BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara perairan yang kaya akan ikan laut. Berdasarkan data FAO dari tahun 1994 sampai dengan tahun 1999 total perikanan dunia mengalami peningkatan, bahkan diprediksi akan terjadi peningkatan jumlah kebutuhan ikan pada tahun 2010, yaitu berkisar antara 105-110 juta ton berat basah. Hal ini disebabkan pertumbuhan jumlah penduduk dunia sekitar 1,8% per tahun terutama di negara-negara berkembang (Hadiwiyoto,1993). Ikan tongkol (Euthynnus affinis) termasuk salah satu jenis ikan laut yang terdapat di perairan Indonesia. Ikan tongkol merupakan sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat. Tingginya kadar protein mencerminkan tingginya kualitas daging ikan, namun demikian dengan tingginya protein akan memacu pertumbuhan bakteri yang dapat menimbulkan kerusakan. Menurut Fardiaz (1992), kerusakan bahan pangan termasuk ikan, disebabkan bakteri memiliki berbagai enzim yang dapat memecah komponen-komponen kompleks menjadi senyawa-senyawa sederhana yang mengakibatkan terjadinya perubahan-perubahan sifat, seperti warna, bau, rasa, dan tekstur. Oleh karena itu, diperlukan teknik pengawetan untuk mengatasi kerusakan pada daging ikan. Makanan berperan penting dalam kehidupan makhluk hidup, sebagai sumber tenaga, pembangun, pengatur bahkan penyembuh sakit. Bahkan makanan harus terjamin mutunya, paling tidak diproses secara alami, tanpa tambahan zat kimia, sehingga baik untuk tubuh. Saat ini banyak ditemukan makanan yang mengandung zat kimia, yang berpotensi toksik pada tubuh. Bahan Tambahan Pangan (BTP) adalah

pengasapan. kejang. misalnya menjadi lebih awet.rempahan yang telah lama digunakan sebagai bahan baku obat tradisional. peragian atau fermentasi. Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri adalah Jahe (Zingiber officinale roxb). Penggunaan formalin sangat dilarang oleh Pemerintah Indonesia karena dapat mengakibatkan luka korosif pada lapisan mukosa saluran pencernaan dan disertai mual. fenol. serta formalin bersifat karsinogenik. perlu dicari alternatif pengawet makanan. Kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada tanaman jahe terutama golongan flavonoid. Dengan demikian. muntah. Tanaman jahe termasuk Suku Zingiberaceae. pengeringan. penggaraman (proses osmosa). dan minyak atsiri (Benjelalai. Senyawa bioaktif yang berperan sebagai antibakteria adalah golongan flavonoid. tampil lebih menarik dan berasa lebih mantap (Nuraini. pengawet alami (chitosan) dan rempah-rempah. jantung. fenol. dan minyak atsiri (Benjelalai. dan ginjal. terpenoid. limpa. Terdapat bermacam-macam pengawetan ikan antara lain dengan cara bekasem (penggaraman dan peragian). 2001). 1984). pemindangan.zat yang ditambahkan pada makanan untuk memperbaiki tampilan makanan. terpenoid. otak. 1984). dan rasa perih. Senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan tumbuhan Suku Zingiberaceae umumnya dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen yang . koma. terutama daging ikan yang aman bagi kesehatan dan memiliki aktivitas antibakteri. pengaruh sistemik berupa depresi susunan syaraf pusat. pankreas. dan terdapatnya sel darah merah pada urine. merupakan salah satu tanaman rempah. terjadinya kerusakan hati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rempah-rempah dan bumbu asli Indonesia ternyata banyak mengandung senyawa anti mikroba salah satunya adalah jahe yang berpotensi untuk dijadikan sebagai pengawet alami. pendinginan.

jamur Neurospora sp. terhadap bakteri pembusuk daging segar. 1. Yang hasilnya adalah ekstrak etanol jahe mampu menghambat aktivitas antibakteri. maka masalah penelitian ini adalah apakah ada pengaruh penambahan ekstrak jahe (Zingiber officinale roxb) terhadap kualitas (protein) daging ikan tongkol. 2. 3%. 6%.3 Batasan Masalah Batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. 6% dan 9%. Berdasarkan penelitian sebelumya oleh Esti Handayani (2009).2 Rumusan Masalah ” Apakah ada pengaruh penambahan ekstrak jahe (Zingiber officinale roxb) dalam beberapa konsentrasi terhadap kualitas (protein) daging ikan tongkol (Euthynnus affinis)?” 1. 9% dan 12% . Rhizopus sp dan Penicilliumsp. dilakukan pemeriksaan terhadap aktivitas antibakteri ekstrak jahe (Zingiber officinale roxb) dengan konsentrasi 0%.merugikan kehidupan manusia. 3%. . Sampel ikan tongkol (Euthynnus affinis) yang di periksa adalah kadar protein ikan tongkol dengan penambahan beberapa konsentrasi ekstrak jahe (Zingiber officinale roxb) sebanyak 0%. Staphylococcus aureus. Berdasarkan latar belakang tersebut. Sampel ikan tongkol yang digunakan adalah ikan tongkol (Euthynnus affinis) yang dijual di pasar Karangmenjangan Surabaya. diantaranya adalah bakteri Escherichia coli. Bacillus subtilis.

1. Untuk mengukur kualitas (protein) daging ikan tongkol (Euthynnus affinis) dengan penambahan ekstrak jahe (Zingiber officinale roxb) sebanyak 12%. 2. Untuk mengukur kualitas (protein) daging ikan tongkol (Euthynnus affinis) dengan penambahan ekstrak jahe (Zingiber officinale roxb) sebanyak 6%. Untuk mengukur kualitas (protein) daging ikan tongkol (Euthynnus affinis) dengan penambahan ekstrak jahe (Zingiber officinale roxb) sebanyak 9%. Untuk mengukur kualitas (protein) daging ikan tongkol (Euthynnus affinis) dengan penambahan ekstrak jahe (Zingiber officinale roxb) sebanyak 0%.2 Tujuan khusus 1. .1 Tujuan umum Untuk mengetahui apakah ada pengaruh penambahan ekstrak jahe (Zingiber officinale roxb) dalam beberapa konsentrasi terhadap kualitas (protein) daging ikan tongkol (Euthynnus affinis).4. 6%. 6.4. 3. 3%. Untuk menganalisa kualitas (protein) daging ikan tongkol (Euthynnus affinis) dengan penambahan ekstrak jahe (Zingiber officinale roxb) sebanyak 0%. 1.4 Tujuan Penelitian 1. 5. Untuk mengukur kualitas (protein) daging ikan tongkol (Euthynnus affinis) dengan penambahan ekstrak jahe (Zingiber officinale roxb) sebanyak 3%. 9%. dan 12%. 4.

Menambah daya guna dari jahe (Zingiber officinale roxb) sebagai penghasil senyawa antibakteri dalam dunia pendidikan dan kesehatan. Menambah wawasan bagi masyarakat. 3. . Menambah informasi ilmiah dalam hal eksplorasi dan penemuan senyawa bioaktif dari bahan alam. 2. khususnya produsen ikan laut untuk menerapkan metode pengawetan menggunakan bahan alam yang aman bagi kesehatan.5 Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat diperoleh dari hasil penelitian ini adalah: 1.1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful