BAB I GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Profil Singkat Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (“TELKOM”, ”Perseroan”, “Perusahaan”

, atau “Kami”) merupakan Badan Usaha Milik Negara dan penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan terbesar di Indonesia. TELKOM menyediakan layanan InfoComm, telepon kabel tidak bergerak (fixed wireline) dan telepon nirkabel tidak bergerak (fixed wireless), layangan telepon seluler, data dan internet, serta jaringan dan interkoneksi, baik secara langsung maupun melalui anak perusahaan. Sebagai BUMN, Pemerintah Republik Indonesia merupakan pemegang saham mayoritas yang menguasai sebagian besar saham biasa Perusahaan sedangkan sisanya dimiliki oleh publik. Saham Perusahaan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (“BEI”), New York Stock Exchange (“NYSE”), London Stock Exchange (“LSE”) dan Tokyo Stock Exchange (tanpa listing). Strategi dan Pengelolaan Perusahaan Secara Umum Visi Menjadi perusahaan yang unggul dalam penyelenggaraan Telecommunication, Information, Media dan Edutainment (TIME) di kawasan regional. Misi 1. 2. Menyediakan layanan TIME yang berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif Menjaga model pengelolaan korporasi terbaik di Indonesia

Divisi Regional II (Jabotabek Sekapur) Profil Perusahaan Perusahaan Telkom memiliki cakupan luas di seluruh nusantara Indonesia dan dibagi menjadi 6 wilayah divisi regional. Yaitu, Sumatra, Jabotabek Sekapur, Jawa Barat dan Banten, Jawa Tengah dan DIY, Jawa Timur, Kalimantan, dan Kawasan Timur Indonesia. Struktur Organisasi PT Telekomunikasi Indonesia Jabotabek Sekapur

Strategi Bisnis PT Telkom Secara umum, Telkom memiliki sasaran dan strategi tersendiri dalam ideologi TIME yang diterapkan, yaitu : Tujuan Menciptakan posisi unggul dengan memperkokoh bisnis legacy & meningkatkan bisnis new wave untuk memperoleh 60% dari pendapatan industri pada tahun 2015. Inisiatif Strategis 1. Mengoptimalkan layanan jaringan telepon tidak bergerak kabel / fixed wireline (“FWL”).

pengetahuan. kemampuan. kelayakan. jaringan. Melakukan transformasi budaya perusahaan Aspek Manajemen a. TELKOM melihat bakat karyawan (keterampilan individu. Melakukan investasi pada jaringan pita lebar (broadband). data dan internet. Mengembangkan layanan teknologi informasi. kesesuaian. sikap. kreativitas dan nilai tambah lainnya) sebagai aset perusahaan untuk mendorong pembentukan sebuah organisasi pembelajaran. TELKOM melakukan perubahan mendasar dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (“SDM”) dengan cara mengubah konsep human resources menjadi human capital. kecerdasan. 6.2. pengalaman. keahlian. 5. Mengembangkan bisnis media dan edutainment. Mengintegrasikan solusi enterprise dan berinvestasi di bisniswholesale. pendidikan. Aspek SDM Dalam beberapa tahun terakhir ini. 7. Aspek Operasional Telkom secara umum memiliki 4 jenis sisi operasional yang terbagibagi kembali dalam perusahan Telkom atau anak Perusahaan Telkom itu sendiri. wewenang. ke-4 sisi operasional tersebut adalah layanan interkoneksi. 4. . Memperkuat & mengembangkan bisnis jaringan tidak bergerak nirkabel / fixed wireless access ( “FWA”) dan mengelola portofolio nirkabel. 9. Mengintegrasikan Next Generation Network (“NGN”). 10. pelatihan. Merampingkan portofolio anak perusahaan. Menyelaraskan struktur bisnis dan pengelolaan portofolio. 8. b. 3.

sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. maka arahnya pada frekuensi. Namun. Ini yang sering kali diabaikan oleh perusahaan lain. posisi keuangan konsolidasian Perusahaan dan anak perusahaan tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. strategi pemasaran dipercayakan kepada bagian marketing communication (marcom)." linkberikut http://www. “Menurut pendapat kami. Menurut dia.c. 2009 and 2008.telkom. "Ketika bicara soal PR." kata Wakil Presiden Telkom Bidang Publik dan Marcom itu. Hal ini tercermin dari kutipan Chrisna A. Kutipannya sebagai berikut. keuangan Telkom tumbuh dengan sangat sehat dan Telkom merupakan salah satu perusahaan blue chip di Indonesia. dapat dikunjungi di al. dalam semua hal yang material. untuk aspek kesehatan finansial Telkom tidak perlu diragukan lagi. CPA yang menjalankan usaha di bidang akuntan public yang memiliki standar Institut Akuntan Publik Indonesia dan standar yang ditetapkan Public Company Accounting Oversight Board (United States). kedua bidang itu tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu.id/download/File/UHI/Tahun2011/FSIndonesia2010fin . maka arahnya adalah reputasi. fungsi kehumasan dipegang oleh public relation. ketika bicara soal periklanan. laporan keuangan konsolidasian yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar.Wardhana. Aspek Pemasaran Di Telkom. Sementara itu. serta hasil usaha dan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010.pdf d.” Untuk lebih jelasnya tentang alur keuangan Telkom secara umum. "Dua peran ini di Telkom digabung jadi satu.co. Aspek Keuangan Secara umum.

dan menunjukkan prestasi pada b.2. diantaranya adalah: 2.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman dan modernisasi yang ada saat ini. Mengenal. 2. Mendapat pengalaman magang didunia kerja sesungguhnya. mahasiswa (i) diharapkan mampu mengenal lingkungan kerja berikut serangkaian aktivitas-aktivitasnya sehingga memiliki persiapan sejak dini untuk memasuki dunia kerja yang sesungguhnya setelah lulus nanti. tuntutan akan sumber daya manusia yang lebih kompeten pun semakin besar. a. memahami berbagai aspek perusahaan seperti: standar kerja. aspirasi. tetapi juga dari proses pengembangan diri melalui kegiatankegiatan ekstrakurikuler yang melatih kecakapan mahasiswa(i). Sumber daya manusia dituntut untuk memiliki kompetensi yang lebih. dan hal positif lainnya yang bermanfaat. c. Persaingan semakin ketat untuk memperebutkan kursi dalam perusahaan.2 Manfaat Magang Adapun manfaat dari magang yang penyusun dapatkan. Adanya perbedaan lingkungan antara aktivitas di kampus dan di perusahaan menjadi latar belakang utama dilaksanakannya kegiatan magang ini dan menjadi salah satu mata kuliah sebagai syarat kelulusan S1. Kompetensi tersebut tidak hanya didapatkan dari bangku kuliah melalui proses belajar mengajar. dengan demikian diharapkan mereka mampu menghadapi persaingan dan tuntutan arus globalisasi yang ada saat ini.BAB II AKTIVITAS DAN PENUGASAN MAGANG 2. budaya perusahaan. Sebagai media untuk menyalurkan ide.1 Manfaat Bagi Mahasiswa perusahaan tempat kerja praktek. . Sehingga dengan adanya kegiatan magang ini.

Sub-Bagian TMN & OSS. Mampu membentuk pola bekerja dengan baik. Membentuk jaringan kemitraan selama mengikuti program kerja praktek sehingga menjadi modal. 2. yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto No. c. 2.2 Manfaat Bagi Institut Manajemen Telkom a. dan sesuai dengan norma yang berlaku di lingkungan institusi tempat magang. santun. Terjalin kemitraan dengan industri. b. Pada kegitan magang ini penulis ditempatkan pada bagian Network Regional II. dan menyiapkan membangun karier di bidangnya. Divisi Infratel Bagian Network Operation.2.3 Aktivitas Magang Penulis melaksanakan kegiatan magang selama 30 hari kerja (Senin-Jumat) sesuai aturan yang berlaku. c. dan dibimbing . Mendapatkan citra baik dari industri yang bersangkutan dan masyarakat pada umumnya. Memberikan masukan bagi pihak perusahaan untuk menentukan langkah yang tepat dalam mempertahankan kualitas produk/layanannya. e.3 Manfaat Bagi Perusahaan a. b.d.2. peluang di masa datang. Terjalin kemitraan dengan institusi pendidikan. Mendapat umpan balik terhadap proses belajar mengajar yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas mahasiswa. disiplin. 2. dari tanggal 1 Juli 2011 – 11 Agustus 2011 di PT Telekomunikasi Indonesia. Laporan diharapkan memberikan informasi yang berharga bagi pihak perusahaan mengenai cara meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. Jakarta.

1.• Perkenalan dengan pembimbing magang di 7 Juli) Divisi Infratel.00 WIB TABEL 2. Jadwal pelaksanaan magang.1.00 – 13. Minggu (15 -21 Juli) • Analisa masalah “STO Jatinegara” dan “STO Cikini” serta melakukan kunjungan langsung ke dua daerah tersebut • Analisa masalah “STO Bintaro” serta kunjungan ke daerah tersebut • Pemahaman konsep VPN dari bapak Sodikin 4. sebagai berikut : • Jam Kerja hari Senin – Jumat • Istirahat hari Senin – Jumat : pukul 08. Minggu ke-2 (814 Juli) 3. 5. • Membantu instalasi OS dan Aplikasi untuk . SubBagian TMN & OSS PT Telekomunikasi Indonesia. Minggu ke-4 (22-28 Juli) Minggu ke-5 (29 Juli 4 Agustus) Minggu ke-6 (5- 6.00 – 16. Periode (Tahun 2011) Aktivitas Magang Minggu ke-1 (1. Tabel Kegiatan Magang No. Bagian Network Operation.langsung oleh Bapak selaku Admin Simonica PT Telekomunikasi Indonesia untuk wilayah Jabodetabek-Sekapur.00 WIB : pukul 12. Bapak Ahmad Tavip serta karyawankaryawan di bagian tersebut • Pengenalan Profil Lantai 2 • Analisa masalah ruang sentral “STO SRPKandatel Tan” dan melakukan kunjungan ke tempat tersebut di daerah serpong ke-3 • Back up IP Address untuk keperluan sidak 2.

semuanya akan baik-baik saja dan lancar setelah system tersebut berjalan bertahun-tahun. tentu saja pendekatan yang digunakan kepada karyawan tentu tidak semata-mata sama dengan system yang digunakan kepada mesin ataupun perangkat lunak. Terkait dengan pembuatan system tersebut. Terlebih lagi setiap indidvidu yang berkepentingan harus diperhatikan kepentingannya dengan seksama sehingga tidak bersinggungan dengan individu yang lainnya dalam kaitan hal pekerjaan tentu saja. ditambah apabila system tersebut telah berjalan selama bertahun-tahun artinya system tersebut .4.4 Permasalahan 2. Terlepas dari semua konflik tersebut.1 Latar Belakang Masalah Sebuah sistem kerja dibangun oleh korporasi untuk mempermudah kinerja karyawan-karyawannya dalam berintegrasi dengan karyawan-karyawan yang lainnya dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari sehingga sebuah perusahaan dapat bergerak seperti sebuah jam besar di mana karyawankaryawannya dianalogikan sebagai roda-roda kecil yang bergerak di dalamnya yang menyokong kegiatan antara roda yang satu dan roda yang lainnya.11 Agustus) server OSASE • Analisa masalah di STO Kranji dan kunjungan langsung ke tempat tersebut 2. Manusia harus diperhatikan sisi emosionalnya sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran ketika terjadi konflik tugas didalam penyelesaian sebuah system tersebut. Tidak mudah membangun sebuah system kerja karena terdapat factor “trial and error” di dalam pembangunan sebuah system tersebut.

Pendekatan system transisi kali . permasalahannya bukanlah terletak pada seberapa sulit system tersebut dibuat atau seberapa mahal dalam pencapaian pemenuhan system tersebut melainkan siapa yang bertanggung jawab secara detail mulai dari awal pemindahan dari vendor ke lokasi server. hingga siapa sebenarnya orang yang bertanggun jawab atas masalah system baru tersebut. selalu ada satu kendala dalam situasi seperti ini. operasional. Simonica adalah sebuah system perangkat lunak yang diciptakan untuk memudahkan tekhnisi memantau masalah yang terjadi pada berbagai perangkat catu daya yang menjadi wewenang admin dan untuk masalah kali ini wilayah yang dipantau adalah divisi regional 2 yaitu jabotabek-sekapur. Masalah terutama dalam mengatasi bisnis persaingan telekomunikasi adalah korporasi tidak bisa terus menerus berada dalam zona nyaman dan hanya ada satu hal yang tidak berubah dalam industry telekomunikasi. instalasi. Di sinilah permasalah tersebut muncul. perubahana dilakukan dalam menghadapai persaingan yang semakin sengit dalam dunia telekomunikasi. Seorang admin akan bertindak sebagai operator untuk system tersebut dan memiliki autoritas penuh dalam menjalankan system terebut. Hal yang tidak berubah dalam industry telekomunikasi tersebut adalah “perubahan”. Setelah cukup lama memantau melalui system perangkat lunak bernama simonica dan seiring perkembangan jaman.telah cukup sukses mendukung kegiatan korporasi dalam mencapai visi dan misi perusahan Namun. dibutuhkan sebuah system dengan pendekatan analog untuk tetap mampu bersaing dan menguasai industry telekomunikasi di Indonesia. Simonica merupakan system lama yang sebentar lagi akan berubah menjadi OSASE.

3 Tujuan Penelitian Untuk menegaskan pentingnya pembagian tugas yang jelas dalam penyelesaian permasalahan perubahan sistem di atas agar di masa mendatang tidak terjadi konflik ketika kembali dilakukan perubahan system yang sifatnya sama di korporasi manapun.4.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian di atas.4.ini akan dikaitkan dengan teori ETOM tentang permasalaha yang terjadi pada konflik tersebut. 2.4. maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut: Bagaimana pentingnya pembagian tugas yang jelas terhadap perubahan transisi system SIMONICA menuju system OSASE mulai dari perakitan hingga operasional. 2. .4 Ruang Lingkup Permasalahan Penulisan laporan magang ini bertujuan untuk mencari tahu kejelasan tentang pembagian tugas kerja yang jelas kepada orang-orang yang menangani proses peralihan transsisi system dari SIMONICA menuju OSASE sehingga diperoleh kepastian mengenai pembagian tugas kerja yang jelas ketika suatu saat nanti akan dilakukan kembali perubahan system terkait dengan konflik yang serupa. 2.

1. akan membantu mengurangi biaya tenaga kerja montir yang memiliki banyak keahlian. Smith menyarankan bahwa sebuah bagian tenaga kerja. ruang lingkup permasalahan yang dibahas dalam laporan ini adalah mengenai pembagian tugas kerja yang jelas terhadap orang-orang yang terlibat dalam masa transisi dari system SIMONICA menuju OSASE.5 Landasan Teori Berdasarkan kutipan yang diambil dari buku manajamen operasi edisi ke-7 buku 1 karangan Jay Heizer dan Barry Render dijelaskan bahwa terdapat beberapa cara untuk menetapkan tugas-tugas yang terandung dalam suatu pekrjaan bagi seseorang atau sebuah kelompok yang dirangkum dalam subbab “Desain Kerja’. 2. Hal ini dimaksudkan agar pembahasan di dalam laporan magang ini menjadi fokus dan tidak bias dalam penyampaiannya.Oleh karena itu. Hal ini dapat dicapai dengan beberapa cara: .4. Desain kerja Desain kerja merupakan sebuah pendekatan yang menetapkan tugastugas yang terkandung dalam suatu pekerjaan bagi seseorang atau sebuah kelompok. yang juga dikenal sebagai spesialisasi tenaga kerja atau spesialisasi pekerjaan (labor specialization or job specialization). Terdapat tujuh komponen desain kerja. Pentingnya desain kerja sebagai sebuah variable manajemen dikaitkan pada ekonom abad ke18 Adam Smith. yaitu : - Spesialisasi pekerjaan Spesialisasi tenaga kerja merupakan pembagian tenaga kerja menjadi tugas-tugas yang unik atau khusus.

merupakan pemekaran secara horizontal.• Pengembangan keterampilan dan pembelajaran yang lebih cepat oleh karyawan karena adanya pengulangan • Lebih sedikit waktu yang terbuang karena karyawan tidak perlu mengubah pekerjaan atau perkakas • Pengembangan perkakas yang khusus dan pengurangan investasi karena setiap karyawan hanya memiliki sedikit perkakas yang dibutuhkan untuk tugas tertentu - Ekspansi pekerjaan Pemekaran pekerjaan merupakan pengelompokan beragam tugas yang memiliki tingkat keahlian yang hamper sama. yang menambahkan perencanaan dan pengendalian pekerjaan. Pendekatan yang pertama adalah pemekaran pekerjaan (job enlargement). yang terjadi di saat tugas yang ditambahkan membutuhkan keahlian yang sama pada pekerjaan yang ada sekarang . pendekatan kedua adalah Rotasi pekerjaan (Job Rotation) adalah sebuah versi pemekaran pekerjaan yang terjadi saat karyawan diperbolehkan untuk berpindah dari satu pekerjaan yang khusus ke pekerjaan khusus lainnya. Pendekatan yang ketiga adalah pengayaan pekerjaan (job enrichment). terakhir ini terdapat usaha untuk Pada beberapa tahun meningkatkan kualitas lingkungan kerja dengan beralih dari spesialisasi menuju desain kerja yang lebih bervariasi Pekerjaan dimodifikasi dalam beragam cara. Satu kelanjutan peningkatan pekerjaan .

memastikan adanya karakteristik pekerjaan inti dan memuaskan banyak kebutuhan psikologis anggota tim secara individu. • Memastikan bahwa mereka yang memiliki kontribusi yang sah adalah mereka yang berada dalam tim . sehingga karyawan menerima tanggung jawab untuk beragam keputusan yang biasanya dikaitkan dengan staf ahli Komponen psikologis Sebuah strategi sumber daya manusia yang efektif juga membutuhkan pertimbangan komponen psikologis dari desain kerja. Tim-tim seperti ini dapat dikelola untuk tujuan jangka panjang atau jangka pendek. Efektivitas tim juga diperhatikan oleh sang manajer. Tim-tim ini efektif karena pada dasarnya mereka dapat menyediakan pemberdayaan karyawan. Komponen-komponen ini memusatkan perhatian pada bagaimana mendesain pekerjaan sehingga memenuhi beberapa persyaratan psikologis minimum Tim yang mandiri Tim yang mandiri merupakan sekelompok individu yang diberdayakan dan bekerja bersama-sama untuk meraih sebuah tujuan yang sama. dalam pembentukan tim sang manajer akan memperhatikan beberapa hal seperti berikut.yang terkenal adalah pemberdayaan karyawan (employee empowerment). yang merupakan praktik dalam memperkaya pekerjaan.

diperlukan pula motivasi yang mampu meningkatkan produktivitas diantaranya adalah system insentif. Ergonomic berarti “penelitian akan kerja”. yang digunakan di seluruh dunia dengan beragam bentuk. Penelitian akan alat penghubung dikenal dengan (ergonomics).• • • - Menyediakan dukungan manajemen Memastikan pelatihan yang diperlukan Mendukung adanya tujuan dan sasaran yang jelas Motivasi dan system insentif Dalam pembentukan desain kerja. System insentif didasarkan pada produktivitas perorangan atau kelompok. Insentif produksi sering mensyaratkan karyawan atau kru untuk memproduksi pada atau di atas standar yang telah ditentukan - Ergonomi dan metode kerja Manajer operasi ini tertarik untuk membangun ergonomi satu alat penghubung antara manusia dengan mesin. termasuk hampir separuh perusahaan manufaktur di amerika. pengertian akan permasalahan ergonomic akan meningkatkan kinerja manusia - Tempat kerja yang visual .

1. eTOM (enhanced Telecom Operation Map) Gambar 2.Tempat kerja yang visual berarti penggunaan beragam teknik komunikasi visual untuk mengkomunikasikan informasi secara cepat bagi semua pihak yang berkepentingan. 2. eTOM .

TOM tidak cukup mengalamatkan akibat e-business pada lingkungan bisnis. eTOM berbasiskan pada Telecom Operation Map (TOM) yang merupakan model referensi proses untuk operasi dan manajemen di perusahaan telekomunikasi moderen. Kerangka kerja eTOM merepresentasikan model bisnis. Dimulai dengan seluruh enterprise dan definisi bisnis proses pada seri pengelompokan yang menggunakan dekomposi secara hierarki untuk mengembangkan strukturnya.www. Kepentingan untuk mengekspansi TOM menjadi kerangka bisnis proses total enterprise 2. kebutuhan akan integrasi proses e-business dan kekomplekan dari hubungan bisnis service provider.org eTOM merupakan kerangka atau model yang mengambarkan proses-proses yang dibutuhkan suatu service provider dan menganalisisnya menjadi detail level-level yang berbeda sesuai dengan prioritas bisnisnya. dengan area ketiga yang meliputi manajemen .tmforum. Tele Management Forum (TMF) memutuskan untuk memperluas kerangka TOM menjadi kerangka eTOM yang sekarang berdasarkan dua alasan berikut: 1. Conceptual View dari kerangka menyediakan gambaran dari penggrupan proses level 0 pada konteks keseluruhan yang membedakan strategi dan daur hidup proses menjadi dua area besar.

manajemen QoS dan billing. 2. juga manajemen hubungan pelanggan. menajemen pemasaran. Strategy. Proses-proses Resources termasuk segala sesuatu yang berhubungan dengan manajemen dan pengembangan infrastruktur perusahaaan. manajemen masalah layanan dan analisis kualitas.enterprise (lihat gambar di bawah Gambaran ini juga membedakan area fungsional pada layer horizontal dan menunjukan entitas internal dan eksternal yang berinteraksi dengan perusahaan. Infrastructure & Product : meliputi perencanaan dan manajemen lifecycle 3. Product and Customer termasuk segala sesuatu yang berhubungan dengan penjualan dan manajemen channel. penanganan masalah. . Proses-proses Market. 3. Operation : meliputi manajemen operasi inti 2. Proses-proses Service termasuk yang berhubungan dengan pengembangan layanan dan konfigurasi.aupun untuk mendukung perusahaan itu sendiri. manajemen produk. Pada level ini dapat diidentifikasikan tiga area proses utama : 1. pemesanan. Enterprise Management : meliputi koorporate atau manajemen pendukung bisnis Sedangkan empat area fungsional adalah sebagai berikut: 1. baik yang berhubungan dengan produk dan servis .

eTOM . Proses-proses Supplier/Partner termasuk yang berhubungan dengan interaksi perusahaan dengan supplier dan partnernya. Proses ini mempengaruhi kedua proses yang mengatur Supply Chain produk maupun infrastruktur. Seperti terlihat di gambar .2. eTOM CEO Level View Level konseptual didekomposisi menjadi CEO View dari fungsi bisnis perusahaan.4. sebagaimana mendukung antarmuka Operation dengan supplier dan partner Gambar 2.

2. merefleksikan bagaimana bisnis 1. merepresentasikan gambaran fungsional proses yang terkait dengan bisnis.3.mendekomposisi melihat prosesnya: menjadi dua perspektif yang berbeda pada penggrupan detail proses elemennya. seperti seluruh elemen yang terlibat pada keseluruhan aliran billing ke kostumer. Penggrupan proses secara horizontal. Penggrupan proses secara vertical. merepresentasikan gambaran proses end-to-end yang dibutuhkan untuk mendukung kostumer dan manajemen bisnis. eTOM Level 1 . seperti yang terlibat dalam manajemen supply chain. Gambar 2.

dan Billing (FAB). Infrastructure & Product Strategy & Commit. Infrastructure & Product dan proses Operations. memisahkan proses back office dari front office dan memastikan bahwa proses FAB memenuhi permintaan customer tanpa delay. Strategy.4. Difokuskan pada membangkitkan strategi bisnis perusahaan dan mendukung penyediaan produk kepada kastemer. Tambahan vertical Operations Support & Readiness telah ditambahkan untuk mendukung proses FAB. telah diintegrasikan untuk memberikan prioritas proses ke kastemer sebagai focus dari perusahaan. dan Product Lifecycle Management mempunyai waktu siklus yang berbeda dari proses operasi prioritas customer. Assurance.Operations mempunyai empat penggrupan proses vertical: Fulfillment. Penggrupan horizontal juga didekomposisi untuk merefleksikan perhatian yang berbeda untuk proses Strategy. Operation eTOM Level 2 . Gambar 2. Infrastructure Lifecycle Management.

terminologi dan skema klasifikasi untuk menjelaskan proses bisnis dan bangunan unsur pokok mereka 2) eTOM framework menyediakan dasar untuk mempergunakan disiplin perusahaan pada umumnya untuk perkembangan proses bisnis 3) eTOM framework menyediakan dan mengatur portofolio dari aplikasi IT dalam keperluan proses bisnis 4) Penggunaannya dalam industri akan meningkatkan kemungkinan bahwa aplikasi off-the-shelf akan siap digabungkan kedalam perusahaan. pada biaya yang lebih murah daripada pembangunan aplikasi yang biasanya. Berikut adalah beberapa perbandingan eTOM dengan model blue print lainnya : Gambar 2. Perbandingan peta eTOM dan peta lainnya .Keuntungan Menggunakan eTOM Framework 1) eTOM framework membuat ketersediaan struktur standar.5.

Oleh karena sistem monitoring dilakukan secara terpusat dan dipantau oleh area network .www. • OSASE (Operation Supervisory And Alert System for Electrical) Sistem informasi manajemen alarm mechanical electrical yang menyediakan beberapa fasilitas antara lain. Sehingga petugas dapat diminimalisasi. mengetahui . mengetahui besaran tegangan catuan AC maupun DC. Pada aplikasi ini data yang ditampilkan masih berupa text-based. mengetahui beban Kwh meter. mengetahui besaran suhu ruangan. jika pada sebelumnya terdapat pada setiap STO saat ini dipusatkan pada satu area network. mengetahui besaran ampere catuan AC maupun DC.area network maka otomatis akan mengurangi jumlah karyawan yang terdapat pada STO-STO.tmforum. Dengan tujuan agar petugas dapat mengetahui gangguan secara dini dan segera menyelesaikannya.org • SiMoniCa (Sistem Monitoring Catudaya) SiMonica adalah sebuah sistem aplikasi monitoring alarm catudaya yang terdapat pada kantor seluruh STO dijajaran Netre Jakarta.

Di sini tekhnisi harus memindahkan sendiri perangkat keras menuju ruangan tekhnisi untuk dilakukan penginstalan. penginstalan dilakukan untuk dijadikan sebagai server. Sistem Informasi ini dibuat jauh lebih sempurna jika dibandingkan dengan SiMoniCa yang hanya berupa text-based. dalam draft perjanjian tekhnisi . Selain itu. 2.5. Terdapat sedikit keluhan dari tekhnisi di sini karena tekhnisi hrs memindahkan sendiri perangkat tersebut menuju ruangannya untuk dilakukan penginstalan. Sedikit konflik kecil muncul ketika tekhnisi disuruh melakukan penginstalan dengan mengejar waktu. Operation System yang digunakan adalah linux agar server dapat bekerja lebih cepat dan efisien. dan juga menyediakan report untuk kebutuhan management. tekhnisi menolak dengan argument bahwa tekhnisi meminta kelonggaran waktu.atau mengukur BBM solar untuk diesel genset. dan juga handal.2 Instalasi perangkat lunak Setelah perangkat keras tersebut dipindahkan ke ruangan tekhnisi. baik dari sisi networking (sudah berbasis IP) maupun tampilan-tampilan yang disajikan jauh lebih lengkap.1 Pemindahan logistic Dalam proses masa transmisi perubahan system software dari SIMONICA menuju OSASE diawali dengan pembelian perangkat keras berupa 4 perangkat CPU berukuran besar.5 Pembahasan 2. Perangkat yang dipesan merupakan perangkat kosong sehingga tekhnisi yang ditunjuk untuk melakukan instalasi terhadapa perangkat kosong tersebut.5. efisien. 2. Karena TELKOM tidak merakit CPU sendiri maka TELKOM memesan perangkat CPU tersebut dari vendor perusahaan ternama.

berdasarkan teori etom.memaparkan bahwa sebenarnya perangkat ini harusnya hanya berupa serahterima saja dan tidak ada proses instalasi lagi. Di situ dijelaskan bahwa pembagian tugas kerja harus sesuai dengan Spesialisasi pekerjaan Ekspansi pekerjaan Komponen psikologis Tim yang mandiri Motivasi dan system insentif Ergonomi dan metode kerja Tempat kerja yang visual Ketujuh hal tersebut harus diperhatikan pembagian tugas kerja sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran antara hal yang wajib dikerjakan dan hal-hal yang menjadi nilai lebih. divisi yang jelas menerima tugas ini adalah divisi operasional terkait dengan “service management & operations” dan “supplier”. Pembagian tugas yang jelas juga harus disertai dengan pertanggung jawaban yang jelas pula. . Pembagian tugas kerja harus disesuaikan dengan desain kerja sesuai dengan teori yang tercantum pada buku manajem manajamen karangan Jay Heizer dan Barry Render en operasi. Instalasi linux juga sedikit mengalami hambatan karena penggunaan operation system Linux Vedora memiliki beberapa bug-bug yang masih harus dilengkapi secara manual untuk kepentingan yang diperlukan sehingga memakan waktu lebih lama disbanding biasanya.

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 3. 3.2 Saran .1 Kesimpulan Berdasarkan kegiatan magang yang telah penulis laksanakan. maka penulis menyimpulkan bahwa dalam pembagian tugas yang diberikan tidak terdapat kejelasan antara area hitam dan area putih sehingga menciptakan area abu-abu yang mengakibatkan timbulnya konflik sehingga menciptakan ketegangan antar individu yang berekepentingan dalam proyek tersebut.

.Pada saat divisi TMN dan OSS mengalami konflik perubahan sistem di waktu mendatang. maka divisi yang berkewajiban mengerjakan tugas tersebut harus mendeskripsikan pembagian tugas kerja yang jelas kepada setiap individu yang terlibat agar tidak terjadi konflik yang menimbulkan ketegangan.

Jakarta. Annual Report Telkom 2010. Inc. “ eTOM The Business Process Framework..” Cisco System. Cisco.” TeleMangament Forum. (2003). (2006) Manajamen Operasi. Salemba Empat. Jakarta. USA. “Introduction to eTOM. New Jersey. For The Information and Communication Sevices Industry. TMForum.DAFTAR PUSTAKA Heizer Jay dan Render Barry. . (2009). USA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful