SINTESIS ETIL ASETAT A.JUDUL ³ SINTESIS ETIL ASETAT´ B.

TUJUAN Mensintesis Etil Asetat dari etanol dan asam asetat melalui esterifikasi pada skala mikro C.DASAR TEORI Etil asetat adalah senyawa organik dengan rumus CH3CH2OC(O)CH3. Senyawa ini merupakanester dari etanol dan asam asetat. Senyawa ini berwujud cairan tak berwarna, memiliki aromakhas. Senyawa ini sering disingkat EtOAc, dengan Et mewakili gugus etil dan OAc mewakiliasetat. Etil asetat diproduksi dalam skala besar sebagai pelarut.Etil asetat adalah pelarut polar menengah yang volatil (mudah menguap), tidak beracun, dantidak higroskopis. Etil asetat merupakan penerima ikatan hidrogen yang lemah, dan bukan suatudonor ikatan hidrogen karena tidak adanya proton yang bersifat asam (yaitu hidrogen yangterikat pada atom elektronegatif seperti flor, oksigen, dan nitrogen. Etil asetat dapat melarutkanair hingga 3%, dan larut dalam air hingga kelarutan 8% pada suhu kamar. Kelarutannyameningkat pada suhu yang lebih tinggi. Namun demikian, senyawa ini tidak stabil dalam air yang mengandung basa atau asam.Etil asetat disintesis melalui reaksi esterifikasi Fischer dari asam asetat dan etanol, biasanyadisertai katalis asam seperti asam sulfat.CH3CH2OH + CH3COOH CH3COOCH2CH3 + H2OReaksi diatas merupakan reaksi reversibel dan menghasilkan suatu kesetimbangan kimia. Karenaitu, rasio hasil dari reaksi diatas menjadi rendah jika air yang terbentuk tidak dipisahkan. Dilaboratorium, produk etil asetat yang terbentuk dapat dipisahkan dari air dengan menggunakanaparatus Dean-Stark.Etil asetat dapat dihidrolisis pada keadaan asam atau basa menghasilkan asam asetat dan etanolkembali. Katalis asam seperti asam sulfat dapat menghambat hidrolisis karena berlangsungnyareaksi kebalikan hidrolisis yaitu esterifikasi Fischer.Untuk memperoleh rasio hasil yang tinggi, biasanya digunakan asam kuat dengan proporsistoikiometris, misalnya natrium hidroksida. Reaksi ini menghasilkan etanol dan natrium asetat,yang tidak dapat bereaksi lagi dengan etanol:CH3CO2C2H5 + NaOH C2H5OH + CH3CO2Na SINTESIS METIL SALISILAT Tujuan praktikum Memahami metoda sintesis ester melalui reaksi esterifikasi Dasar teori Metil salisilat adalah cairan bening kemerahan dengan bau Wintergreen. Tidak larut dalam air tetapi larut dalam alkohol dan eter. Metil salisilat telah digunakan untuk pengobatan sakit syaraf, sakit pinggang, radang selaput dada, dan rematik. Metil salisilat adalah komponen utama obat gosok pada minyak angina. Metil salisilat terkandung dalam minyak gandapura (Gaultheria Fragrantissima) yang merupakan tanaman minyak astiri yang cukup potensial dan terkandung pada minyak aromatic dari bunga, daun, dan kulit batang tumbuhan lainnya. Didalam tubuh, metal salisilat di hidrolisis menjadi asam salisilat yang mempunyai efek serupa dengan aspirin. Ester dapat diperoleh dari reaksi esterifikasi dengan cara merefluks sebuah asam karboksilat bersama sebuah alcohol dengan katalis asam dan dapat juga diperoleh dari alkoholisis asam klorida, asam anhidrida dan nitril. Asam yang digunakan sebagai katalis biasanya asam sulfat atau asam lewis dan asam hidroklorida.

Ikatan ganda gugus karbonil membedakan keton dari alkohol dan eter. menghasilkan kompleks teraktivasi. sehingga meningkatkan elektrofilisitas dari atom karbon karbonil. yang diikuti oleh pelepasan molekul air menghasilkan ester.. Terjadi pelepasan proton dari gugus hidroksil milik alkohol. Atom karbon yang berada di samping gugus karbonil dinamakan karbon. air dan asam sulfat dalam campuran dengan metode distilasi fraksional. Ia merupakan akseptor . Ester bisa dipisahkan dari asam karboksilat. sehingga memiliki gaya antar-molekul yang paling lemah. Transfer proton dari katalis asam ke atom oksigen karbonil. katalis mengubah lingkungan dalam sistem dan sebagian dihilangkan melalui hidrasi air terbentuk dalam reaksi ini. Ester merupakan satu-satunya zat dalam campuran yang tidak membentuk ikatan hidrogen. mungkin diperlukan untuk memanaskan campuran reaksi di bawah refluks selama beberapa waktu untuk menghasilkan sebuah campuran kesetimbangan. amida. dan senyawa-senyawa beroksigen lainnya. sehingga keton larut dalam air. Reaksi dengan basa kuat menghasilkan enolat. 3. keton mengalami tautomerisme keto-enol. Dengan keberadaan asam katalis. Protonasi terhadap salah satu gugus karbonil. Keton yang paling sederhana adalah aseton (secara sistematis dinamakan 2-propanon). Pemisahan dengan distilasi ini dapat dilakukan dengan baik karena ester memiliki titik didih yang paling rendah diantara semua zat yang ada. Gugus karbonil akan berinteraksi dengan air melalui ikatan hidrogen. alkohol. Untuk membuat sebuah ester kecil seperti etil etanoat. dan memisahkan ester melalui distilasi sesaat setelah terbentuk. anda bisa memanaskan secara perlahan sebuah campuran antara asam metanoat dan etanol dengan bantuan katalis asam sulfat pekat. ester. sehingga mengakibatkan senyawa keton polar. Keton memiliki rumus umum: R1(CO)R2. Jika ditambahkan sejumlah besar katalis asam. Reaksi esterifikasi OO || || R-C-OH + R¶-OH R-C-OH + H2¬O As. 2.Mekanisme reaksi esterifikasi Fischer : 1. Ini dapat mencegah terjadinya reaksi balik. Hidrogen yang melekat pada karbon ini dinamakan hidrogen.. aldehida. Dalam hal ini. Ester-ester yang lebih besar cenderung terbentuk lebih lambat. Senyawa karbonil yang berikatan dengan dua karbon membedakan keton dari asam karboksilat. Gugus karbonil bersifat polar. Karboksilat alcohol Ester air Keton bisa berarti gugus fungsi yang dikarakterisasikan oleh sebuah gugus karbonil (O=C) yang terhubung dengan dua atom karbon ataupun senyawa kimia yang mengandung gugus karbonil.

Nama aromatik digunakan bukankarenaaroma ( bau ) senyawanya. sebagai fenasil klorida (kloroasetofenon) dipakai sebagai gas air mata Benzen adalah senyawa siklik dengan 6 atom karbon yang salingmengikat dengan ikatan rangkap terkonjugasi. sehingga benzen mempunyai rumusumum C6H6 dan rumus struktur :S e n y a w a k a r b o n d e n g a n r u m u s s t r u k t u r d i a t a s d i s e b u t sebagai senyawa aromatic. S a l a h s a t u t u r u n a n b e n z e nadalah nitrobenzen dengan rumus struktur : NO2 Atau NOO Nitrobenzen adalah suatu zat cair berwarna kuning muda. sehingga ia tidak akan membentuk ikatan hidrogen dengan dirinya sendiri. melainkan karena sifat-sifat nya yangistimewa. dan bukannya donor. Keton adalah suatu senyawa organik yang mempunyai sebuah gugus karbonil (C=O) terikat pada dua gugus alkil.ikatan hidrogen. PROPANON = DIMETIL KETON = ASETON = (CH3)2-C=O ¨ ¨ Sifat : cairan tak berwarna. S e n ya w a i n i b e r a c u n t e r u t a ma d a l a m k e a d a a n u a p . Hal ini membuat keton lebih mudah menguap daripada alkohol dan asam karboksilat. Salah satunya adalah kemantapan yang tinggi dari sistems i k l i k p a d a b e nz e n d a n t u r u n a n n ya . U n t u k p e m b u a t a n p r e p a r a t n i t r o b e n z e n a d a l a h 55 Sintesis Nitrobenzen . Sifat-sifat sama dengan aldehid. dua gugus aril atau sebuah alkil dan sebuah aril. mudah menguap.be r b a u bu a h ba d a m p a h it . tak berwarna Penggunaan : sebagai hipnotik. pelarut yang baik. Penggunaan : sebagai pelarut ASETOFENON = METIL FENIL KETON ¨ ¨ Sifat : berhablur. Set iap atom karbonmengikat satu atom hydrogen.

ya it u m e n e r a p k a n s u a t u r e a k s i ya n g m e l i b a t k a npemasukan gugus nitro kedalam sebuah molekul.Titik leleh 5. prinsip utamanya adalah : 1. berbau dan beracun 3. Nitrobenzen tidak boleh mengenai kulit. 2 0 3 2 g / m l 7 . karena gugus nitro bersifat menarik elektron.Titik didih 209.asam nitrat pekat. mata. P a d a pembuatan nitrobenzen ini suhunya harus dipertahankan 550C.P a d a p r o s e s i n i su bst it us i e le kt r o filik N O2 diperoleh darip e n a r i k a n a i r p a d a H N O 3 p e k a t o l e h a s a m s u l f a t p e k a t . B e r a t je n i s 1 .Indeks bias 1. 2. Jika terkena haruslah diberi air.Kegunaan Nitrobenzen :1 .Pada sintesis nitrobenzen ini. atau alkohol. dan benzene akan bereaksi dengan sempurna. Adakemungkinan larutan yang terdiri dari campuran asam sulfat pekat. U nt u k m e m b u a t p a r fu m d a l a m . B e r b a ha ya d a l a m f a s e a p a p u n 8. j i k a d i b a n d i n g k a n d e n g a n g u g u s m e t a l d a n h y d r o g e n .S e b a l i k n y a b i l a l e b i h m a k a a k a n t e r b e nt u k d i n it r o b e nz e ne a t a u campuran akan meledak. ya it u p e ng g a nt i a n s a l a h s a t u a t o m a t a u g u g u s a t o m d a l a m s e b u a h mo l e k u l o l e h a t o m a t a u g u g u s a t o m lain.56 Sintesis Nitrobenzen Praktikum Kimia Organik II Semester Genap 2009/2010 Dengan adanya gugus NO 2 .Berbentuk cairan minyak.Sifatsifat Nitrobenzen :1 .3530 5. U nt u k p e m b u a t a n a n i l i n e 2 . B e r w a r na k u n i n g m u d a 2. me n y e b a bk a n c i n c i n k u r a ng r e a k t i f . atau pakaian. N it r a s i .Praktikum Kimia Organik II Semester Genap 2009/2010 substitusi yang mudah dari hydrogen pada benzene d e n g a n menambahkan katalis asam sulfat dan asam nitrat. S u b s t it u s i.20C 4.70C6 .

. Terdiri dari kelompok fenil dilampirkan ke gugus amino. S e m i r s e p a t u 4 . tidak larut dalam air. Dengan adanya gugus NO2. Sifat benzen yaitu membentuk azeotrop dengan air. Subtitusi. anilin adalah amina aromatik prototipikal. Dan kemungkinan laritan terdiri dari H2SO4. Struktur dari benzen: Kegunaan Nitrobenzen: 1. tidak ada atom nitrogen yang dapat diganti oleh logam-logam seperti pada senyawa-senyawa nitriolifatik primer dan sekunder. Untuk pembuatan aniline 2. jika dibandingkan dengan gugus metil dan hidrogen. prinsip utamanya adalah: 1. Untuk membuat parfum dalam sabun 3. Namun jika suhunya terlalu kecil maka nitrobenzene tidak akn terbentuk. Sebab jika suhu melebihi 55 C. Senyawa yang larut dengan benzen mudah dikeringkan dengan menyuling azeotrop itu. dan mendidih pada suhu 69. Pembuatan nitrobenzene ini merupakan kegunaan dari benzen. CCl4 dan heksana.4 C). Anilina. Semir sepatu 4. Pada sintesis nitrobenzen ini. Senyawa nitrogen dapat disuling tanpa terjadi penguraian. Campuran Pyroclin Katalis silika modifikasi komplek ini sedang dalam pengujian aktifitas katalitiknya dalam reaksi pembuatan anilin dari nitrobenzen dan akan dibandingkan dengan katalis timah. Masing-masing atom C baru menggunakan tiga elektron valensi untuk mengadakan ikatan. tidak bisa dioksidasi dengan permanganat biasa disebabkan karena benzen adalah senyawa aromatis sederhana. saat merefluk harus benar-benar diperhatikan. Benzen dapat dibuat dari gas batu bara dan eter. karena gugus nitro bersifat menarik elektron. Benzen ini digunakan secara luas sebagai pelarut. HNCO3 dan benzen tidak akan bereaksi sempurna. karena disini gugus nitro terikat secara tersier. penggunaan utamanya adalah dalam pembuatan perintis polyurethane. pada atom karbon yang mengikat gugus nitro tidak ada hidrogen. 9 % air. maka akan terbentuk senyawa dinitrobenzene maupun trinitrobenzen. Nitrasi. Benzen merupakan suatu zat cair yang membiaskan cahaya bersifat non polar. Nitrobenzen jika dipanaskan pada suhu 200 C tidak akan mengalami perubahan apapun. Dalam senyawa nitrobenzen. Artinya. Senyawa ini memiliki sifat yang sangat berguna yakni membentuk azeotrop dengan air (azeotrop adalah campuran yang tersuling pada susunan konstan terdiri dari 91% benzen. yaitu menerapkan suatu reaksi yang melibatkan pemasukan gugus nitro kedalam sebuah molekul 2. B e n z e n d a p a t d i b u a t d a r i g a s b a t u b a r a d a n e t e r .sa bu n3 . C a m p u r a n p y r o c l i n S e n y a w a i n i m e m i l i k i s i f a t y a n g s a n g a t b e r g u n a y a k n i me mbentuk azeotro[ dengan air. Pada pembuatan netrobenzen ini. Menjadi pelopor untuk bahan kimia industri. disamping sebagai bahan dasar pembentukan nitrobenzen. Molekul benzen terletak pada suatu bidang datar dan keenam atom C-nya membentuk heksagonal beraturan (segi enam beraturan). tapi larut dalam pelarut organik seperti dietil eter. yaitu penggantian salah satu atom atau gugus atom dalam sebuah molekul oleh atom atau gugus atom lain. menyebabkan cincin kurang reaktif. t i d a k b i s a dioksidasi dengan permanganat biasa disebabkan karena benzeneadalah senyawa aromatis sederhana. Biasanya benzen digunakan sebagai pelarut. Senyawa yang larut denganbenzene mudah diker ingkan dengan me n yu ling az eo t r o p it u. karena gugus nitro sangat kuat ikatannya. Fenilamin atau aminobenzene adalah senyawa organik dengan rumus C 6 H 5 NH 2.

penurunan itu dilakukan dengan campuran klorida besi dan logam besi melalui reduksi Bechamp. ia memiliki bau yang agak tidak menyenangkan dari ikan busuk. tiga merek anilin dibedakan: minyak anilin untuk biru.  Pembuatan asetanilida dari asam asetat anhidrid dan aniline Larutan benzene dalam satu bagian anilin dan 1. yang anilin murni. Asetinilida berbentuk butiran berwarna putih tidak larut dalam minyak parafin dan larut dalam air dengan bantuan kloral anhidrat. minyak anilin untuk merah. Ini mudah menyatu. Asetanilida pertama kali ditemukan oleh Friedel Kraft pada tahun 1872 dengan cara mereaksikan asethopenon dengan NH2OH sehingga terbentuk asetophenon oxime yang kemudian dengan bantuan katalis dapat diubah menjadi asetanilida.toluidin. Anilin terutama dihasilkan oleh industri dalam dua langkah dari benzena . 2 C6H5NH2 + (CH2CO)2O 2C6H5NHCOCH3 + H2O Campuran reaksi disaring. Anilina tidak berwarna. anilin juga disiapkan dari fenol dan amonia. yang memberikan nitrobenzena: Pada langkah kedua. namun perlahan-lahan mengoksidasi dan resinifies di udara.  Macam-Macam Proses Ada beberapa proses pembuatan asetanilida. fenol yang sedang berasal dari proses kumena . yang berisi anilin dan orto. dan minyak anilin untuk safranine. dan diperoleh dari distilat dari fuchsine fusi. dimana satu atom hidrogen pada anilin digantikan dengan satu gugus asetil. Pada tahun 1905 Weaker menemukan asetanilida dari anilin dan asam asetat. Asetanilida atau sering disebut phenilasetamida mempunyai rumus molekul C6H5NHCOCH3 dan berat molekul 135. kemudian kristal dipisahkan dari air panasnya dengan pendinginan. sedangkan filtratnya direcycle kembali. yaitu.4 bagian asam asetat anhidrad direfluk dalam sebuah kolom yang dilengkapi dengan jaket sampai tidak ada anilin yang tersisa.16 gr/mol. Pada tahun 1899 Beckmand menemukan asetanilida dari reaksi antara benzilsianida dan H2O dengan katalis HCl. nitrobenzena adalah hidrogenasi. Pertama. terbakar dengan nyala api berasap karakteristik senyawa aromatik. Asetanilida merupakan senyawa turunan asetil amina aromatis yang digolongkan sebagai amida primer. campuran dalam jumlah equimolecular dari anilin dan-orto dan paraToluidina.Seperti amina volatile kebanyakan. Pemakaian asam asetat anhidrad dapat diganti dengan asetil klorida. Nitrobenzene (C6H5NO2) Secara umum digunakan dalam pembuatan aniline dan zat aditif pada karet sebagai anti-oksidant (mencagah oksidasi). benzena adalah nitrasi menggunakan campuran pekat dari asam nitrat dan asam sulfat pada 50 hingga 60 ° C. Sebagai alternatif. memberikan cokelat warna merah untuk sampel berusia. .Dalam perdagangan. biasanya pada 200300 ° C di hadapan berbagai logam katalis: C 6 H 5 NO 2 + 3 H 2 C 6 H 5 NH 2 + 2 H 2 O Awalnya.

Bahan pembantu dalam industri cat dan karet d.  Pembuatan asetanilida dari ketene dan aniline Ketene (gas) dicampur kedalam anilin di bawah kondisi yang diperkenankan akan menghasilkan asetanilida. Reaksinya sederhana 2. Sebagai zat awal penbuatan penicilium c. a. Anilin dan asam asetat berlebih 100 % direaksikan dalam sebuah tangki yang dilengkapi dengan pengaduk. Anilin . Bahan intermediet pada sulfon dan asetilklorida  Sifat Fisis dan Kimia 1. Tidak menggunakan katalis sehingga tidak memerlukan alat untuk regenerasi katalis dan tidak perlu menambah biaya yang digunakan untuk membeli katalis sehingga biaya produksi lebih murah. C6H5NH2 + CH3COSH C6H5NHCOCH3 + H2S Dalam perancangan pabrik asetanilida ini digunakan proses antara asam asetat dengan anilin. Produk dalam keadaan panas dikristalisasi dengan menggunakan kristalizer. Sebagai bahan baku pembuatan obat-obatan b.  Kegunaan Produk Asetanilida banyak digunakan dalam industri kimia . Pembuatan asetanilida dari asam asetat dan aniline Metode ini merupakan metode awal yang masih digunakan karena lebih ekonomis. C6H5NH2 + H2C=C=O C6H5NHCOCH3  Pembuatan asetanilida dari asam thioasetat dan aniline Asam thioasetat direaksikan dengan anilin dalam keadaan dingin akan menghasilkan asetanilida dengan membebaskan H2S. antara lain. Pertimbangan dari pemilihan proses ini adalah. C6H5NH2 + CH3COOH C6H5NHCOCH3 + H2O Reaksi berlangsung selama 6 jam pada suhu 150oC ± 160oC. 1.

051 gr/ml Suhu kritis : 321. 6 tribromo anilin. 4 dinitrophenol.2 atm Wujud : cair Warna : jernih Panas pembakaran : 208. Asam Asetat y Sifat ± sifat fisis: Rumus molekul : CH3COOH Berat molekul : 6. 4.34 kkal/mol . Hidrogenasi katalitik pada fase cair pada suhu 135 ± 170oC dan tekanan 50± 500 atm menghasilkan 80% cyclohexamine (C6H11NH2 )..9 oC Titik leleh : 16.y y - Sifat ± sifat fisis: Rumus molekul : C6H5NH2 Berat molekul : 93.12 g/gmol Titik didih normal : 184.7 oC Berat jenis : 1.4 oC Suhu kritis : 426 oC Tekanan kritis : 54.6 oC Tekanan kritis : 57.024 g/cm3 Sifat-sifat kimia: Halogenasi senyawa anilin dengan brom dalam larutan sangat encer menghasilkan endapan 2. Sedangkan hidrogenasi anilin pada fase uap dengan menggunakan katalis nikel menghasilkan 95% cyclohexamine.4 atm Wujud : cair Warna : jernih Spesifik gravitu : 1.053 g/gmol Titik didih normal : 117. 2. dan nitrasi anilin dengan nitrogen oksida cair pada suhu 0oC menghasilkan 2. - - Nitrasi anilin dengan asam nitrat pada sushu -20oC menghasilkan mononitroanilin. - Pemanasan anilin hipoklorid dengan senyawa anilin sedikit berlebih pada tekanan sampai 6 atm menghasilkan senyawa diphenilamine.

y - Panas penguapan : 96.8 kal/gr ( 118 oC ) Sifat ± sifat kimia: Dengan alkohol menghasilkan proses esterifikasi R-OH + CH3COOH CH3COOR + H2O (CH3COO)2 Zn2+ + H 3CH3COOCl + H3PO3 - Pembentukan garam keasaman 2 CH3COOH + Zn - Konversi ke klorida ± klorida asam CH3COOH + PCl3 - Pembentukan ester CH3COOH + CH3CH2OH + H+ CH3COOC2H5 + H2O NH2CH2COONH H+ NH2CH2COOH - Reaksi dari halida dengan ammoniak CH3COOHCl + ClCH2COOHNH3 3. C6H5NHCOCH3 + HOH C6H5NH2 + CH3COOH . Adisi sodium dalam larutan panas Asetanilida didalam xilena menghasilkan N-Sodium derivative.5 oC Titik beku : 114 oC Wujud : padat Warna : putih Bentuk : butiran / Kristal Sifat-sifat kimia: Pirolysis dari asetanilida menghasilkan N-diphenil urea. anilin.16 g/gmol Titik didih normal : 305 oC Titik leleh : 114. Asetetanilida y y Sifat ± sifat fisis: Rumus molekul : C6H5NHCOCH3 Berat molekul : 135. Asetanilida merupakan bahan ringan yang stabil dibawah kondisi biasa.21 gr/ml Suhu kritis : 843.16 oC Berat jenis : 1. benzene dan hydrocyanic acid. hydrolisa dengan alkali cair atau dengan larutan asam mineral cair dalam kedaan panas akan kembali ke bentuk semula.

salah satu senyawa organic yang dapat disintesis adalah Aspirin. Di samping itu digunakan pula garam salisilat.- Bila dipanaskan dengan phospor pentasulfida menghasilkan thio Asetanilida ( C6H5NHC5CH3 ).Asam salisilat (asam ortohidroksibenzoat) merupakan asam yang bersifatiritan lokal. kadang-kadang disertai anemia sekunder. Terdapat berbagai turunan yangdigunakan sebagai obat luar. yang dapat digunakan secara topikal. Kemurnian aspirin bisa diuiji dengan menggunakan besi( III) klorida. metanol 2. Sedangkan untuk kandungan analisis aspirin dapat digunakan titrasi asam basa menggunakan NaOHsetelah kristal aspirin dilarutkan dalam etanol (pelarut organik). Nitrasi asetanilida dalam larutan asam asetaat menghasilkan p-nitro Asetanilida. massa molar 138. metanol kloroform 0.40 g/cm³. Asetanilida dalam larutan asam asetat menghasilkan 2 garam ( 2 C6H5NHCOCH3 ).2 Dasar Teori Aspirin dibuat dengan mereaksikan asam salisilat dengan anhidrida asamasetat menggunakan katalis 85% H3PO4 sebagai zat penghidrasi.Turunannya yang paling dikenal asalah asam asetilsalisilat. titik lebur 135 °C (275 °F). Asam Laporan Praktikum SintesisSenyawa Organik salisilat (murni) akan berubah menjadi ungu jika FeCl3 ditambahkan. khususnya mendeteksi apakah masih terdapat asam salisilat dalamsampel. Sedangkan efek samping dari aspirin yang sering terjadi yaitu indikasi tukak lambung atau tukak peptik. yang terbagi atas 2 kelas. dan kelarutandalam kloroform.Sedangkan reaksi dengan methanol akan menghasilkan metil salisilat. etanol 1. Asam salisilatadalah asam bifungsional yang mengandung dua gugus OH dan COOHK arenanyaasam salisilat ini dapat mengalami dua jenis reaksi yang berbeda yaitu reaksi asamdan basa. Aspirin atau asam asetilsalisilat (asetosal) adalah suatu jenis obat darikeluarga salisilat yang sering digunakan sebagai analgesik (terhadap rasa sakit ataunyeri minor).bromo asetanilida.84 M. ´my aspirin´. titik didih 211°C (2666 Pa).Besi(III) klorida bereaksi dengan gugus fenol membentuk kompleks ungu. karena asamsalisilat mempunyai gugus fenol.Aspirin mempunyai densitas 1. Bila di treatmen dengan HCl. Uji terhadapasam salisilat.12 g/mol. dan aspirin komersil digunakan untuk mengujikemurnian aspirin. Reaksi dengan anhidrida asam asetat akan menghasilkan aspirin.Asam salisilat mimiliki rumus molekul C7H6O3 . etanol. Aspirin juga memilikiefek antikoagulan dan digunakan dalam dosis rendah dalam tempo lama untuk mencegah serangan jantung. dan anti-inflamasi. 2. titik didih 140 °C (284 °F) (decomposes).65 M.dimana seharusnya titik leleh aspirin murni adalah 136oC.44 g/cm3 . ester dari asam salisilat danester salisilat dari asam organik.19 M.Selain itu kemurnian aspirin juga dapat ditentukan dengan uji titik leleh. antipiretik (terhadap demam).densitas 1. . Sintesis senyawa organik adalah sintesis Teknik preparasi senyawa yang dapat dianggap sebagai seni . - Dalam larutan yang memgandung pottasium bicarbonat menghasilkan N. dan kelarutan dalam air 3 mg/mL (20°C). Dimana aspirin merupakan obat bebas hasil reaksi dari asam asetil. titik leleh 159°C.

Dillihat manfaat dari aspirin atau asetosal tersebut maka adalah sangat penting untuk mengetahui cara sintesis dari senyawa ini. Suatu Aspirin dapat disintesis dari asam salisilat dengan anhidrida asetat dan menggunakan katalis proton dan akan menghasilkan asam asetil salisilat dan asam asetat. Oleh karena itu asam salisilat disintesa dalam berbagai bentuk atau dicampur dengan zat-zat lainnya sehingga dapat menjadi obat yang akan digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti obat-obat influenza yang sekarang banyak beredar di pasaran seperti aspirin. antipiretik dan sering pula digunakan sebagai pencegah atau melepaskan dingin atau infeksi pernapasan akut.Fungsi aspirin adalah sebagai analgetik. Karena asam salisilat untuk pemakaian dalam atau oral biasanya tidak tersedia dipasaran. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful