Visi Misi Bimbingan Konseling

Visi pelayanan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik berkembang secara optimal, mandiri dan bahagia. Misi Misi pendidikan, yaitu memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui pembentukan perilaku efektif-normatif dalam kehidupan keseharian masa depan. Misi pengembangan, yaitu memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik di dalam lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat sekolah. Misi pengentasan masalah, yaitu memfasilitasi pengentasan masalah peserta didik mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari. Guru Bimbingan dan Konseling memiliki kekhususan bentuk tugas dan tanggung jawabnya sebagai suatu profesi dan merupakan salah satu komponen integral dari keseluruhan penyelenggraan pendidikan di sekolah, sehingga dipandang perlu memiliki strategi dasar yang kuat sebagai titik tolak untuk pelaksanaan pelayanannya. Hakikat dan Urgensi Bimbingan dan Konseling
Dasar pemikiran penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah, bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundang-undangan) atau ketentuan dari atas, namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik yang selanjutnya disebut konseli, agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya (menyangkut aspek fisik, emosi, intelektual, sosial, dan moral-spiritual). Konseli sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (on becoming), yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. Untuk mencapai kematangan tersebut, konseli memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya, juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. Disamping itu terdapat suatu keniscayaan bahwa proses perkembangan konseli tidak selalu berlangsung secara mulus, atau bebas dari masalah. Dengan kata lain, proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier, lurus, atau searah dengan potensi, harapan dan nilai-nilai yang dianut.

di antaranya: pertumbuhan jumlah penduduk yang cepat. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan. seperti terjadinya stagnasi (kemandegan) perkembangan. Apabila perubahan yang terjadi itu sulit diprediksi. baik fisik. pertumbuhan kota-kota. psikis maupun sosial.Perkembangan konseli tidak lepas dari pengaruh lingkungan. revolusi teknologi informasi. dan kesenjangan perkembangan tersebut. Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) warga masyarakat. masalah-masalah pribadi atau penyimpangan perilaku. Perubahan lingkungan yang diduga mempengaruhi gaya hidup. pergeseran fungsi atau struktur keluarga. maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku konseli. dan perubahan struktur masyarakat dari agraris ke industri . atau di luar jangkauan kemampuan. kesenjangan tingkat sosial ekonomi masyarakat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful