UNGGAH UNGGUH Unggah ungguh, tata krama, sopan santun atau etiket adalah kata yang berbeda tetapi

mempunyai arti yang sama, yaitu aturan-aturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis dan sudah menjadi adat istiadat yang harus kita patuhi, jalani dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Apabila kita tidak menjalankannya maka kita akan dianggap orang yang aneh, berbeda atau tidak aturan. Dalam budaya Jawa khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta yang sejak berdirinya adalah daerah kerajaan sampai saat ini, maka tata krama atau unggah ungguh sudah ada sejak dahulu kala dan selalu diajarkan secara turun temurun oleh kakek nenek buyut kita atau bahkan nenek moyang kita yang selalu kita dengar ceritanya sejak kecil sampai saat ini. Contoh yang masih jelas dan harus selalu ditaati sampai saat ini adalah di makam raja-raja Imogiri. Jika kita ziarah kemakam tersebut maka wajib mengenakan pakaian adat jawa yaitu berkain dan surjan peranakan, jika kita tidak memakai baju tersebut maka kita akan dianggap melanggar tata krama atau sopan santun adat istiadat di makam tersebut dan jangan harap peziarah tersebut diperbolehkan melanjutkan ziarahnya. Dalam era modern seperti sekarang ini masih banyak etiket atau tata krama yang harus kita pegang dan junjung tinggi karena memang mengandung nilai-nilai luhur yang sangat sulit untuk dihilangkan. Tata krama itu ada dalam kehidupan kita sehari-hari baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, tetangga, lebih-lebih lingkungan kerja atau bisnis. Setiap langkah kehidupan kita selalu ada tata krama nya, misal dalam lingkungan keluarga jika kita akan pergi sejak kecil kita dididik untuk pamit kepada orang tua atau yang ada dirumah, jika bertamu wajib kulo nuwun dan saat pulang wajib

Salam adalah sapaan yang paling awal kita ucapkan kalau kita bertemu dengan seseorang misal : Assalamu¶alakum.pamit kepada tuan rumah. Tolong adalah suatu ucapan bahwa kita meminta tolong . Ucapan Maaf harus kita sampaikan jika kita terpaksa harus mengganggu seseorang. Dalam kehidupan sehar-hari kita harus membiasakan dengan unggah ungguh yang sangat sederhana yaitu selalu mengucapkan SaToMaTe atau Salam Tolong Maaf dan Terima kasih. misal jika kita menanyakan alamat kepada seseorang dijalan maka akan terasa lebih sopan dan menghargai bila kita bertanya dengan didahului ucapan : Maaf Bapak/Ibu saya terpaksa mengganggu. maka saya wajib mengantarkan sampai di rumah dan bertemu dengan orang tua atau keluarganya dan menyerahkan kepada kepada mereka. siang atau malam. jabat tangan dan yang tidak kalah penting adalah senyum yang tulus. dengan ucapan seperti itu saya yakin orang yang ditanya akan menjawab dengan ramah dan akan menunjukkan alamat yang kita cari jika mereka mengetahuinya.. sehingga secara tidak langsung saya juga mengenal keluarga dari teman yang saya kunjungi. Hallo. Demikian juga saat mengantar teman wanita dari suatu kegiatan lebih-lebih jika sampai malam hari. Selamat Pagi. Apa kabar dan biasanya disertai dengan anggukan kepala. Tetapi jika kita bertanya dengan tidak sopan maka kita masih beruntung jika mereka mau menjawab dan yang paling sering mereka akan membuang muka atau bahkan menunjukkan arah yang salah dengan sikap yang tidak sopan pula. Saat kecil saya selalu dididik untuk berpamit juga kepada orang tua atau keluarga yang saya datangi. dalam hal ini akan terasa kebenaran dari pepatah ³datang tampak muka pergi tampak punggung´. apakah Bapak/Ibu mengetahui alamat yang saya cari ini.

.kepada seseorang bahwa kita menghargainya dan tidak memerintah dengan kasar. sampaikan kalau saya kesini dan ada perlu dengannya jika nanti dia pulang tolong menghubungi saya. Nah lho bukanya ditolong malah disumpahin. cepat pergi. maka orangtua teman kita tentu dengan senang hati akan menyampaikan pesan kita kepada anaknya dan akan berbeda sikapnya jika kita berkata : Bilang sama anakmu aku kesini dan suruh dia bertemu denganku. wong tidak ada terima kasihnya´. Hal ini terbukti saat kita bertemu lagi dengannya maka kita akan terasa berat untuk kembali memberikan uang kepadanya karena hati kita berbicara ³kenapa saya beri lagi. saya yakin dan percaya bahwa Tuhan tidak akan akan memberikan rejeki yang berlebih kepadanya karena yang bersangkutan tidak pernah bersyukur atas karunianya. Jika kita kerumah teman dan tidak bertemu yang bersangkutan tetapi hanya ditemui orang tuanya maka akan terasa beradabnya kita jika kita menyampaikan ucapan : Bapak/Ibu bisakah saya minta tolong untuk titip pesan untuk ««. Apa akibatnya bagi pengemis tersebut. kenapa ? karena kita tidak mau menghargai orang lain. Misal : Pada saat rapat suasan tidak tenang maka pemimpin rapat dapat mengatakan Tolong saat ini jangan bicara sendiri-sendiri karena kita sedang membahas hal-hal yang sangat penting. Sri Sultan saat bertemu Paskibraka 2004 mengatakan bahwa pengemis pun tidak mau mengucapkan terima kasih saat kita memberi sedekah berupa uang kepada mereka. karena ucapan terima kasih harus keluar dari hati nurani kita yang paling dalam sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan maupun orang yang telah menolong atau membantu kita. Terima kasih adalah ucapan terakhir yang paling sering kita lupakan bahkan sering tidak mau kita ucapkan. maka orang tua teman kita dalam hati akan berkata : Dasar anak gemblung tidak tahu sopan santun cari saja sendiri.

akan tetapi apa yang saya sampaikan diatas mudah-mudahan dapat membuka kembali ingatan kita agar kita se .Unggah ungguh tidak akan habis kita kupas dalam satu atau dua lembar kertas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful