You are on page 1of 4

STUDI MUTAGENIK EKSTRAK BIJI PETAI CINA (Leucaena leucochepela (Lmk) De Wit) DENGAN BEBERAPA PELARUT DENGAN METODE

AMES THE STUDI MUTAGENIC OF SEVERAL EXTRACT OF Leucaena leucocephala (Lmk) De Wit SEED BY AMES TEST Syamsudin*, Ricardo Fajar Sudarman*, dan Sri Muhardini** * Fakultas Farmasi Universitas Pancasila Jakarta ** Laboratorium Toksikologi Pusat Riset Obat dan Makanan Jakarta ABSTRAK Mutagenisitas beberapa ekstrak biji tanaman Leucaena leucophepela (Lmk) De Wit telah diuji dengan metode AMES dengan menggerakkan bakteri Salmonella typhimurium TA 100. Hasi penelitian menunjukkan semua ekstrak tidak menunjukkan efek mutagenic. Kata Kunci: Biji Leucaena, ekstrak mutagen, metode AMES ABSTRACT Mutagenicity of extracts from several solvents of Leucaena leucochepela (Lmk) De Wit seeds has been studied by Ames method using Salmonella typhimurium TA 100 bacteria. Result of the study show that extracts from several solvents of Leucaena leucocepala (Lmk) De Wit seeds has no mutagenic aktivity. Keyword: Leucaena leucocephala (Lmk) De Wit seeds, mutagenic aktivity, AMES methods PENDAHULUAN Obat tradisional telah digunakan bertahun-tahun dan secara turun temurun, selain mempunyai khasiat yang diharapkan karena mengandung senyawa kimia tertentu, juga dapat menimbulkan efek toksik intrinsik senyawa yang dikandungnya, (Anonim, 2000). Sehingga untuk evakuasi kenyamanannya perlu dilakukan serangkaian uji toksisitas untuk mendeteksi adanya efek yang merugikan termasuk uji mutagenisitas guna mengetahui adanya senyawa yang bersifat mutagenik. Informasi adanya efek mutagenik dari obat tradisional sangat diperlukan, khususnya untuk obat tradisional yang mengandung senyawa analog dengan senyawa mutagen yang banyak digunakan sebagai komponen jamu dan digunakan dalam jangka waktu yang lama terutama bila digunakan untuk wanita hamil (Isnawati A, dkk, 2002). Sebagai salah satu tanaman obat biji petai cina (Leucaena leucochepala (Lmk) De Wit) dalam masyarakat luas digunakan sebagai anti diabetesrtha (Dalimartha, S, 2001). Berdasarkan hal tersebut, maka untuk mendeteksi adanya efek mutagenik, perlu dilakukan uji mutagenisitas dengan menggunakan metode AMES berdasarkan sistem mutasi balik untuk mendeteksi adanya "point of mutation" (Isnawati A, dkk, 2002), uji mutagenitas dengan mengunakan metode AMES merupakan skrining primer untuk mendeteksi adanya efek mutagenik, berdasarkan penelitian dengan metode ini ada kolerasi yang cukup tinggi antara karsinogen dan mutagen (Ames, dkk, 1975). Pada penelitian ini ingin dilihat efek mutagen ekstraks petai cina dengan beberapa pelarut yang tingkat kepolara yang berbeda dengan menggunakan metode AMES tanpa menggunakan enzim aktivitas metabolik S9. METODE PENELITIAN Bahan: Sampel adalah simplisia biji petai cina (Leucaena leucachepela (Lmk) De Wit) yang diperoleh dari bagian penelitian obat dan rempah (Balitro), Bogor. Spesimen diidentifikasikan dan disimpan di herbarium Bogoriense. Bahan tersebut dicuci dengan air, dianginanginkan dan digiling menjadi serbuk sebelum diekstraksi. Bahan lain adalah Oxoid Nutrient Broth, glukosa monohidrat, histidin, biotin, triftofan, ampisilin, Bacto antar difto, dimetil sulfoksida (DMSO), aseton, kristal violet, dapar fosfat, AF2, dan bakteri uji Salmonella typhimurium TA 100. Jalan Penelitian Pembuatan Ekstraksi Serbuk biji patai cina sebanyak 1 kg diekstraksi secara berlanjur dengan tingkat kepolaran yang berbeda yaitu n-heksana,

(Studi Muntagenik Ekstrak dengan Beberapa Pelarut…………(Syamsudin

1

Disiapkan sejumlah biakan dalam semalaman agar dengan kepekaan 1-2 109 sel/ml.000. etilasetat. 3. 4. tetapi jika uji mutagenesitas 2 PHARMACON. 1. Dosis yang ditentukan berdasarkan uji pendahuluan yaitu 10.4 diinkubasi terlebih dahulu pada suhu 370 C selama 20 menit. Vol. kemudian dikeringkan kedalam lemari bersih selama 10-15 menit.63 6. metanol dan air. kemudian ditambahkan 2.1% dan inkubasi pada suhu 370 C selama 18-24 jam. 5. Sediaan uji dilarutkan dalam DMSO steril. biarkan memadat kemudian diinkubasi pada pada suhu 370 C selama 48 jam. setengah bagian ditutup dengan alumunium foil. Kemudian lempenglempeng tersebut diinkubasi dengan posisi terbalik pada suhu 370 C selama 18-24 jam.etilasetat. metanol dan air secara langsung dengan metanol.0 ml "bacto agar" cair. Uji mutagenisitas Uji pendahuluan dilakukan untuk menetapkan dosis tertinggi yang akan digunakan pada uji utama dengan menggunakan 1 galur bakteri uji Salmonella typhimurium TA 100 tanpa penambahan campuran aktivator metabolik S9. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada uji mutagenesitas ini dipergunakan ekstrak dengan beberapa pelarut dengan tingkat kepolaran yang berbeda untuk mengetahui kemungkinan adanya senyawa mutagenik yang terlarut pada pelarut n-heksana. Ekstrasi dilakukan secara maserasi.000. 1983). Selain konfirmasi sifat genotif.500.5 ml larutan dapar 0. 6. Setiap lempeng ditandai dengan membuat garis sejajar pada dasar lempeng dan garis ditandai dengan galur uji tertentu.32 Keterangan: rendemen dihitung berdasarkan berat serbuk dibagi dengan berat tetap masing-masing ekstrak. kemudian larutan disterilkan dengan sinar UV. lempeng triftofan dan lempeng histidin biotin. Tabel 1– Hasil rendemen ekstraksi dari serbuk biji petai cna Ekstrak Karakteristik Rendamen (%) n-heksana Cairan kental warna 2. 500. digoreskan biakkan semalam bakteri uji secara paralel. 1. Setelah beku diatasnya diletakkan kertas pencadang steril diameter 8 mm dan diteteskan 20 µl larutan kristal violet 0. Campuran sejumlah bakteri tertentu zat uji. typhimurium dengan tujuan untuk mengamati apakah bakteri yang digunakan telah memenuhi syarat dalam pengujian mutagenesitas sehingga layak dipergunakan didalam uji ini.14 5. Juni 2005. Uji faktor R Biarkan semalam bakteri uji digoreskan pada pelat ampisilin kemudian diinkubasi pada suhu 370 C selama 24 jam.19 Etilasetat Metanol Air Metanol langsung kuning kecoklatan Cairan kental warna coklat tua Cairan kental warna coklat tua Cairan kental warna coklat kehitaman Cairan kentl coklat tua 1. 100 dan 50 µg/lempeng zat uji setiap lempeng dan dilarutkan dalam dimetilsulfoksida (DMSO).1 M fosfat pH 7. Setelah itu tutup cawan petri dibuka. bagian yang tidak ditutup disinari lampu UV germisidal (8 watt) dengan jarak 15 cm selama 2. Konfirmasi sifat genotif sifat genotif galur bakteri uji: 1. ekstrak kemudian diuapkan dengan menggunakan vakum evaporator sehingga didapat ekstrak kental. 2. Uji butuh histidin Disiapkan masing-masing satu lempeng glukosa minimal. Kemudian cawan petri ditutup kembali dan diinkubasi pada suhu 370 C selama 12-24 jam. Pada tabel 1 terlihat rendeman dari ekstrak metanol lebih besar dibandingkan dengan ekstrak yang lain yang menunjukkan banyak senyawa kimia yang terkandung didalam ekstrak bersifat polar. Ames. perlu juga digunakan uji mutagen standar. 3) apabila revertan spontan per cawan terletak diluar rentang normal dan 4) jika kehilangan sensifitas terhadap mutagen standar (Maron.M and B.000. Uji mutasi rfa Pada tabung reaksi dimasukkan 0. 0. No. Bakteri uji untuk menentukan sifat mutagenesis menurut uji AMES harus mempunyai sifat genotif yang telah disyaratkan.42 5. 2) pada waktu pembuatan permanen baku. Konfirmasi sifat genotif itu harus dilakukan 1) segera setelah menerima biakan. 250.1 ml biakan semalam bakteri uji dan ditambahkan 2 ml "bacto agar cair" (suhu 45C) dihomogenkan lalu dituangkan pada permukaan lempeng agar. 1–4 . D. Campuran dihomogenkan lalu dituang secara merata pada permukaan lempeng glukosa. Biarkan semalam bakteri uji digoreskan satu sengkelit. 2.1 ml biakkan semalam bakteri uji 0. Beberapa pelarut yang diigunakan berbeda tingkat kepolarannya dimaksudkan untuk mendeteksi adanya senyawa kimia bersifat mutagen yang kemungkinan terlarut didalam pelarut tersebut.4 dan 8 detik. Uji mutasi uvrB Pada pelat agar nutrien.N. Pada tabel 2 terlihat tabel konfirmasi sifat genotif dari S. Walaupun hasil konfirmasi hasil mutagennya memenuhi syarat.

AMP tetra: ampisilin-tetrasiklin standar tidak memberikn hasil positif maka bakteri tersebut tidak dapat digunakan untuk pengujian. Berdasarkan hal tersebut diatas dapat ditetapkan dosis untuk pengujian mutagenesis dari masing-masing pelarut yaitu. hal ini disebabkan dianggap mewakili bakteri lain dan koloni revertan lebih banyak sehingga lebih mudah diamati (Maron. 125 µg/lempeng. sama atau lebih besar bila dibandingkan dengan jumlah koloni revertan yang dihasilkan oleh lempeng kontrol negatif. 4000. 2000. S. 1) n-heksana 6000. 500. dan Alegantina. 4000. Tidak ada pertumbuhan Faktor R LAN Ada pertumbuhan AMP Ada pertumbuhan AMP tetra Tidak ada pertumbuhan Syarat Tidak ada pertumbuhan Ada pertumbuhan Tidak ada pertumbuhan Ada pertumbuhan Tidak ada prtumbuhan Ada pertumbuhan Ada pertumbuhan Tidak ada pertumbuhan Keterangan: MGA: medium glukosa agar.N. Mengingat titik akhir dari efek mutagenik disamping adanya perubahan DNA juga adanya kerusakan kromosom maka perlu dilakukan uji aberasi kromosom secara in vitro dan uji mikronukleus secara in vivo sebagai skrining sekunder. 1000. 1250. Hasil penelitian menunjukan jumlah koloni revertan yang dihasilkan pada tiap dosis dari beberapa pelarut tersebut tidak ada yang menunjukkan koloni lebih besar dari koloni yang ditunjukkan pada kontrol negatif sehingga dapat dikatakan serbuk biji petai cina yang diekstraks dengan beberapa pelarut menunjukkan tidak adanya efek mutagenesis pada bakteri S. His/bio: histidin-biotin. Untuk menentukan dosis maksimal setiap ekstrak dengan membandingkan hasil uji pendahuluan dengan kontrol negatif (Isnawati. 3) air 10000. D. Pada uji mutasi rfa terdapat daerah hambatan ± 17 mm hal ini sesuai dengan yang disyaratkan. Dari gambar diatas ditetapkan dosis uji harus mengikuti faktor perkalian tetap untuk masing-masing ekstrak. 500 µg/lempeng. 1991) Pada tabel 2 terlihat uji butuh histidin pada lempeng MGA dan lempeng triftofan tidak ada bakteri pertumbuhan bakteri TA 100 kecuali pada lempeng his/bio terdapat pertumbuhan bakteri karena bakteri S. Bakteri tersebut merupakan mutan yang tumbuh pada asam amino histidin. Hampir semua memberikan jumlah revertan yang lebih kecil. 1975). 2004). Mutasi uvrB merupakan gen DNA yang kehilangan salah satu pasangan basa. 1000. karena adanya perubahan genetik pada jalur biosintesis histidin. Pada hasil pengujian terlihat bakteri S. 2000. 1000. 750 dan 375 µg/lempeng. typhimurium TA 100 membutuhkan hitsidin-biotin untuk pertumbuhan. typhimurium TA 100. Pada uji mutasi uvrB bagian pelat yang disinari tidak mengalami pertumbuhan. dari hasil yang didapat terlihat semuanya memenuhi syarat untuk digunakan pada uji ini. Gambar 1–Dosis respon koloni revertan keenam uji pendahuluan (Studi Muntagenik Ekstrak dengan Beberapa Pelarut…………(Syamsudin 3 . 2500. LAN: lempeng agar nutrisi. 1983 dan Anonim.typhimurium TA 100 Sifat genotif Hasil pengujian Uji butuh hitsidin lempeng mga Tidak ada pertumbuhan Lempeng his/bio Ada pertumbuhan Lempeng triftofan Tidak ada pertumbuhan Uji mutasi rfa Ada pertumbuhan Uji mutasi uvrB. 5) metanol langsung 2000. 3000. 2) etilasetat 8000. AMP: ampisilin. Pada uji ini merupakan uji pendahuluan dengan metode in vitro. Pada faktor R terdapat pertumbuhan. Mutan ini cepat mengalami mutasi kembali dengan adanya mutagen sehingga menjadi normal seperti induknya yang dapat tumbuh pada media minimum histidin (Ames. Pada uji pendahuluan digunakan bakteri S.Tabel 2–Hasil konfirmasi sifat konfirmatif dari S. typhimurium TA 100 peka terhadap sinar UV karena itu tidak tumbuh setelah inkubasi pada suhu 370C selama 18-24 jam. 625 µg/lempeng. dkk. 250. 5000. typhimurium TA 100 tanpa penambahan enzim aktivasi metabolik.M and B. Ames. 1500. 4) metanol 8000. 500 µg/lempeng. Hal ini menunjukkan bahwa strain yang peka sinar UV mengandung mutasi uvrB.

Penebar Swadaya. Methods for Detection Carcinogens And Mutagens With The Salmonella/Mammalian-Microsome Mutagenicity Test. Jurn. Penel.KESIMPULAN Hasil dari penelitian uji mutagenik dengan menggunakan metode Ames terhadap serbuk biji petai cina dengan beberapa pelarut seperti n-heksana.M and B. Juni 2005. Dirjen POM. Ebdreswari. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. B. Jakarta. Studi Mutagenesis Beberapa Antineoplastik Pengalkil. 6. Kesehatan. Efek Mutagenik Ekstrak Etanol Daun Keji Beling (Strobilanthus crispus). 2002(1):63–67 Dalimartha S. Sudana Atmawidjaya. Departeman Kesehatan Republik Indonesia. 20001:3–1 Ames. 1991 Rustini. Revised Methods For The Salmonella Mutagenicity Test. Sains dan Teknologi Farmasi.. Pudjiastuti.. 2000:1–5 Isnawati.N. Mutation Res. 4(2):1999:51–57 Isnawati A dan Alegantina S. A. Mc Cann and Yamasaki. E. Ramuan Obat Tradisional Untuk Pengobatan Diabetes mellitus. metanol. Efek Mutagen Ekstrak Etanol Buah Cabe Jawa (Piper retrofacton). 32(3):2004:112–118 4 PHARMACON. J. Kosasih. 1983:31 Anonim. Pedoman Pelaksanaan Uji Klinik Obat Tradisional.N. D. 1975:31 Maron. Jurn Bahan Alam. Vol. atilasetat. Edisi I. 1–4 . air dan metanol langsung tidak menunjukkan efek mutagenik. DAFTAR ACUAN Anonim. S. Mutation Res. Prosedur Operasional Baku Uji Toksisitas. Ames. No.. 1. Bul.