1

POKOK PEMBAHASAN 
Pengertian Perencanaan Agregat  Fungsi Perencanaan Agregat  Tujuan Perencanaan Agregat  Strategi Strategi Perencanaan Agregat  Metoda Perncanaan Agregat  Biaya Perencanaan Agregat

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari manajemen sumber daya manusia , saya dapat: o menjelaskan defenisi perencanaan agregat o menjelaskan fungsi perencanaan agregat o menjelaskan tujuan perencanaan agregat o menjelaskan strategi perencanaan agregat o menjelaskan metode perencanaan agregat o menjelaskan biaya perencanaan agregat

Oleh karena itu. Latar Belakang Kegiatan perencanaan produksi dimulai dengan melakukan peramalan peramalan (forecast) untuk mengetahui terlebih dahulu apa dan berapa yang perlu diproduksikan pada waktu yang akan datang. perusahaan mengembangkan rencana tanggapan terhadap pasar.2 BAB I PENDAHULUAN A. Perencanaan agregat mencerminkan strtegi perusahaan dalam pelayanan kepada langganan. variable yang dapat dikendalikan lainnya. rencana rasional yang menunjukan bagaimana mereka akan memberi Perencanaan agregat bersangkutan dengan cara kapasitas organisasi digunakan untuk memberikan tanggapan terhadap permintaan yang diperkirakan. Tetapi hamper semua perusahaan tidak dapat selalu menyesuaikan tingkat produksi mereka dengan perubahan permintaan nyata. . tingkat persediaan. Peramalan produksi bermaksud untuk memperkirakan permintaan akan barang barang atau jasa perusahaan. tingkat produksi. Perencanaan agregat adalah proses perencanaan kuantitas dan pengaturan waktu keluaran selama periode waktu tertentu (biasanya antara tuga bulan sampai satu tahun) melalui penyesuaian variable karyawan. persediaan dan variable agregat adalah karena ramalan digabungkan menjadi unit variable tingkat produksi. jumlah karyawan dan lain lain. Digunakannya istilah ramalan permintaan akan berbagai barang atau jasa individual unit yang homogeny.

rencana produksi.AP juga didefinisikan sebagai usaha untuk menyamakan antara supply dan demand dari suatu produk atau jasa dengan jalan menentukan jumlah dan waktu input. dan output yang tepat. Dimana keputusan AP dibuat untuk produksi. Keputusan Penjadwalan menyangkut perumusan rencana bulanan dan kuartalan yang mengutamakan masalah mencocokkan produktifitas dengan permintaan yang fluktuatif. 2. inventory. dan variabel lain yang dapat dikendalikan. dan backorder level. transformasi. tingkat subkontrak.3 BAB II PERENCANAAN AGREGAT A. staffing.biaya perluasan dan sebagainya. . rencana inventory. Proses perencanaan dapat digolongkan dalam tiga tingkatan yaitu: 1. Long Range Plans Merupakan perencanaan lebih dari setahun yang menyangkut perencanaan produk baru. menyangkut rencana penjualan. tingkat persediaan. pekerjaan lembur. Oleh karenanya perencanaan Agregat termasuk dalam rencana jangka menengah. Pengertian Aggregate Planning (AP) adalah suatu aktivitas operasional untuk menentukan jumlah dan waktu produksi pada waktu dimasa yang akan datang. Intermediete Range Plans Merupakan rencana atara 3 sampai 18 bulan. Long Range Plans ditetapkan oleh manajer puncak. tingkat tenaga kerja. Perencanaan agregat dapat digunakan dalam menentukan jalan terbaik untuk memenuhi permintaan yang diprediksi dengan menyesuaikan nilai produksi. anggaran tenaga kerja dan sebagainya. Perencanaan Agregat (agregat planning) juga dikenal sebagai Penjadwalan Agregat adalah Suatu pendekatan yang biasanya dilakukan oleh para manajer operasi untuk menentukan kuantitas dan waktu produksi pada jangka menengah (biasanya antara 3 hingga 18 bulan ke depan). Intermediate range plans ditetapkan oleh Manajer Operasi.

Perencanaan agregat membentuk keterkaitan antara perencanaan fasilitas di satu pihak dan penjadwalan dipihak lain. B. Perencanaan agregat berkaitan dengan perolehan sumber daya. C. Namun . Memonitor hasil produksi aktual terhadap rencana produksi dan membuat penyesuaian 5. Perencanaan fasilitas membatasi keputusan perencanaan agregat. Mengarahkan penyusunan dan pelaksanaan jadwal induk produksi. Alat ukur performansi proses perencanaan produksi 3. Menjamin kemampuan produksi konsisten terhadap rencana produksi 4. Short Range Plans ditetapkan oeh Manajer Operasi bersama dengan supervisor dan operator.4 3.penjadwalan berkenaan dengan jangka waktu yang pendek (beberapa bulan atau kurang) dan dibatasi oleh keputusan perencanaan agregat. sedangkan penjadwalan berkaitan denngan pengalokasian sumber daya yang tersedia terhadap pekerjaan dan pesanan tertentu. ordering. Fungsi Perencanaan Agregat Pada dasarnya perencanaan produksi agregat merupakan suatu proses penetapan tingkat output/kapasitas produksi secara keseluruhan guna memenuhi tingkat permintaan yang diperoleh dari peramalan dan pesanan dengan tujuan meminimalkan total biaya produksi. Job scheduling. Menjamin rencana penjualan dan rencana produksi konsisten terhadap rencana strategi perusahaan 2. Beberapa fungsi perencanaan agregat yaitu : 1. Short Range Plans Merupakan rencana kurang dari tiga bulan yang menyangkut job assignment. Mengatur persediaan produk jadi untuk mencapai target dan membuat penyesuaian 6. Tujuan Perencanaan Agregat Pada dasarnya tujuan dari perencanaan agregat adalah berusaha untuk memperoleh suatu pemecahan yang optimal dalam biaya atau keuntungan pada periode perencanaan. Jadi perbedaan dasar harus dilakukan antara perolehan sumber daya melalui penjadwalan.

Model yang mengombinasikan prediksi dan biaya sehingga keputusan penjadwalan dapat dibuat untuk periode perencanaan D. penjadwalan agregat bertujuan menghubungkan sasaran dengan jadwal pekerja. Apakah perlu menggunakan subkontraktor untuk antisipasi pesanan yang fluktuatif sehingga dapat mempertahankan jumlah tenaga kerja yang stabil? 5. Keseluruhan unit yang logis untuk mengukur penjualan dan output 2. kapasitas. Apakah persediaan digunakan untuk menyerap perubahan selama periode permintaan ? 2. dan variabel lain yang dapat dikendalikan. Ada empat hal yang diperlukan dalam perencanaan agregat antara lain: 1. Permasalahan strategis yang dimaksud itu antara lain mengurangi permasalahan tingkat ketenagakerjaan. Strategi Strategi Perencanaan Agregat Ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh manajer operasi dalam merumuskan rencana agregat yaitu: 1. 3.5 bagaimanapun juga. Prediksi permintaan untuk suatu periode perencanaan jangka menengah yang layak pada waktu agregat. Lima pilihan pertama disebut pilihan kapasitas (capacity . tetapi untuk perusahaan jasa. Metode untuk menentukan biaya 4. Terdapat delapan pilihan secara lebih terinci. menekan tingkat persediaan. Apakah perlu penggunaan tenaga kerja paruh waktu atau waktu lembur dan waktu kosong untuk menghadapi fluktuasi ? 4. terdapat permasalahan strategis lain yang mungkin lebih penting daripada biaya rendah. nilai produksi. Strategi-strategi ini melibatkan manipulasi persediaan. atau memenuhi tingkat pelayanan yang lebih tinggi. Apakah perlu mengubah harga atau faktor lain untuk mempengaruhi permintaan? Semua ini adalah stategi perencanaan yang benar. Apakah perubahan akan diakomodasikan dengan cara mengubah jumlah tenaga kerja? 3. jadwal agregat bertujuan menghubungkan sasaran strategis perusahaan dengan rencana produksi. tingkat tenaga kerja. Bagi perusahaan manufaktur.

2. maka biaya-biaya yang berkaitan dengan penyimpanan. Tiga pilihan yang terakhir adalah pilihan permintaan (demand option) dimana perusahaan berusaha untuk mengurangi perubahan pola permintaan selama periode perencanaan. tentu saja. maka kekurangan yang terjadi dapat mengakibatkan tidak terjadinya penjualan yang disebabkan waktu tunggu yang lebih panjang dan pelayanan pelanggan yang lebih buruk. sering karyawan baru memerlukan pelatihan. . Pemberhentian atau PHK. Salah satu cara untuk memenuhi permintaan adalah dengan mengkaryakan atau memberhentikan para pekerja produksi untuk menyesuaikan tingkat produksi. menurunkan moral semua pekerja dan dapat mendorong ke arah produktivitas yang lebih rendah. Jika strategi ini dipilih. ketika perusahaan memasuki masa dimana permintaan meningkat. (Biaya-biaya ini pada umumnya berkisar 15% hingga 40% dari nilai sebuah barang setiap tahunnya). dan produktivitas rata-rata menurun untuk sementara karena mereka menjadi terbiasa. Pada sisi lain. penanganan. PILIHAN KAPASITAS Sebuah perusahaan dapat memilih pilihan kapasitas dasar (produksi) berikut: 1. pencurian. Bagaimanapun. Meragamkan jumlah tenaga kerja Dilakukan dengan cara mengkaryakan atau memberhentikan. Mengubah tingkat persediaan Para manajer dapat meningkatkan persediaan selama periode permintaan rendah untuk memenuhi permintaan yang tinggi di masa mendatang. asuransi.6 option) sebab pilihan ini tidak berusaha untuk mengubah permintaan tetapi untuk menyerap fluktuasi dalam permintaan. keusangan. dan modal yang diinvestasikan akan meningkat.

karyawan paruh waktu dapat mengisi kebutuhan tenaga kerja tidak terampil. mengurangi banyaknya jam kerja ketika permintaan rendah dan menambah jam kerja pada saat permintaan naik. 5. Praktik ini umum dilakukan di restoran. Lembur juga dapat menyiratkan naiknya biaya overhead yang diperlukan untuk menjaga agar fasilitas dapat tetap berjalan. ketika permintaan sedang tinggi. perusahaan harus mengurangi waktu kosong pekerja-yang biasanya merupakan proses yang sulit. Meragamkan tingkat produksi melalui lembur atau waktu kosong Terkadang tenaga kerja dapat dijaga tetap konstan dengan meragamkan waktu kerja. Upah lembur membutuhkan lebih banyak uang. . 4. Pada sisi lain. subkontrak. dan terlalu banyak lembur dapat membuat titik produktivitas pekerja secara keseluruhan merosot. Penggunaan karyawan paruh waktu Terutama di sector jasa. Subkontrak Sebuah perusahaan dapat memperoleh kapasitas sementara dengan melakukan subkontrak selama periode permintaan tinggi. toko eceran. disaat permintaan menurun. Bagaimana pun. Sekalipun begitu. terdapat keterbatasan seberapa banyak lembur yang dapat dilakukan.7 3. dan supermarket. yang selalu dapat mengirimkan produk bermutu tepat waktu. memiliki beberapa kekurangan antara lain: a) Mahal b) Membawa resiko dengan membuka pintu klien bagi pesaing c) Seringkali susah mendapatkan pemasok subkontrak yang sempurna.

Contohnya adalah perusahaan yang membuat pemanas dan pendingin ruangan atau mesin pemotong rumput dan penyingkir salju. penjualan. perusahaan telepon membebankan biaya yang lebih murah pada malam hari. bahkan iklan khusus. promosi. Bagaimanapun. tetapi pendekatan ini sering mengakibatkan hilangnya penjualan. promosi. Bagaimana pun. Tunggakan pesanan selama periode permintaan tinggi. dan pendingin udara dijual lebih murah pada waktu musim dingin. . Perpaduan produk dan jasa yang counterseasonal (dengan musim yang berbeda). 3. dan diskon.8 PILIHAN PERMINTAAN Pilihan permintaan dasar adalah sebagai berikut : 1. sebuah perusahaan dapat mencoba untuk meningkatkan permintaan melalui iklan. kewiraniagaan. Tunggakan pesanan adalah pesanan barang atau jasa yang diterima perusahaan tetapi tidak mampu (secara sengaja atau kebetulan) untuk dipenuhi pada saat itu. Mempengaruhi permintaan. Jika pelanggan mau menunggu tanpa kehilangan kehendak baik mereka maupun pesanannya. Perusahaan penerbangan dan hotel telah lama menawarkan diskon akhir pekan dan tarif musim sepi. tunggakan pesanan adalah strategi yang mungkin dijalankan. perusahaan yang menerapkan pendekatan ini mungkin mendapati diri mereka terlibat dengan produk atau jasa di luar area keahlian atau target pasar mereka. dan penetapan harga tidak selalu mampu menyeimbangkan permintaan dengan kapasitas produksi. 2. Ketika permintaan rendah. beberapa perguruan tinggi member diskon bagi warga senior. Sebuah teknik pelancar masalah aktif yang secara luas digunakan para pengusaha manufaktur adalah mengembangkan sebuah produk yang merupakan perpaduan dari barang counterseasonal. Banyak perusahaan menggunakan tunggakan pesanan.

Metode Perencanaan Agregat Ada beberapa tehnik yang digunakan manajer operasi untuk mengembangkan rencana agregat yang lebih bermanfaat dan lebih tepat. manager operasi dapat memvariasikan tingkat tenaga kerja dengan merekrut atau menghentikan karyawan . manager operasi masih memiliki banyak kemungkinan rencana. E. Rencana ini dapat terdiri dari : 1. Bagaimanapun. Kebanyakan pengusaha manufaktur berasumsi bahwa penggunaan pilihan permintaan telah diteliti secara menyeluruh oleh bagian pemasaran dan pilihan-pilihan yang layak itu digabungkan dengan prediksi permintaan. Penjadwalan bertingkat akan bekerja dengan baik ketika permintaan stabil.9 PILIHAN CAMPURAN Walupun setiap lima pilihan kapasitas dan tiga pilihan permintaan dapat menghasilkan sebuah jadwal agregat yang efektif. karyawan paruh waktu. Manajer operasi lalu membuat rencana agregat berdasarkan pada prediksi itu. Sebuah rencana agregat di mana produksi harian tetap sama dari periode ke periode. Sebagai contoh. diantaranya: . 2. Strategi penjadwalan bertingkat (level-scheduling strategy). atau subkontrak. atau dapat memvariasikan produksi dengan waktu lembur. waktu kosong. beberapa kombinasi diantara pilihan kapasitas dan pilihan permintaan mungkin akan lebih baik. dengan menggunakan lima pilihan kapasitas dalam otoritasnya. Strategi ini dapat terpenuhi dengan berbagai jalan. Perusahaan seperti Toyota dan Nissan mempertahankan tingkat produksi pada tingkatan yang seragam dan mungkin membiarkan persediaan barang jadi naik atau turun untuk menopang perbedaan permintaan dan produksi atau menemukan pekerjaan alternatif bagi karyawan. Strategi perburuan (chase strategy) Sebuah strategi perburuan mencoba untuk mencapai tingkat output bagi setiap periode yang memenuhi prediksi permintaan untuk periode tersebut.

2. Tentukan biaya tenaga kerja. 2. Tentukan permintaan pada tiap periode. Pendekatan Matematis Dalam Perencanaan Beberapa pendekatan matematis terhadap perencanaan agregat telah banyak dikembangkan diantaranya: a. dan tindakan subkontrak untuk tiap periode. 5. lembur. b. Model ini meminimisasi biaya total dari biaya gaji. maka rencana agregat dapat dirumuskan dalam format program linear. dan persediaan melalui serangkaian kurva biaya kuadrat. Metode Transportasi Dalam Program Linear Jika masalah perencanaan agregat dipandang sebagai masalah alokasi kapasitas operasi untuk memenuhi permintaan yang diperkirakan. Kembangkan rencana alternative dan amati biaya totalnya. rencana rencana dengan grafis dan diagram ini menangani variabel sedikit demi sedikit agar perencana dapat membandingkan proyeksi permintaan dengan kapasitas yang ada. Pertimbangkan kebijakan perusahaan yang dapat diterapkan pada para pekerja dan tingkatan persediaan. Pada dasarnya.10 1. rekrutmen. Metode Pembuatan grafis dan diagram Metode ini sangat sering dipakai karena mudah dipahami. . Tentukan berapa kapasitas pada waktu biasa. PHK. Linear Decision Rule Merupakan model perenxcanaan agregat yang berupaya untuk mengoptimalkan tingkat produksi dan tingkat jumlah tenaga kerja sepanjang periode tertentu. Pendekatan yang digunakan adalah trial and error yang tidak menjamin terciptanya rencana produksi yang optimal. tatapi penghitungan yang dibutuhkan hanya sedikit dan dapat dilakukan oleh staf yang paling dasar pekerjaannya. 4. Tahapan dalam metode ini adalah: 1. 3. biaya rekrutmen dan biaya pemberhentian karyawan serta biaya penahanan persediaan. waktu lembur.

Management Coefficient Model Dikembangkan oleh E. d. Teknik ini menggunakan analisa regresi terhadap keputusan produksi yang diambil manajer di masa lalu. Hiring Cost (biaya penambahan tenaga kerja) Penambahan tenaga kerja menimbulkan biaya-biaya untuk iklan.H Bowman yang membangun suatu model keputusan formal di seputar pengalaman dan kinerja manajer. . sehingga dapat digunakan sebagai dasar menetapkan keputusan di masa depan. Teori yang mendasari adalah pengalaman masa lalu manajer cukup baik. proses seleksi dan training. sehingga tingkat produksi menurun dengan drastic.11 c. Pendekatan simulasi ini menggunakan prosedur pencarian kombinasi nilai yang biayanya minimal untuk ukuran jumlah tenaga kerja dan tingkat produksi. dan tekanan yang bersifat social. 2. Simulasi Suatu model computer yang dinamakan Penjadwalan lewat simulasi yang dikembangakan tahun 1966 di R. Biaya Perencanaan Agregat Biaya-biaya yang terlibat dalam perencanaan agregat antara lain : 1. Semua akibat ini dianggap sebagai biaya pemberhentian tenaga kerja yang akan ditanggung perusahaan. F. Biaya training merupakan biaya yang besar apabila tenaga kerja yang direkrut adalah tenaga kerja yang belum berpengalaman. menurunnya moral kerja dan produktivitas karyawan yang masih bekerja. Firing Cost(Biaya pemberhentian tenaga kerja) Pemberhentian tenaga kerja biasanya terjadi karena semakin rendahnya permintaan akan produk yang dihasilkan.C Vergin. Pemberhentian ini mengakibatkan perusahaan harus mengeluarkan uang pesangon bagi karyawan yang di-PHK.

. Konsekwensi dari kebijaksanaan persediaan bagi perusahaan adalah timbulnya biaya penyimpanan (inventory cost/holding cost) yang berupa biaya tertahannya modal. sedangkan pada system MTS (make to stock =Memproduksi untuk memenuhi persediaan) akan mengakibatkan beralihnya pelanggan pada produk lain. maka perusahaan dianggap menanggung biaya menganggur yang besarnya merupakan perkalian antara jumlah jam kerja yang tidak terpakai dengan tingkat upah dan tunjangan lainnya. Disamping biaya tersebut. tetapi sebenarnya dapat menimbulkan kerugian dalam bentuk biaya kehabisan persediaan. Kekecewaan pelanggan karena tidak tersedianya barang yang diinginkan akan diperhitungkan sebagai kerugian bagi perusahaan. Inventory Cost dan Backorder Cost (biaya persediaan dan biaya kehabisan persediaan) Persediaan mempunyai fungsi mengantisipasi timbulnya kenaikan permintaan pada saat-saat tertentu. Bila tidak dapat dilakukan alokasi yang efektif. biaya kehabisan persediaan ini dihitung berdasarkan berapa barang diminta yang tidak tersedia. kerusakan bahan.12 3. adanya lembur akan memperbesar tingkat absen karyawan karena capek. 4. Overtime Cost dan Undertime Cost(biaya lembur dan biaya menganggur) Penggunaan waktu lembur bertujuan untuk meningkatkan output produksi. asuransi. Tenaga kerja berlebih ini kadang-kadang bisa dialokasikan untuk kegiatan lain yang produktif meskipun tidak selamanya efektif. Biaya kehabisan persediaan ini sama nilainya dengan biaya pemesanan kembali bila konsumen masih bersedia menunggu. pajak. kebijaksanaan tidak mengadakan persediaan seolah-olah menguntungkan. Kebalikan dari kondisi diatas. dimana kerugian tersebut akan dikelompokkan sebagai biaya kehabisan persediaan. Kondisi ini pada system MTO (Make to order = Memproduksi berdasarkan pesanan) akan mengakibatkan jadwal jadwal penterahan order terlambat. dan biaya sewa gudang. Kebalikan dari kondisi diatas adalah bila perusahaan mempunyai kelebihan tenaga kerja dibandingkan dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk kegiatan produksi. tetapi konsekwensinya perusahaan harus mengeluarkan biaya tambahan lembur yang biasanya 150% dari biaya kerja regular.

biasanya perusahaan mensubkontrakan kelebihan permintaan yang tidak bisa ditanganinya sendiri kepada perusahaan lain. . Konsekuensi dari kebijaksanaan ini adalah timbulnya biaya subkontrak. dimana biasanya biaya mensubkontrakan ini lebih mahal dibandingkan memproduksi sendiri dan adanya resiko terjadinya kelambatan penyerahan dari kontraktor. Subcontract Cost (biaya subkontrak) Pada saat permintaan melebihi kemampuan kapasitas regular.13 5.

. pekerjaan lembur. Keputusan Penjadwalan menyangkut perumusan rencana bulanan dan kuartalan yang mengutamakan masalah mencocokkan produktifitas dengan permintaan yang fluktuatif. subkontrak dan penggunaan teaga kerja sepanjang kisaran waktu jangka menengah.14 BAB III KESIMPULAN Perencanaan Agregat memberikan pada perusahaan senjata bersaing untuk membantu menangkap pangsa pasar di perekonomian global.Perencanaan agregat diperlukan juga pada industri jasa seperti perbankan. Perencanaan agregat dapat digunakan dalam menentukan jalan terbaik untuk memenuhi permintaan yang diprediksi dengan menyesuaikan nilai produksi.Jadwal agregat menetapkan tingkat persediaan. tingkat subkontrak. tingkat tenaga kerja. Perencanaan Agregat (agregat planning) juga dikenal sebagai Penjadwalan Agregat adalah Suatu pendekatan yang biasanya dilakukan oleh para manajer operasi untuk menentukan kuantitas dan waktu produksi pada jangka menengah (biasanya antara 3 hingga 18 bulan ke depan). produksi. restoran. tingkat persediaan. biasanya tig ahingga dellapan belas bulan. dan variabel lain yang dapat dikendalikan. Oleh karenanya perencanaan Agregat termasuk dalam rencana jangka menengah. maskapai penerbangan maupun jasa lainnya. Beberapa teknik dijelaskan secara singkat dalam topic ini baik dengan metode grafik dan diagram maupun Pendekatan Matematika untuk perencanaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful