“ ”

MISI DAN PERJUANGAN NABI MUHAMMAD SAW DI K

NAMA

: AHMAD FAKHIHAN ASSHOLLIH

s. bersahaja. Nabi Muhammad SAW sebagai rasul tidak henti-hentinya berusaha memperbaiki akhlak masyarakat yang sudah rusak tersebut. keimanan masyarakat Makkah menjadi luntur dan berubah menjadi kemusyrikan dengan menyembah patung dan berhala. Mereka tidak hanya mengalami kerusakan dalam hal aqidah. berbeda dengan kebanyakan orang saat itu.s. Dakwah Nabi Muhammad untuk Menyempurnakan Akhlak Manusia Setelah Nabi Miuhammad SAW menerima wahyu. Bahkan kedua Rasul tersebut juga diperintah Allah SWT untuk membangun Ka’bah di Makkah. maka Allah SWT telah mengutus rasul yang memang semenjak kecil dikenal oleh masyarakat sebagai orang yang sangat mulia akhlaknya. walaupun pada akhirnya ajaran beliau adalah untuk seluruh umat manusia. sampai dewasa Nabi Muhammad sudah dikenal oleh masayarakat Makkah sebagai orang yang mempunyai kepribadian baik.KELAS NO : VII CHE : 02/9053 SMP N 4 WATES TAHUN AJARAN 2010/2011 MISI DAN PERJUANGAN NABI MUHAMMAD SAW DI KOTA MAKKAH A. Sejak masih kecil. Namun dengan berjalanya waktu. Beliau mempunyai kewajiban untuk membina umat yang telah berada dalam kesesatan untuk menuju jalan yang lurus. maka secara resmi beliau telah diangkat menjadi Rasul oleh Allah SWT. sebenarnya Allah SWT juga telah mengutus nabi Ibrahim a. remaja. Kedua Rasul ini telahberhasil membina bangsa Arab dan masyarakat makkah menjadi orang yang beriman dan henya menyembah kepada Allah SWT. bahkan akhlaknya juga rusak. dan Nabi Ismail a. Jauh sebelum kerasulan Nabi Muhammad SAW. Untuk memperbaiki akhlak. Dakwah Nabi Muhammad SAW dimulai dari wilayah Makkah di jazirah Arab. Penampilannya pun sederhana. dan .

dan bagi orang yang terbiasa bergaul dengannya akan timbul rasa cinta kepadanya. Ia juga berpartisipasi dalam kegiatan sosial dalam kehidupan masyarakat hari-hari. hanya antara kedua keningnya tampak sedikit berkeringat. berkemauan baik dan menghargai orang lain. Raut mukanya menunjukkan pikirannya yang cerdas. majikannya menaruh simpati kepadanya. Ketika ia berjalan badannya agak condong kedepan. Tapi ia juga mempunyai tujuan pasti. Semua itu terbawa oleh kodratnya yang selalu lapang dada. tajam. Sifatnya yang jujur tersebut juga sangat berbeda dengan kebanyakan orang Makkah yang suka berbohong. Dengan demikian perbuatan itu dianggap tidak umum. Muhammad juga bukan termasuk orang yang suka mengobral perkataan. Perilakunya yang demikian sangat berbeda dengan kebanyakan orang Makkah yang menjadi sombong dan congkak ketika dihormati. Seluruh penduduk Makkah memandangnya dengan rasa segan dan hormat. . Ka’bah yang tidak beratap itu menjadi sasaran pencuri mengambil barang-barang berharga di dalamnya. pintunya ditinggikan dan diberi atap. Pada saat-saat tertentu juga bercanda dan terkadang tertawa sampai terlihat gerahamnya. Khadijah juga membiarkannya menggunakan waktu untuk berpikir dan menuangkan hasil pemikirannya. sekaligus akan timbul rasa hormat. Ia Bijaksana. Muhammad menjalin hubungan baik kepada penduduk Makkah. namun ia menjadi semakin rendah hati. Bagi orang yang melihatnya tiba-tiba.berwibawa. dan jernih. Semua itu tidak mengurangi pergaulannya dengan penduduk Makkah baik yang kaya maupun yang miskin. Hanya saja masyarakat suku Quraisy merasa takut kalau bangunannya diperkuat. Mereka mensyukuri karunia Tuhan yang diberikan kepadanya serta anak dan keturunan yang baik. Sifat-sifat demikian ini berpadu dalam dirinya dan meninggalkan pengaruh yang dalam sekali pada orang-orang yang bergaul dengan dia. Bahkan setelah menikah dengan Khadijah ia lebih dihormati di tengah-tengah masyarakat. Pada waktu itu masyarakat sedang sibuk karena bencana banjir besar yang turun dari gunung kemudian menimpa dan meretakkan dinding-dinding Ka’bah yang memang sudah rapuh. Setiap bertemu orang Muhammad selalu tersenyum. Dengan sifatnya yang demikian itu tidak heran bila Khadijah. dan tidak pula mengherankan bila Muhammad diberi keleluasaan mengurus hartanya. Bila ada yang mengajaknya bicara ia mendengarkan dan memperhatikannya tanpa menoleh kepada orang lain. berkemauan kuat. Bila ia marah tidak pernah sampai tampak kemarahannya. ia berkata seperlunya. Sepanjang zaman Jahiliyyah keadaan mereka diliputi oleh berbagai macam legenda yang mengancam bagi siapapun yang berani mengadakan sesuatu perubahan terhadap Ka’bah. Dalam kehidupan hari-hari. Bila bicara selalu bersungguhsungguh. Muhammad bergaul baik dengan masyarakat sekitar. Akhirnya Muhammad dan Khadijah menikah menjadi sepasang suami istri yang sangat setia dan memiliki anak-anak yang shalih. membuatorang patuh kepadanya. murah hati dan mudah bergaul. Muhammad mendapat kurnia Tuhan dalam perkawinannya dengan Khadijah. membual. dan sulit dipercaya. dan ia lebih banyak mendengarkan. Ia juga dikenal sebagai orang yang jujur dalam setiap perkataan maupun perbuatan. hal ini disebabkan ia menahan rasa amarah dan tidak mau menampakkannya keluar. melangkah sigap dan pasti. Sebelum itupun masyarakat suku Quraisy memang sudah memikirkannya. dewa Ka’bah yang suci itu akan menurunkan bencana kepada mereka. mereka berada dalam kedudukan yang tinggi dan harta yang cukup. Dengan dihormati orang Muhammad tidak menjadi tinggi hati. dan marah-marah ketika merasa tidak dihormati. tapi sungguhpun begitu ia sesekali membuat humor dan bersenda-gurau. Pandangan matanya menunjukkan keteduhan dan kewibawaan. tegas dan tak pernah ragu-ragu dalam tujuannya.

lalu katanya: "Kemarikan sehelai kain." Tatkala mereka melihat Muhammad adalah orang pertama memasuki tempat itu. Persetujuan tercapai bahwa diapun akan bekerja dengan mendapat bantuan Baqum. Dengan demikian perselisihan itu berakhir dan bencana dapat dihindarkan. walaupun masih diliputi rasa takut dan ragu-ragu. Untuk itu mereka mengangkat sumpah bersama. kami dapat menerima keputusannya.Tetapi sesudah mengalami bencana banjir tindakan demikian itu adalah suatu keharusan. Tetapi setelah sampai pagi hari tak terjadi apa-apa. Karena itu lalu diberi nama La’aqatud Dam. Keluarga Abdud Dar dan keluarga ‘Adi bersepakat takkan membiarkan kabilah yang manapun campur tangan dalam kehormatan yang besar ini. Pada waktu itu di Makkah ada seorang Kopti yang mempunyai keahlian sebagai tukang kayu. kemudian katanya." Mereka bersama-sama membawa kain tersebut ke tempat batu itu akan diletakkan. Kapal itu kemudian dibelinya. Bertepatan dengan kejadian itu. Sebelum bertindak melakukan perombakan itu mereka masih ragu-ragu dan khawatir akan mendapat bencana. kemudian diajaknya berunding supaya sama-sama datang ke Makkah guna membantu mereka membangun Ka’bah kembali. dan ditinggikan dari tanah sedemikian rupa.’ Abu Umayyah bin al-Mughira dari Bani Makhzum. mereka pun beramai-ramai merombaknya dan memindahkan batubatu yang ada. Muhammad pun ikut dalam kerja bakti itu. Lalu Muhammad mengeluarkan batu itu dari kain dan meletakkannya di tempatnya." Lalu mereka menceritakan peristiwa itu kepada Muhammad. Setelah berdoa kepada dewa-dewanya. Demikian memuncaknya perselisihan itu sehingga hampir saja timbul perang saudara. mereka berseru: "Ini al-Amin (orang yang terpercaya) . maka timbullah perselisihan di kalangan Quraisy. Ia dihormati dan dipatuhi. "Hendaknya setiap ketua kabilah memegang ujung kain ini. sehingga mereka dapat menyuruh atau melarang orang masuk. Kemudian al-Walid bin al-Mughira tampil ke depan dengan merasa sedikit takut. Setelah melihat keadaan serupa itu ia berkata kepada mereka: "Serahkanlah putusan kamu ini di tangan orang yang pertama sekali memasuki pintu Shafa ini. Iapun mendengarkan dan sudah melihat di mata mereka betapa berkobarnya api permusuhan itu. Juga di . Tangan mereka dimasukkan ke dalam baki itu guna memperkuat sumpah mereka. Quraisy menyelesaikan bangunan Ka’bah sampai setinggi delapanbelas hasta (± 11 meter). kapal milik seorang pedagang Romawi bernama Baqum yang datang dari Mesir terhempas di laut dan pecah." katanya. Sebenarnya Baqum adalah seorang ahli bangunan yang mengetahui masalah perdagangan. Di dalam Ka’bah itu mereka membuat enam batang tiang dalam dua deretan dan di sudut barat sebelah dalam dipasang sebuah tangga naik sampai ke teras di atas lalu meletakkan Hubal di dalam Ka’bah. adalah orang yang tertua di antara mereka. yakni ‘jilatan darah. Baqum menyetujui permintaan itu. Sesudah bangunan itu setinggi orang berdiri dan tiba saatnya meletakkan Hajar Aswad yang disucikan di tempatnya semula di sudut timur. Sesudah suku Quraisy mengetahui hal ini. siapa yang seharusnya mendapat kehormatan meletakkan batu itu pada tempatnya semula. ia mulai merombak bagian sudut selatan. Setelah kain dibawakan dihamparkannya dan diambilnya batu itu lalu diletakkannya dengan tangannya sendiri. Orang-orang menunggu apa yang akan dilakukan Tuhan terhadap al-Walid. maka berangkatlah al-Walid bin alMughira dengan beberapa orang dari Quraisy ke Jeddah menemui Baqum. Sudut-sudut Ka’bah oleh suku Quraisy dibagi empat bagian tiap kabilah mendapat satu sudut yang harus dirombak dan dibangun kembali. Ia berpikir sebentar. Keluarga Abdud Dar membawa sebuah baki berisi darah.

Pada tahun 611 M. jauh dari kebenaran. Sebab. tak pernah menciptakan seekor lalat sekalipun. Apa yang disajikan sebagai kurban-kurban untuk tuhan-tuhan mereka itu." Seterusnya malaikat itu berkata: "Bacalah! Dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan. 99:7-8) Dan bahwa surga itu benar adanya dan neraka juga benar adanya. Di puncak Gunung Hira. atau akan mendatangkan suatu kebaikan bagi Makkah. yang sebelum dibangun dan diberi beratap menjadi sasaran pencurian. Ia merenung untuk mencari jawaban mengenai perilaku masyarakat dalam masalah-masalah hidup. menjauhkan diri dari segala kesibukan hidup dan keributan manusia. Demikian kuatnya ia merenung mencari hakikat kebenaran itu. Ia mencari Kebenaran tentang keberadaan Tuhan dan merenungkan keboborokan perilaku sehari-hari masyarakat Arab saat itu. sehingga dia mempunyai kewajiban untuk menyampaikan ajaran Allah SWT kepada . segala yang dilihatnya dalam kehidupan manusia sekitarnya. Ia tekun dalam merenung dan beribadah. lupa segala yang ada dalam hidup ini. "Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat atompun akan dilihatNya. Kebenaran itu ialah bahwa manusia dinilai berdasarkan perbuatannya." (Qur’an. Berhala-berhala yang tidak berguna. Lata dan ‘Uzza.Keyakinan mereka terhadap keberadaan Tuhan telah rusak karena tunduk kepada khayal berhala-berhala serta kepercayaan-kepercayaan semacamnya. menunjukkan betapa tingginya kedudukannya dimata penduduk Makkah. tempat tinggal dan kediaman yang paling durhaka. Yang mengajarkan dengan Pena. Dan Tuhanmu Maha Pemurah. lupa makan. tidak menciptakan dan tidak pula mendatangkan rejeki. Mereka yang menyembah tuhan selain Allah mereka itulah menghuni neraka. Bacalah. bukanlah sesuatu yang dapat dibenarkan menurut rasio dan nurani yang jernih. Kebenaran itu ialah Allah Pemelihara semesta alam. waktu itu Muhammad berusia 40 tahun beliau menerima wahyu yang pertama.tempat itu diletakkan barang-barang berharga lainnya. Sepanjang bulan Ramadan tiap tahun Muhammad pergi ke sana dan berdiam di tempat itu. betapa besarnya penghargaan mereka kepadanya sebagai orang yang berjiwa besar. sehingga lupa ia akan dirinya. Tatkala ia sedang bertahanuth. Ketika itulah ia percaya bahwa masyarakatnya telah tersesat. kemudian dilepaskan lagi seraya katanya lagi: "Bacalah!" Masih dalam ketakutan akan dicekik lagi Muhammad menjawab: "Apa yang akan saya baca. dan keputusannya mengambil batu dan diletakkan di atas kain lalu mengambilnya dari kain dan diletakkan di tempatnya dalam Ka’bah. Khalik seluruh alam. Menciptakan manusia dari segumpal darah. dan semua patung-patung dan berhala-berhala yang terpancang di dalam dan di sekitar Ka’bah. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat atompun akan dilihatNya pula. Malaikatpun pergi. ketika itulah datang malaikat membawa sehelai lembaran seraya berkata kepadanya: "Bacalah!" Dengan terkejut Muhammad menjawab: "Saya tak dapat membaca". Hubal. bukanlah suatu kebenaran. tak ada tuhan selain Dia. Setelah menerima wahyu yang pertama itu maka Muhammad menjadi seorang utusan (rasul). Ia merasa seolah malaikat itu mencekiknya. Kejadian ini berlangsung saat Muhammad berusia 35 tahun. – sejauh dua farsakh sebelah utara Makkah – terletak sebuah gua yang sangat kondusif untuk tempat menyendiri (berkhalwat). Kebenaran itu ialah Allah. tak dapat memberi perlindungan kepada siapapun yang ditimpa bahaya tidak selayaknya dipuja dan disembah. setelah kata-kata itu terpateri dalam kalbunya. Mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya …" Lalu ia mengucapkan bacaan itu. Dialah Maha Rahman dan Maha Rahim.

umat manusia. Nabi Muhammad saw. Padahal ketika itu masayarakat Arab sangat menonjolkan keturunan dan sukunya. Semua itu diawali dengan ketakwaan mereka kepada Allah dan senantiasa berpegang teguh kepada ajaran Nabi Muhammad saw. Nabi Muhammad mengajarkan agar manusia bekerja keras untuk dapat memenuhi kebutuhannya. sejahtera dan mengalami kemajuan yang pesat. seperti seteguk air saat mereka merasakan dahaga yang sudah sangat lama. mereka semena-mena terhadap orang-orang miskin apalagi terhadap budak-budak mereka. keturunan. baik berupa sikap.. aman. maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. maka mereka merasa menjadi mulia. . maupun pangkat dan jabatannya dalam masyarakat. Nabi Muhammad Sebagai Rahmat bagi Alam Semesta Bagi orang-orang yang merasakan bahwa kehidupan para pembesar dan bangsawan Makkah yang sudah sesat dan keterlaluan. Betapa beratnya tugas Nabi Muhammad SAW untuk membina manusia agar berakhlak mulia ketika kondisi akhlaknya sudah buruk. Mereka sering berselisih. Namun kemuliaan manusia terletak pada ketaatannya kepada Allah SWT dan kemuliaan akhlaknya. kekuatan. Setelah menjadi rasul. Terbukti. suku. Nabi Muhammad bersabda : Artinya : “Diriwayatkan dari Abi Hurairah. mengajarkan tentang persamaan derajat manusia. Namun semua itu dilakukan beliau dengan penuh kesabaran dan dengan cara memberi teladan. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya”. saling menghormati. Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak)” (HR Ahmad). saat ini keadaan Masyarakat Makkah dan Madinah menjadi masyarakat yang sangat beradab. namun mereka tidak mampu berbuat apa-apa. maka akan menjadi masyarakat yang damai. damai. namun harus dilakukan dengan cara-cara yang damai dan beradab. maka kehadiran Nabi Muhammad saw. (QS Fathir : 10) Nabi Muhammad mengajarkan bahwa kemuliaan manusia tidak diukur dari harta. bertengkar bahkan berperang agar sukunya menjadi yang paling terhormat diantara yang lain. Orang yang kuat harus mengasihi yang lemah. keindahan tubuh. maupun perbuatannya dalam kehidupan sehari-hari. dan mengasihi. namun ketika menjadi kaya maka dia harus mengasihi yang miskin dengan cara menyisihkan sebagian hartanya untuk mereka. Ketika antar anggota masyarakat dapat memahami hak dan kewajibannya. Hal ini tercermin dalam tindakan Nabi Muhammad ketika mendamaikan masyarakat Makkah saat akan meletakkan Hajar Aswad pada tempatnya. menghargai. B. namun dia harus mengajarkan dan memberi teladan kepada umat manusia untuk berakhlak yang mulia. Setelah menjadi rasul. juga mengajarkan agar penyelesaian masalah tidak boleh dilakukan dnegan cara kekerasan. Nabi Muhammad SAW memberikan ajaran yang sangat mulia bahwa sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat dan dapat bermanfaat bagi orang lain. perkataan. tenteram dan sejahtera. Orang tua harus menyayangi anaknya baik anak itu laki-laki maupun perempuan. Artinya : “Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan. Semakin banyak harta dan memiliki banyak budak. Dengan demikian sesungguhnya Nabi Muhammad ditus oleh Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh alam. Padahal perilaku masyarakat Quraisy saat itu seringkali menyengsarakan orang lain. sebaliknya anak harus menghormati dan berbakti kepada orang tuanya walaupun mereka sudah sangat tua. Nabi Muhammad saw. Mereka juga sangat membanggakan harta dan kedudukan. maka sifat-sifat mulia yang dimilikinya tdak hanya dimilikinya sendiri.

Kemudian bisa hijrah ke Madinah. istri nabi. Abu Bakar. dakwah Nabi Muhammad di Makkah dimulai dari sanak keluarga dan kerabat dekat. dan selebihnya selama 10 tahun Nabi Muhammad berada di Madinah. Sebelum beliau menyampaikan sesuatu. orang yang cukup terpandang dan kaya raya. Karena orang-orang tersebut cukup dihormati di kalangan orang-orang Quraisy. Upaya tersebut membuahkan hasil yang cukup menggembirakan. Arqam bin Abil Arqam. sikap. Khadijah. Fatimah binti Khatab serta suaminya (Said bin Zaid). Reaksi keras yang dilakukan oleh para tokoh Quraisy tersebut antara lain berupa ejekan. di rumah salah seorang sahabat yang bernama Al Arqom bin Abil Arqom Al Makhzumi. disamping dakwah dengan lisan. Dengan masuk Islamnya orang-orang tersebut membawa pengaruh besar pada dakwah nabi sampai masa berikutnya. Itupun dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Dakwah secara terang-terangan yang dilakukan Nabi Muhammad saw. Menghadapi sikap Rasulullah tersebut orang-orang Quraisy bertambah marah. Rencana tersebut dilakukan menjelang Nabi Muhammad akan hijrah ke Madinah. dakwah pun tetap dijalankan. Hakam bin Abil Ash. Ketika berdakwah di Makkah. antara lain adalah : 1. hinaan. Namun. Ali bin Abi Tholib. dan penganiayaan secara fisik. Uqbah bin Abi Muatih. Meskipun Nabi Muhammad saw. antara lain Abu Lahab (Abdul Uzza). Di antara kerabat dekat yang masuk Islam waktu itu antara lain Khadijah. Zubair bin Awwam. Ummu Jamil (istri Abu Lahab). Meneladani Dakwah Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabat di Makkah Pada mulanya. Rasulullah tetap tabah dan sabar. Jadi. bahkan pernah merencanakan akan melakukan pembunuhan terhadap Nabi Muhammad. waktu itu Nabi selamat dari rencana pembunuhan tersebut. mendapat reaksi cukup keras dari para pemuka dan tokoh Quraisy. Atas pertolongan Allah SWT. dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Aswad bin Abdi Jaghuts. ancaman. dengan susah payah dalam berdakwah karena mendapat tantangan dari Kaum Quraisy.Nabi tidak hanya diutus untuk penduduk Makkah saja. tantangan yang dihadapi oleh Rasulullah dan para sahabat begitu besar. Dari uraian sejarah di atas dapat diambil pelajaran yang sangat berharga dari cara cara dakwah Rasulullah yang harus diteladani oleh umat islam. Ali bin Abi Thalib. Bahkan semakin terangterangan dan meluas ke wilayah lain. agar tidak mengikuti seruan Nabi Muhammad. hasutan. Abu Bakar. maka beliau terlebih dahulu melaksanakanya. semuanya dari kerabat dekat dan sahabat-sahabat yang lain. yakni orang-orang yang pertama kali masuk Islam. Abu Jahal. Dakwah Nabi Muhammad di Makah dilakukan kurang lebih selama 13 tahun. namun nilai-nilai yang dibawanya adalah nilai-nilai universal yang dapat meningkatkan martabat umat manusia sehingga berbeda dengan binatang. seorang pemuda yang cukup cerdas dan dihormati. Zaid bin Haritsah. Mereka termasuk “Assabiqunal Awwalun”. Thalhah bin Ubaidillah. Saad bin Abi Waqash. Abu Sufyan bin Harb (sebelum masuk Islam). dakwah juga dilakukan dengan perbuatan. Artinya : “Dan tiadalah Kami mengutus kamu. tetapi makin hari makin didengar orang sehingga makin banyak pengikutnya. melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (Qَ Al Anbiya : 107} S C. Nabi Muhammad berdakwah dengan keeladanan. atau bagi bangsa Arab saja. Kurang lebih tiga tahun ada 39 orang yang menyatakan iman dan Islam. Abdurrahman bin Auf. . Hal yang sama juga dilakukan kepada orang-orang Quraisy sendiri. seorang dermawan yang kaya raya. Di antara sahabat yang menyusul masuk Islam antara lain Usman bin Affan. Umar ibnu Khatab (sebelum masuk Islam).

dan solidaritas umat Islam yang sangat kuat. tidak pernah memaksakan kehendak. dengan demikian terjalin persatuan. karena di dalam Islam nyata-nyata diterapkan kesetaraan. Mengikuti atau tidak hal itu menjadi hak pribadi masing-masing. SILSILAH NABI MUHAMMAD SAW . 4. memposisikan para pengikutnya sebagai sahabat. kesatuan. sabar. Rasulullah saw hanya menyampaikan ajaran dari Allah SWT. Rasulullah saw. Disampaikan dengan penuh kehati-hatian. dalam berdakwah Rasulullah saw tidak pernah menggunakan cara-cara kekerasan. 3. Cara seperti ini menimbulkan rasa simpati yang luar biasa. Dengan kata lain.2. Dalam berdakwah Rasulullah saw. dan menggunakan bahasa yang halus dan lemah lembut serta dengan bahasa yang mudah dipahami. Rasulullah saw. dan memberikan pemahaman secara rasional dan dengan hati yang jernih. selalu bersama para sahabat-sahabatnya baik dalam keadaan suka maupun duka. hal ini tercermin dalam sebutan para pengikutnya yakni dengan sebutan ‘sahabat’.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful