You are on page 1of 7

ASUHAN KEPERAWATAN HEPATITIS

00:07 Teguh Subianto 1 comment
Share :

Share96

ASUHAN KEPERAWATAN HEPATITIS A. DEFINISI Hepatitis virus akut adalah penyakit infeksi yang penyebarannya luas, walaupun efek utamanya pada hati.( Syivia .A. price : 2005 hal : 485 ) Hepatitis virus akut adalah penyakit pada hati yang gejala utamanya berhubungan erat dengan adanya nekrosis pad hati. Biasanya disebabkan oleh virus yaitu virus hepatitis A, virus hepatitis B, virus hepatitis C, dll.( Arief Mansjoer, 2001 : 513 ) Hepatitis adalah suatu proses peradangan difus pada jaringan yang dapat disebabkan oleh infeksi virus dan oleh reaksi toksik terhadap obat-obatan serta bahan-bahan kimia. (Sujono Hadi, 1999). Hepatitis virus merupakan infeksi sistemik oleh virus disertai nekrosis dan klinis, biokimia serta seluler yang khas (Smeltzer, 2001) B. ETIOLOGI
Type A Type B Type C Type D Type E

Metode transmisi

Keparahan

Sumber virus

Fekal- Parenteral Parenteral Parenteral oral seksual, jarang perinatal, melalui perinatal seksual, memerlukan orang orang ke koinfeksi lain orang, dengan type B perinatal Tak Parah Menyebar Peningkatan ikterik luas, dapat insiden kronis dan berkemdan gagal asimtobang hepar akut matik sampai kronis Darah, Darah, Terutama Melalui darah feces, saliva, melalui saliva semen, darah sekresi vagina

Fekaloral

Sama dengan D

Darah, feces, saliva

2.Alkohol Menyebabkan alkohol hepatitis dan selanjutnya menjadi alkohol sirosis.

rasa sakit di ulu hati. Memiliki masa inkubasi panjang. semen serta sekretvagina dan dapat ditularkan lewat mmbran mukosa serta pada luka kulit. Anoreksia merupakan gejala dini dan diperkirakan terjadi akibat pelepasan toksin oleh hati yang rusak tersebut untuk melakukan detoksifikasi produk yang abnormal. rata-rata 14-15 hari setelah timbulnya masa ikterik.PATOFOSIOLOGI Patways Klik Untuk Melihat Pathway Hepatitis virus merupakan infeksi sistemik oleh usus disertai nkrosis dan inflamasi pada sel – sel hati yang menghsilkan kumpulan perubahanklinis.Fase penyembuhan Dimulai saat menghilangnya tanda-tanda ikterus. Ikterus pada kulit dan sklera yang terus meningkat pada minggu I.Obat-obatan Menyebabkan toksik untuk hati. Masa inkubasi diperkirakan 1 – 7 minggu dengan rata – rata 30 hari. Cara penularanya melalui fekal orl terutama lewat konsumsi makanan dan minuman yang tercemar virus tersebt. Seluruh badan pegal-pegal terutama di pinggang. Warna urine tampak normal. D. ditularkan melalui darah (jalur perkutan dan permukosa). penurunan suhu badan disertai dengan bradikardi. rasa mual. Disini hepatitis dibagi menjadi dua yaitu hepatitis A dan hepatitis B. saliva. kemudian menetap dan baru berkurang setelah 10-14 hari. suhu badan meningkat sekitar 39oC berlangsung selama 2-5 hari.TANDA DAN GEJALA 1. C. namun lemas dan lekas capai. Hepatitis A dinamakan hepatitis hepatitis infekglusa. Kadang-kadang disertai gatal-gatal pasa seluruh badan. Nafsu makan menurun (pertama kali timbul). nausea.Fase Pre Ikterik Keluhan umumnya tidak khas. lekas capek terutama sore hari. bahu dan malaise.Laboratorium a. sehingga sering disebut hepatitis toksik dan hepatitis akut. Virus tersebut pernah ditemukan oleh darah. rasa lesu dan lekas capai dirasakan selama 1-2 minggu. penderita mulai merasa segar kembali. Ketika gejala muncul. perut kanan atas (ulu hati) dirasakan sakit.Fase Ikterik Urine berwarna seperti teh pekat. disusul bertambahnya nafsu makan. Keluhan gatal-gatal mencolok pada hepatitis virus B. biokimia serta seluler yang khas. Sedangkan Hepatitis B berbeda dengan hepatitis A. nyeri persendian. bentuknya berupa infeks saluran nafas atas yang ringan seperti flu dengan panas yang tidak terlalu tinggi. Keluhan yang disebabkan infeksi virus berlangsung sekitar 2-7 hari. tinja berwarna pucat.bilirubun serum total . 3.3. pusing. Gejala dan tanda samar dan bervariasi. dosebabkan oleh virus RNA dari vamili anterovirus.Pemeriksaan pigmen .urobilirubin direk . vomitus.PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 1. Panas dan gejala pernapasan jarang ditemukan E. 4.Masa tunas Virus A : 15-45 hari (rata-rata 25 hari) Virus B : 40-180 hari (rata-rata 75 hari) Virus non A dan non B : 15-150 hari (rata-rata 50 hari) 2.

urobilinogen urine .protein totel serum .pemindahan hati denagn preparat technetium. Sirkulasi . Pemeriksaan serum transferase dan transaminase .Ikterik pada sklera kulit.Kelelahan . Radiologi .AST atau SGOT . Waktu protombin . Eliminasi . Makanan dan Cairan .Aktivitas . Pemeriksaan tambahan .Malaise 2. Kerusakan jaringan paremkin hati yang meluas akan menyebabkan sirosis hepatis. atau rose bengal yang berlabel radioaktif .LDH .Diare feses warna tanah liat 4. KOMPLIKASI Ensefalopati hepatic terjadi pada kegagalan hati berat yang disebabkan oleh akumulasi amonia serta metabolik toksik merupakan stadium lanjut ensefalopati hepatik.kolestogram dan kalangiogram .Pemeriksaan protein .Amonia serum 2.globulin serum .foto rontgen abdomen .albumin serum . emas.ALT atau SGPT .Kelemahan .laparoskopi .Berat badan menurun .biopsi hati F.. membran mukosa 3.bilirubin urine .respon waktu protombin terhadap vitamin K d.Bradikardi ( hiperbilirubin berat ) . penyakit ini lebih banyak ditemukan pada alkoholik.HbsAG c.urobilinogen feses b.Urine gelap .Anoreksia . ASUHAN KEPERAWATAN A. PENGKAJIAN Data dasar tergantung pada penyebab dan beratnya kerusakan/gangguan hati 1.arteriografi pembuluh darah seliaka 3.

a. gangguan absorbsi dan metabolisme pencernaan makanan.Pola hidup / perilaku meningkat resiko terpajan B.Mual dan muntah . Neurosensori . 3. mual dan muntah. Nyeri / Kenyamanan .Sakit kepala .Gatal ( pruritus ) 7.Nyeri tekan pada kuadran kanan . Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan.Atralgia . perasaan tidak nyaman di kuadran kanan atas.Splenomegali .. kegagalan masukan untuk memenuhi kebutuhan metabolik karena anoreksia.Lesi makulopopuler . Keamanan . Hypertermi berhubungan dengan invasi agent dalam sirkulasi darah sekunder terhadap inflamasi hepar 4. Hasil yang diharapkan : Menunjukkan peningkatan berat badan mencapai tujuan dengan nilai laboratorium normal dan bebas dari tanda-tanda mal nutrisi.Urtikaria .Ajarkan dan bantu klien untuk istirahat sebelum makan .Letargi . INTERVENSI 1. Risiko tinggi terhadap transmisi infeksi berhubungan dengan sifat menular dari agent virus G.Eritema . DIAGNOSA KEPERAWATAN Beberapa masalah keperawatan yang mungkin muncul pada penderita hepatitis : 1. Keletihan berhubungan dengan proses inflamasi kronis sekunder terhadap hepatitis 5. kegagalan masukan untuk memenuhi kebutuhan metabolik karena anoreksia. gangguan absorbsi dan metabolisme pencernaan makanan.Asites/Acites 5.Kram abdomen . mual dan muntah. perasaan tidak nyaman di kuadran kanan atas.Demam . 2.Cenderung tidur . Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan.Asteriksis 6.Peka terhadap rangsang . Seksualitas .Pembesaran nodus servikal posterior 8.Peningkatan oedema . Resiko tinggi kerusakan integritas kulit dan jaringan berhubungan dengan pruritus sekunder terhadap akumulasi pigmen bilirubin dalam garam empedu 6.Mialgia . Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan pembengkakan hepar yang mengalami inflamasi hati dan bendungan vena porta.

Akui adanya nyeri .Dengarkan dengan penuh perhatian ungkapan klien tentang nyerinya R/ klienlah yang harus mencoba meyakinkan pemberi pelayanan kesehatan bahwa ia mengalami nyeri c. b. misalnya sari buah 2.Jelaskan penyebab nyeri .Kolaborasi dengan individu untuk menentukan metode yang dapat digunakan untuk intensitas nyeri R/nyeri yang berhubungan dengan hepatitis sangat tidak nyaman. d.Berikan diit tinggi kalori. oleh karena terdapat peregangan secara kapsula hati.Berikan informasi akurat dan .Tunjukkan pada klien penerimaan tentang respon klien terhadap nyeri . rendah lemak R/glukosa dalam karbohidrat cukup efektif untuk pemenuhan energi.Tunjukkan berapa lama nyeri akan berakhir.5-3 liter/hari.Pertahankan hygiene mulut yang baik sebelum makan dan sesudah makan R/akumulasi partikel makanan di mulut dapat menambah baru dan rasa tak sedap yang menurunkan nafsu makan. Hypertermi berhubungan dengan invasi agent dalam sirkulasi darah sekunder terhadap inflamasi hepar. c. tawarkan makan sedikit tapi sering dan tawarkan pagi paling sering R/adanya pembesaran hepar dapat menekan saluran gastro intestinal dan menurunkan kapasitasnya. Bahas dengan dokter penggunaan analgetik yang tak mengandung efek hepatotoksi R/ kemungkinan nyeri sudah tak bisa dibatasi dengan teknik untuk mengurangi nyeri. melalui pendekatan kepada individu yang mengalami perubahan kenyamanan nyeri diharapkan lebih efektif mengurangi nyeri. Hasil yang diharapkan : Tidak terjadi peningkatan suhu a. . Hasil yang diharapkan : Menunjukkan tanda-tanda nyeri fisik dan perilaku dalam nyeri (tidak meringis kesakitan.Anjurkan makan pada posisi duduk tegak R/menurunkan rasa penuh pada abdomen dan dapat meningkatkan pemasukan e. Ajarkan klien pentingnya mempertahankan cairan yang adekuat (sedikitnya 2000 l/hari) untuk mencegah dehidrasi.R/keletihan berlanjut menurunkan keinginan untuk makan b. 3. bila diketahui R/ klien yang disiapkan untuk mengalami nyeri melalui penjelasan nyeri yang sesungguhnya akan dirasakan (cenderung lebih tenang dibanding klien yang penjelasan kurang/tidak terdapat penjelasan) d.Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan pembengkakan hepar yang mengalami inflamasi hati dan bendungan vena porta. Monitor tanda vital : suhu badan R/ sebagai indikator untuk mengetahui status hypertermi b. sedangkan lemak sulit untuk diserap/dimetabolisme sehingga akan membebani hepar. menangis intensitas dan lokasinya) a. 2.Awasi pemasukan diet/jumlah kalori.

waktu kelelahan. Jelaskan sebab-sebab keletihan individu R/ dengan penjelasan sebab-sebab keletihan maka keadaan klien cenderung lebih tenang b.R/ dalam kondisi demam terjadi peningkatan evaporasi yang memicu timbulnya dehidrasi c. Resiko tinggi kerusakan integritas kulit dan jaringan berhubungan dengan pruritus sekunder terhadap akumulasi pigmen bilirubin dalam garam empedu Hasil yang diharapkan : Jaringan kulit utuh. mencegah timbulnya ruam kulit. Anjurkan klien untuk memakai pakaian yang menyerap keringat R/ kondisi kulit yang mengalami lembab memicu timbulnya pertumbuhan jamur. Juga akan mengurangi kenyamanan klien. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan pengumpulan cairan intraabdomen. hindari pakaian terlalu tebal R/ penghangatan yang berlebih menambah pruritus dengan meningkatkan sensitivitas melalui vasodilatasi c. jaringan digosok R/ kekeringan meningkatkan sensitifitas kulit dengan merangsang ujung syaraf b. Keletihan berhubungan dengan proses inflamasi kronis sekunder terhadap hepatitis a. a. instruksikan klien untuk memberikan tekanan kuat pada area pruritus untuk tujuan menggaruk R/ penggantian merangsang pelepasan hidtamin. Pertahankan kebersihan tanpa menyebabkan kulit kering . 4. c. Bantu untuk belajar tentang keterampilan koping yang efektif (bersikap asertif. Cegah penghangatan yang berlebihan dengan pertahankan suhu ruangan dingin dan kelembaban rendah. penurunan pruritus. Anjurkan tidak menggaruk. asites . Analisa bersama-sama tingkat keletihan selama 24 jam meliputi waktu puncak energi. teknik relaksasi) R/ untuk mengurangi keletihan baik fisik maupun psikologis 5.Keringkan kulit. Berikan kompres hangat pada lipatan ketiak dan femur R/ menghambat pusat simpatis di hipotalamus sehingga terjadi vasodilatasi kulit dengan merangsang kelenjar keringat untuk mengurangi panas tubuh melalui penguapan d.Sering mandi dengan menggunakan air dingin dan sabun ringan (kadtril. menghasilkan lebih banyak pruritus d. Sarankan klien untuk tirah baring R/ tirah baring akan meminimalkan energi yang dikeluarkan sehingga metabolisme dapat digunakan untuk penyembuhan penyakit. Pertahankan kelembaban ruangan pada 30%-40% dan dingin R/ pendinginan akan menurunkan vasodilatasi dan kelembaban kekeringan 6. kemampuan-kemampuan dan minat-minat R/ memungkinkan klien dapat memprioritaskan kegiatan-kegiatan yang sangat penting dan meminimalkan pengeluaran energi untuk kegiatan yang kurang penting d. Bantu individu untuk mengidentifikasi kekuatan-kekuatan. lanolin) . aktivitas yang berhubungan dengan keletihan R/ keletihan dapat segera diminimalkan dengan mengurangi kegiatan yang dapat menimbulkan keletihan e.

R/ mencuci tangan menghilangkan organisme yang merusak rantai transmisi infeksi d. Risiko tinggi terhadap transmisi infeksi berhubungan dengan sifat menular dari agent virus Hasil yang diharapkan : Tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi.Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan semua klien atau spesimen .penurunan ekspansi paru dan akumulasi sekret. jangan menutup kembali atau memanipulasi jarum dengan cara apapun R/ pencegahan tersebut dapat memutuskan metode transmisi virus hepatitis b. a. Berikan posisi semi fowler R/ memudahkan pernafasan denagn menurunkan tekanan pada diafragma dan meminimalkan ukuran sekret d. Gunakan teknik pembuangan sampah infeksius. Berikan oksigen sesuai kebutuhan R/ mungkin perlu untuk mencegah hipoksia 7.Tempatkan spuit yang telah digunakan dengan segera pada wadah yang tepat. Hasil yang diharapkan : Pola nafas adekuat Intervensi : a. Awasi frekwensi . linen dan cairan tubuh dengan tepat untuk membersihkan peralatan-peralatan dan permukaan yang terkontaminasi R/ teknik ini membantu melindungi orang lain dari kontak dengan materi infeksius dan mencegah transmisi penyakit c. Rujuk ke petugas pengontrol infeksi untuk evaluasi departemen kesehatan yang tepat R/ rujukan tersebut perlu untuk mengidentifikasikan sumber pemajanan dan kemungkinan orang lain terinfeksi . Berikan latihan nafas dalam dan batuk efektif R/ membantu ekspansi paru dalam memobilisasi lemak e. Auskultasi bunyi nafas tambahan R/ kemungkinan menunjukkan adanya akumulasi cairan c.Jelaskan pentingnya mencuci tangan dengan sering pada klien. keluarga dan pengunjung lain dan petugas pelayanan kesehatan.Gunakan sarung tangan untuk kontak dengan darah dan cairan tubuh . kedalaman dan upaya pernafasan R/ pernafasan dangkal/cepat kemungkinan terdapat hipoksia atau akumulasi cairan dalam abdomen b. Gunakan kewaspadaan umum terhadap substansi tubuh yang tepat untuk menangani semua cairan tubuh .