You are on page 1of 10

LAPORAN TUTORIAL BLOK 3.

2 Skenario 2 Perilaku Kecanduan Rokok

Prilli Femita Dwi Kirana (13401) Dyah Andriyani Mulyaningrum (13404) Anita Kurniawati (13406) Boby Kurniawan (13408) Rosita Permata Sari (13346) Putri Darari Ardriati (13347) Matin Tio Faulandi (13348) Lina Anisa Nasution (13349) Anisa Diah Nastiti (13352) Dinda Putri Dwi P (13355) Tri Cahyani Utami (13357)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2011

. Ns..Kes . 10 September 2011 Agenda Kehadiran Tidak Hadir Tutor Ketua Sekertaris I Sekertaris II Anggota : Step VII : 11 Orang :0 : Heru Subekti. M. S. S.. M.Agenda Tutorial Pertemuan I Hari/Tanggal : Senin.. 7 November 2011 Agenda Kehadiran Tidak Hadir Tutor Pertemuan II: Hari/Tanggal : Kamis.Kep. Ns.Kep.Kes : Matin Tio Faulandi : Putri Darari Ardriati : Rosita Permata Sari : Prilli Femita Dwi Kirana Anita Kurniawati Dyah Andriyani Mulyaningrum Boby Kurniawan Rosita Permata Sari Putrid Darari Ardriati Matin Tio Faulandi Lina Anisa Nasution Dinda Putri Dwi Permatasari Anisa Diah Nastiti Tri Cahyani Utami : Step I-V : 11 Orang :0 : Heru Subekti.

Apa sajakah teori pecandu rokko? (teori perubahan prilaku) 12. Mengapa merokok itu susah dihentikan? 9. Bagaimanakah peran keluarga terhadap perkembangan perilaku anak G? 7. G kesulitan untuk mengubah kebiasaan tersebut . Bagaimana upaya pencegahan dari keluarga terhadap perilaku anak G? 13. orangtuan anak G menyatakan perilaku tersebut muncul setelah anaknya tidak naik kelas. Penyebab kesulitan promosi kesehatan apda remaja? 6. . G (15tahun). Orangtua anak. Beberapa upaya telah dilakukan untuk mengubah perilaku tersebut. Saat konsultasi dengan seorang Ners di sebuah klinik. Bagaimanakan terapi pecandu rokok? 11. Support system? STEP 3 : pengorganisasian diri atau pengaturan konsep diri. Keefektifan promkes? 5. tetapi selalu menemui kegagalan. STEP 1 Manajemen diri STEP 2 1. Apa saja promosi kesehatan di SMA? 2.Perilaku Kecanduan Rokok An. Dalam kesempatan tersebut Ners G menyampaikan perlu pelibatan aktif dari seluruh anggota keluarga dan lingkungan sekitar sehingga anak G memiliki manajemen diri yang baik untuk mengikuti perubahan perilaku kesehatan yang baik. Bagaimana cara pendekatan yang bisa dilakukan oleh orang sekitar terhadap perilaku anak G? 10. Bagaimanakan manajemen diri yang baik? 3. Bagaimana terjadinya proses adaptasi dan proses perilaku? 4. Selain itu pihak sekolah juga sudah turut serta melakukan beberapa upaya promosi kesehatan. seorang pelajar sekolah menengah tingkat atas. Apa saja bentuk media promosi kesehatan? 8. sudah mengenal rokok sejak usia 11 tahun. tetapi belum ada hasil yang optimal. Bagaimana peran perawat sebagai konsultan untuk kasus seperti itu? 14.

. menstruasi dan kesehatan reproduksi. ebrusaha mendengarkan pendapat anak.1. 2. lidah getir. Peran keluarga: memberi contoh yang baik. Culture: penyediaan akses kesehatan yang dipermudah. tawuran antar pelajar . antara lain faktor dari lingkungan. kurangnya pendidikan agama. mereka memilih untuk mempertahankan aktivitas merokoknya. memberi hadiah bila anak mau melakukan perilaku yang lebih baik sebagai bentuk apresiasi terhadap usahanya. Dalam hal internal sendiri remaja kurang pengetahuan dan memiliki mindset yan gsempit terhadap sesuatu. Perilaku merokok dianggap perilaku yang menyenangkan dan berubah menjadi aktivitas yang obsesif karena nikotin dan tar merupakan zat yang adiktif yang bila dihentikan secara tiba tiba kaan mengakibatkan stress. media promosi kesehatan itu sendiri dan lingkungan seperti yan gsudah disebutkan. LO 5. dan mual. Remaja cenderung labil dalam hal emosinya. Value: dengan follow up yang terencana dan rutin setelah diadakannya promosi kesehatan 8. Misalkan pak RT yang sigeani. perilaku seks bebas. Advokasi: ke orang yang berpengaruh. Gejala pertama merokok adalah batuk batuk. Dalam hal eksternal ada faktor dari pola asuh orang tua. mencipatkan suasana nyaman dirumah. Sehingga dengan itu remaja cenderung memakai segala cara agar bisa diterima di lingkungan tertentu sehingga promosi kesehatan yang dibutuhkan meliputi penggunaan rokok dan narkoba. 6. berkendara dengan nyaman. LO 3. Daripada stress. 7. namun bagi kebanyakn orang mengabaikan hal tersebut sehingga berlanjut menjadi kebiasaan dan lalu ketergantungan yang dipersepsikan menjadi kenikmatan dan kepuasan psikologis. LO 4. Banyak halay nag berpengaruh terhadaap kelabilan remaja tersebut. Remaja adalah masa masa pencarian jati diri dan ingin diakui keberadaannya. dengan begitu masyarakat gampang diambil kepercayaannya untuk mengikuti kegiatan promosi kesehatan ataupun pengaplikasiannya. mengetahui pergaulan anak. Menurut penelitian sendiri didapatkan bahwa usia 11-13 tahun adalah masa coba coba dan remaja <18 tahun sebagian besar sudah pernah merokok.

Setelah itu perawat bisa merancang intervensi yang tepat untuk penyelesaian masalah tersebut. Berikan support yang positif terhadap anak agar merubah perilakunya. Teori perubahan perilaku? 4. Mengikutkan anak ke dalam kegiatan di lingkungan masyarakat yang positif (karangtaruna) Mengikutkan anak untuk ikut les di luar. Menganjurkan anak untuk ikut kegiatan agama (pengajian. promosi kesehatan? 3.9. Lingkungan adalah salah satu faktor terbesar atas perilaku seseorang. STEP 4 teori fakto Promosi Kesehatan Perubahan Perilaku n + Manajeme Kompone n perawat STEP 5 1. 10. Bagaimana cara manajemen diri yang baik? 2. Perawat menkaji persepsi anak dan orangtuan mengenai rokok itu sendiri. LO 11. Jika orangtua sendiri itu merokk. ke gereja) 13. sebaiknya dia menghentikan perilaku merokknya tersebut dahulu sebelum menyuruh anaknya untuk berhenti merokok. 14. Hal yang menjadi faktor terpenting juga adalah pola asuh orang tua. Menjaga anak agar tetap dibawah pengawasan. Teori pecandu rokok? . sehingga disini diharapkan si anak memiliki atau masuk ke dalam lingkungan yang positif. LO 12.

Spesifikasi record apa yang telah dilakukan 4. Spesifikasi apa yang akan diraih 2. Penerimaan individu terhadap program perubahan perilaku menjadi syarat yang mendasar untuk menumbuhkan motivasi individu 3. 1984). 2. Self-management sebagai kontrol dari respon tertentu melalui stimulus yang dihasilkan dari respon lain pada individu yang sama yaitu melalui stimulus yang dibangkitkan oleh diri sendiri (Sydney W. yaitu : 1. Memenage kegagalan menjadi keberhasilan 6. diantaranya “Self-management adalah proses dimana kilien mengarahkan sendiri perubahan tingkah lakunya dengan srategi terepeutik atau beberapa kombinasi strategi” (Cormier&Cormier. Buat hukuman jika kita melakukan kesalahan . Tunjangan yang diberikan oleh lingkungan harus dipertahankan 5. Perubahan bisa dihadirkan dengan mengajarkan kepada individu menggunakan ketrampilan menangani masalah. Tujuan dari self management adalah pengembangan perilaku yang lebih adatif dari konseli. Perlu ditetapkan target yang realistis dan kemudian dievaluasi 6. Penggunaan strategi yang konsisten adalah esensial 3. 1988) Strategi manajemen diri: 1. Konsep dasar dari self management adalah : 1. Motivasi diri sendiri 5. Mahoney&Thoresen mengatakan self-management berkenaan dengan kesadaran dan keterampilan untuk mengatur keadaan sekitarnya yang mempengaruhi tingkah laku individu (dalam Lutfi Fauzan. Penggunaan penguatan diri sendiri merupakan komponen yang penting 4. Buat seat goal 4. Disiplin waktu 3. Percaya diri Selain itu ada juga checklist yang dapat kita buat untuk manajemen diri: 1. Menghargai waktu 2. Proses pengubahan tingkah laku dengan satu atau lebih strategi melalui pengelolaan tingkah laku internal dan eksternal individu. Generalisasi dan tetap mempertahankan hasil akhir dengan jalan mendorong individu untuk menerima tanggung jawab menjalankan strategi dalam kehidupan sehari-hari 5. Bijou. Kombinasi dari strategi mengelola diri sendiri biasanya lebih berguna dari pada sebuah strategi tunggal 2. Buat komitmen 5. Spesifikasi apa yang akan dilakukan 3. 1992:35). Partisipasi individu untuk menjadi agen perubahan menjadi hal yang sangat penting 4. KARAKTERISTIK Menurut Cormier dan Cormier (1985) karakteristik dari self management. Dukungan lingkungan mutlak perlu untuk memelihara perubahan-perubahan yang merupakan hasil dari suatu program self management (Rosyidan. Evaluasi diri 7. 1985:519).STEP 7 Ada beberapa definisi dari self management.

dsb. Terapi henti rokok • • Terapi nikotin Terapi dengan cara mengurangi kadar nikotin secara bertahap. Menyembuhkan penyakit kencing manis. d. Spesifikasi tujuan kita 8. setelah itu pasien diberi sebuah mantra. Terapi Shin : Terapi yang menggunakan rokok herbal. Self regulation. Metode ini tidak . kayu luwak dari mekkah. Menetralisir zat bahaya di tubuh c. Sebagai gurah • SEFT Terapi henti rokok dengan cara diberi totokan di beberapa area di tubuh. misalnya di mata. Self kontrol. Caranya tinggal berhent isaja. 2. dengan ramuan daun sirih. Nikotin rendah berguna untuk : a. Ambil waktu apabila jenuh 12. Lebih fokus pada pekerjaan 10. Think smallberpikir lebih spesifik 7. Sebagai tar ramuan b. individu cenderung menjadi waspada ketika perilaku mereka mendatangkan konsekuensi yang tidak diharapkan. Buat alarm diri 9. individu tetap memiliki komitmen dan menjalankan program perubahan perilaku meskipun disalah satu sisi individu mengalami konsekuensi yang tidak mengenakan bagi dirinya 3.6. individu percaya bahwa dirinya bertanggungjawab atas terjadinya sesuatu dan yakin kesuksesan yang diraih karena kemampuan personalnya. • Metode cold turkey Metode ini yang paling sederhana dan paling mudah dimegerti tetapi juga paling banyak terjadi kegagalan. yang menyehatkan badan. doa untuk memulai terapi. kaki. Membuang racun e. Pasien pertama kali ditanyakan dengan komitmen untuk menghentikan merokok. dan mengeluarkan lendir2 dari dalam tubuh. liver. Self attibution. tangan. Recycle Prinsip manajemen diri 1. Terapi ini pertama diperkenalkan oleh Fuad. Bertanya pada teman untuk evaluasi diri 11.

sikap. sumber daya dan kebudayaan. Dengan pengetahuan itu. Faktor pendukung: yang terwujud dalam lingkungan fisik. Teori stimulus organism Stimulusorganis (perhatian.menggunakan perencanaan yang panjang. orang penting sebagai referensi. dia berusaha merubah perilaku dari merokok menjadi berhenti • Pengkondisian baik Menggunakan sebuah stimulus atau maukan negatif dengan perilaku yang sulit diubah. Perokok cukup menentukan kapan dia akan berhenti. • Cognitive behavioural therapy Pengetahuan atau akan kesadaran perilaku menjadi dasar untuk merubah perilaku kearah yang diinginkan. kepercayaan. Faktor pendorong: terwujud dalam sikap dan perilaku petugas kesehatan atau petugas lain yang merupakan kelompok referensi dari perilaku masyarakat • Teori WHO Tim kerja dari WHO menganalisis bahwa yang menyebabkan seseorang itu berperilaku adalah karena pengetahuan. pengertian. Faktor predisposisi: yang terwujud dalam pengetahuan. penerimaan)rekasi (kesediaan untuk bertindak perubahan sikap didukung fasilitas dan dorongan lingkungan) . Teori perubahan perilaku 1. Misalkan merokok terus sampai muntah • Terapi penggantian nikotin Dalam metode ini nikotin yang biasanya didapat dari rokok diganti sumbernya dengan nikotin yang didapatkan dari susuk nikotin atau transendal nikotin TERAPI PERILAKU • Teori Lawrence Green Perilaku ditentukan atau terbentuk dari 3 faktor: a. sikap. keyakinan dan nilai nilai b. kepercayaan. Perokok merubah perilaku buruk merokok kalau dia tahu bahwa merokok itu buruk. tersedia atau tidak tersedianya fasilitas fasilitas atau sarana kesehatan c.

Perilaku itu dapat berubah apabila terjadi ketidakseimbangan antara kedua kekuatan tersebut dalam diri seseorang. Perilaku berfungsi sebagai penerimaan objek dan pemberi arti Perilaku berfungsi sebagai nilai ekspresif dan diri seseorang dalam menjawab suatu situasi 4. 1986) Misi Promosi Kesehatan • • • Advokat: ditujukan kepada para pengambil keputusan atau pembuat kebijakan Menjembatani (mediate): menjalin kemitraan dengan berbagai program dan sektor yang terkait dengan kesehatan Memampukan (enable): agar masyarakat mampu memelihara dan meningkatkan klesehatan secara mandiri. mampu memenuhi atau mengendalikan lingkungan (Piagam Ottawa. keputusan yang diambil. Teori Kurt Lewin Kurt Lewin berpendapat bahwa perilaku manusia adlaah suatu keadaan yang seimbang antara kekuatan kekuatan pendorong dan kekuatan penahan. perilaku seseorang pada saat tertentu dipengaruhi karena adanya keseimbangan antara sebab. PROMOSI KESEHATAN Promosi kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan orang dalam megendalikan dan meningkatkan kesehatannya. Untuk mencapai keadaan sehatm seseorang atau kelompok harus mampu mengidentifikasi dan menyadari aspirasi.2. . Cognitive dissnonace teori Menurut festinge. Teori fungsi Teori ini beranggapan bahwa peruabhan perilaku individu tergantung pada kebutuhan Menurut Kartz: • • • • Perilaku memiliki fungsi instrumental yaitu dapat berfungsi dan memberi pelayanan terhadap kebutuhan Perilaku berfungsi sebagai defence mechanism atau pertahanan diri dala mmenghadapi lingkungannya. akibat. kaalu akhirnya stimulus direspon positif maka terjadi perilaku baru (hasil perubahan) 3. Apabila terjadi stimulus dari luar lebih kuat maka dalam diri orang tersebut akan terjadi ketidakseimbangan.

1984) • • • Advokacy: agar pembuat kebijakan mengeluarkan peraturan yang menguntungkan kesehatan. 1986) • • • • • Kebijakan berwawasan kesehatan Lingkungan yang mendukung Reorientasi pelayanan kesehatan Ketrampilan individu Gerakan masyarakat .Strategi promosi kesehatan (WHO. Dukungan sosial (social support): agar kegiatan promosi kesehatan mendapat dukungan dari tokoh masyarakat Pemberdayaan masyarakat (empowerement): agar masyarakat mempunyai kemampuan utnuk meningkatkan kesehatannya Strategi Promkes (Piagam Ottawa.