NASSERISME Geneologi dan Praktek Ideologi Revolusioner di Mesir

A. Latar Belakang Masalah Berdasarkan catatan sejarah, pertengahan abad 20 adalah masa kemerdekaan bangsabangsa atau masa pembebasan nasional dari kolonialiame dan imperialisme. Pada masa itu, tidak sedikit negara yang mencapai kemerdekaannya terlepas dari hasil perjuangan atupun hadiah dari kolonial itu sendiri. Kita dapat melacak kebenaran hal tersebut dari negara-negara peserta KTT Asia Afrika yang diselenggarakan di Bandung dengan salah satu motornya Ir. Soekarno Presiden Republik Indonesia. Sekarang negara-negara tersebur dikenal dengan julukan negara dunia ke tiga. Mesir adalah salah satu negara yang secara resmi memperoleh kemerdekaan pada masa itu, tepatnya pada tahun 1936. Meskipun Mesir sudah memperoleh kemerdekaan, akan tetapi keterlibatan Inggris dalam urusan domestik dan luar negeri masih dominan. Fakta tersebut membuat pandangan orang-orang Mesir secara bertahap mengkaitkan kerajaan dan partai Wafd dengan imperialisme Inggris. Hal ini merupakan proses delegitimasi masyarakat Mesir terhadap penguasa sebelum akhirnya terjadi kudeta yang mengakibatkan rezim penguasa jatuh. Kudeta tersebut bukan hanya dilakukan untuk melawan otoritas rezim yang menjadi boneka Inggris namun juga merupakan upaya untuk membebaskan Mesir dari semua jejak imperialisme. Selain itu, perlawanan tersebut membuat banyak orang arab di negaranegara tetangganya membuka mata dan bangkit untuk melawan dominasi Barat. Saat masih berada dalam dominasi Inggris, sistem politik Mesir dikuasai oleh elit yang berasal dari tuan tanah kaya. Untuk melanggengkan kekuasaannya mereka membatasi pendidikan kelas menengah agar tidak berkembang sampai mengganggu posisinya, akibatnya kelas menengah hanya berhenti pada posisi guru, profesional, pegawai negeri, dan pengusaha

Dalam perkembangannya para urban lebih terintegrasi dengan kerasnya kehidupan kota sehingga mereka cenderung lebih aktif dalam kegiatan politik. Hal tersebut mendorong terjadinya migrasi besarbesaran dari desa ke kota. sementara usaha dan keuangan jatuh ketangan Inggris. sehingga kelas menengah tidak mampu berbuat apa-apa1. Pertanian Mesir dikembangkan tetapi petani tidaklah berkembang malah semakin miskin karena tanah terkonsentrasi untuk industri Inggris. University Press Of Florida. hlm. kaum urban sering kali merasa terasing secara sosial dan budaya. terutama ke kota Kairo dan Alexandria antara tahun 1937 sampai tahun 1947. Onn Winckler. seseorang sangat membutuhkan tokoh panutan yang bisa mengarahkan dan melindungi mereka. tetapi juga karena kontrol dari pemerintah dan Inggris sampai ke sektor swasta. Pada pertengahan tahun 1950. Dilihat dari sistem ekonomi. 1 2 Elie Podeh. 8 ibid . Retinking Nasserism.kecil. Dalam situasai seperti ini. Bukan berarti kelas menengah tidak mampu untuk memanjat tangga sosial dan mendapatkan akses yang lebih besar untuk berpolitik. 2004. Imperialisme Inggris mengubah negara tersebut menjadi perkebunan untuk industri Barat dan juga mengubah kelas atas menjadi komprador dengan kepemilikan saham dalam perekonomian2. ketika Nasser muncul sebagai pemimpin karismatik. petani dipisahkan dari tanahnya sehingga tidak ada usaha yang bisa dijalankan oleh masyarakat desa. Dalam kondisi dislokasi sosial yang cukup tinggi. Secara psikologis. wajar saja jika saat itu Nasser yang terkenal dengan julukan baba mampu untuk merangkul dan mengarahkan mereka. Kota besar lebih menjanjikan kehidupan karena banyaknya peluang kerja dan pendidikan khususnya perguruan tinggi. Mesir menjadi contoh klasik dari sebuah negara yang tergantung pada pendapatan ekspor kapas mentah di pasar internasional. Situasi seperti ini sangat berpengaruh terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Mesir. Mesir secara tidak langsung mengalami pemerintahan kolonial Inggris karena bergantung langsung pada perekonomian dunia. Menurut John Waterbury.

1984. Meskipun kontribusi politik mereka sangat terbatas. Revolusi Juli 1952 adalah kasus klasik dari 3 4 Lapidus. I. Raja Grafindo Persada. 159 L. para migran ini akan memainkan peran aktif dalam demonstrasi dan kegiatan politik massa. 2000. PT. London. ditambah dengan situasi yang mengarah ke krisis politik. International Politics and the Middle East. Ditengah kondisi sosial dan ekonomi yang tidak menentu. Nasser tidak segan-segan untuk tunjuk jari pada mereka yang dianggap sebagai musuh rakyat seperti kaum reaksioner. atau orang yang pro terhadap zionis. hingga pada tahun 1952 Nasser bersama dengan Muhammad Naquib berhasil memimpin revolusi yang menumbangkan rezim monarki yang menjadi komprador Inggris.4 Penghapusan simbol-simbol lama atau imperialis dan pembuatan simbol-simbol baru yang lebih revolusionerpun dilakukan.L. perjuangan melawan isra¶il. Usaha dan kerja keras Nasser tidaklah sia-sia. Nasser merupakan sosok pemimpin yang mampu membangun hubungan khusus dengan massa Arab sehingga mereka merasa dekat dengannya. Hal. Dengan segala kemampuannya. Sejarah Sosial Umat Islam III. Ira. iapun datang sebagai perwakilan seluruh generasi Arab karena ia merupakan putra dari seorang Arab asli. Dengan demikian rakyat sangat yakin akan tercapainya kemenangan nasional. imperialis. dan pembentukan rezim politik3. Jakarta. Nasser mampu menjadikan identitas Arab menjadi basis bagi tujuan-tujuan politik seperti anti imperialisme.B. Nasser berhasil membawa pemikiran masyarakat Mesir dan Arab pada pemikirannya untuk berjuang menuju tahap sosialisme.banyak imigran berduyun-duyun ke kota-kota. Tauris&C.M. Dalam proses transformasi kesadaran atau lebih tepatnya pengorganisiran massa. kehadiran Nasser sebagai pemimpin pergerakan sangatlah tepat sehingga ia dapat menunjukan identitas bangsa Arab yang mencapai puncaknya pada tahun 1950. hlm.Carl Brown. Nasser muncul ditengah masyarakat menghadapi tantangan krisis. Hal tersebut membuat hubungan emosional Nasser dan masyarakat arab sangat kuat. 164 .

Nasser dan para perwira bebas5 untuk menghapus monarki dan melancarkan kebijakan sosialis mereka6. penghapusan sistem monarki. Mesir sudah dikendalikan oleh Ottoman sejak 1517. dibentuklah Revolution Command Council (RCC)7 yang dipimpin oleh Jendral Muhammad Naquib sebagai panglima tertinggi angkatan perang sekaligus ketua RRC. ketika RRC meminta Muhammad Naquib untuk mengundurkan diri secara sukarela dari panggung politik.gerakan Dunia Ketiga melawan imperialisme dan melepaskan ketergantungannya. Segera setelah merebut kekuasaan. pelarangan partai politik. Tanda-tanda pertarungan diantara keduanya terlihat dengan jelas pada Februari 1954. pada bulan September 1952. Duet Muhammad Naquib dan Nasser ternyata melahirkan pertarungan diantara keduanya. dan memproklamirkan Mesir sebagai negara republik dengan Muhammad Naquib sebagai presiden sekaligus perdana menteri9. namun ini merupakan babak baru bagi rakyat Mesir setelah beratus-ratus tahun berada dibawah kekuasaan Asing. Atas tekanan itu. Ira. sedangkan Nasser ditetapkan sebagai deputi perdana menterinya8. Mesir.M. PT. Dalam catatan sejarah. Untuk memperkuat penguasaan dan memperlancar jalan revolusi. yaitu pada 27 Jili 1952 Organisasi Perwira Bebas berganti nama menjadi Revolution Commad Council (RRC) 8 Militer dan Demokratisasi di Nigeria. 159 7 Empat hari setelah kudeta. Sejarah Sosial Umat Islam III. Jakarta. Naquib menyerahkan posisi perdana menteri kepada Nasser yang kemudian digunakan Nasser untuk mengumpulkan/ memasukan perwira mantan Organisasi Perwira Bebas: dibentuk oleh Nasser untuk menumbangkan rezim Lapidus. Raja Grafindo Persada. hal. dan Inggris secara resmi berkuasa sejak tahun 1882. Muhammad Naquib dikukuhkan sebagai perdana menteri dan gubernur militer. diantaranya adalah membuang konstitusi 1923. 2000.63 9 Ibid. Selanjutnya.64 6 5 . dan Afrika Selatan. Hal. Dalam prakteknya duet Naguib dan Nasser berani mengeluarkan kebijakan yang dianggap beberapa pengamat tidak populer.hal. kemudian menyusul Bonaparte pada tahun 1798-1801.

mengaktifkan. Nasser secara substansial meningkatkan standar hidup mereka. Upaya yang paling serius adalah pembentukan Uni Sosialis Arab pada tahun 1962 yang mewakili alian nasional rakyat pekerja dengan anggota buruh. kapitalis nasional. dan tentara. dan akhirnya mengontrol massa. Dengan demikian. London. Kebijakan-kebijakan yang ia keluarkan dianggap merampas kebebasan rakyatnya. hlm. Dalam upaya untuk memobilisasi para pekerja.10 Tujuh bulan kemudian pada bulan Nopember 1954. menawarkan jaminan hukum yang menarik tentang 10 Derek Hopwood. pertarungan tersebut dimenangkan oleh Nasser dengan terebutnya kursi presiden dari Naquib.39 . Sebaliknya.Organisasi Perwira Bebas kedalam kabinetnya. Kepemimpinan Nasser di Mesir memunculkan pro dan kontra diantara peneliti karena saat berkuasa Nasser kerap bertindak otoriter. Nasser berusaha untuk membentuk sebuah massa tunggal dalam organisasi yang akan menjadi kendaraan untuk mobilisasi. Sifat otoriter Nasser tercermin dalam kebijakannya untuk menasionalisasi pers pada tahun 1960 guna untuk menghapus sistem yang relatif liberal yang eksis di bawah monarki. intelektual. George Allen & Unwin. Tujuan dari organisasi ini adalah menghilangkan perbedaan kelas menuju masyarakat tanpa kelas. Nasser berhasil memegang pucuk kekuasaan tertinggi di Mesir secara mutlak yaitu sebagai kepala negara sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Dengan demikian pers menjadi instansi pemerintah yang bisa mengontrol berita dan opini yang bisa mengancam kendali pemerintahan. Jalan Pembebasan yang dibangun pada tahun 1953 dan Uni Nasional pada tahun 1957 merupakan dua usaha yang gagal untuk membentuk sebuah front. Organisasi ini bertugas untuk menghilangkan kesenjangan sosial diseluruh tingkatan masyarakat dan juga menjalankan propaganda yang diarahkan pada organisasi dalam rangka memperkuat rasa kepemilikan rakyat Mesir serta untuk menekankan peran penting mereka dalam penciptaan sebuah masyarakat sosialis baru. petani. 1982. Egypt Politics and Society 1945-1981.

Perwira diperbolehkan membentuk aliansi dengan kelas pemilik tanah di pedesaan (pemilik sepuluh sampai lima puluh Feddans). Kebijakan ini sangat bermanfaat bagi petani miskin baik yang awalnya tidak punya tanah maupun yang mempunyai tanah tetapi kurang dari lima Feddans. Reformasi Agraria tidaklah berpengaruh terhadap tuan tanah sedang. kenaikan upah. dan subsidi pada bahan makanan dasar. penghentian kerja pengorganisasian. Pada 1970. Nasser juga bertindak dengan cara yang berbeda untuk memobilisasi kelas menengah pedesaan dan petani. jaminan sosial. berusaha untuk menggulingkan sistem politik. atau menggunakan kekuatan untuk merekrut anggota serikat.keamanan kerja. Selain itu. sejauh mereka menyesuaikan bagian mereka dari tanah pertanian. empat belas organisasi pekerja (termasuk berbagai serikat pekerja profesional. seperti wartawan dan insinyur) ada dan keanggotaan mereka terus tumbuh berkembang. yang dimobilisasi melalui media. Pada tahun 1957. Sebagai imbalannya. pemimpin serikat harus menyetujui untuk larangan rezim terhadap penghasutan kelas antagonis. Melalui kebijakan ini para tuan tanah kaya mendapatkan batasan ekonomi dan kekuasaan politik. . Nasser menerapkan reformasi Agraria pada bulan September 1952 yang kemudian dilengkapi dengan undang-undang reformasi tahun 1961 dan 1969. Sebaliknya. mereka diberi kesempatan untuk mengatur organisasi sendiri. sebuah kelompok tuan tanah kecil pedesaan mulai bermunculan. promosi. Peraturan-peraturan yang ketat mencerminkan otoriter sifat rezim. Selain itu. rezim mengizinkan pembentukan Federasi Serikat Buruh Umum Mesir (GFETU). tunjangan pensiun. Perubahan itu lebih tercermin dalam bidang sosial dan politik yang sebelumnya didominasi oleh tuan tanah besar. sebuah kampanye terorganisir yang bertujuan untuk meningkatkan citra negatif pekerja telah diluncurkan. Ini posisi baru bagi kelas menengah pedesaan dan hal ini memungkinkan rezim untuk menggunakannya sebagai alat kontrol politik dan sosial di pedesaan.

M. Sepak terjang politik Nasser yang sangat berani memunculkan perhatian yang sangat besar dari masyarakat. Munculnya Nasser merupakan mata rantai perjuangan dari sejarah panjang di wilayah Mesir dan Timur Tengah. dimana negara-negara besar yang berkepentingan memperbesar pengaruh dan kekuasaannya menjadikan wilayah ini sebagai incaran untuk dikuasai dan dieksploitasi sumber daya alamnya. 11 Perjuangan Nasser untuk menyingkirkan kekuatan imperialisme Barat tidak hanya bagi masyarakat Mesir yang dipimpinnya tetapi juga bagi bangsa yang berbahasa Arab dan semua bangsa Dunia Ketiga yeng merasa terhina dengan penjajahan Barat. ketokohan Nasser tidaklah luntur walaupun ia mengalami kekalahan pada perang Enam Hari dibulan Juni 1967 dan ia mengundurkan diri. Buku Kedua. Austria.1985. penolakan Doktrin Eisenhower. hlm. yang 11 Hans Morgenthau. butuh kepercayaan diri dan keberanian yang tinggi untuk menjalankannya. Politik Antar Bangsa. Keberanianya tercermin antara tahun 1955 sampai 1961 dimana dia berani menekan Inggris. sebagai bagian yang menentukan dalam perimbangan kekuasaan antara lima negara besar: Inggris Raya. pembentukan UAR. dari politics among Nations: the Struggel for Power and Peace. penyitaan barang-barang asing. Rusia. Mungkin bisa kita samakan dengan posisi Belgia pada abad 19. nasionalisasi terusan Suez. Dengan demikian Timur Tengah memiliki peran penting dalam perimbangan kekuasaan didunia antara Barat dan Timur. 1991). Tentu saja sikap tersebut tidaklah mudah. (Terjemahan oleh A. oposisi terhadap Pakta Baghdad. dan Prancis. tetapi juga dunia internasional.Dalam bidang lain. Yayasan Obor Indonesia. bukan hanya kalangan Timur Tengah. dan kebijakan-kebijakan sosialis lainnya. transaksi senjata dengan Ceko. Nasser mendapatkan citra heroik karena keberanianya merespon situasi yang dianggap merugikan Mesir dan dunia Arab. Berangkat dari perasaan inilah bangsa Arab percaya bahwa mereka dapat membangun sebuah ideology. Fatwa. Prusia. Thompson. Hal ini karena Timur Tengah mempunyai posisi yang strategis bagi percaturan politik internasional. direvisi oleh Kenneth W.36-37 . Karena keberanianya.

terutama sesuatu yang mendasari prekteknya. Dengan memahami geneologinya kita bisa memahami maksud dari Nasserisme secara utuh tanpa tendensi seperti yang selama . B. Dalam hal ini penulis sangat tertarik untuk membahas ideologi politik yang dipakai Nasser yang dikenal dengan nama Nasserisme. Berbagai peristiwa menarik yang terjadi seputar praktek revolusi yang dipimpin Nasser.kemudian disebut Nasserisme. Hal ini dapat diketahui dengan pasti memahami teori-teori revolusi dan mengadakan rekonstruksi ulang kronologi peristiwa revolusi Mesir 1952 dengan menggunakan pendekatan sejarah untuk memahami secara tepat kondisi saat itu. pergerakan seorang Nasser akan tetap menarik untuk dibahas. Darimana geneologi Nasserisme? 3. penulis akan memfokuskan pada pembahasan tentang geneologi dan praktek Nasserisme. Apa dampak sosial dan politik praktek Nasserisme? Dari beberapa persoalan yang muncul di atas. regional Arab dan Internasional. Terlepas dari keotoriteran atau keberanian Nasser dalam mengeluarkan kebijakan. Tentu saja Nasser mempunyai kerangka teori dan ideologi yang menuntunnya dalam proses perjuangan revolusi dan praktek kepemimpinannya. Identifikasi Masalah Dari uraian di atas. Permasalahan a. Nasser merupakan seorang pimpinan revolusi yang pastinya dapat memahami situasi Mesir pada saat itu. Nasserisme merupakan fakta politik Timur Tengah yang pantas diperhatikan karena pengaruhnya dalam percaturan politik dalam negeri. Bagaimana Nasser mempraktekan Nasserisme? 4. maka dapat diidentifikasi masalah yang muncul adalah sebagai berikut: 1. Apa yang dimaksud dengan Nasserisme? 2.

kita bisa memahami dialektika yang sebenarnya terjadi pada saat itu. dan pembatasan obyek penelitian. Awal revolusi 1952 merupakan waktu yang langsung berkaitan dengan fokus pembahasan. Pengantar Ilmu Sejarah. hlm. Mesir merupakan tempat terjadinya peristiwa revolusi 1952 yang dipimpin oleh Nasser. dan perjalanan Nasser sampai 1970 merupakan materi langsung dari fokus pembahasan. pada dasarnya pembatasan kajian sejarah sudah dilakukan.79 . Nasserisme. Proses perjuang Nasser dalam revolusi Mesir terhitung dari mulai melakukan keterlibatannya dalam dunia politik sampai ia turun dari pucuk kekuasaan Mesir. 2001. Cet. Dalam kajian sejarah. Praktek Nasserisme banyak menciptakan 12 Kuntowijoyo. Nasserisme telah berhasil memenangkan revolusi Mesir 1952 yang menumbangkan rezim monarki yang menjadi komprador Inggris. Oleh karena itu penulis melakukan bembatasan waktu pembahasan hanya yang berkaitan langsung dengan fokus pembahasan. Hal tersebut akan mengakibatkan keburaman fokus pembahasan. pembatasan masalah paling tidak terdiri dari pembatasan waktu.IV. terlalu panjang dan luas jika kita memulai dari peristiwa yang sangat jauh dari revolusi 1952. Mesir merupakan batasan ruang untuk penelitian ini. Geneologi dan Praktek Revolusi di Mesir. Dan dengan memperhatikan praktek Nasserisme baik yang berhasil maupun yang gagal. Oleh karena itu. pembatasan ruang. Pembatasan Masalah Dengan menentukan judul. Dengan demikian kita dapat mengetahi tepat atau tidaknya gagasan dan praktek Nasserisme pada saat itu b. Yogyakarta. Namun untuk menjawab masalah yang tertulis diatas. Bentang. Berkaitan dengan penelitian ini.ini kita baca dalam buku-buku sejarah. 12 Mesir merupakan tempat yang banyak tertulis dalam lembaran sejarah karena panjangnya peristiwa bersejarah yang terjadi di negara ini.

Nasserisme merupakan penuntun dari segala peristiwa yang terjadi pada saat itu. maka pada pokoknya tujuan penelitian skripsi ini adalah mencari akar sejarah terbentuknya Nasserisme sebagai ideologi politik dan pempraktekannya pada masa Gamal Abdul Nasser masih berkuasa. Bagaimanakah sejarah terbentuknya Ideologi politik yang dikembangkan oleh Gamal Abdul Nasser. 2. Manfaat dan Kegunaan Penelitian Manfaat dan Kegunaan dari penelitian ini adalah untuk menambah wawasan atau perbendaharaan pengetahuan mengenai persoalan Mesir terutama yang berkaitan dengan revolusi 1952. . C. Penelitian sejarah mempunyai lima tahap. karena bertujuan mendiskripsi dan menganalisa peristiwa-peristiwa masa lampau.peristiwa penting baik pada masa perjuangan menuju revolusi maupun setelah menang atau berkuasa. Rumusan Masalah dari masalah-masalah tersebut di atas. Penelitian ini juga akan bermanfaat untuk pengembangan studi Timur Tengah khususnya percaturan politik pada pertengahn abad 20. Metodologi Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian sejarah. Bagaimanakah Gamal Abdul Nasser mempraktekan ideologi politik tersebut selama ia berkuasa. Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah penelitian di atas. c. 1. E. dan apa pengaruh sosial dan politiknya. Oleh karena itu Nasserisme adalah pembatasan obyek penelitian ini. D. dapat diangkat beberapa perumusan masalah yaitu.

dan perjanjian. rekaman pembicaraan. Sumber primer ini dapat dibedakan menjadi dua. dan berbagai naskah dan dokumenter yang berisi kebijakan politik dan ekonomi pemerintahan Nasser dan kedua.16 . hlm. yaitu: pertama.91 Sumadi Suryabrata. Selain itu. maka sumber data dalam penelitian ini dapat dibedakan menjadi dua macam. dan (5) penulisan (historiografi).14 Penelitian ini dilakukan terhadap ideologi Gamal Abdul Nasser dengan fokus geneologi dan prakteknya. Sumber primer berupa bahan kepustakaan. baik menyangkut perkembangan dalam negeri maupun dalam kerangka percaturan internasional. pidato. penafsiran. (2) pengumpulan sumber. berbagai naskah pidato Nasser. Metodologi Penelitian. Maka. maupun politik. sosial. baik yang menyangkut perkembangan ekonomi. (3) verifikasi (kritik sejarah. Data yang digunakan dalam penelitian dan pembahasan ini adalah bukti-bukti sejarah Nasserisme berupa keterangan. keabsahan sumber). data dokumenter menyangkut berbagai pernyataan. yakni buku. yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Hlm.yaitu (1) pemilihan topik. atau analisis para pakar sejarah perkembangan Timur Tengah. berbagai tulisan yang berisi pembahasan analisis dan peraturan para penulis dan / atau pengamat politik yang sezaman dengan Nasser. penelitian ini adalah jenis penelitian kepustakaan (librari reseach). (4) interpretasi. Kedua macam data itu merupakan bahan-bahan saling menunjang dalam mempertajam kerangka analisis. analisis dan sintesis. sumber datanya adalah tulisan-tulisan para penulis perkembangan Timur Tengah. penjelasan. Rajawali Press. Memperhatikan jenis data diatas. dan perundang-undangan yang menggambarkan cita dan kebijakan Nasser tokoh yang diidentifikasikan dalam Nasserisme ini. laporan dan sejenisnya yang berkaitan dengan masalah penelitian. jadi jenis data yang dibutuhkan bersifat kualitatif dan dokumenter. 13 Ditinjau dari segi sumber-sumber data penelitian. artikel. Jakarta. Para tokoh ini dapat dipandang sebagai sumber primer karena mereka dapat dikategorikan sebagai saksi-saksi utama (eye-witness) 13 14 Ibid. karyakarya tulis.

sosial dan ekonomi era Nasser. perlu kiranya dibahas kerangka teori untuk memudahkan pembahasan yang akan dilakukan. Sumber sekunder ini memuat kajian mengenai sejarah dan karakteristik Nasserisme. terutama yang berupa penafsiran dan analisis para pngamat dan pakar. Manajemen Penelitian. artikel. F. Lebih penting adalah bahwa sumber-sunber itu dapat diandalkan karena isinya berinteraksi langsung dengan pergumulan politik. Jakarta. memberi arti atau menafsirkan. 1994 . Sedangkan.15 Penerapan metode pembahasan ini dilakukan dengan pemaparan secara jelas permasalahanpermasalahan yang diteliti setelah sebelumnya dianalisis dengan metode-metode analisis sebagaimana disebutkan diatas. sesuai dengan sifat atau karakteristik masalah-masalah diteliti. karena jika tidak memahami kerangka teori. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini pada intinya adalah metode dokumentasi dan penelaahan (pemeriksaan dan pembacaan) pustaka. pembahasan dilakukan dengan metode deskriptif (deskriptive method). sosial dan lain-lain yang terjadi di Timur Tengah. Kerangka Teori Sebelum melangkah jauh ke pembahasan. Sedangkan sumber-sumber bagi penelitian ini adalah bahan-bahan pustaka berupa buku. dan terbitan apapun yang membahas masalah Timur Tengah.dalam berbagai peristiwa polotik masa Nasser. penelitian ini akan membahas tentang pandangan Nasserisme yang dijadikan sebagai ideologi politik Gamal 15 Suharsini Arikunto. Rajawali Press. mengenai politik. adalah mengklasifikasikan data. ekonomi. Sumber-sumber primer kedua ini dapat dirangkum dalam berbagai terbitan berupa jurnal maupun priodikal berkenaan dengan perkembangan dan perubahan di Timur Tengah. mana mungkin bisa membahas suatu masalah. Sedangkan metode analisis data yang dipergunakan. Berkaitan dengan itu. berkenaan dengan perkembangan-perkembangan politik dan ekonomi.

Dengan kata lain.viii . Dengan demikian. Konsep. secara psikologis. dalam bersikap dan bertingkah laku untuk memelihara. Melalui rangkaian atau system nilai dasar itu mereka mengetahui bagaimana cara yang paling baik. Ian Adams di dalam bukunya yang berjudul ³ Ideologi Politik Mutakhir´ meletakkan istilah ideologi lebih dalam kerangka politik gerakan. hlm. setiap ideologi politik selalu mempropagandakan dan menularkan virus-virus kecemasan kepada para penganutnya yang pada gilirannya akan mempertebal rasa terancam dan permusuhan. Jadi. program sosial ekonomi politik yang menjadi pandangan hidup. selain memberikan keyakinan dan kemantapan. ideologi mengajarkan kepada para anggota gerakan politik segala hal yang berkenaan dengan kebijakan yang harus dikejar.16 Ideologi itu berintikan serangkaian nilai (norma) atau system nilai dasar yang bersifat menyeluruh dan mendalam yang dimiliki dan dipegang oleh suatu masyarakat atau bangsa sebagai wawasan atau pandangan hidup mereka. Ideologi Politik Mutakhir. idealitas-idealitas yang mesti diyakini sebagai ³ iman´ politik.Abdul Nasser dalam memperjuangkan revolusi 1952 dan menjalankan kekuasaannya. dan bertindak individu atau kelompok. Yogyakarta. menentukan siapa lawan dan siapa kawan. Kritik dan Masa Depannya. alasan yang harus diperjuangkan. Ragam. ideologi yang dimaksudkan disini adalah ideologi sebagai doktrin yang membimbing tindakan politik. Pengertian Ideologi ideologi merupakan suatu system kepercayaan yang memuat nila-nilai dan ide-ide yang diorganisasikan secara rapi sebagai basis filsafat. tujuan yang wajib dicapai. merasa. yaitu secara moral atau normative dianggap benar dan adil. 16 Adam lan. aturan berpikir. Oleh karena itu. dan menjelaskan mengapa kepercayaan politik yang bertentangan dengan keimanan politiknya adalah sesuatu yang berbahaya. sains. kerangka teori harus dipahami sebelum melanjutkan penelitian adalah tentang ideologi. a. dan visi tentang masyarakat terbaik yang niscaya diwujudkan. Qalam.

Sekalipun pemerintah bisa menindas warga negara dengan . karena dikonotasikan dengan sifat totaliter yaitu memuat pandangan dan nilai yang menentukan seluruh segi kehidupan manusia secara total. ideologi membenarkan adanya status quo. 2. akan tetapi memusnahkan tidaklah berarti memusnahkan kepercayaan. karena dibelakangnya sebetulnya tersembunyi kepentingan-kepentingan kekuasaan tertentu. Pertentangan ideologik ( yang tidak memungkinkan adanya kontak antara NegaraNegara yang ketat system kepercayaannya ) tidak mungkin dikompromikan. Negara tidak dapat membunuh cita-cita melainkan manusianya saja. Kebijakan yang berorientasikan ideologi tidak akan pernah berhasil seperti halnya keberhasilan yang dicapai oleh kalkulasi strategik. tetapi ideologi juga bisa digunakan oleh para pembaharu atau pemberontak untuk menyerang status quo. karena ideologi melarang bersepakat dengan ³yang jahat´ 3. sehingga seringkali dipakai untuk mengungkapkan cemooh atau ejekan. Hubungan Ideologi dan Politik karena memberikan pengesahan kepada pemerintah. sehingga akhirnya mengingkari kebebasan pribadi manusia serta membatasi ruang geraknya. b. serta secara mutlak menuntut manusia hidup dan bertindak sesuai dengan apa yang digariskan oleh ideologi itu. Ideologi cenderung untuk merumuskan masalah-masalah secara moral. Ideologi ditangkap dalam artian yang negatife. Demikian pula istilah ³ideologis´ dengan sendirinya menurut paham ini sudah mengandung arti negative pula. dengan taruhannya kemusnahan secara total.mempertahankan dan membangun kehidupan duniawi bersama dengan berbagai dimensinya. sehingga konflik internasional akan merupakan bentrokan antara ³yang jahat´ dan ³yang baik´. Pendekatan ideologik dalam masalah politik dunia mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut : 1.

hlm. tujuan penelitian. Jakarta. Bab Pertama. kerangka teori.menggunakan dalih hak ketuhanan raja atau kehendak sejarah. Ideologilah yang memungkinkan adanya komunikasi simbolis antar pemimpin dan yang dipimpin. Pendahuluan mencakup pembahasan mengenai berbagai persoalan strategis dalam penelitian dan pembahasan masalah.105. Dan ini berlaku sama baik untuk ideologi yang bersifat demokratis atau otoriter. permasalahan. Dengan memberikan dasar etika pada pelaksanaan kekuasaan politik. Bab Kedua. ideologi juga bisa mempersatukan rakyat suatu negara atau pengikut suatu gerakan yang berusaha mengubah negara. tapi pemberontak bisa membenarkan tindakan kekerasan mereka dengan bersandar pada prinsip hak-hak dasar atau kehendak yang kuasa. Sistematika Penulisan Mengingat masalah yang diteliti cukup luas dan melibatkan masa sejarah. dalam bab ini dibahas masalah biografi Gamal Abdul Nasser sebagai pemimpin revolusi dan penggagas ideologi politik Nasserism. Karena itu keberhasilan suatu ideologi tertentu. Fungsi Ideologi. selain juga untuk mensahkan kekuasaan dictator terhadap kelas pekerja. Ideologi yang dianggap sarat dengan kepentingan kelas pekerja bukan tidak bisa digunakan untuk menentang kekuasaan negara borjuis. manfaat dan kegunaan penelitian. untuk berjuang bahu membahu demi prinsip bukan pribadi. Bab ini juga membahas tentang 17 Carlton Clymer Rodee. Pengantar Ilmu Politik. metodologi penelitian. . maka untuk mempermudah pembahasan penelitian ini diatur sistematikannya sebagai berikut. sedikit banyaknya merupakan masalah kepercayaan yang lahir dari keyakinan yang rasional.17 F. dan sistematika penulisan. Dan ideologi memberikan cara pada mereka yang menginginkannya serta kepada yang yakin akan arti keberadaannya dan tujuan tindakannya. Rajawali Press. Bagian ini membicarakan latar belakang masalah.

bab ini membahas soal penerapan ideologi politik Nasserisme dalam perjuangan revolusi dan praktek bernegara Nasser. faham-faham yang membentuknya. sosialisme Arab. akan dibahas penerapan ideologi Nasserisme dalam praktek termasuk yang paling populer yaitu soal Pan-Arabisme. Bab Kelima Penutup. Bab ini juga membahas soal pengaruh Nasserisme terhadap masyarakat Mesir khususnya dan dunia Arab pada umumnya. dan posisinya sebagai ideologi politik yang dipraktekan Nasser. dan netralitas positif yang dibahas dalam poin tersendiri. . Bab Ketiga.ideologi politik Nasserisme dari mulai pengertiannya. Dalam hal ini. bab ini berisi kesimpulan hasil penelitian dan sekaligus sebagai penutup dari pembahasan.

M. Onn Winckler.M. Egypt Politics and Society 1945-1981. 2000 3. Adam lan. Thompson. Yogyakarta 10. L.B. Raja Grafindo Persada. Metodologi Penelitian. Mesir. PT. Elie Podeh. Ideologi Politik Mutakhir. (Terjemahan oleh A. 1991) 6. International Politics and the Middle East. London. Cet. Pengantar Ilmu Sejarah. Suharsini Arikunto.IV. Rajawali Press. Tauris&C. Retinking Nasserism. Pengantar Ilmu Politik. Ragam. Fatwa. University Press Of Florida. Manajemen Penelitian. Jakarta .Carl Brown. Lapidus. dan Afrika Selatan 4. Yogyakarta. Bentang. Carlton Clymer Rodee. Jakarta 8. 1984 Militer dan Demokratisasi di Nigeria. Buku Kedua. Rajawali Press. Jakarta. George Allen & Unwin. dari politics among Nations: the Struggel for Power and Peace. Kuntowijoyo. Konsep. 2001 7. 2004 2.DAFTAR PUSTAKA 1. Derek Hopwood. Ira. London. Sumadi Suryabrata. Sejarah Sosial Umat Islam III. I. direvisi oleh Kenneth W.L. Politik Antar Bangsa. Jakarta. Rajawali Press. Hans Morgenthau. Kritik dan Masa Depannya.1985. 1982 5. Fungsi Ideologi. Yayasan Obor Indonesia. Qalam. 1994 9.