You are on page 1of 25

MODUL PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK I

INORGANIC CHEMISTRY

DISUSUN OLEH : KELOMPOK : 12 RICKY GUNAWAN ELZA AMELIA YUNI NOVIYANTI (1110016200035) (1110016200022) (1110016200019)

PEMBIMBING : ADI RIYADHI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULATAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIH HIDAYATULLAH JAKARTA

DAFTAR ISI
Daftar isi .............................................................................................................................. 1 Tata Tertib Laboratorium .................................................................................................... 2 K3 Skala Laboratorium ....................................................................................................... 3 Percobaan I : Adsorpsi ....................................................................................................... 11 Percobaan II : Pembuatan Tawas ....................................................................................... 14 Percobaan III : Pembuatan Gas Hidrigen (H2) .................................................................. 17 Percobaan IV : Elektrolisis Air .......................................................................................... 19 Percobaan V : Produksi Gas CO2 ...................................................................................... 21 Percobaan VI : Pembuatan Kalium Nitrat...........................................................................23

1

alat-alat harus dikembalikan kepada petugas laboratorium dalam keadaan bersih dan kering serta mengisi buku peminjaman alat dan menandatngani pengembalian alat 11. tempat kerja masing-masing kelompok harus bersih dan kering 10. Sesudah melaksanakan praktikum. Peralatan yang pecah secara sengaja maupun tidak sengaja yang diakibatkan oleh praktikan. praktikan meminjam alat-alat dengan mengisi buku peminjaman alat dan menandatangani peminjaman alat 5. kondisi tempat praktek masing-masing kelompok harus dijaga kebersihannya 7. Selama praktikum berlangsung. Setiap kelompok praktikan diwajibkan membawa perlengkapan praktek yang terdiri dari : Satu lembar lap tangan Satu lembar lap pel Pemantik api Sabun pencuci tangan Pipet tetes Tisu gulung 3. Setelah praktikan selesai. Jika ada alat yang rusak segera dilaporkan kepada petugas laboratorium 6. Setiap praktikum harus menyerahkan laporan praktikum paling lambat seminggu setelah percobaan dilakukan 14. Pelaksanaan praktikum harus didampinngi dosen dan atau laboran/asisten 4. harus dicatat dalam buku peminjaman alat paling lambat dua minggu 13. harus menggunakan jas lab 2. Buanglah sampah ke tempat sampah 2 . Semua peralatan yang dipinjam menjadi tanggung jawab penuh pemakainya dan harus diperiksa terlebih dahulu sebelum praktikum dimulai. setiap praktikum harus menunjukkan hasil percobaannya kepada pembimbing untuk dilegalisi dan setiap kelompok harus menyerahkan arsip data hasil praktikum 12. Sebelum melaksanakan praktikum. Setelah praktikum selesai. diharapkan praktikan selalu berhati-hati dan bijaksana dalam menggunakan bahan/zat 9. Selama praktikum berlangsung tidak diperbolehkan merokok dan makan (makanan kecil atau berat) 8.TATA TERTIB LABORATORIUM 1. Sebelum masuk laboratorium. Selama praktikum berlangsung.

heksena. formaldehid. Laboratorium kimia sebagai sarana praktikum mata kuliah kimia tidak dapat dilepaskan dari adanya zat-zat kimia zat dan kegiatan praktikum yang memerlukan perhatian keselamatan kerja. Berikut beberapa jenis dan tanda bahan/zat kimia yang perlu diperhatikan : KLASIFIKASI Bahan kimia beracun adalah bahan kimia yang dapat menyebabkan bahaya terhadap manusia atau menyebabkan kematian apabila terhisap ke dalam tubuh karena tertelan. Para praktikan dan pengelola bersama-sama bertanggung jawab untuk melaksanakan keselamatan dan sama kesehatan kerja di laboratorium. Laboratorium digunakan pula sebagai sarana praktikum bagi para mahasisiwa dalam oratorium menunjang pembelajaran yang dilakukan yang dilakukan di kelas. agar dapat bekerja dengan efektif dan efisien. Contoh : aseton. fosfor. Contoh : asam sulfat. harus diperhatikan mengenai keselamatn kerja. Bahan kimia mudah meledak merupakan suatu zat padat atau cair atau campuran 3 . TANDA Bahan kimia korosif adalah bahan kimia yang mengakibatkan kerusakan pada jaringan hidup. krom. benzena. Laboratorium kimia harus diusahakan merupakan tempat yang aman untuk bekerja dan bebas dari kekhawatiran terjadinya kecelakaan kerja. timbal. fenol. Bahan kimia mudah terbakar adalah bahan kimia yang mudah bereaksi dengan oksigen dan menimbulkan kebakaran. asam sianida.KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) SKALA LABORATORIUM Laboratorium merupakan tempat kerja untuk melakukan kegiatan penelitian ilmiah. Contoh : Benzena. debu asbes. lewat pernapasan atau kontak lewat kulit. egiatan Dalam melaksanakan kegiatan praktikum di laboratorium kimia. eter.

perak nitrat. Bahan kimia oksidator adalah bahan kimia yang dapat menghasilkan oksigen sehingga dapat menyebabkan kebakaran bahan lainnya.keduanya yang karena reaksi kimia dapat menghasilkan gas dan tekanan besar secara spontan sehingga menimbulkan kerusakan. nitrogliserin. Bahan kimia yang dapat mencemari lingkungan/merusak lingkungan apabila dibuang langsung ke lingkungan tanpa dilakukan pengolahan. maupun pernapasan. Contoh : trinitroluen. Contoh : kalim klorat. kalium permangat. mata. 4 . amonium nitrat. Contoh : seng sulfat. hidrogen peroksida. kalium permangat. Bahan kimia iritationadalah bahan kimia adalah yang dapat menyebabkan terjadinya peradangan/iritasi pada kulit.

Berikut beberapa macam kecelakaan di laboratorium dan penanganannya. Di dalam panduan MSDS. Kolom warna putih merupakan tanda khusus bagi beberapoa zat kimia. 5 . Oleh karena itu. terdapat empat tanda yang harus diperhatikan. dalam melakukan pekerjaan laboratorium. PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN DALAM LABORATORIUM Kecelakaan di laboratorium yang tidak diharapkan dapat terjadi sekalipun telah diterapkan pola K3.DATA PEDOMAN KESELAMATAN BAHAN KIMIA Istilah untuk data pedoman keselamatan bahan kimia yang digunakan secara internasional adalah Material Safety Data Sheet (MSDS). prektikan dan pengelola perlu memiliki pengetahuan tentang langkah-langkah yang harus diambil apabila langkah iambil ada kecelakaan kerja. Kolom warna biru menandakan tingkat bahaya zat kimia terhadap kesehatan. Kolom warna kuning menandakan tingkat reaktivitas zat kimia. kebakaran. Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) merupakan pengetahuan yang harus dimiliki oleh setiap praktikan sebagai upaya pencegahan dari dampak kecelakaan yang lebih parah sebelum mendapatkan penanganan dari intnsif dari dokter. Kolom warna merah menandakan tingkat bahaya kimia terhadap hatan.

air jeruk. segera cuci dengan alkohol. Setelah kering olesi dengan salep livertan.LUKA BAKAR Jika luka bakar akibat benda panas. Segera zat tersebut dikeluarkan dan berkumur dengan air sebanyak-banyaknya. kemudian cuci lagi memakai sabun dan air hangat. KULIT TERKENA BASA KUAT Segera cucui dengan air kran yang banyak. mentega atau asma pikrat 3%. kemudian dengan larutan asam asetat 1% dan cuci kembali dengan air. ZAT PADAT. 3. Jika zat beracun masuk ke mulut tetapi tidak sampai tertelan. kemudian cuci dengan larutan natrium bikarbonat 1%. asam laktat. 2. 2. Setelah beberapasaat cuci sisa gliserin dengan air dan olesi dengan salep livertan. kemudian minum larutan asam cuka encer. pertama cuci dengan air sebanyak-banyaknya. Apabila lukanya cukup besar segera siram dengan larutan bikarbonat 1% dan segera bawa ke klinik terdekat. segera minum larutan garam dapur yang dibuat dengan melarutkan satu sendok garam dalam segelas air hangat. Kemudian minum air kapur atau bubur magnesia dan susu murni. Jika yang tertelan adalah basa kuat. KULIT TERKENA AIR BROM Segera cuci dengan benzena dan olesi dengan gliserin. segera minum air sebanyak-banyaknya. KULIT TERKENA ZAT ORGANIK Jika kulit terkena zat organik yang kororsif. DAN GAS BERACUN 1. setelah itu minum susu murni. Jika mata terkena basa. olesi dengan salep livertan. segera dilap dengan kertas tissue kemudian cuci dengan air dan larutan natrium bikarbonat. cuci mata dengan larutan natrium bikarbonat 1% menggunakan alat pencuci mata. KULIT TERKENA ASAM PEKAT Jika kulit terkena asam sulfat. MATA TERKENA ASAM/BASA 1. 6 . 3. Keringkan dan olesi dengan salep livertan. atau asam nitrat. Senyawa arsen atau raksa tertelan. Jik asamnya pekat. ZAT CAIR. Jika larutan asam tertelan. Jika asamnya encer. cuci dengan air kemudian denan larutan asam borat 1%. segera minum sebanyak-banyaknya.

Contoh : sianida. Bahan kimia korosif disimpan dalam ruangan bersushu rendah. Contoh : perklorat. serta interaksi anatar bahan kimia harus diperhatikan dalam penyimpanan. Contoh : logam alkali. interaksi dengan cahaya. Gas bertekanan disimpan dalam keadaan tegak berdiri dan vertikal. Berikut ini akan ditunjukkan beberapa keterampilan dasar teknik laboratorium sains. Pengaruh panas/api. Bahan kimia beracun disimpan dalm ruangan bersuhu rendah. berventilisasi. Mengukur volume larutan : Dalam melakukan pengukuran volume larutan atau zat cair.4. dijauhkan dari apai. Contoh : perak nitrat. dipisahkan dari bahan-bahan lain yang mungkin bereaksi. asam anhidrida. bersuhu rendah. Bahan kimia mudah terbakar disimpan pada suhu rendah dan berventilasi. arsen. dijauhkan dari bahan-bahan korosif. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya kebakaran. 1. Teknik dan keselamatan kerja laboratorium sangat diperlukan dalam rangka mewujudkan hal tersebut. 3. 4. dijauhkan dari sumber api. disesuaiakan dengan tujuan ketelitian yang diharapkan. Contoh : gas nitrogen. asteon. SYARATSYARAT-SYARAT PENYIMPANAN BAHAN Dalam menerapkan pola K3 di laboratorium. dapat menggunakan alat ukur seperti gelas ukur. wadah tertutup dan dipisahkan dari zat-zat beracun. Bahan kimia penyebab iritasi disimpan dalam ruangan tertutup. perlu diperhatikan pula mengenai penyimpanan bahan-bahan kimia. maka beberapa cara penyimpanan bahan kimia dipaparkan sebagai berikut. buret. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya mengenai jenis dan tanda ari bahan-bahan kimia. dan diisolasi dar praktikan. jauh dari bahaya kebakaran. pipet volume. ledakan. posfor. buka pakaian atas segera menghisap amoniak atau berkumur dengan larutan bikarbonat. pengaruh kelembaban. dll. Selanjutnya menghisap mentol atau minum cairan hangat seperti pepermint. alkohol. hidrogen. permanganat. 6. interaksi dengan wadah. Contoh : eter. 1. natrium hidroksida. asetilen. Permukaan zat yang berada di dalam tabung pengukur disebut dengan miniskus. 5. dsb. Bahan kimia oksidator disimpan dalam ruang bersuhu rendah. barium klorida. TEKNIK LABORATORIUM SAINS Terlaksananya suasana kerja yang efektif dan efisien dapat terwujud dengan memperhatikan pola keselamatn dan kesehatan kerja (K3) dalam melakukan pekerjaan di laboratorium. dijauhkan dari sumber api. dijauhkan dari bahan atau cairan yang mudah terbakar. 2. atau kebocoran dari bahan kimia. Miniskus dari sebagian besar larutan berbentuk kurva yang 7 . peroksida. Jika gas klor atau brom terhisap.

Keluarkan pipet dari dalam zat cair dan keringkan ujung yang tercelup dengan kertas saring. Pindahkan zat cair dalam pipet dengan cara meletakkan pipet pada posisi tegak dan ujungnya menyentuh didinding alat yang akan digunakan. Bilas kembali dengan zat cair yang akan diukur sampai skala atas sebanyak dua kali. Tuangkan dahulu zat cair ke dalam gelas kimia. ujung pipet harus tetap berada di dalam zat cair sampai skala paling bawah. hisap zat cair sampai sedikit di atas skala atas pipet. Keluarkan kelebihan zat cair dengan cara menggerakkan jari tengah dan ibu jari sampai miniskusnya tepat pada skala yang diukur. kemudian pasang kedua ujungnya. dimana titik tengahnya berada paling bawah dari batas permukaan. Gambar : miniskus bawah dan atas Pipet volumetrik digunakan untuk mengukur zat cair yang volumenya tertentu dengan ketelitian tinggi. Pada saat menghisap. lalu naik-turunkan kedua ujung secara bergantian. kemudian dilipat lagi bagian tengahnya. Melipat kertas saring Kertas dilipat menjadi setengah lingkaran. serta pipetnya dipegang dengan ibu jari dan jari tengah. Pipet volumetrik diisi dengan zat cair yang akan diukur dengan cara menghisapnya atau menggunakan karet penghisap (untuk zat cair berbahaya). jangan pernah memipet zat cair langsung dari botol reagen. Letakkan jari telunjuk dengan cara memutar pipet dengan jari sampai zat cair di dalam pipet turun sampai skala paling bawah. Jika tidak melekat dengan tepat maka sudut lipatan kertas saring harus 8 . Pipet diisi dengan aquades sampai setengahnya. 2. Ingat !!. Buka lipatan kertas saring hingga membentuk 60o dan dipolakan pada corong.menghadap ke atas. Sudut anatara pipet dan dinding alat ± 45o. kurva dari permukaan larutannya menghadap ke bawah. Kemudian segera tutup dengan telunjuk. Bila menggunakan mulut. Teknik manipulasi pipet volumetrik : Batas pipet dengan aquades. Kesepakatan yang dibuat dalam membaca skala dari posisi dari miniskus adalah dengan membaca skala dari posisi miniskus paling bawah. Kemudiam buang akuades di dalamnya. Kecuali untuk merkuri atau raksa.

Memanaskan tabung reaksi o Masukkan larutan ke dalam tabung reaksi. mengarahkan tabung reaksi yang dipanaskan ke arah/tempat yang kosong atau jangan mengarah ke praktikan yang lain atau ke arah bahan-bahan kimia. Tuangkan dari botol ke dalam wadah lain secara perlahan sesuai dengan yang diinginkan. Pengenceran asam pekat Dalam melakukan pengencerab asam pekat atau zat kimia cair yang bersifat eksotermik. Mencium bau Untuk mencium bau suatu zat yang mudah menguap dilakukan dengan cara menepatakan wadah zat/tabung ± 25 cm dari hidung. Dalam menuangkan zat kimia yang berbentuk padatan. kemudian masukkan ke dalam tabung reaksi dengan menyisakan ± 1.disesuaikan hingga tepat melekat. Menuangkan zat kimia Dalam menuangkan larutan dari botol reagen. Bagian atas kertas saring lebih rendah 1-2 cm dari bagian atas corong. 6. Kibaskan uap di atas wadah dengan tangan sehingga dapat tercium baunya. pegang tutup botol dengan hatihati. 4.5 cm di atas mulu tabung. Jepit tabung reaksi dengan penjepit kayu. Tuangkan zat padat di atas kertas tersebut. o Ingat !!. kemudian panaskan di atas pembakar. kemudian letakkan tutup botol dengan aman. Pertama. Pemanasan dimulai dari dasar tabung reaksi menuju ke bagian atas secara bolak-balik dan merata. Untuk larutan pekat. 5. perlu diperhatikan panas yang dihasilkan. Kemudian basahi kertas saring dengan akuades hingga melekat pada dinding corong. pegang ujung kertas dan tegakkan vertikal tabung reaksi lalu angkat kertas tersebut. Selanjutnya. sediakan sepotong kertas ± 15 cm dan lebar 2 cm. tetapi jangan sampai penjepitnya terbakar. 3. siapkan gelas kimia atau wadah lain yang telah berisi akuades yang telah dihitung volumenya sesuai 9 . o Nyala pembakar diatur jangan terlalu besar dan sewktu-waktu tabung reaksi dikeluarkan dari pembakar untuk menjaga agar tidak terjadi percikan larutan ke luar tabung reaksi. tuangkan dengan hati-hati menggunakan batang pengaduk sedikit demi sedikit (dekantasi).

neraca ini memiliki daya timbang maksimal 311 gram dengan ketelitian sampai 0. Atur neraca dengan memutar sekrup pengatur di ujung sebelah kiri sehingga garis pada lengan neraca menunjuk tepat pada angka nol.konsentrasi pengenceran yang diinginkan. Ambil zat yang akan ditimbang menggunakan spatula bersih dan letakkan pada kaca arloji. tuangkan secara perlahan melewati dinding gelas kimia sampai asam pekat pada pipet volumetrik habis. Lakukan sebisa mungkin di dalam ruang asam. seperti neraca ayun. neraca harus terletak horizontal di atas meja. neraca listrik dan neraca taknis. neraca analitis. Setelah itu ambil kaca arloji yang berisi zat dari piringan neraca. Setelah melakukan penimbangan. gunakan gelas kimia dan naikkan piringan di bawah piring neraca. Kemudian ambil asam pekat dengan mengguanakan pipet volumetrik dengan bola karet penghisap sesuai dengan volume dari konsentrasi yang diinginkan. Ini berati neraca sudah dalam keadaan setimbang. Jangan lupa membersihkan piringan neraca apabila ada zat yang tercecer. Letakkan kaca arloji di atas piring neraca dan timbang berat kaca arloji dengan menggeser pemberat pada lengan neraca sampai garis pada ujung lengan neraca menunjuk angka nol. kembalikan pemberat ke posisi nol. Letakkan semua pemberat pada tanda nol. Jangan lupa gunakan sarung tangan. 7. 10 . Penimbangan Ada beberapa macam neraca yang biasa digunakan di laboratorium. Untuk menimbang zat cair. kacamata. Kemudian timbang zat tersebut sesuai dengan berat zat yang diinginkan. Kedataran neraca ditentukan dengan penyipat datar pengamatan terhadap water pass. dan masker. Langkah-langkah yang harus dilakukan bila menggunakan neraca ini adalah : Sebelum menimbang.01 gram. Salah satu dari neraca teknis adalah neraca O` Hauss cento gram. Setelah itu.

2. dan besarnya sama dengan gaya kohesi molekul pada fase cair (gaya van der waals) mempunyai derajat yang sama dengan panas kondensasi dari gas menjadi cair. dimana terjadi suatu ikatan fisika antara substansi dengan penyerap. dimana molekul dari suatu materi terkumpul pada bahan pengadsorpsi atau adsorben.9 kg/mol. Karena adanya ikatan kimia maka pada permukaan adsorbent akan terbentuk suatu lapisan 11 . yaitu sekitar 2. Adsorpsi fisika Berhubungan dengan gaya Van der Waals.19-21. Adsorpsi adalah proses penggumpalan substansi terlarut (soluble) yang ada dalam larutan. Adsorpsi ini mirip dengan proses kondensasi dan biasanya terjadi pada temperatur rendah pada proses ini gaya yang menahan molekul fluida pada permukaan solid relatif lemah. maka zat yang terlarut akan diadsorpsi pada permukaan adsorben. oleh permukaan zat atau benda penyerap. arang kasar dan halus. Panas yang dilibatkan adalah sama dengan panas reaksi kimia. batu bata. Menurut Langmuir. Adsorpsi Kimia Yaitu reaksi yang terjadi antara zat padat dengan zat terlarut yang teradsorpsi. Adsorpsi terbagi menjadi 2 yaitu : 1. Adsorpsi ini bersifat spesifik dan melibatkan gaya yang jauh lebih besar daripada Adsorpsi fisika. Keseimbangan antara permukaan solid dengan molekul fluida biasanya cepat tercapai dan bersifat reversibel. molekul teradsorpsi ditahan pada permukaan oleh gaya valensi yang tipenya sama dengan yang terjadi antara atom-atom dalam molekul. Definisi lain menyatakan adsorpsi sebagai suatu peristiwa penyerapan pada lapisan permukaan antar fasa. Apabila daya tarik menarik antara zat terlarut dengan adsorben lebih besar dari daya tarik menarik antara zat terlarut dengan pelarutnya.ADSORPSI TUJUAN PERCOBAAN Untuk mengetahui perbedaan hasil adsorpsi (proses penyaringan air) dengan menggunakan zeolit. PENDAHULUAN Salah satu sifat penting dari permukaan zat adalah adsorpsi.

Masukkan masing-masing ke dalam setiap botol kapas ke bagian mulut botol aqua dengan posisi botol dibalikkan.atau layer. dan arang). 2. Siapkan larutan FeCl3 encer dari FeCl3 1 M sebanyak 500 ml dan masukkan ke dalam baskom. 12 . khusus untuk arang di bagi menjadi 2 yakni arang yang kasar dan yang dihaluskan. kemudian potong bagian bawah dari botol tersebut dan lubangi masing-masing tutup botol aqua tersebut. jepit botol dengan menggunakan klem. ALAT DAN BAHAN Alat : Gelas Kimia Statif dan Ring Botol Aqua Baskom/ember Gelas Ukur Tissu Bahan : Air Batu Bata Karbon Aktif (halus dan kasar) Kapas Pasir Larutan FeCl3 encer LANGKAH KERJA 1. Letakkan masing-masing botol tadi di statif dan ring. dimana terbentuknya lapisan tersebut akan menghambat proses penyerapan selanjutnya oleh batuan adsorbent sehingga efektifitasnya berkurang. 3. Adsorbat adalah materi atau partikel yang diadsorpsi sedangkan adsorben adalah bahan yang berfungsi sebagai pengadsorpsi. Di dalam adsorpsi terdapat istilah adsorbat dan adsorben. yaitu : a) b) c) d) Karbon aktif/arang aktif Zeolit Batu bata Pasir. Contoh dari adsorben. dll. Siapkan 4 buah botol aqua. 4. Haluskan bahan-bahan yang akan digunakan (zeolit. 5. batu bata. lalu masukkan ke dalam oven dengan suhu 100oC selama 5-10 menit (aktivasi).

8. 7. botol 2 : batu bata. botol 3 : arang aktif halus dan botol 4 : arang aktif kasar). Masukkan semua bahan-bahan tadi ke dalam masing-masing botol aqua yang telah disiapkan (botol 1 : zeolit. Masukkan larutan FeCl3 ke dalam masing-masing botol sebanyak 50 ml.6. Amati dan bandingkan hasil penyaringan FeCl3 yang dihasilkan dari keempat bahan di atas. 13 .

................. Namun jika didiamkan larutan ini akan membentuk kristal seperti kaca yang merupakan tawas kalium alumunium sulfat atau sering disebut alum.... Sebagai koagulan........ yaitu 1................. Tawas Kalium Alumunium Sulfat dihasilkan dengan mereaksikan logam alumunium (Al) dalam larutan basa kuat (Kalium Hidroksida) akan larut membentuk aluminat...12H2O (M+ merupakan kation univalen)....... Pada awalnya terbentuk endapan berwarna putih dari aluminat hidroksida (Al(OH)3) kemudian ketika penambahan asam sulfat... 2...... Tawas atau Alum dibuat melalu 2 cara..................... Menurut persamaan reaksi 2Al(s)+2KOH(aq)+2H2O(l) 2KalO2(aq) + 3H2(g)......12H2O (s) . Proses Al(OH)3 Dengan proses ini.. Secar singkat reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut 2KAlO2(aq) + 2H2O(l) + 2H2SO4(aq) 24 H2O (l) + 2KAl(SO4)2(aq) Reaksi secara keseluruhan 14 K2SO4(aq) + 2Al(OH)3 (s) 2KAl(SO4)2 (aq) + 6H2O (l) H2SO4 (aq) + K2SO4 (aq) + 2Al(OH)3 (aq) 2KAl(SO4)2...............(1) Larutan aluminat ini dinetralkan dengan asam sulfat.... tawas dibuat langsung dari Bauksit dan Asam Sulfat dimana Bauksit mengandung ±50% Al(OH)3...... endapan putih tersebut semakin banyak dan jika asam sulfat berlebihan maka endapan akan larut membentuki kation K+. SO42-...(1) Kadang-kadang ditulis dalam bentuk ion sebagai kompleks aluminat dengan persamaan reaksi 2Al(s)+2OH-(aq)+6H2O(l) 2Al(OH)-4(aq) + 3H2(g). Al3+.... Proses Bauksit Dengan proses Bauksite ini... Alum Sulfat sangat efektif untuk mengendapkan partikel yang melayang baik dalam bentuk koloid maupun supensi. Tawas ini dikenal dengan nama Potassium Alumunium Sulfat Dodekahidrat atau KAl(SO4)2....12H2O yang dikenal banyak sebagai koagulan didalam pengolahan air atau limbah.....PEMBUATAN TAWAS TUJUAN PERCOBAAN Membuat tawas dari alumunium dalam skala kecil PENDAHULUAN Tawas (Alum) adalah kelompok garam rangkap berhidrat berupa kristal dan isomorf dengan formula M+M3+(SO4). tawas dibuat dari Al(OH)3 yang direaksikan dengan Asam Sulfat sehingga membentuk Alum Sulfat....

12H2O (tawas). Selain itu. Tambahkan KOH 20% senbanyak 50 mL. saring larutan dan ambil filtratnya sebanyak 10 mL 15 . Setelah reaksi berhenti. Senyawa alumunium.2Al (s) + 2KOH (aq) + 10H2O (l) + 2H2SO4 (aq) 2Kal(SO4)2. tawas digunakan sebagai koagulan dalam pengolahan air dan air buangan. Bersihkan kaleng alumunium dengan menggunakan amplas 2. khususnya senyawa sulfat banyak digunakan pada industri kertas. Masukkan potongan-potongan kaleng alumunium sebanyak 1 gram ke dalam labu erlenmeyer 100 mL 4. Potong kaleng alumunium hingga menjadi potongan-potongan kecil 3. Amati reaksi yang terjadi 5. ALAT DAN BAHAN • Alat Amplas Cutter Neraca O’hauss Labu Erlenmeyer 100 mL Gelas Ukur 100 mL Statif dan Klem Corong Kaca Kertas saring Gelas Kimia 30 mL Batang Pengaduk • Bahan Kaleng Alumunium KOH 20% H2SO4 Pekat Es Batu Etanol 50% PROSEDUR PERCOBAAN 1.12H2O (s) +3H2 (g) Pada proses pendinginan akan terbentuk kristal dari Kal(SO4)2.

Cuci kristal tawas dengan 2 mL etanol 50%. Masukkan H2SO4 Pekat sebanyak 6 mL ke dalam filtrat 10 mL tersebut dan dinginkan hingga terbentuk kristal putih 7.6. 16 .

moderat lunak dan lembek. Karena hidrogen didapat di alam semesta sebagai senyawaannya maka artinya hidrogen tidak tersedia langsung dalan bentuk gas diatomnik (H2). Sehingga H2 dibuat dalam bentuk senyawanya. Di bumi hidrogen didapatkan sebagai air. 2003). mempunyai titik leleh tinggi yaitu 660oC. hidrokarbon dan senyawa organik lainnya. Hidrogen adalah unsur yang terdapat di alam dalam kelimpahan terbesar yaitu 93% tetapi hanya sedikit yang terdapat di bumi (Haris. 2003). Molekul hidrogen merupakan gas yang paling ringan (Fajar. yaitu cara industri dan cara laboratorium. lemah jika dalam keadaan murni. Pembuatan gas hidrogen terdiri dari 2 cara. 2009).PRODUKSI GAS HIDROGEN (H2) TUJUAN PERCOBAAN Memproduksi gas Hidrogen dari Alumunium PENDAHULUAN Hidrogen merupakan unsur yang paling ringan dan paling sederhana yaitu mengandung 1 proton dan 1 elektron. Dalam cara laboratorium. Persamaan reaksi yang terjadi antara logam alumunium dan basa: 2Al (s) + 6H3O+(aq) 2Al3+(aq) + 6H2O (l) + 3H2 (g) 2[Al(OH)4-] (aq) + 3H2 (g) 2Al (s) + OH-(aq) + 6H2O (l) ALAT DAN BAHAN • Alat Neraca O’hauss Labu Erlenmeyer 100 mL Gelas Ukur 100 mL Balon Korek api 17 . Hidrogen dalam keadaan bebas berbentuk gas diatomik yang tidak berwarna. bereaksi dengan asam kuat membebaskan H2. tidak berbau dan tidak dapat dirasakan. mengkilat. Logam alumunium bersifat amfoterik. gas hidrogen dapat diproduksi dengan mereaksikan basa kuat denga alumunium. dan bila bereaksi dengan basa kuat menghasilkan aluminat dan gas H2 (Sugianto. Logam alumunium berwarna putih. Gas hidrogen adalah gas yang menimbulkan ledakan bila dipicu dengan api.

Nyalakan stopwatch secara bersamaan 3. Tambahkan 3 gram alumunium foil ke dalam masing-masing labu erlenmeyer tersebut. Matikan stopwatch ketika balon sudah erhenti mengembang 5. Masukkan 25mL NaOH 1M.• Bahan Alumunium Foil NaOH 1M NaOH 2.97M NaOH 5M PROSEDUR PERCOBAAN 1. 25mL NaOH 2. Uji gas dalam balon dengan pemicu nyala api 18 .97M. Rekatkan langsung balon ke mulut labu erlenmeyer 4. dan 25mL NaOH 5M kedalam labu erlenmeyer 100mL yang berbeda 2.

Pada katoda. Gas hidrogen dan oksigen yang dihasilkan dari reaksi ini membentuk gelembung pada elektroda dan dapat dikumpulkan. . Elektrolitnya dapat berupa larutan seperti asam. 2. katoda merupakan kutub negatif dan anoda merupakan kutub positif. Sementara itu pada anoda. dan 3. logan natrium jika direaksikan dengan air akan menghasilkan gas hidrogen dengan reaksi sebagai dengan berikut : 2Na + 2H2O 2NaOH + H2(g) Reaksi tersebut bersifat eksotermal. Tujuan Untuk Mengetahui Cara Elektrolisis Air A. seperti kalsium (Ca). platina ( Pt) dan Au. Kombinasi antara elektrolit dan elektroda menghasilkan tiga kategori : 1. Natrium adalah elemen yang sangat reaktif. Pada katoda akan terjadi reaksi reduksi dan pada anoda terjadi reaksi oksidasi. basa. grafit (C) . melepaskan 4 ion H+ serta mengalirkan elektron kekatoda. Reaksi keseluruhan yang setara dari elektrolisis air dapat dituliskan menjadi : 2H2O(l) 2H2(g) + O2(g) . Elektrolisis larutan dengan elektroda aktif. digunakan dalam proses elektrolisis dapat digolongkan menjadi dua. Elektroda yang elektrolit. atau garam. Pada elektrolisis. tereduksi menjadi gas H2 dan ion hidroksida (OH-). Latar Belakang Elektrolisis air adalah peristiwa penguraian senyawa air (H2O) menjadi oksigen (O2 ) dan hodrogen ( gas H2) dengan menggunakan arus listrik yang melalui air tersebut. Elektrolisis larutan dengan elektroda inert. seperti seng (Zn).elektroda inert. yaitu : . dua molekul air bereaksi dengan menangkap dua elektron. tembaga (Cu). dua molekul air lain terurai menjadi gas oksigen. Serta adanya reaksi : 2H2 + O2 2H2O (autoignition) Pada elektrolisis komponen terpenting adalah elektroda dan elektrolit. Pada kondisi standar. potasium. sehingga gas hidrogen secara otomatis terbakar. dan perak ( Ag). 19 . dapat pula leburan garam halida atau leburan oksida. Natrium banyak tersedia dan melimpah jumlahnya dilautan bumi sebagai NaCl (garam). Elektrolisis leburan dengan elektroda inert.elektroda aktif.ELEKTROLISIS AIR A.

Adanya bunga api kecil apabila tabung reaksi berisi gas didekatkan dengan api (tes untuk H2). 6V. 3. Siapkan larutan NaCl sebagai larutan elektrolit. Siapkan catu daya dengan kutub positif dihubungkan dengan karbon(anoda) dan kutub negatif dengan karbon (katoda). nyala lidi akan terlihat semakin membara ( tes untuk O2). B. Celupkan kedua elektroda tersebut kedalam larutan NaCl dan tutup masingmasing elektroda dengan tabung reaksi kemudian nyalakan catu daya dengan tegangan 3V. Langkah Kerja 1. 20 . 9V. Alat dan Bahan Gelas Kimia Catu daya dan kabel Karbon NaCl Batang Pengaduk C. 2. 4. Amati dan catat waktu dari masing-masing tegangan yang digunakan dan amati pula perubahan yang terjadi. dan 12 V.Pada elektrolisis air dihasilkan oksigen dan hidrogen dapat dibuktikan dengan menyalakn lidi yang dimasukkan kedalam tabung reaksi.

Senyawa ini digunakan dalam roti atau kue karena bereaksi dengan bahan lain menbentuk gas CO 2 . asam sitrat bersifat seperti asam karboksilat lainnya. asam sitrat terurai dengan melepaskan karbondioksida dengan air. sodium bikarbonat. Larutan CO 2 mengubah warna lakmus dari biru menjadi merah. Secara kimia. C. natrium bikarbonat. Tujuan Percobaan Untuk mengetahui cara produksi gas CO2 B. Asam sitrat (C6H8O7 ) merupakan asam organik lemah yang ditemukan pada daun dan buah tumbuhan genus citrus. Pada temperatur kamar. natrium hidrogen karbonat dan lain-lain. yang menyebabkan roti mengembang. Natrium bikarbonat ( NaHCO3 ) merupakan senyawa garam yang biasa disebut juga sebagai baking soda ( soda kue ). Jika yang digunakan asam lemah maka reaksi berjalan lambat namun jika yang digunakan asam kuat maka reaksi berjalan cepat. Latar Belakang Karbon dioksida ( CO2 ) atau zat asam arang adalah sejenis senyawa kimia yang terdiri dari dua atom oksigen yang terikat secara kovalen dengan sebuah atom karbon. Biasanya digunakan sebagai bahan pengawet yang baik dan alami. contohnya natrium bikarbonat dengan asam sitrat. asam sitrat berbentuk kristal berwarna putih. Ia berbentuk gas pada keadaan temperatur dan tekanan standar serta hadir di atmosfer bumi. Gas CO2 dapat diproduksi dengan mereaksikan karbonat dengan asam.PRODUKSI GAS KARBON DIOKSIDA (CO2 ) A. Karbon dioksida adalag gas yang tidak berwarna dan tidak berbau serta tidak meledak. reaksi ini akan menghasilkan gas CO2 . Alat dan Bahan Labu Erlenmeyer Spatula Batang Pengaduk Balon Gelas Ukur Pipet Tetes Asam sitrat ( citrun ) Soda kue ( natrium bikarbonat ) Air 21 . Jika dipanaskan diatas 175 .

Lakukan hal yang sama dengan mengganti jumlah soda kue menjadi 5 sendok spatula sedangkan jumlah citrun menjadi 6 sendok spatula. 2. 4. Masukkan 6 sendok spatula citrun kedalam balon dan 5 sendok spatula soda kue serta 25 ml air kedalam labu erlenmeyer. Percobaan II 1. Masukkan 5 sendok spatula soda kue dan 6 sendok spatula citrun serta 25 ml air kedalam labu erlenmeyer. 3. Lakukan hal yang sama dengan mengunakan jumlah soda kue menjadi 6 sendok spatula sedangkan jumlah citrun menjadi 5 sendok spatula dan jumlah air tetap 25 ml. Kocok atau goyangkan labu erlenmeyer agar semua bahan dapat bercampur. Langkah Kerja Percobaan I 1. Tutup mulut labu erlenmeyer dengan balon yang telah berisi citrun tadi. 22 . 3. 2.D. 4. Tunggu sampai gas CO2 sudah tidak terbentuk lagi. Segera sumbat mulut labu erlenmeyer dengan balon. dapat dilihat dari ukuran balon.

dan dalam beberapa petasan seperti bom asap. sebagai model bahan pembakar rocket. digunakan pula dalam produksi asam sendawa. 23 . sumber utama Kalium Nitrat ialah deposit yang mengkristalisasikan dari dinding gua atau mengalirkan bahan organik yang membusuk. Kalium Nitrat juga komponen utama dalam penghilang puntung dan telah digunakan dalam pembuatan es krim. Selain itu Kalium Nitrat juga digunakan sebagai pupuk. Persamaan reaksi yang terjadi adalah : NH4NO3 (aq) + KOH (aq) KNO3 (aq) + NH3 (g) + H2O (l) Percobaan ini sebaiknya dilakukan di luar atau kerudung asap karena menghasilkan gas Ammonia. Kalium Nitrat merupakan komposisi umum dari daging yang diasinkan. Dalam proses pengawetan makanan. Potassium Nitrat dapat dibuat dengan cara mereaksikan Ammonium Nitrat dan Kalium Hidroksida yang kemudian akan menghasilkan Potassium Nitrat dan Gas Amonia. Kalium Nitrat banyak digunakan dalam pasta gigi untuk gigi sensitif . Kalium nitrat terjadi karena ada reaksi aktif antara K dan N. Senyawa kimiaKalium Nitrat merupakan sumber alami mineral Nitrogen. Sebelum fiksasi industri nitrogen skala besar (proses Haber). dimana campurannya dengan gula menghasilkan jelaga asap 600 kali dari volumnya sendiri.MEMBUAT KALIUM NITRAT TUJUAN PERCOBAAN Membuat potassium nitrat dari reaksi antara Ammonium Nitrat dan Kalium Hidroksida PENDAHULUAN Potasium Nitrat disebut juga sebagai Kalium Nitrat. Tumpukan kotoran juga sumber umum yang utama: Amonia dari dekomposisi urea dan zat nitrogen lainnya akan melalui oksidasi bakteri untuk memproduksi nitrat. Senyawa ini tergolong senyawa nitrat dengan rumus kimia KNO3. Kalium Nitrat Merupakan komponen bubuk hitam teroksidasi (disuplai oksigen). Potassium Nitrat menghasilkan warna api merah keunguan bila dibakar dengan api.

ALAT DAN BAHAN • Alat Gelas Kimia Kaca Arloji Spatula Batang Pengaduk Corong Kaca Kertas Saring Hotplate • Bahan Larutan Amonium nitrate Air Larutan Kalium Hidroksida PROSEDUR PERCOBAAN 1. Masukkan 80 gram NH4NO3 kedalam beker gelas 3. Tambahkan 70mL air dan aduk hingga larut dan saring 4. Nyala api akan berwarna merah keunguan bila kristal adalah kristal KNO3. Tuangkan larutan Amonium Nitrat kedalam Larutan Potassium Hidroksida sedikit demi sedikit 7. Uji kristal yang terbentuk dengan menggunakan nyala api. Siapkan 56 gram Potassium Hidroksida dalam gelas kimia yang berbeda 5. Buka kemasan yang mengandung amonia nitrat dan air 2. 24 . Panaskan hingga berbentuk kristal 8. Tambahkan sedikit air pada Pottasium Hidroksida dan aduk hingga larut 6.