SMUN 68. Salemba Jakarta Pusat.

Pandjaitan. DKI Jakarta) dapat diterima sebagai syarat kelulusan untuk memperolah gelar Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian. Dr. Menyetujui. Dosen Pembimbing Dr. M. MS. Dekan Fakultas Pertanian Prof. 130 422 698 Tanggal Kelulusan : 22 Agustus 2006 . Nurmala K. DEA NIP.Agr NIP. 131 803 654 Mengetahui. Salemba Jakarta Pusat. Supiandi Sabiham. Institut Pertanian Bogor.PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR Dengan ini menyatakan bahwa Skripsi yang ditulis oleh : Nama NRP Program Studi Judul Skripsi : Ina Astari Utaminingsih : A14202036 : Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat :Pengaruh Penggunaan Ponsel Pada Remaja Terhadap Interaksi Sosial Remaja (Kasus SMUN 68. Ir.

SALEMBA JAKARTA PUSAT. SAYA JUGA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENAR-BENAR HASIL KARYA SAYA SENDIRI DAN TIDAK MENGANDUNG BAHAN-BAHAN YANG PERNAH DITULIS ATAU DITERBITKAN OLEH PIHAK LAIN KECUALI SEBAGAI BAHAN RUJUKAN YANG DINYATAKAN DALAM NASKAH.PERNYATAAN DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI YANG BERJUDUL “PENGARUH PENGGUNAAN PONSEL PADA REMAJA TERHADAP INTERAKSI SOSIAL REMAJA (KASUS SMUN 68. DKI JAKARTA)” BELUM PERNAH DIAJUKAN PADA PERGURUAN TINGGI LAIN MANAPUN UNTUK TUJUAN MEMPEROLEH GELAR AKADEMIK TERTENTU. Agustus 2006 Ina Astari Utaminingsih A 14202036 . Bogor.

Pendidikan pertama ditempuh di Taman Kanak-Kanak Kayuputih. .RIWAYAT HIDUP Penulis adalah anak terakhir dari pasangan H. Selanjutnya pada tahun 1991 meneruskan sekolah di Sekolah Dasar Negeri Pulogadung 07. Fakultas Pertanian. Pada tahun 1999 penulis lulus dari SLTP Perguruan Cikini. Jakarta Pusat dan meneruskan di SMU Negeri 68. Pada tahun 2002 selanjutnya penulis diterima di Institut Pertanian Bogor melalui jalur SPMB pada program studi Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (KPM).Eka Hikmawati yang lahir pada tanggal 11 Juli 1984 di Jakarta.Supriyadi dan Hj. Departemen Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Jakarta Timur. Jakarta Pusat yang kemudian lulus pada tahun 2002. Jakarta Timur.

Bogor. kekuatan serta jalan yang terbaik menurut-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik dan lancar. Namun penulis menyadari adanya kekurangan dalam pembuatan skripsi ini. Oleh karena itu saran dan kritik membangun dari para pembaca diperlukan untuk langkah selanjutnya yang lebih baik lagi. Skripsi (SEP 495) yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Ponsel Pada Remaja Terhadap Interaksi Sosial Remaja” ini merupakan syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian.KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat. Agustus 2006 Penulis . Skripsi ini merupakan penelitian dan studi yang pertama kali mengenai ponsel di Institut Pertanian Bogor. Oleh karena itu diharapkan dapat menjadi masukan atau referensi berguna dalam kajian mengenai pengaruh ponsel terhadap interaksi remaja dengan lingkungan sosial mereka.

My Little Boy.UCAPAN TERIMAKASIH Skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Thank’s for teaching me how to laugh all the time. Seluruh teman-teman ’38. Ir. Martua Sihaloho. ’39 dan ’40 serta tim KKP atas kebersamaannya selama ini . Pandjaitan. SP. In every step i take. serta pihak dari SMUN 68 9. baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu penulis mengemukakan ucapan terima kasih kepada pihak tersebut. MS yang telah bersedia menjadi dosen penguji Komisi Pendidikan pada saat sidang skripsi 5. antara lain : 1. Tio. Love u both more than life & all the things i’ve done is only to make u proud of me. MS. Dr. yang telah membuat waktu selama hampir 4 tahun terakhir menjadi berkesan dan tidak terlupakan 12. Papa & Mama. Ivan. for making me believe that there’s always opportunity in every difficulty 11. The cuttest baby in the world. Dila. Pihak-pihak yang telah membantu dalam pengumpulan data : Ica HPT ’40. For good times and bad times. KPM ’39. Mulyandari. yang atas izin dan restu-Nya lah penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini. 3. Sarwititi S. Nurmala K. it always start with u’r name God. Agung. DEA selaku Dosen Pembimbing yang dengan sabar telah memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis dalam proses pembuatan skripsi ini. 2. Just keep our faith! 8. no matter how sad we are. Juga untuk Mba Lia & Mas Herry 6. Allah SWT. MS yang telah bersedia menjadi dosen penguji utama pada saat sidang skripsi 4. Rika Apriyanti (Teh’ Rika) atas segala saran dan masukan mengenai penulisan skripsi 10. Hemo-hemo. Karena dengan fotonya dikomputer-lah yang membuat semangat setiap mengerjakan tugas 7.

Serta yang selalu membuat hidup kembali menjadi ’normal’ sepulang dari Bogor. terima kasih telah memberikan pengajaran yang terbaik dan telah membantu selama perkuliahan sampai pada pelaksanaan seminar dan sidang Juga untuk mereka yang senantiasa mendukung serta membantu tetapi tidak bisa disebutkan satu per satu.13. Para pengajar dan tim MSC (Mathematic Study Club) yang dengan sabar dan baik hati membuat penulis ’mengerti’ akan hitung-hitungan 15. Penulis . Thank’s a lot 14. Akhir kata penulis mengucapkan semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberi inspirasi kepada pembaca. Teman-teman di Jakarta. yang selalu memberi semangat melalui SMS dan telfon. Tim dosen KPM IPB dan seluruh staff Sosek Pertanian.

DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI ······································································································ DAFTAR TABEL ······························································································ DAFTAR GAMBAR ························································································· DAFTAR LAMPIRAN ······················································································ i iii v vi BAB I.1.3. PENDEKATAN TEORITIS ································································· 2.1. Remaja ···················································································· 2.1. Penentuan Sampel ··········································································· 3. Hipotesa ··························································································· 2. Metode Pengolahan dan Analisis Data ············································ 33 33 33 34 35 35 . Kerangka Pemikiran ········································································ 2. Definisi Operasional ········································································ 7 7 7 13 18 22 25 26 BAB III.1.3 Tujuan Penelitian ·············································································· 1. Tinjauan Pustaka ············································································· 2.2.4.5.1.2.1.2 Perumusan Masalah ·········································································· 1. Metode Penelitian ············································································ 3.4. METODOLOGI PENELITIAN ·························································· 3.1 Latar Belakang ················································································· 1.4 Kegunaan Penelitian ········································································· 1 1 5 5 6 BAB II. Lokasi Dan Waktu Penelitian ·························································· 3. Metode Pengumpulan Data ······························································ 3.2.3. Media Teknologi Komunikasi Ponsel ····································· 2.3. Interaksi Sosial ······································································· 2. PENDAHULUAN ················································································· 1.

2 Karakteristik Eksternal ···························································· 5.3 Karakteristik Eksternal ····································································· 36 36 39 43 BAB V.4 Pihak Yang Diajak Berkomunikasi ·········································· 5.1 Waktu Interaksi Tatap Muka ········································ 5.1.2 Intensitas Interaksi Tatap Muka ···································· 5.3.3.ii BAB IV.1.2.2 Saran ································································································· 78 78 80 DAFTAR PUSTAKA ························································································· LAMPIRAN ········································································································ 82 85 .1 Karakteristik Internal ······························································· 5.1.2 Karakteristik Internal ········································································ 4.3 Tingkat Biaya Pengeluaran ······················································ 5.3.3 Pengaruh Penggunaan Ponsel Pada Remaja Terhadap Interaksi Sosial Remaja ···································································· 5.1.1.1.1 Kesimpulan ······················································································· 6.3.2.2 Pemanfaatan Fasilitas Ponsel ··················································· 5.1 Interaksi Sosial Remaja ··························································· 5.1 Frekuensi Penggunaan Ponsel ·················································· 5.3.2 Pengaruh Penggunaan Ponsel Pada Remaja Terhadap Interaksi Sosial Remaja ············································ 5.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penggunaan Ponsel Pada Remaja ······················································································ 5.1 Penggunaan Ponsel Pada Remaja ····················································· 5. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN DAN KARAKTERISTIK RESPONDEN ······················································ 4.5 Tingkat Penggunaan Ponsel Secara Umum ······························ 5.1. HASIL DAN PEMBAHASAN ···························································· 5.3 Interaksi Sosial Remaja Secara Umum ························ 5.1 Sekolah Menengah Umum Negeri 68 ··············································· 4.1.4 Ikhtisar ······························································································ 47 47 47 48 51 52 54 56 56 62 65 65 65 68 70 71 74 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ····························································· 6.

Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Biaya Pengeluaran ·············· 51 Tabel 10. Jumlah Responden Berdasarkan Frekuensi Penggunaan Ponsel ········· 47 Tabel 8. Hubungan Tingkat Pengaruh Teman Dekat Dengan Tingkat Penggunaan Ponsel ············································································· 63 Tabel 17. Jumlah Responden Berdasarkan Waktu Interaksi Tatap Muka Dengan Keluarga ············································································· 66 . Jumlah Responden Berdasarkan Pemanfaatan Fasilitas Ponsel ··········· 49 Tabel 9. Tabel 5. Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Terpaan Media Massa ································································································· 45 Tabel 7. Jumlah Responden Berdasarkan Status Ekonomi Keluarga ················ 39 Jumlah Responden Berdasarkan Tujuan Penggunaan Ponsel ············· 40 Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Aktivitas ····························· 42 Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Pengaruh Teman Dekat ······ 44 Tabel 6. Jumlah responden Berdasarkan Tingkat Penggunaan Ponsel ·············· 54 Tabel 12. Hubungan Tingkat Terpaan Media Massa Dengan Tingkat Penggunaan Ponsel ············································································· 64 Tabel 18. Hubungan Tujuan Penggunaan Ponsel Dengan Tingkat Penggunaan Ponsel ············································································ 59 Tabel 15. Hubungan Tingkat Aktivitas Dengan Tingkat Penggunaan Ponsel ································································································· 61 Tabel 16. Tabel 3. Hubungan Jenis Kelamin Dengan Tingkat Penggunaan Ponsel ································································································ 56 Tabel 13. Tabel 4. Kegiatan-Kegiatan Ekstrakurikuler Pada SMUN 68. Jumlah Responden Berdasarkan Pihak Yang Diajak Berkomunikasi ···················································································· 53 Tabel 11.iii DAFTAR TABEL Nomor Teks Halaman Tabel 1. Sampai Tahun Ajaran 2005/2006 ······················································· 38 Tabel 2. Hubungan Status Ekonomi Keluarga Dengan Tingkat Penggunaan Ponsel ············································································· 58 Tabel 14.

Perbandingan Pengguna Ponsel di Indonesia ································· 86 Lampiran 2. Output SPSS Uji Spearman ····························································· 89 . Output SPSS Uji Chi-Square ························································· 88 Lampiran 3.vi DAFTAR LAMPIRAN Nomor Teks Halaman Lampiran 1.

Kerangka Pemikiran ········································································ 25 . Jenis Telepon Bergerak ···································································· 9 Gambar 2.v DAFTAR GAMBAR Nomor Teks Halaman Gambar 1.

Jumlah Responden Berdasarkan Waktu Interaksi Tatap Muka Dengan Teman/Pacar ··········································································· Tabel 20. Hubungan Tingkat Penggunaan Ponsel Dengan Interaksi Sosial ··································································································· Tabel 24. Jumlah Responden Berdasarkan Interaksi Sosial Remaja ···················· 70 Tabel 23.iv Tabel 19. Jumlah Responden Berdasarkan Intensitas Interaksi Tatap Muka Dengan Teman/Pacar ································································ 68 Tabel 22. Jumlah Responden Berdasarkan Intensitas Interaksi Tatap Muka Dengan Keluarga ······································································· 68 Tabel 21. Hubungan Variabel Pengaruh Dengan Variabel Terpengaruh ························································································· 74 72 66 .

peranan teknologi komunikasi menjadi sangat penting. baik secara langsung maupun tidak langsung. satelit. Transformasi tersebut telah memunculkan perubahan dalam berbagai pola hubungan antar manusia (patterns of human communication). Hassan (1999) mengemukakan teknologi komunikasi cenderung memungkinkan terjadinya transformasi berskala luas dalam kehidupan manusia. surat elektronik. Banyak bentuk-bentuk teknologi baru dalam komunikasi yang kita kenal. Pertemuan tatap muka (face to face) secara berhadapan dapat dilaksanakan dalam jarak yang sangat jauh melalui tahap citra (image to image). mesin faksmili. Isi pesan media komunikasi seringkali tidak mempengaruhi masyarakat yang kini melainkan bentuk dan jenis media itu sendiri. Kemajuan teknologi yang semakin pesat saat ini membuat hampir tidak ada bidang kehidupan manusia yang bebas dari penggunaannya.1 Latar Belakang Sebuah teknologi pada hakikatnya diciptakan untuk membuat hidup manusia menjadi semakin mudah dan nyaman. seperti telepon selular (ponsel).BAB I PENDAHULUAN 1. Ponsel yang mudah dibawa kemana saja kini tidak lagi mengenal . dan lain-lain. Seiring arus globalisasi dengan tuntutan kebutuhan pertukaran informasi yang cepat. Teknologi komunikasi dalam wujud ponsel merupakan fenomena yang paling unik dan menarik dalam penggunaannya. yang pada hakikatnya adalah interaksi antar pribadi (interpersonal relations).

Pertama. Disini interaksi yang terbentuk kemudian “dipercepat” prosesnya melalui suara dan teks atau tulisan (Brotosiswoyo. 2005).2 usia dan kalangan. Masing-masing tidak berhenti bersaing mencari pangsa pasar melalui produk terbaru hanya dalam kurun waktu yang relatif singkat. melainkan juga mendorong terbentuknya interaksi yang sama sekali berbeda dengan interaksi tatap muka. terhadap pertemuan tatap muka. dan lain-lain. . terhadap setiap individu yang menggunakan ponsel tersebut. terhadap interaksi-interaksi antar individu. Siemens. bahkan disebut sekarang ini ponsel telah menjadi “teknologi yang merakyat”. Penggunaan ponsel sekarang bukan hanya sebagai alat komunikasi semata. Ericsson. Hal ini menjadikan ponsel sebagai salah satu perkembangan komunikasi yang paling aktual di Indonesia selama lebih dari lima tahun terakhir (Nurudin. bahkan sebagai alat dokumentasi. terhadap suatu kelompok-kelompok atau organisasi. Alcatel. sarana musik/hiburan. Motorola. Samsung. Terlihat juga pada kompetitif kualitas dari berbagai merk ponsel seperti Nokia. Keempat. Selanjutnya yang kelima adalah terhadap sistem hubungan di organisasi dan kelembagaankelembagaan masyarakat. Fasilitas-fasilitas yang terdapat didalamnya pun tidak hanya terbatas pada fungsi telepon dan SMS (short messages service) saja. Ketiga. Simanjuntak (2004) dalam tulisannya mengenai aspek sosial telepon selular menyatakan paling tidak ada lima implikasi dari penggunaan ponsel. 2002). Penggunaan ponsel menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan saat ini yang memerlukan mobilitas tinggi. penyimpan berbagai macam data. Kedua. Ponsel dapat digunakan sebagai sarana bisnis.

foto-foto. 2005). bermain games. Disini Budyatna melihat bahwa dengan munculnya penggunaan ponsel mempengaruhi proses yang transaksional tersebut. menyebutkan bahwa 60% dari respondennya lebih senang mengirim dan membaca SMS atau memainkan games ponselnya ditengah acara keluarga yang dianggap membosankan (Nurudin. Beberapa penelitian telah dikumpulkan oleh Badwilan (2004) mengenai dampak dari penggunaan ponsel. Ponsel disamping itu juga dapat merubah makna dari “kesendirian”. Kesendirian itu dapat menjadi suatu suasana yang lebih ramai dan hidup. Seringkali komunikasi yang dinamis dan timbal balik dirasakan menurun kualitas dan kuantitasnya pada interaksi tatap muka. dan lain-lain meskipun kita berada dalam satu ruangan sendirian tanpa ada apapun. dimana proses komunikasi dilihat sebagai suatu proses yang sangat dinamis dan timbal balik. Terdapat banyak fenomena dimana tidak jarang individu lebih memilih memainkan atau menggunakan ponselnya. Contoh penelitian pertama yaitu pada bulan . Budyatna (2005) mengemukakan bahwa bentuk pendekatan komunikasi yang paling ideal adalah yang bersifat transaksional. Dari sekian kelebihan yang telah ditawarkan dari suatu ponsel. meskipun ia berada ditengah-tengah suatu kegiatan atau sosialisasi dengan orang-orang disekitarnya. Berdasarkan Survey Siemens Mobile Lifestyle III. kita dapat mendengarkan musik. menonton video. yang dapat dilakukan oleh siapa saja. internet. Dengan satu ponsel yang canggih saja.3 Hal ini berbeda dengan dahulu yang biasa disebut “telepati” (komunikasi antara dua manusia yang tidak bergantung pada tempatnya) dan sudah menjadi perwujudan riil yang biasa. tetapi terdapat juga banyak dampak negatif bermunculan.

justru terkadang menjadi hal sebaliknya. Pattiradjawane pernah melakukan penelitian terhadap pemakaian dan penggunaan ponsel di Indonesia.5 milyar untuk mengirimkan layanan SMS saja. Kalimantan. Sumatera. Kumpulan penelitian Badwilan yang menunjukkan dampak negatif dari penggunaan ponsel lainnya yaitu menonjol pada aspek psikologis dan sosial. dan Bali) yaitu kota (>55% dari masing-masing pulau). Hal ini menunjukkan pengguna ponsel terbesar merupakan kelompok remaja perkotaan terutama pada pulau Jawa. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan ponsel yang semula dimaksudkan untuk mempermudah pembicaraan dan menekan biaya pengeluaran. Sedangkan untuk perbandingan berdasarkan masingmasing pulau tersebut persentase terbesar adalah pulau Jawa (71%). masa remaja adalah usia dimana individu . berdasarkan kota-desa yaitu kota (71%). dan pada bulan Maret jumlahnya bertambah menjadi 167 milyar.4 Februari 2002 jumlah layanan SMS yang dikirimkan mencapai 156 milyar. Dengan kata lain bahwa pengguna ponsel telah menghabiskan uang sebesar 165. Sulawesi. Hasilnya menunjukkan bahwa persentase terbesar pengguna ponsel berdasarkan usia yaitu usia 15-24 tahun (31%). Banyaknya peredaran gambar-gambar maupun video-video porno sekarang ini sudah dianggap hal biasa dalam lalu lintas data komunikasi melalui ponsel. Selain itu adanya pesan SMS yang memberikan kesan rasisme dan unsur-unsur SARA didalamnya dapat mengancam serta merusak kehidupan interaksi masyarakat atau kelompok tertentu. dan berdasarkan kota-desa pada lima pulau (Jawa. Secara psikologis. Remaja merupakan kelompok manusia yang penuh potensi yang perlu untuk dimanfaatkan.

1980). Respon kaum remaja terhadap barang-barang baru. Penggunaan ponsel sebagai alat komunikasi seharusnya dapat mempererat interaksi sosial remaja dengan lingkungannya. usia dimana anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkat yang sama (Hurlock.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan tersebut. Bagaimana pengaruh penggunaan ponsel pada remaja terhadap interaksi sosial remaja? 1. Bagaimana penggunaan ponsel pada remaja saat ini? 2. termasuk dalam hal ini adalah kecanggihan ponsel. cukup tinggi.5 berintegrasi dengan masyarakat dewasa. Perumusan masalah yang akan menjadi fokus kajian dalam penelitian ini adalah : 1. maka dapat diketahui bahwa penggunaan media teknologi komunikasi ponsel saat ini dirasakan penting.2 Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah yang dikemukakan tersebut. Walaupun belum tentu penggunaan ponsel tersebut dimanfaatkan seluruhnya secara optimal dalam kehidupan sehari-hari mereka. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penggunaan ponsel pada remaja? 3. maka tujuan dari penelitian ini adalah : 1. 1. Mengidentifikasi penggunaan ponsel pada remaja saat ini .

terkait dengan perkembangan teknologi komunikasi ponsel. Penelitian ini juga dapat menjadi informasi tambahan atau acuan literatur untuk penelitian-penelitian selanjutnya.6 2. . khususnya bagi para akademisi atau bagi mereka yang tertarik untuk memahami pengaruh penggunaan media teknologi komunikasi ponsel terhadap interaksi sosial remaja.3 Kegunaan Penelitian Penelitian ini berguna bagi peneliti dalam rangka mengembangkan studi dan memperluas wawasannya mengenai kehidupan interaksi remaja perkotaan pada saat ini. Menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penggunaan ponsel pada remaja 3. Menganalisis pengaruh penggunaan ponsel pada remaja terhadap interaksi sosial remaja 1.

Informasi tersebut dapat berbentuk suara (telepon). Trend teknologi ini semakin kearah teknologi wireless (tanpa kabel). Menurut Gouzali Saydam (2005). Sedangkan dalam buku Human . radio.1 Tinjauan Pustaka Media teknologi Komunikasi Ponsel Teknologi Komunikasi Menurut Kamus Sosial Edisi Baru. istilah Teknologi yaitu : (1) Penerapan ilmu pengetahuan. Bentuk-bentuk teknologi komunikasi menurut Kadir dan Triwahyuni (2003) mencangkup telepon. (2) Pola praktek menggunakan semua sumber daya untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Sedangkan Shiroth dan Amin (1998) mengemukakan teknologi komunikasi merupakan teknologi yang cepat berkembang.BAB II PENDEKATAN TEORITIS 2. data (komputer). dan televisi. radio atau perangkat elektromagnetik lainnya).1 2. dan sebagainya. serta (3) Semua ciri untuk mencapai tujuan organisasi. seiring dengan berkembangnya industri elektronika dan komputer. teknologi komunikasi pada hakikatnya adalah penyaluran informasi dari satu tempat ke tempat lain melalui perangkat telekomunikasi (kawat.1. tulisan dan gambar (telegraf). Setiap langkah kemajuan teknologi menyebabkan serangkaian perubahan yang berinteraksi dengan perubahan lainnya yang timbul dari sistem teknologi secara keseluruhan. Sedangkan menurut Johannesen (1996) teknologi diartikan sebagai aktivitas budaya yang khas ketika manusia membentuk dan mengubah realitas alami demi tujuan-tujuan praktis.

film. . 2001). telekomunikasi komputer. dan faksimili. Bahkan setiap hari sekitar lebih dari 500 juta panggilan telepon dilakukan diseluruh dunia (Morey. dan surat elektronik. video dengan teks. TV kabel. Pada tingkat kelompok yaitu konferensi telepon. radio. TV satelit langsung. surat elektronik. Pada saat ini telepon merupakan alat komunikasi yang banyak ditemukan dalam dunia bisnis. yaitu telepon biasa (fix telephone) dan telepon bergerak. Menurut Gouzali Saydam (2005). Pada tingkat organisasional yaitu interkom.8 Communication (Tubbs dan Moss. 2004). dan voicegram. Pada tingkat antarpersona yaitu telepon. Selain itu keberadaan telepon itu sendiri dibagi menjadi dua. konferensi telepon. dan sistem informasi digital. bentuk-bentuk teknologi komunikasi ditampilkan dalam tingkat antarpesona. videotape. manajemen dengan bantuan komputer. dan publik. vidoedisc. kelompok. telepon genggam (handphone). Perkembangan Ponsel Ponsel atau bisa juga disebut Handphone (telepon genggam atau telepon seluler) merupakan telepon yang termasuk dalam sambungan telepon bergerak. dimana yang menghubungkan antar sesama ponsel tersebut adalah gelombanggelombang radio yang dilewatkan dari pesawat ke BTS (Base Tranceiver Station) dan MSC (Mobile Switching Center) yang bertebaran di sepanjang jalur perhubungan kemudian diteruskan ke pesawat yang dipanggil (Gouzali Saydam. sistem informasi. istilah telepon pada awalnya merupakan suara dari jarak jauh. Sedangkan pada tingkat publik yaitu televisi. teleteks. organisasional. surat elektronik.

besarnya tagihan bergantung pada lama waktu percakapan serta jarak atau zona jangkau (SLJJ) percakapan yang telah dilakukan dalam percakapan. Telepon bergerak ini pada awalnya dikategorikan dalam bentuk seperti gambar berikut : TELEPON BERGERAK Kendaraan Bermotor Selular/ Ponsel Telkom Fleksi Gambar 1. Salah satu yang paling menarik pada prabayar adalah layanan transfer pulsa (Ariyanti. 2003). Teknologi Telekomunikasi: Perkembangan dan Aplikasi (2005). Jenis Telepon Bergerak Sumber : Gouzali Saydam. yaitu biaya airtime. Layanan ini menyediakan solusi bagi para pengguna prabayar yang membutuhkan pulsa dalam . biaya bulanan dan biaya pulsa atau pemakaian (Kadir dan Triwahyuni. Ponsel merupakan bentuk yang dianggap paling fenomenal dan juga unik. Terdapat tiga hal penting mengenai biaya yang dikeluarkan bagi pelanggan ponsel. Perkembangan produk kartu prabayar dalam waktu yang singkat dapat menyaingi penggunaan sistem abonemen (pascabayar).9 2005). muncul ide untuk menciptakan kebergantungan pemilik ponsel tersebut pada kartu telepon prabayar (voucher). 2004). Semakin maraknya penggunaan ponsel saat ini. Dalam pemakaian ponsel.

Pembuat daftar pekerjaan atau perencanaan kerja 3. Penyimpan informasi 2. yang seiring dengan perkembangan teknologi mempunyai fungsifungsi antara lain (Fiati. 2004). Integrasi ke peralatan lain seperti PDA. Esia. Harmandini (2005) mengatakan bahwa sekarang ini terdapat beberapa orang yang menggunakan 2 (dua) ponsel. ponsel juga berpotensi sebagai sarana bisnis yang efektif. sedangkan ‘konsumen kelas satu’ di mata operator penyelenggara ponsel adalah mereka yang menjadi pelanggan tetap jaringan ponsel (Ariyanti. 2005) : 1. Permainan (games) 7. dimana yang satu pada umumnya merupakan ponsel CDMA. Video . Kartu-kartu CDMA ini antara lain StarOne. Ponsel sangat bervariasi tergantung pada modelnya. Pengiriman atau penerimaan e-mail 6. Flexi dan Fren. MP3 8. Fasilitas Pada Ponsel Disamping berfungsi sebagai alat komunikasi yang personal. Chatting dan Browsing internet 9. Reminder (pengingat waktu) atau appointment 4. Alat perhitungan (kalkulator) 5. Para pemakai ponsel yang menggunakan kartu prabayar biasanya digolongkan pada konsumen ‘konsumen kelas dua’.10 waktu cepat atau berada dalam keadaan darurat serta kesulitan mencari pulsa isi ulang.

Sedangkan pada infrared kedua perangkat harus dibuat berhadapan (Fiati. suara. MMS dan kamera. caller ID. ponsel juga memiliki beberapa keunggulan seperti adanya teknologi Infrared dan Bluetooth. calling history. video) dan dapat juga memberikan layanan berupa gambar diam berupa kartu. 2005). Fitur lainnya yang saat ini sedang gencarnya ditonjolkan oleh ponsel yaitu kamera. Selain itu SMS juga dapat digunakan dalam mode cell broadcast guna mengirim berita-berita terbaru dan pemberitahuan penting penting lain yang bersifat massal (Fiati. antara lain : profile. kartu nama. Mengenai kecanggihan teknologi. mulai dari jenis kamera opsional atau terpisah hingga kamera yang builtin yang sudah menyatu dengan ponselnya. locking/unlocking. mungkin yang paling menarik untuk dibahas adalah SMS. peta. three-way calling. voice mail. yang memiliki daya angkut data yang besar. one-touch emergency dialing dan lain-lain. call waiting. . memory. Bluetooth merupakan teknologi nirkabel yang dapat menyambungkan beberapa perangkat melalui gelombang radio berfrekuensi rendah (daya jangkau maksimal 50 meter) tanpa dihubungkan dengan kabel. tones. Sedangkan MMS (multimedia message service) disebut juga sebagai sms multimedia. numeric paging dan text messaging (SMS)/multimedia messaging (MMS). SMS (Short message service) adalah layanan langsung dalam dua arah yang mampu mengirimkan pesan singkat 160 karakter yang bisa disimpan dan direkam oleh pengelola ponsel. 2005). Diantara sekian banyak fitur tersebut.11 Mengenai fitur-fitur lain dalam ponsel terdapat beberapa macam. call forwarding. MMS memberikan layanan pengiriman berbasis teks menuju pesan multimedia (gambar. layer saver (untuk PC).

Contohnya yang marak ditemukan adalah pesan yang berisi pemboikotan barang produksi Amerika. terutama untuk generasi muda sekarang ini. gambar. Selain itu. atau disebut dengan 3G. Telah dibuat suatu pengembangan yang lebih lanjut. 2004) : 1. 2006). maupun video yang bersifat pornografi. Ponsel seperti ini termasuk dalam ponsel generasi ketiga. MP3 Surround atau bisa disebut suara keliling ini pada dasarnya akan memberikan ilusi suara pada pendengarnya seolah-olah berada dalam sebuah lingkungan tertentu. Tetapi yang akan dijelaskan disini adalah pada aspek psikologis dan sosial (Badwilan. Dampak Penggunaan Ponsel Menurut Badwilan (2004). teknologi pada ponsel yang paling terbaru saat ini yaitu menyaksikan televisi melalui layar ponsel tersebut (Subarkah. penggunaan ponsel dapat membawa dampakdampak tertentu. keuangan dan kesehatan atau keselamatan jiwa seseorang. Mudahnya akses keluar-masuk pesan tersebut melalui ponsel membawa dampak negatif. . dinamakan MP3 Surround (Subarkah.12 Mengenai media hiburan. Aspek Psikologis Banyaknya pesan melalui SMS yang berisi ajakan-ajakan bersifat rasisme dapat mempengaruhi kondisi psikologis seseorang. MP3 pada ponsel sudah menggunakan teknologi yang lebih canggih lagi saat ini. 2005). sosial. Selain itu juga terdapat peredaran pesan teks. Dampak-dampak tersebut dibagi pada aspek psikologis.

Kelangsungan interaksi sosial ini. tenyata merupakan proses yang kompleks. dan lain-lain.1.13 2. Selain itu penggunaan ponsel sebagai media komunikasi tidak langsung dapat menurunkan kualitas dan kuantitas dari komunikasi secara langsung (tatap muka). mengubah. Seperti ketika sedang rapat bisnis. 2. menunjuk pada hubungan-hubungan sosial yang dinamis. Interaksi sosial adalah suatu hubungan antar dua atau lebih individu manusia. sedang di tempat-tempat ibadah. Aspek Sosial Salah satu hal yang sering terjadi adalah tindakan seseorang yang membiarkan ponsel miliknya tetap dalam keadaan hidup atau aktif sehingga mengeluarkan bunyi yang nyaring. dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi.2 Interaksi Sosial Definisi dan Bentuk Interaksi Sosial Menurut Soekanto (2002). atau memperbaiki kelakuan individu yang lain (Gerungan. Hal ini jelas mengganggu konsentrasi serta mengejutkan orang-orang disekitarnya. Sering terjadi kesalah pahaman dalam pemaknaan pesan melalui komunikasi secara tidak langsung. Sedangkan Tubbs dan Moss dalam bukunya . Interaksi sosial dapat dipandang sebagai dasar proses-proses sosial yang ada. interaksi sosial adalah bentuk-bentuk yang tampak apabila orang-orang perorangan ataupun kelompok-kelompok manusia mengadakan hubungan satu sama lain terutama dengan mengetengahkan kelompok serta lapisan sosial sebagai unsur pokok struktur sosial. sekalipun dalam bentuknya yang sederhana. di rumah sakit. 2004).

kontak tidak perlu berarti suatu hubungan badaniah. Wulandari. dan Babari (2003) melihat suatu kebutuhan berinteraksi manusia dimana setiap orang membutuhkan hubungan sosial dengan orang-orang lainnya. yang tanpa berkomunikasi akan terisolasi. Gea. Mengenai interaksi yang terjalin tersebut. Kebutuhan ini terpenuhi melalui pertukaran pesan yang berfungsi sebagai jembatan untuk mempersatukan manusia yang satu dengan lainnya. yang dianggap paling ideal adalah secara tatap muka (langsung). yaitu : 1. pertukaran informasi secara tatap muka dapat mempercepat proses saling mempengaruhi antara pihak-pihak yang berinteraksi didalamnya. Interaksi tatap muka lebih memungkinkan suatu proses yang bersifat dinamis dan timbal balik secara langsung. Adanya komunikasi Kontak dan Komunikasi Kata kontak berasal dari bahasa Latin con atau cum (yang artinya bersamasama) dan tango (yang artinya menyentuh). Sedangkan menurut Soekanto (2002). suatu interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat. Selain itu menurut Morey (2004). Adanya kontak sosial (social-contact) 2. jadi artinya secara harafiah adalah bersama-sama menyentuh. Seperti pada perkembangan teknologi dewasa ini . suatu interaksi sosial diartikan sebagai suatu sistem sosial dua orang atau lebih yang dilengkapi dengan beberapa aturan dan harapan. Tetapi secara gejala sosial. serta beberapa ganjaran dan hukuman yang berlaku diantaranya.14 Human Communication (2001).

Kontak primer terjadi apabila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan berhadapan muka atau face-to-face (berjabat tangan. 2002). radio. saling senyum. Umpan balik adalah proses yang memungkinkan seorang . surat dll. 2003). Gea. telegrap. Secara lebih sempit dapat diartikan sebagai pesan yang dikirimkan seseorang kepada satu atau lebih penerima dengan maksud sadar untuk mempengaruhi tingkah laku si penerima (Gea. radio. yakni berasal dari kata Latin kommunicatio yang artinya hal memberitahukan. Sebaliknya. dan seterusnya (Soekanto. Salah satu cara terbaik untuk memastikan bahwa pesan yang diberikan benar-benar diterima secara tepat sebagaimana yang dimaksud adalah dengan mendapatkan umpan balik pesan tersebut. gerak-gerik badaniah atau sikap). atau pertukaran. kontak sekunder memerlukan suatu perantara. menyatakan bahwa komunikasi adalah ketika seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (yang berwujud pembicaraan. Kontak dapat bersifat primer maupun sekunder. Menurut Soekanto (2002). perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Wulandari. hal memberi bagian dalam. dan Babari. Hubungan-hubungan sekunder tersebut dapat dilakukan melalui perantara seperti telepon. dan Babari (2003) menggambarkan suatu komunikasi yang efektif apabila si penerima pesan menginterpretasikan pesan yang diterimanya sebagaimana dimaksudkan oleh pengirim pesan. Dengan begitu orang yang bersangkutan kemudian akan memberikan reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang lain tersebut. surat. Mengenai komunikasi dapat dilihat secara bahasa. Wulandari. telegrap. dll).15 orang-orang dapat berhubungan satu dengan yang lainnya melalui telepon.

Dalam komunikasi tatap muka ada peran yang harus dijalankan oleh masing-masing pihak (pemberi informasi-penerima informasi. 3. Adanya niat. Menurut Sarwono (2002) dari berbagai jenis komunikasi yang ada. terjadi saling pengertian akan makna atau arti pesan. Tatap muka itu sendiri yang membedakannya dengan komunikasi jarak jauh atau komunikasi menggunakan alat. Aspek tersebut antara lain : 1. guru-murid dan lain-lain) dan ditunjukkan dengan jelas 2. Selain itu cara seseorang mendengarkan dan menanggapi lawan bicara juga sangatlah penting dalam berkomunikasi. Adanya hubungan dua arah secara langsung Dengan adanya pertukaran pesan dalam komunikasi tatap muka. kehendak.16 pengirim mengetahui bagaimana pesan yang dikirimkannya telah ditangkap oleh si penerima atau tidak. suami-istri. komunikasi antar manusia yang langsung (bertatap muka) adalah yang efektif serta paling lengkap mengandung berbagai aspek psikologis. ibu-anak. Memberikan tanggapan penuh pemahaman dalam mendengarkan dapat menghindari kecenderungan kesalahpahaman komunikasi antara pihak terkait. Jadi dalam komunikasi ini yang penting bukanlah pesannya semata. . melainkan arti (meaning) dari pesan tersebut. atau intensi dari kedua belah pihak Hal tersebut akan mempercepat proses adanya saling pengertian secara kognitif dalam komunikasi antar manusia. ayah-anak.

ruang lingkup rekanrekan. Menurut Gea. misalnya gangguan suara pada telepon. seperti telepon. Adanya gangguan fisik. desain format yang tidak baik. dan Babari (2003). antara lain adalah minat. dan lain-lain. secara garis besar terdapat beberapa hal yang dapat dilihat dalam kaitannya dengan kontak sosial dan komunikasi sebagai pengukuran dari interaksi secara langsung (tatap muka). Dalam menilai kualitas komunikasi antar manusia. Hambatan-hambatan tersebut antara lain : 1. Kesalahpahaman atau distorsi dalam komunikasi 4. DeVito (1997) mengatakan bahwa komunikasi antar manusia dapat berbeda-beda. hasil cetakan yang tidak baik. Hanya mengartikan kata atau kalimat secara murni dan tidak mengembangkan pemahamannya 3. Hal ini dapat dilihat menurut keluasannya atau breadth (banyaknya atau jenis-jenis topik yang dibicarakan) dan kedalamannya atau depth (derajat “kepersonalan” atau inti dalam membicarakan topik itu). Wulandari. komunikasi tidak langsung dapat menyebabkan timbulnya kegagalan untuk saling berkomunikasi (hambatan-hambatan). . frekuensi. Gagal menangkap maksud konotatif di balik maksud seseorang 2. jenis dan banyaknya topik pembicaraan.) mempunyai dampak yang berbeda dengan komunikasi secara langsung (tatap muka). dalam arti si penerima menangkap makna pesan berbeda dari yang dimaksud oleh si pengirim. tempat melakukan kegiatan. Sedangkan menurut penelitian Mardiyanti (1996). telegrap. tampilan layar yang kurang jelas (kabur). surat dll.17 Komunikasi yang dilakukan secara tidak langsung (memerlukan perantara. radio.

2.1. Oleh karena itu banyak istilah golongan remaja ini dirasakan tumpang tindih pengertiannya. emosional. masa remaja sebagai usia yang bermasalah. yaitu : Masa remaja sebagai periode yang penting. mencangkup kematangan mental. dimana masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek atau fungsi untuk memasuki masa dewasa. Istilah lain yang sering digunakan adalah menurut Rumini dan Sundari H. dan yang terakhir yaitu masa remaja sebagai ambang masa dewasa. tetapi bila digolongkan dengan orang dewasa juga masih belum sesuai. 1980). Apabila digolongkan sebagai anak-anak maka golongan remaja sudah melewati masa tersebut. .S (2004). dan fisik (Hurlock. masa remaja sebagai masa yang tidak realistik. masa remaja sebagai periode perubahan. masa remaja sebagai periode peralihan. masa remaja sebagai masa mencari identitas. masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan. sosial.18 kedalaman komunikasi serta pola dari interaksi itu sendiri (asosiatif dan disosiatif).3 Remaja Definisi dan Rentangan Usia Remaja Istilah Adolescence atau remaja berasal dari kata latin adolescere yang berarti “tumbuh” atau “tumbuh menjadi dewasa”. Istilah ini mempunyai arti yang lebih luas. Hurlock (1980) juga menambahkan definisi masa remaja dengan menggunakan ciri-ciri tertentu yang dapat membedakannya dengan periode sebelum dan sesudahnya.

Didalamnya timbul persahabatan yang . maka remaja awal berada dalam dalam usia 12/13 tahun sampai 17/18 tahun. Jika dibagi atas remaja awal dan remaja akhir. serta lingkungan tempat kita menjalani proses sosialisasi berbagai nilai dasar kemanusiaan. Menurut Mappiare (1982). rentangan usia remaja berada dalam usia 12 tahun sampai 21 tahun bagi wanita. dan Babari (2003). Keluarga adalah lingkungan yang paling utama dimana kita mengalami kedekatan dan kebersamaan yang sangat intensif. dapat disimpulkan bahwa secara teoritis dan empiris dari segi psikologis. seorang individu dididik untuk mengenal nilai-nilai tertentu. Atas dasar kasih sayang tersebut. Lingkungan Sosial Remaja Menurut Gea. Menurut Hurlock (1980). Wulandari. kelompok teman sebaya merupakan lingkungan sosial pertama dimana remaja belajar untuk hidup bersama dengan orang lain yang bukan anggota keluarganya. dan remaja akhir dalam rentangan usia 17/18 tahun sampai 21/22 tahun.19 Menurut Mappiare dalam bukunya Psikologi Remaja (1982). yang terdiri dari kelompok pertemanan atau kelompok permainan (sahabat). Menurut Soekanto (2002). konsep hubungan keluarga mempengaruhi konsep diri remaja dimana seorang remaja yang mempunyai hubungan erat dengan seorang anggota keluarga akan mengidentifikasikan diri dengan orang lain dan ingin mengembangkan pola kepribadian yang sama. yakni keluarga. dan 13 sampai 22 tahun bagi pria. Lalu kemudian dilanjutkan dengan lingkungan sebayanya. lingkungan sosial yang paling dekat serta berpengaruh dalam kehidupan remaja adalah lingkungan sosial awal. orang tua dan saudara melakukan sosialisasi yang biasa diterapkan melalui kasih sayang.

Menurut Kurt Lewin dalam Azwar (2003). terdapat dua faktor yang mempengaruhi perilaku manusia yaitu : 1. Sebagai mahkluk sosial. Kompleksitas perilaku remaja telah menjadi bahasan yang penting. perilaku remaja banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor baik dari dalam diri remaja itu sendiri maupun dari lingkungannya. suasana perilaku. nilai-nilai. dan lingkungan psiko-sosial. dan sikap yang saling berinteraksi satu sama lain dan kemudian berinteraksi pula dengan faktor-faktor lingkungan dalam menentukan perilaku. 1982). dihargai dan dengan demikian mereka dapat merasa adanya kepuasan dalam interaksi sosialnya (Mappiare. yaitu faktor biologis dan faktor sosio-psikologis 2. Faktor-faktor situasional. faktor rancangan dan arsitektural. teknologi. memahami . yaitu faktor ekologis. faktor temporal. sifat kepribadian. terutama memahami perilaku remaja dalam lingkungan sosialnya. faktor-faktor sosial. Manfaat penting dari adanya persahabatan dalam masa remaja ini adalah mereka dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dan mengisi waktu luang. Lebih penting lagi. perilaku adalah fungsi karakteristik individu dan lingkungan. Faktor-faktor personal. Perilaku Remaja Suatu perilaku (behavior) yang merupakan cara bertindak dapat dipandang sebagai reaksi yang bersifat sederhana maupun yang bersifat kompleks (Azwar. bahwa dalam persahabatan itu remaja dapat merasa dibutuhkan. Sedangkan menurut Rakhmat (2001). Karakteristik individu meliputi berbagai variabel seperti motif.20 merupakan ciri khas pertama dan sifat interaksinya dalam pergaulan. 2003).

Perilaku terhadap suatu obyek dapat dilihat dari beberapa dimensi (Calhoun.21 motivasi perbuatan dan mencoba meramalkan respon remaja agar dapat memperlakukan sesama manusia dengan sebaik-baiknya (Hurlock. menonton televisi. Kepada siapa berperilaku Perilaku yang dilakukan tidak hanya ditujukan untuk diri sendiri tetapi juga ditujukan bagi orang lain 3. Beberapa bentuk rekreasi yang digemari remaja saat ini antara lain mendengarkan radio dan kaset. Menurut Hurlock (1980) minat rekreasi tersebut juga sangat dipengaruhi oleh derajat kepopulerannya. 1980). Untuk apa Perilaku yang dilakukan seseorang itu mempunyai manfaat atau tujuan baik untuk dirinya sendiri maupun bagi orang lain 4. 1980). yaitu : 1. Frekuensi Menunjukkan jumlah atau kuantitas dari perilaku seseorang 2. serta membaca. terutama dengan lingkungan keluarganya sendiri (Hurlock. Selain itu perilaku remaja yang menonjol terletak pada nilai kemandiriannya. . Mereka cenderung melepaskan diri dengan lingkungan sosial. Bagaimana Menunjukkan upaya atau cara yang dilakukan oleh seseorang dalam berperilaku untuk mencapai tujuan yang diinginkan Perilaku remaja juga berkaitan dengan minat mereka terhadap keberadaan media massa yang termasuk pada minat rekreasi. 1995).

walaupun belum tentu penggunaan ponsel tersebut dimanfaatkan seluruhnya secara optimal dalam kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini dikarenakan remaja laki-laki ingin menunjukkan kemandirian yang lebih dan adanya jarak dengan sekitarnya (Hurlock. Remaja perempuan cenderung memiliki tingkat keintiman yang dalam dengan orang-orang sekitarnya dibanding dengan remaja laki-laki. Respon kelompok remaja terhadap keberadaan ponsel cukup tinggi. 2. juga dapat digunakan sebagai sarana bisnis. bahkan sebagai alat dokumentasi. Dalam hal ini pengguna ponsel terbesar merupakan kelompok remaja perkotaan. sarana musik atau hiburan. Ponsel disamping memiliki fungsi utama sebagai alat komunikasi. 1980). antara lain karakteristik yang berkaitan dengan diri individu (internal) maupun yang berkaitan dengan lingkungannya (eksternal). Tingkat penggunaan ponsel pada remaja diduga dapat dipengaruhi oleh beberapa karakteristik. tujuan penggunaan ponsel serta aktivitas-aktivitas atau kegiatan yang dilakukan oleh . penyimpan berbagai macam data. status ekonomi keluarga. Selain itu menurut Apriyanti (2005) secara spesifik mengemukakan remaja putri lebih banyak membutuhkan sejumlah barang-barang baru yang perlu dibeli dan juga barang-barang baru yang disesuaikan dengan kebutuhannya.22 Remaja laki-laki dengan perempuan juga terdapat perbedaan-perbedaan dalam perilakunya.2 Kerangka Pemikiran Ponsel merupakan salah satu perkembangan teknologi komunikasi paling aktual di Indonesia selama lebih dari lima tahun terakhir. Karakteristik internal mencangkup jenis kelamin. terutama pada pulau Jawa.

yang pada akhirnya dapat meningkatkan biaya pengeluaran setiap bulannya. Tujuan dalam menggunakan ponsel diduga dapat mempengaruhi tingkat penggunaan ponsel. Selain itu remaja putri juga cenderung sering dan intens berkomunikasi melalui ponsel dengan sesamanya.23 remaja tersebut. Diduga hal tersebut dapat meningkatkan penggunaan ponsel sebagai alat komunikasi dalam kehidupan sehari-hari mereka. Karakteristik eksternal mencangkup pengaruh dari teman-teman dekat remaja serta terpaan media (media exposure) massa. Status ekonomi keluarga diduga dapat mempengaruhi tingkat penggunaan ponsel. Aktivitas-aktivitas yang diikuti remaja diduga dapat mempengaruhi tingkat penggunaan ponsel. Pengaruh teman dekat diduga dapat mempengaruhi tingkat penggunaan ponsel. karena pada masa remaja inilah kelompok persahabatan atau teman sebaya merupakan lingkungan sosial yang memegang peranan penting dalam sosialisasi . Semakin tinggi pendapatan orang tua tiap bulannya yang menggambarkan status ekonomi dalam keluarga diduga dapat meningkatkan penggunaan ponsel pada remaja. karena remaja putri cenderung memiliki gaya hidup dan pola konsumtif yang tinggi dalam melihat setiap perkembangan ponsel yang ada dibandingkan remaja putra. karena dengan tujuan yang berbeda dapat menyebabkan perbedaan pula remaja menggunakan ponselnya. Jenis kelamin diduga dapat mempengaruhi tingkat penggunaan ponsel. karena terdapat biayabiaya yang harus disediakan oleh para pengguna ponsel. dimana dalam komunikasi yang berlangsung tersebut biasanya banyak hal-hal yang dibicarakan. karena dengan semakin banyak aktivitas atau kegiatan yang dilakukan dapat menunjukkan bahwa remaja tersebut memiliki mobilitas yang tinggi (di dalam maupun di luar sekolah).

yang terdiri dari lingkungan keluarga dan lingkungan persahabatan (teman sebaya). tingkat biaya pengeluaran. Semakin sering frekuensi dan beragam jenis media massa tentang ponsel yang diterpa oleh remaja diduga mempunyai pengaruh penting.24 remaja. disamping pengaruh dari teman dekat remaja tersebut. pemanfaatan fasilitas. Tetapi diduga justru dapat menurunkan interaksi tatap muka antara remaja dengan lingkungan sosialnya. yaitu frekuensi penggunaan. Selanjutnya tingkat penggunaan teknologi komunikasi ponsel tersebut sebagai pengaruh dari luar masyarakat diduga dapat mempengaruhi interaksi sosial pada remaja tersebut. Interaksi sosial remaja secara tatap muka itu sendiri dilihat dari lamanya waktu serta intensitas (tingkat keluasan atau banyaknya topik pembicaraan) interaksi tatap muka. karena melalui media massa (cetak maupun elektronik) tersebut remaja memperoleh berbagai informasi mengenai perkembangan ponsel. Terpaan media massa diduga dapat mempengaruhi tingkat penggunaan ponsel. Tingkat penggunaan ponsel pada remaja dapat dilihat melalui empat hal. dan pihak yang diajak berkomunikasi. Berdasarkan literatur-literatur yang telah dibahas. Penggunaan ponsel sebagai alat komunikasi seharusnya dapat meningkatkan interaksi sosial remaja dengan lingkungannya. maka dapat dirumuskan suatu kerangka pemikiran sebagai berikut (Gambar 2) : . Hal tersebut menyebabkan remaja dalam menggunakan ponselnya akan melihat dan bergantung pada lingkungan teman sebayanya.

Kerangka Pemikiran 2.Tujuan penggunaan ponsel . Diduga karakteristik internal mempengaruhi penggunaan ponsel pada remaja .Jenis kelamin . maka dapat disusun hipotesis penelitian sebagai berikut : 1.Tingkat terpaan media (media exposure) massa - Tingkat Penggunaan Ponsel Pada Remaja: Frekuensi penggunaan Pemanfaatan fasilitas Tingkat biaya pengeluaran Pihak yang diajak berkomunikasi - Interaksi Sosial Remaja (Tatap muka) : Waktu interaksi Intensitas interaksi Keterangan : Mempengaruhi Gambar 2.Tingkat status ekonomi keluarga .Tingkat aktivitas Karakteristik Eksternal : .25 Karakteristik Internal : . Diduga remaja memiliki tingkat penggunaan ponsel yang cenderung tinggi 2.3 Hipotesis Berdasarkan kerangka pemikiran yang telah dirumuskan.Tingkat pengaruh teman dekat .

26

3. Diduga karakteristik eksternal mempengaruhi penggunaan ponsel pada remaja 4. Diduga penggunaan ponsel pada remaja mempengaruhi interaksi sosial remaja

2.4

Definisi Operasional Variabel-variabel yang dikemukakan dalam penelitian ini diukur dengan

merumuskan batasan dari masing-masing variabel terlebih dahulu. Adapun variabel-variabel tersebut adalah : 1. Karakteristik internal adalah karakteristik yang mencirikan responden dan berkaitan dengan diri individu. Terdiri dari jenis kelamin, status ekonomi keluarga, tujuan responden dalam menggunakan ponselnya, serta tingkat aktivitas. 2. Jenis kelamin adalah perbedaan identitas seks responden berdasarkan aspek biologis. Dibagi menjadi kategori (skala nominal) : a. Laki-laki b. Perempuan 3. Tingkat status ekonomi keluarga adalah status dari keluarga responden dalam masyarakat yang dilihat melalui penghasilan orang tua (ayah dan ibu) responden setiap bulannya. Dibagi menjadi kategori (skala ordinal) : a. Status ekonomi keluarga tinggi, apabila penghasilan orang tua >Rp. 6.000.000,b. Status ekonomi keluarga sedang, apabila penghasilan orang tua antara Rp. 3.000.000,- hingga Rp. 6.000.000,-

27

c. Status ekonomi keluarga rendah, apabila penghasilan orang tua <Rp. 3.000.000,4. Tujuan penggunaan ponsel adalah tujuan menurut responden dari berbagai kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan ponsel. Dibagi menjadi kategori (skala nominal) : a. Untuk informasi yang penting dan mendesak (urgent) b. Untuk bersosialisasi dan urusan sekolah/les/kursus c. Untuk hiburan atau pemenuhan hobi Kategori (a) merupakan tujuan penggunaan ponsel menurut responden untuk memberikan informasi atau kabar yang sangat penting (kerabat sakit, kecelakaan, meninggal, mengadakan suatu perayaan, dan lain-lain) yang harus disampaikan dengan cepat dan langsung. Kategori (b) merupakan tujuan penggunaan ponsel menurut responden untuk berhubungan dengan lingkungan sosialnya dan mengenai kegiatan atau aktivitasnya sehari-hari. Kategori (c) merupakan tujuan penggunaan ponsel menurut responden untuk sekedar hiburan atau hal yang tidak bersifat urgent, untuk mengisi waktu luang dan memenuhi hobinya. 5. Tingkat aktivitas adalah banyaknya aktivitas atau kegiatan yang dilakukan oleh responden, baik di dalam maupun di luar sekolah (masing-masing 5 jenis kegiatan). Aktivitas ini dibagi menjadi dua yaitu aktivitas di dalam sekolah (ekstrakurikuler olahraga, musik, organisasi sekolah) dan aktivitas di luar sekolah (bimbingan belajar, kursus bahasa asing, kursus musik, perkumpulan/organisasi remaja).

28

Pengukuran tingkat aktivitas ini menggunakan skor yaitu sangat aktif (3), aktif (2), kurang aktif (1), serta tidak aktif (0). Dibagi menjadi kategori (skala ordinal) : a. Aktivitas tinggi, total skor 21-30 b. Aktivitas sedang, total skor 11-20 c. Aktivitas rendah, total skor ≤ 10 6. Karakteristik eksternal adalah karakteristik yang mencirikan responden dan berkaitan dengan lingkungannya, terdiri dari pengaruh teman dekat serta terpaan media massa. 7. Tingkat pengaruh teman dekat adalah pengaruh dari teman dekat responden dan khususnya yang berkaitan dengan penggunaan ponsel oleh responden. Pengukuran tingkat pengaruh teman dekat ini terdiri dari 4 butir pertanyaan, masing-masing 3 pilihan jawaban. Dengan skor yaitu pengaruh kuat (3), sedang (2), serta kecil (1). Dibagi menjadi kategori (skala ordinal) : a. Pengaruh dari teman dekat kuat, total skor 10-12 b. Pengaruh dari teman dekat sedang, total skor 7-9 c. Pengaruh dari teman dekat kecil, total skor 4-6 8. Tingkat terpaan media (media exposure) massa adalah frekuensi responden dalam menerima informasi tentang ponsel melalui berbagai media, baik media cetak maupun elektronik (6 jenis media : televisi, radio, koran, majalah/tabloid, brosur/selebaran dan internet). Pengukuran tingkat terpaan media informasi ini menggunakan skor yaitu sering (3), kadang-

tidak pernah (1). sedang (2).29 kadang/jarang (2). masing-masing 4 pilihan jawaban. Pengukuran tingkat penggunaan ponsel dengan melihat akumulasi skor keempat variabel tersebut (7 butir pertanyaan). total skor ≤ 3 11. total skor ≤ 14 10. Dengan skor yaitu frekuensi tinggi (3). (1) frekuensi penggunaan. serta rendah (1 dan 0). total skor 7-9 b. Dibagi menjadi kategori (skala ordinal) : a. Frekuensi penggunaan ponsel tinggi. total skor 6-9 (skala 9. total skor 15-18 b. Dibagi menjadi kategori (skala ordinal) : a. Terpaan media massa rendah. Dibagi menjadi kategori ordinal) : a. Frekuensi penggunaan ponsel rendah. Penggunaan ponsel sedang. Pemanfaatan fasilitas adalah pemanfaatan fasilitas-fasilitas yang terdapat pada ponsel yang dilakukan oleh responden (8 jenis fasilitas : telepon. Penggunaan ponsel tinggi. Terpaan media massa tinggi. Tingkat penggunaan ponsel adalah suatu suatu tingkat yang menunjukkan perilaku penggunaan ponsel oleh responden dan terdiri dari . total skor 10-14 c. Pengukuran frekuensi penggunaan ponsel ini terdiri dari 3 butir pertanyaan. (2) pemanfaatan fasilitas. dan (4) pihak-pihak yang diajak berkomunikasi. Terpaan media massa sedang. total skor 15-28 c. total skor 29-42 b. Frekuensi penggunaan ponsel sedang. Frekuensi penggunaan adalah tingkat keseringan responden yang berkaitan dengan penggunaan atau pemakaian ponselnya. Penggunaan ponsel rendah. . (3) tingkat biaya pengeluaran. total skor 4-6 c.

Pemanfaatan ponsel sedang. apabila < Rp. Pihak yang diajak berkomunikasi adalah pihak-pihak yang berada dalam lingkungan sosial responden dan yang paling sering diajak berkomunikasi melalui ponsel. Keluarga b. Lainnya 14. total skor 14-18 c. video. Tingkat biaya pengeluaran adalah biaya yang dikeluarkan oleh responden berkaitan dengan penggunaan ponselnya tiap bulan. 300. Dibagi menjadi kategori (skala nominal) : a. dan internet). Pemanfaatan ponsel rendah. Interaksi sosial adalah interaksi secara tatap muka yang terjadi antara responden dengan lingkungan sosialnya dan dilihat dari . Dibagi menjadi kategori (skala ordinal) : a.c. (1) waktu interaksi serta (2) intensitas interaksi. 150.000. Pengukuran pemanfaatan fasilitas ini menggunakan skor yaitu sering (3).hingga Rp. Teman/pacar c.000. tidak pernah (1). kadang-kadang/jarang (2). total skor 8-13 12.000. 150.30 SMS. Biaya pengeluaran tinggi (skor 3). radio/MP3. total skor 18-24 b. Biaya pengeluaran sedang (skor 2). apabila Rp.. Pengukuran interaksi sosial dengan . permainan. Dibagi menjadi kategori (skala ordinal) : a.000. MMS.13. apabila > Rp. Pemanfaatan ponsel tinggi.b. kamera. 300. Biaya pengeluaran rendah (skor 1).

Interaksi tatap muka sangat intens (skor 3). yaitu : 1. Waktu interaksi tatap muka rendah (skor 1) 16. Keluarga dan agama 3. (2) teman/pacar. Seks Intensitas interaksi tatap muka dibagi menjadi kategori (skala ordinal) : a. Gosip . total skor 9-11 c.31 melihat akumulasi skor kedua variabel tersebut (5 butir pertanyaan). Interaksi sosial sedang. Intensitas interaksi adalah tingkat keluasan interaksi tatap muka yang terjadi pada responden dengan lingkungan sosial mereka. Trend/mode 9. apabila jenis pembicaraan sebanyak > 6 7. terdiri dua yaitu dengan (1) keluarga. Dibagi menjadi kategori (skala ordinal) : a. Diukur berdasarkan banyaknya jenis topik yang dibicarakan didalamnya. Film/musik 8. Hubungan dengan sesama teman/pacar 5. Pendidikan dan pekerjaan di masa mendatang 6. Hobi 2. Waktu interaksi tatap muka sedang (skor 2) c. Uang 4. total skor 5-8 15. Waktu interaksi tatap muka tinggi (skor 3) b. total skor 12-15 b. Waktu interaksi adalah lamanya waktu yang digunakan untuk melakukan interaksi tatap muka antara responden dengan lingkungan sosial mereka. Dibagi menjadi kategori (skala ordinal) : a. Interaksi sosial renggang. Interaksi sosial dekat.

Interaksi tatap muka tidak intens (skor 1). Interaksi tatap muka cukup intens (skor 2). apabila jenis pembicaraan sebanyak 4-6 c. apabila jenis pembicaraan sebanyak < 4 .32 b.

2 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Umum Negeri (SMUN) 68 Salemba. 3. Sedangkan data kualitatif sebagai pendukung penelitian melalui wawancara untuk mendapatkan keterangan tambahan dari responden. Jakarta Pusat. Data kuantitatif dilakukan dengan metode survei. yaitu melalui kuisioner sebagai instrumen utama penelitian. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) berdasarkan pertimbangan bahwa SMUN 68 merupakan salah satu SMUN yang terletak di pusat kota dengan sampel yang tergolong dalam keluarga berkecukupan sehingga memiliki asumsi bahwa banyak sampel yang sudah memiliki ponsel dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari mereka. . DKI Jakarta. Penelitian deskriptif korelasional dapat memastikan berapa besar pengaruh yang disebabkan oleh satu variabel dalam hubungannya dengan variasi yang disebabkan oleh variabel lain (Rakhmat.BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. Pendekatan penelitian adalah kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Hal ini disesuaikan dengan hasil penelitian Pattiradjawane (2005) yang menunjukkan bahwa pengguna ponsel terbesar di Indonesia merupakan kelompok remaja perkotaan di pulau Jawa.1 Metode Penelitian Penelitian ini merupakan jenis deskriptif korelasional. 2005).

Tahap pertama yaitu pengumpulan data pada bulan April-Mei 2006. XI. dimana sebelumnya dilakukan studi penjajagan lapang terlebih dahulu. Populasi dibagi dalam kelas-kelas SMUN 68 (kelas X. maka dapat dilakukan secara accidental atau diketemukan seadanya (Singarimbun. sehingga tidak dimaksudkan untuk menggeneralisasikan secara .34 Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan pada 2 tahap. Pengambilan sampel secara sengaja (purposive) ini dikarenakan padatnya jadwal akademik SMUN 68 serta menjelang ujian akhir (terutama untuk kelas XII) pada bulan April hingga Mei. Pengambilan sampel penelitian ditentukan dengan sengaja (purposive) secara accidental sampling. 1989). 3.3 Penentuan Sampel Unit analisis penelitian adalah individu sedangkan populasi penelitian adalah remaja SMUN 68. Jumlah sampel secara keseluruhan yang diambil sebanyak 48 orang (24 laki-laki dan 24 perempuan). Sampel penelitian ini adalah remaja (laki-laki dan perempuan) SMUN 68 yang menggunakan ponsel. Sedangkan pada tahap kedua yaitu pengolahan data sampai penyelesaian draft skripsi pada Juni-Agustus 2006. Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa SMU merupakan tempat sosialisasi utama para remaja dengan lingkungan sosial mereka (selain keluarga). Untuk populasi yang berjumlah besar dan sulit untuk menemukan sampel secara individual melalui metode acak. Penelitian ini juga dapat dikatakan sebagai penelitian atau studi pendahuluan. sehingga peneliti diberikan keterbatasan oleh pihak sekolah untuk mencari responden. XII) dan masing-masing sejumlah 16 orang (8 laki-laki dan 8 perempuan).

0. kecepatan proses perhitungan dan kepercayaan hasil pengujian. Hal ini guna memenuhi kebutuhan untuk informasi mengenai gambaran umum lokasi penelitian.5 Metode Pengolahan dan Analisis Data Data primer yang telah terkumpul dibuat dalam bentuk tabel kemudian dilakukan analisis secara statistik. sedangkan data dengan skala ordinal diolah dengan menggunakan uji Spearman. Sedangkan data hasil wawancara digunakan sebagai ilustrasi untuk melengkapi hasil statistik tersebut. Hasil dari analisis tersebut diinterpretasikan untuk memperoleh kesimpulan atau fakta yang terjadi. Jakarta Pusat. Data kuantitatif diuji dengan menggunakan uji statistik non-parametrik melalui uji chi-kuadrat (chisquare) untuk antar variabel dengan skala nominal. . tingkat penggunaan ponsel dan interaksi sosial yang terjadi. Pengolahan data tersebut dilakukan dengan menggunakan komputer melalui program SPSS for windows versi 12. 3. 3. Data primer diperoleh dari responden melalui pengisian kuisioner dan hasil wawancara. DKI Jakarta.35 meluas dan membutuhkan penelitian-penelitian berikutnya untuk mengkaji lebih lanjut.4 Metode Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder. Hal ini dilakukan guna ketepatan. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumentasi Kantor SMUN 68 Salemba. Kuisioner dan wawancara berisi sejumlah pertanyaan dan pernyataan yang berkaitan dengan karakteristik responden (internal maupun eksternal).

begitu juga kelas XII yang jumlahnya sama dengan kelas XI. Hotel Atlantic. SMUN 68 merupakan salah satu SMUN unggulan dan favorit wilayah Jakarta Pusat. 8 kelas XI (5 kelas IPA dan 3 kelas IPS). Salemba Residence. Lokasi SMUN 68 berada dalam kompleks pendidikan Salemba. lahan parkir (dalam dan samping) yang nyaman. Rumah Sakit CiptoMangunkusumo (RSCM). 18.1 Sekolah Menengah Umum Negeri 68 Sekolah Menengah Umum Negeri (SMUN) 68 terletak di Jalan Salemba Raya No. Kelurahan Salemba.BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN DAN KARAKTERISTIK RESPONDEN 4. dan lain-lain. SDN Kenari dan Gedung Pertemuan (Menza). dan didukung dengan lingkungan kompleks yang asri dan indah. Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Rumah Sakit Carolus. Kompleks ini termasuk wilayah pusat perkotaan dimana sekelilingnya terdapat bangunanbangunan penting. yang juga terdapat SLTP 216. seperti Departemen Sosial. Total jumlah siswa seluruhnya pada . Bagian depan kompleks pendidikan Salemba juga terlihat beberapa sentra pulsa yang menyediakan jenis pulsa yang lengkap dan cukup bervariasi. Perpustakaan Nasional. Jakarta Pusat. seluruh ruang belajar-mengajar maupun ruangan lainnya menggunakan AC. SMUN 68 terdiri dari 4 lantai. Kampus Universitas Indonesia (UI) Salemba. serta dengan segala kelengkapan fasilitas yang memadai dan diakui. SMUN 68 pada tahun ajaran 2005/2006 terdiri dari 8 kelas X (ada 1 kelas bertaraf internasional).

sedangkan untuk hari jumat pukul 07.37 tahun ajaran ini sebanyak 1032 orang. Hal tersebut dilakukan untuk melihat perbandingan kedua jenis kelamin secara seimbang dalam hal pengaruhnya terhadap tingkat penggunaan ponsel pada remaja. 2. Responden dibagi sama rata antara laki-laki dan perempuan yaitu masing-masing berjumlah 24 orang (kelas X. Selain itu terdapat MPK (Majelis Permusyawaratan Kelas) yang dipimpin oleh seorang ketua dan dibantu oleh wakil serta sekretaris.kepada siswa khusus kelas internasional. Waktu berlangsungnya kegiatan belajar-mengajar SMUN 68 yaitu pada hari senin sampai kamis pukul 07. Kegiatan ekstrakurikuler SMUN 68 terdiri dari estrakurikuler olahraga. Khusus hari sabtu hanya untuk kegiatan ekstrakurikuler. XI. seni dan musik. Dalam hal biaya. . dengan jumlah laki-laki sebanyak 432 orang dan perempuan sebanyak 600 orang.000. OSIS SMUN 68 dipimpin oleh seorang ketua. XII).30 WIB.00 WIB sampai pukul 15. 2 orang bendahara. Responden yang termasuk dalam penelitian ini adalah 48 siswa laki-laki maupun perempuan SMUN 68 yang menggunakan ponsel.000.30 WIB.00 WIB sampai pukul 11. 201.00. praktikum dan pelajaran tambahan saja. dibantu oleh 2 orang wakil ketua. SMUN 68 membebankan biaya SPP sebesar Rp. kegiatan rohani dan ekstrakurikuler lainnya (Tabel 1).00setiap bulannya kepada seluruh siswa kelas biasa dan Rp. SMUN 68 memiliki organisasi sekolah (OSIS) serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler.000. 3 orang sekretaris dan 8 orang ketua bidang.

dan Universitas Gajah Mada) sebanyak lebih dari 65 %. Dance Vokal. Pada prestasi nonakademik. M-Brass. Voli. Pramuka. SRK (Sie Rohani Katolik) ELPALA (Enam’Lapan Pencinta Alam). Baseball dan Softball. Perisai Diri. Cheers. bola/futsal. Baron (Fotografi). JGC (Jakarta Green Centre). Institut Teknologi Bandung. Execom (Komputer) SMUN 68 memiliki berbagai macam prestasi akademik dan non-akademik yang cukup membanggakan. Prestasi akademik lainnya yaitu untuk tahun ajaran 2005/2006 SMUN 68 mengirimkan siswa-siswa terbaiknya untuk mengikuti olimpiade bidang IPA dan bahasa Inggris. 3. SMUN 68 pernah mendapatkan juga gelar juara untuk perlombaan bidang olahraga (khusus pada basket. TOSLA (Teater Olah Seni) Band. 4.38 Tabel 1. Taekwondo. Selain itu para siswa SMUN 68 setiap tahunnya berhasil masuk dalam Perguruan Tinggi Negeri terkemuka (mayoritas Universitas Indonesia. 1. Sampai Tahun Ajaran 2005/2006 No. SRP (Sie Rohani Protestan). Pada tahun ajaran 2004/2005 untuk kesekian kalinya SMUN 68 berhasil memperoleh peringkat 1 wilayah Jakarta Pusat dalam hal perolehan nilai UAN (Ujian Akhir Nasional) secara keseluruhan. dan softball) dan juga bidang seni (khusus pada M-Brass dan drama). Universitas Diponegoro. . Kegiatan-Kegiatan Ekstrakurikuler Pada SMUN 68. Bola (Futsal). Drama Rohis (Rohani Islam). KIR (Karya Ilmiah Remaja). Jenis Olahraga Seni dan musik Kegiatan Rohani Lainnya Kegiatan Ekstrakurikuler Basket. 2. dimana pada fisika dan matematika berhasil sampai tingkat nasional sedangkan lainnya berhasil sampai tingkat propinsi. PMR (Palang Merah Remaja). Universitas Padjajaran.

status ekonomi keluarga sedang antara >Rp.sampai dengan Rp.2 Karakteristik Internal Status Ekonomi Keluarga Status ekonomi keluarga dalam penelitian ini dilihat dari penghasilan orang tua (ayah maupun ibu) tiap bulannya (Tabel 2).000.000.000. Selain penghasilan orang tua tersebut.9 27. Berdasarkan data yang diperoleh lalu dilakukan perhitungan rata-rata secara keseluruhan.000. Jumlah Responden Berdasarkan Status Ekonomi Keluarga Status Ekonomi Keluarga Tinggi Sedang Rendah Jumlah Frekuensi (n) 12 23 13 48 Persen (%) 25 47. Mengenai sumber biaya pendidikan bagi responden.1 %). 3. 6.00.1 %).9 %).(47.(27.9 %) mengemukakan berasal dari orang tua dan yang sumber biayanya berasal dari wali (saudara kandungnya) hanya 1 orang responden (2. yaitu untuk kategori status ekonomi keluarga yang rendah dengan penghasilan ≤ Rp.39 4.00.000. dan status ekonomi keluarga yang tinggi yaitu > Rp. Hal ini menunjukkan bahwa responden masih sepenuhnya bergantung pada keluarga dan belum ada yang bekerja untuk membantu perekonomian keluarganya tersebut. Mengingat bahwa responden masih merupakan siswa . hampir semua responden (97.00. 6.1 100 Status ekonomi keluarga ini ditanyakan pada responden dengan pertanyaan terbuka.00. perlu diketahui pula sumber biaya pendidikan responden tersebut.000.000.(25 %). dimana responden mengisi sendiri berapa kira-kira penghasilan orang tuanya tiap bulan. Tabel 2.000. 3.

1982).7 35. Tabel 3. . Responden sering berkomunikasi atau mengobrol melalui ponsel dengan mereka baik melalui telepon maupun pengiriman pesan-pesan (SMS). yang berkisar pada sosialisasi serta kegiatannya dengan sesama teman/pacar.4 100 Dapat dilihat bahwa dalam kategori tujuan penggunaan ponsel untuk bersosialisasi. Sesuai dengan masa remaja yang identik dengan adanya persahabatan untuk dapat bekerja sama mencapai tujuan bersama dan kegiatan-kegiatan yang dianggapnya menarik untuk mengisi waktu luang (Mappiare.40 sekolah sehingga lebih berkonsentrasi pada sekolahnya terlebih dahulu dibanding mencari pekerjaan.9 41. Jumlah Responden Berdasarkan Tujuan Penggunaan Ponsel Tujuan Penggunaan Ponsel Frekuensi (n) Untuk informasi penting dan mendesak 11 Untuk sosialisasi dan kegiatan 20 sekolah/les/kursus Untuk hiburan atau pemenuhan hobi 17 JUMLAH 48 Persen (%) 22. yang paling utama adalah agar dapat terus berhubungan dengan lingkungan sosial responden itu sendiri (terutama dengan lingkungan sebaya). Tujuan Penggunaan Ponsel Hasil yang diperoleh mengenai tujuan penggunaan ponsel (Tabel 3) menunjukkan bahwa sebenarnya menurut responden penggunaan ponsel cenderung untuk kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu penting dan mendesak.

Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan responden dalam salah satu kutipan berikut : ”Kalo handphone paling buat sekitar komunikasi ato gak ngobrol ama orangorang terdekat. responden mengemukakan bahwa mereka menggunakan ponselnya untuk menanyakan tugas-tugas (PR).. Tingkat Aktivitas Hasil yang diperoleh mengenai tingkat aktivitas responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas yang rendah (Tabel 4).. . Langsung aku kabarin ke yang lain cepet-cepet.41 Mengenai hiburan atau pemenuhan hobi.. Itu juga sebenernya ga terlalu urgent banget sih.yah tapi yang kaya gitu kan jarang-jarang” (Na.paling sesekali nanya tugas kaya PR gitu. Sedangkan untuk kegiatan yang berhubungan dengan sekolah/les/kursus. melalui ponsel responden dapat mengisi waktu luangnya serta menghilangkan kebosanan. Sekalian juga bisa buat mengisi waktu luang dan ga’ bosen sih sebenernya.yah tergantung gimana kebutuhan orangnya masing-masing. Responden lebih memanfaatkannya untuk kegiatan yang lebih bersifat fun dan tidak terlalu penting.Kalo yang kaya urgent gitu pernah waktu itu ada bokap temen yang meninggal. Sukasukanya dia aja” (Jy.. perempuan. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan responden dalam salah satu kutipan berikut : ”Menurut aku klo make HP itu lebih untuk yang seneng-senengnya ajah. kelas X) Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tujuan penggunaan ponsel untuk informasi urgent justru jarang dilakukan. perempuan. kelas XI) Kategori tujuan penggunaan ponsel untuk informasi yang penting dan mendesak menurut banyak responden bukanlah merupakan tujuan yang utama.

25 100 Perlu diketahui bahwa untuk responden kelas XI dan XII telah mengurangi aktivitasnya agar lebih berkonsentrasi pada penjurusan bidang yang telah diambilnya (IPA atau IPS).75 %).5 81. dan aktivitas lainnya (20. Berdasarkan data yang diperoleh mengenai macam-macam aktivitas itu sendiri. Sedangkan pada aktivitas luar sekolah adalah sebagai berikut : bimbingan belajar (43. Bahkan khusus untuk responden kelas XII dalam penelitian ini seluruhnya (100 %) memiliki aktivitas yang rendah. musik. kursus bahasa asing . Mengingat bahwa SMUN 68 merupakan SMUN unggulan Jakarta Pusat sehingga responden tidak banyak mengambil kegiatan lain di luar jam sekolah yang dapat menghabiskan waktu. OSIS (8. Tabel 4. Hal ini menunjukkan bahwa responden sebenarnya tidak memiliki banyak aktivitas di luar jam atau waktu sekolahnya. diketahui bahwa persentase tingkat keaktifan responden pada aktivitas dalam sekolah yang diikuti adalah sebagai berikut : ekstrakurikuler olahraga (50 %). tenaga serta pikiran mereka untuk berkonsentrasi pada bidang akademiknya.25 12.9 %).3 %). Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Aktivitas Tingkat Aktivitas Tinggi Sedang Rendah JUMLAH Frekuensi (n) 3 6 39 48 Persen (%) 6. kursus bahasa asing.42 Tingkat aktivitas rendah disini mempunyai arti bahwa aktivitas di dalam (ekstrakurikuler olahraga. ekstrakurikuler musik (22. ekstrakurikuler lainnya (16. organisasi sekolah) maupun di luar sekolah (bimbingan belajar. perkumpulan/organisasi remaja) yang diikuti oleh responden tidak banyak jumlahnya. kursus musik.7 %).8 %).

Trus bisa nambah teman pergaulan baru juga.5 %).3 Karakteristik Eksternal Tingkat Pengaruh Teman Dekat Tingkat pengaruh teman dekat dalam penelitian ini menunjukkan hasil bahwa keberadaan teman dekat mempunyai pengaruh yang cukup kuat bagi responden. Aku cuma ngikut ekskul basket ama les di-ILP sih. Hal tersebut dilihat dari 91. tapi ya itu bermanfaat banget.17 %). Terdapat pernyataan responden mengenai aktivitas atau kegiatan yang diikutinya dalam kutipan berikut : ”Diluar jam sekolah ya emang ikut kegiatan laennya.9 %). dapat menyalurkan hobi positif dan menjaga kebugaran tubuh responden. kursus musik (4. Selain itu kursus-kursus seperti bahasa asing juga dapat menambah wawasan dan referensi tentang bahasa serta dapat menjadi nilai tambah dalam rekomendasi mereka nantinya sebagai mahasiswa atau ketika bekerja.42 %). dan aktivitas lainnya (12. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat keaktifan responden paling tinggi untuk kegiatan dalam sekolah adalah ekstrakurikuler olahraga dan untuk kegiatan luar sekolah adalah kursus-kursus bahasa asing.7 % responden mengemukakan keberadaan teman dekat mereka mempunyai pengaruh yang sedang hingga kuat (Tabel 5). Ekstrakurikuler olahraga misalnya. bisa tau sana-sini” (WI. laki-laki.43 (47.tapi gak ngeganggu waktu sekolah dan ngambil yang manfaatnya banyak. kelas X) Kegiatan atau aktivitas yang diikuti oleh responden selain tidak boleh mengganggu jam sekolah mereka. organisasi/perkumpulan-perkumpulan remaja (10. . 4. juga harus dapat membawa manfaat yang dapat dirasakan untuk jangka pendek maupun panjang..

ada yang pake nama juga malahan. Ga mungkinkan punya temen deket tapi ga sejalan” (Na. yang nyambung ama kita.6 %) memiliki > 5 orang teman dekat.3 100 Responden sebagai kelompok remaja memiliki kecenderungan untuk mengikuti bagaimana atau seperti apa keadaan teman-teman dekatnya yang merupakan kelompok sebaya. lalu 3-4 orang teman dekat (20.7 50 8.8 %) dan hanya 1-2 orang teman dekat (14. Terdapat pernyataan responden mengenai keberadaan teman dekat baginya dalam kutipan berikut : ”Kalo temen kaya geng-geng gitu sih pasti ada disini.44 Tabel 5. Bisa buat curhat ama ngobrolin segala macem juga. Selain itu keberadaan teman dekat juga dapat menjadi tempat berkeluh kesah.. kelas X) . Hal ini menunjukkan bahwa responden memiliki teman dekat dalam jumlah yang cukup banyak.yang pasti cari temen yang setipe lah. dihargai dan dengan demikian mereka dapat merasa adanya kepuasan dalam interaksi sosialnya.. Seperti yang diungkapkan oleh Mappiare (1982) bahwa dalam persahabatan itu remaja dapat merasa dibutuhkan. Dengan semakin banyak jumlah teman dekat dapat membuat keberadaan responden semakin diakui dalam lingkungan teman sebayanya tersebut. perempuan. Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Pengaruh Teman Dekat Tingkat Pengaruh Teman Dekat Kuat Sedang Kecil JUMLAH Frekuensi (n) 20 24 4 48 Persen (%) 41. diketahui bahwa sebagain besar responden (64. menambah percaya diri dan mempunyai pikiran yang sejalan dimana pada akhirnya dapat mempengaruhi responden dalam kesehariannya. Berdasarkan data yang diperoleh mengenai jumlah teman.6 %).

brosur/selebaran. Tabel 6. majalah/tabloid. Hal ini menunjukkan bahwa teman-teman dekat responden hampir seluruhnya mendukung dan merasa setuju dengan hal-hal yang berkaitan penggunaan ponsel dalam keseharian mereka. Tingkat Terpaan Media Massa Tingkat terpaan media massa dalam penelitian ini menunjukkan bahwa responden menerima informasi mengenai ponsel menggunakan media massa tergolong cukup tinggi.4 43. radio.7 %) dan tidak mendukung (8.45 Mengenai respon dari teman dekat responden mengenai penggunaan ponsel. Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Terpaan Media Massa Tingkat Terpaan Media Massa Tinggi Sedang Rendah JUMLAH Frekuensi (n) 17 21 10 48 Persen (%) 35.8 20. koran.3 %).8 100 Responden merasa bahwa informasi-informasi mengenai teknologi seperti ponsel penting untuk diketahui agar tidak membuat mereka menjadi ketinggalan informasi dan tidak mengerti perkembangan teknologi terbaru (gaptek : gagap . Sisanya cukup mendukung (41. dan internet. Hal tersebut dilihat dari sebagian besar responden (hampir 80 %) yang memiliki tingkat terpaan media massa sedang hingga tinggi (Tabel 6). sebagian besar responden (50 %) mengatakan bahwa teman dekat mereka sangat mendukung dalam menggunakan ponsel untuk kegiatan sehari-hari. Media massa yang dimaksud disini meliputi media cetak maupun elektronik yaitu televisi.

jadi orang gaptek dong!” (AFP.7 %).9 %). sehingga setiap hari responden dapat mengetahui perkembangan yang paling akurat. diketahui bahwa persentase tingkat keseringan responden dalam menerpa media mengenai ponsel adalah sebagai berikut : televisi (45. Terdapat pernyataan responden mengenai media massa dalam kutipan berikut : ”Biar ga ketinggalan informasi-informasi yang canggih emang harus seringsering liat media buat cari tau.8 %). itukan cepet banget perkembangannya. kelas XI) Berdasarkan data yang diperoleh mengenai media massa itu sendiri. Masa ntar ga tau masalah begituan. laki-laki. Hal ini menunjukkan bahwa media massa yang paling sering diterpa oleh responden dalam kaitannya dengan informasi ponsel adalah koran. brosur/selebaran (4.9 %). majalah/tabloid (41. Selain itu koran pada umumnya secara intens memberikan informasi mengenai ponsel. koran (47. Apalagi tentang HP.17 %) dan internet (22. .46 teknologi). baik melalui iklan. Hampir tiap bulan ada aja yang baru modelnya dikeluarin.7 %). radio (16. promosi maupun informasi khusus yang biasanya disediakan pada kolom-kolom tertentu. Diduga biasanya hampir setiap keluarga berlangganan koran.

dan selanjutnya hanya untuk sekedar .1 50 22.9 100 Dari data lain yang diperoleh mengenai frekuensi penggunaan ponsel. Penggunaan ponsel tersebut sebagian besar (52. Jumlah Responden Berdasarkan Frekuensi Penggunaan Ponsel Frekuensi Penggunaan Ponsel Tinggi Sedang Rendah JUMLAH Frekuensi (n) 13 24 11 48 Persen (%) 27.BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5. Berdasarkan data yang diperoleh (Tabel 7) menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan ponselnya dengan frekuensi sedang hingga tinggi.9 % menggunakan ponsel sekitar 20 kali dalam satu hari. diketahui bahwa sebagian besar responden yaitu sebanyak 47. sebagai kelompok remaja perkotaan.1. baik itu panggilan berupa telepon maupun SMS.1 Penggunaan Ponsel Pada Remaja Frekuensi Penggunaan Ponsel Frekuensi penggunaan ponsel menunjukkan tingkat keseringan responden dalam penggunaan atau pemakaian ponselnya sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata setiap harinya responden menggunakan ponsel sekitar 20 kali.1 %) untuk menerima dan mengirim panggilan. Tabel 7. Ponsel pada saat ini dianggap menjadi suatu kebutuhan sehari-hari yang penting bagi responden.1 5.

sering banget. Berdasarkan data yang diperoleh (Tabel 8) menunjukkan bahwa sebagian besar responden (87.5 %) berada dalam kategori pemanfaatan fasilitas ponsel sedang hingga tinggi. Ya bisa pagi.75 %) dan pagi hari (4. Kegiatan ini yang menyebabkan frekuensi penggunaan ponsel oleh responden menjadi cukup tinggi.3 % responden menjawab hal tersebut. siang.1.48 hiburan atau bermain sebanyak 31. Terlihat bahwa responden jarang menggunakan ponselnya ketika pagi hari. Terdapat pernyataan responden mengenai frekuensi penggunaan ponsel dalam kutipan berikut : ”Klo gunain hp sih tiap hari.. Lalu sisanya hanya untuk menerima atau mengirim panggilan saja.75 %). Pokoknya gak bisa lepas seharipun tanpa hp.2 Pemanfaatan Fasilitas Ponsel Pemanfaatan fasilitas ponsel dalam penelitian ini menunjukkan bagaimana responden memanfaatkan berbagai jenis fasilitas yang terdapat pada ponselnya. kelas XII) 5. Sisanya pada waktu malam hari (18. Penggunaan ponsel tertinggi dilakukan pada waktu yang tidak tentu yaitu sebanyak 58. Hal ini menunjukkan bahwa responden menggunakan ponsel dapat kapan saja pada waktu yang tidak tentu. perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata responden menggunakan ponsel mereka setiap harinya tersebut lebih banyak pada kegiatan menerima dan mengirim panggilan (telepon atau SMS). Makenya juga ga bisa ditentuin kapan aja waktunya yang paling sering.2 %. Hal ini berarti responden memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang . Tiap saat malah.2 %). tergantung dari panggilan yang ada dan keinginan untuk mengisi waktunya. siang sampai sore hari (18. ato justru pas malem juga malah bisa sering make hp aku” (Wy. karena pada waktu tersebut responden lebih sibuk untuk menyiapkan diri berangkat sekolah atau justru sebaliknya masih tidur ketika sedang hari libur misalnya.

Disamping itu sekarang responden lebih menyukai untuk mengirim melalui infrared atau bluetooth.25 56. diketahui bahwa fasilitas untuk menerima dan mengirim panggilan terbanyak berupa SMS yaitu sebanyak 87. Menurut responden untuk fasilitas telepon mempunyai kelebihan yaitu pada komunikasinya secara lebih langsung yang tentu saja dapat meminimkan terjadinya kesalahpahaman. Tabel 8. yaitu fasilitas untuk menerima dan mengirim panggilan serta fasilitas dalam hal hiburan. Jumlah Responden Berdasarkan Pemanfaatan Fasilitas Ponsel Pemanfaatan Fasilitas Ponsel Pemanfaatan ponsel tinggi Pemanfaatan ponsel sedang Pemanfaatan ponsel rendah JUMLAH Frekuensi (n) 15 27 6 48 Persen (%) 31. Tetapi fasilitas telepon ini membebankan biaya yang lebih tinggi dibanding SMS.5 100 Dari data lain mengenai jenis fasilitas yang diperoleh. hal ini dikarenakan MMS dirasa tidak terlalu penting dan hanya untuk mengirim gambar atau suara tertentu saja dengan kapasitas yang besar dan biaya yang lebih.49 terdapat pada ponselnya tergolong cenderung tinggi. Sedangkan untuk MMS hanya satu orang responden yang sering memanfaatkannya.25 12. Hal ini menunjukkan bahwa responden lebih menyukai fasilitas SMS. Fasilitas ponsel biasanya dibagi menjadi dua bagian.5 %) dan hanya 1 orang responden (2.5 % responden sering memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sisanya berupa fasilitas telepon (37. dikarenakan faktor biaya yang lebih murah serta dapat mencakup banyak karakter tulisan untuk sekali kirim.1 %) yang sering memanfaatkan fasilitas MMS. dimana kedua .

cepet. terbanyak responden (31. video. Hal ini menunjukkan bahwa untuk fasilitas hiburan yang paling banyak dimanfaatkan adalah radio dan MP3. Selain itu dengan memanfaatkan fasilitas internet melalui ponsel dapat dikenai biaya yang cukup tinggi. Fasilitas ini semakin menarik mengingat semakin maraknya variasi lagu MP3 dari artis-artis lokal maupun internasional yang dapat dijadikan nada dering ponsel. MP3 ama kamera ato video itu dah standar banget sekarang. Klo cuma radio.. jadi bisa buat macem-macem hpnya gak garing. Udah paling top lah itu. Bisa nulis banyak apa aja. Fasilitas ponsel yang paling sedikit dimanfaatkan adalah internet. Begitu juga dengan fasilitas radio. yang membuat responden dapat mendengarkan radio dimana saja dan kapan saja melalui ponselnya. perempuan. murah pula apalagi kalo sesama operator. kelas X) .50 hal ini tidak dikenai biaya. Lengkap fasilitasnya. Terdapat pernyataan responden dalam kutipan berikut : ”HP yang aku punya sekarang ama temen-temen aku termasuk yang lagi lumayanlah. Yang makin keren tuh klo bisa internet ato chatting. bisa ga brenti-brenti kalo dah mulai SMS-an. hal ini dikarenakan tingkat kecanggihan yang sangat tinggi sehingga masih tidak banyak ponsel yang memiliki fasilitas tersebut. Paling praktis langsung nyampe. sama kualitas tiap fasilitasnya yang lebih canggih ” (RKJ. Selanjutnya diikuti secara berurutan dengan fasilitas permainan (games).25 %) paling sering memanfaatkan fasilitas radio dan MP3.kalo mau yang lebih jelas sih lewat telfon emang lebih bagus” (CF. tapi itu kalo ga error sih ya tapi. perempuan. Terdapat pernyataan responden mengenai dalam kutipan berikut : ”Paling enak dari Handphone itu SMS-nya. Kelas XI) Fasilitas ponsel dalam hal hiburan. dan yang terakhir adalah internet. kamera.

Selanjutnya sebanyak 14.00-.51 Ponsel yang terdapat sekarang ini semakin canggih dan menjadi semakin multifungsi.000.000.00.000. 150. Biaya yang dikeluarkan untuk ponsel ini bervariasi mulai dari < Rp.setiap bulannya.dan terakhir sebanyak 12. 150. 300. 5. 300. Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Biaya Pengeluaran Tingkat Biaya Pengeluaran Tinggi Sedang Rendah JUMLAH Frekuensi (n) 7 6 35 48 Persen (%) 14. Walaupun belum tentu penggunaan ponsel tersebut dimanfaatkan seluruhnya secara optimal dan penting dalam kehidupan sehari-hari mereka. 300.000.9 %) memiliki biaya pengeluaran ponsel yang rendah yaitu < Rp.00.1.hingga Rp.6 % responden memiliki biaya pengeluaran ponsel yang tinggi yaitu > Rp. Hal ini menunjukkan bahwa hampir seluruh responden mengeluarkan biaya untuk keperluan ponsel setiap .5 % responden memiliki biaya pengeluaran ponsel yang sedang yaitu Rp.9 100 Berdasarkan tabel 9 dapat diketahui bahwa sebagian besar responden (72. 150.000.6 12.5 72.00setiap bulannya.000. Tabel 9.hingga > Rp. dimana hal tersebut menjadikan respon (khususnya bagi kelompok remaja perkotaan) cukup tinggi.00.00.3 Tingkat Biaya Pengeluaran Tingkat biaya pengeluaran menunjukkan biaya yang dikeluarkan oleh responden berkaitan dengan penggunaan ponselnya tiap bulan (Tabel 9).

tapi juga ga terlalu sedikit banget. jadi tiap bulan gw dikasih uang jajan ama uang buat hp ini. Yang bayarin ya bokap gw. lalu sisanya hanya 10. maupun untuk keperluan ponsel dan lainlain). laki-laki.4 Pihak Yang Diajak Berkomunikasi Pihak yang diajak berkomunikasi menunjukkan pihak-pihak yang berada dalam lingkungan sosial responden dan yang paling sering diajak berkomunikasi . laki-laki.6 % responden. Terdapat pernyataan responden mengenai biaya pengeluaran mereka untuk ponsel tiap bulannya dalam kutipan berikut : ”Setiap bulan kira-kira gak nyampe dua ratus ribulah gw keluarin duit buat urusan hp gw. Ga terlalu tinggi. dibawah sgitu. kelas XII) Sumber biaya untuk penggunaan atau pemakaian ponsel tersebut sebagian besar (50 %) responden mengatakan sebagian dari orang tua lalu sebagian lagi disisihkan dari uang saku setiap bulannya. Dipisahin gitu uangnya” (H.-. kelas X) 5. atau secara sekaligus dalam sebulan itu diberi sejumlah uang (baik itu untuk uang saku atau jajan. dengan memberikan uang untuk biaya pengunaan atau pemakaian ponsel mereka. Pemberian uang tersebut dapat dipisahkan dari uang saku responden. 150.52 bulannya tergolong rendah (tidak banyak). Mungkin ntar kalo gw udah jadi mahasiswa pas kuliah bakal lebih gede lagi kali yah biaya pulsa perbulannya” (T. Sedangkan dari sumber dari orang tua seluruhnya sebanyak 39. yaitu sekitar < Rp.1.000. Hal ini menunjukkan bahwa orang tua cukup mendukung penggunaan ponsel responden.4 % responden yang mengatakan bahwa biaya seluruhnya dari uang saku responden itu sendiri. Sgitu ya standarlah buat jaman sekarang klo punya hp. Terdapat pernyataan responden mengenai hal tersebut dalam salah satu kutipan berikut : ”Kalo biaya pulsa perbulan untuk gw kaya anak SMA sekarang gini lumayanlah.

Jumlah Responden Berdasarkan Pihak Yang Diajak Berkomunikasi Pihak Yang Diajak Berkomunikasi Keluarga Teman atau Pacar Lainnya JUMLAH Frekuensi (n) 13 33 2 48 Persen (%) 27. Tabel 10. Tapi biasanya paling sering ya temen-temen kitalah. seputar tugas atau pekerjaan sekolah dan hal-hal lain yang bersifat kurang penting (urgent). perempuan. Pasti itu makin sering aja contact-contact ama semua temennya” (FH. Terdapat pernyataan responden mengenai hal tersebut dalam kutipan berikut : ”Sebenernya ga bisa ditentuin sih siapa-siapa aja yang mo kita hubungin lewat hp.2 % responden menghubungi pihakpihak lainnya yaitu kakak les (pengajar les privat) dan supir pribadi. Berdasarkan data yang diperoleh dapat diketahui bahwa sebagian besar responden (68. Hal ini .53 melalui ponsel (Tabel 10).7 %) paling sering menghubungi pihak dari teman atau pacarnya. gosip. tetapi dirasakan belum cukup bagi mereka untuk berkomunikasi atau berhubungan satu sama lain.1 68. tergantung sikonnya lagi ngapain ama lagi butuh apa. apalagi klo orangnya gaul trus temennya banyak. hanya sedikit responden yang menjadikannya sebagai pihak yang paling sering diajak berkomunikasi melalui ponsel. kelas XI) Mengenai pihak keluarga. Sedangkan hanya 4.7 4. Seringkali komunikasi yang berlangsung melalui ponsel tersebut merupakan pembicaraan ringan sehari-hari.2 100 Hal ini menunjukkan meskipun responden sering bertemu dengan teman atau pacar mereka di sekolah atau tempat-tempat lain.

Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Penggunaan Ponsel Tingkat Penggunaan Ponsel Tinggi Sedang Rendah JUMLAH Frekuensi (n) 14 32 2 48 Persen (%) 29.. dan pihak-pihak yang diajak berkomunikasi (Tabel 11). atau juga karena responden menganggap hal-hal yang ingin dibicarakan dengan keluarga lebih baik ketika bertemu di rumah saja.1. Terdapat pernyataan responden mengenai hal tersebut dalam kutipan berikut : ”Kalo ama keluarga agak jarang yah. Penggunaan ponsel sebagai media komunikasi dan juga media hiburan dianggap menjadi kebutuhan sehari-hari yang penting bagi responden.2 100 Berdasarkan keempat indikator tingkat penggunaan ponsel. kelas XI) 5. Tabel 11.2 66.6 4. perempuan.5 Tingkat Penggunaan Ponsel Secara Umum Tingkat penggunaan ponsel dalam penelitian menunjukkan perilaku penggunaan ponsel oleh responden dan dilihat dari akumulasi skor frekuensi penggunaan ponsel. dapat diketahui bahwa sebagian besar responden menggunakan ponsel setiap hari . jadi seketemunya di rumah ajah” (FH. Berdasarkan data yang diperoleh dapat diketahui bahwa sebagian besar responden (hampir 96 %) mempunyai tingkat penggunaan ponsel yang sedang hingga tinggi.54 dapat dikarenakan faktor orang tua responden yang sibuk pada jam kantor. pemanfaatan fasilitas ponsel.Pada sibuk masing-masing di kantor sih soalnya kalo pas siang sampe magrib. tingkat biaya pengeluaran.

Walaupun orang tua mendukung penggunaan ponsel responden. responden cenderung memanfaatkan fasilitas berupa SMS. Rata-rata mereka menggunakan ponsel setiap harinya sekitar 20 kali. responden cenderung memanfaatkan fasilitas berupa radio atau MP3. 150. Responden dalam menggunakan ponselnya sebagian besar menghubungi pihak yang berada dalam lingkungan sebayanya. Hal ini dikarenakan alasan biaya yang lebih murah serta faktor kepraktisan (dapat mencangkup banyak karakter tulisan untuk sekali kirim). Responden dalam memanfaatkan fasilitas-fasilitas pada ponselnya cukup mempertimbangkan faktor biaya. yaitu teman atau pacar. Hal ini dikarenakan adanya sisi menarik dari fasilitas tersebut dan dapat dimanfaatkan sambil melakukan kegiatan lainnya tanpa mengganggu. Oleh karena itu biaya pengeluaran ponsel oleh responden setiap bulannya tergolong rendah (< Rp. Sebagian besar responden juga memanfaatkan fasilitas-fasilitas pada ponsel mereka cenderung tinggi. Dalam hal fasilitas untuk menerima dan mengirim panggilan. Hal ini . Hal ini menunjukkan bahwa responden menggunakan ponsel dapat kapan saja pada waktu yang tidak tentu.000.-). Sehingga tidak terlalu memberatkan pihak orang tua sebagai sumber biaya pengeluaran sehari-hari. Responden juga tidak dapat ditentukan kapan saja waktu yang paling sering dihabiskan ketika menggunakan ponselnya. Tetapi biaya tersebut diperkirakan akan meningkat ketika responden mulai memasuki kegiatan perkuliahan nantinya. tetapi biaya pengeluarannya juga perlu dibatasi. yang terutama dilakukan untuk kegiatan menerima dan mengirim panggilan.55 dengan frekuensi yang cukup tinggi. tergantung dari panggilan yang ada dan keinginan untuk mengisi waktunya. Sedangkan fasilitas dalam hal hiburan.

2 58. Sehingga responden merasa belum cukup untuk berkomunikasi atau berhubungan ketika bertemu saja. Tabel 12.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penggunaan Ponsel Pada Remaja 5.440. yang nilainya lebih besar dari 0. Hasil analisis menunjukkan nilai P-Value adalah 0.2 75 28 100 Hal ini menunjukkan bahwa jenis kelamin responden tidak mempengaruhi tingkat penggunaan ponsel.5 100 *p-value : 0. 5.1 (α = 10 %). Hubungan Jenis Kelamin Dengan Tingkat Penggunaan Ponsel Tingkat Penggunaan Ponsel Rendah Sedang Tinggi Jumlah n 1 14 9 24 Jenis kelamin Laki-laki % 4.1 Karakteristik Internal Pengaruh Jenis Kelamin Terhadap Tingkat Penggunaan Ponsel Pengaruh jenis kelamin (data nominal) terhadap tingkat penggunaan ponsel (data ordinal) menggunakan uji Chi-square. Selain itu faktor kesibukan orang tua atau saudara dapat menjadikan responden jarang menghubungi pihak keluarga melalui ponsel.56 dikarenakan keberadaan mereka tergolong kuat pengaruhnya bagi responden. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan tingkat penggunaan ponsel.440 n 1 18 5 24 Perempuan % 4.3 37. Tidak adanya pengaruh tersebut dapat terjadi karena baik remaja laki-laki maupun perempuan saat ini tidak jauh berbeda dalam .2.

yang pasti ga bisa lepas dari make HP tiap hari” (RRS. Dengan begitu penggunaan ponsel oleh remaja perempuan dan laki-laki memang cenderung sama dalam kategori sedang hingga tinggi.57 menggunakan ponselnya. nah kalo yang cowo senengnya make yang bagian teknologinya gitulah. baik responden laki-laki maupun perempuan jumlahnya sama.. Sedangkan remaja laki-laki cenderung menggunakan ponsel lebih kepada fungsinya sebagai media hiburan.” (Jy. Seperti yang dikemukakan dalam pernyataan responden dalam salah satu kutipan berikut : “Biasanya yang cewe senengnya hp tuh buat terus-terusan ngobrol ato ceritacerita apa kek.. Pada tabel 12. perempuan.Udah jadi kebiasaan. kelas XI) . Ponsel saat ini dirasakan menjadi kebutuhan sehari-hari yang penting bagi remaja laki-laki maupun perempuan. Jika melihat lagi pada penjelasan tabel 7. perempuan. Mau itu cewek ato cowok. memang setiap responden menggunakan ponsel setiap harinya. Sedangkan pada kategori tingkat penggunaan ponsel yang rendah. dapat diketahui bahwa responden lakilaki dan perempuan memang memiliki tingkat penggunaan ponsel cenderung sedang hingga tinggi dengan proporsi yang tidak jauh berbeda. kelas X) Pendugaan penelitian ini sebelumnya mengenai remaja perempuan lebih sering dan intens berkomunikasi dengan sesamanya memang terlihat juga dalam penggunaan ponselnya. Terdapat pernyataan responden dalam salah satu kutipan berikut : ”Kalo hari gini emang anak muda kayak kita pasti suka banget make HP.

Hasil analisis menunjukkan nilai P-Value adalah 0.58 Pengaruh Status Ekonomi Keluarga Terhadap Tingkat Penggunaan Ponsel Pengaruh status ekonomi keluarga (data ordinal) terhadap tingkat penggunaan ponsel (data ordinal) menggunakan uji Spearman. Tabel 13.524) dan dapat terjadi karena status ekonomi keluarga yang dilihat dari penghasilan orang tua responden setiap bulannya (tabel 2) tersebut mempengaruhi tingkat penggunaan ponsel responden.8 4 33.1 (α = 10 %).3 1 8. Pada variabel tingkat penggunaan ponsel ini didalamnya terdapat indikator tingkat biaya pengeluaran ponsel yang dihitung .000. Terdapat hubungan yang signifikan antara status ekonomi keluarga dengan tingkat penggunaan ponsel.3 13 100 23 100 12 100 *p-value : 0.000 Dari adanya hubungan tersebut dapat dilihat pengaruh antara status ekonomi keluarga terhadap tingkat penggunaan ponsel.3 2 15.6 14 60. Dilihat dari nilai korelasinya menunjukkan bahwa semakin tinggi status ekonomi keluarga responden maka semakin tinggi responden menggunakan ponselnya. Sebaliknya semakin rendah status ekonomi keluarga responden maka semakin rendah responden menggunakan ponselnya.3 11 84. Hubungan Status Ekonomi Keluarga Tingkat Penggunaan Ponsel Tingkat Penggunaan Ponsel Rendah Sedang Tinggi Jumlah Status Ekonomi Keluarga Rendah Sedang Tinggi n % n % n % 0 0 1 4. Pengaruh tersebut bersifat searah (nilai korelasi positif : 0. yang nilainya lebih kecil dari 0.4 8 34.9 7 58.

020 Tingkat Penggunaan Ponsel Rendah Sedang Tinggi Jumlah .5 17 100 20 100 11 100 *p-value : 0. Pengaruh Tujuan Penggunaan Ponsel Terhadap Tingkat Penggunaan Ponsel Pengaruh tujuan penggunaan ponsel (data nominal) terhadap tingkat penggunaan ponsel (data ordinal) menggunakan uji hubungan.7 15 75 6 54.8 0 0 0 0 11 64. Hasil analisis menunjukkan nilai P-Value adalah 0. Terdapat hubungan yang signifikan antara tujuan penggunaan ponsel dengan tingkat penggunaan ponsel.59 setiap bulannya (tabel 9). Namun jika melihat pada tabel 13.5 5 25 5 45. sehingga status ekonomi keluarga dapat mempengaruhi tingkat penggunaan ponsel tersebut. Tabel 14. yang nilainya lebih kecil dari 0.1 (α = 10 %).5 4 23. Hubungan Tujuan Penggunaan Ponsel Dengan Tingkat Penggunaan Ponsel Tujuan Penggunaan Ponsel Untuk Untuk sosialisasi informasi dan kegiatan Untuk hiburan atau penting dan sekolah/les/ pemenuhan hobi mendesak kursus n % n % n % 2 11.020. Hal ini diduga karena mungkin responden yang berada dalam tingkat penggunaan ponsel rendah (hanya 2 orang responden) tersebut memang tingkat penggunaan ponselnya cenderung sedang dan tinggi. dapat diketahui bahwa pada tingkat penggunaan ponsel yang rendah paling banyak berada dalam kategori status ekonomi keluarga yang sedang dan tinggi.

Baik tujuan tersebut untuk yang hal-hal penting. Dengan begitu aktivitas di dalam maupun di luar sekolah yang diikuti oleh responden tidak banyak jumlahnya. responden cenderung untuk kegiatan-kegiatan yang berkisar pada sosialisasi bahwa serta kegiatan responden sekolah/les/kursusnya.60 Dari adanya hubungan tersebut dapat dilihat pengaruh antara tujuan penggunaan ponsel menurut responden terhadap tingkat penggunaan ponsel. melalui ponsel responden lebih sering membahas mengenai tugas-tugas atau PR (pekerjaan rumah). . Pada tabel 4 dapat diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas yang rendah. Jika melihat pada tabel 3 dapat diketahui bahwa menurut responden penggunaan ponsel cenderung untuk kegiatan-kegiatan yang berkisar pada sosialisasi serta kegiatan sekolah/les/kursusnya. tetapi pada kenyataannya kegiatan mereka sendiri itu tidak banyak dilakukan. Pengaruh ini diduga terjadi karena apabila responden menganggap penggunaan ponselnya ditujukan untuk hal-hal tertentu maka dapat menentukan pula tingkat penggunaan ponselnya. cenderung Hal ini atau menunjukkan memang membahas membicarakan kegiatan-kegiatannya melalui ponsel. Pada tabel 14 dapat diketahui bahwa responden memang cenderung berada dalam tingkat penggunaan ponsel yang sedang hingga tinggi untuk semua tujuan penggunaan ponsel menurut mereka. Selain itu seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Tetapi justru ketika menggunakan ponselnya. Sedangkan responden dengan tingkat penggunaan ponsel yang rendah (hanya 2 orang responden) justru mengemukakan ponselnya untuk tujuan yang bersifat hiburan atau pemenuhan hobi. untuk bersosialisasi ataupun untuk hiburan.

6 2 33. Hasil analisis menunjukkan nilai P-Value adalah 0.1 (α = 10 %).7 100 Hal ini responden tidak mempengaruhi tingkat penggunaan ponsel. Tidak adanya pengaruh tersebut dapat terjadi karena banyak atau tidaknya aktivitas yang diikuti oleh responden baik di dalam maupun di luar sekolah kurang dapat menentukan bagaimana tingkat penggunaan ponsel mereka.494 menunjukkan bahwa tingkat aktivitas Tinggi n 1 0 2 3 % 33. tapi ya kalo mau make HP ya ga ngaruh ama banyak gak-nya ekskul aku itu” (Na.7 10 25. Ternyata dengan aktivitas yang rendah tersebut tidak membuat responden menjadi . Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas dengan tingkat penggunaan ponsel. yang nilainya lebih besar dari 0.6 0 0 28 71. dapat diketahui bahwa hampir seluruh responden mempunyai tingkat aktivitas yang rendah. Hubungan Tingkat Aktivitas Dengan Tingkat Penggunaan Ponsel Tingkat Penggunaan Ponsel Rendah Sedang Tinggi Jumlah Tingkat Aktivitas Rendah Sedang n % n % 1 2.61 Pengaruh Tingkat Aktivitas Terhadap Tingkat Penggunaan Ponsel Pengaruh tingkat aktivitas (data ordinal) terhadap tingkat penggunaan ponsel (data ordinal) menggunakan uji hubungan.3 39 100 6 100 *p-value : 0.3 0 66. perempuan. Tabel 15. Terdapat pernyataan responden dalam salah satu kutipan berikut : ”Aku ga banyak ikut ekskul tuh.494.8 4 66. kelas X) Melihat pada tabel 4 mengenai tingkat aktivitas responden.

. Hal tersebut menunjukkan bahwa bagaimanapun aktivitas yang diikuti oleh responden.011.2 Karakterisitik Eksternal Tingkat Pengaruh Teman Dekat Terhadap Tingkat Penggunaan Ponsel Tingkat pengaruh teman dekat (data ordinal) terhadap tingkat penggunaan ponsel (data ordinal) menggunakan uji hubungan. buat iseng-iseng aja gitu” (WI. Tetapi pada responden yang penggunaan ponselnya rendah menunjukkan bahwa tingkat aktivitasnya tidak jauh berbeda antara rendah dan tinggi. laki-laki. tetap saja penggunaan ponsel mereka dalam kesehariannya cenderung sedang atau tinggi.2. kelas X) 5. Justru jika melihat pada tabel 15 dapat diketahui bahwa responden yang memiliki tingkat penggunaan ponsel sedang berada pada tingkat aktivitas yang cenderung rendah. Responden tetap menggunakan ponselnya seharihari untuk berhubungan dengan kerabatnya atau untuk tujuan lainnya. hal ini menjadi berbeda dengan pendugaan penelitian ini sebelumnya. Hasil analisis menunjukkan nilai P-Value adalah 0.1 (α = 10 %)..Bisa aja orang yang ga sibuk malah lebih sering makenya. Terdapat pernyataan responden dalam salah satu kutipan berikut : ”Soal orangnya mau banyak kegiatan atau gak kayaknya ga bikin orang itu jadi jarang make HP deh. Terdapat hubungan antara tingkat pengaruh teman dekat dengan frekuensi penggunaan ponsel. yang nilainya lebih kecil dari 0.62 berkurang penggunaan ponselnya.

kelas X) Dilihat dari nilai korelasinya menunjukkan bahwa semakin kuat pengaruh teman dekat responden. Dengan begitu responden dalam hal penggunaan ponselnya juga dipengaruhi oleh keberadaan teman dekatnya.” (Na. maka tingkat penggunaan ponselnya rendah. Demikian juga sebaliknya jika pengaruh teman dekat kecil. Pengaruh tersebut bersifat searah (nilai korelasi positif : 0.011 Dari adanya hubungan tersebut dapat dilihat pengaruh antara teman dekat terhadap tingkat penggunaan ponsel. semakin tinggi tingkat penggunaan ponselnya.7 8 40 4 100 24 100 20 100 *p-value : 0.63 Tabel 16. Teman dekat responden tersebut pada umumnya mendukung penggunaan ponsel dalam kehidupan sehari-hari mereka. dapat diketahui bahwa untuk responden dengan tingkat penggunaan ponsel yang rendah berada dalam kategori pengaruh teman dekat yang kecil dan kuat. Ga bisa ngapangapain itu pasti temenannya. Hal ini diduga karena jumlah . perempuan.3 11 55 2 50 4 16. Hubungan Tingkat Pengaruh Teman Dekat Dengan Tingkat Penggunaan Ponsel Tingkat Penggunaan Ponsel Rendah Sedang Tinggi Jumlah Tingkat Pengaruh Teman Dekat Kecil Sedang Kuat n % n % n % 1 25 0 0 1 5 1 25 20 83. Namun jika melihat pada tabel 16. Terdapat pernyataan responden dalam salah satu kutipan berikut : ”Ga kebayang deh kalo bestfriend-ku pada ga punya HP.364) dan dapat terjadi karena teman dekat responden merupakan lingkungan sosial yang penting dalam kehidupan responden sebagai kelompok remaja (tabel 5).

584 Hal ini menunjukkan bahwa tingkat terpaan media massa tidak mempengaruhi tingkat penggunaan ponsel.8 5 29.9 6 60 15 71.4 11 64. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat terpaan media massa dengan tingkat penggunaan ponsel.64 responden untuk kategori tingkat penggunaan ponsel yang rendah sangat kecil sehingga perbandingannya pun tidak merata.8 1 5. Karena bagaimana responden menerima informasi mengenai ponsel melalui media massa. Hasil analisis menunjukkan nilai P-Value adalah 0. Pengaruh Tingkat Terpaan Media Massa Terhadap Tingkat Penggunaan Ponsel Pengaruh tingkat terpaan media massa (data ordinal) terhadap tingkat penggunaan ponsel (data ordinal) menggunakan uji hubungan. biasanya informasi yang mereka peroleh dari media massa tersebut hanya . yang nilainya lebih besar dari 0. tidak mempengaruhi mereka untuk menjadi lebih tinggi atau rendah dalam menggunakan ponselnya.4 10 100 21 100 17 100 *p-value : 0. Hubungan Tingkat Terpaan Media Massa Dengan Tingkat Penggunaan Ponsel Tingkat Penggunaan Ponsel Rendah Sedang Tinggi Jumlah Tingkat Terpaan Media Massa Rendah Sedang Tinggi n % n % n % 0 0 1 4.1 (α = 10 %). Seperti yang terlihat pada penjelasan tabel 6 mengenai tingkat terpaan media massa. Tabel 17.584.7 4 40 5 23.

1. Buat tau segala macem. Jika melihat pada tabel 17 dapat diketahui bahwa tingkat penggunaan ponsel oleh responden kategori rendah dan sedang berada dalam kategori tingkat terpaan media massa yang sama yaitu sedang hingga tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa memang sebagian besar responden tergolong tinggi dalam menerima informasi mengenai ponsel melalui media massa. .1 Interaksi Sosial Remaja 5. laki-laki.3 Pengaruh Penggunaan Ponsel Pada Remaja Terhadap Interaksi Sosial Remaja 5. Tapi kalo sampe ngaruh ke make ponselnya itu gak juga sih. Terdapat pernyataan responden dalam salah satu kutipan berikut : ”Iya kan kalo masalah cari-cari informasi di media emang penting banget. Bahkan untuk tingkat penggunaan ponsel yang rendah pun di dalamnya tidak terdapat responden dengan terpaan media massa kategori rendah pula.3..” (AFP. Tetapi hal itu tidak sampai mempengaruhi bagaimana perilaku responden menggunakan ponselnya sehari-hari. Hal tersebut tidak sampai mempengaruhi bagaimana perilaku responden dalam menggunakan ponselnya. kelas XI) 5.65 untuk menambah pengetahuan dan mengikuti perkembangan informasi terbaru (bersifat informatif saja).1 Waktu Interaksi Tatap Muka Waktu interaksi menunjukkan banyaknya waktu yang dihabiskan untuk melakukan interaksi secara tatap muka antara responden dengan lingkungan sosial keluarga (Tabel 36) dan lingkungan sosial pertemanan atau pacar (Tabel 37).3.

6 45. Jumlah Responden Berdasarkan Waktu Interaksi Tatap Muka Dengan Teman/Pacar Waktu Interaksi Tatap Muka Tinggi Sedang Rendah JUMLAH Frekuensi (n) 12 21 15 48 Persen (%) 25 43.25 100 Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden (75 %) memiliki waktu interaksi yang sedang hingga rendah dengan teman atau . Pembagian waktu untuk lingkungan keluarga tersebut yaitu kategori waktu interaksi yang tinggi yaitu > 7 jam. Tabel 19.75 31.8 39. Jumlah Responden Berdasarkan Waktu Interaksi Tatap Muka Dengan Keluarga Waktu Interaksi Tatap Muka Tinggi Sedang Rendah JUMLAH Frekuensi (n) 7 22 19 48 Persen (%) 14. dan sisanya untuk istirahat. waktu interaksi yang sedang yaitu 5-7 jam. Hal ini menunjukkan bahwa waktu interaksi secara tatap muka (langsung) antara responden dengan lingkungan keluarga mereka tergolong kurang setiap harinya. Hal ini dikarenakan dengan perhitungan sebagian waktu responden rata-rata dihabiskan dalam sekolah.6 100 Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden (hampir 86 %) memiliki waktu interaksi yang sedang hingga rendah dengan lingkungan keluarga mereka. dan waktu interaksi yang rendah yaitu < 5 jam.66 Tabel 18. tempat les.

Hal ini sangat disayangkan mengingat dari berbagai jenis komunikasi yang ada. Hanya saja untuk kategori waktu interaksi yang tinggi. 2002). kelas X) . teman atau pacar sedikit lebih tinggi dibanding dengan keluarga.30 WIB. Dapat diketahui bahwa dalam waktu interaksi tatap muka yang dihabiskan responden dengan lingkungan sosial mereka. lebih banyak pada responden dengan teman atau pacar dibanding dengan keluarga mereka. Hal ini dikarenakan dengan perhitungan waktu sekolah SMUN 68 sebanyak 8. yaitu memiliki waktu yang mayoritas berada dalam kategori sedang hingga rendah.67 pacar mereka. waktu interaksi yang sedang yaitu 9-11 jam. komunikasi antar manusia yang langsung (bertatap muka) adalah yang efektif serta paling lengkap mengandung berbagai aspek psikologis (Sarwono.5 jam yaitu pukul 07. Kan banyaknya diabisin di luar rumah waktunya.00 WIB sampai pukul 15. dan waktu interaksi yang rendah yaitu < 9 jam. Tapi diusahain seimbang jugalah waktu buat bareng-bareng keluarga gw. lalu ditambah dengan kegiatan lain yang diikuti baik di dalam maupun di luar sekolah (apabila ada). laki-laki. Variabel waktu interaksi tatap muka antara responden dengan keluarga dan teman atau pacar tersebut dapat menunjukkan bahwa keduanya hampir sama. Pembagian waktu untuk lingkungan teman atau pacar tersebut yaitu kategori waktu interaksi yang tinggi yaitu > 11 jam. Hal ini menunjukkan bahwa waktu interaksi secara tatap muka (langsung) antara responden dengan lingkungan teman atau pacar juga tergolong kurang setiap harinya. walopun pada sibuk masing-masing sih” (H. Terdapat pernyataan responden mengenai waktu interaksi mereka dengan lingkungan sosialnya dalam kutipan berikut : ”Pas hari-hari sekolah yang senin-jumat ya biasanya gw paling sering ketemunya ama temen-temen. Sabtu-minggu paling cuma sore ato malemnya aja klo jalan ama mereka.

2 Intensitas Interaksi Tatap Muka Intensitas interaksi pada penelitian ini menunjukkan bagaimana keluasan pembicaraan dalam interaksi tatap muka yang terjadi pada responden dengan lingkungan sosial keluarga (Tabel 20) dan lingkungan sosial pertemanan atau pacar (Tabel 21).8 35.4 18. Hal ini menunjukkan bahwa interaksi secara tatap muka (langsung) antara responden dengan lingkungan keluarga mereka tergolong intens. yang artinya bahwa topik pembicaraan diantara mereka luas.9 52. Jumlah Responden Berdasarkan Intensitas Interaksi Tatap Muka Dengan Teman/Pacar Intensitas Interaksi Tatap Muka Sangat intens Cukup intens Tidak intens JUMLAH Frekuensi (n) 11 25 12 48 Persen (%) 22.1. Tabel 20. Jumlah Responden Berdasarkan Intensitas Interaksi Tatap Muka Dengan Keluarga Intensitas Interaksi Tatap Muka Sangat intens Cukup intens Tidak intens JUMLAH Frekuensi (n) 22 17 9 48 Persen (%) 45.8 100 Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden (hampir 82 %) memiliki interaksi yang tergolong cukup hingga sangat intens dengan lingkungan keluarga mereka.3.1 25 100 . Tabel 21.68 5.

1 %) memiliki intensitas interaksi yang cukup dengan teman atau pacar mereka. Biasanya remaja ketika sedang berhubungan atau berkomunikasi dengan lingkungan teman sebayanya lebih kearah topik yang bersifat fun. yang artinya bahwa topik pembicaraan diantara mereka tidak terlalu luas.” (FH. Hal ini menunjukkan bahwa interaksi secara tatap muka (langsung) antara responden dengan lingkungan teman atau pacar mereka tergolong sedang (cukup rendah) intensitasnya. Abis dari yang masalah kecil urusan sehari-hari ampe yang soal masa depan aku suka diomongin ama keluarga. Sehingga tingkat interaksinya dapat dikatakan lebih intens dalam hal keluasan topik pembicaraan. seru dan hal-hal yang berkaitan dengan keadaan sehari-hari mereka (tidak terlalu menyangkut hal-hal yang sangat penting/urgent). Variabel intensitas interaksi tatap muka antara responden dengan keluarga dan teman atau pacar tersebut dapat menunjukkan bahwa topik pembicaraan antara responden dengan lingkungan keluarga lebih luas dibanding lingkungan pertemanan atau pacar. Terdapat pernyataan responden mengenai intensitas interaksi mereka secara tatap muka dengan lingkungan sosialnya dalam kutipan berikut : ”Yang diomongin aku ama temen-temen aku kalo ketemu banyak sih. biasanya gosip ato trend sekarang-sekarang ini. kelas XI) .69 Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden (52. Tapi klo ama keluarga lebih banyak lagi itu biasanya. Hal ini berarti interaksi responden tatap muka lebih intens dengan keluarga mereka. apalagi ama kakak aku kebetulan sama-sama perempuan juga sih kita berdua. Trus ngomongin soal nyontek-nyontekan ato cowo masing-masing juga seru. Responden dengan keluarga biasanya topik pembicaraan lebih memungkinkan mulai dari hal-hal yang ringan bahkan sampai topik yang penting menyangkut masa depan remaja tersebut. menarik. perempuan.

8 100 Interaksi sosial dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa dalam hal waktu interaksi tatap muka yang dihabiskan responden dengan lingkungan sosial mereka cenderung sedang hingga rendah. topik pembicaraan antara responden dengan lingkungan keluarga lebih luas dibanding lingkungan pertemanan atau pacar. yaitu lingkungan keluarga dan lingkungan pertemanan. . Berdasarkan data yang diperoleh dapat diketahui bahwa sebagian besar responden (56. Sedangkan dalam hal intensitas interaksi tatap muka. maka lingkungan teman atau pacar sedikit lebih tinggi dibanding dengan keluarga.3 Interaksi Sosial Remaja Secara Umum Interaksi sosial dalam penelitian ini menunjukkan bagaimana interaksi secara tatap muka yang terjadi antara responden dengan lingkungan sosialnya dan dilihat dari waktu serta intensitas interaksi tersebut (Tabel 22). Lingkungan sosial yang dimaksudkan disini adalah lingkungan sosial sosial yang paling dekat serta berpengaruh dalam kehidupan remaja. Tabel 22.3. Jumlah Responden Berdasarkan Interaksi Sosial Remaja Interaksi Sosial Dekat Sedang Renggang JUMLAH Frekuensi (n) 11 27 10 48 Persen (%) 22.1.9 56.70 5. Dengan begitu menjadikan interaksi responden lebih intens dengan keluarga mereka. Tetapi apabila dibandingkan.3 %) berada dalam kategori interaksi sosial yang sedang dengan lingkungan sosialnya.3 20.

yaitu keluasan atau banyaknya topik pembicaraan yang sering dibicarakan.2 Pengaruh Penggunaan Ponsel Pada Remaja Terhadap Interaksi Sosial Remaja Pengaruh tingkat penggunaan ponsel (data ordinal) terhadap interaksi sosial remaja secara tatap muka (data ordinal) menggunakan uji hubungan. yang nilainya lebih besar dari 0. responden berinteraksi lebih intens dengan keluarga mereka dibanding dengan teman atau pacar.71 Hal tersebut mempunyai makna bahwa dalam keseharian responden tergolong kurang dalam menghabiskan waktu mereka secara tatap muka dengan lingkungan sosialnya.3.926.1 (α = 10 %). mulai dari pembicaraan ringan sampai pada pembicaraan yang penting (menyangkut masa depan responden). maka antara responden dengan keluarga mereka lebih intens dibandingkan dengan teman atau pacar. Dalam hal ini topik pembicaraannya lebih luas dibanding responden dengan teman-teman atau pacarnya. Dengan begitu dapat diketahui bahwa responden berinteraksi secara tatap muka dengan kurang terhadap lingkungan keluarga maupun lingkungan pertemanan atau pacar. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat penggunaan ponsel dengan interaksi sosial remaja secara tatap muka. Tetapi dalam hal intensitas dari interaksi itu sendiri. Waktu yang dihabiskannya cenderung dalam waktu yang sedang hingga rendah. . 5. Responden lebih banyak membicarakan beragam topik pembicaraan dengan keluarga mereka. Namun dalam hal intensitas. Hasil analisis menunjukkan nilai P-Value adalah 0.

4 2 100 32 100 14 100 *p-value : 0. semuanya berada dalam interaksi sosial secara tatap muka yang renggang. Jika melihat pada tabel 11 dapat diketahui bahwa sebagian besar responden menggunakan ponselnya dalam kategori yang cukup tinggi. Hubungan Tingkat Penggunaan Ponsel Dengan Interaksi Sosial Interaksi Sosial (Tatap Muka) Renggang Sedang Dekat Jumlah Tingkat Penggunaan Ponsel Rendah Sedang Tinggi n % n % n % 2 100 4 12. dimana proses komunikasi dilihat sebagai suatu proses yang sangat . Hal tersebut tidak sesuai seperti yang dikemukakan Budyatna (2005) bahwa bentuk pendekatan komunikasi yang paling ideal adalah yang bersifat transaksional.5 4 28. Terlihat pada tabel 23 dapat diketahui bahwa untuk responden dengan tingkat penggunaan ponsel yang sedang maupun tinggi sebagian besar hanya berada dalam interaksi sosial secara tatap muka yang sedang.6 0 0 20 62. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan ponsel tidak mempengaruhi bagaimana interaksi sosial yang terjalin secara tatap muka antara responden dengan lingkungannya. penggunaan ponsel itu tidak menjadikan responden jauh lebih dekat dengan lingkungan keluarga maupun lingkungan sebayanya. Sedangkan untuk responden dengan tingkat penggunaan ponsel yang rendah.926 Dari tidak adanya hubungan yang signifikan tersebut. seharusnya dapat mempererat interaksi sosial antara responden dengan lingkungannya. dapat dianalisis mengenai tingkat penggunaan ponsel dan interaksi sosial responden. Ternyata dalam hal interaksi secara tatap muka.5 7 50 0 0 8 25 3 21.72 Tabel 23. Melalui penggunaan ponsel (sebagai media komunikasi) yang cenderung tinggi tersebut.

Mengenai intensitas interaksi. Responden menganggap ponsel sebagai media komunikasi dan juga media hiburan yang menjadi kebutuhan sehari-hari yang penting. dapat dilakukan analisis lebih mendalam mengenai interaksi sosial responden. Hal ini menunjukkan ketika bertemu secara tatap muka. jika melihat pada tabel 20 dan 21 maka interaksi antara responden dengan keluarga jauh lebih intens dibanding dengan teman atau pacar. Seringkali komunikasi yang dinamis dan timbal balik dirasakan menurun kualitas dan kuantitasnya pada interaksi tatap muka. Hanya saja apabila dibandingkan. Tetapi bila melihat pada tabel 18 dan 19. dapat diketahui bahwa pihak yang diajak berkomunikasi melalui ponsel paling sering adalah pihak teman atau pacar dibanding keluarga.73 dinamis dan timbal balik. Jika melihat pada tabel 10. untuk lingkungan teman atau pacar sedikita lebih tinggi dibanding keluarga. Budyatna (2005) melihat bahwa dengan munculnya penggunaan ponsel mempengaruhi proses yang transaksional tersebut. Jadi memang responden menjadi cenderung tinggi tingkat penggunaan ponselnya. Hal ini menunjukkan bahwa responden memang lebih sering berinteraksi dengan teman atau pacarnya dibanding dengan keluarganya. dapat diketahui bahwa waktu interaksi secara tatap muka antara responden dengan lingkungan sosialnya tergolong kurang dalam rata-rata setiap harinya. Berdasarkan semua data yang telah diperoleh. topik pembicaraan yang sedang berlangsung lebih luas (banyak) antara responden . Interaksi sosial secara tatap muka tetap saja cenderung sedang walaupun responden semakin tinggi menggunakan ponselnya. tetapi dengan tidak diikuti dengan interaksi tatap muka yang semakin dekat.

Sedangkan responden dengan lingkungan sebayanya cenderung membicarakan mengenai pembicaraan ringan sehari-hari. Tabel 24. seputar tugas atau pekerjaan sekolah dan hal-hal lain yang bersifat kurang penting (urgent). Baik pembicaraan tersebut ketika melalui ponsel maupun secara langsung (tatap muka).74 dengan keluarga.182 0.442 0.524 0.014 Keterangan Tidak terdapat hubungan Terdapat hubungan Terdapat hubungan Tidak terdapat hubungan Terdapat hubungan Tidak terdapat hubungan Tidak terdapat hubungan . penggunaan ponsel dan interaksi sosial remaja dengan lingkungannya (tabel 24).081 0.4 Ikhtisar Penelitian ini menghubungkan antara variabel pengaruh dan variabel terpengaruh dalam hal karakteristik responden. Hubungan Variabel Pengaruh Dan Variabel Terpengaruh Variabel Pengaruh Jenis Kelamin Status Ekonomi Keluarga Tujuan Penggunaan Ponsel Tingkat Aktivitas Tingkat Pengaruh Teman Dekat Tingkat Terpaan Media Massa Tingkat Penggunaan Ponsel Variabel Terpengaruh Tingkat Penggunaan Ponsel Tingkat Penggunaan Ponsel Tingkat Penggunaan Ponsel Tingkat Penggunaan Ponsel Tingkat Penggunaan Ponsel Tingkat Penggunaan Ponsel Interaksi Sosial Koefisien Korelasi 0. gosip. Sedangkan interaksi antara responden dengan lingkungan keluarga lebih baik dalam hal kualitas.364 -0. Dengan begitu dapat diketahui bahwa interaksi antara responden dengan lingkungan teman atau pacar lebih baik dalam hal kuantitas. 5.101 0. Mulai dari pembicaraan ringan sampai pada pembicaraan yang penting (menyangkut masa depan responden).

Mengingat bahwa dalam penggunaan ponsel responden bukan hanya pada kegiatan hiburan. Menurut responden penggunaan ponsel cenderung untuk kegiatan-kegiatan yang berkisar pada sosialisasi serta kegiatan sekolah/kursus/lesnya. Sedangkan karakteristik eksternal yang mempengaruhi tingkat penggunaan ponsel responden adalah teman dekat. Berdasarkan tabel 24 dapat diketahui bahwa karakteristik internal yang mempengaruhi tingkat penggunaan ponsel responden adalah status ekonomi keluarga dan tujuan penggunaan ponsel. Teman dekat responden tersebut pada umumnya mendukung . tetapi juga terdapat kegiatan mengirim dan menerima panggilan yang membutuhkan biaya pulsa.75 Tingkat penggunaan ponsel diduga dipengaruhi oleh beberapa variabel karakteristik responden (internal dan eksternal). Semakin tinggi status ekonomi keluarga maka memungkinkan peningkatan dalam hal penggunaan pulsa ponsel responden. Dengan begitu dapat dilihat bahwa memang responden cenderung memandang ponsel sebagai suatu media hiburan dan komunikasi yang sifatnya tidak untuk hal-hal penting atau mendesak (urgent). Hal ini yang membuat tingkat penggunaan ponsel oleh responden menjadi cenderung tinggi. Teman dekat responden dapat mempengaruhi tingkat penggunaan ponsel karena keberadaan teman dekat tersebut kuat pengaruhnya dalam kehidupan responden. Tujuan penggunaan ponsel dapat mempengaruhi tingkat penggunaan ponsel responden. Responden dengan tujuan penggunaan untuk hal-hal yang penting atau mendesak justru cenderung rendah penggunaan ponselnya. Status ekonomi keluarga yang dilihat dari penghasilan orang tua tiap bulannya dapat mempengaruhi tingkat penggunaan ponsel responden.

tingkat aktivitas dan terpaan media massa tidak mempengaruhi tingkat penggunaan ponsel responden. maka lingkungan teman atau pacar sedikit lebih tinggi dibanding dengan keluarga. Tingkat aktivitas responden yang cenderung rendah tidak mempengaruhi penggunaan ponsel. Hal ini mengingat bahwa responden merupakan kelompok remaja dimana mereka ingin masuk serta diterima dalam kelompok sebayanya (peer-group).76 penggunaan ponsel dalam kehidupan sehari-hari mereka. Sedangkan remaja laki-laki cenderung menggunakan ponsel cenderung fungsinya sebagai media hiburan. Variabel lainnya seperti jenis kelamin. Tetapi apabila dibandingkan. Dengan begitu penggunaan ponsel oleh remaja perempuan dan laki-laki memang cenderung sama yaitu tinggi. Tetapi informasi tersebut hanya bersifat informatif saja. Remaja perempuan lebih sering dan intens berkomunikasi dengan sesamanya melalui ponsel. topik pembicaraan antara responden . tidak sampai mempengaruhi bagaimana perilaku responden menggunakan ponselnya sehari-hari. penggunaan ponsel responden tetap saja cenderung tinggi. dalam hal waktu interaksi tatap muka yang dihabiskan responden dengan lingkungan sosial mereka cenderung sedang hingga rendah. Responden dengan aktivitas di dalam maupun di luar sekolahnya yang rendah tidak menjadikan penggunaan ponselnya menjadi menurun. Mengenai interaksi responden secara tatap muka. Dengan aktivitas bagaimanapun. Sedangkan dalam hal intensitas interaksi tatap muka. sehingga mereka cenderung mengikuti dan mengacu pada keberadaan teman-temannya tersebut. Terpaan media massa menunjukkan sebagian besar responden tergolong tinggi dalam menerima informasi mengenai ponsel melalui media massa.

77

dengan lingkungan keluarga lebih luas dibanding lingkungan pertemanan atau pacar. Tingkat penggunaan ponsel tidak mempengaruhi interaksi sosial responden dengan lingkungan sosialnya secara tatap muka. Responden menganggap ponsel sebagai media komunikasi dan juga media hiburan yang menjadi kebutuhan sehari-hari yang penting. Sehingga penggunaan ponsel oleh responden (baik laki-laki maupun perempuan) memang cenderung tinggi. Tetapi dalam hal interaksi tatap muka dengan lingkungan sosialnya, responden sebagai kelompok remaja memang tergolong sedang hingga rendah. Hal ini menunjukkan bahwa interaksi responden yang cenderung rendah tersebut tidak hanya disebabkan oleh penggunaan ponsel yang tinggi. Terdapat faktor-faktor lainnya, mengingat bahwa responden bersekolah pada SMUN unggulan Jakarta sehingga sangat berkonsentrasi pada pelajaran akademiknya serta semakin tingginya penggunaan media-media teknologi lainnya yang dapat memungkinkan interaksi responden menjadi rendah secara tatap muka dengan lingkungan sosialnya.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.1

Kesimpulan Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat penggunaan ponsel pada

remaja cenderung tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa ponsel sebagai media komunikasi dan juga media hiburan dianggap menjadi kebutuhan sehari-hari yang penting bagi remaja, baik remaja laki-laki maupun perempuan. Selain itu juga remaja menggunakan ponsel cenderung pada waktu yang tidak tentu, tergantung dari panggilan yang ada dan keinginan untuk mengisi waktunya. Mengenai fasilitas pada ponsel, remaja cenderung tinggi memanfaatkan dalam

kesehariannya. Tetapi dari jenis-jenis fasilitas yang dimanfaatkan tersebut dapat terlihat bahwa remaja juga mempertimbangkan faktor-faktor biaya, sehingga tidak terlalu memberatkan pihak orang tua sebagai sumber biaya pengeluaran seharihari. Dengan begitu biaya pengeluaran ponsel remaja tergolong rendah, tetapi biaya tersebut diperkirakan akan meningkat ketika remaja mulai memasuki kegiatan perkuliahan nantinya. Remaja dalam menggunakan ponselnya sebagian besar menghubungi pihak yang berada dalam lingkungan sebayanya, yaitu teman atau pacar. Hal ini dikarenakan remaja merasa belum cukup untuk berkomunikasi atau berhubungan ketika bertemu saja dengan teman atau pacar. Selain itu faktor kesibukan orang tua atau saudara dapat menjadikan remaja jarang

menghubunginya melalui ponsel. Karakteristik internal yang mempengaruhi penggunaan ponsel adalah status ekonomi keluarga dan tujuan penggunaan ponsel. Status ekonomi keluarga

79

yang dilihat dari penghasilan orang tua tiap bulannya dapat mempengaruhi tingkat penggunaan ponsel. Semakin tinggi status ekonomi keluarga maka dapat meningkatkan pembelian pulsa, menyangkut penggunaan ponsel remaja. Sedangkan mengenai tujuan penggunaan ponsel, menurut remaja penggunaan ponsel cenderung lebih banyak untuk kegiatan-kegiatan yang berkisar pada sosialisasi serta kegiatan sekolah/kursus/lesnya dan untuk hiburan (pemenuhan hobi), bukan untuk hal-hal yang cenderung penting atau mendesak. Hal ini yang membuat tingkat penggunaan ponsel remaja menjadi cenderung tinggi. Karakteristik eksternal yang mempengaruhi penggunaan ponsel remaja adalah keberadaan teman dekat. Teman dekat tersebut sebagian besar mempunyai pengaruh yang kuat terhadap remaja dan pada umumnya mendukung penggunaan ponsel dalam kehidupan sehari-hari mereka. Disini kelompok remaja memiliki kecenderungan untuk mengikuti bagaimana atau seperti apa keadaan teman-teman dekatnya yang merupakan kelompok sebaya (peer-group). Mengenai interaksi remaja, penelitian ini melihat suatu variabel interaksi sosial dari waktu dan intensitas (tingkat keluasan pembicaraan) interaksi antara remaja dengan lingkungan sosialnya secara tatap muka. Berdasarkan semua data yang diperoleh dapat diketahui bahwa interaksi antara remaja dengan lingkungan teman atau pacar lebih baik dalam hal kuantitas, yang berarti lebih sering waktunya dalam bertemu secara tatap muka. Sedangkan interaksi antara remaja dengan lingkungan keluarga lebih baik dalam hal kualitas, yang berarti topik pembicaraan yang dibicarakan lebih intens. Remaja lebih membicarakan beragam topik pembicaraan dengan keluarga mereka, mulai dari pembicaraan ringan sampai pada pembicaraan yang penting (menyangkut masa depan remaja).

Penggunaan ponsel remaja (laki-laki maupun perempuan) memang cenderung tinggi. seperti semakin tingginya beban akademik. mulai mengkonsumsi media-media massa atau teknologi dengan tinggi serta cenderung lepas dengan lingkungan sosial keluarganya. 6.2 Saran Berdasarkan kesimpulan yang dikemukakan tersebut. Tetapi dalam hal interaksi tatap muka antara remaja dengan lingkungan sosialnya tetap saja cenderung kurang. maka penulis memberikan saran kepada beberapa pihak : 1. Mengingat dalam penelitian ini sebagian besar remaja memiliki tingkat aktivitas yang rendah dan adanya karakteristik remaja cenderung melepaskan diri dengan . Banyak terdapat faktor-faktor lainnya dalam karakteristik remaja. Masyarakat Kepada kelompok remaja hendaknya dapat meluangkan waktu yang lebih banyak lagi secara tatap muka (langsung) dengan lingkungan sosialnya serta menambah kegiatan atau aktivitas di luar jam sekolahnya. yaitu dengan munculnya penggunaan ponsel dapat mempengaruhi suatu proses yang bersifat transaksional dalam interaksi tatap muka.80 Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa penggunaan ponsel tidak mempengaruhi interaksi remaja secara tatap muka. Dapat disimpulkan bahwa interaksi remaja tersebut tidak hanya disebabkan oleh tingkat penggunaan ponsel yang tinggi. Hal tersebut berlawanan dengan teori yang dikemukakan oleh Budyatna (2005). Dengan begitu terlihat bahwa memang kelompok usia remaja cenderung kurang interaksinya secara tatap muka dengan lingkungan sosialnya.

3. hendaknya pengusaha ponsel juga memberikan informasi mengenai dampak-dampak lain dari penggunaan ponsel itu sendiri. Dengan begitu dapat ditemukan suatu hasil yang berbeda pula serta relevansinya dengan teori tertentu. Pengusaha ponsel Selain memberikan iklan atau promosi yang semakin gencar mengenai produknya. Mengingat bahwa pengaruh eksternal dari teman dekat sangatlah kuat bagi remaja itu sendiri. Dengan begitu dapat meningkatkan kualitas maupun kuantitas interaksi secara tatap muka remaja tersebut.81 lingkungan keluarganya. . Penelitian selanjutnya Kepada penelitian selanjutnya yang ingin membahas mengenai permasalahan serupa dengan penelitian ini hendaknya menggunakan lokasi dan sampel dari lapisan masyarakat yang berbeda. maupun keuangan (finansial). Khusus kepada orang tua hendaknya lebih berperan dalam meminimalkan pengaruh-pengaruh negatif yang dapat muncul dari pergaulan remaja saat ini. 2. Misalnya dampak yang timbul dari segi sosial. psikologis.

Komunika. Bogor : Fakultas Pertanian IPB. 2002. Antonius Atosokhi. 2003. Relasi Dengan Sesama. Akses Internet Via Ponsel. Gea. Felicitas. Fiati. Yogyakarta : Penerbit Andi Yogyakarta. Jakarta : Ghalia Indonesia. Brotosiswoyo. Kamus Sosial. M. Gerungan. Edisi Kelima. 23 Desember 2005. Teknologi Dan Dampak Kebudayaannya: Tantangan Dalam Laju Teknologi. Depok : FISIP UI. ’Pengembangan Sistem Informasi : Permasalahan Dan Prospeknya’. Edisi baru. 2001. Jakarta : Professional Books. Sikap Manusia. Budyatna. Jakarta : PT Gramedia. 2003. 2005. W. Komunikasi Antar Manusia. Jakarta : Darul Falah. 1997. Bandung : PT Refika Aditama. Murah Tapi Terbatas’. 11 November 1999. . 2005. Apriyanti. Character Building II. 2002. Rina. DeVito. 2005. Psikologi Tentang Penyesuaian dan Hubungan Kemanusiaan. Surabaya. Iqbal. Suprapto. ‘Ponsel CDMA.DAFTAR PUSTAKA Anonim. M. Azwar. Hassan. ‘Dampak Sistem Jaringan Global Pada Pendidikan Tinggi : Peta Permasalahan’. Komunika. Skripsi. Edisi Kedua. Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian Dan Aplikasinya. 2004. Rahasia Dibalik Handphone. Rika. 1995. James F dan Joan Ross Acocella. No 28/IX. Calhoun. Hassan. Pengaruh Majalah Remaja Terhadap Gaya Hidup Remaja Putri. Kompas. Antonio Panca Yuni Wulandari & Yohanes Babari. Rayyan Ahmad. Badwilan. 2004. Harmandini. Saifuddin. Fuad. Tangerang : Universitas Terbuka. Semarang : IKPI Semarang Press.A. Vol 8 No 1. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. B. Psikologi Sosial. Joseph A. Teori Dan Pengukurannya. Orasi Ilmiah Dies Natalis Institut Teknologi Sepuluh November ke-39.

Singarimbun. Studi Pola Interaksi Sosial Masyarakat Nelayan. Psikologi Remaja.S. . Simanjuntak. Aspek Sosial Telepon Selular. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada. Gouzali. Jakarta : LP3ES. Jalaluddin. Jakarta : PT Gramedia. 2002. Surabaya : Usaha Nasional. 1980. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Metode Penelitian Survai. 1998. Abdul & Terra CH Triwahyuni. Skripsi. 2001. 1982 Mardiyanti. 1996. Psikologi Sosial. Sarlito Wirawan. __________________ Metode Penelitian Komunikasi. Pengenalan Teknologi Informasi. Andi. Richard L. Mappiare. Kompas. Shiroth. Kadir. Teknologi Telekomunikasi. Phone Power : Meningkatkan Keefektifan Berkomunikasi di Telepon. Jakarta : PT Rineka Cipta. Psikologi Komunikasi. Jakarta : Balai Pustaka. Sarwono. Bandung: Alfabeta. Doc. Sri & Siti Sundari H. 13 Mei 2004. Yogyakarta : Penerbit Andi Yogyakarta. Edisi Revisi.kompas. Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. 2004. Morey. Muhammad & Nur Mohammad Amin. 10 Oktober 2005. Etika Komunikasi. 2005. Saydam. 2004.com. Depok : Fakultas Ekonomi UI. 2003. Rumini. 1989. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. 2005. Edisi Revisi. Dilengkapi Contoh Analisis Statistik. Bogor : Fakultas Pertanian IPB. Rene L. Elizabeth B. Nurcahya. www. Nurudin.83 Hurlock. Masri dan sofian Effendi. Psikologi Perkembangan. ’Meningkatkan Teledensitas’. Rakhmat. Sistem-Sistem Komunikasi di Indonesia. 1996. Fritz E. Perkembangan dan Aplikasi. Trend Industri Telekomunikasi di Indonesia. Individu dan Teori-teori Psikologi Sosial. Edisi Kelima. 2005. Pattiradjawane. Johannesen. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Jakarta : Erlangga. Perkembangan Anak dan Remaja.

Human Communication. 13 Januari 2006. Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Kompas. Konteks-konteks Komunikasi. “Ponsel Surround Lahirkan Gagasan Mobile Theatre”. Kompas. Cetakan Ketiga. Jakarta : PT RajaGrafindo. Steward L & Sylvia Moss. ____________. “Cara Baru Menikmati Hiburan Televisi”. AW. Subarkah. Tubbs. 2002. . 2001. 23 Desember 2005.84 Soerjono.

50% 5.86 Lampiran 1.60% 15-24 thn 25-34 thn 1 35-50 thn 50+ thn Pengguna Berdasarkan Kota-Desa Pada Beberapa Pulau 120 100 80 60 40 20 0 Ka lim an ta n Su la w La in ny a a Ja w at er Ba li es i a Pedesaan Perkotaan Su m . Perbandingan Pengguna Ponsel Di Indonesia Pengguna Berdasarkan Umur 35% 30% 25% 20% 15% 10% 5% 0% 31% 19.40% 15.

. Pattiradjawane. Kompas. Meningkatkan Teledensitas.87 Pengguna Berdasarkan Kota-Desa Desa 29% Kota 71% Pengguna Berdasarkan Lima Pulau di Indonesia 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Jawa Sumatera Sulawesi Kalimantan Bali 17% 3% 5% 4% 71% Sumber : Rene L. 10 Oktober 2005.

182 48 Approx.6%) have expected count less than 5.440 . Symmetric Measures Value .103 .3%) have expected count less than 5. . b.660 1. Sig.442 48 Approx. Sig. Not assuming the null hypothesis.025 .643a 1. Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis.020 . 2 cells (33.272 Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by-Linear Association N of Valid Cases a. The minimum expected count is 1. Not assuming the null hypothesis.436 .00. Output SPSS Uji Chi-Square Hubungan Jenis Kelamin Dengan Tingkat Penggunaan Ponsel Chi-Square Tests Value 1. . b.205 48 df 2 2 1 Asymp. Symmetric Measures Value . Hubungan Tujuan Penggunaan Ponsel Dengan Tingkat Penggunaan Ponsel Chi-Square Tests Value 11.440 Nominal by Nominal N of Valid Cases Contingency Coefficient a.020 Nominal by Nominal N of Valid Cases Contingency Coefficient a. (2-sided) . (2-sided) .46.054 48 df 4 4 1 Asymp. Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis. . Sig. Sig.88 Lampiran 2. 5 cells (55.816 Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by-Linear Association N of Valid Cases a. The minimum expected count is .665a 11.

494 48 1.101 . (2-tailed) N *. .011 48 1.000 .89 Lampiran 3.000 .364* . 48 .524** . 48 48 Spearman's rho status ekonomi keluarga tingkat penggunaan ponsel Correlation Coefficient Sig.000 .364* . . Correlation is significant at the 0.000 . (2-tailed) N **. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig.494 48 tingkat penggunaan ponsel .000 .011 48 tingkat penggunaan ponsel .000 .000 .101 . 48 . (2-tailed) N Hubungan Tingkat Pengaruh Teman Dekat Dengan Tingkat Penggunaan Ponsel Correlations tingkat pengaruh teman dekat 1.01 level (2-tailed). Output SPSS Uji Spearman Hubungan Status Ekonomi Keluarga Dengan Tingkat Penggunaan Ponsel Correlations status tingkat ekonomi penggunaan keluarga ponsel 1. 48 Spearman's rho tingkat pengaruh teman dekat tingkat penggunaan ponsel Correlation Coefficient Sig. 48 Spearman's rho tingkat aktivitas tingkat penggunaan ponsel Correlation Coefficient Sig. Hubungan Tingkat Aktivitas Dengan Tingkat Penggunaan Ponsel Correlations tingkat aktivitas 1. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig.524** 1.05 level (2-tailed). (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig.000 48 48 . Correlation is significant at the 0.

(2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N .926 48 1.014 .000 . 48 Spearman's rho tingkat penggunaan ponsel interaksi sosial remaja Correlation Coefficient Sig.081 .000 .081 . (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig.000 .90 Hubungan Tingkat Terpaan Media Massa Dengan Tingkat Penggunaan Ponsel Correlations tingkat terpaan media massa 1.584 48 1.014 .000 .926 48 interaksi sosial remaja .584 48 tingkat penggunaan ponsel -. 48 . (2-tailed) N Hubungan Tingkat Penggunaan Ponsel Dengan Interaksi Sosial Correlations tingkat penggunaan ponsel 1. 48 -. 48 Spearman's rho tingkat terpaan media massa tingkat penggunaan ponsel Correlation Coefficient Sig.