TUGAS MATA KULIAH AGAMA ISLAM MAKALAH TENTANG “NIKAH SIRI”

Disusun Oleh : Muhammad Rifdzi Farhan A21.2009.06089 A21.1501 JURUSAN MANAJEMEN INFORMATIKA D-III FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG 2011

2 Tujuan 1.4 Hal-Hal Positif yang Didapat dari Penyiaran Pernikahan BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.2 Landasan Hukum Terkait Catatan Pernikahan BAB III ANALISIS 3.2 Saran .3 Pendapat Berbagai Narasumber Mengenai Nikah Siri 3.DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Nikah Siri Menurut Hukum Negara 3.1 Definisi Nikah Siri 2.2 Nikah Siri Menurut Islam 3.1 Kesimpulan 4.3 Manfaat BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Latar Belakang 1.

1.BAB I PENDAHULUAN 1. Proses conditioning sendiri adalah proses adaptasi yang dilakukan oleh masyarakat akan berbagai budaya baru yang terjadi namun akibat pemberitaan yang berulang-ulang budaya tersebut semakin cepat dapat diterima oleh masyarakat dan dijadikan bagian dari budaya masyarakat itu sendiri. visual dan audiovisual) akan nikah siri yang dilakukan tidak hanya 1-2 selebritis namun segelintir orang dengan tingkat pemberitaan tinggi sehingga menyebabkan proses conditioning terjadi di masyarakat konsumen berita.1 Latar Belakang Dewasa ini. Hal itu juga termasuk salah satu faktor yang melatar belakangi diangkatnya topik “Pernikahan Siri” ini kami angkat. Besar harapan penulis dan tim penyusun agar makalah ini dapat dimanfaatkan sebaikbaiknya sebagai literatur atau sumber pencarian informasi terkait topik pernikahan siri. Maka dari itu. statistik kejadian nikah siri meningkat berlalunya waktu. Berbagai pemberitaan tersebut lah (spesifikasi : pemberitaan pernikahan siri yang dilakukan oleh selebritis) yang melatarbelakangi penulis dan tim penyusun untuk memilih topik “Nikah Siri” sebagai topik yang diangkat dalam pembuatan makalah dan presentasi mata kuliah Agama dan Etika Islam. Terlepas dari berbagai pemberitaan akan “Pernikahan Siri” yang terjadi. Terutama pasca beredarnya berbagai pemberitaan di seluruh jenis media (audio.2 Tujuan Tujuan tim penyusun menulis dan menyusun makalah ini antara lain : . kami tim penyusun berusaha sebaik-baiknya untuk mengumpulkan berbagai informasi dari berbagai sumber dan narasumber untuk dimasukkan ke dalam makalah ini agar kelak dapat dijadikan sebagai referensi oleh pihak-pihak yang membutuhkan. masih banyak mahasiswa yang salah mengartikan nikah siri dan tidak mengerti baik-buruknya jenis pernikahan ini.

Menambah angka audiens atau masyarakat yang memahami berbagai fakta. Memenuhi salah satu syarat atau tugas Agama dan Etika Islam 1. Membantu mensosialisasikan apa sebenarnya nikah siri itu dan tindakan apa yang dapat kita lakukan untuk mengurangi angka terjadinya nikah siri d.a.3 Manfaat a. Mahasiswa dan audiens lain mengerti dan mengetahui landasan hukum terkait nikah siri baik ditinjau dari sudut pandang Islam dan pembahasan berbagai rancangan undang-undang c. Mahasiswa dan audiens lain dapat mengeluarkan berbagai pendapatnya terkait nikah siri dan berdiskusi satu sama lain e. Membantu berbagai kalangan untuk menyamakan pikiran akan tidak baiknya pernikahan siri terutama untuk latar belakang non-kekurangan biaya c. Mahasiswa dan masyarakat lainnya (pembaca makalah dan audiens presentasi) memahami berbagai definisi akan nikah siri b. Mahasiswa dan audiens lain mengetahui dampak positif dan dampak negatif dari nikah siri d. pro dan kontra terkait pernikahan siri dan hukum-hukum yang terkait nikah siri . Dengan penjelasan yang detail dan berbagai kajian akan negatif-positifnya nikah siri audiens akan dapat mengerti bahwa nikah siri lebih banyak menimbulkan hal negatif dan pada akhirnya dapat dijadikan pencegahan akan terjadinya nikah siri b.

pernikahan tanpa wali. Ada yang karena faktor biaya. Sebab. alias tidak mampu membayar administrasi pencatatan. pernikahan yang dirahasiakan karena pertimbangan-pertimbangan tertentu.2 Landasan Terkait Catatan Pernikahan Pertama. atau karena menganggap absah pernikahan tanpa wali. Kedua. atau hanya karena ingin memuaskan nafsu syahwat belaka tanpa mengindahkan lagi ketentuan-ketentuan syariat. 2. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang tidak mencatatkan pernikahannya di lembaga pencatatan sipil negara. pernikahan yang sah secara agama namun tidak dicatatkan dalam lembaga pencatatan negara. Ketiga. ada pula yang disebabkan karena takut ketahuan melanggar aturan yang melarang pegawai negeri nikah lebih dari satu. misalnya karena takut mendapatkan stigma negatif dari masyarakat yang terlanjur menganggap tabu pernikahan siri.1 Definisi Nikah Siri Pernikahan siri sering diartikan oleh masyarakat umum dengan : Pertama. fungsi pencatatan pernikahan pada lembaga pencatatan sipil adalah agar seseorang memiliki alat bukti (bayyinah) untuk membuktikan bahwa dirinya benar-benar telah melakukan pernikahan dengan orang lain. pada dasarnya. salah bukti yang .BAB II LANDASAN TEORI 2. atau karena pertimbangan-pertimbangan rumit yang memaksa seseorang untuk merahasiakan pernikahannya. Pernikahan semacam ini dilakukan secara rahasia (siri) dikarenakan pihak wali perempuan tidak setuju. dan lain sebagainya.

perceraian. ketika ada sengketa yang berkaitan dengan pernikahan. tentunya seseorang telah memiliki sebuah dokumen resmi yang bisa ia dijadikan sebagai alat bukti (bayyinah) di hadapan majelis peradilan. memang benar. pembangunan rumah. Kelima. pada dasarnya.dianggap absah sebagai bukti syar’iy (bayyinah syar’iyyah) adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh negara. di mana sistem pencatatan telah berkembang dengan pesat dan maju. Ketika pernikahan dicatatkan pada lembaga pencatatan sipil. dalam khazanah peradilan Islam. walaupun tidak sampai berhukum wajib akan tetapi nabi sangat menganjurkan (sunnah muakkadah). hak asuh anak. . negara (dalam hal ini seorang Khalifah dan orang yang diangkatnya) mempunyai hak untuk menetapkan aturan-aturan tertentu untuk mengatur urusan-urusan rakyat yang belum ditetapkan ketentuan dan tata cara pengaturannya oleh syariat. Ketiga. nafkah. Keempat. seperti urusan lalu lintas. tidak pernah kita jumpai satupun pemerintahan Islam yang mempidanakan orang-orang yang melakukan pernikahan yang tidak dicatatkan pada lembaga pencatatan resmi negara. Pasalnya. dan lain sebagainya.Anjuran untuk melakukan walimah. maupun sengketa yang lahir akibat pernikahan. Kedua. maka pada kasus semacam ini negara tidak boleh mempidanakan dan menjatuhkan sanksi mukhalafat kepada pelakunya. eksplorasi. negara berhak menjatuhkan sanksi mukhalafat kepada orang yang melakukan tindakanmukhalafat. pada era keemasan Islam. seperti waris. Nabi saw telah mendorong umatnya untuk menyebarluaskan pernikahan dengan menyelenggarakan walimatul ‘ursy. dan lain sebagainya. jika pernikahan siri dilakukan karena faktor biaya.

Pasal 143 Rancangan Undang-Undang Pasal 143 RUU yang hanya diperuntukkan bagi pemeluk Islam ini menggariskan. kini tengah memicu kontroversi ditengah-tengah masyarakat.BAB III PEMBAHASAN 3. setiap orang yang melakukan perkawinan mutah dihukum penjara selamalamanya 3 tahun dan perkawinannya batal karena hukum. Selain kawin siri. Pasal 144 Rancangan Undang-Undang Pasal 144 menyebut.2 Nikah Siri Menurut Islam . calon suami yang berkewarga negaraan asing harus membayar uang jaminan kepada calon istri melalui bank syariah sebesar Rp500 juta. Pasal 142 ayat 3 menyebutkan. RUU itu juga mengatur soal perkawinan campur (antardua orang yang berbeda kewarganegaraan). setiap orang yang dengan sengaja melangsungkan perkawinan tidak di hadapan pejabat pencatat nikah dipidana dengan ancaman hukuman bervariasi. mulai dari enam bulan hingga tiga tahun dan denda mulai dari Rp6 juta hingga Rp12 juta.1 Nikah Siri Menurut Hukum Negara RUU Nikah Siri atau Rancangan Undang-Undang Hukum Materil oleh Peradilan Agama Bidang Perkawinan yang akan memidanakan pernikahan tanpa dokumen resmi atau yang biasa disebut sebagai nikah siri.draf RUU juga menyinggung kawin mutah atau kawin kontrak. 3.

(HR Ibn Majah dan Ad Daruquthniy. sesungguhnya wanita pezina itu adalah (seorang wanita) yang menikahkan dirinya sendiri”. bahwasanya Rasulullah saw bersabda: ‫ل تزوج المرأة المرأة ل تزوج نفسها فإن الزانية هي التي تزوج نفسها‬ ”Seorang wanita tidak boleh menikahkan wanita lainnya. syariat belum menetapkan bentuk dan kadar sanksi bagi orang-orang yang terlibat dalam pernikahan tanpa wali. bahwasanya Rasulullah saw bersabda. Sebab. Hanya saja. Abu Hurayrah ra juga meriwayatkan sebuah hadits. Oleh karena itu. Seorang hakim boleh menetapkan sanksi penjara. kasus pernikahan tanpa wali dimasukkan ke dalam bab ta’zir.Adapun mengenai fakta pertama. Pelakunya telah melakukan maksiyat kepada Allah swt. bahwasanya Rasulullah saw pernah bersabda: ‫أيما امرأة نكحت بغير إذن وليها فنكاحها باطل. Lihat. [HR yang lima kecuali Imam An Nasaaiy. dan keputusan mengenai bentuk dan kadar sanksinya diserahkan sepenuhnya kepada seorang qadliy (hakim). Imam Asy Syaukaniy. Makna semacam ini dipertegas dan diperkuat oleh hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra. Seorang wanita juga tidak berhak menikahkan dirinya sendiri. yakni pernikahan tanpa wali. sesungguhnya Islam telah melarang seorang wanita menikah tanpa wali.Ketentuan semacam ini didasarkan pada sebuah hadits yang dituturkan dari sahabat Abu Musa ra. Berdasarkan dalalah al-iqtidla’. Nailul Authar VI: 230 hadits ke 2649]. bukan sekedar ’tidak sempurna’ sebagaimana pendapat sebagian ahli fikih. pernikahannya batil”. ‫ل نكاح إل بولي‬ “Tidak sah suatu pernikahan tanpa seorang wali. Nailul Authar VI: 230 hadits ke 2648]. Imam Asy Syaukani. pengasingan. فنكاحها باطل . kata ”laa” pada hadits menunjukkan pengertian ‘tidak sah’. lihat. Imam Asy Syaukaniy. فنكاحها باطل‬ “Wanita mana pun yang menikah tanpa mendapat izin walinya. maka pernikahannya batil. dan berhak mendapatkan sanksi di dunia. pernikahannya batil. dan lain sebagainya kepada pelaku pernikahan tanpa wali. Nailul Authar VI: 231 hadits ke 2649) Berdasarkan hadits-hadits di atas dapatlah disimpulkan bahwa pernikahan tanpa wali adalah pernikahan batil. Nikah Tanpa Dicatatkan Pada Lembaga Pencatatan Sipil . Lihat.” [HR yang lima kecuali Imam An Nasaaiy.

ketika perbuatan tersebut terkategori ”mengerjakan yang haram” dan ”meninggalkan yang wajib”. Untuk itu. ketiga. suatu perbuatan baru dianggap kemaksiyatan dan berhak dijatuhi sanksi di dunia dan di akherat. meninggalkan kewajiban. maka orang tersebut tidak boleh dinyatakan telah melakukan kemaksiyatan. atau meninggalkan kewajiban yang telah ditetapkan oleh syariat. (1) wali. dan (2) hukum tidak mencatatkan pernikahan di lembaga pencatatan negara Dari aspek pernikahannya. Begitu pula orang yang meninggalkan atau mengerjakan perbuatan-perbuatan yang berhukum sunnah. mubah. sesungguhnya ada dua hukum yang harus dikaji secara berbeda. sehingga berhak mendapatkan sanksi di dunia maupun di akherat. dan lain sebagainya. yakni (1) hukum pernikahannya. dan mubah. dan lain sebagainya. atau mengerjakan perbuatan mubah atau makruh. (2) dua orang saksi. nikah siri tetap sah menurut ketentuan syariat. dan aturan-aturan lain yang telah ditetapkan oleh negara.Adapun fakta pernikahan siri kedua. yakni pernikahan yang sah menurut ketentuan syariat namun tidak dicatatkan pada lembaga pencatatan sipil. seperti melanggar peraturan lalu lintas. pernikahan yang ia lakukan telah memenuhi rukun-rukun pernikahan yang digariskan oleh Allah swt. Berdasarkan keterangan dapat disimpulkan. Adapun rukun-rukun pernikahan adalah sebagai berikut. seorang qadliy tidak boleh menjatuhkan sanksi kepada orang-orang yang meninggalkan perbuatan sunnah. melanggar aturan-aturan administrasi negara. perijinan mendirikan bangunan. seperti minum khamer dan mencaci Rasul saw. sehingga berhak dijatuhi sanksi hukum. pernikahan yang tidak dicatatkan di lembaga pencatatan negara tidak boleh dianggap sebagai tindakan kriminal sehingga pelakunya berhak mendapatkan dosa dan sanksi di dunia. jihad. . dan makruh. kedua. Pasalnya. dan (3) ijab qabul. Seseorang baru berhak dijatuhi sanksi hukum di dunia ketika orang tersebut. Seseorang baru absah dinyatakan melakukan kemaksiyatan ketika ia telah mengerjakan perbuatan yang haram. mengerjakan tindak haram. seperti meninggalkan sholat. Pasalnya. dan pelakunya tidak boleh dianggap melakukan tindak kemaksiyatan. pertama.

Atas dasar itu. dan hukum-hukum ijtimaa’iy sangatlah rendah. atau sengketa-sengketa lain. 3. namun tidak melaporkan kasus perceraiannya kepada pengadilan agama. salah satu pihak mengklaim masih memiliki ikatan pernikahan yang sah. bahwa mayoritas tidak mengetahui sama sekali. . 3. atau dirahasiakan (siri). maka pernikahan seseorang dianggap sah secara syariat walaupun tidak dicatatkan dalam pencatatan sipil. anjuran untuk mencatatkan pernikahan di lembaga pencatatan negara menjadi relevan. pengetahuan masyarakat tentang aturan-aturan Islam dalam hal pernikahan. Padahal. hanya saja keberadaan surat nikah acapkali juga membuka ruang bagi munculnya praktek-praktek menyimpang di tengah masyarakat. maka dalam semua kasus yang membutuhkan persaksian. jika kelak ada persoalanpersoalan yang menyangkut kedua mempelai. demi mewujudkan kemudahan-kemudahan bagi suami isteri dan masyarakat serta untuk mencegah adanya fitnah.Diantara praktek-praktek menyimpang dengan mengatasnamakan surat nikah adalah.Jika tiga hal ini telah dipenuhi. Lebih-lebih lagi. Ketika terjadi sengketa waris atau anak. Jika ia tidak memiliki dokumen resmi. sehingga keduanya masih memegang surat nikah. Selain akan menyebabkan munculnya fitnah. talak. (3) memudahkan untuk mengidentifikasi apakah seseorang sudah menikah atau belum. Pertama. dan hal ini tentunya akan sangat menyulitkan dirinya. pernikahan siri juga akan menyulitkan pelakunya ketika dimintai persaksian mengenai pernikahannya. misalnya jika perempuan yang dinikahi siri hamil. dengan menyodorkan bukti surat nikah. ia harus menghadirkan saksi-saksi pernikahan sirinya. (2) memudahkan masyarakat untuk memberikan kesaksiannya. ada seorang suami mentalak isterinya sebanyak tiga kali. maka akan muncul dugaan-dugaan negatif dari masyarakat terhadap perempuan tersebut.4 Bahaya Terselubung Surat Nikah Walaupun pencatatan pernikahan bisa memberikan implikasi-implikasi positif bagi masyarakat. Hal semacam ini tentunya berbeda dengan pernikahan yang tidak disiarkan. keduanya secara syar’iy benar-benar sudah tidak lagi menjadi suami isteri.3 Hal-Hal Positif yang Didapat dari Penyiaran Pernikahan (1) untuk mencegah munculnya fitnah di tengah-tengah masyarakat.

4. Bahwa penyiaran pernikahan dan adanya surat nikah lebih banyak menimbulkan hal positif daripada hal negatif b.2 Saran Sebaiknya pembahasan mengenai nikah siri tidak hanya dilakukan oleh kalangan tertentu saja namun akan lebih baik apabila disosialisasikan pada masyarakat baik-buruknya dan berbagai . dan mengawasi dengan ketat penggunaan dan peredaran surat nikah di tengah-tengah masyarakat. Kasus ini terjadi ketika suami isteri telah bercerai. penguasa tidak cukup menghimbau masyarakat untuk mencatatkan pernikahannya pada lembaga pencatatan sipil negara. Pelaku nikah siri hendaknya tidak dipidanakan karena nikah siri dapat terjadi oleh berbagai faktor dan secara syariat pernikahan tersebut sah apabila terdapat (1) wali. Ketika suami isteri itu merajut kembali hubungan suami isteri –padahal mereka sudah bercerai–.1 Kesimpulan a.Kedua. agar surat nikah tidak justru disalahgunakan c. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4. Oleh karena itu. (2) dua orang saksi. surat nikah kadang-kadang dijadikan alat untuk melegalkan perzinaan atau hubungan tidak syar’iy antara suami isteri yang sudah bercerai. Penguasa (dalam hal ini pemerintah) harus mengawasi dengan ketat penggunaan dan peredaran surat nikah di tengah-tengah masyarakat. sehingga masih memegang surat nikah. dan (3) ijab qabul. keduanya bisa berdalih bahwa mereka masih memiliki hubungan suami isteri dengan menunjukkan surat nikah. akan tetapi juga berkewajiban mendidik masyarakat dengan hukum syariat –agar masyarakat semakin memahami hukum syariat–. namun tidak melaporkan perceraiannya kepada pengadilan agama. agar surat nikah tidak justru disalahgunakan. Sewaktu-waktu jika ia tertangkap tangan sedang melakukan perbuatan keji. maka mereka akan terus merasa aman dengan perbuatan keji mereka dengan berlindung kepada surat nikah.

Google. Apabila sosialisasi agak sulit dapat dilakukan dengan terjunnya berbagai pakar yang memahami detail hukum dan seluk-beluk nikah siri ini untuk berdiskusi langsung dengan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA a. Artikel “Rancangan Undang-Undang Materil oleh Peradilan Agama Bidang Perkawinan” b. Buku Agama Islam Sekolah Menengah Atas kelas XII .pro-kontra yang terjadi agar masyarakat dapat terbantu dalam mengambil keputusan dan mengurangi terjadinya pernikahan siri.com keyword : definisi nikah siri c.