Biografi Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq

Didalam silabus materi Sejarah Peradaban Islam, di semester I ini kami membahas makalah tentang Khulafaur Rasyidin, oleh karena itu di postingan kali ini akan saya coba uraikan Makalah Masa Kepemerintahan Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq. Berikut ulasan isi materi makalah Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq tersebut :Setelah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam wafat, kaum Muslimin mengadakan pertemuan di Saqifah bani Sa idah. Mereka membicarakan siapakah sepatutnya yang menggantikan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dalam memimpin kaum Muslimin dan mengurusi persoalan umat. Setelah diskusi, pembahasan, dan pengajuan sejumlah usulan, tercapailah kesepakatan bulat khalifah Rasulullah pertama setelah kematian beliau adalah orang yang pernah menjadi khalifah (pengganti) Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dalam mengimami kaum Muslimin pada saat beliau sakit. Itulah ash-Shiddiq sahabat beliau yang terbesar dan pendamping beliau di dalam gua, Abu Bakar Rodhiyallahu anhu. Ali Rodhiyallahu anhu tidak pernah menentang kesepakatan tersebut. Keterlambatan baiat Ali kepada Abu Bakar1 karena urusan yang berkaitan dengan perbedaan pendapat yang terjadi antara Abu Bakar Rodhiyallahu anhu dan Fathimah Rodhiyallahu anha mengenai masalah warisan Fathimah dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Hal-Hal Penting Yang Dilakukan Abu Bakar Selama Menjadi Khalifah : 1. memberangkatkan pasukan Usamah. Setelah resmi menjadi khalifah, Abu Bakar segera memberangkatkan pasukan Usamah. Pasukan itu tertahan setelah sampai di sebuah tempat dekat Madinah bernama Dzu Khasyab, tempat ketika Usamah mendapat berita tentang sakitnya Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam. Abu Bakar tidak mempedulikan pendapat-pendapat yang mendesak agar pasukan Usamah dibekukan mengingat tersebar luasnya kemurtadan di sebagian barisan. Sebagaimana juga beliau tidak memedulikan pendapat-pendapat yang menghendaki penggantian Usamah dengan orang lain.Abu Bakar ash-Shiddiq Rodhiyallahu anhu berangkat mengantarkan pasukan yang dipimpin Usamah dengan berjalan kaki. Ketika Usamah bermaksud turun dari kendaraannya agar dinaiki oleh Abu Bakar, ia berkata kepada Usamah, Demi Allah, engkau tidak perlu turun dan aku tidak usah naik. Selanjutnya Abu Bakar menyampaikan wasiat kepada pasukan untuk tidak berkhianat, tidak menipu, tidak melampaui batas, tidak mencincang musuh, tidak membunuh anak-anak atau wanita atau orang lanjut usia, tidak memotong kambing atau unta kecuali untuk dimakan. Di antara wasiat yang disampaikan Abu Bakar kepada mereka ialah; Jika kalian melewati suatu kaum yang secara khusus melakukan ibadah di biarabiara, biarkanlah mereka dan apa yang mereka sembah. Kemudian secara khusus, Abu Bakar berkata kepada Usamah, Jika engkau berkenan, kuusulkan agar engkau mengizinkan. Umar untuk tinggal bersamaku sehingga aku dapat meminta pandangannya dalam menghadapi persoalan kaum Muslimin. Usamah menjawab, Urusannya terpulang kepadamu. Usamah kemudian bergerak bersama pasukannya. Setiap kali melewati suatu kabilah yang para warganya banyak melakukan kemurtadan, Usamah berhasil mengembalikannya lagi (kepada Islam). Orang-orang murtad itu merasa gentar karena mereka yakin seandainya kaum Muslimin tidak dalam posisi yang amat kuat, niscaya mereka tidak akan keluar sekarang ini dan dengan pasukan seperti ini untuk menghadapi orang-orang Romawi.

3. mempersingkat keberadaan para utusan musuh tersebut di tengah-tengah mereka agar tidak mengetahui keadaan dan kondisi pasukan kaum Muslimin. memerintahkan mereka agar hadir. Abu Bakar memberikan gagasan dan memprakarsai penyerangan negeri-negeri Romawi. . Dalam khotbahnya.Abu Bakar Rodhiyallahu anhu menunjuk Abu Ubaidah Rodhiyallahu anhu untuk mengepalai amir pasukan. Demi Allah. Sementara itu. memberangkatkan pasukan Khalid bin Walid ke Irak bersama Mutsni bin Haritsah asy-Syaibani yang kemudian berhasil menaklukkan banyak negeri dan kembali dengan membawa kemenangan dan barang rampasan. 4. menghormati para utusan musuh yang datang kepada mereka. Mereka kemudian kembali dengan membawa kemenangan. Abu Bakar memerintahkan mereka agar berangkat ke Syam. Setelah para sahabat dikumpulkan dan dimintai pendapat mereka tentang gagasan ini. Mendengar jawaban ini. Sarungkanlah pedangmu dan senangkanlah kami dengan dirimu. tempat di mana ayahnya terbunuh. memberangkatkan pasukan untuk memerangi orang-orang yang murtad dan tidak mau membayar zakat. niscaya mereka tidak akan memiliki eksistensi sepeninggalanmu. Setiap kali seorang amir berangkat. selalu menjaga shalat berjamaah pada waktunya. dan pertolongan-insya Allah. keunggulan. Setelah berkumpul sejumlah komandan. tetapi Ali Rodhiyallahu anhu berkeras untuk mencegah seraya berkata. Wahai Khalifah Rasulullah. masing-masing pemegang panji diperintahkan untuk menuju ke suatu daerah. jika kaum Muslimin mengalami musibah karena kematianmu.3 Allah memberikan dukungan kepada kaum Muslimin dalam pertempuran ini sehingga berhasil menumpas kemurtadan. Pasukan ini dibaginya menjadi sepuluh panji. beliau melepasnya dan memberikan wasiat agar bertaqwa kepada Allah. 2. Abu Bakar lalu menoleh ke arah Ali seraya bertanya.Sesampainya di negeri (jajahan) Romawi. Bagaimana pendapatmu. kuingatkan kepadamu apa yang pernah dikatakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pada Perang Uhud. ia memobilisasi masyarakat untuk berangkat jihad. dan memaksa semua kabilah untuk membayar zakat. Abu Bakar kemudian mengumpulkan orang-orang dan menyampaikan khotbahnya kepada mereka. Aku melihat engkau senantiasa memperoleh keberkahan. memantapkan Islam di segenap penjuru Jazirah. Usamah beserta pasukannya menyerbu mereka hingga Allah memberikan kemenangan. Beliau juga menulis sejumlah surat pada para gubernurnya. Abu Bakar sendiri telah siap berangkat memimpin satu pasukan ke Dzil Qishshah. Beliau berpesan agar masing-masing orang memperbaiki dirinya sehingga Allah menjadikan orang lain berbuat baik kepadanya. akhirnya mereka menyetujuinya. wahai Abul Hasan? Ali Radhiyallahu anhu menjawab. Abu Bakar kemudian kembali dan menyerahkan panji tersebut kepada yang lain. Abu Bakar Radhiyallahu anhu merasa sangat gembira dan Allah pun melapangkan dadanya untuk melaksanakan gagasan tersebut. pasukan demi pasukan. menjaga persahabatan dengan baik.

meiainkan hanya karena aku berkeyakinan bahwa dia memiliki kecerdikan dalam berperang di tempat yang sangat kritis ini. Abu Bakar meminta pendapat sejumlah sahabat generasi pertama yang tergolong ahli syura. Sesungguhnya. Berita ini oleh Khalid dirahasiakan agar tidak terjadi keguncangan di kalangan barisan kaum Muslimin. Khalid bin Walid menulis surat yang isinya. tanggal 23 Jumadil Akhir pada usia 63 tahun. dan 3 hari. Ketika Abu Ubaidah menerima berita tersebut. aku tidak pernah meminta hal tersebut dan aku tidak menginginkannya. Abu Bakar juga memerintahkan agar memimpin pasukan di Syam setibanya di negeri tersebut. Semoga Allah melimpahkan keberkahan atas keputusan Khalifah Rasulullah dan mendukung apa yang dilakukan oleh Khalid. ia juga merahasiakannya karena pertimbangan yang sama. kami tidak akan menolak (perintah) mu.Setelah kaum Muslimin berangkat menuju negeri-negeri Romawi dan tiba di Yarmuk.Wasiatnya Tentang Khalifah Umar Menjelang wafatnya. tidak akan menentangmu. Sesungguhnya. Amma ba du. Setelah membaca surat Khalid bin Walid. Semoga Allah menghendaki kebaikan bagi kami dan kamu. Kepada Abu Ubaidah. Abu Bakar Rodhiyallahu anhu telah menulis surat kepada Abu Ubaidah yang isinya menyatakan. Khalid bin Walid mendapat surat yang memberitahukan bahwa Abu Bakar telah wafat dan digantikan oleh Umar Rodhiyallahu anhu. Dengar dan taatilah dia! Wahai saudaraku. mereka mengirim berita kepada Abu Bakar bahwa pasukan Romawi berjumlah sangat besar. Mereka seluruhnya sepakat untuk mewasiatkan khalifah sesudahnya kepada Umar ibnul Khaththab Rodhiyallahu anhu. Wassalam . Baru saja aku menerima surat dari Khalifah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Tetaplah engkau pada posisimu sebagaimana sediakala. sebagaimana jumlah mereka yang ditawan. Abu Ubaidah berkata. janganlah engkau menentangnya. Masa khalifahnya 2 tahun. Orang-orang Romawi yang terbunuh tidak terhitung banyaknya. Akhirnya terjadilah beberapa kali pertempuran sengit antara kaum Muslimin dan orang-orang Romawi yang akhirnya dimenangkan oleh kaum Muslimin. dan tidak akan memutuskan perkara tanpa kehadiran dirimu . malam Selasa. la dikubur di rumah Aisyah Rodhiyallahu anha di samping kubur Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam. Abu Bakar kemudian menulis surat kepada Khalid bin Walid di Irak. aku telah mengangkat Khalid untuk memerangi musuh di Syam. Amma ba du. Abu Bakar Wafat Abu Bakar wafat pada tahun ke-13 Hijriah. sesungguhnya aku mengutusnya kepadamu bukan karena dia lebih baik darimu. Khalid bin Walid kemudian berangkat dan bergabung dengan kaum Muslimin di Syam. .Di tengah berkecamuknya pertempuran ini. memerintahkan agar berangkat menuju Syam dengan membawa separuh pasukan yang bertugas di Irak untuk membantu pasukan Abu Ubaidah dan menunjuk Mutsni bin Haritsah sebagai gantinya untuk memimpin separuh pasukan yang ada di Irak. Surat itu juga menyatakan pemecatan Khalid bin Walid sebagai komandan pasukan dan diganti (kembali) oleh Abu Ubaidah. Beliau memerintahkan aku agar bergerak menuju Syam dan memimpin pasukannya. Sebelumnya. 3 bulan. aku memohon kepada Allah agar melimpahkan keamanan kepada diriku dan dirimu pada saat menghadapi ketakutan dan memberikan perlindungan di dunia dari segala keburukan. Kepada Khalid bin Walid. Karena itu. Demi Allah.

Kaum Muslimin belum mendapatkan kesepakatan tentang siapa yang akan menggantikan Abu Bakar dalam masa yang singkat tersebut. Berikut ini adalah wasiat Abu Bakar. ia mengajak mereka-ketika sakitnya semakin berat. Abu Bakar mulai meminta pendapat dari para tokoh sahabat masing-masing secara terpisah. Ibnu Jauzi. Sesungguhnya. Barangkali ada baiknya kami kemukakan penjelasan tentang rincian hal tersebut. Ketika dia menyimpang dan berubah. Kami mendengar. Surat Wasiat (Kitabul µAhdi) Kepada Umar Setelah mengetahui kesepakatan semua orang atas penunjukan Umar sebagai pengganti. aku telah mengangkat Umar ibnul Khaththab untuk memimpin kalian. itulah yang kuketahui tentang dia dan pendapatku tentang dirinya. Mereka semua lalu menjawab. Kami dengar dan kami taat. Surat wasiat ini lalu dibawa keluar oleh Utsman . Khalifah Rasulullah.agar mencari seorang khalifah bagi mereka sepeninggalnya.Aqdi di kalangan kaum Muslimin. Jika dia bersabar dan berlaku adil. Juga setelah kaum Muslimin bersepakat sepeninggalnya atas kebenaran tindakan Abu Bakar dan keabsahan proses penggantian (suksesi) tersebut. Orang-orang yang zhalim akan mengetahui apa nasib yang akan ditemuinya. Ath-Thabari. Demikianlah dalil dari ijma (kesepakatan) atas terlaksananya imamah melalui istikhlaf (penunjukan orang tertentu) dan ahd (wasiat) dengan memperhatikan syarat-syarat yang syar i dan mu tabarah. pengangkatan Abu Bakar terhadap Umar tersebut belum bisa dilaksanakan dan dikukuhkan kecuali setelah ia berkhotbah di hadapan para sahabat dan meminta kepada mereka untuk mendengar dan menaati Umar. sebenarnya hal tersebut didasarkan kepada syura Ahlul Halli Wal. Ketika Abu Bakar Rodhiyallahu anhu mengetahui kesepakatan mereka tentang kelayakan dan keutamaan Umar Rodhiyallahu anhu. Mereka semua menjawab.Aqdi sebab Abu Bakar tidak meminta kepada mereka agar menunjuk Umar kecuali telah meminta pendapat para tokoh sahabat yang kemudian secara bulat menyepakati dan merekomendasikan Umar. di mana orang kafir akan beriman dan orang fajir akan yakin. ia pun keluar menemui orang banyak seraya memberitahukan bahwa ia telah mengerahkan segenap usaha untuk memilih siapakah orang yang paling layak dan tepat menggantikannya.Dengan demikian. Terserah kepada pendapatmu saja. Saat itulah. dan Ibnu Katsir menyebutkan bahwa Abu Bakar Rodhiyallahu anhu khawatir kaum Muslimin berselisih pendapat sepeninggal beliau kemudian tidak memperoleh kata sepakat. Sekalipun demikian. Kebaikanlah yang aku inginkan bagi setiap apa yang telah diupayakan. Kepada khalayak. Abu Bakar Radhiyallahu anhu meminta agar mereka menunjuk Umar Rodhiyallahu anhu sebagai khalifah sepeninggalnya. kami taat. aku tidak mengetahui hal yang ghaib. Karenanya. pada akhir kehidupannya di dunia dan awal kehidupannya di akhirat. Abu Bakar memanggil Utsman bin Affan dan membacakan surat berikut ini kepadanya. Jika kita perhatikan secara saksama. Abu Bakar menstempelnya. Abu Bakar merupakan orang yang pertama mewasiatkan khalifah sepeninggalnya kepada orang yang sudah ditunjuk dan mengangkat khalifah berdasarkan wasiat tersebut. Bismillahirrahmanirrahim. Atas dasar apa Umar menjadi khalifah? Mungkin ada yang menyangka bahwa cara pengangkatan khalifah tersebut sama dengan pemilihan calon tunggal dan jauh dari suara yang seharusnya dilakukan oleh Ahlul Halli wal. Mereka kemudian mengembalikan masalah tersebut kepada Abu Bakar seraya berkata.

sehingga ketika menyaksikan praktik-praktik yang sebenarnya. bebas. dalam rangka memusyawarahkan pemilihan khalifah. Jalan untuk mencapai kebenaran tentang setiap masalah yang didiamkan oleh Pembuat syariat ialah dengan mengemukakan berbagai pandangan dan membahas semuanya dengan objektif. Khilafah Abu Bakar Radhiyallahu anhu berlangsung melalui syura. dengan serta merta mereka menuduhnya (karena bodoh atau pura-pura bodoh) sebagai perpecahan dan pertentangan. Musibah yang dihadapi kaum Muslimin saat itu sangat besar dan persoalannya pun sangat pelik. Hal ini menjadi bukti nyata atas kecintaan Ali Radhiyallahu anhu yang sangat mendalam terhadap Abu Bakar. niscaya hal tersebut merupakan syura palsu dan kesepakatan yang dipaksakan dari luar. perbedaan pendapat yang terjadi di Saqifah bani Sa idah antar para tokoh sahabat. merupakan hal lumrah yang menjadi tuntutan pembahasan suatu permasalahan.Pertama. Sebagaimana hal ini juga menunjukkan tingkat kerja sama dan keikhlasan antara keduanya. Seandainya para sahabat tidak menemukan satu pilihan (calon tunggal) yang ditawarkan untuk divoting kemudian disepakati.Aqdi dari kalangan sahabat termasuk di dalamnya Ali Radhiyallahu anhu ikut serta dalam pengambilan keputusan ini.untuk dibacakan kepada khalayak ramai. selama menyangkut masalah yang tidak dinyatakan secara tegas dan gamblang oleh nash. Sungguh aneh perilaku orang-orang yang menuntut syura dalam Islam dan menuduhnya dictatorship. Merupakan bukti nyata pula bahwa Ali telah sepenuhnya menerima Khalifah Abu Bakar dan kelayakannya untuk memimpin kaum Muslimin. di antaranya. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada satu pun nash al-Qur an atau Sunnah yang menegaskan hak khalifah kepada seseorang sepeninggal Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Seandainya ada nash yang menegaskannya. Bagaimana kiranya konsepsi dan bentuk syura dalam benak mereka? Bagaimanakah seharusnya syura itu dipraktikkan? Ketiga. Kedua. Peristiwa ini berlangsung pada bulan Jumadil Akhir tahun ke-13 Hijriah. Ali mengkhawatirkan kaum Muslimin jika beliau terbunuh. . Nasihat Ali Radhiyallahu anhu kepada Abu Bakar Radhiyallahu anhu agar tidak ikut terjun memerangi kaum murtad. Mereka pun membaiat Umar ibnul Khaththab. Adapun pendapat yang dikatakan orang tentang keterlamban Ali dalam membaiat Abu Bakar dan betapapun perbedaan tentang seberapa lama keterlambatan pembaitan tersebut. dan jujur. Semua Ahlul Halli wal. Beberapa µIbrah Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa Khalifah Abu Bakar Rodhiyallahu anhu tersebut menunjukkan sejumlah hal dan prinsip. yang jelas bahwa hal tersebut tidak bertentangan dengan hakikat ini dan tidak pula merusaknya. Hal ini bahkan menjadi bukti nyata atas perlindungan Pembuat syariat (Allah) terhadap beraneka pendapat dan pandangan dari segala bentuk pelarangan dan pembatasan. niscaya tidak akan ada syura untuk menentukannya dan para sahabat tidak akan berani melangkahi apa yang ditegaskan oleh nash tersebut.

Siapa pun di antara kita hampir tidak dapat membayangkan bahwa di kalangan sahabat ada orang yang lebih patut dari Abu Bakar untuk menghentikan badai (kemurtadan) tersebut dan mengembalikannya ke pangkuan Islam. Keterlambatan ini bukan karena kedengkian atau ketidaksetujuan yang disembunyikan oleh Ali terhadapAbu Bakar. Umar yang terkenal tegar dan kuat di kalangan para sahabat itu menjadi lemah tekadnya dan surut ketegarannya menghadapi badai ini. Yakni. bahwa khilafah Umar berlangsung berdasarkan masyurah dhimniyah (syura tidak langsung/implisit) yang termasuk ke dalam kesepakatan sahabat dalam menyetujui orang yang dipilih Abu Bakar untuk mereka. 6/301 2) Ringkasan dari al-Bidayah wan-Nihayah.Seperti diketahui bahwa keterlambatan baiat Ali hanyalah karena pertimbangan sambung rasa musayarah atau mujamalah (basa-basi) terhadap perasaan Fathimah Radhiyallahu anha yang begitu yakin dengan ijtihadnya bahwa dirinya berhak mewarisi dari ayahnnya. kita mengetahui. Ibnul jauzi hlm. Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam. Jadi. 3/343. dan Tarikhul Khulafa . 3/428 dan Sirah Umar ibnul Khaththab. Ibnu Katsir. mungkin ada yang mengira bahwa semata-mata wasiat ( ahd) dan penunjukan ganti (istikhlaf) dapat dinilai sebagai salah satu cara pengukuhan imamah dan pemerintahan. dengan dalil tindakan Abu Bakar yang telah mewasiatkan khalifah kepada Umar. Ibnu Katsir. tetapi kaum Muslimin tidak meridhainya. Ibnu Katsir.36 6) Al-Bidayah wan-Nihayah. 1) Lihat al-Bidayah wan-Nihayah. 67. Mungkinkah orang yang menyimpan kebencian kepada seseorang akan dapat menampilkan sikap yang penuh dengan rasa cinta. . wasiat tersebut tidak ada nilainya. permasalahan yang sebenarnya tidaklah demikian. Dari sini. Adakah orang yang telah menyaksikan hikmah Ilahi yang mengagumkan ini masih ingin mengecam sejarah dan para pelakunya? Kelima. 5) Lihat Tarikh Thabari. al-Bidayah wan-Nihayah. setiap Muslim yang merenungkan sikap yang diambil oleh Abu Bakar Radhiyallahu anhu terhadap kabilah-kabilah yang murtad dan tekad yang begitu kuat untuk memerangi kabilahkabilah tersebut sehingga berhasil meyakinkan semua sahabat yang pada mulanya tidak bersedia melakukannya. 4) Ringkasan dari Thabari. 3) Diriwayatkan oleh Ibnu Katsir di dalam al-Bidayah wan-Nihayah dari hadits Abdullah bin Umar dan Aisyah. as Suyuti. kerja sama dan ghirah ini? Keempat. 6/343. sebagaimana setiap anak wanita mewarisi dari bapaknya. Akan tetapi. ditetapkannya imamah hanyalah dengan keridhaan tersebut. seandainya Abu Bakar mewasiatkan khalifah kepada Umar. 7/18. Pengukuhan imamah tidak dapat diakui sah kecuali setelah mengemukakan kepada kaum Muslimin kemudian pernyataan ridha dari kaum Muslimin terhadap imamah yang telah diwasiatkan tersebut. 6/304 dan sesudahnya. niscaya akan meyakini adanya hikmah Allah yang telah mengangkat orang yang sesuai dan untuk menghadapi tugas yang sesuai pula. him. sebagaimana telah kami sebutkan terdahulu.

dan bukan kekuasaan yang bersifat otokratis. Rasul SAW sangat menyayanginya sehingga seringkali untuk menggantikan Rasul menjadi imam shalat. Jika aku bertindak dengan hukum Allah dan Rasul-Nya. Sikap Umar tersebut pun diikuti oleh Abu Ubadiyah dari Anshar beserta tokoh-tokohnya yang hadir. Pemurtadan saat itu juga terjadi dimana-mana dan menimbulkan kekacauan. Kedekatan abu Bakar dengan Rasul dalam perjuangan Islam ibarat Rasul dengan bayangannya. Ia selalu berbuat yanbg terbaik untuk menolong fakir miskin. Sampai akhir hayatnya. memerangi orang-orang yang membangkang tidak mau membayar zakat. Sepeninggal Rasulullah SAW. Abu Bakar menghadapi berbagai permasalahan. Mereka menyatakan kerelaannya membaiat Abu Bakar sebagai khalifah. taatilah aku. Abu Bakar adalah sahabat yang terpercaya dan dikagumi oleh Rasulullah SAW. Seorang khlaifah wajib menjalankan pemerintahan sesuai dengan ajaran Islam dan mempertanggungjawabkan segala kebijaksanaannya kepada rakyatnya. ia adalah sosok pribadi yang terkenal jujur. Dan terdapatlah golongan Muhajirin dan Anshar berusaha memilih penerus dan penggantinya sambil masing-masing memunculkan tokohnya ± meski pada akhirnya kedua tokoh dari masing-masing golongan yang mengusulkan tersebut menolak sambil berkata ³Tidak. Saat Rasul hijrah ke Madinah. Menyampaikan kebenaran kepada seseorang yang terpilih sebagai penguasa adalah kesetiaan yang sebenar-benarnya. dan suka beramal.KESIMPULAN Abu Bakar lahir tahun 573 M dari sebuah keluarga terhormat di Mekkah dua tahun satu bulan setelah kelahiran Rasul Muhammad SAW. sedang menyembunyikan kebenaran adalah suatu kemunafikan. Rasulullah Muhammad SAW tidak menunjuk seseorang sebagai khalifah. Orang yang kuat maupun orang yang lemah adalah sama kedudukannya dan saya akan memperlakukan kalian semua secara adil. memang . Umar dari golongan Muhajirin mengangkat tangan abu Bakar seraya menyampaikan sumpah setia kepadanya dan membaiatnya sebagai khalifah. Dalam pidato pelantikannya Abu Bakar berkata ³Saya. Nama aslinya Abdullah Ibn Abu Kuhafah. penyayang. Oleh karena itu saya sangat menghargai dan mengharapkan saran dan pertolongan kalian semua. sehingga ketika beliau meninggal dunia masyarakat muslim dalam kebingungan. Semenjak kanak-kanak. Abu Bakar menyertainya. lalu ia mendapat gelar Ash Shiddiq setelah masuk Islam. kami tidak mempunyai kelebihan dari kamu sekalian dalam urusan ini.´ Dalam situasi yang semakin kritis.´ Pidato tersebut berisi prinsip-prinsip kekuatan demokratis. Seluruh kehidupannya dicurahkan untuk perjuangan suci membela dakwah Rasul. Semenjak diangkat sebagai Khalifah. tulus. sehingga masyarakat Mekkah menaruh hormat kepadanya. bukanlah yang terbaik diantara kamu sekalian. tetapi jika aku mengabaikan ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Program pertama yang dicanangkan Abu Bakar setelah ia menjadi khalifah. adalah meredam pemberontakan. ia lah yang ditunjuk. tidaklah layak kalian mentaatiku. Ia pemuda yang pertama kali menerima seruan Rasul tanpa banyak pertimbangan.

antara lain Musallamah Al Kadzdzab. Bahkan lebih tragis lagi.II/JULI 2001] . Ia dimakamkan dekat makan Rasulullah SAW. Mereka berasa berhak berbuat sekehendak hati. antara lain ke Irak yang ketika itu termasuk wilayah jajahan kerajaan Parsi dan ke Syam yang dibawah jajahan Romawi. Setelah memerintah selama dua tahun. Abu Bakar juga berhasil memperluas daerah dakwah Islamiyah. Semasa pemerintahannya. Tulaiha Al Asadi.banyak umat Islam yang kembali memeluk agamanya semula. Pasukan Amer bin Ash ditugaskan di Qudla¶ah. Suwaid bin Muqrim ditugaskan ke Yaman dan Khalid bin Said ditugaskan ke Syam. dalam usia 63 tahun. diantaranya Pasukan Khalid bin Walid yang ditugaskan menundukkan Tulaiha Al Asadi. Abu Bakar mengirim sebelas pasukan perang ke sebelas daerah tujuan. Program Abu Bakar selanjutnya memproyekkan pengumpulan dan penulisan ayat-ayat Al Qur¶an. Program ini dicanangkan atas usulan Umar bin Khattab. Abu Bakar berpulang ke Rahmatullah pada tanggal 23 Jumadil Akhir 13 H. muncul orang-orang yang mengaku Rasul. [Tabloid MQ EDISI 3/TH. sedangkan pelaksananya dipercayakan kepada Zaid bin Tsabit. dan Al Aswad Al Ansi. Untuk meluruskan akidah orang-orang murtad tersebut. Ketaatannya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya serta budi luhurnya terkenal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful