You are on page 1of 13

Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Reproduksi Pada Ny. T P2A0 dengan Ca. Cervix St.

III B Di Ruang Obgyn Kemuning Lt.III RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

Disusun Oleh : Hardianto 220112110077

Program Profesi Ners Angkatan XXII Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran Bandung 2012

I. Pengkajian tanggal 4 Januari 2012 A. Anamnesa 1. Identitas Klien Nama : Ny. T Usia : 38 tahun Alamat : Kp.Gn Geder 02/03 Cikelet Cijambe Garut Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Pendidikan Terakhir : SMP Suku Bangsa : Sunda Golongan Darah :O No. RM : 1138956 Diagnosa Medis : Ca cervix stadium III B 2. Keluhan Utama Klien mengeluhkan badannya lemas 3. Riwayat Kesehatan Sekarang Klien datang untuk dilakukan kemoradiasi, klien pernah mengeluh perdarahan dari jalan lahir 4 hari SMRS, perdarahan membasahi 45 pembalut/hari, saat ini perdarahan sudah tidak ada lagi. Keputihan diakui sejak 9 bulan SMRS, gatal dan berbau. Perdarahan kontak diakui sejak 2 bulan SMRS. Klien mengatakan tidak memiliki riwayat alergi terhadap makanan ataupun alergen yang lain, klien sebelumnya tidak pernah melakukan test skrining, karena klien tinggal jauh di pedesaan yang memang tidak memikirkan hal-hal seperti tersebut, klien mengakui sebelum didiagnosa terkena kanker serviks, klien dan suami masih aktif melakukan hubungan suami istri. Klien mengakui semenjak didiagnosa terkena kanker serviks, nafsu makan klien menurun. Sehubungan dengan penyakit yang diderita, klien belum pernah menjalani terapi apapun, baru sekarang akan mendapatkan terapi yang pertama semenjak didiagnosa yaitu kemoradiasi. 4. Riwayat Kesehatan Dahulu Riwayat tekanan darah tinggi (-), riwayat asma (-), klien tidak pernah mengalami penyakit berat sebelumnya. 5. Riwayat Kesehatan Keluarga Tidak ada anggota keluarga dekat yang mengalami penyakit serupa, jantung, DM maupun penyakit yang lain. 6. Riwayat Psikososial Klien merasa cemas dengan apa yang dialaminya, karena tidak mengetahui sejak kapan menderita penyakit ini,sehingga saat didiagnosa menderita Ca Serviks St. IIIB, kliendan keluarga sangat kaget. Semenjak didiagnosa klien menyadari ada perubahan yang

cukup drastis,selain karena berat badan yang turun drastis, klien juga jadi jarang bergaul dengan orang lain dikarenakan terlalu cemas dengan keadaannya, klien memikirkan apa yang akan dialaminya adalah kematian. Klien mengakui memang tidak terlalu banyak mendapat informasi tentang penyakit kanker ini, yang klien tahu adalah penderita penyakit ini jarang ada yang berumur panjang dan kalau pun ada mereka pasti menjalani kemoterapi dan radiasi yang banyak memberi efek samping tidak nyaman seperti kulit menjadi lebih hitam, sering mual dan rambut rontok sehingga klien mengakui ketakutannya terhadap pengobatan yang akan diterimanya nanti. Hal inilah yang diakui klien membuat klien menjadi stres. 7. Riwayat Spiritual Klien mengakui dan sadar bahwa klien memang jarang menjalankan ibadah seperti sholat, baik sewaktu di rumah sebelum dirawat dan terdiagnosa kanker maupun saat ini ketika dirawat, namun bukan berarti klien lupa kepada Tuhan karena klien mengakui bahwa klien sering berdoa agar diberikan kesembuhan, agar dapat kembali berkumpul bersama keluarga di kampung. Klien tidak menganggap penyakit ini sebagai hukuman kepadanya karena lalai menjalankan ibadah, namun klien menganggap penyakit ini hanya sebagai cobaan saja. 8. Riwayat ADL Nutrisi : Selama di rumah klien memang jarang makan, sehingga berat badannya semakin hari semakin turun di tambah lagi dengan kondisi penyakitnya, selama di rawat di rumah sakit klien juga mengakui nafsu akannya berkurang, salah satunya diakibatkan karena mual sehingga makanan yang disediakan jarang habis. Selain itu klien mengakui setelah terkena penyakit kanker ini terjadi perubahan berat badan yang sangat drastis dalam 4 bulan terakhir, berat badannya turun dari 58 kg menjadi 38 kg. Eliminasi : Sebelum klien dirawat, pola BAK dan BAB normal namun setelah terkena penyakit, klien mengakui konsistensi urin memang berubah dari biasanya menjadi lebih keruh, selama di rawat di rumah sakit, konsistensi urin masih pekat dan berbau menyengat, namun klien jadi jarang BAK di karenakan klien juga jarang minum Istirahat : sebelum dirawat di rumah sakit klien mengakui memang jarang tidur siang, tidur malam normal seperti biasa tidur jam 9 bangun jam 5 pagi, namun semenjak di rawat klien mengakui menjadi sering tidur siang dan cepat tidur malam

yakni sekitar jam 7an dikarenakan memang kondisi klien yang lemas. Aktivitas : sebelum di rawat dan didiagnosa kanker serviks klien memang tidak pernah berolahraga apalagi rekreasi, apalagi setelah didiagnosa dan harus dirawat, klien tidak bisa berolahraga dan rekreasi Personal hygiene : sebelum dirawat klien mandi 2 kali sehari, memotong kuku bila panjang, dan mencuci rambut seminggu sekali, semenjak dirawat klien tidak pernah mandi, klien hanya diseka/lap oleh suami dan klien mengakui memang jadi males untuk bersih-bersih. Kebiasaan : klien tidak memiliki kebiasaan merokok apalagi minum minuman keras

B. Pemeriksaan Fisik Keadaan umum Tingkat kesadaran : Compos mentis TD : 130/80mmHg R :20x/mnt N : 80x/mnt S : 36,5oC Pemeriksaan kepala : rambut rontok, edema (-), konjungtiva anemis, sklera tidak ikterik Pemeriksaan leher : peningkatan JVP (-), pembesaran KGB (-) Pemeriksaan dada : bentuk dada simetris, suara nafas vesikuler ka/ki, suara jantung tambahan (-) Pemeriksaan abdomen : bekas luka operasi (-), bentuk simetris, lembek dan datar, konstipasi (-), nyeri abdomen (-) Pemeriksaan ekstremitas :edema (-), pucat, CRT 3 detik, akral teraba dingin Pemeriksaan kulit : tidak terdapat bengkak di tubuh klien, ulkus (-), kemerahan (-), gatal dan eritema (-), hiperpigmentasi (+) pemeriksaan genitourinaria : BAK 3x/hari, berbau menyengat,warna kuning kental dan keruh, hematuria (-), oliguria (-), anuria (-) C. Pemeriksaan Diagnostik Pemeriksaan tanggal 30 Desember 2011 Hb : 10,4 gr/dL Ht : 32% Leukosit : 15.300 /mm3 Eritrosit : 3,74 juta/uL Trombosit : 286.000/mm3 Index eritrosit MCV : 84,2 fL

MCH MCHC

: 27,8pg : 33%

Pemeriksaan Penunjang Yang Lain - Pemeriksaan Spekulum : Fluksus (+), Flour (-), carsinomatorus exufitik 3x4x3 cm - Pemeriksaan Dalam : vagina infiltrasi 1/3 proksimal, parametrium infiltrasi +/+, - Foto thoraks : tidak tampak metastase intrapulmonal, tidak tampak kardiomegali

II.

Analisa Data Data DS : - Klien mengeluhkan lemas - Klien mengatakan pernah terjadi perdarahan dari jalan lahir sekitar 1 bulan yang lalu DO : - Hb 10,4 g/dl - konjungtiva anemis - klien tampak lemas -

Etiologi Hiperplasia massa di serviks Menekan jaringan sekitar Ulkus nekrosis jaringan Jaringan sekitar serviks rapuh Perdarahan Anemia Gangguan perfusi jaringan Stress Peningkatan asam lambung Mual muntah Kurang nafsu makan Gangguan pemenuhan nutrisi

Masalah Gangguan perfusi jaringan (anemia) berhubungan dengan perdarahan intra cervikal

DS : - Klien mengatakan menjadi kurang nafsu makan selama dirawat, ditambah mual muntah - Klien mengakui berat badannya turun drastis setelah terkena kanker dari 58 kg menjadi 38 kg

Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penurunan nafsu makan

DO : - Porsi makan tidak habis

klien

DS : - klien mengatakan cemas dengan keadaannya - klien mengatakan tidak terlalu banyak mendapat informasi tentang penyakit kanker - klien mengakui hal ini membuatnya stress DO : III.

Terdiagnosa Kanker Kurang mendapat informasi tentang kanker Salah interpretasi informasi Ansietas

Ansietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakit, prognosis dan pengobatannya

Diagnosa Keperawatan 1. Gangguan perfusi jaringan (anemia) berhubungan dengan perdarahan intra cervikal 2. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penurunan nafsu makan 3. Ansietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakit, prognosis dan pengobatannya

II.

Implementasi Keperawatan

No Dx 1

Tanggal/ waktu 4/1/2012

Implementasi

Respon

Paraf

1. Mengobservasi tandatanda vital dan perdarahan (jumlah, warna, lama)

1. TD : 130/80, N: 80x/mnt, R:20x/mnt, S:36.5 oC, perdarahan sudah tidak ada, klien merasa lemas, konjungtiva anemis

2. Melakukan pemasangan infus

2. Infus terpasang di tangan kiri, Nacl 0,9% 20 tts/menit, tidak terjadi tandatanda flebitis

3. Memantau pemasukan makanan klien

3. Makanan sore tidak habis, klien mengatakan mual

4. Menganjurkan dan memotivasi klien untuk makan makanan tinggi kalori dan protein, menjelaskan pentingnya nutrisi tersebut untuk penyembuhan

4. Klien hanya mengangguk tanda mengerti apa yang disampaikan, klien mengatakan akan mencoba untuk menghabiskan porsi makanan yang disediakan

5/1/2012 1 1. Mengobservasi tanda-tanda vital dan perdarahan (jumlah, warna, lama) 2 1. TD : 120/80, N: 84x/mnt, R:22x/mnt, S:36.5 merasa
o

C,

klien lemas,

konjungtiva anemis 2. Menganjurkan untuk 2. Klien melakukan perawatan mulut sebelum makan 2 mengatakan

tadi pagi klien sudah menggosok gigi

3. Memantau pemasukan makanan klien

3. Porsi makanan klien tetap masih tersisa tapi lebih sedikit

jika dibanding hari sebelumnya 2 4. Mengidentifikasi suasana makan yang menyenangkan 4. Klien senang makan ketika di ruangan

tidak terlalu ramai penjenguk lain pasien

5. Menganjurkan klien 5. Klien untuk makan sedikit tetapi sering

mengatakan

nanti akan mencoba yang dianjurkan

6. Melakukan pemberian darah 1 labu tranfusi

6. Tranfusi lancar 30 tetes/menit (4 jam habis) 7. klien mengatakan

7. Menganjurkan agar

klien tidak terlalu banyak memikirkan penyakitnya, tetapi cobalah untuk menghadapinya dengan mengikuti regimen pengobatan yang akan dijalaninya dengan baik 2 6/1/2012 1. Memantau pemasukan makanan klien

sudah berusaha untuk tidak memikirkannya tapi tetap saja kepikiran terus, apalagi dengan suasana rumah sakit yang jauh dari keluarga

1. Porsi makanan klien tetap masih tersisa tapi lebih sedikit

jika dibanding hari sebelumnya 3 2. Mengkaji tingkat pengetahuan klien sehubungan dengan penyakitnya 1 2. Tidak banyak yang diketahui oleh klien, selama ini hanya mendengar dari orang-orang saja 3. Mengobservasi tanda-tanda vital dan perdarahan (jumlah, warna, lama) 3. TD : 120/70, N: 80x/mnt, R:22x/mnt, S:36.7 oC, perdarahan tidak ada,klien masih merasa lemas, konjungtiva anemis 3 4. Memberikan kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan 4. Klien menceritakan perasaannya, ketakutannya terhadap kematian,

perasaannya

tapi pasrah saja menjalani terapi yang harus dilakukan

5. Mengajak klien berdiskusi terbuka tentang kanker, menceritakan tentang pengalaman orang lain

5. Klien berterima kasih karena sudah sedikit membuatnya tenang, setelah tahu beberapa informasi tentang penyakitnya 6. Klien mengatakan

6. Menunjukkan adanya harapan dan memberikan penguatanpenguatan agar klien banyak berdoa, menyerahkan semuanya kepada Tuhan dan mengikuti pengobatan dengan teratur

akan terus berdoa dan akan mengikuti terapi dengan sebaik mungkin, apapun

yang terjadi nanti akan diterima klien setidaknya sudah berusaha klien

7. Jelaskan tindakantindakan yang akan dilalui klien selama menjalani proses pengobatan

7. Klien

berterima

kasih karena sudah diberikan informasi tentang terapi yang akan nanti, mengatakan dijalaninya klien insya

Allah siap dan tidak akan kaget nanti

dengan

efek

samping yang akan ditimbulkan terapi tersebut dari

8. Melakukan pemberian tranfusi darah 1 labu 7/1/2012

8. Tranfusi lancar 30 tetes/menit (4 jam habis)

1. Mengobservasi tanda-tanda vital dan perdarahan (jumlah, warna, lama)

1. TD : 130/80, N: 80x/mnt, R:20x/mnt, S:36.5 oC, perdarahan tidak ada, konjungtiva tidak anemis, tidak lemas lagi

2. Memantau pemasukan makanan klien

2. Porsi makanan klien habis

3. Melakukan pemberian tranfusi darah 1 labu

3. Tranfusi lancar 30 tts/mnt (4 jam habis), Hb post tranfusi 11.4 g/dl

IV.

Evaluasi Tanggal 4/1/2012 Respon S: perdarahan sudah tidak ada, klien merasa lemas O: TTV normal, konjungtiva anemis A: masalah teratasi sebagian P: lanjutkan intervensi Paraf

Diagnosa Keperawatan Gangguan perfusi jaringan (anemia) berhubungan dengan perdarahan intra cervikal

5/1/2012

S: perdarahan tidak ada, klien merasa lemas O: TTV normal,tranfusi lancar, konjungtiva anemis A: masalah teratasi sebagian P: lanjutkan intervensi

6/1/2012

S: perdarahan tidak ada, klien merasa lemas O: tranfusi lancar, konjungtiva masih anemis A: masalah teratasi sebagian P: lanjutkan intervensi S: klien tidak lemas lagi O: tranfusi lancar, konjungtiva tidak Anemis, Hb 11,4 g/dl A: masalah teratasi P: Hentikan intervensi S: klien mengatakan mual, O: porsi makanan tidak habis A: masalah belum teratasi P: Ulangi intervensi

7/1/2012

Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penurunan nafsu makan

4/1/2012

5/1/2012

S: klien sudah menggosk gigi tadi pagi, klien senang makan ketika suasana tidak terlalu ramai di ruangan O: Porsi makanan yang tersisa berkurang dari hari sebelumnya A: masalah teratasi sebagian P: lanjutkan intervensi

6/1/2012

S: O: porsi

makanan

yang

tersisa

semakin berkurang dari sebelumnya A: masalah teratasi sebagian P: lanjutkan intervensi 7/1/2012

hari

Ansietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakit, prognosis dan

5/1/2012

S:O:Porsi makanan klien habis A:masalah teratasi P:Hentikan intervensi S:klien mengatakan masih kepikiran tentang kondisi penyakitnya O:A:Masalah belum teratasi P: Ulangi intervensi S: klien berterima kasih dengan motivasi yang sudah diberikan, informasi yang telah disampaikan, O: klien tampak sedikit tenang A: masalah teratasi sebagian P: lanjutkan intervensi

6/1/2012

pengobatannya