You are on page 1of 10

Analisis Faktor Risiko Kejadian Kanker Servik

Analisis Faktor Risiko Kejadian Kanker Servik

Moh Joeharno, SKM

Pendahuluan

1.

Latar Belakang Upaya pemberantasan penyakit menular dan tidak menular merupakan salah satu

program dalam rangka menciptakan keadaan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat yang mencapai derajat kesehatan yang seoptimal mungkin. Terjadinya perubahan gaya hidup sebagai dampak dari transisi demografi merupakan tantangan terhadap upaya pemberantasan penyakit menular dan penyakit tidak menular. Kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina). Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang telah berumur, tetapi bukti statistik menunjukan bahwa kanker leher rahim dapat juga menyerang wanita yang berumur antara 20 sampai 30 tahun. Layaknya semua kanker, kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal). Tetapi sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Kanker leher rahim merupakan kanker kedua terbanyak ditemukan pada wanita di dunia. Kurang lebih 500.000 kasus baru kanker leher rahim terjadi tiap tahun dan tiga perempatnya terjadi di negara berkembang. Menurut Siregar (2002), Kanker leher rahim merupakan kanker terbanyak diderita oleh wanita dan merupakan penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada wanita. Oleh sebab itu diperlukan upaya maksimal dalam rangka penanggulangan terhadap kejadian kanker servik yang mencakup upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

3. 2. Data Departemen Kesehatan menunjukkan hingga kini jumlah penderitanya mencapai 50 per 100.Kanker servik uteri atau leher rahim ini menduduki peringkat utama pada kasus kanker yang menyerang wanita di Indonesia. tahun 2002 sebanyak 116 kasus. Hal ini memberikan indikasi bahwa penaggulangan terhadap kejadian kanker servik di Kota Makassar masih relatif kurang yang dapat disebabkan oleh banyak faktor diantaranya perhatian terhadap penanggulangan penyakit ini masih relatif rendah. tetapi ada bukti kuat bahwa kejadiannya berhubungan erat dengan sejumlah faktor ekstrinsik. Salah satu aspek yang mendukung upaya penanggulangan kanker servik adalah pelaksanaan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kanker servik sehingga dengan hasil penelitian yang diperoleh dapat dijadikan acuan dalam penyusunan rencana program penanggulangan kanker servik. 1. Tujuan Khusus . mengingat pada tahap awal sering tak menampakkan gejala khas. Benarkah umur merupakan faktor risiko kejadian kanker servik ? Benarkah umur perkawinan merupakan faktor risiko kejadian kanker servik ? Benarkah paritas merupakan faktor risiko kejadian kanker servik ? Tujuan Penelitian 1. Data kunjungan Rumah Sakit Dr. Tujuan Umum Untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kanker servik. Itu beralasan. Menurut Mamiek dan Wibowo (2000). Penderita biasa datang dalam keadaan stadium lanjut. Wahidin Sudirohusodo yang tergabung dalam rekam medik menujukkan bahwa jumlah penderita kanker servik yang datang berobat cenderung meningkat dari tahun ke tahun dimana pada tahun 2001 terdapat 50 kasus. 2. Rumusan Masalah 1. penyebab langsung kanker leher rahim belum diketahui secara pasti. Ketidaktahuan kaum wanita terhadap penanggulangan kanker servik tentunya berhubungan dengan keterlambatan untuk memeriksakan kesehatan dirinya terutama kesehatan reproduksi.000 penduduk. Penanggulangan kanker masih merupakan masalah yang cukup berat. 3. tahun 2003 sebanyak 131 kasus dan tahun 2004 mengalami penurunan menjadi 117 kasus.

Keriteria objektif a. Kanker servik Kanker servik adalah pertumbuhan sel bersifat abnormal yang terjadi pada servik uterus. Risiko Tinggi : Jika umur wanita > 35 tahun Tinjauan tentang Kanker Tinjauan tentang Kanker Servik Tinjauan Faktor Risiko Kanker Servik Definisi Operasional dan Kriteria Objektif . biopsi dan CT Sken seperti yang tercatat dalam status rekam medik pasien. 3. 3. 4. Bukan kanker servik : Jika tidak sesuai dengan kriteria diatas 2. Manfaat praktis Manfaat keilmuan Manfaat bagi peneliti Kepustakaan 1. 2. 2. 1. Kriteria objektif a. 4. 1999). Kanker servik : Jika sesuai dengan kriteria diatas dan terdiagnosis kanker servik berdasarkan hasil anamnese dan pemeriksaan melalui Pap’s Smear Test.1. suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina) (Riono. 3. Umur Yang dimaksud umur dalam penelitian adalah perhitungan lama kehidupan dimana dihitung berdasarkan waktu kelahiran hidup pertama hingga pada saat penelitian berlangsung berdasarkan status yang tercantum dalam rekam medik. b. Menganalisis besar risiko faktor umur terhadap kejadian kanker servik Menganalisis besar risiko faktor umur perkawinan terhadap kejadian kanker servik Menganalisis besar risiko faktor paritas terhadap kejadian kanker servik Manfaat Penelitian 1. 2.

a. Umur perkawinan ≤ 20 tahun merupakan faktor risiko kejadian kanker servik Paritas > 3 merupakan actor risiko kejadian kanker servik Metode Penelitian . Umur perkawinan ≤ 20 tahun bukan merupakan faktor risiko kejadian kanker servik Paritas > 3 bukan merupakan faktor risiko kejadian kanker servik Hipotesis alternatif (Ha) 1. Risiko Tinggi : Jika umur perkawinan ≤ 20 tahun b. Risiko Tinggi : Jika jumlah anak yang telah dilahirkan > 3 orang b. 3. 3. Paritas Paritas adalah banyaknya kelahiran yang dialami oleh seorang wanita atau banyaknya anak yang dilahirkan. Umur Perkawinan Umur perkawinan adalah umur seorang wanita pada saat melakukan ikatan resmi pertama kali dengan seorang pria yang bukan muhrimnya. Umur perkawinan ini dihitung berdasarkan tanggal.b. Hipotesis Penelitian Hipotesis null (Ho) 1. bulan dan tahun kelahiran sampai pada saat melakukan akad nikah pertama. Umur > 35 tahun merupakan faktor risiko terhadap kejadian kanker servik 2. Risiko Rendah : Jika umur perkawinan > 20 tahun 4. Umur > 35 tahun bukan merupakan faktor risiko terhadap kejadian kanker servik 2. Risiko Rendah : Jika umur wanita ≤ 35 tahun 3. Risiko Rendah : Jika jumlah anak yang telah dilahirkan ≤ 3 orang 1. 2. Kriteria objektif a. 1.

dengan perkiraan OR = 2. Wahidin Sudirohusodo. 2. Sampel diambil dengan teknik purpossive sampling dengan kriteria sebagai berikut : 1.al. 2.1. Penentuan besar sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan tabel Lemeshow et. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita kanker servik menurut laporan rekam medik BLU Rumah Sakit Dr. 3. Kasus adalah penderita kanker servik. 2. Kontrol adalah bukan penderita kanker servik yang disamakan berdasarkan status pendidikan. 4. Populasi dan Sampel 1. 2. 3. Terdapat 2 golongan yaitu sebagai berikut: 1. 4. Terdiagnosis kanker servik pada stadium tertentu Telah menjalani pengobatan Pada sampel dengan status kawin dan tidak sedang pada perkawinan lebih dari 1 kali Status rekam medis lengkap Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari laporan rekapitulasi penderita kanker servik BLU RS Dr. Perkiraan besar sampel 0. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan Case Control Study.50 dan didapatkan jumlah sampel 68 dengan perbandingan sampel kasus dan kontrol 1 : 1 sehingga jumlah keseluruhan 136 sampel. Wahidin Sudirohusodo Makassar periode 2001 – 2004 yang berjumlah 414 kasus.00 dalam jarak 50 % dengan derajat kepercayaan 95 %. Pengolahan Data Pengolahan data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : . Sampel Sampel adalah bagian dari populasi yang dianggap dapat mewakili populasi.

Jenjang pendidikan yang telah ditamatkan responden. Setelah data dikumpulkan dilapangan. 5. melakukan analisis dan menarik kesimpulan. Sebagian besar responden telah memiliki lama perkawinan 11 – 20 tahun sebanyak 52 (38.9%). . mengolah data. 2.0%). tabulating.1. tertinggi sampai jenjang SMA sebanyak 38 responden (27. 2. Analisa Bivariat Analisa bivariat dilakukan untuk melihat hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Angka tertinggi ditunjukkan pada ibu yang tidak bekerja diluar rumah (URT) sebanyak 73 responden (53. Karena rancangan penelitian adalah studi kasus dan kontrol maka dilakukan perhitungan Odds Ratio (OR).7%) sedangkan jenis pekerjaan yang banyak digeluti responden penelitian adalah sebagai pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 39 responden (28. Analisa Univariat Analisa univariat dilakukan untuk mendapatkan gambaran umum variabel yang diteliti. Penyajian Data Dalam bentuk tabel analisis univariat dan bivariat Hasil Penelitian dan Pembahasan Responden terbanyak berada pada kelompok umur 41 – 45 tahun sebanyak 35 (25.7%) dan terendah pada kelompok umur 21 – 25 tahun sebanyak 1 (0. coding.2%). bila ceklist tidak lengkap maka harus kembali kelapangan Bila semua ceklist terisi sesuai dengan petunjuk pengisian maka langkah selanjutnya adalah memberikan perlakuan terhadap data tersebut yang terdiri atas editing. 6. ceklist diperiksa kelengkapannya apakah sesuai dengan instrumen yang ada.7%).9%) dan terendah dengan jenjang pendidikan Stara 1 sebanyak 18 responden (13.2%) sedangkan yang terendah adalah mereka yang memiliki lama perkawinan ≤ 10 tahun sebanyak 19 responden (14.7%) dan terendah pada responden yang bekerja sebagai petani sebanyak 4 responden (2. Analisa Data 1.

556 yang berarti bahwa paritas merupakan faktor risiko kejadian kanker servik dengan besar risiko 4.485 dan nilai upper limit = 7.267 yang berarti bahwa perempuan yang melaksanakan perkawinan pada umur ≤ 20 tahun berisiko 3.4%).188 yang tidak mencakup 1 sehingga hubungan yang ditimbulkan dikatakan bermakna.998 dan nilai upper limit = 8.Sebagian besar responden melaksanakan perkawinan pada umur antara 21 – 30 tahun sebanyak 82 (60. Keterbatasan variabel penelitian Keterbatasan peneliti . 2. Odds Ratio diperoleh nilai OR = 4.3%) sedangkan terendah adalah pada umur > 30 tahun sebanyak 14 (10. Keterbatasan Penelitian 1.2%).0%) sedangkan responden yang melaksanakan perkawinan pada umur yang berisiko rendah sebagian besar terdistribusi pada kontrol (bukan penderita kanker servik) sebanyak 56 (58.3%). Responden dengan paritas yang berisiko tinggi sebagian besar terdistribusi pada sampel kasus (penderita kanker servik) sebanyak 41 (70.6 kali pada ibu dengan paritas > 3 untuk terkena kanker servik. Sebagian besar responden telah memiliki anak <> 7 orang sebanyak 10 responden (7.7%) sedangkan sampel dengan paritas dengan risiko rendah sebagian besar terdistribusi pada sampel kontrol (bukan penderita) kanker servik sebanyak 51 sampel (65. Responden yang melaksanakan perkawinan pada umur berisiko tinggi sebagian besar terdistribusi pada penderita kanker servik (kasus) sebanyak 24 (70. Jika dengan mempertimbangkan aspek confidence interval (CI) diperoleh nilai lower limit = 2. Jika ditinjau dari nilai confidence interval (CI) diperoleh nilai lower limit = 0. Responden dengan umur yang berisiko tinggi terhadap kanker servik sebagian besar terdistribusi pada penderita kanker servik (kasus) sebanyak 63 (53.481 dimana nilai lower dan upper limit tidak mencakup 1 sehingga risiko yang ditimbulkan bermakna. Odds Ratio (OR) diperoleh nilai = 2.3%).3 kali terhadap kejadian kanker servik. Nilai OR = 3.1889 dan nilai upper limit = 9.4%) sedangkan responden dengan umur berisiko rendah sebagian besar terdistribusi pada bukan penderita kanker servik (kontrol) sebanyak 13 (72. Jika dengan memperhitungkan nilai confidence interval (CI) diperoleh nilai lower limit = 1.4%).884 yang menunjukkan bahwa nilai upper dan lower limit mencakup 1 sehingga hubungan yang ditimbulkan dikatakan tidak bermakna.979 yang berarti bahwa umur > 35 tahun berisiko 3 kali mengalami kanker servik.

Umur perkawinan merupakan faktor risiko terhadap kejadian kanker servik dengan besar risiko 2. Perlunya peningkatan pengetahuan dan pemahaman terhadap kanker servik terutama dengan melaksanakan penyuluhan tentang kanker servik yang dimulai sejak dini yaitu pada perempuan di usia remaja 2. 4. Paritas merupakan faktor risiko terhadap kejadian kanker servik dengan besar risiko 4. Perlunya penelitian lebih lanjut dari beberapa faktor yang menjadi risiko terhadap kejadian kanker servik yang dapat digunakan sebagai bahan informasi dalam rangka upaya penanggulangan dan pencegahan kematian dan kesakitan akibat kanker servik.Kesimpulan 1. 2. 3. Umur bukan merupakan faktor risiko terhadap kejadian kanker servik dengan nilai lower dan upper limit tidak mencakup 1 dimana umur lebih dari 30 tahun tidak memberikan pengaruh terhadap kejadian kanker servik.556 kali untuk terkena kanker servik pada perempuan dengan paritas > 3 dibandingkan perempuan dengan paritas ≤ 3 dengan hubungan yang ditimbulkan bermakna sehingga Ho ditolak. Saran 1. 3.545 kali untuk mengalami kanker servik pada perempuan yang melaksanakan perkawinan pada usia ≤ 20 tahun dibandingkan dengan perkawinan pada usia > 20 tahun dengan hubungan yang ditimbulkan dikatakan bermakna sehingga Ho ditolak. . Perlunya pemberian aktivitas tambahan kepada kaum remaja dala upaya penundaan usia perkawinan sehingga dapat mencegah terjadinya kanker servik Perlunya penanganan yang lebih lanjut terhadap kejadian kanker servik dengan melaksanakan penyebaran informasi kepada ibu rumah tangga dimana informasi tersebut merupakan upaya untuk merendahkan angka kehamilan sehingga salah satu faktor risiko kanker servik yaitu paritas dapat diatasi.

Arcan.Wim De Jong. o ► Januari (6)  Pengolahan Data dgn SPSS  Tutorial SPSS 15 (Bagian 2)  Tutorial SPSS 15 (Bagian 1)  Mahir Pengolahan Data Dgn SPSS 3  Mahir Pengolahan Data Dgn SPSS 2  Mahir Pengolahan Data Dgn SPSS 1 ► 2007 (8) o ► Desember (3)  Virus Komputer  PNS Kaum Terkekang  Untukmu Umat Muhammad SAW • . Jakarta... Kanker.  KINERJA PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN ASUHAN KEPERAWA. Diposting oleh Joeharno Blog di 23:28 0 komentar Link ke posting ini Maret 2008 Halaman Muka Berlangganan: Posting (Atom) Arsip Blog • ▼ 2008 (10) o ▼ April (2)  Pengetahuan Kespro Remaja  Analisis Faktor Risiko Kejadian Kanker Servik o ► Maret (2)  FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MUTU PELAYANAN KES.. 2004. Apakah Itu ? Pengobatan.. Harapan hidup dan Dukungan Keluarga.

belajar aplikasi dan macam-macam deh kalau ada komputer nggak bosanin bahkan sewaktu keluar rumah. Kendari anak ke 2 dari 5 bersaudara. Keseharian paling sering didepan komputer.o ► November (5)  Hasil Penelitian Kecelakaan Lalu Lintas  Status Gizi Pengaruhi Gangguan Menstruasi  Kemacetan dan Kecelakaan Lalu Lintas  Gangguan Haid  "Kanker" Bagi SKM Mengenai Saya Moh Joeharno Makassar.com Akan ada lagi episode selanjutnya Makasih atas kunjungan anda Dokument • • • • Faktor Yang Pengaruhi Status Gizi Bayi Penerapan PMO pada Penanggulangan TB Aspek Mutu Pelayanan Kesehatan Faktor Risiko Ca Serviks . kangennya cepat sekali terasa sumpek kalu tidak dengan komputer Melihat profil lengkap saya Kritik dan Saran Kirim ke alamat email kami di : joeh_com@yahoo. Indonesia Saya lahir di sebuah kota kecil yang mungkin masih kurang terkenal di Indonesia kecuali untuk masyarakat sulawesi mungkin sudah pada kenal. Sulawesi Selatan.