http://labkesehatan.blogspot.com/2010/02/urinalisis-1.

html Urinalisis 1 Posted by Riswanto on Monday, February 15, 2010 Labels: Tes Urine Urinalisis adalah tes yang dilakukan pada sampel urin pasien untuk tujuan diagnosis infeksi saluran kemih, batu ginjal, skrining dan evaluasi berbagai jenis penyakit ginjal, memantau perkembangan penyakit seperti diabetes melitus dan tekanan darah tinggi (hipertensi), dan skrining terhadap status kesehatan umum.

SPESIMEN Urinalisis yang akurat dipengaruhi oleh spesimen yang berkualitas. Sekresi vagina, perineum dan uretra pada wanita, dan kontaminan uretra pada pria dapat mengurangi mutu temuan laboratorium. Mukus, protein, sel, epitel, dan mikroorganisme masuk ke dalam sistem urine dari uretra dan jaringan sekitarnya. Oleh karena itu pasien perlu diberitahu agar membuang beberapa millimeter pertama urine sebelum mulai menampung urine. Pasien perlu membersihkan daerah genital sebelum berkemih. Wanita yang sedang haid harus memasukkan tampon yang bersih sebelum menampung specimen. Kadang-kadang diperlukan kateterisasi untuk memperoleh spesimen yang tidak tercemar. Meskipun urine yang diambil secara acak (random) atau urine sewaktu cukup bagus untuk pemeriksaan, namun urine pertama pagi hari adalah yang paling bagus. Urine satu malam mencerminkan periode tanpa asupan cairan yang lama, sehingga unsure-unsur yang terbentuk mengalami pemekatan. Gunakan wadah yang bersih untuk menampung spesimen urin. Hindari sinar matahari langsung pada waktu menangani spesimen urin. Jangan gunakan urin yang mengandung antiseptik. Lakukan pemeriksaan dalam waktu satu jam setelah buang air kecil. Penundaan pemeriksaan terhadap spesimen urine harus dihindari karena dapat mengurangi validitas hasil. Analisis harus dilakukan selambat-lambatnya 4 jam setelah pengambilan spesimen. Dampak dari penundaan pemeriksan antara lain : unsur-unsur berbentuk dalam sedimen mulai mengalami kerusakan dalam 2 jam, urat dan fosfat yang semula larut dapat mengendap sehingga mengaburkan pemeriksaan mikroskopik elemen lain, bilirubin dan urobilinogen dapat

mengalami oksidasi bila terpajan sinar matahari, bakteri berkembangbiak dan dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan mikrobiologik dan pH, glukosa mungkin turun, dan badan keton, jika ada, akan menguap.

PEMERIKSAAN MAKROSKOPIK Urinalisis dimulai dengan mengamati penampakan makroskopik : warna dan kekeruhan. Urine normal yang baru dikeluarkan tampak jernih sampai sedikit berkabut dan berwarna kuning oleh pigmen urokrom dan urobilin. Intensitas warna sesuai dengan konsentrasi urine; urine encer hampir tidak berwarna, urine pekat berwarna kuning tua atau sawo matang. Kekeruhan biasanya terjadi karena kristalisasi atau pengendapan urat (dalam urine asam) atau fosfat (dalam urine basa). Kekeruhan juga bisa disebabkan oleh bahan selular berlebihan atau protein dalam urin. Volume urine normal adalah 750-2.000 ml/24hr. Pengukuran volume ini pada pengambilan acak (random) tidak relevan. Karena itu pengukuran volume harus dilakukan secara berjangka selama 24 jam untuk memperoleh hasil yang akurat. Kelainan pada warna, kejernihan, dan kekeruhan dapat mengindikasikan kemungkinan adanya infeksi, dehidrasi, darah di urin (hematuria), penyakit hati, kerusakan otot atau eritrosit dalam tubuh. Obat-obatan tertentu juga dapat mengubah warna urin. Kencing berbusa sangat mungkin mewakili jumlah besar protein dalam urin (proteinuria). Beberapa keadaan yang menyebabkan warna urine adalah :

Merah : Penyebab patologik : hemoglobin, mioglobin, porfobilinogen, porfirin. Penyebab nonpatologik : banyak macam obat dan zat warna, bit, rhubab (kelembak), senna.

Oranye : Penyebab patologik : pigmen empedu. Penyebab nonpatologik : obat untuk infeksi saliran kemih (piridium), obat lain termasuk fenotiazin.

Kuning : Penyebab patologik : urine yang sangat pekat, bilirubin, urobilin. Penyebab nonpatologik : wotel, fenasetin, cascara, nitrofurantoin.

Hijau : Penyebab patologik : biliverdin, bakteri (terutama Pseudomonas). Penyebab nonpatologik : preparat vitamin, obat psikoaktif, diuretik.

• •

Biru : tidak ada penyebab patologik. Pengaruh obat : diuretik, nitrofuran. Coklat : Penyebab patologik : hematin asam, mioglobin, pigmen empedu. Pengaruh obat : levodopa, nitrofuran, beberapa obat sulfa.

Hitam atau hitam kecoklatan : Penyebab patologik : melanin, asam homogentisat, indikans, urobilinogen, methemoglobin. Pengaruh obat : levodopa, cascara, kompleks besi, fenol.

ANALISIS DIPSTICK

Dipstick adalah strip reagen berupa strip plastik tipis yang ditempeli kertas seluloid yang mengandung bahan kimia tertentu sesuai jenis parameter yang akan diperiksa. Urine Dip merupakan analisis kimia cepat untuk mendiagnosa berbagai penyakit. Uji kimia yang tersedia pada reagen strip umumnya adalah : glukosa, protein, bilirubin, urobilinogen, pH, berat jenis, darah, keton, nitrit, dan leukosit esterase.

Prosedur Tes

Ambil hanya sebanyak strip yang diperlukan dari wadah dan segera tutup wadah. Celupkan strip reagen sepenuhnya ke dalam urin selama dua detik. Hilangkan kelebihan urine dengan menyentuhkan strip di tepi wadah spesimen atau dengan meletakkan strip di atas secarik kertas tisu. Perubahan warna diinterpretasikan dengan

1% dari glukosa normal disaring oleh glomerulus muncul dalam urin (kurang dari 130 mg/24 jam). atau jika pencahayaan kurang. . Normal ekskresi protein urine biasanya tidak melebihi 150 mg/24 jam atau 10 mg/dl dalam setiap satu spesimen. Untuk pengukuran glukosa urine. stres atau diet yang tidak seimbang dengan daging dapat menyebabkan protein dalam jumlah yang signifikan muncul dalam urin. Pembacaan dipstick dengan instrument otomatis lebih dianjurkan untuk memperkecil kesalahan dalam pembacaan secara visual. Setiap strip harus diamati sebelum digunakan untuk memastikan bahwa tidak ada perubahan warna. glukosuria dapat terjadi tidak sejalan dengan peningkatan kadar glukosa dalam darah. Perhatikan waktu reaksi untuk setiap item. Hasil pembacaan mungkin tidak akurat jika membaca terlalu cepat atau terlalu lambat. dan uap kimia. Namun. Oleh karena itu harus diperhatikan cara kerja dan batas waktu pembacaan seperti yang tertera dalam leaflet. Glukosuria umumnya berarti diabetes mellitus. Lebih dari 10 mg/ml didefinisikan sebagai proteinuria. Glukosuria (kelebihan gula dalam urin) terjadi karena nilai ambang ginjal terlampaui atau daya reabsorbsi tubulus yang menurun. peroksidase (POD) dan zat warna. Pra-menstruasi dan mandi air panas juga dapat menyebabkan jumlah protein tinggi. reagen strip diberi enzim glukosa oksidase (GOD). hanya sebagian kecil protein plasma disaring di glomerulus yang diserap oleh tubulus ginjal.membandingkannya dengan skala warna rujukan. agar terlindung dari kelembaban. botol/wadah harus segera ditutup kembali dengan rapat. Setiap habis mengambil 1 batang reagen strip. sinar. Sejumlah kecil protein dapat dideteksi dari individu sehat karena perubahan fisiologis. Pemakaian reagen strip haruslah dilakukan secara hati-hati. oleh karena itu glukosuria tidak selalu dapat dipakai untuk menunjang diagnosis diabetes mellitus. yang biasanya ditempel pada botol/wadah reagen strip. Glukosa Kurang dari 0. Protein Biasanya. Selama olah raga.

di sini urobilinogen diproses ulang menjadi empedu. Urobilinogen urine menurun dijumpai pada ikterik obstruktif. obstruksi usus. penyakit jantung dengan bendungan kronik. toksik hepar). mononukleosis infeksiosa. kerusakan parenkim hepar (toksik hepar. hepatitis infeksiosa. . ikterus obstruktif. tempat bakteri dalam usus mengubah bilirubin menjadi urobilinogen. keganasan hepar).Protein terdiri atas fraksi albumin dan globulin. Urobilinogen meninggi dijumpai pada : destruksi hemoglobin berlebihan (ikterik hemolitika atau anemia hemolitik oleh sebab apapun). Dipsticks mendeteksi protein dengan indikator warna Bromphenol biru. Bilirubinuria dijumpai pada ikterus parenkimatosa (hepatitis infeksiosa. sirosis hepar. Urobilinogen Empedu yang sebagian besar dibentuk dari bilirubin terkonjugasi mencapai area duodenum. Peningkatan ekskresi urobilinogen dalam urine terjadi bila fungsi sel hepar menurun atau terdapat kelebihan urobilinogen dalam saluran gastrointestinal yang melebehi batas kemampuan hepar untuk melakukan rekskresi. dan kira-kira sejumlah 1% diekskresikan ke dalam urine oleh ginjal. yang sensitif terhadap albumin tetapi kurang sensitif terhadap globulin. Sedangkan peningkatan ekskresi globulin dengan berat molekul rendah merupakan petanda yang sensitif untuk beberapa tipe penyakit tubulointerstitiel. karena tidak terkait dengan albumin. CHF disertai ikterik. anemia sel sabit. Bilirubin Bilirubin yang dapat dijumpai dalam urine adalah bilirubin direk (terkonjugasi). sehingga mudah difiltrasi oleh glomerulus dan diekskresikan ke dalam urine bila kadar dalam darah meningkat. sejumlah besar kembali ke hati melalui aliran darah. diabetes mellitus. dan hipertensi. kanker hati (sekunder). Peningkatan ekskresi albumin merupakan petanda yang sensitif untuk penyakit ginjal kronik yang disebabkan karena penyakit glomeruler. protein Bence-Jones. Sebagian besar urobilinogen berkurang di faeses. dan mukoprotein.

0. Berikut ini adalah keadaan-keadaan yang dapat mempengaruhi pH urine : • pH basa : setelah makan. pH kemih dapat berkisar dari 4. SG) . dipengaruhi oleh konsumsi makanan. • pH asam : ketosis (diabetes. kelaparan. Urine pagi hari (bangun tidur) adalah yang lebih asam. Keasaman (pH) Filtrat glomerular plasma darah biasanya diasamkan oleh tubulus ginjal dan saluran pengumpul dari pH 7. pH bervariasi sepanjang hari. terapi alkalinisasi. pH urine yang basa sepanjang hari kemungkinan oleh adanya infeksi. Urine basa dapat memberi hasil negatif atau tidak memadai terhadap albuminuria dan unsure-unsur mikroskopik sedimen urine. Namun. terapi pengasaman. alkalosis sistemik. tergantung pada status asambasa. Hasil positif juga dapat diperoleh setelah olahraga atau minum atau dapat disebabkan oleh kelelahan atau sembelit. Berat Jenis (Specific Gravity. seperti eritrosit. spesimen basi. kolelitiasis.4 menjadi sekitar 6 di final urin.5 – 8. Obatobatan tertentu dan penyakit gangguan keseimbangan asam-basa jug adapt mempengaruhi pH urine. Urine dengan pH yang selalu asam dapat menyebabkan terjadinya batu asam urat. lalu menurun dan menjadi kurang basa menjelang makan berikutnya. Urine yang diperiksa haruslah segar. asidosis tubulus ginjal. vegetarian. maka pH akan berubah menjadi basa. penyakit inflamasi yang parah. asidosis sistemik (kecuali pada gangguan fungsi tubulus. sebab bila disimpan terlalu lama. silinder yang akan mengalami lisis.kanker pankreas. penyakit hati yang parah (jumlah empedu yang dihasilkan hanya sedikit). bersifat basa setelah makan. Orang yang sehat dapat mengeluarkan sejumlah kecil urobilinogen. asidosis respiratorik atau metabolic memicu pengasaman urine dan meningkatkan ekskresi NH4+). penyakit demam pada anak). infeksi saluran kemih (Proteus atau Pseudomonas menguraikan urea menjadi CO2 dan ammonia). diare yang berat.

004 untuk setiap 1% glukosa untuk menentukan konsentrasi zat terlarut nonglukosa. Hemoglobinuria sejati terjadi bila hemoglobin bebas dalam urine yang disebabkan karena danya hemolisis intravaskuler.015 – 1.018. urine didiamkan lama dalam suhu kamar. Hal ini memungkinkan hasil tidak sesuai dengan metode mikroskopik sedimen urine. Nilai rujukan untuk urine pagi adalah 1. sedangkan dengan pembatasan minum selama 12 jam nilai normal > 1. Kurangi 0. dan selama 24 jam bisa mencapai ≥1. Nokturia dengan ekskresi urine malam > 500 ml dan BJ kurang dari 1.035 pada sampel acak harus dianggap wajar jika fungsi ginjal normal. Mioglobinuria terjadi bila mioglobin dilepaskan ke dalam pembuluh darah akibat kerusakan otot. BJ urine yang rendah persisten menunjukkan gangguan fungsi reabsorbsi tubulus. Spesifik gravitasi antara 1. Hemolisis dalam urine juga dapat terjadi karena urine encer. pH alkalis. Darah (Blood) Pemeriksaan dengan carik celup akan memberi hasil positif baik untuk hematuria. seperti otot jantung.005 dan 1.026. konvulsi. Defek fungsi dini yang tampak pada kerusakan tubulus adalah kehilangan kemampuan untuk memekatkan urine.025. Eritrosit yang utuh dipecah menjadi hemoglobin dengan adanya aktivitas peroksidase. maupun mioglobinuria.Berat jenis (yang berbanding lurus dengan osmolalitas urin yang mengukur konsentrasi zat terlarut) mengukur kepadatan air seni serta dipakai untuk menilai kemampuan ginjal untuk memekatkan dan mengencerkan urin. juga sebagai akibat dari olah raga berlebihan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi temuan laboratorium : . hemoglobinuria. atau mungkin pasien baru-baru ini menerima pewarna radiopaque kepadatan tinggi secara intravena untuk studi radiografi. otot skeletal. atau larutan dekstran dengan berat molekul rendah. Prinsip tes carik celup ialah mendeteksi hemoglobin dengan pemakaian substrat peroksidase serta aseptor oksigen. kadar glukosa sangat tinggi. Mioglobin memiliki berat molekul kecil sehingga mudah difiltrasi oleh glomerulus dan diekskresi ke dalam urine.022.

Citrobacter. Enterobakter. tidak seimbangnya diet tinggi lemak dengan rendah karbohidrat). sehingga tubuh mengambil kekurangan energi dari lemak atau protein. akan mereduksi nitrat menjadi nitrit. enzim bakteri telah mereduksi nitrat menjadi nitrit. protein konsentrasi tinggi. Urine dari wanita yang sedang menstruasi dapat memberikan hasil positif. Disamping itu. Hal ini terjadi bila urine telah berada dalam kandung kemih minimal 4 jam. Keton Badan keton (aseton. diabetes). Asam aseotasetat dan asam βhidroksibutirat merupakan bahan bakar respirasi normal dan sumber energi penting terutama untuk otot jantung dan korteks ginjal. Apabila kapasitas jaringan untuk menggunakan keton sudah mencukupi maka akan diekskresi ke dalam urine.• Hasil positif palsu dapat terjadi bila urine tercemar deterjen yang mengandung hipoklorid atau peroksida. gangguan absorbsi karbohidrat (kelainan gastrointestinal). asam aseotasetat. yang kemudian jika terdapat bakteri dalam jumlah yang signifikan dalam urin (Escherichia coli. dan asam β-hidroksibutirat) diproduksi untuk menghasilkan energi saat karbohidrat tidak dapat digunakan. Klebsiella. gangguan metabolisme karbohidrat (mis. Hasil negative bukan berarti pasti tidak terdapat bakteriuria sebab tidak semua jenis bakteri dapat membentuk nitrit. maka terjadi ketonemia. febris. nitrit konsentrasi tinggi. atau urine memang tidak mengandung nitrat. Proteus) yang megandung enzim reduktase. pada keadaan tertentu. Benda keton yang dijumpai di urine terutama adalah aseton dan asam asetoasetat. atau berat jenis sangat tinggi. atau urine berada dalam kandung kemih kurang dari 4 jam. dan apabila kemampuan ginjal untuk mengekskresi keton telah melampaui batas. namun kemudian nitrit berubah . Nitrit Di dalam urine orang normal terdapat nitrat sebagai hasil metabolisme protein. bila terdapat bakteriuria yang mengandung peroksidase. pengawet formaldehid. • Hasil negatif palsu dapat terjadi bila urine mengandung vitamin C dosis tinggi. Ketonuria disebabkan oleh kurangnya intake karbohidrat (kelaparan.

Limfosit tidak memiliki memiliki aktivitas esterase sehingga tidak akan memberikan hasil positif. tetrasiklin. 2010 Labels: Tes Urine Pemeriksaan mikroskopik diperlukan untuk mengamati sel dan benda berbentuk partikel lainnya. pengaruh obat (fenazopiridin). urine tidak dalam kandung kemih selama 4-6 jam. kadar asam oksalat tinggi. Faktor yang dapat mempengaruhi temuan laboratorium : • Hasil positif palsu karena metabolisme bakteri in vitro apabila pemeriksaan tertunda. Temuan laboratorium negatif palsu dapat terjadi bila kadar glukosa urine tinggi (>500mg/dl). cephalothin. Hal ini memungkinkan hasil mikroskopik tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan carik celup. kadar asam askorbat tinggi. sebab penundaan pemeriksaan akan mengakibatkan perkembang biakan bakteri di luar saluran kemih. February 27. Hasil tes lekosit esterase positif mengindikasikan kehadiran sel-sel lekosit (granulosit). baik secara utuh atau sebagai sel yang lisis.menjadi nitrogen. Banyak macam unsur mikroskopik dapat ditemukan baik yang ada kaitannya dengan . berat jenis urine tinggi. terapi antibiotik mengubah metabolisme bakteri. yang juga dapat menghasilkan nitrit. organism penginfeksi mungkin tidak mereduksi nitrat. Hasil negatif palsu terjadi karena diet vegetarian menghasilkan nitrat dalam jumlah cukup banyak. atau berat jenis urine tinggi. Urine basi dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan Urinalisis 2 (Analisis Mikroskopik) Posted by Riswanto on Saturday. • Lekosit esterase Lekosit netrofil mensekresi esterase yang dapat dideteksi secara kimiawi. dan urine mengandung cephaloxin. Temuan positif palsu pada penggunaan pengawet formaldehid. urine merah oleh sebab apapun. protein urine tinggi (>300mg/dl). Spesimen terbaik untuk pemeriksaan nitrit adalah urine pagi dan diperiksa dalam keadaan segar.

pemeriksaan dilakukan dengan kekuatan tinggi menggunakan lensa obyektif 40X. siap untuk diperiksa.2-0. bakteri.infeksi (bakteri. disebut lapang pandang kuat (LPK) atau high power field (HPF) untuk mengidentifikasi sel (eritrosit. Jika hendak dicat dengan dengan pewarna Stenheimer-Malbin. unsur-unsur mikroskopik yang sukar terlihat pada sediaan natif dapat terlihat jelas. disfungsi endotel dan gagal ginjal. PROSEDUR Sampel urin dihomogenkan dulu kemudian dipindahkan ke dalam tabung pemusing sebanyak 10 ml. Karena jumlah elemen yang ditemukan dalam setiap bidang dapat berbeda dari satu bidang ke bidang lainnya. Berbagai jenis sel yang biasanya digambarkan sebagai jumlah tiap jenis ditemukan per rata-rata lapang pandang kuat. Dengan pewarnaan ini. Jika identifikasi silinder atau kristal belum jelas. Cara melaporkan hasil adalah sebagai berikut : . pengamatan dengan lapang pandang kuat juga dapat dilakukan. Selanjutnya dipusingkan dengan kecepatan relatif rendah (sekitar 1500 . Endapan pertama kali diperiksa di bawah mikroskop dengan perbesaran rendah menggunakan lensa obyektif 10X. Selanjutnya. virus) maupun yang bukan karena infeksi misalnya perdarahan.5 ml. Metode pemeriksaan mikroskopik sedimen urine lebih dianjurkan untuk dikerjakan dengan pengecatan Stenheimer-Malbin. lekosit. beberapa bidang dirata-rata. epitel). ragi.2000 rpm) selama 5 menit. kemudian dikocok dan dituang ke obyek glass dan ditutup dengan coverglass. Tabung dibalik dengan cepat (decanting) untuk membuang supernatant sehingga tersisa endapan kira-kira 0. Endapan diteteskan ke gelas obyek dan ditutup dengan coverglass. filamen lendir. tetesi endapan dengan 1-2 tetes cat tersebut. Trichomonas. Jumlah silinder biasanya dilaporkan sebagai jumlah tiap jenis yang ditemukan per lapang pandang lemah. disebut lapang pandang lemah (LPL) atau low power field (LPF) untuk mengidentifikasi benda-benda besar seperti silinder dan kristal. sel sperma.

Dinyatakan hematuria mikroskopik jika dalam urin ditemukan lebih dari 5 eritrosit/LPK. Hematuria persisten banyak dijumpai pada perdarahan glomerulus ginjal. Secara teoritis. dan ginjal polikistik. nefrotoksin. Eritrosit Eritrosit dalam air seni dapat berasal dari bagian manapun dari saluran kemih. namun dalam urine normal dapat ditemukan 0 – 3 sel/LPK.020. ++ dan +++ sudah dinyatakan abnormal. berulang atau sementara dan berasal dari sepanjang ginjal-saluran kemih. eritrosit . dll. infeksi saluran kemih atas dan bawah.010-1. Hematuria adalah adanya peningkatan jumlah eritrosit dalam urin karena: kerusakan glomerular. mengecil. nekrosis tubular akut. Eritrosit dapat terlihat berbentuk normal.Dilaporkan Eritrosit/LPK Leukosit/LPK Silinder/Kristal/LPL Keterangan : Normal 0-3 0-4 0-1 + 4-8 5-20 1-5 ++ 8-30 20-50 5-10 +++ lebih dari 30 lebih dari 50 10-30 ++++ penuh penuh lebih dari 30 Khusus untuk kristal Ca-oxallate : + masih dinyatakan normal. infeksi. membengkak. Hematuria mikroskopik sering dijumpai pada nefropati diabetik. Darah yang dapat terlihat jelas secara visual menunjukkan perdarahan berasal dari saluran kemih bagian bawah. harusnya tidak dapat ditemukan adanya eritrosit. sedangkan hematuria mikroskopik lebih bermakna untuk kerusakan glomerulus. infark ginjal. tumor yang mengikis saluran kemih. hipertensi. Spesimen segar dengan berat jenis 1. Hematuria dibedakan menjadi hematuria makroskopik (gross hematuria) dan hematuria mikroskopik. inflamasi. shadow atau ghost cells dengan mikroskop cahaya. krenasi. batu saluran kemih. Hematuria mikroskopik dapat terjadi persisten. trauma ginjal.

Lekosit hingga 4 atau 5 per LPK umumnya masih dianggap normal. pielonefritis. berinti. berukuran kira-kira 1. Eritrosit dismorfik tampak pada ukuran yang heterogen. stress. Pada kondisi berat jenis urin rendah. Leukosit Lekosit berbentuk bulat. granuler. Leukosituria juga dapat dijumpai pada febris. PMN). Lekosit dalam urine umumnya adalah neutrofil (polymorphonuclear. Lekosit dapat berasal dari bagian manapun dari saluran kemih. hipokromik. leukemia tanpa adanya infeksi atau inflamasi.berbentuk cakram normal. atau glomerulonefritis akut. sistitis.5 – 2 kali eritrosit. Eritrosit dismorfik memiliki bentuk aneh akibat terdistorsi saat melalui struktur glomerulus yang abnormal. Eritrosit tampak bengkak dan hampir tidak berwarna pada urin yang encer. kadang-kadang eritrosit tampak seperti ragi. dehidrasi. tampak mengkerut (crenated) pada urine yang pekat. Adanya eritrosit dismorfik dalam urin menunjukkan penyakit glomerular seperti glomerulonefritis. leukosit dapat ditemukan dalam bentuk sel Glitter merupakan lekosit PMN yang menunjukkan gerakan Brown butiran dalam sitoplasma. dan tampak mengecil sekali dalam urine yang alkali. Peningkatan jumlah lekosit dalam urine (leukosituria atau piuria) umumnya menunjukkan adanya infeksi saluran kemih baik bagian atas atau bawah. . karena kecepatan ekskresi leukosit meningkat yang mungkin disebabkan karena adanya perubahan permeabilitas membran glomerulus atau perubahan motilitas leukosit. Selain itu. terdistorsi dan sering tampak gumpalan-gumpalan kecil tidak beraturan tersebar di membran sel.

penolakan transplnatasi ginjal. nekrosis tubuler akut. bergranula dan biasanya terbawa ke urin dalam jumlah kecil. lebih besar dari leukosit. diabetes mellitus lanjut. kerusakan sel epitel tubulus yang berat karena keracunan etilen glikol.Oval fat bodies dapat dijumpai pada sindrom nefrotik. Lekosit dalam urine juga dapat merupakan suatu kontaminan dari saluran urogenital. sel-sel seperti ini disebut oval fat bodies / renal tubular fat / renal tubular fat bodies. seperti pada nefritis. infeksi virus pada ginjal. pada sindrom nefrotik dan dalam kondisi yang mengarah ke degenerasi saluran kemih. oval fat bodies juga dapat berupa makrofag atau hisiosit. keracunan salisilat. • Sel epitel tubulus dapat terisi oleh banyak tetesan lemak yang berada dalam lumen tubulus (lipoprotein yang menembus glomerulus). Oval fat bodiesmenunjukkan adanya disfungsi disfungsi glomerulus dengan kebocoran plasma ke dalam urin dan kematian sel epitel tubulus. atau meatus uretra eksterna pada laki-laki. Namun.Pada suasana pH alkali leukosit cenderung berkelompok. air raksa. . mengandung inti bulat atau oval besar. Sel Epitel • Sel Epitel Tubulus Sel epitel tubulus ginjal berbentuk bulat atau oval. Jumlah sel tubulus ≥ 13 / LPK atau penemuan fragmen sel tubulus dapat menunjukkan adanya penyakit ginjal yang aktif atau luka pada tubulus. jumlahnya bisa meningkat. Selain sel epitel tubulus. misalnya dari vagina dan infeksi serviks.

• Sel epitel transisional Sel epitel ini dari pelvis ginjal. kandung kemih (vesica urinaria). Sel epitel ini tipis. Mereka mungkin hadir sebagai sel tunggal atau sebagai kelompok dengan ukuran bervariasi. dan inti bulat kecil. Silinder terbentuk hanya dalam tubulus distal yang rumit atau saluran pengumpul (nefron distal). ureter. • Sel skuamosa Epitel skuamosa umumnya dalam jumlah yang lebih rendah dan berasal dari permukaan kulit atau dari luar uretra. Jenis virus yang dapat menginfeksi saluran kemih adalah Cytomegalovirus (CMV) atau Herpes simplex virus (HSV) tipe 1 maupun tipe 2. Sel epitel skuamosa adalah sel epitel terbesar yang terlihat pada spesimen urin normal. Signifikansi utama mereka adalah sebagai indikator kontaminasi. Besar kecilnya ukuran sel epitel transisional tergantung dari bagian saluran kemih yang mana dia berasal. Tubulus proksimal dan lengkung Henle bukan lokasi untuk pembentukan silinder.Sel epitel tubulus yang membesar dengan multinukleus (multinucleated giant cells) dapat dijumpai pada infeksi virus. Faktor-faktor yang mendukung pembentukan silinder adalah laju aliran yang . dan agak lebih kecil dari sel epitel skuamosa. Silinder dibagi-bagi berdasarkan gambaran morfologik dan komposisinya. datar. atau uretra. gelendong dan sering mempunyai tonjolan. Sel epitel ini berbentuk bulat atau oval. lebih besar dari sel epitel tubulus ginjal. Silinder Silinder (cast) adalah massa protein berbentuk silindris yang terbentuk di tubulus ginjal dan dibilas masuk ke dalam urine.

Semua benda berupa partikel atau sel yang terdapat dalam tubulus yang abnormal mudah melekat pada matriks protein yang lengket. Jumlah yang lebih besar dapat dikaitkan dengan proteinuria ginjal (misalnya. Silinder hialin dapat dilihat bahkan pada pasien yang sehat. overflow proteinuria seperti dalam myeloma). jernih. sisi-sisinya parallel. ekor tipis terbentuk di persimpangan lengkung Henle's dan tubulus distal yang rumit disebut silindroid (cylindroids). leukosit. Konstituen selular yang umumnya melekat pada silinder adalah eritrosit.rendah. Apabila konstituen selular mengalami disintegrasi menjadi partikel granuler atau debris. dan sel epitel tubulus. silinder tersebut dilaporkan berdasarkan konstituennya. Silinder ini homogen (tanpa struktur). dan pH rendah (asam) yang menyebabkan denaturasi dan precipitasi protein. Silinder protein dengan panjang. 2. Silinder hialin Silinder hialin atau silinder protein terutama terdiri dari mucoprotein (protein Tamm-Horsfall) yang dikeluarkan oleh sel-sel tubulus. Apabila silinder mengandung sel atau bahan lain yang cukup banyak. biasanya silinder hanya disebut sebagai silinder granular. dan ujung-ujungnya membulat. 1. baik dalam keadaan utuh atau dalam berbagai tahapan disintegrasi. Sekresi protein Tamm-Horsfall membentuk sebuah silinder hialin di saluran pengumpul. tekstur halus. Silinder Eritrosit . Sedimen urin normal mungkin berisi 0 – 1 silinder hialin per LPL. terutama mukoprotein Tamm-Horsfall. penyakit glomerular) atau ekstra-ginjal (misalnya. Mukoprotein Tamm-Horsfall adalah matriks protein yang lengket yang terdiri dari glikoprotein yang dihasilkan oleh sel epitel ginjal. volume urine yang rendah. Silinder hialin tidak selalu menunjukkan penyakit klinis. konsentrasi garam tinggi.

tetapi juga dapat ditemukan pada penyakit glomerulus (glomerulonefritis). Glitter sel (fagositik neutrofil) biasanya akan menyertai silinder lekosit. mengingat pielonefritis dapat berjalan tanpa keluhan meskipun telah merusak jaringan ginjal secara progresif. Kehadiran mereka menunjukkan peradangan pada ginjal. Penemuan silinder leukosit yang bercampur dengan bakteri mempunyai arti penting untuk pielonefritis. Adanya silinder eritrosit disertai hematuria mikroskopik memperkuat diagnosis untuk kelainan glomerulus. Silinder lekosit paling khas untuk pielonefritis akut. Silinder Leukosit Silinder lekosit atau silinder nanah. terjadi ketika leukosit masuk dalam matriks Silinder. karena silinder tersebut tidak akan terbentuk kecuali dalam ginjal. 3. Silinder Granular Silinder granular adalah silinder selular yang mengalami .Silinder eritrosit bersifat granuler dan mengandung hemoglobin dari kerusakan eritrosit. 4. Cedera glomerulus yang parah dengan kebocoran eritrosit atau kerusakan tubular yang parah menyebabkan sel-sel eritrosit melekat pada matriks protein (mukoprotein Tamm-Horsfall) dan membentuk silinder eritrosit.

Pada tahap akhir penyakit ginjal dari setiap penyebab. Yang disebut telescoped urinary sediment adalah salah satu di mana eritrosit. sedimen saluran kemih sering menjadi sangat kurang karena nefron yang masih tersisa menghasilkan urin encer. Bakteri Bakteri yang umum dalam spesimen urin karena banyaknya mikroba flora normal vagina atau meatus uretra eksternal dan karena kemampuan mereka untuk cepat berkembang biak di urine pada suhu kamar. dan segala jenis silinder yang ditemukan kurang lebih sama-sama berlimpah. kontaminasi tinja. sel-sel dapat berubah menjadi silinder granular kasar. Kemunculan mereka menunjukkan keparahan penyakit dan dilasi nefron dan karena itu terlihat pada tahap akhir penyakit ginjal kronis. oval fat bodies. menjadi silinder yang licin seperti lilin (waxy). Silinder Lilin (Waxy Cast) Silinder lilin adalah silinder tua hasil silinder granular yang mengalami perubahan degeneratif lebih lanjut. fragmentasi inti. kemudian menjadi sebuah silinder granular halus. 5. Disintegrasi sel selama transit melalui sistem saluran kemih menghasilkan perubahan membran sel. Bakteri juga dapat disebabkan oleh kontaminan dalam wadah pengumpul. kemudian menjadi butiran halus. Silinder lilin umumnya terkait dengan penyakit ginjal berat dan amiloidosis ginjal. Kondisi yang dapat menyebabkan telescoped urinary sediment adalah: 1) lupus nefritis 2) hipertensi ganas 3) diabetes glomerulosclerosis.degenerasi. Hasil disintegrasi awalnya granular kasar. dan granulasi sitoplasma. leukosit. dan akhirnya. dan 4) glomerulonefritis progresif cepat. Ketika silinder selular tetap berada di nefron untuk beberapa waktu sebelum mereka dikeluarkan ke kandung kemih. dalam urine yang dibiarkan lama (basi). atau memang dari infeksi di .

Oleh karena itu pengumpulan urine harus dilakukan dengan benar (lihat pengumpulan specimen urine) Diagnosis bakteriuria dalam kasus yang dicurigai infeksi saluran kemih memerlukan tes biakan kuman (kultur). uretra. Hitung koloni juga dapat dilakukan untuk melihat apakah jumlah bakteri yang hadir signifikan. keberadaan setiap organisme dalam spesimen kateterisasi atau suprapubik harus dianggap signifikan. membedakannya adalah bahwa ragi memiliki kecenderungan bertunas. . Namun demikian. Beberapa organisme mencerminkan kontaminasi. Paling sering adalah Candida.saluran kemih. Umumnya. yang dapat menginvasi kandung kemih. Mereka sering sulit dibedakan dari sel darah merah dan kristal amorf. Ukuran organisme ini bervariasi antara 1-2 kali diameter leukosit. Organisme ini mudah diidentifikasi dengan cepat dengan melihat adanya flagella dan pergerakannya yang tidak menentu. lebih dari 100.000 / ml dari satu organisme mencerminkan bakteriuria signifikan. atau vagina. Trichomonas vaginalis Trichomonas vaginalis adalah parasit menular seksual yang dapat berasal dari urogenital laki-laki dan perempuan. Ragi Sel-sel ragi bisa merupakan kontaminan atau infeksi jamur sejati.

yaitu terbentuknya batu ginjal-saluran kemih (lithiasis) di sepanjang ginjal – saluran kemih.Kristal Kristal yang sering dijumpai adalah kristal calcium oxallate. memungkinkan timbulnya penyakit "kencing batu". triple phosphate. asam urat. Triple Fosfat . dalam jumlah berlebih dan adanya predisposisi antara lain infeksi. Mereka dapat terjadi pada urin dari setiap pH. asparagus. 2. dll) dan keracunan ethylene glycol. menimbulkan jejas. dan penemuan kristaluria tidak harus disertai pembentukan batu. Adanya 1 – 5 ( + ) kristal Ca-oxallate per LPL masih dinyatakan normal. tak berwarna. Namun. tetapi jika dijumpai lebih dari 5 ( ++ atau +++ ) sudah dinyatakan abnormal. Pembentukan batu dapat disertai kristaluria. Kalsium Oksalat Kristal ini umum dijumpai pada spesimen urine bahkan pada pasien yang sehat. 1. Kristal ca-oxallate bervariasi dalam ukuran. dan bebentuk amplop atau halter. Kristal bervariasi dalam ukuran dari cukup besar untuk sangat kecil. kubis. dan dapat menyebabkan fragmen sel epitel terkelupas. Penemuan kristal-kristal tersebut tidak mempunyai arti klinik yang penting. Kristal dapat muncul dalam specimen urine setelah konsumsi makanan tertentu (mis. terutama pada pH yang asam.

Terbentuk pada pH asam dan . 4. Proteus vulgaris) dapat mendukung pembentukan kristal (dan urolithiasis) dengan meningkatkan pH urin dan meningkatkan amonia bebas. Infeksi saluran kemih dengan bakteri penghasil urease (mis. kecepatan metabolisme dan konsentrasi urin. Kristal terlihat berbentuk prisma empat persegi panjang seperti tutup peti mati (kadang-kadang juga bentuk daun atau bintang). penemuan kristal asam urat dalam urin sedikit memberikan nilai klinis. pembentukan mereka lebih disukai di pH netral ke basa. Kristal ini muncul dalam urin sebagai akibat dari cacat genetic atau penyakit hati yang parah. Kristal dan batu sistin dapat dijumpai pada cystinuria dan homocystinuria. 3. berbentuk belah ketupat (kadang-kadang berbentuk jarum atau mawar). banyaknya makanan. jumlahnya tergantung dari jenis makanan. Meskipun mereka dapat ditemukan dalam setiap pH. Kristal dapat muncul di urin setelah konsumsi makan tertentu (buah-buahan). Dengan pengecualian langka.Seperti halnya Ca-oxallate. dan dalam keganasan limfoma atau leukemia. Meskipun peningkatan 16% pada pasien dengan gout. triple fosfat juga dapat dijumpai bahkan pada orang yang sehat. kehadiran mereka biasanya tidak patologis atau meningkatkan konsentrasi asam urat. tak berwarna dan larut dalam asam cuka encer. Asam Urat Kristal asam urat tampak berwarna kuning ke coklat. Sistin (Cystine) Cystine berbentuk heksagonal dan tipis. tetapi lebih merupakan zat sampah metabolisme normal.

6. transparan. yang merupakan kelainan metabolisme bawaan cacat yang melibatkan reabsorpsi tubulus ginjal tertentu termasuk asam amino sistin. dengan pusat nukleus yang menyerupai. Kristal lain . tampak sebagai pelat tipis empat persegi panjang dengan satu (kadang dua) dari sudut persegi memiliki takik. Kristal ini kadang-kadang dapat keliru dengan sel-sel. tetapi diduga memiliki makna klinis seperti oval fat bodies.ketika konsentrasinya > 300mg. Kristal Kolesterol Kristal kolesterol tampak regular atau irregular . Leusin muncul-muncul berminyak bola dengan radial dan konsentris striations. Tirosin tampak sebagai jarum yang tersusun sebagai berkas atau mawar dan kuning. Kristal leucine dipandang sebagai bola kuning dengan radial konsentris. Kehadiran kristal kolesterol sangat jarang dan biasanya disertai oleh proteinuria. Lebih sering kita menemukan kristal ini bersamaan pada pasien dengan penyakit hati berat (sering terminal). Sistin crystalluria atau urolithiasis merupakan indikasi cystinuria. Kristal dari asam amino leusin dan tirosin sangat jarang terlihat di sedimen urin. 5. 7. Penyebab kehadiran kristal kolesterol tidak jelas. Sering membingungkan dengan kristal asam urat. Leusin dan Tirosin Leusin dan tirosin adalah kristal asam amino dan sering muncul bersama-sama dalam penyakit hati yang parah. Kristal ini dapat diamati pada beberapa penyakit keturunan seperti tyrosinosis dan "penyakit Maple Syrup".

• Kristal dalam urin alkali : • Amonium urat (atau biurat) : warna kuning-coklat. • Ca-fosfat : tak berwarna. bentuk batang-batang panjang. bentuk batang ireguler tumpul. tetapi jika terdapat dalam jumlah yang banyak. berkumpul. Secara umum. • • Amorf fosfat : tak berwarna. Ca-karbonat : tak berwarna. atau bulat bertanduk. tidak ada intepretasi klinis. bulat berduri. terlihat sebagai butiran. seperti : . bentuk bulat tidak teratur. halter. berkumpul membentuk roset. berkumpul membentuk rosset. bentuk butiran-butiran. bentuk bulat kecil. berkumpul. Banyak obat diekskresikan dalam urin mempunyai potensi untuk membentuk kristal.Berbagai macam jenis kristal lain yang dapat dijumpai dalam sedimen urin misalnya adalah : Kristal dalam urin asam : • Natirum urat : tak berwarna. Amorf urat : warna kuning atau coklat. mungkin dapat menimbulkan gangguan.

Uji bilirubinuria dengan reaksi diazo banyak dipakai karena lebih praktis dan lebih sensitif. Di antara dua macam uji diazo. sehingga tidak dapat diekskresikan ke dalam urin. bilirubin tidak dijumpai di urin. Celupkan stik reagen (dipstick) atau tablet Ictotest. March 9. tablet Ictotest) lebih sensitif daripada dipstick. Pembacaan dipstick dengan instrument otomatis lebih dianjurkan untuk memperkecil kesalahan dalam pembacaan secara visual. 2. . Uji Fouchet Ke dalam 12 ml urin. 1. uji tablet (mis. Bilirubin terbentuk dari penguraian hemoglobin dan ditranspor ke hati. atau uji Fouchet (Harison spot test) dengan feri klorida asam (FeCl2). 2010 Labels: Tes Urine Secara normal. Bilirubin terkonjugasi (bilirubin direk) ini larut dalam air dan diekskresikan ke dalam urin jika terjadi peningkatan kadar di serum. Tunggu 30 detik. lalu bandingkan warnanya dengan bagan warna pada botol reagen. tambahkan 3 ml barium klorida dan 3 tetes ammonium sulfat jenuh. Bilirubin tak terkonjugasi (bilirubin indirek) bersifat larut dalam lemak. Buang supernatant. tempat bilirubin berkonjugasi dan diekskresi dalam bentuk empedu.kristal Sulfadiazin dan kristal Sulfonamida Bilirubin Urin Posted by Riswanto on Tuesday. Prosedur Uji bilirubinuria dapat menggunakan reaksi diazo (dengan tablet atau dipstick). Reaksi diazo Kumpulkan spesimen urin pagi atau urin sewaktu/acak (random). Centrifuge selama 5 menit dengan kecepatan 3500 rpm.

Faktor yang Dapat Mempengaruhi Temuan Laboratorium 1. o Hasil positif palsu dapat dijumpai pada pemakaian obat yang menyebabkan urine menjadi berwarna merah (lihat pengaruh obat 2. Uji Fouchet .tambahkan 2 tetes larutan Fouchet pada endapan. kanker hati (sekunder).Reaksi negatif jika tidak tampak perubahan warna. Urin yang mengadung bilirubin yang tinggi tampak berwarna kuning pekat. dan urin harus dihindarkan dari pajanan sinar matahari (sinar ultraviolet) langsung agar bilirubin tidak teroksidasi menjadi biliverdin. ikterus obstruktif. seperti pada ikterus parenkimatosa (hepatitis infeksiosa. serta bila bilirubin teroksidasi menjadi biliverdin akibat spesimen urin terpajan sinar matahari (ultraviolet) langsung. dan jika digoncang-goncangkan akan timbul busa. asam urat tinggi. Obat-obatan yang dapat menyebabkan bilirubinuria : Fenotiazin – klorpromazin (Thorazine). Amati perubahan warna yang terjadi. Reaksi positif jika terjadi perubahan warna : hijau atau biru. kadar nitrit dalam urine meningkat.5mg/dl) Masalah Klinis Bilirubinuria (bilirubin dalam urin) mengindikasikan gangguan hati atau saluran empedu. CHF disertai ikterik. klorzoksazon (Paraflex). toksik hepar). asetofenazin (Tindal). fenazopiridin (Pyridium). Nilai Rujukan Normal : negatif (kurang dari 0. Pengujian harus dilakukan dalam waktu 1 jam. Uji dengan reaksi Diazo o Reaksi negatif palsu terjadi bila urin mengandung banyak asam askorbat (vitamin C). klorprotiksen (Taractan).

sukrosa. March 9. o Glukosa Urin Posted by Riswanto on Tuesday. serta zat warna (kromogen) seperti ortotoluidin yang akan berubah warna biru jika teroksidasi. Reaksi positif palsu oleh adanya metabolit aspirin. Prosedur Uji glukosa urin konvensional menggunakan pereaksi Benedict atas dasar sifat glukosa sebagai zat pereduksi. asam amino. salisilat kadar tinggi. Beberapa gula lain bisa menyebabkan hasil uji reduksi positif misalnya fruktosa. Reagen strip untuk glukosa dilekati dua enzim. formalin. Metode carik celup (dipstick) dinilai lebih bagus karena lebih spesifik untuk glukosa dan waktu pengujian yang amat singkat. zat-zat yang diperlukan (termasuk glukosa) diserap kembali dan zat-zat yang tidak diperlukan kembali diekskresikan ke dalam urin. Kurang dari 0. yaitu glukosa oksidase (GOD) dan peroksidase (POD). glukoronat. Zat warna lain yang digunakan adalah iodide yang akan berubah warna coklat jika teroksidasi. pentose. kalium. Glukosuria (kelebihan gula dalam urin) terjadi karena nilai ambang ginjal terlampaui (kadar glukosa darah melebihi 160-180 mg/dl atau 8.Pengaruh obat : streptomisin.1% glukosa yang disaring oleh glomerulus terdapat dalam urin (kurang dari 130 mg/24 jam). Kumpulkan spesimen acak . dsb. dan glukosa. vitamin C. klorida). Filtrat kemudian dialirkan ke tubulus ginjal untuk direabsorbsi dan diekskresikan. laktosa. dsb. elektrolit (mis. alkapton. urobilinogen. atau daya reabsorbsi tubulus yang menurun. natrium. 2010 Labels: Tes Urine Darah disaring oleh jutaan nefron. Hasil penyaringan (filtrat) berisi produk-produk limbah (mis. sebuah unit fungsional dalam ginjal. Cara ini tidak spesifik karena beberapa pereduksi lain dapat mengacaukan hasil uji.9-10 mmol/l). urobilin atau indikan. urea). Prosedur uji yang akan dijelaskan di sini adalah uji dipstick.o Reaksi negative palsu terjadi bila bilirubin teroksidasi menjadi biliverdin akibat penundaan pemeriksaan. galaktosa. Beberapa zat bukan gula yang dapat mengadakan reduksi seperti asam homogentisat.

tempat bakteri usus mengubah bilirubin menjadi urobilinogen. di sini urobilinogen . atau klorin) dalam wadah sampel urin. yang sebagian besar dibentuk dari bilirubin terkonjugasi mencapai area duodenum. 2010 Labels: Tes Urine Empedu. Nilai Rujukan Uji glukosa urin normal = negatif (kurang dari 50mg/dl) Masalah Klinis Glukosuria umumnya berarti diabetes mellitus. infeksi bakteri. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil uji dipstick adalah : • Hasil uji positif palsu dapat disebabkan oleh : bahan pengoksidasi (hidrogen peroksida. berat jenis urine > 1. amati perubahan warna yang terjadi dan cocokkan dengan bagan warna. Celupkan strip reagen (dipstick) ke dalam urin. salisilat dalam jumlah besar. hipoklorit. keadaan ini disebut sebagai glycosuria ginjal Urobilinogen Urin Posted by Riswanto on Tuesday. asam hogentisat. Jika nilai ambang ginjal begitu rendah bahkan kadar glukosa darah normal menghasilkan kondisi glukosuria. March 9. asam hidroksiindolasetat). Namun. Pembacaan dipstick dengan instrument otomatis lebih dianjurkan untuk memperkecil kesalahan dalam pembacaan secara visual.(random)/urin sewaktu. glukosuria dapat terjadi tidak sejalan dengan peningkatan kadar glukosa dalam darah. Tunggu selama 60 detik. Sejumlah besar urobilinogen berkurang di faeses. atau urine yang sangat asam (pH di bawah 4) • Hasil negatif palsu dapat disebabkan oleh : pengaruh obat (vitamin C. adanya badan keton dapat mengurangi sensitivitas pemeriksaan. sejumlah besar kembali ke hati melalui aliran darah.020 dan terutama bila disertai dengan pH urine yang tinggi. oleh karena itu glukosuria tidak selalu dapat dipakai untuk menunjang diagnosis diabetes mellitus.

00 – 15. oleh karena itu dianjurkan pengambilan sampel dilakukan pada jam-jam tersebut. Jauhkan urin dari pajanan cahaya.00.00 – 16.00. dan kira-kira sejumlah 1% diekskresikan oleh ginjal ke dalam urin. tunggu 30 detik.diproses ulang menjadi empedu. Jika obat memang harus diberikan. karena urobilinogen mencapai puncaknya di siang hari pada jam-jam tersebut. 3. Ekskresi mencapai kadar puncak antara jam 14. masukkan dalam wadah besar dan simpan dalam lemari pendingin. Spesimen urin 2 jam Kumpulkan specimen urin di antara jam 13. Pembacaan dipstick dengan instrument otomatis lebih dianjurkan untuk memperkecil kesalahan dalam pembacaan secara visual. Celupkan strip reagen ke dalam urin. Jika perlu tambahkan bahan pengawet. Ekskresi urobilinogen ke dalam urine kira-kira 1-4 mg/24jam. cantumkan nama obat tersebut pada formulir laboratorium. Urin harus disimpan dalam lemari pendingin dan tempat yang gelap. Uji dapat dilakukan sebagai bagian dari analisis urin rutin. Tunda pemberian obat yang dapat mempengaruhi hasil uji selama 24 jam atau sampai uji selesai dilakukan. Prosedur 1. 2. urin harus segera diperiksa dalam 30 menit karena urobilinogen dapat teroksidasi menjadi urobilin (zat oranye).00 – 16. Amati perubahan warna dan bandingkan dengan bagan warna. Spesimen urin 24 jam Kumpulkan urin 24 jam. Uji dapat dilakukan dengan menggunakan strip reagen (dipstick). atau antara jam 14. Nilai Rujukan . menggunakan strip reagen (dipstick) atau pereaksi Erlich.00. Uji dilakukan dengan menggunakan strip reagen (dipstick). Spesimen urin sewaktu Urine harus dalam keadaan masih segar dan harus segera diperiksa.

Reaksi positif palsu o Pengaruh obat : fenazopiridin (Pyridium). oleh karena itu pemeriksaan urobilinogen dianjurkan dilakukan 4 jam setelah makan. diare yang berat. penyakit inflamasi yang parah. natrium bikarbonat. obstruksi usus. pemakaian pengawet formaldehid.0 unit Erlich Urin 24 jam : 0. Reaksi negatif palsu . kolelitiasis.23 µmol/24 jam (satuan SI) Masalah Klinis Peningkatan ekskresi urobilinogen dalam urine terjadi bila fungsi sel hepar menurun atau terdapat kelebihan urobilinogen dalam saluran gastrointestinal yang melebehi batas kemampuan hepar untuk melakukan rekskresi. hepatitis infeksiosa. anemia sel sabit. keganasan hepar).09 – 4. kanker pankreas. fenotiazin.0 unit Erlich/24jam. asetazolamid (Diamox). penyakit hati yang parah (jumlah empedu yang dihasilkan hanya sedikit). kaskara. prokain.5 – 4. Orang yang sehat dapat mengeluarkan sejumlah kecil urobilinogen. kerusakan parenkim hepar (toksik hepar. penyakit jantung dengan bendungan kronik.3 – 1. Hasil positif juga dapat diperoleh setelah olahraga atau minum atau dapat disebabkan oleh kelelahan atau sembelit. mononukleosis infeksiosa. metenamin mandelat (Mandelamine). Urobilinogen urine menurun dijumpai pada ikterik obstruktif. o 2.• • • Urin acak : negatif (kurang dari 2mg/dl> Urin 2 jam : 0. Faktor yang Dapat Mempengaruhi Temuan Laboratorium 1. Urobilinogen meninggi dijumpai pada : destruksi hemoglobin berlebihan (ikterik hemolitika atau anemia hemolitik oleh sebab apapun). o Makanan kaya karbohidrat dapat meninggikan kadar urobilinogen. sirosis hepar. Urine yang bersifat basa kuat dapat meningkatkan kadar urobilinogen. sulfonamide. atau 0. urine yang dibiarkan setengah jam atau lebih lama akan menjadi basa.

Selama olah raga. hanya sebagian kecil protein plasma disaring di glomerulus yang diserap oleh tubulus ginjal dan diekskresikan ke dalam urin. . Pra-menstruasi dan mandi air panas juga dapat menyebabkan proteinuria. stres atau diet yang tidak seimbang dengan daging dapat menyebabkan proteinuria transien. Dengan menggunakan spesimen urin acak (random) atau urin sewaktu. vitamin C) yang mempengaruhi flora usus yang menyebabkan urobilinogen tidak atau kurang terbentuk dalam usus. Spesimen urin acak (random) Kumpulkan spesimen acak (random)/urin sewaktu. March 9.o Pemberian antibiotika oral atau obat lain (ammonium klorida. Bayi baru lahir dapat mengalami peningkatan proteinuria selama usia 3 hari pertama. o Protein Urin Posted by Riswanto on Tuesday. Lebih dari 10 mg/dl didefinisikan sebagai proteinuria. Normal ekskresi protein biasanya tidak melebihi 150 mg/24 jam atau 10 mg/dl urin. sehingga ekskresi dalam urine juga berkurang. amati perubahan warna yang terjadi dan cocokkan dengan bagan warna. Tunggu selama 60 detik. o Paparan sinar matahari langsung dapat mengoksidasi urobilinogen menjadi urobilin. Sejumlah kecil protein dapat dideteksi pada urin orang yang sehat karena perubahan fisiologis. 2010 Labels: Tes Urine Biasanya. Prosedur 1. Urine yang bersifat asam kuat. Celupkan strip reagen (dipstick) ke dalam urin. protein dalam urin dapat dideteksi menggunakan strip reagen (dipstick). Pembacaan dipstick dengan instrument otomatis lebih dianjurkan untuk memperkecil kesalahan dalam pembacaan secara visual.

protein Bence-Jones. Proteinuria persistent juga akan memberi hasil ≥ +1 yang terdeteksi baik pada spesimen urine pagi maupun urine sewaktu setelah melakukan aktivitas. tolbutamid (Orinase). Pengaruh obat : penisilin. sulfonamide. Protein terdiri atas fraksi albumin dan globulin. Proteinuria yang persistent (tetap ≥ +1.Dipstick mendeteksi protein dengan indikator warna Bromphenol biru. dan mukoprotein. media kontras. 2. Ukur kadar protein dengan metode kolorimetri menggunakan fotometer atau analyzer kimiawi otomatis. diabetes mellitus. sefalosporin. Peningkatan ekskresi albumin merupakan petanda yang sensitif untuk penyakit ginjal kronik yang disebabkan karena penyakit glomeruler. Proteinuria positif perlu dipertimbangkan untuk analisis kuantitatif protein dengan menggunakan sampel urine tampung 24 jam. . Sedangkan peningkatan ekskresi globulin dengan berat molekul rendah merupakan petanda yang sensitif untuk beberapa tipe penyakittubulointerstitiel. Spesimen urin 24 jam Kumpulkan urin 24 jam. dan hipertensi. asetazolamid (Diamox). Masalah Klinis Pengukuran proteinuria dapat dipakai untuk membedakan antara penderita yang memiliki risiko tinggi menderita penyakit ginjal kronik yang asimptomatik dengan yang sehat. Jumlah proteinuria dalam 24 jam digunakan sebagai indikator untuk menilai tingkat keparahan ginjal. yang sensitif terhadap albumin tetapi kurang sensitif terhadap globulin. tambahkan bahan pengawet. Jika perlu. masukkan dalam wadah besar dan simpan dalam lemari pendingin. gentamisin. Proteinuria rendah (kurang dari 500mg/24jam). dievaluasi 2-3x / 3 bulan) biasanya menunjukkan adanya kerusakan ginjal. Nilai Rujukan Urin acak : negatif (≤15 mg/dl) Urin 24 jam : 25 – 150 mg/24 jam. natrium bikarbonat.

penyakit jantung. nefropati toksik (toksisitas obat aminoglikosida. obat (lihat pengaruh obat). diabetes mellitus yang tidak terkontrol). penyakit infeksius akut. myeloma multiple. gangguan absorbsi karbohidrat (kelainan gastrointestinal). HCO3) dalam tubuh dan menyebabkan . urine yang sangat basa (pH > 8) • Hasil negatif palsu dapat disebabkan oleh urine yang sangat encer. penyakit amiloid. Faktor yang Dapat Mempengaruhi Temuan Laboratorium • Hasil positif palsu dapat disebabkan oleh hematuria. toksisitas bahan kimia). nefritis lupus. infus polivinilpirolidon (pengganti darah). diet tidak seimbang : tinggi lemak – rendah karbohidrat). klorheksidin). yaitu aseton. kurangnya asupan karbohidrat (kelaparan. dan asam βhidroksibutirat. March 9. atau gangguan mobilisasi glukosa. preeklampsia. yang merupakan produk metabolisme lemak dan asam lemak yang berlebihan. sehingga tubuh mengambil simpanan asam lemak untuk dibakar. bikarbonat. glomerulonefritis akut atau kronis. Badan keton diproduksi ketika karbohidrat tidak dapat digunakan untuk menghasilkan energi yang disebabkan oleh : gangguan metabolisme karbohidrat (mis. asam aseotasetat. Peningkatan kadar keton dalam darah akan menimbulkan ketosis sehingga dapat menghabiskan cadangan basa (mis. Proteinuria tinggi (lebih dari 4000 mg/24 jam) dapat berkaitan dengan sindrom nefrotik. pencemaran urine oleh senyawa ammonium kuaterner (pembersih kulit.Proteinuria sedang (500-4000 mg/24 jam) dapat berkaitan dengan glomerulonefritis akut atau kronis. urine sangat asam (pH di bawah 3) Badan Keton (Urin) Posted by Riswanto on Tuesday. tingginya substansi molekular. 2010 Labels: Tes Urine Badan keton terdiri dari 3 senyawa.

kenaikan kadarnya pertama kali tampak pada plasma atu serum. yaitu aseton dan asam asetoasetat. Celupkan strip reagen ke dalam urin. Tunggu selam 15 detik. jika berubah warna menjadi berwarna lembayung terang – gelap. Benda keton yang dijumpai di urine terutama adalah aseton dan asam asetoasetat. Keton memiliki struktur yang kecil dan dapat diekskresikan ke dalam urin. Pengujian harus segera dilakukan. Nilai Rujukan Dewasa dan anak : uji keton negatif (kurang dari15 mg/dl) . Letakkan tablet Acetest di atas kertas saring atau tissue. Bandingkan dengan bagan warna. Uji ketonuria dapat dilakukan dengan menggunakan tablet Acetest. Hal ini dikarenakan keton mudah menguap. keton serum meningkat hingga mencapai lebih dari 50 mg/dl. karena penundaan pengujian lebih lama dapat menyebabkan temuan negatif palsu. Ketonuria (keton dalam urin) terjadi akibat ketosis. Urin harus segar dan ditampung dalam wadah tertutup rapat. Pembacaan dipstick dengan instrument otomatis lebih dianjurkan untuk memperkecil kesalahan dalam pembacaan secara visual. Uji ketonuria dengan tablet Acetest digunakan untuk mendeteksi dua keton utama. Uji ketonuria dengan strip reagen (Ketostix atau strip reagen multitest) lebih sensitif terhadap asam asetoasetat daripada aseton. Namun.asidosis. Pada ketoasidosis diabetik. atau strip reagen (dipstick) Ketostix atau strip reagen multitest (mis. Prosedur Kumpulkan spesimen urine secara acak (urin random atau urin sewaktu). Multistix. Amati perubahan warna yang terjadi pada tablet tersebut. lalu teteskan urin segar di atas tablet tersebut. lalu amati perubahan warna yang terjadi. maka uji keton dinyatakan positif. dsb). Arkray. kemudian baru urin. Combur. Tunggu selama 30 detik.

2010 Labels: Pengumpulan Spesimen. berpuasa. Pengaruh obat : asam askorbat. • Obat tertentu (Lihat pengaruh obat) Urin disimpan pada temperature ruangan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan hasil uji negaif palsu Adanya bakteri dalam urin dapat menyebabkan kehilangan asam asetoasetat Anak penderita diabetes cenderung mengalami ketonuria daripada penderita dewasa. Namun. diperlukan specimen yang memenuhi syarat. kematian janin. tehnik pengumpulan sampai dengan pemeriksaan harus dilakukan dengan prosedur yang benar. muntah yang berat. pancreas. pingsan akibat panas. dsb. untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang akurat. February 21. • • • Pengumpulan Spesimen Urine Posted by Riswanto on Sunday. kelaparan atau malnutrisi. Pemilihan jenis sampel urine. diet rendah karbohidrat. saluran empedu. Jenis sampel urine : • Urine sewaktu/urine acak (random) . paraldehida.Masalah Klinis Uji keton positif dapat dijumpai pada : Asidosis diabetic (ketoasidosis). tetapi juga mengenai faal berbagai organ tubuh seperti hati. zat warna yang digunakan untuk berbagai uji (bromsulfoftalein dan fenosulfonftalein). senyawa levodopa. Faktor yang Dapat Mempengaruhi Hasil Laboratorium • Diet rendah karbohidrat atau tinggi lemak dapat menyebabkan temuan positif palsu. piridium. isopropil alkohol. insulin. Tes Urine Hasil pemeriksaan urine tidak hanya dapat memberikan informasi tentang ginjal dan saluran kemih.

dapat menampung 10-15 ml urine dan dapat ditutup dengan rapat. tidak mudah pecah. isotonik. • Urine pagi Pengumpulan sampel pada pagi hari setelah bangun tidur. misalnya toluene. Urine pagi baik untuk pemeriksaan sedimen dan pemeriksaan rutin serta tes kehamilan berdasarkan adanya HCG (human chorionic gonadothropin) dalam urine. Sebelum pengambilan spesimen.Urine sewaktu adalah urine yang dikeluarkan setiap saat dan tidak ditentukan secara khusus. • Urine tampung 24 jam Urine tampung 24 jam adalah urine yang dikeluarkan selama 24 jam terus-menerus dan dikumpulkan dalam satu wadah. bermulut lebar. dilakukan sebelum makan atau menelan cairan apapun. atau hipertonik dan mungkin mengandung sel darah putih. Prosedur Pengumpulan Pengambilan spesimen urine dilakukan oleh penderita sendiri (kecuali dalam keadaan yang tidak memungkinkan). dan epitel skuamosa sebagai kontaminan. Urine satu malam mencerminkan periode tanpa asupan cairan yang lama. natrium. Mungkin sampel encer. sehingga unsur-unsur yang terbentuk mengalami pemekatan. Urine jenis ini biasanya digunakan untuk analisa kuantitatif suatu zat dalam urine. Selain itu juga harus bersih. kering. Urine dikumpulkan dalam suatu botol besar bervolume 1. kreatinin. penderita harus diberi penjelasan tentang tata cara pengambilan yang benar.5 liter dan biasanya dibubuhi bahan pengawet. dsb. . misalnya ureum. Wadah Spesimen Wadah untuk menampung spesimen urine sebaiknya terbuat dari bahan plastik. bakteri. tidak mengandung bahan yang dapat mengubah komposisi zat-zat yang terdapat dalam urine. Jenis sampel ini cukup baik untuk pemeriksaan rutin tanpa pendapat khusus.

. Sebelum dan sesudah pengumpulan urine. kandung kemih harus dikosongkan terlebih dahulu untuk menghindari kehilangan air seni dan kontaminasi feses pada sampel urin wanita. mereka harus mencuci tangannya sebelum dan sesudah pengumpulan sampel. Semua urine yang dikeluarkan pada periode selanjutnya ditampung. Cara pengumpulan urine 24 jam adalah : • Pada hari pengumpulan. pasien harus mencuci tangan dengan sabun sampai bersih dan mengeringkannya dengan handuk. pasien harus membuang urin pagi pertama. pengumpulan urin dihentikan. diperlukan kateterisasi kandung kemih melalui uretra.Spesimen urine yang ideal adalah urine pancaran tengah (midstream). Pada kondisi tertentu. • Jika pasien ingin buang air besar. Segera kirim sampel urine ke laboratorium. Dalam keadaan khusus. Wanita yang sedang haid harus memasukkan tampon yang bersih sebelum menampung spesimen. Aliran pertama urine berfungsi untuk menyiram sel-sel dan mikroba dari luar uretra agar tidak mencemari spesimen urine. Untuk menampung urine dari kateter. urine kateter juga dapat digunakan. Pada pasien bayi dipasang kantung penampung urine pada genitalia. Pasien juga perlu membersihkan daerah genital sebelum berkemih. Aspirasi urine dengan menggunakan spuit sebanyak 10 – 12 ml. menampung urine midstream dengan baik. • Keesokan paginya tepat 24 jam setelah waktu yang tercatat pada wadah. Untuk mendapatkan informasi mengenai kadar analit dalam urine biasanya diperlukan sampel urine 24 jam. Catat tanggal dan waktunya. Prosedur ini menyebabkan 1 . di mana aliran pertama urin dibuang dan aliran urine selanjutnya ditampung dalam wadah yang telah disediakan. lakukan desinfeksi pada bagian selang kateter dengan menggunakan alkohol 70%. Masukkan urine ke dalam wadah dan tutup rapat. Untuk pasien anak-anak mungkin perlu dipengaruhi/dimaotivasi untuk mengeluarkan urine. kain yang bersih atau tissue. keluarga atau perawat).2 % risiko infeksi dan menimbulkan trauma uretra dan kandung kemih. Pasien yang tidak bisa berkemih sendiri perlu dibantu orang lain (mis. misalnya pasien dalam keadaan koma atau pasien gelisah. Pengumpulan urine selesai sebelum aliran urine habis. Orang-orang tersebut harus diberitahu dulu mengenai cara pengumpulan sampel urine.

Sampel urine acak cukup baik untuk biakan kuman. Namun. lebarkan labia dengan satu tangan . Urine cleancatch adalah spesimen urin midstream yang dikumpulkan setelah membersihkan meatus uretra eksternal. Sampel urine yang dikumpulkan adalah urine midstream clean-catch. Spesimen yang menunjukkan pertumbuhan lebih dari satu jenis kuman. tetapi bila tercemar oleh kuman yang bersal dari urethra atau peritoneum dapat menyebabkan salah penafsiran. urine untuk biakan dapat diperoleh dengan cara melepaskan hubungan antara kateter dengan tabung drainase atau mengambil sampel dari kantung drainase. Kumpulkan urin menurut volume direkomendasikan. Bila tidak memungkinkan memperoleh urine yang dikemihkan atau bila diduga terjadi infeksi dengan kuman anaerob. Cara pengambilan sampel urine clean-catch pada pasien wanita : • Pasien harus mencuci tangannya dengan memakai sabun lalu mengeringkannya dengan handuk. Tampung urine bagian tengah ke dalam wadah yang steril. bila specimen urine acak tidak menunjukkan pertumbuhan. Jangan gunakan deterjen atau desinfektan. aspirasi suprapubik merupakan cara penampungan yang paling baik. • Tanggalkan pakaian dalam. Biakan kuman dengan sampel ini dapat menentukan diagnosis secara teliti pada 80% penderita wanita dan hampir 100% penderita pria. dianggap sebagai tercemar. urine pekat atau urine pagi dapat digunakan. apabila lubang uretra dibersihkan sesuai persyaratan. Urine jenis ini biasanya digunakan untuk tes biakan kuman (kultur). kain yang bersih atau tissue. Sebelum mengumpulkan urine. Pada keadaan yang mengharuskan kateter tetap dibiarkan dalam saluran kemih dengan sistem drainase tertutup. yaitu 20 ml untuk orang dewasa dan 5-10 ml untuk anak-anak. kecuali pada penderita dengan kateter yang menetap. pasien harus membersihkan daerah genital dengan air bersih atau steril. Biakan Urine Spesimen urine apabila ditampung secara benar mempunyai nilai diagnostic yang besar.• Spesimen urine sebaiknya didinginkan selama periode pengumpulan.

aliran urine yang pertama dibuang. tarik preputium ke belakang. Pengumpulan urine selesai sebelum aliran urine habis. labia harus tetap terbuka dan jari tangan jangan menyentuh daerah yang telah dibersihkan. • Wadah ditutup rapat dan segera dikirim ke laboratorium. Pengumpulan urine aspirasi suprapubik harus dilakukan pada kandung kemih yang penuh. Aliran urine selanjutnya ditampung dalam wadah steril yang telah disediakan. Selama proses ini berlangsung. Aliran urine selanjutnya ditampung dalam wadah steril yang telah disediakan. Keluarkan urine. • Jika tidak disunat. aliran urine yang pertama dibuang. Cara pengambilan urine clean-catch pada pasien pria : • Pasien harus mencuci tangannya dengan memakai sabun lalu mengeringkannya dengan handuk. • Wadah ditutup rapat dan segera dikirim ke laboratorium Aspirasi jarum suprapubik transabdominal kandung kemih merupakan cara mendapatkan sampel urine yang paling murni. • Keluarkan urine. kain yang bersih atau tissue. Diusahakan agar urine tidak membasahi bagian luar wadah.• Bersihkan labia dan vulva menggunakan kasa steril dengan arah dari depan ke belakang • • Bilas dengan air bersih dan keringkan dengan kasa steril yang lain. Pengumpulan urine selesai sebelum aliran urine habis. Diusahakan agar urine tidak membasahi bagian luar wadah. • Lakukan desinfeksi kulit di daerah suprapubik dengan Povidone iodine 10% kemudian bersihkan sisa Povidone iodine dengan alkohol 70% • • Aspirasi urine tepat di titik suprapubik dengan menggunakan spuit Diambil urine sebanyak ± 20 ml dengan cara aseptik/suci hama (dilakukan oleh petugas yang berkompenten) .

Segera dikirim ke laboratorium. .• • Masukkan urine ke dalam wadah yang steril dan tutup rapat.