PENGARUH PEMBELAJARAN LINTAS BUDAYA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN INDUSTRI PARIWISATA

I Nengah Aristana oneman_onehero@yahoo.com nengah.aristana@triatma-mapindo.ac.id

SEKOLAH TINGGI PARIWISATA TRIATMA JAYA 2011

Abstrak
Dalam pembelajaran kooperatif bertujuan agar maha siswa memahami pengaruh pembelajaran lintas budaya dengan baik karena. Dengan pemberlajaran lintas budaya yang didapatkan mahasiswa dan calon tenga kerja yang akan memasuki industri pariwisata diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang akan diberikan kepada wisatawan. Dari hasil pembahasan yang dilakukan ditemukan berapa erat hubungan atau pengaruh antara pembelajaran lintas budaya terhadap kualitas pelayanan dalam industri pariwisata. Maka tujuan dari tulisan ini diharapkan mampu memberikan masukan untuk institusi agar labih menekankan seberapa pentingnya hal-hal yang berhubungan dengan wisatawan seperti: kebiasaan, budaya, social, dan prilaku dari wisatawa itu sendiri. Dengan demikian para lulusan yang nantinya akan menjadi calon tenaga kerja agar lebih siap dan matang dalam menghadapi dunia kerja dalam hal ini Industri Pariwisata itu sediri. Key word: Lintas Budaya dan Kualitas Budaya.

ABSTRACT The aims of cooperative learning is the student can compehend the influence of cross cultural learning well. it is hoped that this uniting can give suggestion for institution in or den to emphasize how important the things which are connected / associate with tourism such as habit. social and the attitude from the tourist themselves. culture. By cross cultural learning which is gotten by the student and the candidate of the employee entering tourism industry is hoped can increase the quality of service given to the tourist. From this uniting. So the graduation of the candidates of employee are more ready and well prepared in in facing the jobs opportunity in this case the tourism itself. Key word: cross cultural and Culture’s Quality . From the discussion conducted it is found a tight relationship / connection between cross cultural learning towards the quality of service in tourism industry.

Namun yang sering terjadi. Mereka melakukan kontak sosial terutama dengan tuan rumah dan penyedia jasa. namun seringkali terlupakan. Latar Belakang Pariwisata adalah kegiatan dinamis manusia dalam mengisi waktu luangnya dengan hal-hal yang menyenangkan termasuk berwisata dengan motivasi kultural. Materi pembelajaran yang mengasah kemampuan mahasiswa dan karyawan dirancang sedemikian rupa agar menghasilkan lulusan yang kompeten. wisatawan tentunya ingin dilayani untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Institusi dan perusahaan di industri pariwisata berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan terutama dalam hal kesiapan tenaga kerjanya untuk memberikan pelayanan sebaik mungkin.1. Interaksi sosial dan multikulturalisme menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari dan lintas budaya pun menjadi kondisi yang tidak bisa dipungkiri apalagi dengan pergerakan kegiatan wisata yang mengarah pada globalisasi maka lintas budaya pasti akan terjadi. Saat berwisata. Hasilnya. institusi dan perusahaan di industri pariwisata secara intensif melatih keterampilan mahasiswa dan karyawan. 1. bahwa pelayanan kepada wisatawan tidak hanya membutuhkan kemahiran tetapi juga membutuhkan kepekaan dan pemahaman psikologis wisatawan melalui pemahaman lintas budaya. mereka adalah personil siap kerja .

Apa manfaat pembelajaran lintas budaya bagi mahasiswa dan calon tenaga kerja di industry pariwisata? b.2. Di sinilah setiap mahasiswa dan karyawan yang akan terjun di industri pariwisata dituntut untuk belajar terus-menerus atau belajar berkelanjutan. Bagaimana proses pembelajaran yang menarik sehingga semangat lintas budaya dapat dengan mudah diterima oleh mahasiswa dan calon tenaga kerja yang akan terjun di industri pariwisata? 1.” 1. Rumusan Masalah Penulisan ini mengungkap jawaban dari pertanyaan berikut: a. bukan proses sekali jadi dan sesudah itu berhenti. Mengenalkan manfaat pembelajaran lintas budaya bagi mahasiswa dan calon tenaga kerja di industri pariwisata.tetapi tidak siap berinteraksi dengan wisatawan karena mereka tidak memahami bentuk karakteristik wisatawan. Semangat lintas budaya dengan dasar saling memahami di atas merupakan proses terus-menerus. maka penulisan ini mengambil topik “ Pengaruh Pembelajaran Lintas Budaya Terhadap Kualitas Pelayanan Dalam Industri Pariwisata. Proses pembelajaran lintas budaya harus terus-menerus dan berkesinambungan dilakukan.3. Bertolak belakang dari kondisi tersebut. . Tujuan Penulisan Penulisan bertujuan untuk: a.

1.4. serta peningkatan keterampilan (aspek psikomotor). Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran. serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Ruang Lingkup Penelitian ini mengulas tentang pelaksanaan pembelajaran lintas budaya dalam kepariwisataan yang dilakukan pada institusi pendidikan dan pelatihan yaitu Sekolah Tinggi Pariwisata Triatma Jaya. walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pembelajaran. Kajian Teori 2. Proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun. penguasaan kemahiran dan tabiat. Pembelajaran Pembelajaran adalah proses interaksi antara murid atau siswa atau peserta didik dengan pendidik dimana mereka memiliki sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan. peserta diberi pelajaran bukan sekedar menguasai isi pelajaran tetapi juga mencapai sesuatu tujuan yang ditentukan (aspek kognitif). Dengan kata lain. mengalami perubahan sikap (aspek afektif). Mengetahui proses pembelajaran yang menarik sehingga semangat lintas budaya dapat dengan mudah diterima oleh mahasiswa dan calon tenaga kerja yang akan memasuki industri pariwisata 1. Pembelajaran mengutamakan .b.

dan wisatawan dengan penyedia jasa. . Kegiatan dengan beragam tujuan atau motivasi perjalanan. Perkembangan jaman menuntut untuk belajar terusmenerus atau belajar berkelanjutan agar tujuan pembelajaran dapat berkembang dan terpelihara dengan baik. Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagai dari kegiatan tersebut yang dilakukan oleh wisatawan (sebutan bagi orang yang melakukan kegiatan tersebut) secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata Pariwisata merupaka segala sesuatu yang berhubungan dengan pengusahaan obyek dan daya tarik wisata serta usaha-usahanya yang terkait dibidang tersebut yang pada pada dasarnya mengandung beberapa unsur yaitu: a. Manusia. wisatawan dengan tuan rumah. c. Pariwisata Pariwisata adalah fenomena yang unik dimana wisata menjadi intinya. baik sebagai pelaku maupun sebagai penyedia jasa.2. bukan proses sekali jadi dan sesudah itu berhenti. Pembelajaran merupakan suatu proses proses terus-menerus. Kepergian setiap wisatawan ke destinasi wisata di luar tempat tinggalnya menyebabkan mereka bertemu dengan orang-orang dari budaya yang berbeda sehingga dipastikan dalam pariwisata terjadi multikulturalisme dan lintas budaya. Interaksi antara wisatawan dengan wisatawan.adanya interaksi antara sumber belajar dengan peserta. b. 2.

Pembelajaran lintas budaya . berinteraksi dan bahkan saling mempengaruhi. Lintas Budaya menciptakan nilai untuk menentukan mana yang tepat dan mana yang dapat diterima oleh budaya lain. Lintas budaya adalah istilah yang sering digunakan untuk menjabarkan situasi ketika sebuah budaya berinteraksi dengan budaya lain dan keduanya saling memberikan pengaruh dan dampak baik positif maupun negatif. Lintas budaya membuat manusia dapat berkomunikasi dengan baik dan pada akhirnya. seperti yang terjadi dalam setiap kegiatan wisata.4. 2. Lintas Budaya Lintas budaya terjadi ketika manusia dengan budayanya berhubungan dengan manusia lain yang berasal dari budaya berbeda. dimana wisatawan dipastikan melakukan interaksi dan memberikan dampak baik positif maupun negatif kepada masyarakat setempat. Dengan saling berbagi pengalaman dan pengetahuan.2. manusia dan manusia lain berupa untuk saling memahami dan melengkapi sehingga terciptakan perdamaian dan harmonisasi kehidupan melalui lintas budaya. lintas budaya dapat mempererat manusia dengan manusia lain dan memberikan keunikan pada diri manusia dan masyarakat. Perbedaan budaya timbul karena sifatnya dinamis dan berevolusi sehingga perlu beragam pendekatan untuk memahami kebudayaan seperti dengan berasimilasi. melakukan integrasi dan menyadari lintas budaya.3.

Lintas budaya dapat dipelajari melalui pendidikan dalam keluarga. serta dikembangkan dengan beragam kegiatan. serta bagaimana bersikap dan bertindak dalam situasi multietnikmultikultur (Matsumoto dalam Mendatu. Jumlah populasi yang digunakan sebanyak 40 orang mahasiswa yang terdiri dari 16 mahasiswa laki-laki dan 24 mahasiswa perempuan.Pemahaman tentang lintas budaya sudah merupakan hal yang penting untuk dapat menciptakan harmonisasi bermasyarakat dan perlu dilakukan terusmenerus dan berkesinambungan. Pengetahuan tentang lintas budaya berguna meningkatkan kemampuan mengenal perbedaan antar budaya dan kemampuan belajar hidup bersama di tengah perbedaan dapat dibentuk. yaitu pembelajaran yang dapat menfasilitasi peserta dalam memahami materi pembelajaran tanpa adanya kendala perbedaan latar belakang cultural (Bryant dalam Mendatu. kesadaran lintas budaya dan pembelajaran lintas budaya. . dan melalui pembelajaran multikultur. Metodelogi Populasi dan Sampel Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa STIPAR Triatma Jaya yang telah menempuh praktek kerja industri. keberanian. sosialisasi nilai-nilai dalam masyarakat baik melalui pergaulan sosial maupun media. dipupuk. 1996). dan kegemaran seperti perantauan budaya. 1996) dan pemahaman akan keberagaman dan penghargaan akan perbedaan.

pemeriksaan. Pada penelitian ini dikemukakan instrumen yang digunakan untuk mengukur pengaruh variabel yang diteliti. Data kuantitatif yaitu data yang diperoleh dari pihak mahasiswa STIPAR Triatma Jaya yang dapat diukur dalam satuan – satuan tertentu dan biasanya berupa angka – angka seperti jumlah Mahasiswa. kegiatan pengumpulan. 2. Data yang dikumpulkan dengan cara mengambil sampel secara acak atau dengan kata lain disebut dengan simple random sampling. pengelolaan. yaitu data yang diperoleh dari pihak mahasiswa STIPAR Triatma Jaya yang biasanya tidak dapat diukur dalam satuan. data tersebut berupa informasi – informasi. Instrumen Penelitian Instrumen itu merupakan alat yang digunakan untuk melakukan sesuatu sedangkan penelitian yang memiliki arti penyelidikan. Jenis Data 1. Banyaknya mahasiswa yang dipilih berdasarkan jumlah populasi yang digunakan sebanyak 40 orang mahasiswa. Sumber Data . analisis. dan penyajian data secara sistematis dan objektif.Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh suatu populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa STIPAR Triatma Jaya. Data kualitatif.

yaitu data yang diperoleh peneliti bukan dari hasil pengumpulan dan pengolahan data melainkan dilakukan oleh suatu lembaga dan peneliti tinggal memasukkan ke dalam suatu penelitian. Data primer. Wawancara. Data sekunder. dicatat dan diamati untuk pertama kalinya dan hasilnya digunakan langsung oleh peneliti atau lembaga itu sendiri untuk memecahkan masalah yang akan dicari jawabannya. Kuisioner (daftar pertanyaan) yang diberikan kepada mahasiswa STIPAR Triatma Jaya mengenai tanggapannya tentang gaya pembelajaran lintas budaya terhadap kualitas pelayanan pada industri pariwisata. yaitu data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti atau suatu lembaga tertentu langsung dari sumbernya.1. Metode Pengumpulan Data Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah: 1. yang dijelaskan sebagai berikut: Analisis Statistik Deskriptif . mengumpulkan data melalui tatap muka yang ditujukan untuk melengkapi data yang diperoleh Metode Analisis Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan 2 analisis statistik. 2. 2.

Data yang diamati adalah dari subjek yang sama atau dari subjek yang cocok dan diambil dari populasi dengan distribusi normal. D t= Rumus: . pengukuran tendensi sentral (Modus. Dalam penelitian ini analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden dan variabel – variabel penelitian. Analisis Paired T-test Analisis Paired T-test adalah mencari perbedaan antara suatu antara dua variabel yang sama atau digunakan untuk membandingkan berarti pada subjek yang sama atau terkait dari waktu ke waktu atau dalam keadaan yang berbeda. diagram. grafik.Analisis statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat keputusan yang bersifat umum. perhitungan penyebaran data (perhitungan rata – rata dan standar deviasi) dan perhitungan persentase (Sugiyono. Termasuk dalam analisis analisis deskriptif antara lalin adalah penyajian data melalui tabel. 2005:143). Median dan Means).

Karakteristik Responden Karateristik Responden yang diteliti dikaitkan dengan kualitas pelayanan dimana sebelumnya dilakukan pengelompokan untuk kualitas pelayanan yang rendah dan kualitas pelayanan yang tinggi. Hasil dan Pembahasan 3.1.0 3.1. Penilaian kualitas pelayanan .t D SD N = nilai t hitung = rata-rata selisih pengukuran1&2 = standar deviasi pengukuran1&2 = Jumlah Untuk menginterpretasikan t-test terlebih dahulu harus ditentukan: Apabila : t hitung > table berbeda secara signifikan maka Ho ditolak t hitung < table tidak berbeda secara signifikan maka H1 diterima Nilai α df (degree of freedom) = N – k (untuk paired t-test df = N-1) Bandingkan Nilai t hitung dengan t table Dalam penelitian ini semua perhitungan data tersebut diatas akan dibantu dengan mempergunakan program SPSS for Windows Version 15.1 Karakteristik Responden 3.

Karakteristik responden yang diteliti meliputi lima aspek yaitu: umur responden. Data penelitian diperoleh dari hasil kuesioner yang telah disebarkan kepada responden penelitian yang berjumlah 40 orang. Karakteristik dari responden dibedakan dalam faktor usia. Tabel 1. jenis kelamin. jenis kelamin dan tingkat pendidikan. latar belakang pendidikan. sedangkan diatas 15 diatas dikategorikan mempunyai tingkat kualitas pelayanan yang tinggi.dilakukan dengan menggunakan lima indikator dimana skor jawaban terendah adalah 1 ( sangat tidak setuju) dan skor jawaban tertinggi adalah 5 (sangat setuju). Selanjutnya dari total skor jawaban ini dibuat klasifikasi sebagai berikut: Skor terendah Skor tertinggi Selisih skor Jumlah kelas Interval kelas Pembagian Interval kelas =5 = 25 = 20 = 2 (tertinggi dan terendah) = 20/2 = 10 = 5 – 15 kepuasan kerja rendah 15 – 35 kepuasan kerja tinggi Skor jawaban responden yang berada di bawah 15 dikatagorikan mempunyai tingkat kualitas pelayanan yang rendah. Dari data ini akan diperoleh total skor jawaban terendah adalah 5 (5x1) dan skor jawabn tertinggi adalah 25 (5x5). Profil responden berdasarkan usia .

Tabel 3. Profil responden berdasarkan pendidikan Calon Tenaga Kerja Diploma 33 Sarjana 7 Jumlah 40 Sumber: Data Olahan (2011) Pendidikan Responden rata-rata adalah lulusan diploma (82.21 tahun (57. Tabel 2. mudah bergaul dan mencari panutan serta selalu menginginkan hal baru yang dinamis.Calon Tenaga Kerja 17-21 23 22-26 17 Jumlah 40 Sumber: Data Olahan (2011) Umur Mayoritas responden berusia 17 .5) Mereka memiliki ciri-ciri diantaranya. Profil responden berdasarkan jenis kelamin Jenis Kelamin Mahasiswa Jenis Calon Tenaga Kerja Kelamin Laki . sedang menikmati masa remaja. berada pada posisi pencarian jati diri.laki 16 Perempuan 24 Jumlah 40 Sumber: Data Olahan (2011) Responden mahasiswa didominasi perempuan karena proses pembelajaran disyaratkan berjenis kelamin perempuan.5%) menunjukkan mereka memiliki pengetahuan yang cukup untuk dibekali dengan pembelajaran lintas .

007 43 .000 43 1 43 .260 .007 43 1.160 .000 43 1.000** .160 .000** .836** .260 .403** .007 43 1.000 43 . (2-tailed) N X1.403** .403** .007 43 1.260 .000** .093 43 1.403** .000 43 .403** . (2-tailed) N X1.403** .093 43 1 43 1.000 .007 43 1.000 43 .000 43 43 **.000** .000** .007 43 .000** .403** .007 43 1. Suatu instrumen dikatakan valid apabila memiliki koefisien korelasi antara butir dengan skor total dalam intrumen tersebut lebih besar dari 0.0.000 43 .048 43 43 1.093 .007 43 1.000 43 . Uji Validitas dan Reliabelitas Uji Instrumen dalam penelitian dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang ingin diukur dan dikatakan reliabel jika dapat mengukur gajala yang sama secara tetap atau konsisten.007 43 1.007 43 1 43 1.7 Pearson Correlation Sig.budaya.000** .000** .093 43 . .000 43 1.307 43 .403** .007 43 1.000** . Seluruh responden dinilai dalam berbagai hal diantaranya kemampuan interpersonal seperti disiplin.403** .403** .8 Pearson Correlation Sig.11 Pearson Correlation Sig.403** .007 43 .000 43 . (2-tailed) N X1.007 43 1.000** .836** .007 43 1 X1.160 .007 43 1.007 43 1.403** .307 43 .836** .000 43 43 .000** .811** .000** .9 1.05.403** .000** .000** .093 43 1.000** .403** .403** .093 43 1.836** .403** .007 43 .000 43 43 .000 43 .000 43 43 .000 43 1.000 43 .007 43 1.000 43 1.000 43 .811** .000 43 43 .307 43 .000** . Untuk analisis validitas dan reliabelitas diselesaikan dengan menggunakan program Statistical Package for Social Science (SPSS) for Windows versi 15.000 43 .307 43 .12 .000 43 1.007 43 1.007 43 1. (2-tailed) N X1.000** .093 43 .403** .000** .403** .000** .000 .403** .007 .304* .000** .007 43 1 Tabel 4.14 .403** . (2-tailed) N X1.000 43 .403** .403** .403** .260 .000 43 .15 lintas budaya .000** .007 43 1.403** .403** . persahabatan.811** .000 43 1. senyuman.5 .403** . (2-tailed) N lintas budaya Pearson Correlation Sig.403** .000** .000** .000** .000 43 1.093 43 1.000 43 .000** .000 43 1.7 1.403** .007 43 .007 43 1 43 .000 43 X1. Rekapitulasi Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian 43 1.007 43 . Sedangkan intrumen dikatakan reliabel apabila memiliki koefisien Alpha Cronbach minimal 0.000** .000 43 .403** .007 43 . respek.007 43 .007 43 1.007 43 1.403** .10 .093 43 1.403** .1.000 43 .403** .260 .307 43 1 43 .000 43 .000** .000 43 43 1.836** .000** .6.007 43 .307 43 .000** .007 43 1 43 .007 43 1.007 43 1.403** .000** .000** .403** .000** .5 Pearson Correlation Sig.007 43 .403** .007 43 1.6 Pearson Correlation Sig.1 X1.000** .000 43 . (2-tailed) N X1. Correlation is significant at the 0.403** .007 .000 43 .007 43 1.000** .007 43 1.403** .007 43 1.093 43 .000** . (2-tailed) N X1.000 43 .000 43 .403** .000** .260 .007 43 .000** .15 Pearson Correlation Sig.403** .093 43 .811** .000 43 .01 level (2-tailed).000** .403** .007 43 1.3 dengan tingkat kesalahan Alpha 0. (2-tailed) N 1 ini seperti terlihat dalam tabel.403** .000** .000 43 .403** .260 .007 43 .403** .007 43 .403** .000** .403** .000** .1 Pearson Correlation Sig.000 .000 43 1.000** .403** .000 43 1.000 43 .000 43 .000** .260 .403** .836** .007 43 .000 43 .007 43 .000 43 1.811** .3 Pearson Correlation Sig.000 43 X1.836** .007 43 1.403** .000 43 43 .000 .000 43 .007 43 .403** .9 Pearson Correlation Sig.007 43 1.403** .007 43 1.160 .160 . *.403** .403** .260 .260 .403** .007 43 .000 43 X1.403** .403** . (2-tailed) N X1.000 43 1.000 43 .05 level (2-tailed).000 43 X1.007 43 .093 43 . 3.000 43 .10 Pearson Correlation Sig.403** .8 .000 43 .000 43 . perhatian pada pelanggan.403** .000** .000 43 43 1.000 43 .000** .403** .007 43 .000 43 .000 43 .000 43 .000** .403** .007 43 1.811** .007 43 1.000** .2.403** .007 43 1 43 .000** .403** .403** .403** .000** .403** .000** .403** .007 43 1.007 43 .403** .2 Pearson Correlation Sig.007 43 .403** .403** .007 43 1.007 43 1.811** .000 43 X1.000** .000** .093 43 1.007 43 .093 43 .836** .836** 1 .260 .000** .007 43 1.000 43 .000** .811** .000** .403** .403** .403** .260 .007 43 .000** . inisiatif.007 43 1.403** .836** .000** .000** .007 .007 43 1.007 .000** .14 Pearson Correlation Sig.000 43 .093 43 .000** .160 .000** .007 43 .093 43 .007 43 .000 43 1. tanggungjawab.007 43 .836** .403** .000 43 .000 43 .811** .000 43 .000 43 .811** .000 43 X1.000 43 1 43 .000** .000 43 .000 43 43 1.007 43 1 X1.007 43 .403** .000 43 .403** .307 43 .403** .000 43 .307 43 .403** .000** .000 43 .007 43 .000** .000** .403** .007 43 .000 43 X1.403** .403** .007 43 1. (2-tailed) N X1.007 43 1.000** .160 .403** .007 43 .000 43 X1.811** .403** . Untuk hasil Uji validitas instrument dalam penelitian Correlations X1.007 43 .000** .12 Pearson Correlation Sig.307 43 .260 .4 Pearson Correlation Sig.000 43 .000** .000 43 43 1.403** .000** .403** .000 43 .000 43 1 X1.403** . (2-tailed) N X1.403** . (2-tailed) N X1.000** .6 1.403** . (2-tailed) N X1.000 43 43 .007 43 .000 43 43 .007 .000 43 X1.000** .000** .000** .007 43 1.836** .403** .11 .000 .403** .000** .260 .000 43 .007 43 .260 .3 1.000 43 .007 .13 Pearson Correlation Sig.007 43 .000 .000 43 .007 43 1 43 1.403** .000 43 .007 43 1.000 43 .007 43 1.000** .007 43 .160 .000** .836** .403** .000 43 1.000 43 .007 43 1.403** .000** .000 .007 43 1.000** .000 43 43 . sikap penolong.000 43 1.000 43 43 .000** .160 . (2-tailed) N X1.007 43 .307 43 . 43 .160 .000 43 .811** .007 43 1. (2-tailed) N X1.000 43 1.000** .836** .836** .260 .160 .000 43 .2 . Correlation is significant at the 0.403** .836** . keramahan.000 43 43 1.000 43 1.007 43 1.000 43 .4 .000 43 1.000 43 43 1 .007 43 .307 43 .160 .000** .403** .048 43 X1.000 43 43 .000** .000 43 1.007 43 .000 43 1.307 43 .304* .000 43 . rajin dan kerja sama.403** .000** .000** .000 43 X1.000** .000 43 43 1.13 1.000** .403** .

000 43 .491 ** .742 ** .491 ** .000 43 .008 .568 ** .5 .454 ** .848 ** .849 ** .000 43 .028 43 .000 43 Y1.000 43 43 .000 43 .788 ** .802 43 .049 43 .000 .05.000 43 .397 ** .039 .856 43 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.080 43 .855 ** .302 * .000 43 .751 ** .335 * .001 43 .000 43 .677 ** .569 ** .000 43 .13 pelayanan .775 ** .001 43 .307 * .855 ** .000 43 .805 ** .11 Y1.10 .002 43 .066 43 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000 43 .11 .270 .491 ** .000 43 Y1.001 .000 43 43 .311 * .770 ** .569 ** .000 43 .413 ** .039 .000 43 .000 43 .000 43 43 .004 43 .657 ** .569 ** .433 ** .000 43 .302 * .751 ** .742 ** .293 43 .742 ** .491 ** .770 ** .082 43 .006 43 .000 43 .000 43 .000 43 .000 43 .569 ** .6 .000 43 .433 ** .747 ** .787 ** .000 ** .8 .000 43 .001 43 .000 43 .482 ** .760 ** .000 43 1 43 .000 .397 ** .450 ** .000 43 kualitas Y1.049 43 .13 kualitas pelayanan **.000 43 43 .742 ** .3 .164 .802 43 .000 43 .194 43 .061 .569 ** .061 .620 ** .624 ** .751 ** .848 ** .698 43 .2 Y1.620 ** .008 43 .000 43 .000 43 .194 43 .202 .629 ** .000 43 .202 .000 43 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.492 ** .214 .495 ** .583 ** .001 43 1 43 .482 ** . Dengan demikian dapat dikatakan bahwa seluruh item pengujian valid.698 43 .677 ** .042 43 .9 .05 level (2-tailed).004 43 .004 .000 43 .843 ** .569 ** .6 Y1.302 * . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.042 43 1 43 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.082 43 .716 ** .039 .164 .000 43 .568 ** .046 43 .000 43 43 .194 43 . Rekapitulasi Hasil Uji Reliabelitas Penelitian Correlations Y1.000 43 .214 .000 43 .849 ** .000 43 .311 * . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.Tabel 5.856 43 . Sesuai dari ketentuan bedasarkan .000 43 .583 ** .751 ** .000 43 .01 level (2-tailed).000 43 Y1.000 43 43 .450 ** .495 ** .283 .413 ** .003 43 .000 43 .202 .000 43 .049 43 .268 .268 .004 43 .629 ** .9 Y1.046 43 1 43 .080 43 .000 43 . sedangkan item yang memiliki nilai lebih kecil dari α = 0.000 .000 43 43 1 .12 .000 43 1 43 .001 43 .775 ** .624 ** .849 ** .436 ** .899 ** .716 ** . Correlation is significant at the 0.561 ** .000 43 .002 43 .568 ** .307 * .689 ** .569 ** .000 43 .775 ** .640 ** .657 ** .001 43 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000 ** .7 .000 .855 ** .000 43 1 43 1.002 43 .000 43 1.000 .802 ** .029 .000 43 .568 ** .000 43 43 .492 ** .000 43 43 .12 Y1.695 ** .049 43 .805 ** .302 * .433 ** .001 43 .843 ** .000 43 .433 ** .695 ** .000 43 .802 43 .066 43 1 43 .620 ** .775 ** .657 ** .000 ** .802 43 .899 ** .2tailed adalah lebih besar dari nilai kritis α = 0.000 43 .335 * .000 43 Y1.000 43 Y1.10 Y1.008 43 .849 ** .843 ** .006 43 .836 ** .640 ** .029 .028 43 .000 43 .787 ** .775 ** .293 43 .492 ** .000 ** .000 43 .000 43 .000 43 .000 43 .202 .000 43 1 43 .000 43 .168 43 .168 43 1 43 .5 Y1.001 .578 ** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.039 .747 ** .000 43 .000 43 .569 ** .836 ** .561 ** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000 43 .397 ** .000 43 .000 43 .000 43 43 Y1.000 43 Y1.008 43 .000 .4 .000 43 .001 43 .003 43 .760 ** .001 43 43 .000 43 1.4 Y1.001 43 Y1.000 43 . Correlation is significant at the 0.575 ** .397 ** .000 43 .657 ** .802 ** .05 dapat dikatakan tidak valid.899 ** .7 Y1.899 ** .775 ** .283 .000 43 .788 ** .843 ** 1 .689 ** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000 43 1 43 .620 ** .002 43 .575 ** .578 ** .848 ** .454 ** . *.270 .848 ** .3 Y1.000 43 .194 43 .8 Y1.000 43 Y1.000 43 . Dari hasil analisis kita dapat melihat pada baris TOTAL dimana nilai sig.000 43 Y1.000 43 43 1.436 ** .855 ** .000 43 .2 Pearson Correlation Sig.000 43 Y1.492 ** .000 .000 43 43 . (2-tailed) N 1 43 .

88 86.588 110.47 86.588 111.7 Y1.447 79.4 X1.53 69.10 Y1.445 21.753 .933 Y1.777 .95 69.829 . Uji Reliabelitas terhadap Instrumen penelitian ini menggunakan nilai Alpha Cronbach.190 77.829 .775 .10 X1.391 111.1 X1.544 .42 Scale Variance if Item Deleted 110.05.5 X1.754 .5 Y1.391 110.829 .983 Cronbach's Alpha if Item Deleted .2 X1.12 Y1.748 .829 .93 69.63 70.88 87.812 . Uji reliabelitas terhadap instrumen penelitian dapat dilihat dari rekapitulasi pada tabel Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted 87.812 .11 Y1.8 X1.8 Y1.14 69.781 .60 (Ghozali.777 .47 87.391 111.391 111.617 77.775 .588 111.775 .748 .630 Corrected Item-Total Correlation . yakni untuk mengetahui unidimensional butir – butir pernyataan terhadap variabel laten yang diteliti (Lintas Budaya dan Kualitas Pelayanan).588 111.88 86.391 110.765 .777 .12 X1.42 Scale Variance if Item Deleted 79.287 79.650 .391 110.9 X1.392 Corrected Item-Total Correlation .6 Y1.756 .812 .745 .829 .88 44.6 X1.829 .588 111. Nilai Alpha Cronbach dinyatakan reliabel jika nilainya lebih besar atau sama dengan 0.15 lintas budaya Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted 70.748 .47 86.47 87.2 Y1.3 Y1.00 69.759 .2002:4).969 X1.88 87.775 .455 .445 77.2-tailed pengaruh pembelajaran lintas budaya terhadap kualitas pelayanan memiliki koefisien (r) diatas > 0.88 86.828 1.14 69.338 81.49 69.588 110.617 79.53 36.753 .828 .000 Cronbach's Alpha if Item Deleted .775 .812 .3 X1.588 111.88 87.7 X1.829 .58 70.9 Y1.829 .13 X1.777 .829 .123 82.932 82.777 .812 .767 .775 .829 .754 .812 .819 .14 X1.777 .95 69.761 .391 110.4 Y1.13 kualitas pelayanan .11 X1.391 32.775 .777 .74 69.154 79.766 .754 .47 86.88 87.777 .812 .47 86.256 79.nilai total sig.47 86.

463 Pair 1 pre-test post-test Paired Samples Correlations N Pair 1 pre-test & post-test 40 Correlation .Berdasarkan uji reliabilitas yang dilakukan. tingkat kualitas pelayanan terhadap . artinya bahwa hasil tersebut lebih besar daripada 0.417 2.100 Std. nilai Uji Statistik Cronbach Alpha adalah sebesar 0. Deviation 2.073 Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper 10.382 . Error Mean .287 Sig. Paired Samples Statistics Mean 19. .53 N 40 40 Std.000 Bagian pertama paired sample test statistic Menunjukan bahwa rata-rata pengaruh sebelum pembelajaran lintas budaya dan sesudah pembelajaran lintas budaya terhadap kualitas pelayanan pariwisata.217 Std. (2-tailed) .509 t 21.129 Pair 1 pre-test . Dengan demikian data yang digunakan adalah valid dan memiliki reliabilitas yang baik.607. Maka pengaruh pemberlajaran lintas budaya terhadap kualitas pelayanan pariwisata dinyatakan memiliki hubungan yang kuat dan nyata.6 pada selang kepercayaan 5%.071 12. Deviation 3.43 30.823 df 39 Sig.post-test Mean 11. Error Mean .926 Std. Sebelum pembelajaran lintas budaya dilakukan.

287 dengan sig.000 karena dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak artinya rata-rata tingkat kepuasan sebelum pembelajaran lintas budaya dan sesudah pembelajaran lintas budaya adalah tidak sama (berbeda).823 dengan probabilitas 0.05 maka Ho diterima .073. Sedangkan setelah dilakukan pembelajaran lintas budaya tingkat kualitas pelayanan meningkat dengan rata-rata 30. Berdasarkan nilai Probabilitas • Jika probabilitas > 0. Hal ini menunjukan bahwa kolerasi antara sebelum pembelajaran lintas budaya dan sesudah dilakukan pembelajaran lintas budaya adalah tidak erat dan tidak terjadi hubungan secara nyata.43. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa terjadi peningkatan tingkat kepuasan meningkat setelah pembelajaran lintas budaya. sebasar 0.mahasiswa rata-rata 19.53. Bagian kedua paired sample test correlation Hasil uji menunjukan bahwa korelasi antara dua variable adalah sebesar 0. Bagian ketiga (paired sample test) • H0 = kedua rata-rata populasi adalah indentik (rata-rata populasi sebelum pembelajaran lintas budaya dan sesudah pembelajaran lintas budaya adalah sama/tidak berbeda secara nyata) • Hi = kedua rata-rata Populasi adalah tidak identik (rata-rata populasi berat sebelum pembelajaran lintas budaya dan sesudah pembelajaran lintas budaya adalah tidak sama/berbeda secara nyata) Uji Hipotesis Nilai t hitung adalah sebesar 21.

• Jika probabilitas < 0. Memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat setempat 4. Meningkatkan kemampuan kerja dengan pengalaman multi kultural 3. hubugan sosial dan pelayanan. Meningkatkan return business atau jumlah pelanggan Dalam pembelajarannya.tingkat stress sesudah tertawa Atau 30.05 maka Ho diterima NB: Dalam kasus ini dapat juga dinyatakan bahwa. Kesimpulan Industir Pariwisata yang sarat dengan lintas budaya memberikan banyak manfaat terutama ketika terjadi komunikasi.53 . berpikir dan hal lainnya dalam kebudayaannya.1 Dari hasil pembahasan maka dapat diketahui adanya hubungan atau pengaruh antara Pembelajaran Lintas Budaya Dalam Kualitas Pelayanan Industry Pariwisata. Pembelajaran lintas budaya diberikan dengan tujuan diantaranya: 1. Materi lintas budaya merupakan upaya untuk .43 = 11. melebur dengan cara memahami bagaimana mereka yang berasal dari budaya lain bertingkah laku. Meningkatkan reputasi industri dan organisasi 5. Memberikan pelayanan lebih baik kepada tamu-tamu mancanegara 2. berbahasa. materi lintas budaya menggambarkan upaya untuk membawa bersama dua budaya yang berbeda.19. Terdapat perbedaan mean sebesar 0.509 (lihat hasil output SPSS) Anga ini berasal dari: Tingkat stress sebelumnya tertawa .

(2) untuk membantu membangun perlakuan yang positif terhadap perbedaan budaya. memberi kesempatan untuk bekerja bersama dengan orang atau kelompok orang yang berbeda etnis atau rasnya secara langsung. (4) untuk membantu membangun ketergantungan lintas budaya dan memberi gambaran positif kepada mereka mengenai perbedaan kelompok. membantu dalam mengembangkan kebanggaan terhadap warisan budaya mereka. sikap dan keterampilan serta memajukan kecakapan. Pembelajaran ini membangun konsep mengembangkan pengetahuan. . menyadarkan bahwa konflik nilai sering menjadi penyebab konflik antar kelompok. Pembelajaran lintas budaya dapat diidentifikasi: (1) untuk memfungsikan keaneka ragaman budaya. Selainitu pembelajaran ini juga membantu peserta untuk mengakui ketepatan dari pandangan-pandangan budaya yang beragam. (3) memberikan ketahanan dalam mengambil keputusan dan keterampilannya.menghasilkan panduan dimana seseorang dengan orang lain dari budaya berbeda dapat berinteraksi dengan lebih baik Pembelajaran ini berusaha memberdayakan peserta untuk mengembangkan rasa hormat kepada orang yang berbeda budaya. keterampilan terhadap lintas batas-batas etnik dan budaya untuk berpartisipasi dalam beberapa kelompok dan budaya lain.

J.A. Sydney Reisinger. D. Jakarta Regency International Centre for Hospitality Leisure and Food Studies (1999) CultureAwareness: Work in a Socially Diverse Environment. Elsevier. 2001. California Peter. Culture and Psychology. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS. Gramedia. L (2003) Hospitality In Motion: State of the Art in Service Management. L.28-31. L. S (1995) Business Across Cultures: Effective Communication Strategies. Longman. (1996). 63 (2).H dan Ameijde. (1996). New York Ghozali Imam.M dan Lynn. The Science Teacher. Tesis. Matsumoto. Universitas Sahid. English. Oxford Trompenaars. Regency Publishing. Make The Curriculum Multicultural. Y dan Turner. Brooks/Cole Publishing. Semarang : Universitas Diponogoro.W (2003) Cross-cultural Behaviour in Tourism. Jakarta Poerwadi.DAFTAR PUSTAKA Bryant. F dan Hampden-Turner. N. C (1998) Riding the Waves of Culture: . B (2006) Pengaruh Pelatihan TCC pada Awak Kabin Initial Garuda Indonesia.

Understanding Cultural Diversity in Business. London . Nicholas Brealey Publishing.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.