AUDITING I MODUL 10 MATERIALITAS DAN RISIKO

RATNA MAPPANYUKKI, SE, Msi, Ak

UMB RATNA MAPPANYUKKI. Msi. Evaluasi Hasil : 3. dapat bersifat tidak material. Menilai Risiko bisnis klien 4. Menetapkan Pertimbangan awal tentang tingkat materialitas 2. Perencanaan tentang rentang uji audit : 1. SE. Menyusun seluruh rencana serta program audit Dalam penerapan Materialitas tersebut ada lima tahap yang perlu diketahui. Mengestimasi kesalahan penyajian gabungan 5. sedangkan kesalahan penyajian dengan jumlah dolar yang sama. yaitu : a. Materialitas lebih merupakan konsep yang Relatif bukannya Absolut. Menetapkan materialitas dan menilai risiko akseptibilitas audit serta risiko inheren 6. Sejumlah dasar pertimbangan diperlukan untuk mengevaluasi tingkat Materialitas Pusat Pengembangan Bahan Ajar . bagi perusahaan lainnya yang berskala besar. Mengestimasi total kesalahan penyajian yang terdapat dalam segmen 4. Memahami pengendalian intern dan menilai risiko pengendalian 7. Ak AUDITING 1 . Ada tujuh ( 7 ) Fase Materialitas dan Resiko. Jika Auditor memutuskan bahwa terdapat suatu salah saji yang Material. Mengalokasikan pertimbangan awal tentang tingkat materialitas ini ke dalam segmen-segmen b. membandingkan antara estimasi gabungan dan pertimbangan awal atau pertimbangan yang telah direvisi tentang tingkat materialitas. maka ia akan menunjukkannya pada klien sehingga suatu koreksi atas kesalahan tersebut dapat dilakukan. Memahami bisnis dan industri klien 3. Penetapan suatu pertimbangan awal tentang tingkat materialitas adalah untuk membantu auditor merencanakan bukti audit yang memadai yang harus dikumpulkan. Melaksanakan prosedur analitis awal 5. Menerima klien dan melakukan perencanaan audit awal 2. yaitu : 1. Kesalahan penyajian atas besaran tertentu mungkin saja bersifat material bagi perusahaan skala kecil.MATERIALITAS DAN RISIKO MATERIALITAS Tanggung jawab Auditor. adalah menentukan apakah laporan keuangan mengandung kesalahan penyajian yang Material.

Faktor-faktor Kualitatif mempengaruhi Tingkat Materialitas . SE.Kesalahan penyajian yang kecil dapat bersifat material jika terdapat kemungkinan timbulnya berbagai konsekuensi atas sejumlah kewajiban kontrak. . pertimbangan tersebut akan sangat membantu auditor dalam memutuskan bukti audit apa yang tepat untuk dikumpulkan.Baik salah saji lebih. maupun salah saji kurang harus tetap dipertimbangkan . Mengestimasi Nilai salah saji serta membandingkannya dengan nilai Pertimbangan Awal. Msi. dan ketidakpastian apakah laporan keuangan memang telah tersaji secara wajar setelah audit selesai Pusat Pengembangan Bahan Ajar . umumnya merupakan dasar pertimbangan utama yang dipergunakan untuk menentukan tingkat materialitas. Auditor menyadari. RISIKO Risiko dalam auditing berarti bahwa auditor menerima suatu tingkatan ketidakpastian tertentu dalam pelaksanaan audit.auditor memiliki ekspektasi bahwa sejumlah akun tertentu mengandung lebih banyak salah saji dari pada akun-akun lainnya . maka kertas kerja haruslah dipelihara untuk mencatat semua salah saji yang diketemukan. serta dengan menambahkan suatu estimasi atas sampling error.UMB RATNA MAPPANYUKKI.Laba bersih sebelum pajak. Metodologi sampling disediakan untuk penentuan suatu gabungan sampling error yang akan membuat nilai salah saji maksimum ini akan masuk dalam pertimbangan auditor. Berbagai salah saji ini dipergunakan untuk melakukan estimasi atas total salah saji yang terkandung dalam persediaan. efektif struktur pengendalian intern klien. Ada tiga kesulitan utama dalam upaya mengalokasikan tingkat materialitas ke akun-akun neraca yaitu : . Ak AUDITING 1 . Salah satu cara untuk menghitung estimasi salah saji adalah dengan membuat suatu proyeksi langsung dari sampel yang ada pada populasi.Nilai-nilai yang melibatkan kecurangan seringkali dianggap lebih penting dari pada sejumlah nilai yang sama tetapi yang diakibatkan oleh kekeliruan yang tidak disengaja karena perbuatan tersebut merefleksikan kejujuran serta reliabilitas manajemen atau karyawan yang terlibat. karena item ini dianggap sebagai item penting dalam penyajian informasi kepada para pengguna laporan. bahwa ada ketidakpastian mengenai kompetensi bahan bukti. Estimasi salah saji tersebut dihitung berdasarkan uji-uji audit yang sebenarnya.Biaya-biaya audit secara relatif mempengaruhi pengalokasian. misalnya. Mengalokasikan Pertimbangan awal tingkat Materialitas segmen Jika auditor telah memiliki pertimbangan awal tentang tingkat materialitas tiap segmen. Pada saat auditor melaksanakan sejumlah prosedur audit bagi setiap segmen audit.

PDR = Dimana : PDR AAR IR CR = Risiko penemuan yang direncanakan (Planed Detection Risk) = Risiko audit yang dapat diterima (Accceptable Audit Risk) = Risiko bawaan (Inherent Risk) = Risiko pengendalian (Control Risk) AAR IR x CR Resiko Penemuan yang direncanakan Risiko penemuan yang direncanakan adalah risiko bahwa bahan bukti yang dikumpulkan dalam segmen gagal menemukan salah saji yang melewati jumlah yang dapat ditoleransi. dalam hubungan yang berlawanan. Model resiko audit digunakan terutama untuk tahap perencanaan dalam menentukan berapa besar bahan bukti yang harus dikumpulkan dalam tiap siklus.Ini akan menyebabkan usangnya persediaan klien. Kalau nilai risiko penemuan yang direncanakan diperkecil. Resiko Bawaan Risiko bawaan adalah penetapan auditor akan kemungkinan adanya salah uji dalam segmen audit yang melewati batas toleransi. tapi juga pelanggannya. auditor harus mengumpulkan bahan bukti yang lebih banyak dalam audit.UMB RATNA MAPPANYUKKI. SE. yang tidak saja mempengaruhi klien tadi. Bagaimana auditor menangani risiko-risiko ini dengan pantas adalah sangat penting dalam menjaga mutu suatu audit. Kedua. sebelum memperhitungkan faktor efektifitas Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Terutama adalah dengan menggunakan model risiko audit. Misalkan. Model Resiko Audit Cara auditor menangani masalah risiko dalam tahap perencanaan pengumpulan bahan bukti. Kebanyakan dari risiko tersebut sukar diukur dan memerlukan penanganan yang hati-hati dan seksama. Msi. kalau salah saji semacam itu timbul. kalau auditor menyadari bahwa bidang industri sebuah klien mengalami perubahan teknologi besar-besaran. risiko penemuan yang direncasnakan menetukan besarnya rencana bahan bukti yang akan dikumpulkan. Ada dua hal penting mengenai risiko penemuan yang direncanakan diatas: pertama ia tergantung pada 3 unsur risiko lain dalam model.Seorang auditor yang efektif menyadari bahwa risiko-risiko ada dan akan menangani dengan sepantasnya.Risiko penemuan yang direncanakan hanya akan berubah kalau auditor mengubah salah satu unsur lainnya. Literatur profesional yang menjadi sumbernya adalah PSA 26 untuk uji petik dan PSA 25 untuk materialitas dan risiko. mempengaruhi kolektibilitas piutang usaha. bahkan dapat mempengaruhi kesinambungan usahanya. Ak AUDITING 1 .

Seperti risiko bawaan .risiko pengendalian harus dicatat 100% tanpa melihat efektifitas aktual struktur pengendalian internnya. dan berbanding lurus dengan bahan bukti. Sebelum auditor dapat menetapkan tingkat risiko pengendalian yang lebih kecil dari 100% ia harus melakukan 3 hal : memperoleh pemahaman mengenai struktur pengendalian intern klien. Ak AUDITING 1 . Tingkat ketergantungan pemakai pada laporan keuangan Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Risiko pengendalian mengandung unsur (1) penetapan apakah struktur pengendalian intern klien cukup efektif untuk mendeteksi atau mencegah kekeliruan Dan (2) keinginan auditor untuk membuat penetapan tersebut dibawah nilai maksimum (100%) dalam rencana audit. Mengubah Resiko Usaha atau Resiko Audit yang Dapat Diterima Karena Usaha Risiko usaha adalah tingkat resiko bahwa auditor atau kantor akuntan publik akan menderita kerugian yang diakibatkan hubungan dengan klien. keyakinan menyeluruh. atau tingkatan keyakinan. dengan asumsi tidak ada pengendalian intern.adalah istilah risiko audit yang dapat diterima. Hal pertama berhubungan dengan menumbukan pemahaman terhadap perusahana klien yang diperlukan untuk keseluruhan audit.UMB RATNA MAPPANYUKKI. walaupun laporan audit yang diberikan sudah pantas.(dengan asumsi risiko bawaan tinggi) Resiko Audit yang Dapat Diterima Adalah ukuran ketersediaan auditor untuk menerima bahwa laporan keuangan salah saji secara material walaupun audit telah selesai dan pendapatan wajar tanpa pengecualian telah diberikan. Msi. Dua lainnya adalah langkah menetapkan risiko pengendalian harus diambil jika auditor menginginkan untuk menetapkan angka risiko pengendalian dibawah maksimum. Seringkali auditor menggunakan istilah keyakinan audit.mengevaluasi seberapa baik struktur tersebut seharusnya berfungsi berdasasrkan pemahaman yang diperoleh dan melakukan pengujian atas efektifitas pengendalian. Risiko bawaan adalah faktor kerentanan laporan keuangan terhadap salah saji yang material. Bila auditor memilih untuk tidak menetapkan risiko pengendalian dibawah nilai maksimumnya.pengendalian intern.hubungan risiko pengendalian dengan risiko penemuan adalah berbanding terbalik . SE.yang tak terditeksi atau tercegah oleh struktur pengendalian intern klien. Hubungan risiko bawaan dengan risiko penemuan serta rencana penumpulan Bahan buikti adalah risiko bawaan sifatnya berbanding terbalik dengan risiko penemuan. Resiko Pengendalian Risiko pengendalian adalah ukuran penetapan auditor akan kemungkinan adanya kekeliruan (salah saji) dalam segmen audit yang melewati batas toleransi . sementara dengan bahan bukti adalah bebanding lurus.

besar kemungkinan auditor akan diminta untuk mempertahankan kualitas audit yang dilaksanakan. Jumlah dan sifat kewajiban perusahaan Kemungkinan akan adanya kesulitan keuangan klien yang timbul setelah laporan audit diterbitkan.kemungkinan kegagalan keuangan setelah audit selesai. Beberapa faktor dapat dijadikan petunjuk tingkat ketergantungan pemakai pada suatu laporan keuangan : • • • Ukuran perusahan klien. berdasarkan penyelidikan dan penetapan ini. prosedur analitis pendahuluan berguna untuk mengevaluasi kemungkinan perusahaan mengalami kesulitan keuangan. SE. bila klien terpaksa dinyatakan pailit setelah audit selesai . Ak AUDITING 1 . Msi. Faktofaktor utama dibawah ini harus ditelaah dalam menetapkan risiko bawaan : • • • • • • Sifat bidang usaha klien Integritas manajemen Motivasi klien Hasil audit sebelumnya Penugasan pertama atau penugas ulang Hubungan istimewa transaksi tidak rutin Pusat Pengembangan Bahan Ajar . auditor akan dapat menentukan risiko audit yang dapat diterima tentatif dan sangat subjektif bahwa laporan keuangan akan berisi salah saji material setelah audit selesai.dan integritas manajemen. Distribusi kepemilikan.. Demikian pula.UMB RATNA MAPPANYUKKI. namun beberapa indikator dapat yang dicatat: • • • • • Posisi likuiditas Laba(rugi) tahun sebelumnya Metode pertumbuhan pembiayaan Sifat operasi klien Kompetensi manajemen Evaluasi auditor atas integritas manajemen Menetapkan Resiko Audit yang Dapat Diterima Auditor harus menyelidiki kondisi klien dan menilai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi derajat ketergantungan pemakai ekstern terhadap laporan .dengan sendirinya risiko audit perlu diperkecil. Resiko Bawaan Pada awal audit tidak banyak yang bisa diperbuat untuk mengubah resiko bawaan. Sulit bagi auditor untuk meramalkan kesulitan keuangan sebelum benar-benar terjadi.Kalau pemakai memiliki ketergantungan yang besar pada laporan keuangan .

Ak AUDITING 1 . maka kemungkinan bahwa laporan keuangan disalah sajikan akan lebih besar. dengan catatan tidak ada perubahan keadaan yang relavan. Kebanyakan auditor Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Motivasi Klien Dalam situasi tertentu manajemen dapat merasa bahwa akan lebih menguntungkan mensalah sajikan laporan keuangan. Juga. Msi. auditor dibenarkan untuk mengurangi risiko bawaan. Akan tetapi kalau pada beberapa tahun sebelumnya tidak ditemui salah saji apapun. Sifat usaha ini akan kurang pengaruhnya untuk akun kas. darus ditetapkan tingkat risiko bawaan yang tinggi untuk semua segmen dalam penugasan untuk menguji kemungkinman salah saji yang disengaja. jika ya. Jadi kalau manajemen tidak memiliki integritas yang tinggi.misalnya. Risiko bawaan tiap jenis usaha akan lebih bervariasi pada akun seperti persediaan.UMB RATNA MAPPANYUKKI. motivasi tertentu bisa membuat mereka mensalah sajikan laporan keuangan Hasil Audit Sebelumnya Salah saji yang terjadi pada audit sebelumnya memiliki kemungkinan untuk terjadi lagi dalam audit tahun berjalan.• • • Pertimbangan yang diperlukan untuk mencatat saldo akun padahal akun dan transaki secara benar Kerentanaan terhadap kecurangan Unsur-unsur populasi Sifat Usaha Bidang Klien Risiko bawaan dalam beberapa hal dipengaruhi oleh sifat bidang usaha dari perusahaan klien sendiri. Penugasan Pertama atau Penugasan Ulang Auditor akan memiliki penetahuan dan pengalaman mengenai kemungkinan terjadinya salah saji setelah mengaudit sebuah klien untuk beberapa tahun.tanah dan bangunan. Auditoir harus mengevaluasi dahulu apakah ia akan menerima penugasan dari klien semacam itu. Maka auditor harus dianggap lalai jika tidak memperhatikan hasil audit tahun sebelumnya dalam audit program tahun berjalan. Ini disebabkan beberapa salah saji mempunyai sifat yang sistematis dan organisasi cenderung lamban melakukan pengubahan untuk mengatasinya.piutang pijaman.perlu dipertimbangkan motivasi untuk mengurang sajikan laba sebelum pajak untuk mengurangi pajak yang harus dibayar.piutang usaha . Seringkali manajemen memilikki tingkat integritas tertentu yang memadai tetapi tidak dapat disebut jujur dalam semua hal. akan lebih besar kemungkinan usangnya persediaan pada pabrik elektronika daripada peleburan baja. Integritas Manajemen Jika manajmen didominasi satu atau beberapa orang yang integritasnya kurang. SE.wesel tagih dan utang hipotek.

Ak AUDITING 1 .menetapkan risiko bawaan yang tinggi pada penugasan pertama.usangnya persediaan . Kalau ini terjadi risiko bawaan harus ditingkatkan Unsur-unsur Populasi Unsur-unsur individual yang membentuk populasi seringklai mempengaruhi ekspektasi salah saji yang material. (1) sejumlah besar saah saji ditemukan pada audit sebelumnya dan (2) perputaran persediaan lambat pada tahun berjalan. Kebanyakan auditor dalam kondisi ini akan menetapkan risiko bawaan yang tinggi(100%) untuk tiap tujuan audit yang berhubungan dengan persediaan. auditor harus meningkatkan risiko bawaan klien yang bersangkutan.kewajiban pembayaran bergaransi . dan menguranginya pada tahun-tahun berikutnya setelah memperoleh pengalaman. transaksi yang dilakukan dua pihak yang independen dan dilaksanakan secara normal tidak termasuk dalam definisi ini. pembayaran utang lewat kas dan piutang usaha yang belum tertagih beberapa bulan adalah contoh situsasi yang membutuhkan risiko bawaan tinggi. Dalam hal transaksi semacam ini terjadi . dipercaya bahwa kebanyakan auditor mengambil langkah konservatif dalam penetapannya. Hubungan Istimewa Transaksi antar induk perusahaan dengan anak perusahaan atau antar perusahaan dengan pribadi manajemen adalah contoh hubungan istimewa seperti yang didefinisikan PSAK 7. Penetapan Resiko Bawaan Auditor harus mengevaluasi faktor-faktor diatas dan memutuskan tingkat risiko bawaan yang pantas untuk setiap siklus.dan cadangan kredit tak tertagih . Transaksi dengan perusahaan afiliasi. Pertimbangan yang Diperlukan Untuk Mencatat Saldo dan Transaksi Secara Benar Banyak akun yang melibatkan estimasi dan pertimbangan manajemen. SE.piutang karyawan. Bila dalam audit atas persedian auditor menemukan bahwa. dan karenanya penelaah lebih seksama karena lebih tingginya kemungkinan terjadi salah saji dari pada transaksi biasa. Kerentanan Terhadap Kecurangan Auditor perlu mempertimbangkan risiko akan adanya kecurangan dalama situasi dimana relatif mudah untuk memindahkan aktiva perusahan menjadi milik pribadi. Msi. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .akun dan seringkali untuk tiap tujuan audit. Transaksi Tidak rutin Transaksi yang tidak biasa akan lebih besar kemungkinannya untuk tidak dicatat dengan benar karna kurangnya pengalaman klien dalam penanggannya. Walaupun profesi auditing tidak membuat pedoman atau norma penetapan risiko bawaan.UMB RATNA MAPPANYUKKI. demikian pula transaksi perbaikan besar-besaran atau pergantian aktiva merupakan contoh diperlukannya pertimbangan untuk mencatat transaksi dengan benar. Contohnya adalah kerugian karena kebakaran. Contohnya adalah penyisihan piutang tak tertagih. pembelian tanah dan bangunan yang besar atau persetujuan sewa guna usaha.

SE. Mengubah keseluruhan perilaku dari audit untuk merespon resiko kecurangan yang teridentifikasi 3. Merancang dan melakukan prosedur audit untuk mengarah kepada resiko kecurangan yang teridentifikasi 2. resiko inheren atau resiko pengendalian. Untuk menilai resiko kecurangan. informasi tambahan yang diperoleh seringkali mempengaruhi penetapan awal. Menilai Resiko Kecurangan Untuk memenuhi standar audit. Pada saat auditor melaksanakan berbagai pengujian audit. auditor harus mempertimbangkan yang berikut : factor resiko khusus yang berhubungan dengan pelaporan keuangan yang curang dan penyalahgunaan aktiva Semua informasi yang diperoleh mengenai perusahaan dan industrinya Respon pertanyaan auditor dari manajemen tentang pandangan mereka tentang resiko kecurangan serta tentang program dan pengendalian untuk membahasnya. Tida kondisi yang pada umumnya sering muncul saat salah saji yang disebabkan oleh kecurangan adalah Insentif atau tekanan Kesempatan Perilaku/ rasionalisasi Untuk menilai luas dimana ketiga kondisi kecurangan ini hadir. Hasil prosedur analitis yang diperoleh selama perencanaan menunjukan kemungkinan tidak jujur Pengetahuan yang diperoleh melalui hal seperti penerimaan klien dan keputusan retensi. Hubungan searah juga terjadi antara resiko akseptibilitas audit Pusat Pengembangan Bahan Ajar .UMB RATNA MAPPANYUKKI. Ak AUDITING 1 . maka audito dapat meresponnya dengan 3 (tiga) cara : 1. Msi.Mendapatkan Informasi untuk Menentukan Resiko Bawaan Auditor mulai menetapkan risiko bawaan selama tahap perencanan dan memutakhirkan penetapan disepanjang audit. Melakukan prosedur untuk mengarahkan resiko manajemen menguasai control Hubungan antar Resiko dengan Bukti Audit dan Faktor –faktor yang Mempengaruhi Resiko Ada hubungan yang searah antara bukti audit dengan resiko bawaan dan begitu pula dengan resiko pengendalian. auditor mengumpulkan informasi untuk menentukan luasnya keberadaan kondisi kecurangan. lebih penting bagi auditor untuk menilai resiko dan memberikan respon kepadanya daripada hanya mengidentifikasikan mereka sebagai resiko akseptibilitas audit. Saat salah saji akibat kecurangan teridentifikasi.

auditor harus melakukan pendekatan dengan dua langkah: Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Perjanjian akan ditelaah kembali lebih teliti daripada biasanya. sedang dan rendah. Kemudian auditor akan menimpulkan bahwa bukti audit yang cukup kompeten berhasil dikumpulkan untuk akun atau siklus tertentu. Sebagai tambahan untuk memodifikasi bukti audit. Dalam kondisi seperti ini. 2. Ada batasan utama dalam penerapan model resiko yaitu kesulitan pengukuran berbagai komponen model.UMB RATNA MAPPANYUKKI. Model resiko audit untuk mengevaluasi resiko audit dinyatakan sebagai berikut : ACAR= IR x CR x ACDR Dimana : ACAR : Achieved audit Risk. hasil audit dapat dinyatakan pula dalam sejumlah istilah dari versi evaluasi atas model resiko audit. Penggabungan ketiga jenis factor ini dilakukan secara subyektif untuk mencapai tingkat resiko audit yang dapat diterima yang rendah membutuhkan pertimbangan professional yang matang. sutau pengukuran resiko yang dilakukan oleh auditor dan menyatakan bahwa suatu akun dalam laporan keuangan mengandung salah saji yang material setelah auditor melakukan pengumpulan bukti audit. 1. Mengevaluasi Hasil Setelah auditor melakukan perencanaan penugasan dan mengumpulkan bukti audit. Perjanjian itu mungkin membutuhkan staff yang lebih berpengalaman 2. Tidak terjadinya kesullitan apapun pada saat auditor mengumpulkan bukti audit yang direncanakan serta menyimpulkan bahwa penilaian atas setiap resiko tersebut telah wajar atau lebih baik daripada pemikiran pertama kali. Ak AUDITING 1 .dengan resiko deteksi terencana. Merevisi Resiko-resiko dan Bukti Audit Perhatian yang cermat harus diberikan dalam melakukan revisi atas factor-faktor resiko ketika hasil audit yang secara actual diperoleh tidak sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya. SE. Mengurangi tingkat resiko inheren Mengurangi tingkat resiko pengendalian Mengurangi tingkat resiko deteksi yang tercapai dengan meningkatkan uji-uji yang substantive. ada dua cara lainnya dimana auditor bisa mengubah audit untuk merespon usaha misalnya : 1. IR : Inherent Risk ( resiko bawaan) CR : Control Risk ( resiko pengendalian) ACDR : Achieved detection Risk (resiko deteksi yang tercapai) Formula ini menunjukan bahwa terdapat tiga cara untuk mengurangi tingkat resiko audit yang tercapai hingga mencapai tingkat resiko yang dapat diterima. para auditor mempergnakan istilah –istilah pengukuran yang lebar dan subyektif seperti tinggi. 3. Untuk mengimbanginya. Msi.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar . tanpa mempergunakan model resiko audit.. New Jersey: Prentice Hall International. 2001. Msi.. 2. Mark S. tanpa menggunakan model resiko audit.UMB RATNA MAPPANYUKKI. Auditor harus merevisi penilaian awal tentang tingkat resikoyang tepat. Alvin A. Randal J. Audiotr harus mempertimbangkan pengaruh revisi tersebut tehadap kebutuhan akan bukti audit. Daftar pustaka Arens. Auditor harus melakukan evluasi dengan sangat hati-hati atas implikasi-implikasi yang akan diperoleh dari revisi resiko serta melakukan modifikasi bukti audit yang tepat. Beasly. Inc.1. Elder. Ak AUDITING 1 . Auditing and Assurance Services – An Integrated Approach 9th edt. SE.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful