SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) DENGAN DIABETES MELITUS DI PAV III RUMKITAL Dr.

RAMELAN SURABAYA

OLEH : DWI OKY F ERRI ALRIANTO FAJAR SANTOSO FITRIANI NAENY EKATAMA NOFRIDA PUSPITASARI QUROTUL A¶YUN MUHIMMATUS SUGENG PUJIANTO

y y y y y y y y y

PROGRAM STUDI PROFESI KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH SURABAYA 2011

f. Menjelaskan pengertian gangren diabetik. Menjelaskan pantangan bagi penderita diabetes. b. Menjelaskan perawatan kaki diabetik. 2 . tanda gejala tentang diabetes melitus : pasien / Keluarga pasien pengunjung Pav III Rumkital Dr.Ramelan Surabaya : Kamis. Menjelaskan pencegahan kaki diabetik. penyebab.SATUAN ACARA PENYULUHAN Bidang studi Topik Sasaran : Ilmu Keperawatan Medikal bedah : pengertian. Tujuan Instruksional Umum Untuk meningkatkan pengetahuan pasien/keluarga tentang perawatan kaki diabetik (gangren) 2. Menjelaskan tentang senam kaki diabetik. Tempat Hari/Tanggal Waktu : PAV III Rumkital Dr. c. Tujuan Instruksional Khusus Setelah diberikan penyuluhan. 23 Desember 2011 : 1 X 60 Menit 1. Menjelaskan cara pemeriksaan kaki diabetik. pasien/keluarga dapat : a. g.Ramelan Surabaya. e. Menyebutkan klasifikasi kelainan kaki diabetik d.

5. Cara pemeriksaan kaki diabetik e. Media  LCD  Leaflet 3 . b. Pentingnya senam kaki diabetik.3. Perawatan kaki diabetik. Pengertian gangren diabetik. g. Ramelan Surabaya 4. Sasaran Pasien dan keluarga pasien di PAV III Rumkital Dr. Pencegahan kaki diabetik c. Materi a. Metode  Ceramah  Tanya jawab  Demonstrasi 6. f. Klasifikasi kelainan kaki diabetik d. Pantangan bagi penderita diabetes.

 Menyebutkan penyuluhan diberikan 2 15 Menit Pelaksanaan :  Menjelaskan gangren diabetik  Menjelaskan tentang  Bertanya menjawab tanyaan diajukan dan peryang pengertian  Mendengarkan dan memper-hatikan yang materi akan  Mendengarkan pencegahan kaki diabetik  Menyebutkan klasifikasi kelainan kaki diabetik  Menjelaskan tentang pemeriksaan kaki diabetik  Menjelaskan tentang perawatan kaki diabetik  Menjelaskan tentang senam 4 . tujuan dari  Mendengarkan  Melakukan kontrak waktu.7. Kegiatan Penyuluhan NO WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN PESERTA 1 5 Menit Pembukaan:  Memperkenalkan diri  Menyambut salam dan mendengarkan  Mendengarkan  Menjelaskan penyuluhan.

kaki diabetik  Menjelaskan tentang pantangan pada penderita diabetes 3 5 Menit Evaluasi : Menanyakan pada pasien/keluarga Menjawab & men- tentang materi yang diberikan dan jelaskan pertanyaan. reinforcement kepada pasien/ keluarga bila dapat menjawab & menjelaskan pertanyaan/materi. Pengorganisasian :  Pembicara  Pembawa acara  Moderator  Observer : Erri Alrianto : Sugeng Pujianto : Dwi okky : Qurotul a¶yun Muhimmatus Naeny Ekatama  Dokumentasi : Nofrida Fitriani  Demonstran : fajar santoso 5 . 4 3 Menit Teriminasi :  Mengucapkan terima kasih Mendengarkan kepada pasien dan keluarga  Mengucapkan salam membalas salam dan kembali 9.

y Pasien dan keluarga mengerti pencegahan kaki diabetik. Pembimbing : Christine S..  Kriteria Hasil : y Pasien dan keluarga mengetahui pengertian gangren diabetik. Amk Kriteria Evaluasi  Kriteria struktur : y y Peserta hadir dikamar 2 PAV III Rumkital Dr.Kep. pasien dan keluarga konsentrasi mendengarkan penyuluhan. y Pasien dan keluarga dapat menyebutkan klasifikasi kelainan kaki diabetik y Pasien dan keluarga mengetahui cara pemeriksaan kaki diabetik y Pasien dan keluarga mengerti cara perawatan kaki diabetik.  Kriteria Proses : y y y pasien dan keluarga antusias terhadap materi penyuluhan.Ns Susi Mispeni.Ramelan Surabaya y Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum dan saat penyuluhan. pasien dan keluarga mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara lengkap dan benar. y Pasien dan keluarga mengetahui senam kaki diabetik y Pasien dan keluarga mengetahui pantangan yang tidak boleh dilakukan oleh penderita diabetes 6 .Ramelan Surabaya Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di kamar 2 PAV III Rumkital Dr.

Besar pulau langerhans yang terkecil adalah 50 Q. namun secara mikrobiologis adalah proses nekrosis yang disebabkan oleh infeksi. ( Askandar. Pankreas terdiri dari dua jaringan utama. 2001 ). ( Askandar. (Askandar. Bagian badan yang merupakan bagian utama dari organ ini merentang ke arah limpa dengan bagian ekornya menyentuh atau terletak pada alat ini. Pulau Langerhans yang tidak tidak mengeluarkan sekretnya keluar. disertai dengan atau tidak adanya gejala klinik akut ataupun kronik. Bagian depan ( kepala ) kelenjar pankreas terletak pada lekukan yang dibentuk oleh duodenum dan bagian pilorus dari lambung. kelenjar pankreas terbentuk dari epitel yang berasal dari lapisan epitel yang membentuk usus. Pankreas merupakan kelenjar endokrin terbesar yang terdapat di dalam tubuh baik hewan maupun manusia. sebagai akibat dari kurangnya insulin efektif di dalam tubuh. lebar 5 cm. terbanyak adalah 7 . sedangkan yang terbesar 300 Q. Asini sekresi getah pencernaan ke dalam duodenum. Gangren Kaki Diabetik adalah luka pada kaki yang merah kehitam-hitaman dan berbau busuk akibat sumbatan yang terjadi di pembuluh darah sedang atau besar di tungkai. dengan tanda ± tanda hiperglikemia dan glukosuria. 2001). Anatomi Fisiologi Pankreas merupakan sekumpulan kelenjar yang panjangnya kira ± kira 15 cm. tetapi menyekresi insulin dan glukagon langsung ke darah. 2. gangguan primer terletak pada metabolisme karbohidrat yang biasanya disertai juga gangguan metabolisme lemak dan protein. 2000 ). Gangren adalah proses atau keadaan yang ditandai dengan adanya jaringan mati atau nekrosis.MATERI PENYULUHAN DIABETES (KAKI DIABETIK) 1. mulai dari duodenum sampai ke limpa dan beratnya rata ± rata 60 ± 90 gram. Dari segi perkembangan embriologis. b. Pulau langerhans berbentuk ovoid dengan besar masing-masing pulau berbeda. Definisi Diabetes Mellitus ( DM ) adalah penyakit metabolik yang kebanyakan herediter. Terbentang pada vertebrata lumbalis 1 dan 2 di belakang lambung. yaitu : a. Pulau ± pulau Langerhans yang menjadi sistem endokrinologis dari pamkreas tersebar di seluruh pankreas dengan berat hanya 1 ± 3 % dari berat total pankreas.

suatu hormon yang mempunyai ³ anti insulin like activity ³. Pada penderita DM. asam lemak. faktor lain seperti asam amino. yaitu : a. Insulin merupakan protein kecil dengan berat molekul 5808 untuk insulin manusia. sekresi insulin meningkat cepat. Molekul insulin terdiri dari dua rantai polipeptida yang tidak sama. Sel ± sel A ( alpha ). Insulin dapat larut pada pH 4 ± 7 dengan titik isoelektrik pada 5. Di bawah mikroskop pulau-pulau langerhans ini nampak berwarna pucat dan banyak mengandung pembuluh darah kapiler. sel beha sering ada tetapi berbeda dengan sel beta yang normal dimana sel beta tidak menunjukkan reaksi pewarnaan untuk insulin sehingga dianggap tidak berfungsi. Masing ± masing sel tersebut. Rantai A terdiri dari 21 asam amino dan rantai B terdiri dari 30 asam amino. b. Pulau langerhans manusia. dan hormon gastrointestina merangsang sekresi insulin dalam derajat berbeda-beda. jumlahnya sekitar 5 ± 15 %. Pengaturan sekresi insulin dipengaruhi efek umpan balik kadar glukosa darah pada pankreas. Fungsi metabolisme utama insulin untuk meningkatkan kecepatan transport glukosa melalui membran sel ke jaringan terutama sel ± sel otot. Sel ± sel D ( delta ). dapat dibedakan berdasarkan struktur dan sifat pewarnaan. fibroblas dan sel lemak. jumlahnya sekitar 60 ± 80 % . Bila kadar glukosa darah meningkat diatas 100 mg/100ml darah. memproduksi glikagon yang manjadi faktor hiperglikemik. c. Sel ± sel B ( betha ). membuat somatostatin. produksi insulin akan menurun. 8 . Kedua rantai ini dihubungkan oleh dua jembatan ( perangkai ). jumlahnya sekitar 20 ± 40 % . membuat insulin. yaitu rantai A dan B. ia harus berikatan dengan protein reseptor yang besar di dalam membrana sel. Bila kadar glukosa normal atau rendah.yang besarnya 100 ± 225 Q. Sebelum insulin dapat berfungsi. Jumlah semua pulau langerhans di pankreas diperkirakan antara 1 ± 2 juta.3. Selain kadar glukosa darah. yang terdiri dari disulfida. Insulin di sintesis sel beta pankreas dari proinsulin dan di simpan dalam butiran berselaput yang berasal dari kompleks Golgi. mengandung tiga jenis sel utama.

Kelainan sel beta pankreas. Pada pasien obesitas. Sistem ini dapat dilakukan oleh autoimunitas yang disertai pembentukan sel ± sel antibodi antipankreatik dan mengakibatkan kerusakan sel . antara lain agen yang dapat menimbulkan infeksi. dimana berbagai lesi dapat menyebabkan insufisiensi insulin. Genetik.sel penyekresi insulin. Gangren Kaki Diabetik Faktor ± faktor yang berpengaruh atas terjadinya gangren kaki diabetik dibagi menjadi endogen dan faktor eksogen. berkisar dari hilangnya sel beta sampai kegagalan sel beta melepas insulin. Etiologi a. Kelainan insulin. Diabetes Melitus DM mempunyai etiologi yang heterogen. 2. Obat 9 . terjadi gangguan kepekaan jaringan terhadap insulin akibat kurangnya reseptor insulin yang terdapat pada membran sel yang responsir terhadap insulin. kemudian peningkatan kepekaan sel beta oleh virus. Angiopati diabetik c. 4. Trauma b. diet dimana pemasukan karbohidrat dan gula yang diproses secara berlebihan. Faktor endogen : a. Faktor ± faktor lingkungan yang mengubah fungsi sel beta. 3. Faktor lain yang dianggap sebagai kemungkinan etiologi DM yaitu : 1. obesitas dan kehamilan. metabolik b. Gangguan sistem imunitas. Neuropati diabetik Faktor eksogen : a. tetapi determinan genetik biasanya memegang peranan penting pada mayoritas DM. Infeksi c. b.3.

klorida. 3. Akibat glukosa yang keluar bersama urine maka pasien akan mengalami keseimbangan protein negatif dan berat badan menurun serta cenderung terjadi polifagi. Berkurangnya pemakaian glukosa oleh sel ± sel tubuh yang mengakibatkan naiknya konsentrasi glukosa darah setinggi 300 ± 1200 mg/dl. 1. Pasien ± pasien yang mengalami defisiensi insulin tidak dapat mempertahankan kadar glukosa plasma puasa yang normal atau toleransi sesudah makan. Adanya poliuri menyebabkan dehidrasi dan timbul polidipsi. Peningkatan mobilisasi lemak dari daerah penyimpanan lemak yang menyebabkan terjadinya metabolisme lemak yang abnormal disertai dengan endapan kolestrol pada dinding pembuluh darah. Berkurangnya protein dalam jaringan tubuh. Gangren Kaki Diabetik Ada dua teori utama mengenai terjadinya komplikasi kronik DM akibat hiperglikemia. Ini akan memudahkan terjadinya gangren. Teori Sorbitol Hiperglikemia akan menyebabkan penumpukan kadar glukosa pada sel dan jaringan tertentu dan dapat mentransport glukosa tanpa insulin. dan pospat. yaitu teori sorbitol dan teori glikosilasi. Glukosa yang berlebihan ini tidak akan termetabolisasi habis secara normal melalui glikolisis. b. Akibat yang lain adalah astenia atau kekurangan energi sehingga pasien menjadi cepat telah dan mengantuk yang disebabkan oleh berkurangnya atau hilangnya protein tubuh dan juga berkurangnya penggunaan karbohidrat untuk energi. tetapi sebagian dengan perantaraan enzim aldose reduktase akan diubah menjadi 10 . Glukosuria ini akan mengakibatkan diuresis osmotik yang menyebabkan poliuri disertai kehilangan sodium. potasium. Patofisiologis a. Pada hiperglikemia yng parah yang melebihi ambang ginjal normal ( konsentrasi glukosa darah sebesar 160 ± 180 mg/100 ml ). 2.4. Diabetes Melitus Sebagian besar gambaran patologik dari DM dapat dihubungkan dengan salah satu efek utama akibat kurangnya insulin berikut: 1. penebalan membran basalis dan perubahan pada saraf perifer. akan timbul glikosuria karena tubulus ± tubulus renalis tidak dapat menyerap kembali semua glukosa. Hiperglikemia yang lama akan menyebabkan arterosklerosis.

nyeri kaki di malam hari. Derajat I Derajat II Derajat III : Ulkus superfisial terbatas pada kulit. kulit masih utuh dengan kemungkinan disertai kelainan bentuk kaki seperti ³ claw. : Ulkus dalam menembus tendon dan tulang. denyut arteri hilang. kaki menjadi pucat bila dinaikkan. Adanya neuropati perifer akan menyebabkan terjadinya gangguan sensorik maupun motorik. Apabila sumbatan darah terjadi pada pembuluh darah yang lebih besar maka penderita akan merasa sakit tungkainya sesudah ia berjalan pada jarak tertentu.1993). Klasifikasi Wagner ( 1983 ) membagi gangren kaki diabetik menjadi enam tingkatan . sehingga akan mengalami trauma tanpa terasa yang mengakibatkan terjadinya ulkus pada kaki gangguan motorik juga akan mengakibatkan terjadinya atrofi otot kaki. dengan atau tanpa osteomielitis. 2. neuropati dan infeksi. sehingga faktor angiopati dan infeksi berpengaruh terhdap penyembuhan atau pengobatan dari KD. yaitu : Derajat 0 : Tidak ada lesi terbuka. terutama yang mengandung senyawa lisin. Neuropati merupakan faktor penting untuk terjadinya KD. Terjadinya Kaki Diabetik (KD) sendiri disebabkan oleh faktor ± faktor disebutkan dalam etiologi.callus ³. Infeksi sering merupakan komplikasi yang menyertai KD akibat berkurangnya aliran darah atau neuropati. Manifestasi gangguan pembuluh darah yang lain dapat berupa : ujung kaki terasa dingin. Angiopati akan menyebabkan terganggunya aliran darah ke kaki. Teori Glikosilasi Akibat hiperglikemia akan menyebabkan terjadinya glikosilasi pada semua protein.sorbitol. Terjadinya proses glikosilasi pada protein membran basal dapat menjelaskan semua komplikasi baik makro maupun mikro vaskular. oksigen ( zat asam ) serta antibiotika sehingga menyebabkan luka sulit sembuh ( Levin. Sorbitol akan tertumpuk dalam sel / jaringan tersebut dan menyebabkan kerusakan dan perubahan fungsi. : Abses dalam. sehingga merubah titik tumpu yang menyebabkan ulsetrasi pada kaki pasien. Faktor utama yang berperan timbulnya KD adalah angiopati. Adanya angiopati tersebut akan menyebabkan terjadinya penurunan asupan nutrisi. 5. 11 . Derajat IV : Gangren jari kaki atau bagian distal kaki dengan atau tanpa selulitis. Gangguan sensorik akan menyebabkan hilang atau menurunnya sensasi nyeri pada kaki.

Kaki Diabetik akibat Neuropati ( KDN ) Terjadi kerusakan syaraf somatik dan otonomik. dengan pulsasi pembuluh darah kaki teraba baik.Pada perabaan terasa dingin. berat badan menurun dan 12 . Klinis di jumpai kaki yang kering. Pola nutrisi dan metabolisme Akibat produksi insulin tidak adekuat atau adanya defisiensi insulin maka kadar gula darah tidak dapat dipertahankan sehingga menimbulkan keluhan sering kencing. . Gordon telah mengembangkan 11 pola fungsi kesehatan yang dapat digunakan untuk mengetahui perubahan tersebut.Didapatkan ulkus sampai gangren. .Pulsasi pembuluh darah kurang kuat. kesemutan. 2. Pola persepsi dan tata laksana hidup sehat Pada pasien gangren kaki diabetik terjadi perubahan persepsi dan tata laksana hidup sehat karena kurangnya pengetahuan tentang dampak gangren kaki diabetuk sehingga menimbulkan persepsi yang negatif terhadap dirinya dan kecenderungan untuk tidak mematuhi prosedur pengobatan dan perawatan yang lama. oleh karena itu perlu adanya penjelasan yang benar dan mudah dimengerti pasien. .Derajat V : Gangren seluruh kaki atau sebagian tungkai. oedem kaki. Gambaran klinis KDI : . mati rasa. 1. terutama di daerah betis. tidak ada gangguan dari sirkulasi. Dampak masalah Adanya penyakit gangren kaki diabetik akan mempengaruhi kehidupan individu dan keluarga.Penderita mengeluh nyeri waktu istirahat. Kaki Diabetik akibat Iskemia ( KDI ) Disebabkan penurunan aliran darah ke tungkai akibat adanya makroangiopati ( arterosklerosis ) dari pembuluh darah besar ditungkai. Adapun dampak masalah yang bisa terjadi meliputi : a. 6. hangat. banyak makan. Pada Individu Pola dan gaya hidup penderita akan berubah dengan adanya penyakit ini. Sedangkan Brand (1986) dan Ward (1987) membagi gangren kaki menjadi dua golongan : 1. 2. banyak minum.

perasaan tidak berdaya karena ketergantungan menyebabkan reaksi psikologis yang 13 . Pola mekanisme stres dan koping Lamanya waktu perawatan. gangguan kualitas maupun ereksi.mudah lelah. Pola persepsi dan konsep diri Adanya perubahan fungsi dan struktur tubuh akan menyebabkan penderita mengalami gangguan pada gambaran diri. 5. Pola sensori dan kognitif Pasien dengan gangren cenderung mengalami neuropati / mati rasa pada luka sehingga tidak peka terhadap adanya trauma. 6. Pada eliminasi alvi relatif tidak ada gangguan. 8. perjalanan penyakit yang kronik. Luka yang sukar sembuh. Keadaan tersebut dapat mengakibatkan terjadinya gangguan nutrisi dan metabolisme yang dapat mempengaruhi status kesehatan penderita. banyaknya biaya perawatan dan pengobatan menyebabkan pasien mengalami kecemasan dan gangguan peran pada keluarga ( self esteem ). penderita mudah mengalami kelelahan. nyeri pada kaki yang luka dan situasi rumah sakit yang ramai akan mempengaruhi waktu tidur dan istirahat penderita. 3. Pola tidur dan istirahat Adanya poliuri. 10. serta memberi dampak pada proses ejakulasi serta orgasme. 9. Pola hubungan dan peran Luka gangren yang sukar sembuh dan berbau menyebabkan penderita malu dan menarik diri dari pergaulan. sehingga pola tidur dan waktu tidur penderita mengalami perubahan. 4. Pola seksual dan reproduksi Angiopati dapat terjadi pada sistem pembuluh darah di organ reproduksi sehingga menyebabkan gangguan potensi sek. Pola eliminasi Adanya hiperglikemia menyebabkan terjadinya diuresis osmotik yang menyebabkan pasien sering kencing (poliuri) dan pengeluaran glukosa pada urine ( glukosuria ). Pola aktivitas dan latihan Adanya luka gangren dan kelemahan otot ± otot pada tungkai bawah menyebabkan penderita tidak mampu melaksanakan aktivitas sehari-hari secara maksimal. lamanya perawatan. 7.

11. Jika klien berhasil mengatasi diabetes yang dideritanya. Pola tata nilai dan kepercayaan Adanya perubahan status kesehatan dan penurunan fungsi tubuh serta luka pada kaki tidak menghambat penderita dalam melaksanakan ibadah tetapi mempengaruhi pola ibadah penderita. mudah tersinggung dan lain ± lain. Menurut dr. PENATALAKSANAAN Tujuan utama pentalaksanaan klien dengan diabetes mellitus adalah mengatur glukosa darah dan mencegah timbulnya komplikasi acut dan kronik. karena masalah kesehatan yang dialami oleh seorang anggota keluarga akan mempengaruhi seluruh anggota keluarga. Dalam hal makanan misalnya. ada dua golongan karbohidrat yakni jenis kompleks dan jenis sederhana. dapat menyebabkan penderita tidak mampu menggunakan mekanisme koping yang konstruktif / adaptif. kecemasan. Waktu perawatan yang lama dan biaya yang banyak akan mempengaruhi keadaan ekonomi keluarga dan perubahan peran pada keluarga karena salah satu anggota keluarga tidak dapat menjalankan perannya. Sebab lebih dari separuh kebutuhan energi diperoleh dari zat ini. jadwal dan jenis makanan) yaitu : J1 JII JIII :jumlah kalori sesuai dengan resep dokter harus dihabiskan :jadwal makanan harus di ikuti sesuai dengan jam makan terdaftar :jenis makanan harus diperhatikan (pantangan gula dan makanan manis) Selain mengontrol kadar gula secara teratur. Yang pertama mempunyai ikatan kimiawi lebih dari satu rantai glukosa 14 .Sc. penderita diabetes harus memperhatikan takaran karbohidrat. diet dan intervensi farmakologi gengan preparat hiperglikemik oral dan insulin. melakukan diet makanan dan olahraga yang teratur menjadi kunci sukses pengelolaaan diabetes. b. ia akan terhindar dari hiperglikemia atau hipoglikemia. M..negatif berupa marah. Tiga hal penting yan harus diperhatikan pada penderita diabetes mellitus adalah tiga J (jumlah. Penatalaksanaan diabetes tergantung pada ketepatan interaksi dari 3 faktor aktifitas fisik. ahli gizi dari SEAMEO-Tropmed UI. Elvina Karyadi. 7. Dampak pada keluarga Dengan adanya salah satu anggota keluarga yang sakit dan dirawat di rumah sakit akan muncul bermacam ±macam reaksi psikologis dari kelurga.

semangka dll. tidak dianjurkan. Sedangkan buah-buahan yang terlalu manis seperti sawo. langsung masuk ke dalam aliran darah sehingga kadar gula darah langsung melejit.sedangkan yang lain hanya satu. sayuran. jeli. tomat. salak. apel. durian. sirup. nanas. rambutan. karbohidrat sederhana seperti es krim. anggur. selai. Dari sisi makanan penderita diabetes lebih dianjurkan mengkonsumsi karbohidrat berserat seperti kacang-kacangan. minuman ringan. buah segar seperti pepaya. Sebaliknya. Di dalam tubuh karbohidrat kompleks seperti dalam roti atau nasi. harus diurai menjadi rantai tunggal dulu sebelum diserap ke dalam aliran darah. 15 . nangka. kedondong. dan permen. jeruk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful