You are on page 1of 15

BAB II PEMBAHASAN KONSEP MEDIS A. PENGERTIAN Meningitis adalah radang umum araknoidia,leptomeningitis.

(perawatan anak sakit,1984:232). Meningitis adalah suatu peradangan selaput otak yang biasanya diikuti pula oleh peradangan otak.(penyakit dalam dan penanggulangan,1985). Merupakan inflamasi yang terjadi pada lapisan arahnoid dan piamatter di otak serta spinal cord. Inflamasi ini lebih sering disebabkan oleh bakteri dan virus meskipun penyebab lainnya seperti jamur dan protozoa juga terjadi. (Donna D.,1999). B. ETIOLOGI 1. Bakteri Merupakan penyebab tersering dari meningitis, adapun beberapa bakteri yang secara umum diketahui dapat menyebabkan meningitis adalah : · Haemophillus influenzae · Nesseria meningitides (meningococcal) · Diplococcus pneumoniae (pneumococcal) · Streptococcus, grup A · Staphylococcus aureus · Escherichia coli · Klebsiella · Proteus · Pseudomonas 2. Virus Merupakan penyebab sering lainnya selain bakteri. Infeksi karena virus ini biasanya bersifat ³self-limitting´, dimana akan mengalami penyembuhan sendiri dan penyembuhan bersifat sempurna 3. Jamur 4. Protozoa

direabsorbsi melalui villi arachnoid yang berstruktur seperti jari jari didalam lapisan subarchnoid. hemiplagia. dan eksudat ini dapat menyebabkan sumbatan aliran normal cairan otak dan dapat menyebabkan hydrocephalus. ‡ Adanya disfungsi pada saraf III. dan penurunan tonus otot ‡ Reflex brudzinski dan reflex kernig positif ‡ Nausea ‡ Vomiting ‡ Takikardia ‡ Kejang ‡ Pasien merasa takut dan cemas D. memasuki cairan otak melalui aliran darah didalam pembuluh darah otak. PATOFISIOLOGI Otak dilapisi oleh tiga lapisan. kelelahan. Adanya mikroorganisme yang patologis merupakan penyebab peradangan pada piamater. MANIFESTASI KLINIK ‡ Pada awal penyakit. . arachnoid. mikroorganisme yang masuk dapat berjalan kecairan otak melalui ruangan subarachnoid. IV. Cairan hidung ( secret hidung ) atau secret telinga yang disebabkan oleh fraktur tulang tengkorak dapat menyebabkan meningitis karena hubungan langsung antara cairan otak dengan lingkungan (dunia luar ). perubahan daya mengingat. Eksudat yang dibentuk akan menyebar. perubahan tingkah laku ‡ Sesuai dengan cepatnya perjalanan penyakit pasien menjadi stupor ‡ Sakit kepala ‡ Sakit sakit pada otot ‡ Reaksi pupil terhadap cahaya. baik kecranial maupun kesaraf spinal yang dapat menyebabkan kemunduran neurologis selanjutnya.cairan otak dihasilkan didalam pleksus choroid ventrikel bergerak/mengalir melalui sub arachnoid dalam system ventrikuler seluruh otak dan sumsum tulang belakang. cairan otak dan ventrikel.dan piameter.yaitu:durameter. Photofobia apabila cahaya diarahkan pada mata pasien. VI ‡ Pergerakan motorik pada awal penyakit biasanya normal dan pada tahap lanjutan biasa terjadi hemiparesis. arachnoid. Organisme ( virus/ bakteri ) yang dapat menyebabkan meningitis.C.

E. hiperaktif dan halusinasi. hemofilus influenza. pada anak dan orang dewasa. nyeri kepala yang terus menerus. KLASIFIKASI MENINGITIS 1. Dapat pula sebagai perluasan perkontinuitatum dari peradangan organ / jaringan didekat selaput otak. 2. disebabkan oleh kuman non spesifik dan non virus. Meningitis bukan terjadi karena terinpeksi selaput otak langsung penyebaran hematogen. meningococcus. Meningitis purulenta pada umumnya sebagai akibat komplikasi penyakit lain. kelemahan umum dan rasa nyeri pada punggung dan sendi. Pada keadaan yang berat dapat terjadi herniasi otak sehingga terjadi dilatasi pupil dan koma. setelah 12 (dua belas ) sampai 24 (dua pulu empat ) jam timbul gambaran klinis meningitis yang lebih khas yaitu nyeri pada kuduk dan tanda tanda rangsangan selaput otak seperti kaku kuduk dan brudzinski.E. otitis media. stafhylococcus. Meningitis purulenta adalah radang selaput otak ( aracnoid dan piamater ) yang menimbulkan eksudasi berupa pus. penderita takut akan cahaya dan amat peka terhadap rangsangan. menggigil.coli. tanda tanda selaput otak akan menghilang. streptococcus. endokarditis dan lain lain. misalnya pada penyakit penyakit faringotonsilitis. mastoiditis dan lain lain. pneumonia. Meningitis serosa ( tuberculosa ) Meningitis tuberculosa masih sering dijumpai di Indonesia. penderita sering gelisah. Penyebab meningitis purulenta adalah sejenis kuman pneomococcus. mual dan muntah. biasanya dari paru paru. dan salmonella. tetapi biasanya skunder . Kuman secara hematogen sampai keselaput otak. hilangnya napsu makan. Penyakit ini lebih sering didapatkan pada anak daripada orang dewasa. Meningitis tuberculosa terjadi akibat komplikasi penyebab tuberculosis primer. misalnya abses otak. Komplikasi pada meningitis purulenta dapat terjadi sebagai akibat pengobatan yang tidak sempurna / pengobatan yang terlambat . mudah terangsang dan menunjukan perubahan mental seperti bingung. pada permulaan gejala meningitis purulenta adalah panas. Bila terjadi koma yang dalam . bronchopneumonia.

Pada pemeriksaan akan dijumpai tanda tanda rangsangan selaput otak seperti kaku kuduk dan brudzinski. Anak juga bias menjadi tuli atau buta dan kadang kadang menderita retardasi mental. nyeri punggung. Dan pengumpulan cairan ini akan menyebabkan peningkatan intra cranial. Meningitis virus Tipe dari meningitis ini sering disebut aseptic meningitis. Terdapat panas yang tidak terlalu tinggi. Tubuh akan berespon terhadap bakteri sebagai benda asing dan berespon dengan terjadinya peradangan dengan adanya neutrofil. 3. Meningitis Bakteri Bakteri yang paling sering menyebabkan meningitis adalah hemofilus influenza.coli. Eksudat yang biasanya terjadi pada meningitis bakteri tidak terjadi pada meningitis virus dan tidak ditemukan organisme pada kultur cairan otak. dan pseudomonas. kelainan jiwa seperti halusinasi. Dapat terjadi hemipareses dan kerusakan saraf otak yaitu N III. Ini biasanya disebabkan oleh berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh virus. 4. nyeri kepala dan nyeri kuduk. Peradangan terjadi pada seluruh kortek serebri dan lapisan jaringan otak . Gambaran klinik pada penyakit ini mulainya pelan. berat badan yang menurun. Hal ini akan menyebabkan akan mengalami infark. fibrin dan leukosit terbentuk diruangan subarachnoid ini akan terkumpul didalam cairan otak sehingga dapat menyebabkan lapisan yang tadinya tipis menjadi tebal. Cairan eksudat yang terdiri dari bakteri. Dapat terjadi cacat neurologis berupa parase.melalui pembentukan tuberkel pada permukaan otak. N VI. N VII. hydrocephalus akibat sumbatan . diplococcus pneumonia.N VIII sampai akhirnya kesadaran menurun. streptococcus grup A. paralysis sampai deserebrasi. monosit dan limfosit. N IV. E. klebsiela. Tuberkulosa ini timbul karena penyebaran mycobacterium tuberculosa. Pada meningitis tuberkulosa dapat terjadi pengobatan yang tidak sempurna atau pengobata yang terlambat. nyeri otot. seperti :herpes simplek dan herpes zoster. reabsorbsi berkurang atau produksi berlebihan dari likour serebrospinal. terdapat rasa lemah. sumsum tulang belakang atau vertebra yang kemudian pecah kedalam rongga archnoid. stapilococcus aurens.

Mekanisme atau respon dari jaringan otak terhadap virus bervariasi tergantung pada jenis sel yang terlibat.otak. kultur positif terhadap beberapa jenis bakteri ‡ Meningitis virus : tekanan bervariasi. . hematum daerah serebral. sel darah putih meningkat. glukosa menurun.Glukosa serum : meningkat 3. CSS biasanya jernih. cairan keruh / berkabut. · Gangguan pembekuan darah · Syok septic · Demam yang memanjang . analisa CSS dan fungsi lumbal ‡ Meningitis bacterial : tekanan meningkat. melihat ukuran / letak ventrikel . kultur biasanya negative. kultur virus biasanya hanya dengan prosedur khusus 2. PENATALAKSANAAN Pengobatan biasanya diberikan antibiotik : Antibiotik :Penicilin G dan Chlorampenikol Organisme: Pneumococci Meningococci Streptococci H. jumlah sel darah putih dan protein meningkat. glukosa dan protein biasanya normal. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIC 1. hemoragik maupun tumor G. LED : meningkat Kultur darah / hidung / tenggorokan / urine dapat mengindikasikan daerah ³pusat´ infeksi /mengidentifikasikan tipe penyebab infeksi 5. KOMPLIKASI Komplikasi yang bisa terjadi adalah . MRI /CT Scan : dapat membantu melokalisasi lesi. LDH serum : meningkat pada meningitis bakteri ‡ Sel darah putih : meningkat dengan peningkatan neotrofil (infeksi bakteri) ‡ Elektrolit darah : abnormal 4. F.

koma.2. kejang dan penurunan kesadaran. Riwayat sakit TB paru perlu ditanyakan pada pasien terutama apabila ada keluhan batuk produktif dan pernah menjalani pengobatan obat anti TB yang sangat berguna untuk mengidentifikasi meningitis tuberculosia. Riwayat Penyakit Dahulu Pengkajian penyakit yang pernah dialami pasien yang memungkinkan adanya hubungan atau menjadi predisposisi keluhan sekarang meliputi pernahkah pasien mengalami infeksi jalan napas bagian atas. Keluhan tersebut diantaranya. Keluhan kejang perlu mendapat perhatian untuk dilakukan pengkajian lebih mendalam. ASUHAN KEPERAWATAN A. Sakit kepala berhubungan dengan meningitis yang selalu berat dan sebagai akibat iritasi meningen. pengkajian lainnya yang perlu ditanyakan seperti riwayat selama menjalani perawatan di RS. Disini harus ditanya dengan jelas tetang gejala yang timbul seperti kapan mulai serangan. sakit kepala dan demam adalah gejala awal yang sering. stimulus apa yang sering menimbulkan kejang dan tindakan apa yang telah diberikan dalam upaya menurunkan keluhan kejang tersebut. PENGKAJIAN Keluhan utama yaitu Keluhan utama yang sering adalah panas badan tinggi. Riwayat penyakit sekarang Faktor riwayat penyakit sangat penting diketahui karena untuk mengetahui jenis kuman penyebab. Pada pengkajian pasien meningitis biasanya didapatkan keluhan yang berhubungan dengan akibat dari infeksi dan peningkatan TIK. tindakan bedah saraf. bagaimana sifat timbulnya kejang. sembuh atau bertambah buruk. pernahkah mengalami tindakan invasive yang memungkinkan masuknya kuman kemeningen terutama tindakan melalui pembuluh darah. otitis media. . Demam umumnya ada dan tetap tinggi selama perjalanan penyakit. mastoiditis. riwayat trauma kepala dan adanya pengaruh immunologis pada masa sebelumnya.

seperti pemakaian obat kortikostiroid. seperti endokarditis. Tanda : tekanan darah meningkat.Pengkajian pemakaian obat obat yang sering digunakan pasien. masalah berjalan. Takikardi. Neurosensori secara . Makanan dan Cairan Gejala : Kehilangan napsu makan. turgor kulit jelek. muntah. Aktivitas / istirahat Gejala : perasaan tidak enak (malaise ). beberapa penyakit jantung Conginetal ( abses otak ). nadi menurun dan tekanan nadi berat (berhubunganDengan peningkatan TIK dan pengaruh dari pusat vasomotor ). keterbatasan yang ditimbulkan kondisinya. gerakan involunter. keterbatasan dalam rentang gerak. Pemeiksaan fisik 1. kesulitan menelan (pada periode akut ) Tanda : Anoreksia. Tanda : Ataksia. distritmia ( pada fase akut ) seperti distrimia sinus (pada meningitis ). pemakaian jenis jenis antibiotic dan reaksinya (untuk menilai resistensi pemakaian antibiotic). 2. 4. membrane mukosa kering. Pengkajian psikososial Respon emosi pengkajian mekanisme koping yang digunakan pasien juga penting untuk menilai pasien terhadap penyakit yang dideritanya dan perubahan peran pasien dalam keluarga dan masyarakat serta respon atau pengaruhnya dalam kehidupan sehari harinya baik dalam keluarga ataupun dalam masyarakat. 5. kelumpuhan. 3. Sirkulasi Gejala : adanya riwayat kardiologi. kelemahan Umum. Hygiene Tanda : Ketergantungan terhadap semua kebutuhan perawatan diri ( pada periode akut ) 6. Eleminasi Tanda : Adanya inkotinensia dan retensi.

perubahan pada ) Fungsi motorik da nsensorik ( saraf cranial V dan VII terkena ) -Kejang umum atau lokal ( pada abses otak ) . Spastik ( encephalitis).Terasa kaku pada semua persarafan yang terkena. Pareslisia. Tanda : . kehilangan sensasi ( kerusakanPada saraf cranial ).Tanda brudzinski positif dan atau tanda kernig positif merupakan indikasi adanyaIritasi meningeal ( fase akut ) -Regiditas muka ( iritasi meningeal ) . delusi dan halusinasi / psikosis organic ( encephalitis ). brudzinski positif . -Kehilangan memori. . -Hemiparese hemiplegic ( meningitis / encephalitis ) .Refleks tendon dalam terganggu. letargi sampai kebingungan yang berat hinggaKoma. nistagmus ( bola mata bergerak terus menerus ). sulit mengambil keputusan ( dapat merupakan gejala Berkembangnya hidrosephalus komunikan yang mengikuti meningitis bacterial -Afasia / kesulitan dalam berkomunikasi. Kejang lobus temporal .Adanya hulusinasi penciuman / sentuhan. Ketulian( pada minimitis / encephalitis ) atau mungkin hipersensitifitas terhadap kebisingan. Fotopobia ( pada minimtis ).Mata ( ukuran / reaksi pupil ) : unisokor atau tidak berespon terhadap cahaya ( peningkatan TIK ). TimbulKejang ( minimitis bakteri atau abses otak ) gangguan dalam penglihatan. Karakteristik fasial (wajah ) .status mental / tingkat kesadaran . Otot Mengalami hipotonia /flaksid paralisis ( pada fase akut meningitis ). sepertiDiplopia ( fase awal dari beberapa infeksi ). -Ptosis ( kelopak mata atas jatuh ) .Gejala : sakit kepala ( mungkin merupan gejala pertama dan biasanya berat ) . Hiperalgesia / meningkatnya sensitifitas ( minimitis ) .

Nyeri / Kenyamanan Gejala : sakit kepala ( berdenyut dengan hebat. 2. Fraktur pada tengkorak / cedera kepala. fungsi lumbal. tonus otot flaksid menggigil atau plastic -Kelemahan secara . . Diagnosa keperawatan 1. Resiko tinggi terhadap trauma berhubungan dengan kelemahan umum.nyeri pada gerakan ocular. Pernapasan Gejala : Adanya riwayat infeksi sinus atau paru Tanda : Peningkatan kerja pernapasan (tahap awal ). meningkat. 3. abdomen atau kulit. perubahan mental ( letargi sampai Koma) 9. 4. Keamanan Gejala : . terpajan pada meningitis. Nyeri ( akut ) berhubungan dengan adanya proses inflamasi / infeksi.Imunisasi yang baru saja berlangsung .Adanya riwayat infeksi saluran napas atas atau infeksi lain. -Gangguan penglihatan atau pendengaran Tanda : suhu badan umum . meliputi mastoiditis Telinga tengah sinus.Gangguan sensoris B. terpajan oleh Campak. 7.diaphoresis. herpes simplek. perilaku distraksi /gelisah menangis / mengeluh. abses gigi. Perubahan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan edema serebral yang mengubah / menghentikan aliran darah arteri / vena. pembedahan. frontal ) mungkin akan diperburuk oleh Ketegangan leher /punggung kaku .tenggorokan nyeri Tanda : Tampak terus terjaga.Refleks abdominal menurun. gigitan binatang. benda asing yang terbawa.. Resiko tinggi terhadap ( penyebaran ) infeksi berhubungan dengan statis cairan tubuh. . 8.

e. maupun staf. mencegah pemajanan pada individu terinfeksi ( mis : individu yang mengalami infeksi saluran napas atas ) b. amoeba. Intervensi keperawatan 1. pengunjung.5. obat cranial mungkin diindikasikan untuk basilus gram negative. Ansietas / ketakutan berhubungan dengan pemisahan dari system pendukung ( hospitalisasi ). Mobilisasi secret dan meningkatkan kelancaran secret yang akan menurunkan resiko terjadinya komplikasi terhadap pernapasan. Mengontrol penyebaran sumber infeksi. Rasional . Catatan . Rasionalisasi . Resiko tinggi terhadap ( penyebaran ) infeksi berhubungan dengan statis cairan tubuh. jamur. d. kejernihan dan bau Rasionalisasi . Urine statis. seperti warna. Hasil yang diharapkan / criteria evaluasi pasien anak . tanpa penyebaran infeksi endogen atau keterlibatan orang Intervensi a. Catat karakteristik urine. menurunkan resiko pasien terkena infeksi sekunder. c. Pantau dan catat secara teratur tanda-tanda klinis dari proses infeksi. . lain Rasional : Terapi obat akan diberikan terus menerus selama lebih 5 hari setelah suhu turun ( kembali normal ) dan tanda-tanda klinisnya jelas. Kolaborasi tim medis Rasional : Obat yang dipilih tergantung pada infeksi dan sensitifitas individu. mencapai masa penyembuhan tepat waktu. Timbulnya tanda klinis terus menerus merupakan indikasi perkembangan dari meningokosemia akut yang dapat bertahan sampai berminggu minggu / berbulan bulan atau penyebaran pathogen secara hematogen / sepsis. Pertahankan teknik aseptik dan cuci tangan baik pasien. dehidrasi dan kelemahan umum meningkatkan resiko terhadap infeksi kandung kemih / ginjal / awitan sepsis. Ubah posisi pasien dengan teratur tiap 2 jam. C.

Pantau masukan dan keluaran . d. seperti GCS. Perubahan tirah baring dengan posisi kepala datar dan pantau tanda vital sesuai indikasi setelah dilakukan fungsi lumbal. Berikantindakan yang memberikan rasa nyaman seperti massage punggung. Rasional : hipertermia meningkatkan kehilangan air tak kasat mata dan meningkatkan resiko dehidrasi. Hasil yang diharapkan / kriteria pasien anak : mempertahankan tingkat kesadaran . lingkungan yang tenang. . Perubahan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan edema serebral yang mengubah / menghentikan aliran darah arteri / vena. e. mendemontrasikan tanda-tanda vital stabil. Rasional : pengkajian kecenderungan adanya perubahan tingkat kesadaran dan potensial peningkatan TIK adalah sangat berguna dalam menntukan lokasi. Resiko tinggi terhadap trauma berhubungan dengan kelemahan umum. melaporkan tak adanya / menurunkan berat sakit kepala. Rasional : perubahan tekanan CSS mungkin merupakan adanya resiko herniasis batang otak yang memerlukan tindakan medis dengan segera. mendemontrasikan adanya perbaikan kognitif dan tanda peningkatan TIK.2. Berikan terapi oksigen sesuai kebutuhan. Berikan obat sesuai indikasi. Pantau / catat status neurologis dengan teratur dan bandingkan dengan keadaan normalnya. turgor kulit. f. penyebaran / luas dan perkembangan dari kerusakan serebral c. dan keadaan membrane mukosa. Rasional : meningkatkan istirahat dan menurunkan stimulasi sensori yang berlebihan. Intervensi a. Pantau gas darah arteri. Rasional : terjadinya asidosis dapat menghambat masuknya oksigen pada tingkat sel yang memperburuk / meningkatkan iskemia serebral. b. 3. catat karakteristik urine. terutama jika tingkat kesadaran menurun / munculnya mual menurunkan pemasukan melalui oral. suara yang halus dan sentuhan yang lembut.

sinkope atau ataksia. Pertahankan tirah baring selama fase akut. Hasil yang diharapkan / kriteria evaluasi pasien anak : melaporkan nyeri hilang / terkontrol.Hasil yang diharapkan / kriteria evaluasi pasien anak : tidak mengalami kejang atau penyerta atau cedera lain. Rasional : merupakan indikasi untuk penanganan dan pencegahan kejang . b. Rasional : mencerminkan pada iritasi SSP secara umum yang memerlukan evaluasi segera dan intervensi yang mungkin untuk mencegah komplikasi. Tingkatkan tirah baring. ruangan agak gelap sesuai indikasi. c. Catatan . d. fenobarbital. kaki dan mulut atau otot wajah yang lain. bantulah kebutuhan perawatan yang penting . Rasional : menurunkan gerakan yang dapat meningkatkan nyeri. Nyeri ( akut ) berhubungan dengan adanya proses inflamasi / infeksi. Intervensi a. masukan jalan napas bantuan / gulungan lunak jika hanya rahangnya relaksasi. jangan dipaksa memasukkan ketika giginya mengatup dan jaringan lunak akan rusak. menunjukkan poster rileks dan mampu tidur / istirahat dengan tepat. . Berikan keamanan pada pasien dengan memberi bantuan pada penghalang tempat tidur dan pertahankan tetap terpasang dan pasang jalan napas buatan plastik atau gulungan lunak dan alat penghisap. b. Pantau adanya kejang / kedutan pada tangan. Pindahkan . Berikan lingkungan yang tenang.gerakkan dengan bantuan sesuai membaiknya keadaan Rasional : menurunkan resiko terjatuh / trauma jika terjadi vertigo. Rasional : melindungi pasien jika kejang. Rasional : menurunkan reaksi terhadap stimulasi dari luar atau sensitifitas pada cahaya dan meningkatkan istirahat / relaksasi. diazepam .catatan : fenobarbital dapat menyebabkan defresi pernapasan dan sedative serta menutupi tanda / gejala dari peningkatan TIK. Intervensi a. 4. Berikan obat sesuai indikasi seperti fenitoin ( dilantin ).

Hasil yang diharapkan / criteria evaluasi pasien anak : mengikuti dan mendiskusikan rasa takut. . Intervensi a. Kaji status mental dan tingkat ansietas dari pasien / keluarga. Rasional : gangguan tingkat kesadaran dapat mempengaruhi ekspresi rasa takut tetapi tidak menyangkal keberadaannya. d. 5. c. ketulusan dan informasi yang akurat dapat memberikan keyakinan pada pasien dan juga keluarga d. perencanaan kehidupan seharihari. Berikan latihan rentang gerak aktif / pasif secara aktif dan massage otot daerah leher /bahu. Libatkan pasien / keluarga dalam perawatan. mengungkapkan kekurang pengetahuan tentang situasi. membuat keputusan sebanyak mungkin. Berikan analgetik. Catatan : narkotik merupakan kontraindikasi sehingga menimbulkan ketidak akuratan dalam pemeriksaan neurologis. Ansietas / ketakutan berhubungan dengan pemisahan dari system pendukung ( hospitalisasi ). Berikan penjelasan hubungan antara proses penyakit dan gejala. tampak rileks dan melaporkan ansietas berkurang sampai pada tingkat dapat diatasi. b.c. seperti asetaminofen dan kodein Rasional : mungkin diperlukan untuk menghilangkan nyeri yang berat. Catat adanya tanda-tanda verbal atau non verbal. mengurangi rasa takut karena ketidaktahuan dan dapat membantu dan menurunkan ansietas. Rasional : penting untuk menciptakan kepercayan karena diagnosa meningitis mungkin menakutkan. Jawab setiap pertanyaan dengan penuh perhatian dan berikan informasi tentang prognosa penyakit. Derajat ansietas akan dipengaruhi bagaimana informasi tersebut diterima oleh individu. Rasional : meningkatkan pemahaman. Rasional : dapat membantu merelaksasikan ketegangan otot yang menimbulkan reduksi nyeri atau rasa tidak nyaman tersebut.

Rasional : memperhatikan kebutuhan privasi pasien memberikan peningkatan akan harga diri pasien dan melindungi pasien dri rasa malu. Lindungi privasi pasien jika terjadi kejang. e. .Rasional : meningkatkan perasaan kontrol terhadap diri dan meningkatkan kemandirian.

(penyakit dalam dan penanggulangan. Adapun etiologi daripada meningitis purulenta yaitu bakteri. virus. KESIMPULAN Meningitis adalah radang umum araknoidia.1985).(perawatan anak sakit. Meningitis adalah suatu peradangan selaput otak yang biasanya diikuti pula oleh peradangan otak. jamur dan protozoa. .BAB III PENUTUP A.1984:232).leptomeningitis.