Analisis Laporan Keuangan

PT Multipolar Corporation Tbk.

Resky Noerrahmah (109200228)
Sumayya Syahidah (109200234)
Rosiantari N. S. Putri (109200239)



INSTITUT MANAJEMEN TELKOM
Bandung
2010


ANALISIS LAPORAN KEUANGAN pada
PT Multipolar Corporation Tbk.
Tahun 2004-2005

(Disajikan dalam jutaan rupiah)
I. Rasio Likuiditas

A. CR=
ܐ܉ܚܜ܉ ܔ܉ܖ܋܉ܚ
ܓ܍ܟ܉ܒܑ܊܉ܖ ܔ܉ܖ܋܉ܚ

Rasio Lancar ǯ04 =
418Ǥ100
452Ǥ532
= 0,92

Rasio Lancar ǯ05 =
ଵǤ଼଴଴Ǥ଴ଷଽ
ଵǤସଷଽǤଶ଻ଵ
ൌ 1, 25

Dapat dilihat terjadi kenaikan rasio lancar sebesar 33% dari tahun 2004 ke
2005. Kenaikan ini menunjukkan bahwa pada tahun 2005, perusahaan ini lebih
mampu membayar kewajiban lancarnya dibanding pada tahun 2004. Rasio
lancar pada tahun 2004 memiliki arti bahwa PT Multipolar mempunyai 0.92
harta lancar untuk setiap Rp 1 kewajiban lancar yang harus segera dibayar dan
pada tahun 2005 mempunyai Rp 1,25 Harta Lancar untuk setiap satu
kewajibannya.

B. QR=
ܐ܉ܚܜ܉ ܔ܉ܖ܋܉ܚିܘ܍ܚܛ܍܌ܑ܉܉ܖ
ܓ܍ܟ܉ܒܑ܊܉ܖ ܔ܉ܖ܋܉ܚ


Rasio Cepat ǯ04 =
ସଵ଼Ǥଵ଴଴ିହଵǤ଴ଶ଴
ସହଶǤହଷଶ
= 0, 81

Rasio Cepat ǯ05 =
ଵǤ଼଴଴Ǥ଴ଷଽିସଽ଺Ǥ଼ହ଺
ଵǤସଷଽǤଶ଻ଵ
ൌ 0, 91
Dapat dilihat terjadi kenaikan rasio cepat sebesar 10% dari tahun 2004 ke 2005.
Kenaikan ini juga menunjukkan bahwa dari tahun ketahun perusahaan
multipolar ini lebih likuid dalam melunasi utang jangka pendeknya. Rasio cepat
pada tahun 2004 ini menjamin bahwa untuk 1 kewajiban Lancarnya dapat
terlunasi dengan harta lancar dikurangi pendapatan sebesar 0,81 dan untuk
tahun 2005 dijamin sebesar 0,91.


II. Rasio Solvabilitas

A. DR=
܂ܗܜ܉ܔ ܓ܍ܟ܉ܒܑ܊܉ܖ
܂ܗܜ܉ܔ ۶܉ܚܜ܉


Rasio Hutang terhadap Total Aktiva ǯ04 =
751Ǥ059
ଵǤ଺ହଶǤଶ଼ଽ
= 0, 45 = 45%

Rasio Hutang terhadap Total Aktiva ǯ05 =
2Ǥ724Ǥ194
4Ǥ703Ǥ222
= 0, 58 = 58%
Terjadi kenaikan sebesar 13% dari tahun 2004 ke 2005. Kenaikan itu
menunjukkan bahwa tahun demi tahun perusahaan menggunakan lebih banyak
utang untuk mendanai aktivanya akan tetapi total aktiva perusahaan yang
dibiayai oleh hutang ini mengalami peningkatan sebanding dengan semakin
besarny kewajiban yang digunakan. Rasio ini merupakan bahwa tiap Rp 1 dari
total aktiva dibelanjai dengan mengeluarkan hutang sebesar Rp 0,45 pada tahun
2004 dan Rp 0,58 pada tahun 2005.

B. DER=
܂ܗܜ܉ܔ ܐܝܜ܉ܖ܏ ሺ۸۾ሻ
ܕܗ܌܉ܔ ܘ܍ܕܑܔܑܓ

Rasio Hutang terhadap Ekuitas ǯ04 =
298Ǥ527
901Ǥ230
ൌ 0,331

Rasio Hutang terhadap Ekuitas ǯ05 =
1Ǥ284Ǥ923
952Ǥ520
ൌ 1.349

Terjadi peningkatan sebesar 1,018. Kenaikan ini memperlihatkan bahwa kinerja
PT Multiplier semakin buruk karena semakin tingginya rasio hutang atas ekuitas
perusahaan.

C. TIE=
ۺ܉܊܉ ܗܘ܍ܚ܉ܛܑ
۰ܝܖ܏܉


Tidak ada data yang mendukung.

III. Rasio Profitabilitas
A. GPM=
ۺ܉܊܉ ۹ܗܜܗܚ
۾܍ܖ܌܉ܘ܉ܜ܉ܖ


Margin Laba Kotor ǯ04 =
ଶ଻Ǥହଽହ
147Ǥ349
= 0,19

Margin Laba Kotor ǯ05 =
425Ǥ719
1Ǥ462Ǥ425
= 0,29

Margin laba kotor pada tahun 2005 mengalami kenaikan sebesar 1% dari tahun
2004. Analisis GPM tahun 2004 menunjukan bahwa pada tahun 2004, setiap Rp
1 ,- pendapatan yg diperoleh perusahaan, laba kotornya adalah sebesar Rp 0,19
begitu pula pada tahun 2005, setiap Rp 1 ,- yang diperoleh laba kotor di
dalamnya sebesar Rp 0,29. Rasio yang naik ini kita bisa simpulkan bahwa
perusahaan PT Multipolar jauh lebih kompetitif di tahun 2005 karena mampu
mempertahankan cost secara relatif dengan penjualan.

B. NPM=
ۺ܉܊܉ ۰܍ܚܛܑܐ
۾܍ܖ܌܉ܘ܉ܜ܉ܖ


Margin Laba Bersih ǯ08 =
ሺ1Ǥ587ሻ
147Ǥ349
= -0,011

Margin Laba Bersih ǯ09 =
7Ǥ208
1Ǥ462Ǥ425
= 0,005

Ada kenaikan sebesar 0,006 dari tahun 2004 ke tahun 2005. Rasio ini
hampir sama dengan GPM, kenaikan ini juga memperlihatkan kinerja
perusahaan yang makin baik, karena mampu membuat rugi pada tahun
2004 menjadi laba pada tahun 2005.

C. ROA=
ۺ܉܊܉ ܊܍ܚܛܑܐ
܂ܗܜ܉ܔ ܐ܉ܚܜ܉


Pengembalian atas Aktiva ǯ04 =
ሺ1Ǥ587ሻ
1Ǥ652Ǥ289
= -0,0009

Pengembalian atas Aktiva ǯ05 =
7Ǥ208
4Ǥ703Ǥ222
= 0, 0015

Terjadi kenaikan sebesar 0,06% dari tahun 2004 ke 2005. Rasio ini
menunjukkan bahwa pada tahun 2004 PT Multipolar mengalami kerugian
sebesar Rp -0,0009 dari tiap Rp 1 aktiva dan akhirnya bisa mencapai
keuntungan sebesar Rp 0,0015 dari tiap Rp. 1 aktiva pada 2005. Hal ini
memperlihatkan bahwa perusahaan lebih kompetitf di tahun 2005 nya.

D. ROE=
ۺ܉܊܉ ܊܍ܚܛܑܐ
ۻܗ܌܉ܔ ۾܍ܕܑܔܑܓ


Pengembalian atas Ekuitas ǯ04 =
ሺ1Ǥ587ሻ
901Ǥ230
= -0,002

Pengembalian atas Ekuitas ǯ05 =
7Ǥ208
952Ǥ520
= 0,0075

Terjadi penurunan dari tahun 2004 ke 2005 sebesar 0,0055. Rasio ini
menunjukkan perolehan kerugian yang didapat sebesar Rp. -0,002 dari
tiap Rp 1 modal pemilik pada 2004 dan keuntungan Rp.0,0075 dari tiap
Rp.1 modal pemilik pada 2005. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan
melakukan pengembalian atas investasi lebih baik pada tahun 2005
dibandingkan tahun 2004.


IV. Rasio Aktivitas
A. ITO=
۶۾۾
۾܍ܚܛ܍܌ܑ܉܉ܖ


ITO ǯ04 =
ଵଵଽǤ଻ହସ
ହଵǤ଴ଶ଴
ൌ 2,35 kali/tahun

ITO ǯ05 =
ଵǤ଴ଷ଺Ǥ଻଴଺
ସଽ଺Ǥ଼ହ଺
ൌ2,09 kali/tahun

Terjadi penurunan sebesar 26% dari tahun 2004 ke 2005. Aitinya peiseuiaan
iataǦiata besainya ͳȀʹǡ͵ͷ kali haiga pokok piouuksinyaǤ Bengan kata lainǡ
peiseuiaan iataǦiata cukup untuk ʹǡ͵ͷ kali piouuksi ualam ͳ peiioue paua tahun
ʹͲͲͶ uan paua tahun ʹͲͲͷ peiseuiaan iataǦiatanya sebesai ͳȀʹǡͲͻ kali haiga
pokok piouuksinyaǡpeiseuiaan iataǦiata cukup untuk ʹǡͲͻ kali piouuksi ualam ͳ
peiioue paua tahun ʹͲͲͷǤ Baii penuiunan ini kita uapat melihat bahwa aua
penuiunan paua caia mengatui peiseuiaannya ui tahun ʹͲͲͷǤ

B. ACP=
۾ܑܝܜ܉ܖ܏
۾܍ܖ܌܉ܘ܉ܜ܉ܖȀ૜૟૙


ACP ǯ04 =
233Ǥ770
147Ǥ349Ȁ360
ൌ 571,142
ACP ǯ05 =
120Ǥ744
1Ǥ462Ǥ425Ȁ360
ൌ 29,723
Teijaui kenaikan sebesai ͳͻʹΨ uaii tahun ʹͲͲͶ ke ʹͲͲͷǤ Rasio ini
menunjukkan ualam ͳ tahun peiusahaan bisa menagih piutangnya
ͷ͹ͳǡͳͶʹ kali paua tahun ʹͲͲͶ uan ʹͻǡ͹ʹ͵ kali paua tahun ʹͲͲͷǤ Paua
tahun ʹͲͲͷ iasio mengalami penuiunan uibanuingkan tahun ʹͲͲͶǡ hal ini
menunjukkan bahwa peiusahaan semakin cepat mampu menagih
piutangnyaǤ

C. FATO=
۾܍ܖ܌܉ܘ܉ܜ܉ܖ
۶܉ܚܜ܉ ܜ܍ܜ܉ܘ


FATO ǯ04 =
ଵସ଻Ǥଷସଽ
418Ǥ100
= 0,35 kali


FATO ǯ05 =
1Ǥ462Ǥ425
1Ǥ800Ǥ039
ൌ 0,81 kali

Peningkatan yang terjadi sebesar 0,46 kali dari tahun 2004 ke 2005
menunjukkan bahwa dari tahun ketahun perusahaan mampu
memperbaiki kinerjanya dalam hal mengelola aktiva tetap.

D. TATO=
۾܍ܖ܌܉ܘ܉ܜ܉ܖ
܂ܗܜ܉ܔ ܐ܉ܚܜ܉


TATO ǯ04 =
ଵସ଻Ǥଷସଽ
ଵǤ଺ହଶǤଶ଼ଽ
= 0,089 kali

TATO ǯ05 =
1Ǥ462Ǥ245
4Ǥ703Ǥ222
ൌ 0, 311 kali

Terjadi kenaikan sebesar 0,222 kali dari tahun 2004 ke 2005 yang
mengindikasikan bahwa perusahaan tidak menjadi lebih efisien dalam
mengelola asetnya. Rasio ini menunjukkan bahwa untuk setiap satu rupiah aset
menghasilkan Rp 0,089 pendapatan, dan Rp 0,311 kali di tahun 2005.



KESIMPULAN :

Melihat rasio-rasio dalam keempat pengelompokan rasio itu, PT Multipolar Tbk jelas
telah mampu melakukan manajemen yang baik ditahun 2005. Hal itu dapat dilihat dari marjin
laba operasi yang semakin baik, hanya saja ada penggunaan hutang yang lebih banyak pada
tahun 2005 akan tetapi selama itu pula perusahaan mampu melakukan pengembalian investasi
yang cukup baik bagi para investor. Dengan kata lain, manajemen perusahaan PT Multipolar
telah berhasil mencapai hal yang lebih baik ditahun 2005.





Sign up to vote on this title
UsefulNot useful