Masa Perundagian a.

Kehidupan Sosial Usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pribadinya mendorong ditemukannya peleburan bijih-bijih logam dan pembuatan benda-benda dari logam. Selain itu, adanya persaingan antarpribadi di dalam masyarakat menimbulkan keinginan untuk menguasai satu bidang. Gejala seperti ini menyebabkan timbulnya golongan undagi. Golongan ini merupakan golongan masyarakat terampil dan mampu menguasai teknologi pada bidang-bidang tertentu, misalnya membuat rumah, peleburan logam, membuat perhiasan. Masa perundagian merupakan tonggak timbulnya kerajaan-kerajaan di Indonesia, karena pada masa ini kelompok-kelompok masyarakat yang terbentuk di desa- desa kecil membentuk kelompok yang lebih besar lagi, terutama dengan adanya penguasaan wilayah oleh orang yang dianggap terkemuka. Pada masa perundagian ini, masyarakat purba di Indonesia mulai berkenalan dengan komunitas yang lebih luas, seperti dengan manusia dari India dan Cina

b. Budaya dan Alat yang dihasilkan Adanya perkembangan teknologi yang semakin maju, mendorong manusia untuk melakukan hal yang terbaik pada dirinya, di antaranya pengaturan tata air (irigasi). Perdagangan pun diperluas hingga antarpulau yang sebelumnya hanya antardaerah domestik. Dengan demikian, terjadilah sosialisasi antara manusia Indonesia dengan suku dan bangsa-bangsa lain yang perkembangan budayanya telah lebih maju, seperti kebudayaan India dan Cina. Melalui interaksi dengan orang India, masyarakat Indonesia mulai mengenal sistem kerajaan, yang kemudian melahirkan kerajaan Hindu-Buddha seperti Kutai, Tarumanagara, Sriwijaya, Mataram, dan lain-lain. Kehidupan seperti ini menunjang terbentuknya kebudayaan yang lebih maju yang memerlukan alat-alat pertanian dan perda- gangan yang lebih baik dengan bahan-bahan dari logam. Hasilhasil peninggalan kebudayaannya antara lain nekara perunggu, moko, kapak perunggu, bejana perunggu, arca perunggu, dan perhiasan. (1) Nekara perunggu: berfungsi sebagai pelengkap upacara untuk memohon turun hujan dan sebagai genderang perang; memiliki pola hias yang beragam, dari pola binatang, geometris, dan tumbuh-tumbuhan, ada pula yang tak bermotif; banyak ditemukan di Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Selayar, Papua. (2) Kapak perunggu: bentuknya beraneka ragam. Ada yang berbentuk pahat, jantung, atau tembilang; motifnya berpola topang mata atau geometris. (3) Bejana perunggu: bentuknya mirip gitar Spanyol tanpa tangkai; di temukan di Madura dan Sulawesi. (4) Arca perunggu: berbentuk orang sedang menari, menaiki kuda, atau memegang busur panah; ditemukan di Bangkinang (Riau), Lumajang, Bogor, Palembang.

bentuknya ada yang silinder. Kepercayaan animisme dan dinamisme ini kemudian berkembang dan menyatu dengan kebudayaan Hindu-Buddha dan kemudian Islam. diberi sesajen. Kepercayan berkembang sesuai dengan pola pikir manusia yang merasa dirinya memiliki keterbatasan dibandingkan dengan yang lainnya. Kekuatan yang timbul dari alam semesta inilah yang menimbulkan kepercayaan dinamisme (dinamis berarti bergerak). Bali. misalnya hutan belantara. Masyarakat lambat laun. yakni hukum alam. dan Malang. pohon besar. c. Manusia purba percaya bahwa. sedangkan manik-manik banyak ditemukan di Sangiran. Pasemah. dimandikan dengan air kembang. 1) Animisme Dalam kepercayaan animisme. Mereka percaya akan hal. batu-batu besar.(5) Perhiasan dan manik-manik: ada yang terbuat dari perunggu. emas. . sehingga alat-alat tersebut harus dirawat. Roh atau makhluk halus yang diyakini berasal dari jiwa manusia yang meninggal. dari generasi ke generasi. pada batu akik. misalnya. Di kemudian hari. kepercayaan-kepercayaan animisme dan dinamisme mendorong manusia menemukan kekuatan yang lebih besar dari sekadar kekuatan roh dan makhluk halus dan alam. segi enam. gua-gua. gelang kaki. bersemayam kekuatan halus. banyak ditemukan di Bogor. berbentuk gelang tangan. Kepercayaan Kepercayaan masyarakat pada masa perundagian merupakan kelanjutan dari masa bercocok tanam. Anggapan seperti ini memunculkan jenis kepercayaan: animisme dan dinamisme. belati. sumur dalam. Timbullah kepercayaan terhadap adanya kekuatan gaib yang dapat menambah kekuatan seseorang yang masih hidup. lautan luas. Roh ini bisa dipanggil dan diminta pertolongan pada saat diperlukan. Gilimanuk. dan besi. Kekuatan gaib tersebut diyakini memiliki keteraturan sendiri yang tak dapat diganggu-gugat. dan lain-lain.hal yang gaib atau kekuatan hebat. atau oval. cincin. berfungsi sebagai bekal kubur. Bogor. Kepercayaan terhadap bermacam-macam roh dan makhluk halus yang menempati suatu tempat memunculkan kegiatan menghormati atau memuja roh tersebut dengan cara berdoa dengan mantera dan memberi sesajen atau persembahan. tombak. anak panah. bulat. Besuki. kemudian mendiami berbagai tempat. Bone. bandul. persimpangan jalan. meyakini bahwa ada kekuatan tunggal yang mendominasi kehidupan pribadi mereka maupun kehidupan alam semesta. keris. 2) Dinamisme Kepercayaan dinamisme ini perpanjangan dari animisme. Kepercayaan terhadap ³Kekuatan Tunggal´ ini lantas dihayati sebagai kekayaan batinspiritual sekaligus kekayaan kebudayaan. sumber mata air. manusia mempunyai anggapan bahwa suatu benda memiliki kekuatan supranatural dalam bentuk roh. kalung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful