Makalah

PERENCANAAN PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN PADA MALARIA SEREBRAL

Disusun oleh: Mohamad Shahir, S.Ked 04108705100

Pembimbing: Dr. dr. H. Fachmi Idris, M.Kes

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT DAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2012

M. Januari 2012 Pembimbing Dr. Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya periode 16 Januari 2012 – 12 Maret 2012 Palembang. S.HALAMAN PENGESAHAN Tugas makalah yang berjudul : Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan pada Malaria Serebral Oleh : Mohamad Shahir. H.Kes .Ked (04108705100) Telah diterima dan disahkan sebagai salah satu syarat dalam mengikuti kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior di Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Komunitas. dr. Fachmi Idris.

Faktor-Faktor Penyebab Malaria parasit adalah anggota dari genus Plasmodium (filum Apicomplexa ). 2009). Pada Manusia malaria disebabkan oleh P. Di daerah mana saja yang terdapat suhu yang sesuai. Sementara P. Plasmodium vivax pula ditemui di Amerika Sentral. Finch. sedangkan tahap . terdapat empat spesies plasmodium yang bisa menginfeksi manusia yaitu.falciparum sebesar 90% dari kematian akibat malaria. Afrika Utara. Plasmodium malariae. Plasmodium malariae bisa ditemui di seluruh dunia walaupun terkonsentrasi di Afrika dan Plasmodium knowlesi yang sejak kebelakangan ini didokumentasikan di beberapa kepulauan Bornea serta di beberapa daerah Asia Tenggara (Roe & Pasvol. malariae . vivax untuk jumlah terbesar infeksi dan P. atau hati. dan subkontinen India. maka terdapat faktor risiko untuk penularan malaria. et al (2005) mengatakan bahwa malaria merupakan suatu infeksi yang menyerang pada sistem darah manusia. P. et al. P. Sedangkan. Pengertian dan Prevalensi Malaria merupakan suatu penyakit berpotensial fatal yang disebabkan oleh infeksi parasit Plasmodium. Kelima-lima parasit Plasmodium yang bisa menginfeksi manusia terdistribusi di tempat geografis yang berbeda. (1992).1. infeksi oleh P. Plasmodium falciparum paling sering ditemui di Afrika Sub-Sahara dan Melanesia. Spesies Plasmodium yang kelima ini dikenali sebagai Plasmodium knowlesi (Marano & Freedman.ovale . Amerika Selatan. falciparum . vivax bertanggungjawab malaria di seluruh dunia. dan Plasmodium falciparum. serta terdapat koeksistensi manusia dan nyamuk Anopheles sp. 2009). Malaria berkembang melalui dua fase: sebuah exoerythrocytic dan fase erythrocytic. betina yang telah terinfeksi dengan parasit tersebut (Parmet S. Plasmodium vivax. 2007). Timur Tengah. P. Berdasarkan Chew S.G. Walaupun begitu. yaitu melebihi isotherm 16°C. knowesi . Fase exoerythrocytic melibatkan infeksi pada sistem hati. Plasmodium ini ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles sp. Plasmodium ovale. R. studi terbaru telah menemukan suatu spesies Plasmodium baru yang bisa menginfeksi manusia.K. Plasmodium Ovale ditemui hampir secara eksklusif di Afrika Barat. 2.

Setelah di hati. faktor biologi. Berdasarkan pendekatan teori Blum. faktor lingkungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya malaria serebral Faktor perilaku Faktor lingkungan Faktor biologi Faktor pelayanan kesehatan • Kurang kesadaran untuk berobat dini • Keterlambatan dalam • Lingkungan • Riwayat • Kurangnya pengetahuan petugas kesehatan • Kurangnya sarana dan prasarana kesehatan yang memadai • Keterlambatan dalam diagnosis dan dan terapi • Kurangnya dengan sanitasi kurang baik  vektor nyamuk Anophles sp • keluarga dengan malaria • Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyebab terjadinya penyakit cara mencegahnya serta awal penyakit gejala dari berobat atau mendatangi pusat pelayanan kesehatan • Tidak melakukan pemeriksaan rutin kesehatan program pencegahan dan program yang adekuat dalam skrining awal penyakit . dan faktor pelayanan kesehatan. sporozoit dalam air liur nyamuk memasuki aliran darah dan bermigrasi ke hati . faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya malaria serebral dapat dibedakan menjadi empat faktor. Tabel. yaitu: faktor perilaku. Ketika nyamuk yang terinfeksi menembus kulit seseorang untuk mengambil makan darah. atau sel darah merah.Setelah pecahnya sel tuan rumah mereka melarikan diri ke dalam darah dan menginfeksi sel-sel darah merah .erythrocytic melibatkan infeksi pada eritrosit. organisme ini membelah diri untuk menghasilkan ribuan merozoit .

6. Memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk menjadi Tenaga Pembantu Pengobatan (TPP). Rencana Program Kegiatan Pilihan program pengendalian malaria sebagai komplikasi malaria serebral antara lain: a.Dengan demikian. b. Malaria serebral merupakan suatu komplikasi yang amat serius disebabkan oleh P.falciparum. 5. .3. Meningkatkan pengetahuan petugas kesehatan mengenai malaria khususnya sebagai komplikasi malaria serebral. atau film yang berisi tentang program pengendalian malaria. Faktor Yang Paling Berperan Faktor yang sangat berperan mempengaruhi terjadinya malaria serebral adalah faktor pelayanan kesehatan. perlu dilakukan suatu upaya yang dapat menyelesaikan akar permasalahan tersebut dengan perencanaan program pengendalian malaria dengan tujuan memutus mata rantai penularan penyakit sehingga terjadi penurunan angka kejadian malaria serebral. Membuat brosur. Akar Masalah Utama Kurangnya program pemberantasan nyamuk merupakan masalah utama dari faktor pelayanan kesehatan. Hal ini dihubungkan dengan penyebab dari malaria serebral berawal dari gigitan nyamuk. Akar-Akar Permasalahan Kurangnya program pemberantasan nyamuk sebagai penyebab malaria.falciparum yang ditularkan oleh nyamuk. Penyakit ini melibatkan system saraf pusat yang menemukan sumbatan kapiler-kapiler darah otak oleh eritrosit-eritrosit yang mengandung P. poster. 4. stiker. c. TPP dapat berasal dari pekerja kesehatan masyarakat (kader).

. dan ketua rukun tetangga yang bekerja di bawah pengawasan Puskesmas. Melakukan pengobatan massal dengan tujuan memutus mata rantai penularan malaria. memberikan penyuluhan di daerah mereka.para pemuka agama. TPP bertanggung jawab untuk pendataan penderita. . Dari program kerja di atas. dan mendidik anggota masyarakat yang lain. distribusi obat. alternatif terbaik dalam mengatasi kasus malaria serebral adalah dengan melakukan pengobatan massal dengan tujuan memutus mata rantai penularan nyamuk sehingga terjadi penurunan kejadian malaria serebral. mengawasi efek samping. d. guru.