3.

PROTEIN
Protein merupakan salah satu kelompok bahan makronutrien yang tersusun dari unsur unsur C, H, O dan N. Peneraan jumlah protein dalam bahan makanan umumnya dilakukan dengan menentukan jumlah Nitrogen ( N ) yang dikandung oleh suatu bahan. Apabila jumlah unsur N dalam bahan telah diketahui maka jumlah protein dapat diperhitungkan dengan : jumlah N x 6,25 . Untuk campuran senyawa-senyawa protein atau yang belum diketahui komposisi unsur-unsur penyusunnya secara pasti, maka faktor perkalian= faktor konversi Nitrogen ke protein ( f ) 6,25 inilah yang dipakai. Sedangkan untuk protein-protein tertentu yang telah diketahui komposisinya dengan lebih tepat maka faktor perkalian yang lebih tepat yang dipakai (lihat tabel 1 ). Tabel 1. Konversi kadar N menjadi kadar protein berbagai macam bahan No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Bahan Bir, sirup, biji-bijian, ragi, makanan ternak, buah-buahan, teh, malt, anggur. Beras Roti, gandum, makaroni, bakmi Kacang Tanah Kedelai Kenari Susu kental manis f 6,25 5,95 5,70 5,46 5,75 5,18 6,38

Alat dan bahan : labu destruksi (labu Kjeldahl) Destilator gelas ukur pemanas listrik buret, labu erlenmeyer C a r a / metode KJELDAHL: katalis campuran H2SO4 pekat larutan asam borat 4 %, Na tiosulfat larutan H Cl 0,02 N

Setelah labu Kjeldahl beserta cairannya menjadi dingin pindahkan larutan ke dalam labu DISTILASI dan encerkan dengan 20 – 60 ml aquadest. Kalau pada waktu distilasi. Kemudian lakukan DESTRUKSI dalam almari asam. kemudian ditambah pelan-pelan melalui dinding 15 ml larutan NaOH pekat dan segera hubungkan dengan distilator. lakukan distilasi  BASA Distilat ( NH3 dan air ) ditampung dengan erlenmeyer berisi 5 – 10 ml asam Distilasi dihentikan bila semua nitrogen dari cairan sudah tertangkap oleh borat 4 % dan 2 tetes indikator mix (bcg + mr). Biarkan sampai jernih kehijauan. pemanasan diakhiri setelah cairan menjadi jernih berwarna kuning kehijauan. Tambahkan beberapa butir Zink granuler.1 N.1 N indicator pp Kjeldahl  utk N total .K) x N NaOH x 0.7 g katalis campuran dan 5 ml H2SO4 pekat.014 x f % Protein = -------------------------------------------J (mgr) x 100 % ml).L) x N HCl x 0. penampungnya adalah HCl 0.02 N (K Bandingkan dengan titrasi blanko ( L ) Perhitungan : ( K. maka titrannya Perhitungan : ( L. . Labu Erlenmeyer berisi distilat diambil dan diTITRASI dengan HCl 0. asam borat yang ada dalam erlenmeyer penampung ( distilat yang keluar tak bersifat basis lagi ). tambahkan 0. mula-mula dengan api kecil dan setelah asap hilang api dibesarkan. shg senyawa N yg bukan protein akan terdeteksi.014 x f % Protein = -------------------------------------------J (mgr) x 100 % adalah NaOH 0.3 g ( J ) bahan yang telah ditumbuk halus dan masukkan ke dalam labu Kjeldahl.- Timbang dengan teliti 0. Perubahan warna menunjukkan akhir titrasi. Dibuat pula perlakuan blanko yaitu seperti perlakuan di atas tanpa contoh.

sehingga konsentrasi perlu diperhitungkan dengan pengecerannya.0 0.8 0.7 0. Penentuan Kadar Protein.0 ml H2O 1. Tambahkan kemudian 1 ml Reagen Lowry A.4 0.5 0.6 0.2 0 Ug protein/ml 0 30 60 90 120 150 180 210 240 300 - - Tambahkan ke dalam masing-masing tabung 8 ml Ragen Lowry B (Lampiran 52) dan biarkan paling sedikit 10 menit.8 1. Ingat : jumlah larutan dalam tabung 10 ml.3 0. Cara Lowry (Spektrofotometer) Untuk menentukan kadar protein terlarut secara cepat (misalnya untuk uji enzimologis) dapat digunakan metode Lowry ini.7 0. gojog dan biarkan 20 menit. A.9 0. Penyiapan kurva standar larutan protein Siapkan larutan protein (misalnya Bovine Serum Albumin (BSA).Lowry  protein terLARUT. kasein murni dan lain-lain). Sektar 300 μ g/ml (ukur dengan tepat).4 0.1 0. Bacalah OD (absorbance) pada panjang gelombang 600 nm dengan spektrofotometer Buatlah kurva standar pada kertas grafik yang menunjukkan hubungan antara OD (pada ordinat) dan konsentrasi (pada absis). Siapkan larutan protein tersebut dalam tabung reaksi sehingga kadarnya bertingkat dari 30 – 300 μ. shg protein yg tidak larut tidak terdeteksi. tergantung jenis pelarutnya.2 0. . Pengeceran tersebut misalnya dapat dilakukan sebagai berikut : Tabung 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ml. larutan 300 μ g protein/mL 0 0. albumin serum darah sapi.5 0.3 0.6 0.

000 rpm selama 10 menit. - Penyiapan sampel Larutan protein sampel (contoh. Keunikan protein dibandingkan senyawa makronutrien yang lain adalah memiliki unsur N. Jangan lupa memperhitungkan pengeceran sampel yang telah dilakukan. misalnya sampai 10 ml. S dan P. Cu.0. Pisahkan supernatannya. Dasar perhitungan penentuan protein total ini adalah apabila protein murni . Analisis Kadar Protein Terlarut A. Presipitat yang merupakan protein kemudian perlu dilarutkan kembali dengan bufer (dapar) asam asetat (lihat Lampiran B : Larutan Bufer) pH 5.B. Konsentrasi protein diukur berdasarkan optikal density pada panjang gelombang 600nm (OD terpilih). Kemudian ambil volume tertentu dari larutan protein sampel dan lakukan prosedur seperti pada A mulai dengan penambahan Reagen Lowry B dan seterusnya Bacalah kadar protein dai OD yang didapat dari larutan sampel dengan menggunakan kurva standar di atas. Fe. Keunikan inilah yang dijadikan dasar pengukuran kadar protein total dalam suatu bahan. Biasanya digunakan protein standar Bovine Serum Albumin (BSA) atau albumin Serum Darah Sapi. B. lebih dahulu dibuat kurva standar yang melukiskan hubungan antara konsentrasi dengan OD. Analisis Kadar Protein Total Analisis kadar protein total ini didasarkan pada pengukuran kandungan unsur N dalam bahan. - - - Protein merupakan senyawa nutrien bermolekul besar (makronutrien) yang tersusun dari unsur-unsur C. O. N. albumin dan lain-lain endapkan terlebih dahulu dengan amonium sulfat kristal (jumlahnya tergantung dari jenis proteinnya. cuplikan) yang terlarut misalnya enzim. Untuk mengetahui banyaknya protein dalam larutan. Protein dengan asam fosfotungsat-fosfomolibdat pada suasana alkalis akan memberikan warna biru yang intensitasnya bergantung pada konsentrasi protein yang ditera. H. Metode Lowry (Spektrofotometri) Metode ini merupakan metode untuk penentuan protein terlarut secara cepat. kalau perlu sampai mendekati kejenuhan amonium – sulfat dalam larutan) Pisahkan protein yang mengendap dengan sentrifus 11. Analisis kadar protein dalam bahan maupun olahan hasil pertanian meliputi analisis kadar protein total yang didasarkan pada penentuan jumlah unsur N dan analisis kadar protein terlarut.

Kacang tanah 5. sentrifuse. Kedelai 6. 0. Siapkan 10 tabung reaksi. teh. Alat dan bahan: ♦ Tabung reaksi ♦ Pipet ukur 1 ml dan 10 ml ♦ Erlenmeyer ♦ Blender ♦ Kertas saring ♦ Corong ♦ Sentrifuge ♦ Spektrofotometer ♦ Lart lowry A: larutan folin ciocalteau dan aquadest (1:1) ♦ Lart lowry B: Campurkan 100 ml larutan 2% Na2CO3 dalam NaOH 1N dengan 1 ml CuSO4. sirup. Untuk campuran senyawa-senyawa protein atau yang belum diketahui komposisi unsur-unsur penyusunnya secara pasti. 0. 0. Kenari 7.25 inilah yang dipakai. 0.dianalisis maka terdapat nitrogen (N) sebesar 16 – 18%.70 5. anggur. Tambahkan aquadest sampai volume 1 ml.4. Tabel 1. malt. Hancurkan 5-10 gr sampel padat dengan blender dan penambahan air.3. 0. Bir. macaroni. Sedangkan untuk protein-protein tertentu yang telah diketahui prosentase N penyusun protein bahan tersebut. Supernatan didekantasi. Roti.5. saring. isi mesing masing dengan 0. ♦ Lart standar BSA atau kasein 300 µg/ml Cara Kerja: Preparasi sampel: 1. ragi.9 dan 1 ml larutan standar. 0. 0.36 5.18 6.6. 0.2. Pembuatan kurva standar: 1. Faktor konversi kadar N menjadi kadar protein berbagai macam bahan Macam Bahan 1.75 5.95 5. mie 4. gandum. dan umumnya protein alamiah kadar nitrogennya 16%. Gelatin Faktor Pengali 6. sehuingga kadar protein = jumlah N x 100/16 = Jumlah N x 6. Beras 3.25 5. biji-bijian. 5H2O 1% dan 1 ml Na-K-tartrat 2%. maka faktor pengali (f) 6.1.55 Penentuan Kadar Protein Terlarut dengan Metode Lowry Prinsip: Reaksi antara Cu2+ dengan ikatan peptida dan reduksi asam fosfomolibdat dan asam fosfotungstat oleh tirosin dan triftofan akan menghasilkan warna biru. faktor pengalinya seperti pada tabel berikut.25.7.46 5. 0. buah-buahan. .8. Susu Kental manis 8. makanan ternak 2.

Timbang dengan teliti 0. lakukan prosedur yang sama dengan pembuatan kurva standar mulai dari no 2. Tambahkan beberapa butir Zink granuler.02N. 5. Tambahkan 1 ml larutan lowry B . 2. Perubahan warna menunjukkan akhir titrasi. Nitrogen dalam larutan ditentukan dengan titrasi menggunakan HCl 0. Dibuat pula perlakuan blanko yaitu seperti perlakuan di atas tanpa contoh.02 N ( K ml). mula-mula dengan api kecil dan setelah asap hilang api dibesarkan. Penentuan Kadar Protein Total dengan Metode Kjeldahl Prinsip: Oksidasi bahan-bahan berkarbon dan konversi nitrogen menjadi amonia. Tambahkan pada masing-masing tabung 8 ml larutan lowry A. biarkan 10 menit. Labu Erlenmeyer berisi distilat diambil dan dititrasi dengan HCL 0. Bandingkan dengan titrasi blanko (L) Perhitungan : . Distilat (NH3 dan air ) ditampung dengan erlenmeyer berisi 5 – 10 ml asam borat yang ada dalam erlenmeyer penampung (distilat yang keluar tak bersifat basis lagi). lakukan destilasi. 4. 7.3 g (J) bahan yang telah ditumbuk halus dan masukkan kedalam labu Kjeldahl. Alat dan bahan: ♦ Labu destruksi (labu Kjeldahl) ♦ Desikator ♦ Gelas ukur ♦ Pemanas listrik ♦ Buret ♦ Erlenmeyer ♦ ♦ ♦ ♦ ♦ katalis campuran H2 SO4 Larutan as borat 4% Na tiosulfat Larutan H Cl C a r a Kerja : 1. Amonia bereaksi dengan kelebihan asam membentuk amonium sulfat.7 g katalis campuran dan 5 ml 2. 3.2. 5. Biarkan sampai jernih. 6. kocok dan biarkan 20 menit Tera Absorbansinya pada λ 600 nm dengan spektrofotometer Buat kurva standar hubungan antara absorbansi dan konsentrasi Tentukan persamaan kurva standar Penentuan kadar protein terlarut: 1. Kemudian lakukan destruksi dalam almari asam. Setelah labu Kjeldahl beserta cairannya menjadi dingin pindahkan larutan ke dalam labu destilasi dan encerkan dengan 20 – 60 ml aquades. 8. Tentukan kadar protein terlarut dengan menggunakan persamaan kurva standar. pemanasan diakhiri setelah cairan menjadi jernih tak berwarna. – 4. 4. tambahkan 0. Kemudian larutan dibasakan dan amonia diuapkan dan diserap dalam larutan asam borat. 6. 3. Ambil 1 ml larutan sampel jernih. Kemudian ditambah pelan-pelan melalui dinding 15 ml larutan NaOH – Na tiosulfat dan segera hubungkan dengan destilator.

x 100% J = % protein (wb) x (100 .25 = ------------------------------------------.% Protein (wb) % protein (db) ( K – L) x N HCl x 0.% berat kering ) .014 x 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful