You are on page 1of 15

BAB IV METODE PENELITIAN

4.1 Bahan dan Alat Penelitian 4.1.1 Bahan Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Citra Aqua/Terra MODIS Level 1A dan 1B daerah penelitian perekaman harian bulan Juli 2008, Juli 2009, Juni – Juli 2010. 2. Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan daerah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara; daerah Kalimantan dan daerah Sumatera pada bulan Juni dan Juli 2010 sesuai perekaman citra Aqua/Terra MODIS. 3. Data hasil tangkapan ikan bulanan sesuai perekaman citra Aqua/Terra MODIS. 4. Peta Rupa Bumi Indonesia daerah Kabupaten Indramayu.

4.1.2 Alat Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Seperangkat notebook, scanner, dan printer. 2. Perangkat lunak untuk pengolahan data yang meliputi: a. ENVI 4.5 untuk mengolah citra dan data sekunder b. ArcGIS 9.3 untuk mengolah peta c. Microsoft Word 2007, Microsoft Excel 2007, dan Notepad untuk pembuatan laporan hasil penelitian 3. Digital Video Disk (DVD) sebagai piranti penyimpanan data dengan kapasitas

4.2 Tahap Penelitian Ada 3 tahapan dalam penelitian ini, yaitu tahap pra lapangan, tahap lapangan dan tahap pasca lapangan.

sedangkan pada level 1B untuk citra saluran 3 (saluran untuk diolah sebagai mask file awan) dan saluran 20.2 Tahap Perolehan Citra Aqua/Terra Modis 2008 dan 2009 Citra MODIS level 1A dan 1B diperoleh dengan mengunduh pada situs penyedia data citra MODIS. Citra ini diperoleh pada perekaman siang hari pada level 1A dan 1B dengan format hdf.4.2.gov/.1. . terutama pada daerah penelitian. majalah.dkp. dimana memiliki persentase tutupan awan yang rendah. yaitu Terra dan Aqua.nasa. Perolehan citra MODIS ini dipilih pada kualitas citra yang baik. 4.2.2. 31.nascom. Bali dan Nusa Tenggara. daerah Kalimantan dan daerah Sumatera pada Juni dan Juli 2010. Citra MODIS yang diunduh pada dua satelit.id/ berupa daerah Jawa. Website: http://ladsweb. sedangkan pada level 1B berupa file citra MODIS calibrated radiances.go.1.1 Tahap Pra Lapangan 4.1. tidak pada malam hari. Pada citra MODIS level 1A untuk citra sensor zenith (saluran untuk pengolahan suhu permukaan laut). dan 32 (saluran untuk pengolahan suhu permukaan laut).1 Tahap Persiapan Studi pustaka untuk mengumpulkan bahan bacaan yang berhubungan dengan penelitian berupa skripsi. tesis. 4. jurnal dan buku-buku yang berkaitan dengan parameter-parameter yang digunakan dalam penelitian. Dimana pada level 1A berupa file geolocation.3 Tahap Perolehan Data Spasial Sekunder 1) Data Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan diperoleh dengan mengunduh datanya di website http://brok. Pemilihan perekaman siang hari ini dikarenakan pada data MODIS yang dibawa oleh satelit Terra merekam permukaan bumi pada siang hari saja.2. Data ini berisikan tentang informasi lokasi zona-zona penangkapan ikan.

2) Data hasil tangkapan ikan bulanan diperoleh dari kantor Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangsong mengenai data-data produksi hasil penangkapan ikan oleh para nelayan di daerah tersebut. Saluran yang akan dikoreksi adalah saluran 3 (reflectance band).1. Pada tools ini dapat melakukan koreksi pada saluran-saluran tertentu saja yang diperlukan dengan menu file spectral subset. 4. 32 (radiance band).5.5 terdapat tools Georeference MODIS yang digunakan untuk registrasi citra MODIS. dan sensor zenith. dan masking citra (masking tutupan awan dan daerah penelitian). 20. a. Koreksi geometrik pada citra Aqua MODIS level 1B dilakukan dengan menggunakan software pengolahan citra digital ENVI 4. Pada software ENVI 4. dan selanjutnya menulis nama file GCP. Untuk koreksi bow-tie dapat langsung dilakukan pada tools Georeference MODIS. 31. beserta datum yang digunakan yaitu WGS 84 dan unit Degrees. citra MODIS perlu dilakukan pengolahan awal untuk restorasi citra yang meliputi koreksi geometrik sekaligus koreksi bowtie. Koreksi Geometrik dan Bowtie Koreksi geometrik ini dilakukan untuk meregistrasi citra dengan menempatkan posisi piksel pada citra sedemikian rupa sehingga diperoleh citra dengan kenampakan sesuai dengan kenyataan sebenarnya. koreksi radiometrik. Sedangkan koreksi bow-tie bertujuan untuk memperbaiki bagian data citra yang mengalami overlap yang terjadi karena terdapat peningkatan instantaneous field of view (IFOV) dari 1x1 km pada titik terendah (nadir) menjadi hampir mendekati 2x5 km pada sudut scan maksimum. Pada menu Georeference MODIS Parameters dipilih sistem koordinat Geographic Lat/Lon.2. yaitu .4 Tahap Pengolahan Awal Citra Modis Sebelum diolah menjadi citra suhu permukaan laut yang bebas tutupan awan pada daerah penelitian.

 Nilai radiansi dihitung dengan formula: Rb = R_scaleb * (SIb . b. 27-36.pada menu Perform Bow Tie Correction.Ref_offsetsb) .R_offsetsb) dimana Rb SIb = Nilai radiansi saluran ke-b R_scaleb = Nilai skala (Radiance scale) saluran ke-b = Sign Integer saluran ke-b = Nilai offset (Radiance offsets) saluran ke-b R_offsetsb  Nilai radiansi sensor zenith dihitung dengan formula: Rz = R_scalez * iz * π/180 dimana Rz iz = Nilai radiansi sensor zenith (sudut radian) R_scalez = Nilai skala (Radiance scale) pada sensor zenith = Sensor zenith  Nilai reflektansi dihitung dengan formula: Refb = Ref_scaleb * (Bb . dan sensor zenith) dengan formula tertentu. Setelah semua variabel input diisi kemudian pada menu Registration Parameters dilakukan output citra hasil koreksi geometrik dan bow-tie. Koreksi Radiometrik Koreksi radiometrik dilakukan untuk memperbaiki nilai-nilai piksel pada citra agar sesuai dengan nilai pantulan (reflectance) atau pancaran (radiance) spektral kenyataan sebenarnya. Untuk citra Aqua MODIS level 1B dilakukan koreksi radiometrik dengan menghitung nilai reflektansi (saluran 1-19 dan 26) dan nilai radiansi (saluran 20-25.

dan 32 dimungkinkan terdapat tutupan awan. 31. yaitu: . Dimana tutupan awan memiliki batas nilai 0. Setelah diperoleh citra daerah penelitian yang bebas tutupan awan maka dapat digunakan untuk pengolahan data selanjutnya. Untuk itu pada daerah dengan nilai piksel tersebut dimasking sehingga tidak ikut diolah menjadi nilai suhu permukaan laut. Sensor zenith.dimana Refb Ref_scaleb Bb = Nilai reflektansi saluran ke-b = Nilai skala (Reflectance scale) saluran ke-b = Saluran ke-b Ref_offsetb = Nilai offset (Reflectance offsets) saluran ke-b Untuk nilai Radiance scale. Selanjutnya citra MODIS yang telah bebas tutupan awan tersebut di-crop cakupan areanya yang disesuaikan dengan daerah penelitian. dan 32 dikonversi menjadi suhu kecerahan air (temperature brightness) yang menggunakan persamaan fungsi Planck. Pengolahan hitungan nilai reflektansi dan nilai radiansi tersebut dilakukan dengan menggunakan tools Band Math.2. Terlebih dahulu nilai radiansi saluran 20.0 hingga 0. 31.5 Tahap Pengolahan Citra Modis Menjadi SPL Pengolahan citra MODIS untuk ekstaksi informasi suhu permukaan laut menggunakan saluran 20. Mask file tutupan awan ini menggunakan saluran 3 yang telah terkoreksi. Radiance offsets.174. 31. c. dan Reflectance offsets dapat diketahui melalui header citra yang dibuka melalui tools View HDF Dataset Attributes. serta sensor zenith yang telah dikoreksi. maka perlu dilakukan pemisahan awan agar tutupan awan tersebut tidak ikut diolah untuk suhu permukaan laut.1. dan 32. 4. Masking Citra Citra MODIS hasil koreksi berupa saluran 20. Reflectance scale.

3) θ = Nilai Radiansi Sensor Zenith Satelit Terra (day) Terra (night) Aqua (day) Aqua (night) k1 1.0617 4. dan 32.Tb = c2/(Vi * ln (1 + c1/(Vi5 * R))) dimana Tb c1 c2 Vi R Satelit Aqua Terra = Suhu Kecerahan Air (K) = Konstanta Radiasi.7803 3.133 k2 0.128 0.130 0. 31.125 k4 1.151 0.9720 3. k3.2) = Nilai Radiansi Saluran 20.860 1.7803 3.438833x104 [K µm] = Panjang Gelombang Pusat (central wavelength) (Tabel 2.152 2.0567 11. k2.0073 12.926 k3 0.938 0.021 1.984 0.1910659x108 [W m-2 sr-1 (µm-1)-4] = Konstanta Radiasi.198 Tabel 2.2 Panjang gelombang pusat Sumber: ATBD Control Sheet-EOP-SST-MOD Setelah diperoleh suhu kecerahan air pada saluran 20. kemudian dapat ditentukan suhu permukaan laut dengan menggunakan formula dari Brown dan Minnet dalam algoritma ATBD 25. 31.0263 11.3 Koefisien Suhu Permukaan Laut (11 s.094 2.0020 Tabel 2.960 0.886 1. dengan nilai 1. dengan nilai 1. dan 32 Saluran 20 Saluran 22 Saluran 23 Saluran 31 Saluran 32 3.052 1.9719 4. yaitu: SPL = k1+k2*(Tb31-273)+k3*(Tb31-Tb32)*(Tb20-273)+k4*(Tb31-Tb32)*(1/cosθ-1) dimana SPL = Suhu Permukaan Laut (0C) Tb20 = Suhu Kecerahan Air Saluran 20 (0C) Tb31 = Suhu Kecerahan Air Saluran 31 (0C) Tb32 = Suhu Kecerahan Air Saluran 32 (0C) k1.d 12 µm) Sumber: ATBD Control Sheet-EOP-SST-MOD .0424 12. k4 = Koefisien Suhu Permukaan Laut (Tabel 2.

4.75 oC 27.25 oC < 27 oC Tabel 2.5 oC 30 – 30.7 Pembuatan Peta SPL Hasil pengolahan citra MODIS yang berupa citra-citra suhu permukaan laut kemudian diklaskan sehingga menghasilkan peta-peta suhu permukaan laut harian yang terdiri dari poligon-poligon klas suhu permukaan laut. yaitu : ( ( )) ( (( ( )) )) ( (( ( )) )) Chl-α = 4.6 Tahap Pengolahan Citra Modis Menjadi Konsentrasi Klorofil-A Pengolahan citra Aqua MODIS untuk ekstaksi informasi konsentrasi klorofil-a menggunakan saluran 10 dan 12 yang telah dikoreksi dengan nilai reflektansi.75 oC 28.5 oC 31 – 31.75 oC Kelas 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Suhu Permukaan Laut 29. Pengklasan mengikuti klasifikasi suhu permukaan laut yang ditetapkan.75 oC 30.75 – 32 oC 31.75 – 29 oC 28.5 – 31.1.25 oC 28.25 oC 29.5 – 27.75 oC 31.2.2.75 – 28 oC 27.25 oC 27.25 – 28.75 – 31 oC 30.25 – 30.75 – 30 oC 29. Penentuan konsentrasi klorofil-a dengan menggunakan formula OCV-V2.25 oC 30. .25 – 29.5 oC 27 – 27.5 oC 29 – 29.5 oC 28 – 28.5 – 30.5 – 29. Kelas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Suhu Permukaan Laut > 32 oC 31.1.4 Klasifikasi Suhu Permukaan Laut Peta yang dihasilkan dari citra suhu permukaan laut merupakan peta citra suhu permukaan laut harian.25 – 27.25 – 31.5 – 28.

8 – 2.70 – 0.46 – 0.57 mg/m3 0. 2003 dan Hakim.56 mg/m3 0.00 mg/m3 0.80 – 0.8 Pembuatan Peta Konsentrasi Klorofil-A Hasil pengolahan citra MODIS yang berupa citra-citra konsentrasi klorofil-a kemudian diklaskan sehingga menghasilkan peta-peta konsentrasi klorofil-a yang terdiri dari poligon-poligon klas konsentrasi klorofil-a.9 Pembuatan Peta Potensi Penangkapan Ikan Pembuatan peta potensi penangkapan ikan diperoleh dari kelas-kelas suhu permukaan laut dan klorofil yang dilihat berdasarkan persyaratan hidup ikan pelagis.70 mg/m3 0.4 Klasifikasi Konsentrasi Klorofil-a Peta yang dihasilkan dari citra konsentrasi klorofil-a merupakan peta konsentrasi klorofil-a harian.50 – 0.4. 4. Kelas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Konsentrasi Klorofil-a Kelas Konsentrasi Klorofil-a mg 0.53 mg/m3 20 0.52 mg/m3 19 0.59 mg/m3 0. persyaratan hidup ikan pelagis dengan kelas- .00 mg/m3 0.90 mg/m3 0.1.53 – 0.2.50 mg/m3 17 0.55 mg/m3 22 Tabel 2.0 mg /m3 (Hendiarti.8 – 2.90 – 1.1.0 mg /m3 berada pada kelas 19 sampai kelas 22 yang dapat dilihat di table pada bagian pembuatan peta konsentrasi klorofil-a.48 mg/m3 15 0.45 – 0.57 – 0.60 mg/m3 0.49 – 0.60 – 0.58 mg/m3 0. Pengklasan mengikuti klasifikasi konsentrasi klorofil-a yang ditetapkan.46 mg/m3 13 0.49 mg/m3 16 0.47 mg/m3 14 0. Persyaratan hidup ikan pelagis ialah dengan suhu permukaan laut 20 – 28oC dan kandungan klorofil 0.48 – 0.54 mg/m3 21 1. Suhu permukaan laut 20 – 28oC berada pada kelas 22 sampai kelas 18 yang dapat dilihat di tabel pada bagian pembuatan peta suhu permukaan laut sedangkan kandungan klorofil 0.47 – 0. 2007).2.52 – 0.51 – 0.45 /m3 12 0.80 mg/m3 0.58 – 0.59 – 0.56 – 0.54 – 0.00 mg/m3 > 2.3 – 0.00 – 2.51 mg/m3 18 0.55 – 0.

Pengambilan sampel dalam kerja lapangan ini untuk mendapatkan informasi suhu permukaan laut yang didapat dari pengukuran langsung di lapangan dengan menggunakan thermometer laboratorium. Selanjutnya untuk mendapatkan KLOROFIL .kelas tersebut mengasumsikan bahwa daerah dengan suhu permukaan laut yang rendah dengan kandungan klorofil yang tinggi terdapat banyak ikan pelagis yang hidup di daerah tersebut.2.10 Penentuan Sampel Pengambilan sampel sebanyak 20 titik yang dilalui garis transect berdasarkan variasi suhu permukaan laut dan sebaran kandungan klorofil di perairan jangkauan nelayan penankapan ikan di Indramayu. SUHU PERMUKAAN LAUT 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Daerah potensial: Kelas Kelas Kelas : Potensi rendah : Potensi sedang : Potensi tinggi 4.1.

1 Tahap Pengolahan Citra Sebelum diolah menjadi citra suhu permukaan laut yang bebas tutupan awan pada daerah penelitian. Untuk pengawetan sampel untuk kandungan klorofil-a agar tidak rusak digunakan larutan formalin 20%.2. kami mengambil sampel air laut sebanyak 15 ml yang tersaring dari plangktonet dari 20 liter air laut. Indramayu. dibutuhkan data sekunder yang di peroleh dari berbagai instansi terkait. wilayah Karangsong. dan masking citra (masking tutupan awan dan . Selanjutnya sampel tersebut akan dilakukan analisis laboratorium untuk mengetahui konsentrasi klorofil dalam perairan tersebut.2.3 Tahap Pasca Lapangan 4. citra MODIS perlu dilakukan pengolahan awal untuk restorasi citra yang meliputi koreksi geometrik sekaligus koreksi bowtie. Wawancara juga dilakukan pada tahap kerja lapangan. koreksi radiometrik. 4.2 Tahap Lapangan 4. wawancara berupa wanwancara langsung dilakukan terhadap penduduk dan beberapa nelayan setempat untuk mengetahui kehidupan social ekonomi yang ada di kampung nelayan di daerah kajian.informasi sebaran klorofil dari fitoplangkton. kunjungan ke beberapa instansi terkait untuk mendapatkan data-data sekunder.1 Kerja Lapangan Kerja lapangan dilakukan selama dua hari yaitu pada tanggal 13-14 Juli 2010 di Perairan Laut Jawa bagian tengah. selanjutnya adalah wawancara terhadap beberapa nelayan atau penduduk setempat di sekitar lokasi penangkapan dan pelelangan ikan. 4.3.2. seperti Dinas Kelautan dan Perikanan dan Tempat Pelelangan Ikan Daerah Karangsong. Jawa Barat.2.2. Selain data primer. Kerja lapangan berupa pengambilan sampel untuk mendapatkan data–data primer.

Kemudian didapatkan nilainilai rata-rata harian suhu permukaan laut pada daerah penelitian. 20. Saluran yang akan dikoreksi adalah saluran 3 (reflectance band).daerah penelitian).2.2 Penentuan Nilai Kerapatan Fitoplankton Lapangan Perhitungan rata-rata nilai kerapatan fitoplankton di daerah penelitian dilakukan dengan menjumlahkan seluruh nilai (value) piksel pada citra-citra kerapatan fitoplankton kemudian dibagi dengan jumlah total piksel pada citra tersebut. 4. Melalui nilai rata-rata harian tersebut kemudian dapat ditentukan nilai rata-rata bulanan berdasarkan nilai rata-rata harian pada bulan tertentu. 4.1 Penentuan Nilai SPL Lapangan Perhitungan rata-rata nilai suhu permukaan laut di daerah penelitian dilakukan dengan menjumlahkan seluruh nilai (value) piksel pada citra-citra suhu permukaan laut kemudian dibagi dengan jumlah total piksel pada citra tersebut. dan sensor zenith.2 Penentuan Peta Agihan SPL Dan Kerapatan Fitoplankton Lapangan Berdasarkan SPL Dan Konsentrasi Klorofil-A Pada Citra MODIS 4.3. Kemudian didapatkan nilainilai rata-rata harian kerapatan fitoplankton pada daerah penelitian.2. Proses pengolahan awal citra MODIS sama seperti pada bagian pengolahan awal citra MODIS pada pra lapangan.3. 31.3.2. menggunakan citra MODIS bulan Juni dan Juli tahun 2010.2. .2. 32 (radiance band). Namun pada pengolahan citra MODIS pascalapangan ini. Melalui nilai rata-rata harian tersebut kemudian dapat ditentukan nilai rata-rata bulanan berdasarkan nilai rata-rata harian pada bulan tertentu.

40 – 0.60 – 0.000 Tingkat Hubungan Sangat rendah Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat Sumber: Sugiyono.80 – 1. yaitu independen (bebas) adalah nilai SPL dan kerapatan fitoplankton di citra sedangkan yang menjadi variabel y. Variabel yang berperan sebagai variabel x.799 0. Analisis tersebut dilakukan untuk mengetahui kekuatan hubungan dua variabel. Koefisien korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan variabel-variabel yang diuji.199 0.3 Analisis Statistik (Korelasi Dan Regresi) Analisis statistik yang digunakan adalah korelasi dan regresi. Dari hasil korelasi dipilih citra hasil transformasi dengan nilai koefisien korelasi (r) tertinggi.( Yi ) 2 )) 2 2 Tabel 4. 2003 Terdapat tiga model transformasi yang akan diuji tingkat kesesuaiannya untuk menentukan SPL dan kerapatan fitoplankton secara umum berdasarkan sampel yang diambil. Fungsi regresi yang dihasilkan berupa persamaan linear Y = aX + b karena hanya merepresentasikan dua variabel saja yaitu variabel nilai SPL dan kerapatan fitoplankton. Citra agihan SPL dan kerapatan fitoplankton disusun berdasarkan penerapan persamaan regresi secara invers. Ukuran kekuatan hubungan dicerminkan dalam nilai koefisien korelasi (r) sebagai berikut: r = (n  X .599 0.00 – 0.3.iYi ) .( X i )( Yi ) ((n X i .2.(  X i ) 2 )(n Yi .20 – 0. yaitu dependen (terikat) adalah nilai SPL dan kerapatan .2.5 Pedoman Interpretasi Terhadap Koefisien Korelasi Interval Koefisien 0.399 0.4. Analisis korelasi yang dilakukan adalah menghubungkan antara nilai citra hasil transformasi untuk SPL dan kerapatan fitoplankton.

25 – 27.1 Penyusunan Peta SPL Bulan Juni Dan Juli 2010 Berdasarkan Pengolahan SPL pada Citra MODIS Hasil pengolahan citra MODIS yang berupa citra-citra suhu permukaan laut kemudian diklaskan sehingga menghasilkan petapeta suhu permukaan laut harian yang terdiri dari poligon-poligon klas suhu permukaan laut.3. .5 – 31.75 – 31 oC 30.5 oC 27 – 27.25 oC < 27 oC Tabel 2. Pengklasan mengikuti klasifikasi suhu permukaan laut yang ditetapkan.5 oC 30 – 30.75 oC 28.75 – 30 oC 29. Dan Potensi Penangkapan Ikan Bulan Juni dan Juli 2010 4.25 oC 27.3 Penyusunan Peta SPL.25 oC 28.25 oC 30.3.75 oC 31.5 – 30.75 – 32 oC 31. Dari persamaan regresi secara invers tersebut digunakan untuk menyusun citra agihan SPL dan kerapatan fitoplankton.3.75 oC 30.5 – 29.5 oC 28 – 28.25 oC 29. Kelas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Suhu Permukaan Laut > 32 oC 31.5 – 28. Sehingga untuk memperoleh nilainya.5 oC 29 – 29.2.25 – 29.5 – 27.5 oC 31 – 31.75 oC 27.4 Klasifikasi Suhu Permukaan Laut Peta yang dihasilkan dari citra suhu permukaan laut merupakan peta citra suhu permukaan laut harian.25 – 28. dilakukan invers persamaan regresi. 4.25 – 30.75 – 29 oC 28. Konsentrasi Klorofil-a.75 oC Kelas 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Suhu Permukaan Laut 29.75 – 28 oC 27.2.fitoplankton di lapangan.25 – 31.

3. Persyaratan hidup ikan pelagis ialah dengan suhu permukaan laut 20 – 28oC dan kandungan .51 – 0.3 Penyusunan Peta Potensi Penangkapan Ikan Bulan Juni Dan Juli 2010 Berdasarkan Overlay Peta SPL dan Peta Konsentrasi Klorofil-a Pembuatan peta potensi penangkapan ikan diperoleh dari kelas-kelas suhu permukaan laut dan klorofil yang dilihat berdasarkan persyaratan hidup ikan pelagis.3.00 – 2.56 mg/m3 0.90 mg/m3 0.45 /m3 12 0.49 mg/m3 16 0.4 Klasifikasi Konsentrasi Klorofil-a Peta yang dihasilkan dari citra konsentrasi klorofil-a merupakan peta konsentrasi klorofil-a harian.3.55 – 0.46 – 0.90 – 1.47 – 0.58 mg/m3 0.60 – 0.80 – 0. Konsentrasi Klorofil-a Kelas Konsentrasi Klorofil-a mg 0.50 – 0.00 mg/m3 > 2.46 mg/m3 13 0.48 mg/m3 15 0.49 – 0.55 mg/m3 22 Tabel 2.56 – 0.54 – 0.53 mg/m3 20 0.52 – 0.70 – 0.59 – 0.3.52 mg/m3 19 0.2 Penyusunan Peta Klorofil-a Bulan Juni Dan Juli 2010 Berdasarkan Pengolahan Konsentrasi Klorofil-a pada Citra MODIS Hasil pengolahan citra MODIS yang berupa citra-citra konsentrasi klorofil-a kemudian diklaskan sehingga menghasilkan peta-peta konsentrasi klorofil-a yang terdiri dari poligon-poligon klas konsentrasi klorofil-a.50 mg/m3 17 0.2.47 mg/m3 14 0.48 – 0. Pengklasan mengikuti klasifikasi konsentrasi klorofil-a yang ditetapkan. Kelas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 4.57 – 0.45 – 0.59 mg/m3 0.54 mg/m3 21 1.4.2.57 mg/m3 0.53 – 0.70 mg/m3 0.58 – 0.3 – 0.51 mg/m3 18 0.80 mg/m3 0.00 mg/m3 0.60 mg/m3 0.00 mg/m3 0.

Kemudian peta suhu permukaan laut dan peta konsentrasi klorofil-a di overlay dengan asumsi tersebut maka dapat dihasilkan peta potensi penangkapan ikan.8 – 2. Suhu permukaan laut 20 – 28oC berada pada kelas 22 sampai kelas 18 yang dapat dilihat di tabel pada bagian pembuatan peta suhu permukaan laut sedangkan kandungan klorofil 0.8 – 2.0 mg /m3 berada pada kelas 19 sampai kelas 22 yang dapat dilihat di table pada bagian pembuatan peta konsentrasi klorofil-a. 2003 dan Hakim.0 mg /m3 (Hendiarti. persyaratan hidup ikan pelagis dengan kelas-kelas tersebut mengasumsikan bahwa daerah dengan suhu permukaan laut yang rendah dengan kandungan klorofil yang tinggi terdapat banyak ikan pelagis yang hidup di daerah tersebut.klorofil 0. . 2007).