TUGAS MANAJEMEN K3

:

DISUSUN OLEH :
NAMA STAMBUK PRODI JURUSAN : ANDI ELFINA WAHYUNI RASYID : D12109285 : TEKNIK LINGKUNGAN : TEKNIK SIPIL

UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS TEKNIK MAKASSAR 2011 / 2012

Identifikasi potensi bahaya dilakukan pada saat proses berjalan normal. yaitu : 1. Penilaian Resiko dan Pengendalian Resiko (HIRARC)  Organisasi harus menetapkan dan memelihara prosedur HIRARC  HIRARC sebagai dasar sasaran K3  Informasi HIRARC harus selalu terdokumentasi dan terkini  Metodologi HIRARC  Mengidentifikasi seluruh proses/area yang ada dalam organisasi. emergency maupun dalam keadaan maintenance.  Mengidentifikasi sebanyak mungkin µPotensi Bahaya¶ (aspek bahaya) pada setiap proses/area yang telah diidentifikasi sebelumnya. . Penggunaan check list. abnormal. Perencanaan Identifikasi Bahaya.MERENCANAKAN K3 Cara merencanakan K3.  Identifikasi Bahaya Identifikasi Potensi Bahaya (aspek bahaya) dapat menggunakan alat sebagai berikut : y y y y Pendekatan data/dokumen masa lalu.  Mengidentifikasi sebanyak mungkin µTingkat Resiko Bahaya¶ (dampak bahaya) yang berkaitan dengan setiap aspek yang diidentifikasi.  Mengevaluasi besar kecilnya tingkat resiko bahaya untuk menentukan prioritas pengendalian terhadap resiko yang mungkin terjadi. Pendekatan sistem proses kerja ( input proses output). Penggunaan hasil audit.

 L (Low Risk) : Pemantauan untuk memastikan tindakan pengendalian telah berjalan dengan baik. adalah variabel yang merefleksikan seberapa sering suatu dampak terjadi dan berapa besar peluang terjadinya. aspek legal menjadi point tertinggi dalam penilaian aspek keparahan. K E M U N G K I N A N 5 4 3 2 1 ( 5 ) H M L L ( 10 ) H ( 15 ) E ( 20 ) E E E ( 25 ) E E E E ( 4 ) ( 8 ) ( 6 ) H M L L ( 12 ) ( 9 ) H ( 16 ) ( 12 ) ( 20 ) ( 15 ) ( 3 ) H ( 2 ) ( 1 ) ( 4 ) ( 2 ) ( 6 ) ( 3 ) M M ( 8 ) ( 4 ) H H ( 10 ) ( 5 ) N H SCALE 1 2 3 4 5 KESERIUSAN ( SEVERITY ) Tingkat Bahaya (Risk Level) Kategori tingkat resiko :  N (Negligible) : Tidak memerlukan tindakan khusus. zat atau proses dengan yang tidak/kurang berdampak K3). . Penilaian Resiko Penilaian Tingkat Resiko (dampak bahaya) adalah penentuan besar kecilnya dampak dengan menganalisa berbagai dokumen dan informasi yang tersedia baik berupa data primer/sekunder. Konsekwensi (Tingkat Keparahan) mempresentasikan besarnya dampak kerugian yang dialami akibat terjadinya resiko. yaitu : y Eliminasi (memodifikasi proses. Dalam proses ini ada 2 variabel yang dianalisa. metode/materi untuk menghilangkan dampak K3).  H (High Risk) : Perlu mendapatkan perhatian pihak Manajemen dan tindakan perbaikan  E (Extreme) : Perlu segera dilakukan tindakan perbaikan  Pengendalian Resiko Cara mengendalikan resiko (hirarki pengendalian).  M (Moderate) : Perlu perhatian dan tambahan Prosedur/WI. y Subsitusi (mengganti materi. yaitu : Kemungkinan (Tingkat Keseringan).

2. y Administrasi (menyesuaikan waktu dan kondisi dengan proses administrasi. Program Manajemen K3  Organisasi harus menetapkan dan memelihara program manajemen untuk mencapai tujuan/sasaran K3  Program manajemen K3 ini harus di tinjau ulang secara berkala dan terencana. APD ini digunakan sebagai upaya terakhir mengendalikan dampak). pelayanan.  Tujuan/sasaran K3 harus konsisten dengan Kebijakan K3 termasuk komitmen untuk peningkatan secara berkelanjutan.  Dikomunikasikan ke seluruh tenaga kerja dan pihak yang berkepentingan. 4. Tujuan dan Sasaran  Organisasi harus menetapkan dan memelihara tujuan/sasaran K3 yang terdokumentasi di setiap fungsi yang relevan dalam organisasi.  Ditinjauan ulang. misalnya dengan membuatkan standart operation procedure atau working instruction). 3. y Alat Pelindung Diri (menyediakan alat pelindung diri yang sesuai dan memadai bagi semua karyawan guna menghindari keparahan dari dampak K3 yang mungkin terjadi. . produk.  Organisasi harus menjaga informasi yang terkini.  Program manajemen akan dilakukan penyesuaian apabila terdapat perubahan aktivitas.y Rekayasa (menyingkirkan atau memisahkan dampak K3 yang mungkin terjadi dengan cara memberikan perlindungan. atau kondisi operasi dalam organisasi. menyimpan di sesuatu tempat pada ruang atau waktu terpisah). Persyaratan Perundang-Undangan dan Persyaratan Lainnya  Organisasi harus menetapkan prosedur untuk mengidentifikasi dan mengakses persyaratan hukum dan lainnya yang berlaku.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful