BAB VI PELEMBAGAAN PWS KIA

Pelembagaan PWS KIA adalah pemanfaatan PWS KIA secara teratur dan terus menerus pada semua siklus pengambilan keputusan untuk memantau penyelenggaraan program KIA, di semua tingkatan administrasi pemerintah, baik yang bersifat teknis program maupun yang bersifat koordinatif nonteknis dan lintas sektoral. Pada akhirnya pemanfaatan PWS KIA harus merupakan bagian integral dari manajemen operasional program KIA sehari-hari. Dalam suatu pertemuan di Jakarta pada tahun 1989, Bapak Menteri Kesehatan menyatakan : “Dari pengamatan saya selama ini, PWS sangat sesuai dengan kebutuhan kita sebagai alat pemantau sederhana bagi program imunisasi. Konsep tersebut dapat juga diterapkan untuk program-program lain. Maka saya instruksikan kepada semua Kepala Dinas Kesehatan untuk melembagakan pemakaian PWS tersebut, dalam penyelenggaraan program-program. Disamping itu, telah diterbitkan pula surat edaran Menteri Dalam Negeri No. 44 0/13 00/PUOD tanggal 10 April 1990, kepada semua Gubernur KDH dan semua Bupati/Walikotamadya seluruh Indonesia untuk mendukung pelaksanaan PWS. Dalam surat tersebut dilampirkan pula Diagram PWS seperti dibawah ini :

1

3. Cakupan kunjungan bayi. 2 . Pemantauan PWS KIA untuk meyakinkan lintas sektoral PWS disajikan serta didiskusikan pada pertemuan lintas sektoral ditingkat kecamatan dan kabupaten / kota. untuk mendapatkan dukungan dalam pemecahan masalah dan agar masalah operasional yang dihadapi dapat dipahami bersama. Pada pertemuan tersebut wilayah yang berhasil diminta untuk mempresentasikan upayanya. 3. B. Cakupan penanganan komplikasi neonatus. Pemanfaatan Indikator Pemantauan Dalam upaya melibatkan lintas sektor terkait. A. khususnya para aparat setempat. Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan (PN). untuk menginformasikan hasil yang telah dicapai. 4. Bidan di desa dapat memberikan masukan berdasarkan hasil PWS KIA kepada tim musrenbang. • Di puskesmas disusun PWS KIA tingkat puskesmas (per desa/kelurahan) dan di dinas kesehatan kabupaten/kota disusun PWS KIA tingkat kabupaten/kota (per puskesmas). Cakupan kunjungan nifas/neonatus. • Data hasil kegiatan dikumpulkan oleh puskesmas ditabulasikan kemudian dikirimkan ke dinas kesehatan kabupaten/kota. kabupaten/kota sehingga PWS KIA dapat dijadikan bahan masukan musrenbang desa dan kabupaten/kota. Pemanfaatan PWS KIA sebagai bahan Musrenbang desa dan kabupaten/kota Musrenbang adalah suatu proses perencanaan di tingkat desa dan kabupaten/kota. 34 th 2004 tentang Otonomi Daerah diharapkan pelembagaan PWS KIA dilakukan mulai tingkat desa. Langkah – langkah dalam pelembagaan PWS KIA Dalam upaya pelembagaan PWS KIA dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : 1. dipergunakan indikator indikator yang terpilih untuk menggambarkan wilayahnya yaitu : 1. 2. identifikasi masalah. 4.Sesuai PP No. untuk menjaga kelancaran pengumpulan data. terutama yang berkaitan dengan motivasi dan penggerakan masyarakat sasaran. merencanakan perbaikan serta menyusun rencana operasional periode berikutnya. Cakupan penanganan komplikasi kebidanan. yang menggambarkan kualitas pelayanan KIA 2. Pemanfaatan pertemuan lintas program Penyajian PWS KIA pada pertemuan teknis bulanan ditingkat puskesmas (mini lokakarya) dan kabupaten/kota (pertemuan bulanan dinas kesehatan kabupaten/kota). 6. Cakupan K4. Penunjukkan petugas pengolahan data di tiap tingkatan. yang menggambarkan tingkat keamanan persalinan. 5.

3 . Dalam pelaksanaannya supervisi dilaksanakan dengan pengisian checklist yang akan digunakan dalam supervisi ditingkat puskesmas dan kabupaten.7. untuk melihat kemajuan suatu wilayah. untuk kemudian dianalisis dan ditindaklanjuti. Penyajian indikator–indikator tersebut kepada lintas sektor ditujukan sebagai alat advokasi. sehingga para aparat dapat memahami program KIA dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan. Cakupan pelayanan KB aktif. informasi dan komunikasi dalam menyampaikan kemajuan maupun permasalahan operasional program KIA. C. Bagi wilayah yang cakupannya masih rendah diharapkan lintas sektor dapat menindak lanjuti sesuai kebutuhan dengan menggerakkan masyarakat dan menggali sumber daya setempat yang diperlukan. 8. Pembinaan melalui supervisi Supervisi yang terarah dan berkelanjutan merupakan sistem pembinaan yang efektif bagi pelembagaan PWS. Cakupan kunjungan balita. Indikator pemantauan ini dapat dipergunakan dalam berbagai pertemuan lintas sektor di semua tingkat administrasi pemerintah secara berkala dan disajikan setiap bulan.

fasilitasi dan evaluasi yang diikuti dengan tindak lanjut sesuai kebutuhan. b. menyepakati peran lintas sektor dalam PWS KIA dan menyusun mekanisme pemantauan kegiatan.  Subdinas/Bidang yang menangani Pengendalian Penyakit dari Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota. dengan tujuan untuk sosialisasi tentang PWS KIA. Pertemuan orientasi : Pertemuan ini merupakan pertemuan dengan tujuan :  Menyamakan persepsi mengenai PWS KIA  Menentukan kebijaksanaan propinsi dalam pelaksanaan PWS KIA  Merencanakan Fasilitasi tingkat kabupaten/kota dan puskesmas  Menyusun mekanisme pemantauan kegiatan. Hal ini penting karena PWS KIA mempunyai pendekatan wilayah. 1.BAB VII PELAKSANAAN DAN PELAPORAN PWS KIA A. Dengan demikian semua pelayanan KIA dari fasilitas pelayanan di luar puskesmas pun perlu dilibatkan agar dapat diketahui cakupan pelayanan KIA oleh tenaga kesehatan. Selain itu. Pelaksanaan PWS KIA Proses yang perlu dilakukan dalam penerapan PWS KIA dimulai dengan langkahlangkah sosialisasi. Pertemuan Sosialisasi : Fokus pertemuan ini adalah untuk lintas sektor di tingkat Propinsi. Pelaksanaan PWS KIA di Tingkat Propinsi Langkah – langkah atau urutan yang dilaksanakan meliputi : a. Fasilitasi : 1 . dll Pihak yang terlibat meliputi :  Subdinas/Bidang yang menangani KIA dari Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota. pertemuan juga dapat melibatkan RSU.  Subdinas/Bidang yang menangani Puskesmas dan RS dari Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota. Pihak yang terlibat meliputi :  Dinas Kesehatan  BAPPEDA  Biro Pembangunan Masyarakat Desa  Biro PP dan KB c.

b. dll.Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bantuan teknis berupa kunjungan ke lapangan atau pertemuan di kabupaten/kota dan puskesmas. Setiap kali fasilitasi. menyepakati peran lintas sektor dalam PWS KIA dan menyusun mekanisme pemantauan kegiatan. Pelaksanaan PWS KIA Di Tingkat Kabupaten Langkah – langkah atau urutan yang dilaksanakan meliputi : a.  Kepala Puskesmas dan Bidan Koordinator Selain itu. sebaiknya peserta sekitar 30 orang. P2PL. Yankes. Peserta terdiri dari unsurunsur lain dari dinas kesehatan kabupaten/kota seperti : Gizi. Pertemuan Sosialisasi : Fokus pertemuan ini adalah untuk lintas sektor tingkat kabupaten/kota. Petugas provinsi dibekali untuk dapat memfasilitasi petugas kabupaten/kota dan puskesmas. pelaksanaan dan pemantauan kegiatan d. 2.  Subdinas/Bidang yang menangani Puskesmas dan RS dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Hal ini penting karena PWS KIA mempunyai pendekatan wilayah. Dengan demikian semua pelayanan KIA dari fasilitas pelayanan di luar puskesmas pun perlu dilibatkan agar dapat diketahui cakupan pelayanan KIA oleh tenaga kesehatan. Imunisasi. Yanfar. dengan tujuan untuk sosialisasi tentang PWS KIA. Pertemuan orientasi : Pertemuan ini merupakan pertemuan dengan tujuan :  Menyamakan persepsi mengenai PWS KIA  Menentukan kebijaksanaan propinsi dalam pelaksanaan PWS KIA  Merencanakan Fasilitasi tingkat kabupaten/kota dan puskesmas  Menyusun mekanisme pemantauan kegiatan. pertemuan juga dapat melibatkan RSU dan Unit Pelayanan Kesehatan Swasta. dll Pihak yang terlibat meliputi :  Subdinas/Bidang yang menangani KIA dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.  Subdinas/Bidang yang menangani Pengendalian Penyakit dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Pihak yang terlibat meliputi :  Dinas Kesehatan  BAPPEDA  Biro Pembangunan Masyarakat Desa 2 . Materi fasilitasi : o Pedoman PWS KIA o Kebijaksanaan Program KIA o Pedoman Pelayanan Kebidanan Dasar o Perencanaan. Evaluasi /Tindak lanjut : Kegiatan ini bertujuan untuk menilai kemajuan cakupan program KIA dan merencanakan kegiatan tindak lanjut.

dll Pihak yang terlibat meliputi :  Bidan di Desa  Bidan Koordinator  Pengelola Program KIA  Kepala Puskesmas  Petugas Gizi  P2PL  Data Operator  Farmasi b. menyepakati peran lintas sektor dalam PWS KIA dan menyusun mekanisme pemantauan kegiatan. Pertemuan Sosialisasi Fokus pertemuan ini adalah untuk lintas sektor tingkat kecamatan dan desa. dengan tujuan untuk sosialisasi tentang PWS KIA. Evaluasi /Tindak lanjut : Kegiatan ini bertujuan untuk menilai kemajuan cakupan program KIA dan merencanakan kegiatan tindak lanjut. Pelaksanaan PWS KIA di Tingkat Puskesmas Langkah – langkah atau urutan yang dilaksanakan meliputi : a. Materi fasilitasi : o Pedoman PWS KIA o Kebijaksanaan Program KIA o Pedoman Pelayanan Kebidanan Dasar o Perencanaan. Petugas kabupaten/kota dibekali untuk dapat memfasilitasi petugas puskesmas. Pertemuan reorientasi Pertemuan ini merupakan pertemuan dengan tujuan :  Menyamakan persepsi mengenai PWS KIA  Sosialisasi kebijaksanaan Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan PWS KIA  Merencanakan Fasilitasi ke Desa  Menyusun mekanisme pemantauan kegiatan. Biro PP dan KB c. Pihak yang terlibat meliputi :  Puskesmas  Camat  Kepala Desa  Dewan Kelurahan  LKMD 3 . pelaksanaan dan pemantauan kegiatan d. 3. Fasilitasi : Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bantuan teknis berupa kunjungan ke lapangan atau pertemuan di puskesmas.

Termasuk dalam implementasi PWS KIA di Tingkat Desa adalah pemanfaatan PWS KIA untuk dibahas dalam Lokakarya Mini Puskesmas. analisis. Implementasi PWS KIA Puskesmas. pengolahan. b. pengolahan. Tindak lanjut : Kegiatan ini bertujuan untuk menindaklanjuti hasil – hasil pembahasan implementasi PWS KIA di tingkat puskesmas dan desa. Termasuk dalam implementasi PWS KIA di Puskesmas adalah pemanfaatan PWS KIA dalam Lokakarya Mini. Pertemuan Bulanan Desa dan Musrenbangdes. penelusuran dan pemanfaatan data PWS KIA sesuai dengan yang diterangkan pada pembahasan sebelumnya. 4. Pelaksanaan PWS KIA di Tingkat Desa Langkah – langkah urutan pelaksanaan meliputi : a. Pertemuan Bulanan Kecamatan dan Musrenbangcam. Petugas Puskesmas memfasilitasi Bidan di Desa dan lintas sector terkait. Puskesmas melaksanakan kegiatan PWS KIA melalui pengumpulan. Tindak lanjut : Kegiatan ini bertujuan untuk menindaklanjuti hasil – hasil pembahasan implementasi PWS KIA di tingkat puskesmas . analisis. penelusuran dan pemanfaatan data PWS KIA sesuai dengan yang diterangkan pada pembahasan sebelumnya. Implementasi PWS KIA oleh Bidan di Desa Bidan Di Desa melaksanakan kegiatan PWS KIA melalui pengumpulan. Materi fasilitasi : o Pedoman PWS KIA o Pedoman Pelayanan Kebidanan Dasar o Kebijaksanaan Program KIA o Perencanaan pelaksanaan dan pemantauan kegiatan d.   PKK Koramil Polsek c. e. Memfasilitasi Bidan di Desa : Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bantuan teknis berupa kunjungan ke lapangan atau pertemuan di Desa. 4 .

Alur Data Registrasi Ibu Hamil oleh Bidan di Desa 1 .

m aupun pr opi nsi. pengolahan dan pelapor an dapat dilak uk an s ecar a k om put eri s asi y ang pr os es nya dim ul ai dari ti ngk at bidan di des a. Rencana tindak lanjut berupa jadwal rencana kegiatan Data PWS KIA yang dilaporkan dimasing – masing tingkatan adalah : 1. ki ni pr os es penc at at an. Bi dan k oor di nat or dan kepal a Pus k es m as dapat dengan m udah dan langs ung m eli hat data s ec ar a c epat s eti ap bulan dan m enggunak an dat a t er sebut unt uk meni ngk at k an k ualitas pr ogr am KIA. Di tingkat puskesmas untuk dilaporkan ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota setiap bulan :  LB 3 KIA  LB 3 Gizi  LB 3 Imunisasi  Rekapitulasi Kohort KB 3. hasil penelusuran dll 2. k abupat en. 1 . Set elah data mas uk di tingkat P usk esm as dan di olah s ec ar a k om put eris asi. Hasil Analisis indikator PWS KIA. Pusk esm as. antara lain : grafik hasil cakupan. Bidan di des a. Pros es k om put eris asi ini m er upak an pr os es pengisi an k art u ibu dan kartu bayi s ec ar a langs ung dari lapangan y ang dilak ukan oleh bidan di des a dan dis er ahkan k epada data oper at or di ti ngk at pus kes m as. Di tingkat Desa untuk dilaporkan ke Puskesmas setiap bulan :  Register KIA  Rekapitulasi Kohort KB 2. Unt uk m em per mudah m endapat k an l apor an dari ti ngk at bi da n di des a. Di tingkat kabupaten/propinsi untuk dilaporkan ke Dinas Kesehatan Propinsi/Departemen Kesehatan setiap 3 bulan :  Lam pir an 1 b eri si lapor an pel ay anan ant enat al care  Lam pir an 2 b eri si lapor an pel ay anan pers alinan dan nif as  Lam pir an 3 b eri si lapor an s ar ana pel ay anan k es ehat an das ar  Lam pir an 4 b eri si lapor an k emati an ibu dan neonatal  Lam pir an 5 b eri si lapor an s ar ana pel ay anan k es ehat an r uj uk an  Lam pir an 6 beri si laporan pel ayanan Ant enatal y ang teri nt egr asi dengan pr ogr am l ai n s eperti P MTCT pada I bu pe nder ita HIV/AI DS dan m al aria dal am kehamilan  Lam pir an 7 beri si lapor an Kel uar ga B er enc ana  Lam pir an 8 b eri si lapor an di agnos a dan ti ndakan pasi en t er hadap perem puan dan anak y ang m engalami k ekeras an. Pemantauan dan Pelaporan Pemantauan kegiatan PWS KIA dapat dilakukan melalui laporan kegiatan PWS KIA bulanan dengan melihat kelengkapan data PWS KIA berikut dengan : 1.B.

S ec ar a l engk ap pr os es oper asi onal si stim k om put eris asi dari PWS KIA i ni dapat dilihat pada modul operasi onal k om put eris asi P WS KIA yang ada di dal am S oftw ar e P WS KIA.Lapor an y ang k eluar dari tingk at pusk esm as ak an di pr os es s edemiki an rupa pul a untuk dapat m enj adi k onsum si di t ingk at k abupat en. propi nsi dan pus at. 2 .

7 1 9 .6 2 0 .5 1 4 .7 1 8 .2 2 0 .2 1 7 .5 2 2 .2 2 0 .8 1 8 .8 1 1 .5 2 2 .2 18 1 9 .7 1 6 .8 1 9 .4 2 0 .9 3 .2 18 1 6 .2 19 1 8 .3 2 1 .2 2 1 .7 1 6 .5 1 8 .8 1 1 .3 1 4 .8 1 8 .1 2 0 .3 1 4 .2 18 1 9 .6 2 0 .5 1 4 .ANGKA KELAHIRAN KASAR (CBR) MENURUT PROPINSI Prop insi NAD S u m a tr a U ta ra S u m a tr a B a r a t Riau Jambi S u m a tr a S e l a t a n B e n g k u lu L a m pu n g K e p .8 1 8 .4 2 010 1 9 .1 1 9 .9 2015 1 9 .5 1 8 .2 1 7 .8 1 8 .8 1 8 .3 2 1 .2 19 1 8 .7 1 8 .8 1 9 .2 2 1 .7 1 9 .8 1 9 .2 18 1 6 .8 1 8 .8 1 9 . B a n g k a B e li tu n g D K I J a k a rt a Jawa barat J a w a te n g a h D I J o g j a ka rt a J a w a T im u r B a n te n Bali N u s a T e n g ga r a B a r a t N u s a te n g g a ra T im u r Kalimantan Barat K a l i m a n t a n Te n g a h K a l i m a n t a n S e la t a n S u l aw e s i U t a r a S u l aw e s i t e n g a h S u l aw e s i S e la ta n S u l aw e s i t e n g g a r a Gorontalo Ma l u k u Ma l u k u U ta r a Papua 1 9 .

I n d o n es i a 4 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful