You are on page 1of 12

Spesiasi

Spesiasi merupakan proses pembentukan spesies baru. Ada beberapa pendapat mengenai proses spesiasi. Ada pendapat menyatakan bahwa proses spesiasi hanya terjadi pada masa lampau dan tidak terjadi lagi pada masa kini, sedangkan pendapat lain menyatakan bahwa spesiasi masih berlangsung hingga kini. Untuk memahami proses spesiasi, perlu diingat bahwa keadaan muka bumi pada masa lampau tidak sama dengan saat ini. Permukaan bumi yang semula panas menjadi dingin, daratan mulai terbentuk, dengan demikian terdapatlah habitat baru. Terbentuknya tumbuh-tumbuhan, hutan, padang rumput secara tidak simultan, dan terjadi di sejumlah tempat sehingga meyebabkan timbulnya habitat baru yang sebelumnya tidak ada. Kondisi iklim pada masa lalu juga berubah-ubah. Peristiwa glasiasi, letusan gunung berapi, terbentuknya daratan menyebabkan muka bumi mengalami evolusi yang besar (Waluyo, 2005). Evolusi molekuler meliputi: evolusi makromolekul dan 2) rekonstruksi sejarah evolusi gen dan organisme. Pada organisme tingkat tinggi, kajian asal-usul organisme sangat diuntungkan oleh keberadaan mitokondria dan kloroplas karenad alam kedua organela seluler tersebut diketahui adanya DNA yang berbeda dengan DNA kromosom. Selain itu telah terbukti bahwa DNA mitokondria hanya berasal dari ibu. Untuk inilah telah asal-usul manusia, hewan dan tumbuhan tingkat tinggi banyak dilakukan dengan melakukan analisis DNA mitokondria dengan pendekatan secara molekuler.

Spesiasi membahas tentang transisi mikroevolusi ke makroevolusi. Proses mikroevolusi yang terjadi pada populasi, yaitu seleksi alam, perubahan frekuensi gen, pemeliharaan variasi genetik, ekspresi khusus dari variasi gen, evolusi dari kelamin, sejarah hidup dan alokasi seksual, seleksi seksual, dan konflik genetik. Jembatan antara mikro dan makroevolusi adalah spesiasi, yang bertanggung jawab terhadap keanekaragaman kehidupan (Stearns and Hoekstra, 2003). Spesiasi merupakan proses pembentukan spesies baru dan berbeda dari spesies sebelumnya melalui proses perkembangbiakan natural dalam kerangka evolusi ( //media-indonesia.explorasi.htm )

Kehidupan terjadi di dalam kelompok. Para ahli taksonomi memakai segala macam perbedaan, morfologi, tingkah laku dan genetik untuk mengidentifikasi spesies. Mereka mempunyai masalah yang serius untuk memutuskan bagaimana kelompok harus berbeda untuk mengklasifikasikannya ke dalam spesies yang berbeda. Terkadang perbedaan ciri satu spesies dengan spesies lainnya dapat overlap.

Konsep Spesies

1 / 12

2005). maka kedua populasi dapat dimasukkan dalam dua spesies yang berbeda. Anatomi. sifat-sifat tersebut tidak menentukan apakah suatu populasi terdiri dari satu spesies atau lebih (Waluyo. yaitu: a. yaitu apakah ada atau tidak ada suatu gene flow secara nyata dan potensial. Sedangkan spesies menurut kategori taksonomi didasarkan atas perbedaan ciri morfologi atau penampilannya dengan kriteria persamaan ciri dengan anggota lainnya dalam spesies yang bersangkutan (Widodo dkk. Jika secara morfologi berbeda tetapi terdapat gene flow yang efektif. Spesies menurut BSC ( Biological Species Consept) yang dikemukakan oleh Mayr (1963) adalah suatu kelompok populasi alami yang secara aktual maupun potensial dapat saling kawin ( interbreeding ) dan kelompok ini secara reproduktif terisolasi dari kelompok yang lainnya. 2003). 2005). Kebanyakan spesies dipisahkan dengan perbedaan-perbedaan yang nyata secara anatomi. Model spesiasi pada tingkat populasi. atau tidak terjadi gene flow diantara kedua populasi itu.Spesiasi Spesies menunjuk dua kategori. Kriteria yang menentukan keberhasilan reproduksi seksual adalah kemampuan untuk menghasilkan keturunan yang fertil (Stearns and Hoekstra. yaitu kategori taksonomi dan konsep biologi. Jika terdapat isolasi sempurna reproduksi diantara dua populasi yang dari luar hampir menyerupai. 2003). fisiologi. Spesies dalam pandangan modern adalah suatu golongan populasi yang alami (deme) yang tersendiri secara genetis dan memiliki bersama suatu ″ gene pool ″ umum. fisiologi dan tingkah laku (Waluyo. Kriteria yang ditekankan dalam konsep spesies adalah reproduksi. di dalamnya terjadi pertukaran gen atau gene flow . Suatu spesies adalah unit atau kesatuan terbesar dalam populasi. tanpa memandang persamaan morfologinya. maka kedua populasi itu dapat dimasukkan ke dalam satu spesies yang sama. dan tingkah laku hanya berguna sebagai kunci identifikasi dari populasi yang terisolasi secara reproduksi. Spesies yang beranekaragam secara geografis dari seluruh karakter dapat menghalangi pertukaran gen 2 / 12 . Golongan ini terisolasi secara reproduksi dengan kelompok lainnya. Spesiasi Alopatrik ( Allopatric Speciation) Terjadinya spesiasi alopatrik banyak dibuktikan melalui studi variasi geografi.

Acanthiza menyerbu Tasmania dan membedakan ke dalam A. Spesiasi alopatrik merupakan mekanisme isolasi yang terjadi gradual.pusilla pada pulau itu. Contoh: Burung Acaulhiza pusilla tersebar luas di benua Australia dan mempunyai suatu populasi yang sedikit berbeda yaitu A.ewingi yang terisolasi oleh suatu periode glacial. Penjelasan yang amsuk akal adalah selama peristiwa pleistocene glaciation . karena bentuknya sangat menyimpang ( divergent ) dan kemudian masuk ke dalam simpatrik tetapi tidak terjadi interbreeding . Ewingi. Populasi yang terisolasi mungkin tidak dapat melakukan interbreeding jika mereka bertemu.             3 / 12 . Populasi yang terpisah secara geografis dapat terisolasi oleh kemandulan atau perbedaan perilaku (ketika diuji secara eksperimen) dibandingkan dengan populasi yang berdekatan. mungkin telah ada A.Spesiasi antara spesies simpatrik. ketika permukaan laut lebih rendah.

htm Schematic representation of allopatric speciation : 1.columbia.The Life System.edu/courses/ees/V2100 . splitting up into geographically isolated populations 2. Skema Spesiasi Alopatrik Sumber: http://www. reproductive isolation at secondary contact 4 / 12 . divergent selection 3.Spesiasi       Gambar 1.eesc.

Spesiasi Barrier         A B C   Time 5 / 12 .

yang dengan cara lain memperluas sympatric dengan kelompok akuatik dan tidak melakukan interbreed. hydrophila. hammondii. Fenomena penguatan merupakan satu di antara sedikit mekanisme spesiasi di mana seleksi alam mengambil peran (Stearns and Hoekstra. spesialisasi ekologi. tetapi atratus hidup pada waktu sama dengan hammondii tanpa interbreeding. Lebih dari itu. couchi. Di dalam kelmpok akuatik. dan atratus membentuk suatu sekuens/urutan sbspesies allopatric yang melakukan interbreed dimana jika mereka bertemu (daerah abu-abu). Spesiasi burung finch termasuk dalam isolasi geografik.   6 / 12 . tetapi biscutatus juga melakukan interbreeds dengan anggota kelompok terestrial.Spesiasi Gambar 2. gigas. Contoh spesiasi alopatrik lainnya adalah pembentukan spesies burung finch di Kepulauan Galapagos yang dikemukakan oleh Darwin. aquaticus. hydrophila melakukan interbreed dengan biscutatus jika mereka bertem. Hubungan kompleks antar ras ular Thamnophis . 2003). ekologi dan perilaku. Skema Spesiasi Alopatrik (Sumber: Stearns and Hoekstra. 2003) Contoh bukti perbedaan alopatrik misalnya hewan air tawar menunjukkan keanekaragaman yang besar di daerah pegunungan yang banyak terisolasi dengan sistem sungai. Suatu contoh allopatric speciation lainnya yaitu suatu kelompok ular (garter snake) (Thamnoph is ) di bagian barat Amerika Utara. Menurut Darwin bahwa burung finch berasal dari satu nenek moyang burung yang sama. serta penyebaran kedua dan penguatan. Pada suatu pulau suatu spesies adalah homogen di atas rentang kontinen yang berbeda dalam hal penampilan.

html 7 / 12 .Spesiasi                   Gambar 3.edu/faculty/farabee/biobk/Biobook/evolutionII.estrellamountain. Spesiasi Pada Burung Finch Sumber http://www.

Individu lebih mungkin untuk kawin dengan tetangganya daripada dengan individu yang ada dalam cakupan Di dalam gaya ini. individu lebih mudah kawin dengan tetangganya secara geografis dari pada individu di dalam cakupan populasi yang berbeda. Dengan cukupnya seleksi pada suatu lokus yang berkontribusi terhadap isolasi reproduktif. populasi dapat membedakan kepada spesies yang terisolasi secara reproduktif. Endler (1977) dalam Widodo dkk (2003) berargumen bahwa zona bastar yang biasanya menandai untuk dapat terjadinya kontak sekunder sebenarnya sudah muncul secara in situ (melalui perbedaan populasi parapatrik dan spesies yang muncul juga parapatrik). Di dalam spesiasi parapatrik tidak ada barier ekstrinsik yang spesifik untuk gene flow. frekuensi sudah dapat ditetapkan.       Anthoxanthum odoratum 8 / 12 . tetapi populasi tidak kawin secara acak. penyimpangan boleh terjadi oleh karena arus gen dikurangi di dalam populasi dan bermacam-macam tekanan pemilihan ke seberang cakupan populasi.Spesiasi b. Contoh dari spesiasi parapatrik adalah spesiasi pada rumput jenis Anthoxanthum odoratum . Populasi berlanjut. Spesiasi parapatrik/ Semi geografik Jika seleksi menyokong dua alel berbeda yang berdekatan atau parapatrik.

c. Keturunan triploid akibat backcross mempunyai proporsi aneuploidi yang tinggi. Jika bastar antara dua spesies diploid membentuk tetraploid akan dapat memperbesar isolasi reproduktif dari tetua yang diploid. tetapi akhirya model spasipatrik tidak dapat diterima secara luas. White mengusulkan bahwa suatu aberasi kromosom–mekanisme isolasi parsial-muncul dalam suatu populasi dan memperluas cakupan/rentangannya membentuk suatu ever-expanding zona bastar. tetapi pada banyak lokus. karena tidak sempurnanya i 9 / 12 . Tetapi suatu mutasi chromosom yang menurunkan tingkat kesuburan cukup untuk mempertimbangkan bahwa isolas reproduksi tidak dapat meningkatkan frekuensi kecuali oleh genetic drift di dalam populasi yang sangat terbatas atau kecil. Pembatasan interbreeding diantara bentuk diploid dan tetraploid dapat muncul. Tumbuhan yang toleran terhadap logam berat Model lain spesiasi parapatrik adalah model spesiasi stasipatrik dari White (1968. suatu populasi dengan rentang spesies yang luas berbeda dalam konfigurasi kromosomnya. tetapi pada golongan Chaicidoidea (Hymenoptera) itu biasa terjadi. Isolasi reproduktif antar spesies yang berkerabat dekat pada umumnya dapat dihubungkan dengan adanya perbedaan bukan pada lokus gen tunggal. 1968 dalam Widodo dkk. tetapi tidak pada poliploidi. Sebagian besar model spesiasi simpatrik masih dalam kontroversi. Kebanyakan spesiasi berlangsung secara gradual . Spesiasi Simpatrik Model spesiasi simpatrik meliputi spesiasi gradual dan spontan.Spesiasi Gambar 4. Mutasi tunggal atau perubahan kromosom menimbulkan isolasi reproduktif lengkap di dalam satu tahap tidak akan sukses bereproduksi. kecuali pada model spesiasi spontan dan spesiasi poliploidi yang terjadi pada tanaman. Keanekaragaman spesies yang tinggi di dalam kelompok dimudahkan oleh perkawinan inbreeding (Askew.1978 dalam Widodo. 2003). kecuali jika ada perkawinan inbreeding (perkawinan dalam keluarga yang membawa mutasi baru). 2003:55). karena gamet membawa cacat bawaan. White mengamati belalang tanpa sayap. Pada hewan secara umum perkawinan nbreeding tidak biasa terjadi.

Banyak dari serangga herbivora yang merupakan spesies yang berkerabat dekat dibatasi oleh perbedaan inang. mating/kawin. Rumput ini adalah suatu allopoliploid yang diturunkan dari spesies Eropa ( Spart ina maritima 10 / 12 . Contohnya pada serangga herbivora bergenotip AA dan A’A’ teradaptasi dengan spesies tumbuhan 1 dan 2. Cntoh simpatrik yaitu spesies baru rumput rawa payau yang berasal dari sepanjang pantai Inggris selatan pada tahun 1870-an. perbedaan dalam pemilihan inang dapat mendasari terjadinya pengasingan/ isolasi reproduktif. Jika BB dan Bb kawin hanya pada inang 2. small divergen leading to learning to some degree of genetic separation within a single population 2.Spesiasi gen awal terhadap arus gen ( gene flow ) menjadi semakin efektif. Model-model spesiasi simpatrik didasarkan pada seleksi terpecah (distruptive selection). seperti ketika dua homozigot pada satu atau lebih lokus teradaptasi dengan sumber yang berbeda dan hal itu merupakan suatu multiple-niche polymorphism . further differentistion and genetic separation produce complete reproductive isolation. yang pada tempat tersebut dapat ditemukan pasangan dan kemudian dapat bertelur. dimana genotip AA’ tidak teradaptasi dengan baik. terutama untuk pemenuhan kebutuhan makan. Masing-masing homozigot ingin mempunyai fittes lebih tinggi jika dilakukan mating secara assortative dengan genotip yang mirip dan tidak menghasilkan keturunan heterozigot yang tidak fit. 1. Assortative mating mungkin dipertimbangkan adanya lokus B yang dapat mempengaruhi perilaku kawin maupun mendorong serangga untuk memilih inang spesifik.

anglica telah tersebar dipantai Inggris dan menyumbat muara sebagai gulma.Spesiasi ) dan spesies Amerika ( Spartina alternaflora ). Benih dari spesies Amerika terselip di pemberat kapal dan tidak sengaja terbawa masuk ke Inggris pada awal abad ke-19. 2n=122. Sejak awal S. Untuk S. S. 2000:49).     A B 11 / 12 .alternaflora .anglica . Tumbuhan pendatang itu berhibridisasi dengan spesies lokal. Spesiasi simpatrik dapat terjadi dalam evolusi hewan. Jumlah kromosom konsisten dengan mekanisme spesiasi ini. Suatu polimorfismeseimang bersama dengan perkawinan asortatif dapat menghasilkan spesies simpatrik (Campbell et all . dan hal ini akan mengkibatkan perubahan evolusioner lebih lanjut. Maritima . Suatu perubahan genetik yang menyebabkan tawon untuk memilih spesies pohon ara yang berbeda akan memisahkan individu yang kawin dari fenotipe yang baru ini dari populasi tetuanya. 2n=60. yang secara morfologi berbeda dan terisolasi secara reproduktif dari kedua spesies tetuanya. dan untuk spesies baru itu. S. dan akhirnya menghasilkan spesies keiga ( Spartina anglica ). Masing-masing spesies pohon ara diserbuki oleh suatu spesies tawon tertentu. berkembang sebagai suatu allopoliploid. yang kawin dan meletakkan telurnya di pohon ara. 2n=62.

htm Anonim. Reece. Evolution an introduction. Speciation.. 2005.edu. 2000.. Skema spesiasi simpatrik (Sumber: Stearns and Hoekstra. edisi kelima. Jakarta: Erlangga Farabee. tanpa tahun. UMM Press. Malang.. The Life System.TheLifeSystem. Evolution II..fbiocoursesfch2spec. http:www //biology. Evolusi Organik.estrellamountain. Evolusi.Spesiasi   Gambar 8. L.iupui. Biologi. New York:Oxford Waluyo. 2003) DAFTAR PUSTAKA Anonim.columbia. http: //www. UM. 2003. Jilid II.eesc. Widodo dkk. M.. 2003.evolutionII. Depdiknas.MIPA.Rolf.html.Hoekstra..J.Stephen. tanpa tahun. 2000. Stearns. Mitchell.html Campbell. 12 / 12 . http://www.edu. P. Dirjen Dikti.