LAPORAN KASUS ASUHAN KEBIDANAN DI RUANG CEMPAKA TIMUR ( GINEKOLOGI) RSUP SANGLAH DENPASAR TANGGAL 14 FEBRUARI – 16 JANUARI 2012

A
Y
I

Y
K

A
E

S
B

A
ID

N
A

I N
N
A

D
S

A
A

N

H

R

M

I
M

D

E

U

A K A

L I A

B

A

N J A R M

A S

I N

DISUSUN OLEH : Nama : Rafika Ayu Handayani Nim : S.09.437

AKADEMI KEBIDANAN SARI MULIA BANJARMASIN 2012

TINJAUAN TEORI

tetapi hasil konsepsi masih dalam uterus. • Abortus komplit : Semua hasil konsepsi sudah dikeluarkan. Abortus spontan (abortus yang berlangsung tanpa tindakan) Yaitu: • Abortus imminens : Peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu. Klasifikasi Abortus 1. 2. dimana hasil konsepsi masih dalam uterus.ABORTUS INFEKSIOSUS A. dan tanpa adanya dilatasiserviks. • Abortus inkomplit : Pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus. • Abortus insipiens : Peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan adanya dilatasi serviks uteri yang meningkat. Abortus provokatus (abortus yang sengaja dibuat) . Abortus Infeksiosus ialah abortus yang disertai infeksi pada genitalia dan disertai dengan penyebaran kuman atau toksin ke dalam peredaran darah atau peritoneum. PENGERTIAN Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan dan sebagai batasan digunakan kehamilan kurang dari 22 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram.

obat-obatan temabakau dan alcohol 2. Pengaruh teratogen akibat radiasi. misalnya endarteritis vili korialis karena hipertensi menahun 3. Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi. Kelainan pada plasenta. Kelainan kromosom. mioma uteri dan kelainan bawaan uterus. B. keracunan dan toksoplasmosis. Faktor maternal seperti pneumonia. ETIOLOGI Abortus dapat terjadi karena beberapa sebab yaitu : 1. atau berat badan bayi belum 1000 gram. anemia berat. walaupun terdapat kasus bahwa bayi dibawah 1000 gram dapat terus hidup. 3.Yaitu: • Menghentikan kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar tubuh ibu. rubella. 2. 4. seperti inkompetensi serviks (untuk abortus pada trimester kedua). Kelainan traktus genetalia. biasanya menyebabkan abortus pada kehamilan sebelum usia 8 minggu. Lingkungan sekitar tempat impaltasi kurang sempurna c. Parasit. Faktor yang menyebabkan kelainan ini adalah : a. typus. virus. Infeksi bakteri. • Infeksi kronis: . terutama trimosoma dan monosoma X b. misalnya streptokokus. retroversi uteri. virus. Penyebab dari segi Maternal Penyebab secara umum: • Infeksi akut : 1. misalnya cacar. misalnya malaria. Pada umumnya dianggap bayi belum dapat hidup diluar kandungan apabila kehamilan belum mencapai umur 28 minggu. hepatitis.

Fibroid.Radang pelvis kronis. diabetes. . toxemia gravidarum. misalnya : hipertensi. Penyakit 5. • Penyebab yang bersifat lokal: . air raksa. endometrtis. Tuberkulosis paru aktif. misalnya keracunan tembaga. penembusan sudah lebih dalam hingga plasenta tidak dilepaskan sempurna dan menimbulkan banyak . villi korialis belum menembus desidua secara dalam jadi hasil konsepsi dapat dikeluarkan seluruhnya.Mola hidatidosa. biasanya menyebabkan abortus pada trimester kedua. Keracunan.Retroversi kronis. nephritis. anemia berat.Kematian janin akibat kelainan bawaan. . ketakutan. Pada kehamilan kurang dari 8 minggu. 2. . Patofisiologi Pada awal abortus terjadi perdarahan desiduabasalis. • Hubungan seksual yang berlebihan sewaktu hamil. 4. Kemudian uterus berkontraksi untuk mengeluarkan benda asing tersebut.1. inkompetensia serviks. kronis. timah. misalnya Syok. dll. . 3. Gangguan fisiologis. • Penyebab dari segi Janin .Penyakit plasenta dan desidua. Trauma fisik. Pada kehamilan 8 sampai 14 minggu. dll. Sifilis. diikuti dengan nerkrosis jaringan sekitar yang menyebabkan hasil konsepsi terlepas dan dianggap benda asing dalam uterus. C. sehingga menyebabkan hiperemia dan abortus. misalnya inflamasi dan degenerasi. penyakit jantung.

tercium bau busuk dari vulva. E. didaerah atas simfisis. . Manifestasi Klinis 1. maserasi atau fetus papiraseus. b.perdarahan.janin lahir mati. cavum douglas tidak menonjol dan tidak nyeri. mola kruenta. tekanan darah normal atau menurun. Komplikasi 1. ada atau tidak jaringan keluar dari ostium. osteum uteri terbuka atau sudah tertutup. janin masih hidup. Perdarahan. Pada kehamilan lebih dari 14 minggu janin dikeluarkan terlebih dahulu daripada plasenta hasil konsepsi keluar dalam bentuk seperti kantong kosong amnion atau benda kecil yang tidak jelas bentuknya (blightes ovum). tidak nyeri saat porsio digoyang. 4. Inspeksi Vulva : perdarahan pervaginam ada atau tidak jaringan hasil konsepsi. syok dan infeksi. Perdarahan pervaginam mungkin disertai dengan keluarnya jaringan hasil konsepsi Rasa mulas atau kram perut. Pada pemeriksaan fisik : keadaan umum tampak lemah kesadaran menurun. c. fetus kompresus. besar uterus sesuai atau lebih kecil dari usia kehamilan. tidak nyeri pada perabaan adneksa. denyut nadi normal atau cepat dan kecil. Colok vagina : porsio masih terbuka atau sudah tertutup. sering nyeri pingang akibat kontraksi uterus Pemeriksaan ginekologi : a. teraba atau tidak jaringan dalam cavum uteri. perforasi. Terlambat haid atau amenorhe kurang dari 20 minggu 2. suhu badan normal atau meningkat 3. Inspekulo : perdarahan dari cavum uteri. D. ada atau tidak cairan atau jaringan berbau busuk dari ostium. 5.

Cephalosporin 3 x 1 gr. G.Sulbenicilin 3 x 1-2 gr bila mengalami perdarahan hendaknya beri infuse dan tranfusi darah. Penatalaksanaan • Abortus lnfeksiosus • Abortus Infeksiosus ialah abortus yang disertai infeksi pada genitalia dan disertai dengan penyebaran kuman atau toksin ke dalam peredaran darah atau peritoneum. Pemeriksaaan Doppler atau USG untuk menentukan apakah janin masih hidup 3. mola hidatidosa. Abortion imiteins perlu dibedakan dengan perdarahan implantasi yang biasanya sedikit. 2) Kuretase dilakukan dalam 6 jam untuk menghilangkan jaringan yang nekrotis . kemamilan dengan kelainan serviks. bahkan 2-3 minggu setelah abortus.2. H. Pada missed abortion dengan retensi lama hasil konsepsi dapat terjadi kelainan pembekuan darah.2 juta IU. Pemeriksaan kadar fibrinogen darah pada missed abortion. Diagnosa Banding Kehamilan etopik terganggu. Pada abortus yang lebih lanjut. Penanganan abortus infeksiosus : 1) Segera beri antibiotic Gentamicyn 3 x 80 mg dan Penicilin 4 x 1. F. Tes Kehamilan : Positif bila janin masih hidup. 2. berwarna merah. dan tidak disertai mules-mules. perdarahan kadang-kadang sedemikian masif sehingga menyebabkan hipovolemia berat. cepat terhenti.Chloromycetin 4 x 500 mg. Pemeriksaan Penunjang 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful