BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Titik fokus yang menjadi pusat perhatian suatu teori selalu ada. Ada yang lebih mementingkan proses belajar, ada yang lebih mementingkan sistem informasi yang diolah daam proses belajar, dan lain-lain. Namun faktor-faktor lain diluar titik fokus itu seperti lingkungan juga selalu diperlukan untuk menjelaskan proses belajar. Pembelajaran menurut aliran kognitif, yang mana dalam pembelajaran kognitif menitik beratkan belajar aktif, belajar lewat interaksi social, belajar lewat pengalaman pribadi ini di kemukakan oleh jean piaget. Aliran kognitif berjalan dengan baik dan sekerang ini diterapkan seperti pada kurikulum berbasis tujuan pendidikan yang mana didalamnya mempunyai aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Jadi siswa di tuntut untuk aktif di dalam kelas ini merujuk pada pembelajaran menurut aliran kognitif yang menjadikan siswa dapat aktif di dalam proses pembelajaran karena di dalam pembelajarannya guru hanya sebagai fasilitator, sedangkan siswa di sini tidak menjadi objek pembelajaran akan tetapi siswa sebagai subjek dari pembelajaran Pembahasan ini sangat penting karena mengingat proses belajar yang terjadi didalam kelas berlangsung dalam proses komunikasi yang berisi pesan-pesan yang berkaitan dengan fakta, konsep, prinsip dan keterampilan yang sering digunakan dalam sehari-hari. Proses pembelajaran dituntut untuk secara aktif berpartisipasi. Keaktifan berpartisipasi ini memberikan kesempatan yang luas mengembangkan potensi, bakat yang dimiliki oleh masing-masing siswa. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan pada uraian yang dikemukakan dalam latar belakang masalah, maka dapat diidentifikasikan beberapa masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana teori belajar kognitif memperhatikan aspek siswa dalam pembelajaran? 2. Bagaimana pendapat para ahli mengenai psikologi pembelajaran matematika aliran kognitif? 3. Bagimana aliran kognitif dapat diaplikasikan dalam pembelajaran. 4. bagaumana siswa untuk berinteraksi dengan lingkungan sekolah terutama pada guru dan siswa yang laen dalam mengembangankan ranah kognitif. C. Pembatasan Masalah Karena hasil yang diperoleh telah teridentifikasi cukup luas, maka perlu ditentukan pembatasan masalah. Dalam hal ini, penulis mebahas pada hal-hal yang pokok saja guna mempertegas sasaran yang akan dicapai, yaitu bagaimana hasil yang diperoleh dalam pembelajaran jika menerapkan teori belajar kognitif. D. Rumusan Masalah 1. Apa defenisi psikologi teori belajar kognitif? 2. Bagaimana konsep teori belajar kognitif? 3. Bagaimana hubungan psikologi teori belajar dengan proses pembelajaran? 4. Bagaimana aplikasi teori belajar kognitif? E. Tujuan Pembahasan 1. Memahami ciri dan konsep teori belajar psikologi kognitif. 2. Mampu mengakplikasikan teori belajar kognitif terhadap pembelajaran disekolah.

F. Bagi Pembaca Sebagai bahan referensi. Bagi Guru Untuk mengetahui perkembangan kognitif siswa sehingga guru dapat menerapkan secara aktif dan menyesuaikan cara / metode yang digunakan dalam pembelajaran sehingga memperoleh hasil yang maksimal. Mengetahui bagaimana cara menerapkan teori belajar kognitif dalam pendidikan.3. Mendeskripsikan implikasi teori belajar kognitif. 2. . 4. Manfaat Penulisan 1.

mengingat. Mementingkangkan kondisi waktu sekarang 4. Mengutamakan keseimbangan dalam diri manusia 6. pemahaman. Asimilasi adalah pengintegrasian stimulus baru kedalam skemata yang telah B. Dimana melalui belajar seseorang dapat memahami sesuatu konsep yang baru atau melalui perubahan tingkah laku. Seorang individu dapat mengikat. Teori ± Teori Belajar Kognitif 1. dan memberikan respon terhadap stimulus disebabkan karena bekerjanya skemata ini. Mementingkan peranan kognitif 3. yaitu kumpulan dari skema-skema. 2. Teori Piaget Jean Piaget menyebutkan bahwa struktur kognitif sebagai Skemata (Schemas). Skemata tersebut membentuk suatu pola penalaran tertentu dalam pikiran anak. sehingga individu yang lebih dewasa memliki struktur kognitif yang lebih lengkap dari pada ketika ia masih kecil.BAB II PEMBAHASAN A. Mengutamakan insight (pengertian. Teori belajar kognitif lebih menekankan pada cara-cara seseorang menggunakan pemikirannya untuk belajar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya belajar adalah suatu proses usaha yang melibatkan aktivitas mental yang terjadi dalam diri manusia sebagai akibat dari proses interaksi aktif dengan lingkungannya untuk memperoleh suatu perubahan dalam bentuk pengetahuan. memahami. Faktor-faktor intern ini berupa kemampuan atau potensi yang berfungsi untuk mengenal dunia luar dan dengan pengenalan itu manusia mampu memberikan respon terhadap stimulus. Ciri ± ciri aliran belajar kognitif : 1. terutama unsur pikiran. Mementingkan apa yang ada dalam diri manusia. Psikologi kognitif menyatakan bahwa perilaku manusia tidak ditentukan oleh stimulus yang berada diluar dirinya. Makin baik kualitas skema ini. Proses terjadinya adaptasi dari skemata yang telah terbentuk dengan stimulus baru dilakukan dengan dua cara. tingkah laku. sikap dan keterampilan. Dalam dunia pendidikan belajar merupakan aktivitas pokok dalam penyelenggaraan proses belajar-mengajar. sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungannya. Berdasarkan pandangan tersebut teori belajar psikologi kognitif memandang belajar sebagai proses perfungsian kognisi. dan menggunakan pengetahuan yang telah dipeorleh dan disimpan pikirannya secara efektif. makin baik pulalah pola penalaran anak tersebut. Perkembangan skemata ini terus-menerus melalui adaptasi dengan lingkungannya. melainkan oleh faktor yang ada pada dirinya sendiri. . Teori Belajar Kognitif Belajar merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia yang paling penting dalam upaya mempertahankan hidup dan mengembangkan diri. dengan kata lain bahwa aktivitas belajar pada diri manusia ditentukan pada proses internal dalam pikiran yakni proses pengolahan informasi. Mementingkan oembentukan struktur kognitif 5. Skemata ini berkembang secara kronologis. yaitua similasi dan akomodasi. pemahaman) Sesuai dengan kriteria matematika maka belajar matematika lebih cenderung termasuk ke dalam aliran belajar kognitif yang proses dan hasilnya tidak dapat dilihat langsung dalam konteks perubahan tingkah laku. keterampilan dan nilai sikap yang bersifat relatif dan berbekas.

Anak pada tahap ini sudah mampu malakukan penalaran dengan menggunakan hal-hal yang abstrak. dan mampu berfikir reversible. Kaitan antara teori belajar Piaget dengan penggunaan media pembelajaran matematika ini adalah pada tahap operasi konkrit dimana siswa tidak akan bisa memahami konsep tanpa bendabenda konkrit. dengan hanya menggunakan simbol-simbol.terbentuk secara langsung. ide-ide. Anak mampu bernalar tanpa harus berhadapan dengan objek atau peristiwanya langsung. kemampuan mengklasifikasi. Operasi konkrit adalah berupa tindakan tindakan kognitif seperti mengklasifikasikan sekelompok objek. abstraksi dan generalisasi. mampu memandang suatu objek dari sudut pandang yang berbeda secara objektif. Tahap perkembangan kognitif: ‡Tahap Sensori Motor (sejak lahir sampai dengan 2 tahun) Bagi anak yang berada pada tahap ini. pengalaman diperoleh melalui perbuatan fisik (gerakan anggota tubuh) dan sensori(koordinasi alat indra). menata letak benda berdasarkan urutan tertentu dan membilang. ‡Tahap Operasi Formal (11 tahun dan seterusnya) Tahap ini merupakan tahap akhir dari perkembangan kognitif secara kualitas. ‡Tahap Operasi Konkrit(7 tahun sampai dengan 11 tahun) Umumnya anak-anak pada tahap ini telah memahami konsep kekekalan. Akomodasi adalah proses pengintegrasian stimulus baru kedalam skema yang telah terbentuk secara tidak lansung. . ‡Tahap Pra Operasi (2 tahun sampai dengan 7 tahun) Ini merupakan tahap persiapan untuk pengorganisasian operasi konkrit.

sehingga anak akan memahami materi yang harus dikuasainya itu. definisi dan semacamnya. Materi yang satu merupakan prasyarat bagi yang lainnya atau konsep yang satudi perlukan untuk menjelaskan konsep lainnya. siswa akan melihat langsung keteraturan dan pola strukur yang terdapat dalam penggunaan media pembelajaran matematika yang diperhatikannya. Penggunaan notasi dalam menyatakan sebuah konsep tertentu harus disesuaikan dengan tahap perkembangan mental anak. Dalil-dalil yang didapatkan Bruner setelah mengadakan pengamatan kesekolahsekolah: a. Dalil Notasi (notation the orem) Notasi memiliki peranan penting dalam penyajian konsep. Teori Gestalt . b. y Tahap simbolik Pada tahap ini siswa belajar matematika melalui manipulasi lambang atau simbol. d. namun juga dari segi rumus-rumus yang digunakan. diperlukan contoh-contoh yang banyak. bukan saja dari segi isi. Dalil Penyusunan (construction the orem) Dalil ini menyatakan bahwa jika anak ingin mempunyai kemampuan menguasai konsep. Penyajiannya dilakukan dengan pendekatan spiral.2. Tiga tahap pembelajaran yang akan dilewati oleh siswa adalah sebagai berikut : y Tahap pengaktif Tahap ini merupakan tahap dimana siswa belajar dengan memanipulasi benda atau obyek konkret. 3. dimana setiap ideide matematika disajikan secara sistematis dengan menggunakan notasi-notasi yang bertingkat. Dalam proses pembelajaran hendaknya siswa diberi kesempatan untuk memanipulasi benda-benda dengan menggunakan media pembelajaran matematika. Melalui penggunaan media pembelajaran matematika yang ada. teorema. jika anak aktif dan terlibat dalam kegiatan mempelajari konsep yang dilakukan dengan jalan memperlihatkan representasi tersebut. Dalil Pengaitan (connectivity the orem) Dalam matematika itu satu konsep dengan konsep lainnya terdapat hubungan erat. y Tahap ikonik Pada tahap ini siswa belajar dengan menggunakan gambar. anak harus dilatih untuk melakukan penyusunan representasinya. Teori Brunner Jerome Brunner menyatakan bahwa belajar matematika akan lebih berhasil jika proses pengajaran anak diarahkan pada konsep-konsep dan struktur-struktur yang termuat dalam pokok bahasan yang diajarkan. sehingga anak mampu mengetahui karakteristik konsep tersebut. Dalil Kekontrasan dan Keanekaragaman (contrasand variation the orem) Pengontrasan dan keanekaragaman sangat penting dalam melakukan pengubahan konsep dipahami dengan mendalam. c. Ini berarti. Bruner menyarankan keaktifan anak dalam proses belajar secara penuh agar anak dapat mengenal konsep dan struktur yang tercakup dalam bahan yang sedag dibicarakan. maka anak akan lebih memahaminya. disamping hubungan yang terkait antara konsep-konsep dan strukturstruktur tersebut.

Brownell mengemukakan bahwa belajar matematika harus merupakan belajar bermakna dan belajar pengertian. C.Dienes adalah seorang matematikawan yang memfokuskan perhatiannya pada cara pengajaran. c. materi pengajaran dan metode pengajaran. Menurut Van Hiele ada tiga unsur dalam pengajaran matematika yaitu waktu.b. Hubungan aliran kognitif dengan pembelajaran . Dia juga menegaskan bahwa belajar pada hakikatnya merupakan suatu proses yang bermakna. Tokoh aliran ini adalah John Dewey. Dienes menekankan bahwa dalam pembelajaran sebaiknya dikembangkan suatu proses pembelajaran yang menarik sehingga bisa meningkatkan minat siswa terhadap pelajaran matematika. Ini mengandung arti bahwa benda-benda atau obyek-obyek dalam bentuk permainan akan sangat berperan bila dimanipulasi dengan baik dalam pengajaran matematika. Anak juga sudah mampu mengurutkan keteraturan-keteraturan yang sudah dikenali sebelumnya. Hal ini dilakukan agar konsep dan prinsip tersebut dapat dipahami dengan baik oleh siswa. yang menguraikan tahap-tahap perkembangan mental anak dalam geometri. ‡ Tahap analisis Anak sudah mulai mengenal sifat-sifat yang dimiliki dan keteraturan-keteraturan yang terdapat pada benda geometri yang diamatinya. Tahap belajar anak dalam belajar geometri: ‡ Tahap pengenalan (visualisasi) Anak mulai belajar mengenai suatu bentuk geometri secara keseluruhan. 6. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar harus memperhatikan kesiapan intelektual siswa Mengatur suasana kelas agar siswa siap belajar. Teori Dienes Zoltan P. ‡ Tahap pengurutan Anak sudah mampu menarik kesimpulan atau disebut berfikir deduktif walaupun belum berkembang secara penuh. ‡ Tahap deduksi Anak sudah mampu menarik kesimpulan secara deduktif. namun belum mampu mengetahui adanya sifat-sifat dari bentuk geometri yang dilihatnya itu. jika ketiganya ditata secara terpadu maka akan terjadi peningkatan kemampuan berfikir anak kepada tingkatan berfikir lebih tinggi. 4. Teori Brownell W. Van Hiele adalah seorang guru bangsa Belanda yang mengadakan penelitian dalam pengajaran geometri. ‡ Tahap akurasi Anak sudah mulai menyadari pentingnya ketepatan dari prinsip-prinsip dasar yang melandasi pembuktian. Penyajian konsep harus lebih mengutamakan pengertian. Ia mengemukakan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan oleh guru harus memperhatikan hal-hal berikut ini: a. 5. Teori Van Hiele Dalam pengajaran geometri terdapat teori belajar yang dikemukakan oleh Van Hiele (1954). Anak sudah mulai memahami dalil atau menggunakan aksioma dan postulat yang digunakan dalam pembuktian. Dienes mengungkapkan bahwa dalam proses pembelajaran sangatlah penting untuk menyajikan konsep-konsep atau prinsip-prinsip matematika dalam bentuk yang konkrit.

Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk merespon proses pembelajaran. Proses belajar harus dihadirkan secara autentik dan alami. h. b. melainkan oleh faktor yang ada pada dirinya sendiri. Dengan kata lain. Berdasarkan pandangan itu. Karakteristik dari proses belajar ini adalah: a. Faktor-faktor internal itu berupa kemampuan atau potensi yang berfungsi untuk mengenal dunia luar. Fungsi guru adalah menyediakan tangga pemahaman yang puncaknya adalah tangga pemahaman paking tinggi. mengingat dan menggunakan pengetahuan yang telah diperoleh dan disimpan didalam didalam pikirannya secara efektif. Jadi peran guru adalah: a) Memperlancar proses pangkonstruksian pengetahuan dengan cara membuat informasi secara bermakna dan relevan dengan siswa. menganalisa. dan dengan pengalaman itu manusia mampu memberikan respon terhadap stimulus. Memberi kegiatan yang menumbuhkan rasa keingintahuan siswa dan membantu mereka untuk mengekspresikan ide dan mengkomunikasikannya dengan orang lain. dan proses internal. melainkan lebih ditentukan oleh sejauh mana sesaeorang mampu mengelola informasi sehingga dapat disimpan dan digunakan untuk merespon stimulus yang berada di sekelilingnya. dan c) Membimbing siswa untuk menyadari dan secara sadar menggunakan strategi belajar sendiri. Belajar merupakan proses pembentukan makna berdasarkan pengetahuan yang sudah dimiliki melalui interaksi secara langsung dengan obyek. mengembangkan strategi dan tujuan pembelajaran tidak lagi mekanistik sebagaimana pada teori behavioristik namun dengan memperhitungkan kebebasan dan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar agar belajar lebih bermakna bagi siswa. Agar terjadi interaksi antara anak dan obyek pengetahuan. Kegiatan pengelolaan informasi yang berlangsung di dalam kognisi itu akan menentukan perubahan perilaku seseorang. Dalam merumuskan tujuan pembelajaran. . dan siswa harus mencari cara sendiri agar dapat menaiki tangga tersebut. i. terutama unsure pikiran. e. d. maka guru harus menyesuaikan obyek dengan tingkat pengetahuan yang sudah dimiliki anak. b) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan atau menerapkan gagasannya sendiri . Guru menyusun tugas dengan menggunakan terminologi kognitif yaitu meminta anak untuk mengklasifikasi. untuk dapat mengenal dan memahami stimulus yang datang dari luar. Aplikasi Teori Belajar Kognitif Dalam Pembelajaran Hakekat belajar menurut teori kognitif dijelaskan sebagai suatu aktifitas belajar yang berkaitan dengan penataan informasi. teori psikologi kognitif memandang belajar sebagai proses pemfungsian unsurunsur kognisi. aktivitas belajar pada diri manusia ditekankan pada proses internal dalam berfikir. Jadi siswa harus aktif dalam proses belajar mengajar. Belajar merupakan proses pengembangan pemahaman dengan membuat pemahaman baru. D. Teori belajar kognitif menekankan pada kemampuan siswa dan menganggap bahwa siswa sebagai subjek didik. reorganisasi perseptual. c. Demikian pula kinerja seseorang yang diperoleh dari hasil belajar tidak tergantung pada jenis dan cara perberian stimulus. memprediksi.Psikologi kognitif menyatakan bahwa perilaku manusia tidak ditentukan oleh stimulus yang berada dari luar dirinya . yakni proses pengelolaan informasi. g. Bukan sebaliknya jumlah informasi atau stimulus yang mengubah perilaku. Anak dihadirkan dalam situasi obyek sesungguhnya dan harus sesuai dengan perkembangan anak. Oleh karena itu teori belajar kognitif menekankan pada cara-cara seseorang menggunakan pikirannya untuk belajar. Guru mendorong dan menerima otonomi dan insiatif anak. Guru memberi kesempatan berpikir setelah memberi pertanyaan. f.

Bagi guru . saran. Belajar dengan menerapkan apa yang dipelajari agar siswa mempunyai pengalaman dalam mengeksplorasi kognitifnya lebih dalam. 5. psikologi kognitif juga disebut psikologi pemproses informasi. Proses ini meliputi bagaimana informasi dipeorleh. . Pengetahuan itu muncul kembali sebagai petunjuk dalam sikap dan perilaku manusia. 4. Bagi pembaca . menunjang prestasi siswa . dipresentasikan dan ditransperkan sebagai pngetahuan. Adanya kesamaan konsep atau istilah dalam suatu konsep biasa sangat mengganggu dalam pembelajaran karena itulah penyesuaian integrative dibutuhkan. 1. Makalah ini belum sempurna sebagaimana yang diperlukan maka kami sangat mengharapkan kritik. ide demi memperbaiki makalah berikutnya. dan mengembangkan ranah kognitif.BAB III PENUTUP Kesimpulan Psikologi pembelajaran matematika aliran kognitif adalah kajian studi ilmiah mengenai proses-proses mental atau pikiran. B. Pembelajaran tidak akan berhenti sampai ditemukan unsur-unsur baru lagi untuk dipelajari. 2. Saran Dari kesimpulan diatas kami memberikan beberapa saran sebagai berikut. supaya dapat mengefektifkan cara belajar siswa yang aktif . 6. Pembelajaran dilakukan dari pengenalan umum ke khusus (Ausable) dan sebaliknya dari khusus ke umum atau dari konkrit ke abstrak (Piaget). 3. Oleh karena it. Adanya guru yang memberikan arahan agar siswa tidak melakukan banyak kesalahan dalam mengunakan kesempatannya untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang positif. 2. 7. Prinsip ± prinsip utama pembelajaran kognitif adalah : Pembelajaran yang aktif Prinsip pembelajaran dengan interaksi sosial untuk menambah khasanah perkembangan kognitif siswa dan mengahdiri kodnitif yang bersifat egoisentris. 1. A.

Bruner Pendirian yang terkenal yang dikemukakan oleh J. (1991). BRUNER by: Tu¶nas Fuaidah Unduh file klik TEORI BELAJAR MENGAJAR MENURUT JEROME S. perkembangan intelektual anak dapat dibagi menjadi tiga taraf. Perkembangan intelektual anak Menurut penelitian J. 1.B & Collis. Pada taraf ini ia belum dapat mengadakan perbedaan yang tegas antara perasaan dan motif pribadinya dengan realitas dunia luar. telah mempelopori aliran psikologi kognitif yang memberi dorongan agar pendidikan memberikan perhatian pada pentingnya pengembangan berfikir. Strategi Belajar Mengajar Matematika. Evaluating The Quality Of Learning: the SOLO Taxonomy. (1996). Abu dan Supriono. Jakarta. Erman & Winataputra. antara lain: 1. Bruner Bruner yang memiliki nama lengkap Jerome S. J. Bruner menyatakan belajar merupakan suatu proses aktif yang memungkinkan manusia untuk menemukan hal-hal baru diluar informasi yang diberikan kepada dirinya. A. Bruner ialah.DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. Udin S. bahwa setiap mata pelajaran dapat diajarakan dengan efektif dalam bentuk yang jujur secara intelektual kepada setiap anak dalam setiap tingkat perkembangannya. BRUNER 1.Bruner seorang ahli psikologi (1915) dari Universitas Harvard.F. Biografi J. Biggs. bagaimana manusia belajar. atau memperoleh pengetahuan dan mentransformasi pengetahuan. Pendiriannya ini didasarkan sebagian besar atas penelitian Jean Piaget tentang perkembangan intelektual anak. jadi tidak berkenaan dengan anak sekolah. B. Karena itu ia belum dapat memahami dasar matematikan dan fisika yang fundamental. Widodo. Winkel.S. 1. Jakarta: Grasindo. K. (1992). Psikologi Pengajaran. Fase pra-operasional. Berhubungan dengan hal itu. Bruner banyak memberikan pandangan mengenai perkembangan kognitif manusia. pemikir dan pencipta informasi. Dipdikbud. Dasar pemikiran teorinya memandang bahwa manusia sebagai pemproses. Psikologi Pendidikan. (1982). Piaget. bahwa suatu jumlah . Jakarta: Rineka Cipta. W. masa pra sekolah. S. New York: Academic Press Suherman. sampai usia 5-6 tahun. Proses Belajar Mengajar Menurut Jerome S. TEORI BELAJAR MENGAJAR MENURUT JEROME S. Amerika Serikat.

Tahap-tahap dalam proses belajar mengajar Menurut Bruner. Ia belum mampu memecahkan masalah yang tidak dihadapinya secara nyata atau kongkrit atau yang belum pernah dialami sebelumnya. 3. kemudian pada tahap-tahap yang lebih tinggi (sesuai dengan kemampuan siswa) konsep ini diajarkan dalam bentuk yang abstrak dengan menggunakan notasi yang lebih umum dipakai dalam matematika. Tahap evaluasi Dalam tahap evaluasi. 1. Tiga mangga sama dengan 3 mangga. Untuk menanamkan pengertian 3 diberikan 3 contoh himpunan mangga. diubah atau ditransformasikan menjadi bentuk yang abstrakatau konseptual. Tahap informasi (tahap penerimaan materi) Dalam tahap ini. pada taraf ini anak itu telah sanggup beroperasi berdasarkan kemungkinan hipotesis dan tidak lagi dibatasi oleh apa yang berlangsung dihadapinya sebelumnya. B.[2] 1. ia telah dapat melakukannya dalam pikirannya. seorang siswa yang sedang belajar memperoleh sejumlah keterangan mengenai materi yang sedang dipelajari.tidak berunah bila bentuknya berubah. . dalam prosses belajar siswa menempuh tiga tahap. pada taraf ke-2 ini operasi itu ³internalized´. Namun pada taraf operai kongkrit ini ia hanya dapat memecahkan masalah yang langsung dihadapinya secara nyata. seorang siswa menilai sendiri sampai sejauh mana informasi yang telah ditransformasikan tadi dapat dimanfaatkan untuk memahami gejala atau masalah yang dihadapi. S. 3. informasi yang telah diperoleh itu dianalisis. Pada taraf ini kemungkinan untuk menyampaikan konsep-konsep tertentu kepada anak sangat terbatas. Fase operasi kongkrit. Kurikulum spiral J. Alat-Alat Mengajar Jerome Bruner membagi alat instruksional dalam 4 macam menurut fungsinya. 1.[3] 1. 2. yaitu: 1. Misalnya. Penggunaan konsep Bruner dimulai dari cara intuitif keanalisis dari eksplorasi kepenguasaan. 2. Fase operasi formal. jika ingin menunjukkan angka 3 (tiga) supaya menunjukkan sebuah himpunan dengan tiga anggotanya. Tahap transformasi (tahap pengubahan materi) Dalam tahap ini. Bruner dalam belajar matematika menekankan pendekatan dengan bentuk spiral. artinya dalam menghadapi suatu masalah ia tidak perlu memecahkannya dengan percobaan dan perbuatan yang nyata. Contoh himpunan tiga buah mangga. Pendekatan spiral dalam belajar mengajar matematika adalah menanamkan konsep dan dimulai dengan benda kongkrit secara intuitif.[1] 4.

C. misalnya model molekul atau alat pernafasan. 3. Dalam tahap ini penyajian yang dilakukan melalui tindakan anak secara langsung terlihat dalam memanipulasi (mengotak atik)objek. 2. yang menyajikan suatu masalah dalam urutan yang teratur dan memberi ballikan atau feedback tentang responds murid. segi enam. untuk memberi pengertian tentang suatu ide atau gejala. Yaitu menyajikan bahan-bahan kepada murid-murid yang sedianya tidak dapat mereka peroleh dengan pengalaman langsung yang lazim di sekolah. a. persegipanjang. segi lima. 2. Ajak dan beri semangat si belajar untuk memberikan pendapat berdasarkan intuisinya. film tentang alam yang memperlihatkan perjuangan untuk hidup. kemudian gunakan pertanyaan yang dapat memandu si belajar untuk berpikir dan mencari jawaban yang sebenarnya.[4] 1. sedangkan bukan contohnya berikan bentuk-bentuk bangun datar lainnya seperti. tetapi juga eksperimen atau demonstrasi. Misal : untuk contoh mau mengajarkan bentuk bangun datar segiempat. sedangkan bukan contoh adalah berikan bangun datar segitiga.1995 dalam Paulina panen. Alat dramatisasi. . Alat model yang dapat memberikan pengertian tentang struktur atau prinsip suatu gejala. Jangan dikomentari dahulu atas jawaban siswa.1. Aplikasi Teori Bruner Dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Penerapan teori belajar Bruner dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan: 1. (Anita W. Sajikan contoh dan bukan contoh dari konsep-konsep yang anda ajarkan. 4. Misalnya berikan pertanyaan kepada sibelajar seperti berikut ini ´ apakah nama bentuk ubin yang sering digunakan untuk menutupi lantai rumah? Berapa cm ukuran ubin-ubin yang dapat digunakan? 3. Pembelajaran menemukan rumus luas daerah persegi panjang? Untuk tahap contoh berikan bangun persegi dengan berbagai ukuran. juga program yang memberikan langkah-langkah untuk memahami suatu prinsip atau struktur pokok. yakni yang mendramatisasikan sejarah suatu peristiwa atau tokoh. trapesium. alat untuk menyampaikan pengalaman ³vicarious´. Misalnya Jelaskan ciri-ciri/ sifat-sifat dari bangun Ubin tersebut? 4. Ini dapat dilakukan melalui film. Alat automatisasi seperti ³teaching machine´ atau pelajaran berprograma. Tahap Enaktif. lingkaran. jajar genjang. segitiga. 2003 3.16) Berikut ini disajikan contoh penerapan teori belajar Bruner dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. TV. Berikan satu pertanyaan dan biarkan biarkan siswa untuk mencari jawabannya sendiri. rekaman suara dll. Bantu si belajar untuk melihat adanya hubungan antara konsep-konsep. segi lima atau lingkaran. 1.

Jangan dikomentari dahulu atas jawaban siswa. Lebar = 1 satuan Panjang = 10 satuan . 2. Lebar = 2 satuan Panjang = 5 satuan . Ajak dan beri semangat si belajar untuk memberikan pendapat berdasarkan intuisinya. Jika simbolis ukuran panjang p. 3.(a) Untuk gambar b ukurannya: c ukurannya: a ukurannya: Panjang = 20 satuan . BAB III . Penyajian pada tahap ini apat diberikan gambar-gambar dan Anda dapat berikan sebagai berikut. Berikan satu pertanyaan dan biarkan biarkan siswa untuk mencari jawabannya sendiri. Sajikan contoh dan bukan contoh dari konsep-konsep yang anda ajarkan. ukuran lebarnya l . 4. dan luas daerah persegi panjang L maka jawaban yang diharapkan L = p x l satuan Jadi luas persegi panjang adalah ukuran panjang dikali dengan ukuran lebar. Tidak semua materi yang ada dalam matematika sekoah dasar dapat dilakukan dengan metode penemuan. anak memanipulasi Simbol-simbol atau lambang-lambang objek tertentu. berhubungan dengan mental yang merupakan gambaran dari objek-objek yang dimanipulasinya. kemudian gunakan pertanyaan yang dapat memandu si belajar untuk berpikir dan mencari jawaban yang sebenarnya. Tahap Ikonik Dalam tahap ini kegiatan penyajian dilakukan berdasarkan pada pikiran internal dimana pengetahuan disajikan melalui serangkaian gambar-gambar atau grafik yang dilakukan anak. Tahap Simbolis Dalam tahap ini bahasa adalah pola dasar simbolik. Siswa diminta untuk mngeneralisasikan untuk menenukan rumus luas daerah persegi panjang. Penerapan teori belajar Bruner dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan: 1. Bantu si belajar untuk melihat adanya hubungan antara konsep-konsep. 5. Lebar = 4 satuan b. c.

dan tahap simbolik. 2008suhadinetTinggalkan komentarGo to comments . agar proses mempelajari sesuatu pengetahuan atau kemampuan berlangsung secara optimal. S.S. Lisnawaty. 2005 Nasution. Dalam Teori Bruner dengan metode Penemuan (discovery learning). Teori belajar matematika menurut J.V. karena langkah permulaan belajar konsep. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Psikologi Pendidikan Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan. 2006 PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DALAM KEGIATAN LESSON STUDY Mei 28.S. tahap enaktif.ANALISIS Bruner menjadi sangat terkenal karena dia lebih peduli terhadap proses belajar daripada hasil belajar. DAFTAR PUSTAKA Mulyati. tahap ikonik. 1998 Syah.. Menurut teori J. Wasty. 2000 Simanjutak. Psikologi Belajar. pengertian akan lebih melekat bila kegiatan-kegiatan yang menunjukkan representasi (model) konsep dilakukan oleh siswa sendiri dan antara pelajaran yang lalu dengan yang dipelajari harus ada kaitannya Menurut Bruner. Jakarta: Bumi Aksara.metode yang digunakannya adalah metode Penemuan (discovery learning). Andi Offset. kekurangannya tidak bisa digunakan pada semua materi dalam matematika hanya beberapa materi saja yang dapat digunakan dengan metode penemuan. Metode Mengajar Matematika. Jakarta: PT Rineka Cipta. Jakarta: PT Rineka Cipta. Bruner langkah yang paling baik belajar matematika adalah dengan melakukan penyusunan presentasinya. Yogyakarta: C. Muhibbin. dalam arti pengetahuan taua kemampuan dapat diinternalisasi dalam struktur kognitif orang yang bersangkutan. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar.Kemampuan tersebut dibagi dalam 3 tahap yaitu. Bruner tidak jauh berbeda dengan teori J. Piaget. Psikologi Belajar. 1993 Soemanto.Discovery learning dari Bruner merupakan model pengajaran yang dikembangkan berdasarkan pada pandangan kognitif tentang pembelajaran dan prinsipprinsip konstruktivitas.

panduan guru (teaching guide). Dalam kolaborasi ini. B. A.3 Votes (Makalah disajikan pada Pelatihan Lesson Study untuk Guru SMP Se-Kabupaten Hulu Sungai Utara. sehingga guru dapat memainkan perannya sebagai fasilitator bagi pembelajaran siswanya. Pendahuluan Penyelenggaraan proses belajar mengajar (PBM) menuntut guru untuk menguasai isi atau materi bidang studi yang akan diajarkan serta wawasan yang berhubungan dengan materi tersebut. Melalui lesson study.Pd. ataupun forum diskusi untuk berbagi pengalaman dengan kolega. tanggal 27 s. Guru harus dapat menerapkan inovasi-inovasi baru dalam pendidikan khususnya inovasi pembelajaran di kelas sebagaimana yang telah direkomendasikan para pakar pendidikan agar dapat memenuhi tuntutan kurikulum. Sebagai penyelenggara PBM guru juga harus dapat mengembangkan sikap positif siswa dan dapat merespon ide-ide mereka. Sehingga dengan adanya Lesson study.Pd. guru dapat memperbaiki mutu pengajarannya di kelas serta meningkatkan keprofesionalannya. Semangat introspeksi terhadap apa yang sudah dilakukan selama ini terhadap proses pembelajaran. Guru-guru dalam kelompok lesson study juga harus membuat perangkatperangkat lain yang diperlukan dalam pembelajaran seperti LKS. Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan mengajukan pertanyaan terhadap diri sendiri dengan pertanyaan seperti: y Apakah saya sudah melakukan tugas sebagai guru dengan baik? y Apakah pembelajaran yang saya lakukan telah sesuai dengan kompetensi yang diharapkan akan dicapai siswa? y Apakah saya telah membuat siswa merasa jenuh dengan pembelajaran saya? y Adakah strategi-strategi lain yang lebih baik yang bisa digunakan untuk melaksanakan pembelajaran ini selain strategi yang biasa saya gunakan? y Apakah ada alternatif kegiatan belajar lain yang juga cocok untuk pembelajaran ini? . instrumen evaluasi pembelajaran.d. guru-guru yang tergabung dalam kelompok lesson study berupaya merancang suatu skenario pembelajaran yang memperhatikan kompetensi dasar. Melalui Lesson study. guru dapat mengamati pelaksanaan pembelajaran²yang diteliti (research lesson) dan juga dapat mengadopsi pembelajaran sejenis setelah mengamati respon siswa yang tertarik dan termotivasi untuk belajar dengan cara seperti yang dilaksanakan pada kegiatan lesson study ini. Selain itu guru juga harus memiliki kompetensi pedagogik. 31 Mei 2007) Oleh: Suhadi.. video. M. Pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran ini dapat dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap pembelajaran yang diteliti maupun melalui laporan tertulis. media pembelajaran. guru dapat secara kolaboratif berupaya menterjemahkan tujuan dan standar pendidikan ke alam nyata di kelas. S. dan strategi pembelajaran yang digunakan sehingga siswa dapat memperoleh pengetahuan tertentu yang terkait dengan materi yang dibelajarkan. pengembangan kebiasaan berpikir ilmiah. Sikap yang Diperlukan Sebelum Memulai Kegiatan Lesson study Untuk dapat memulai kegiatan lesson study maka di perlukan perubahan dari dalam diri guru sehingga memiliki sikap sebagai berikut: 1. Kolaborasi yang dilakukan bertujuan untuk merancang pembelajaran sedemikian rupa sehingga siswa dapat mencapai kompetensi dasar yang diharapkan akan mereka kuasai.

Pembuatan Perangkat Pembelajaran Jika guru yang terlibat dalam kegiatan lesson study sudah memiliki atau menyadari pentingnya sikap-sikap di atas. Pembelajaran merupakan suatu proses untuk mengembangkan potensi siswa. Keberanian untuk mengakui kesalahan diri sendiri. dsb. Lembar observasi ini akan memandu pengamat untuk memperhatikan aspek-aspek khusus yang menjadi fokus kegiatan lesson study. alat.y Adakah media pembelajaran yang lebih baik yang dapat dipakai untuk pembelajaran ini selain media pembelajaran yang biasa saya gunakan? y Mengapa siswa saya tidak termotivasi untuk mengikuti pembelajaran dari saya? y Apakah selama ini saya telah menggunakan instrumen evaluasi yang tepat? y Dan lain-lain. Namun karena pembelajaran dalam program lesson studydirancang untuk keperluan peningkatan pembelajaran yang inovatif dan melibatkan kelompok guru serta dimungkinkan untuk dijadikan sebagai ajang penelitian tindakan kelas. Oleh karena itu tujuan utama penyusunan perangkat pembelajaran adalah agar segala sesuatu yang telah direncanakan bersama dapat tercapai. baik potensi akademik. 4. Dalam proses ini diperlukan perangkat pembelajaran yang disusun dan dipilih sesuai dengan kompetensi yang akan di kembangkan. Keberanian untuk mau mengakui dan memakai ide orang lain yang baik. keterlaksanaan langkah-langkah pembelajaran yang telah direncanakan. hambatan-hambatan yang muncul saat PBM berlangsung. ketercapaian tujuan pembelajaran. . Pengumpulan data dari hasil observasi PBM ini biasanya terkait dengan suasana kelas. maka langkah selanjutnya adalah memfokuskan kegiatan lesson study dengan cara menyepakati tema permasalahan dan pembelajaran yang akan diangkat dalam kegiatan. Keberanian membuka diri untuk dapat menerima saran dari orang lain untuk peningkatan kualitas diri. Pada dasarnya perangkat pembelajaran lesson study tidak berbeda dengan perangkat pembelajaran yang biasa disiapkan oleh masing-masing guru di sekolah. antusiasme siswa. Perangkat pembelajaran adalah sejumlah bahan. dilakukan dan dinilai bersama oleh kelompok. Perencanaan pembelajaran ini dituangkan dalam bentuk perangkat pembelajaran dan lembar instrumen observasi pengumpulan data PBM. 5. maka perlu disadari betul bahwa keberhasilan dan kegagalan PBM adalah tanggung jawab bersama semua anggota kelompok. 3. Penyusunan lembar observasi untuk mengumpulkan data PBM merupakan suatu elemen pentinglesson study yang didasarkan pada rencana pembelajaran yang disusun. media. Keberanian memberikan masukan yang jujur dan penuh penghormatan C. petunjuk dan pedoman yang akan digunakan dalam proses pembelajaran atau digunakan pada tahap tindakan (do) dalam kegiatan lesson study. Serangkaian pertanyaan itu yang harus dijawab dengan jujur oleh setiap guru yang ingin terlibat/dilibatkan dalam kegiatan lesson study. 2. Karena lesson study adalah kegiatan yang direncanakan. secara seksama. potensi kepribadian dan potensi sosial ke arah yang lebih baik menuju kedewasaan. maka dalam perencanaannya perangkat pembelajaran harus disusun bersama (kelompok guru). sistematis dan terukur. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas tentu akan mendorong guru pada proses pencarian cara untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangan PBM-nya selama ini. Kemudian kelompok lesson studydapat membuat perencanaan pembelajaran yang akan dilakukan.

Dalam hal ini guru hendaknya tahu persis esensi dari materi pelajaran tersebut (materi esensial) agar tidak mengalami kesulitan dalam menyusun perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran dalam rangka kongkritisasi persoalan maupun dalam rangka konseptualisasi fakta perlu disusun dengan mempertimbangkan kaidah keilmuan masingmasing agar hasil belajar yang akan diperoleh siswa tidak menyimpang dari kaidah keilmuan yang berlaku. memerlukan perangkat pembelajaran yang membuat anak mampu mengungkap gejala alam yang ada dan menganalisisnya menjadi suatu pengertian atau konsep yang utuh. Urun pendapat. tetapi lebih tertuju pada cara guru mengelola kegiatan pembelajaran dan aktifitas belajar siswa (obyektif). Karakteristik subyek didik Subyek didik dalam proses pembelajaran pada hakekatnya adalah pribadi yang kompleks yang berbeda antara satu dengan lainnya. Sedangkan materi IPA yang umumnya gejalanya dapat diindera . berbagi pengalaman. kompetensi pribadi yang menyangkut perkembangan etika dan moral. (3) lingkungan sosial budayanya. Seringkali perangkat pembelajaran yang dibuat tidak dapat dipergunakan secara optimal karena saat membuatnya.Seperti telah disebutkan sebelumnya. Matematika dengan sifat materinya yang abstrak memerlukan perangkat pembelajaran yang mampu membuat lebih kongkrit. . mulai dari rencana pembelajaran sampai evaluasi proses pembelajaran. (2) gaya belajarnya. 3. Hal ini sangat penting karena refleksi para observer tidak di tujukan kepada penampilan guru (subyektif). Seorang guru model dalam tahap refleksi (see) sesudah pembelajaran akan menguraikan/menyampaikan tentang semua kondisi yang dia ciptakan untuk membelajarkan siswa. D. guru mengabaikan karakteristik subyek didik. serta kompetensi sosial. (5) dan lain-lain. oleh karena itu harus nampak dalam perangkat pembelajaran.. agar kompetensi dasar yang telah ditetapkan dapat tercapai. Ada tiga aspek dalam kompetensi dasar untuk siswa SMP yang harus dicapai. Materi IPA akan berbeda dengan matematika. Karakteristik materi pelajaran atau pokok bahasan Setiap materi pelajaran mempunyai sifat masing masing. Ketiga kompetensi ini dikembangkan dalam proses pembelajaran. Kompetensi dasar yang akan di kembangkan Dalam kurikulum KTSP guru dituntut untuk mempunyai kreativitas lebih dalam merancang pembelajaran. Dalam pembelajaran untuk lesson study perubahan perilaku siswa ini menjadi fokus perhatian. yaitu kompetensi akademik meliputi penguasaan konsep dan metode keilmuan. pembuatan perangkat pembelajaran dan lembar observasi ini harus dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh peserta program lesson study. atau bahasa. Beberapa Dasar Pemikiran Penyusunan Perangkat Pembelajaran dalam Lesson Study Berikut ini dipaparkan beberapa dasar pemikiran yang harus diperhatikan dalam penyusunan suatu perangkat pembelajaran dalam kegiatan lesson study: 1. sesuai dengan program pengembangan yang di rencanakan. (4) keterampilan motoriknya. Variabel subyek didik yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun perangkat pembelajaran adalah: (1) tingkat perkembangan kognitifnya. dan diskusi dengan dilandasi komitmen untuk melakukan inovasi dan memperbaiki kualitas pembelajaran mutlak diperlukan. Dalam rangkalesson study hendaknya guru mampu memilih dan mengorganisasi materi pelajaran dan mengemasnya sebagai bahan ajar sebagai salah satu perangkat pembelajaran. 2. Walaupun mereka ada dalam kelas yang sama namun kenyataannya dalam banyak hal mereka berbeda.

IPA maupun mata pelajaran lainnya. Pilihan model pembelajaran ini akan mewarnai penyusunan perangkat pembelajaran. Kemampuan anak mengekplorasi lingkungan merupakan bekal penting untuk dapat memecahkan masalah yang timbul di masyarakat. e. baik yang terkait dengan matematika. Alokasi Waktu Alokasi waktu yang tersedia untuk kegiatan lesson study juga penting untuk diperhatikan dalam perencanaan yang dituangkan dalam perangkat pembelajaran agar pelaksanaan lesson study benar-benar efektif dan tidak berakibat sebaliknya. b. terutama jika kita memilih pendekatan Contextstual Teaching Learning ( CTL). disusun sendiri oleh kelompok guru dan dijabarkan dari standar kompetensi.. Instrumen evaluasi meliputi kognitif. Demikian juga dengan model. Model Pembelajaran.model pembelajaran yang lain. Skenario pembelajaran.4. sehingga perangkat evaluasi pembelajaran terutama evaluasi afektif lebih mudah untuk diimplementasikan. afektif dan psikomotorik a. Pengembangan kecakapan hidup bagi siswa SMP dapat dimulai dari lingkungan sekolah. Urutan Metode Pembelajaran. model kooperatif. dipilih dari kurikulum Indikator. berisi urutan aktivitas pembelajaran siswa dan mencerminkan pilihan model Pembelajaran. 6. disesuaikan dengan aktivitas siswa dan model pembelajaran. E. 5. Pemilihan model pembelajaran Setiap model pembelajaran yang dipilih dalam perencanaan pembelajaran mencerminkan urutan pembelajaran yang terjadi . maupun secara individu. d. . Dalam pelaksanaan lesson study penetapan model pembelajaran. dipilih sesuai penekanan kompetensi dan materi. Media pembelajaran. Rencana Pembelajaran Adapun komponen rencana pembelajaran adalah: Standar kompetensi dan kompetensi dasar. Banyak hal yang dapat dipelajari siswa dari lingkungannya. Perangkat pembelajaran yang memungkinkan anak belajar di luar kelas mempunyai karakteristik yang agak berbeda dengan perangkat pembelajaran di dalam kelas. bahasa. dipilih dan di urutkan sesuai skenario pembelajaran. terutama dalam penyusunan skenario pembelajaran dan penyusunan lembar kegiatan siswa. memecahkan masalah maupun dalam proses pembangunan konsep. Urutan pembelajaran model deduktif misalnya akan berbeda dengan urutan pembelajaran model induktif. Perangkat Pembelajaran yang Disusun Perangkat pembelajaran yang disusun dalam tahap perencanaan (plan) suatu kegiatan lesson studymeliputi: 1. Karakteristik lingkungan sekitar sekolah Lingkungan sekolah sebenarnya sangat potensial sebagai sumber belajar. dalam hal ini kita harus memilih dari kurikulum Pokok bahasan. . ecara kooperatif di dalam kelompok. atau model pembelajaran langsung. Perlu diingat bahwa bgaimanapun waktu merupakan salah satu faktor pembatas utama dalam PBM. baik dalam mengekplorasi gejala. c. g. h. terutama yang inovatif diharapkan mampu mengubah paradigma pembelajaran dari pola pembelajaran yang terpusat pada guru menjadi pola pembelajaran yang menekankan pada keterlibatan murid. Dalam proses pembelajaran di luar kelas siswa lebih leluasa mengekpresikan dirinya. f.

Lesson Study. LCD. Instrumen Evaluasi Instrumen evaluasi meliputi : Evaluasi kognitif untuk melihat daya serap anak terhadap materi yang di pelajari Evaluasi afektif untuk melihat perubahan perilaku. Peningkatan Keprofesionalan Guru Melalui Lesson Study. etika. . maka guru harus benarbenar melakukan uji waktu sebelum tampil. nilai. & Warsono. Instrumen ini disusun baik dalam bentuk instrumen test maupun non test F. b. 3. J. Sukirman. Panduan guru ini biasanya berisi bagaimana guru harus mengorganisasi siswa. tanggal 26 Nopember ± 10 Desember. dalam kaitannya dengan manajemen waktu dan media pembelajaran. 4. ³Lesson study melibatkan banyak orang. namun pelaksanaannya tetap di lakukan oleh seorang guru.langkah kegiatan belajar siswa. (Online). Bahan Rujukan: Hidayati. baik dari segi proses keilmuan maupun dalam memperoleh konsep. Makalah disajikan dalam PelatihanLesson StudyBagi Guru Berprestasi dan Pengurus MGMP MIPA Seluruh Indonesia. 2006. Agar apa yang di rencanakan sesuai dengan yang dilaksanakan. Lembar Kerja Siswa ( LKS) Berisi langkah. atau dapat juga LKS yang bersifat semi terbuka. apalagi jika menggunakan perangkat untuk demonstrasi atau eksperimen. http://www.´ 5. walaupun masih ada peranan guru dalam memberikan arahan. S. piranti demonstrasi ataupun piranti ekperimen.. Makalah disajikan dalam Pelatihan Lesson StudyBagi Guru Berprestasi dan Pengurus MGMP MIPA Seluruh Indonesia. maka perlu adanya pedoman/petunjuk guru. LKS dapat juga berupa modul pembelajaran.org di akses 23 Mei 2008). memimpin diskusi sampai bagaimana guru harus mengevaluasi. CD maupun perangkat keras seperti : OHP.nsdc.nilai (value) pada siswa Evaluasi psikomotorik untuk mengetahui keterampilan siswa dalam melakukan pekerjaan. 2007. Listyani.2. Teacher Learn How To Improve Instruction. PPPG Kesenian Yogyakarta. tanggal 26 Nopember ± 10 Desember 2006. Media Pembelajaran Media pembelajaran yang dipergunakan dalam proses pembelajaran dapat berupa perangkat lunak seperti : lembar transparansi. Teaching Guide (Panduan Guru ) Dalam Lesson study perencanaan dibuat oleh kelompok guru. Richardson. National Staf Depelovment Council. 2006. LKS yang di susun dapat bersifat panduan tertutup yang dapat dikerjakan siswa. mengunakan LKS. gambar. c. LKS model apapun yang di susun harus mampu memberikan panduan agar siswa dapat belajar dengan benar. E. a. Penyusunan Perangkat Pembelajaran Lesson Study. LKS model ini memberi peluang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitasnya. PPPG Kesenian Yogyakarta. VCD Player. sesuai dengan tuntunan yang ada.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful